Home / Romansa / Skandal Pengawal Dan Nona Muda / Chapter 21 - Chapter 30

All Chapters of Skandal Pengawal Dan Nona Muda: Chapter 21 - Chapter 30

160 Chapters

Sang Ajudan Polos

Pesta itu berlangsung meriah, setelah peresmian yang ditandatangani oleh Wira, pesta berlanjut dengan acara berbincang selagi menikmati suguhan makan malam dan musik. Di pesta itu, Arthur diam-diam menjadi pusat perhatian dari para undangan khususnya wanita. Terlebih sikapnya saat ini terlihat wajar seperti para undangan lainnya, tak menunjukkan jika dia adalah ajudan. Dia berbaur dengan cakap dan santai. Bahkan Wira sendiri merasa sedikit minder dengannya. "Kamu terlalu berlebihan sama dia!" komentar Wira dengan nada kesal, dilihatnya Arthur dikerubungi wanita karyawan kantor di meja sebelah. Lintang terkekeh, "Apa kamu cemburu?!" ejeknya. Wira memutar bola matanya dengan bosan, "Untuk apa?!" tukasnya jengah. Lintang mendenguskan tawa kecil mendengarnya. Matanya lalu memperhatikan Arthur, ada rasa puas tersendiri melihat Sang Kapten begitu berkilau seperti itu. Ada kebanggaan tersendiri mengingat jika hati Arthur sudah menjadi miliknya. Wira sendiri tersenyum diam-diam. Ia
last updateLast Updated : 2022-12-03
Read more

Efeknya Masih Ada

Lintang memperbaiki makeup dan penampilannya di toilet. Tepat sekali saat itu Wira muncul mencarinya."Kamu kok lama sekali?" kata Wira meraih lengan Lintang dengan sedikit kasar. Dia melongokkan kepalanya ke dalam toilet, kalau-kalau ada seseorang yang dicarinya bersembunyi di dalam. Lalu matanya bergulir menelusuri ruangan di sekitar mereka.Lintang menarik lengannya sampai terlepas dari pegangan Wira. Menatap tidak suka dengan tindakan suaminya itu."Apa-apaan kamu?!" dengus Lintang kesal. Wira tak menyahut, masih menatap curiga pada Lintang. Menelisik wajahnya siapa tahu ada perubahan meski sedikit saja. Itu membuat Lintang jengah."Aku ke toilet untuk memperbaiki riasan agar bekas luka dari pukulan tangan kamu tetap tertutupi oleh makeup, puas?!" semburnya sebal.Wira melotot dan langsung menyambar lengan Lintang kembali dan menyeretnya ke sisi ruangan yang lebih sepi. Didorongnya wanita itu hingga membentur dinding."Jangan ngomong sembarangan kamu!" gertaknya dengan suara tert
last updateLast Updated : 2022-12-03
Read more

Menghadapi Ancaman Wira

Wira mengeluh dalam tidurnya, dia bergerak berganti posisi. Kepalanya terasa berdenyut sakit, membuatnya meringis dan terpaksa terjaga."Lintang, tolong ambilkan minum!" erangnya.Hening. Wira pun menoleh ke sampingnya, dan mendapati tempat tidur kosong dengan sprei yang sudah dingin. Seketika matanya pun terbuka lebar dan bangun terduduk.Mengabaikan kepalanya yang berdenyut semakin menjadi, Wira menyibak selimut dan berdiri melangkahkan kakinya ke arah pintu keluar dari kamar. Di luar kamar yakni ruang tamu dan bar kecil, dan masih tak terlihat keberadaan istrinya itu. Perasaan curiga dan marah seketika menyeruak di dadanya. Ini masih dini hari tapi kemana Lintang?Saat tangannya hendak membuka pintu keluar, telinganya mendengar suara pintu dibuka di belakangnya. Ia pun menoleh.Lintang keluar dari kamar dengan wajah bingung menatapnya."Mau kemana? Masih mabuk ya sampai mengigau seperti itu?!" ejek Lintang tertawa kecil.Wajah Wira langsung memerah. Ia mengurungkan tangannya yang
last updateLast Updated : 2022-12-03
Read more

Menantang Tuan dan Nyonya Adiwilaga

Arthur mengawasi keempat lawannya, masing-masing dari pria berwajah garang dan tubuh tinggi besar dan bertato itu memegang senjata tumpul. Namun dari sudut matanya ia menangkap satu orang lagi di dalam mobil, bersiap dengan senjata apinya.Ini cukup genting, sudah dipastikan ia tidak akan bisa menghadapi mereka semua dengan konsentrasi terpecah seperti ini. Maka diam-diam dengan gerakan pelan, ia meraba sisi belakang telinganya. Mengaktifkan earpiece yang terpasang tersembunyi di sana. Meminta bantuan."Serahkan wanita itu jika kamu ingin tetap hidup, Bung!" ujar salah satu dari mereka.Arthur menyunggingkan senyum sinis. "Dalam mimpimu!" balasnya.Keempat penjahat itu pun saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak. "Seperti yang dikatakannya, ajudan ini akan sangat keras kepala!" gelak mereka. "Tak apa, sudah lama kita tak mendapatkan lawan sebagus ini!""Tunggu apa lagi, hajar dia!"Arthur membuka mata lebar-lebar saat mereka maju menyerang. Mereka menyerang bersamaan, membuat Ar
last updateLast Updated : 2022-12-03
Read more

Ayo Kita Menikah

Yasmin tentu saja murka mendengar tantangan Arthur. Baginya merestui Arthur meminang Lintang sama saja dengan menjatuhkan harga dirinya. Tapi saat ini ia juga memikirkan keselamatan Lintang, bagaimanapun kerasnya sifat Lintang yang juga menentangnya, dia tetap anak kandungnya dan merupakan pewaris satu-satunya keluarga Adiwilaga. Maka untuk kali ini ia harus menekan emosi dan egonya, karena Arthur mungkin yang bisa menyelamatkan putrinya."Jika terjadi sesuatu pada Lintang maka kamulah satu-satunya yang akan aku tuntut ke penjara, Kapten!" ancam Yasmin. Candra turut mengiyakan perkataan istrinya itu.Rey ternganga mendengarnya, "Nyonya apa Anda tidak melihat dia bahkan hampir mati demi menyelamatkan anak Anda!" ujarnya kesal.Yasmin mendelik tak suka pada Rey. "Itu sudah menjadi resiko pekerjaannya, jadi jangan mengeluh!" dengusnya tak peduli.Rey hendak menjawab lagi, namun lagi-lagi Arthur menghentikannya. Yasmin menunjuk Arthur, "Ingat! Kamu harus menyelamatkan anakku, Kapten!" te
last updateLast Updated : 2022-12-03
Read more

Hancurnya Hati Sang Kapten

Dengan tegap dan penuh keyakinan, Arthur menghentak langkah memasuki rumah besar Adiwilaga. Berbekal tekad dan perasaan cintanya yang begitu besar pada Lintang, ia berniat untuk melamar wanita itu dan meminta restu dari Yasmin dan Candra. "Yakinlah, Kapten! Aku akan melakukan apa saja asal mereka merestui kita!" kata Lintang sebelumnya. Ia akan berbicara pada orangtuanya.Wira sudah dipenjara dengan bukti kuat mengenai kejahatannya. Menjadi dalang utama dari penculikan Lintang, dengan motif ingin menguasai harta dan uang asuransi atas kematian istrinya itu. Semua sudah direncanakan sedari awal mereka menikah. Beberapa kejadian yang menimpa Lintang sebelumnya juga merupakan rencananya. Beruntungnya, Arthur selalu ada di samping Lintang sehingga setiap upayanya melenyapkan wanita itu selalu gagal.Oleh karena semua sudah selesai, maka Arthur bertekad untuk melamar wanita pujaannya itu. Meski dengan hati ragu. Lintang meyakinkannya jika ibunya pasti sudah berubah, dengan kegigihan dan b
last updateLast Updated : 2022-12-04
Read more

Kesedihan Lintang

Arthur merenung sendiri di kamarnya, saat ini ia sudah kembali asrama. Semalaman ia hanya duduk terdiam dan berpikir. Menimbang masak-masak dengan keputusan yang akan ia ambil.Beberapa waktu lalu saat ia dirawat di Rumah Sakit, komandan datang menjenguknya. Tapi tak hanya itu, atasannya itu menawarkan tugas baru mengingat jika saat itu kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan untuk tetap menjadi pengawal Lintang. Tugas baru, keluar dari negara tercinta.Saat itu ia berpikir mengenai niatnya melamar Lintang, oleh karena itu dia meminta waktu untuk berpikir."Hanya kamu yang sanggup melakukan tugas ini, Kapten! Tidak ada yang sebanding dengan integritas dan kemampuanmu dalam segala hal!" tegas komandannya itu. Arthur menghela nafas berat, mengingat kembali semua kata-kata hinaan yang dilontarkan Yasmin dan Candra. Sangat menyakitkan hati apalagi dia melihat bagaimana Yasmin menampar Lintang. Pintu kamarnya diketuk, Arthur pun mengangkat kepala melihat siapa yang datang. Bram
last updateLast Updated : 2022-12-04
Read more

Jiwa Baru

Ambulans meraung meninggalkan kediaman rumah Adiwilaga. Membawa putri tunggal mereka, Lintang Candraningtyas Adiwilaga ke rumah sakit. Dimana dia ditemukan bersimbah darah di kamar mandi, dengan urat nadi yang terpotong. Yasmin berteriak histeris dan panik melihat kondisi putrinya. Dia menangis dan meraung meneriakan nama Lintang. Bagaimanapun jiwanya sebagai seorang ibu tidak rela jika anaknya mengambil jalan pintas seperti itu. Sampai di rumah sakit para petugas medis segera melakukan tindakan. Lintang sudah terlihat pucat dengan bibir yang membiru dan tubuh yang menggigil akibat kehabisan banyak darah.Yasmin menangis dalam pelukan Candra menyaksikan bagaimana para petugas medis berjuang untuk menyelamatkan nyawa putrinya. Hingga beberapa saat berlalu dengan ketegangan dan kepanikan yang terasa di dalam ruangan sana. Beruntung mereka berhasil menyelamatkan nyawa Lintang. Yasmin memasuki ruangan di mana Lintang dirawat. Dia terisak melihat bagaimana wajah cantik putrinya kini t
last updateLast Updated : 2022-12-04
Read more

Kepergian Arthur

"Kamu bilang aku sedang hamil?!" seru Lintang kaget.Mira sontak mendekat dan menutup mulut Lintang dengan tangannya. Gadis itu terlihat kaget dengan tindakannya sendiri. Saat itu juga dia melepaskan tangannya dan mundur seraya meminta maaf."Maaf, Nona!"Lintang tidak memperdulikan itu. "Katakan, Mira! Apa benar yang kamu katakan?!" tanya Lintang memegang bahu gadis pelayan itu, suaranya bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca menahan tangis.Mira ikut menangis dia menatap Lintang lalu mengangguk.Lintang membuka mulutnya tanpa bisa berkata apapun. Dia seolah lupa untuk bernafas dan saat udara kembali mengisi paru-parunya seiring dengan tangisnya. Perempuan itu jatuh terduduk lalu menutup wajahnya.Antara bahagia, takut, cemas dan kesedihan bercampur jadi satu. Mengingat apa yang sudah dia lakukan di hari itu di kamar mandi, yang tidak saja membuat nyawanya terancam tapi dia hampir membunuh bayi tidak berdosa di dalam perutnya. Sungguh ia merasa bersalah.Dan entah kenapa, Lintang y
last updateLast Updated : 2022-12-04
Read more

Sandera Di Rumah Sendiri

Lintang kembali ke kediaman Adiwilaga dengan hati hancur. Semangat hidupnya yang sesaat lalu berpendar seolah kembali padam. Harapannya untuk bisa bertemu Arthur punah seketika. Sang pujaan hati sudah terbang jauh keluar dari negara ini.Langkah kakinya lunglai melangkah masuk ke dalam rumah."Dari mana kamu?" tanya Yasmin dengan wajah merah padam menahan amarah.Namun Lintang sama sekali tak perduli, saat ini jiwanya seolah kosong sama sekali. Jika Yasmin membunuhnya sekalipun, dia rela. "Tolong bunuh saja aku, Ibu! Buat apa aku hidup lagi!" rintih Lintang, air matanya yang baru saja kering kembali mengalir."Apa yang kamu katakan? Omonganmu sudah melantur, Lintang!" tukas Candra jengkel.Lintang menoleh kepada kedua orang tuanya. "Kalian sudah terlanjur membunuhku, aku sudah mati di kamar mandi beberapa hari lalu!" teriaknya, "untuk apa kalian menyelamatkan aku jika masih saja seperti ini! Bahkan kalian merahasiakan jika aku sedang mengandung!" Sontak saja wajah Yasmin dan Candra
last updateLast Updated : 2022-12-04
Read more
PREV
123456
...
16
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status