Home / Rumah Tangga / Aku Tak Rela Dimadu / Chapter 141 - Chapter 150

All Chapters of Aku Tak Rela Dimadu: Chapter 141 - Chapter 150

215 Chapters

Bab 141 - Theo Hilang

Theo bangkit berdiri dan mencengkram kerah kemeja Melvin. "Apa yang kamu mau, Melvin?" tanya Theo dengan nada berapi-api."Aku hanya mau uang dan Zee. Cuma itu mauku." Melvin berusaha melepaskan kerah kemejanya dari cengkraman Theo."Berapa uang yang kamu inginkan?" tanya Theo. Ia menahan amarahnya sendiri tapi ia tidak mau melampiaskan langsung kepada Melvin. Ia tidak mau salah langkah."Satu milyar," jawab Melvin sembarang."Gila!" bentak Theo sambil memukul meja di cafe."Satu milyar atau aku akan memberitahu Zee tentang perjodohanmu dengan Vivi," ancam Melvin yang tersenyum menyeringai. Kali ini ia berada di atas angin."Pathetic! Kamu mengira dengan mengancamku seperti itu, maka aku akan mudah memberikan uang?" Theo menyeringai. Ia akan berusaha sebisa mungkin untuk membuat Melvin menyerah."Satu milyar bagimu hanya seperti seribu rupiah, Theo. Janganlah kamu pelit terhadap temanmu sendiri.""Jika kamu mau uan
last updateLast Updated : 2022-04-22
Read more

Bab 142 - Siapa yang Memukul Theo?

Theo terbangun dari tidurnya yang cukup panjang. Kepalanya bagian belakangnya sangat sakit. Ia mencoba melihat kesana kemari, tapi ia hanya melihat sebuah kamar hotel yang kosong saja. Mungkin ini kamar hotel bintang satu."ARGH! Sakit!" teriak Theo kesakitan. Kepalanya berdenyut-denyut karena pukulan tadi malam.Ia bingung, mengapa ia tidak memakai sehelai benangpun? Apa yang telah terjadi? Theo mulai mengingat-ingat apa yang telah terjadi semalam. "Semalam itu, setelah aku berbicara dengan Melvin ... aku bertemu kak Zidan lalu berpamitan ke mobil terlebih dahulu sementara Kak Zidan pergi ke toilet. Tapi tiba-tiba ada yang memukulku dari belakang saat aku berjalan menuju ke mobil. Ya betul ... ada yang memukulku. Tapi siapa?" ujar Theo yang mencoba menganalisa kejadian semalam."Apakah Melvin yang memukulku? Tapi ... tapi untuk apa pakaianku semua diambil?" tanya Theo yang kebingungan.Ia mencoba mencari pakaiannya, tapi tidak m
last updateLast Updated : 2022-04-23
Read more

Bab 143 - Bagaimana Jika Denganku?

"Melvin ... kamu begitu bodoh! Mengapa kamu memukul Theo? Seharusnya kamu itu memberikan Theo obat tidur!" bentak Vivian yang sangat kesal kepada Melvin."Ya habis bagaimana lagi. Theo sudah sampai ke cafe lebih cepat daripada aku, sehingga aku sama sekali tidak bisa memberikannya obat tidur," gerutu Melvin."Itu karena kebodohan kamu! Mengapa kamu terlambat datang? Seharusnya kamu datang lebih cepat daripada Theo.""Ya mau bagaimana lagi? Aku ini pegawai, Viv. Aku bukan bos sepertimu yang bisa datang kapan saja.""TERUS MENGGERUTU ITU TINDAKAN ORANG BODOH!" bentak Vivian yang tidak sabaran."Lantas kamu mau bagaimana? Sekarang Theo sudah pingsan." Melvin memperlihatkan Theo yang sudah tidak berdaya dan berada di kursi penumpang, tertidur sangat 'NYENYAK'."Bawa ke puncak. Kita akan membuat sesi foto disana. Setelah itu, kita bisa jadikan sebagai penghancur hubungan Zee dan Theo kelak!""Ok."Melvin tersenyum smirk. Memang Vivi
last updateLast Updated : 2022-04-26
Read more

Bab 144 - Cuci Tangan

Zidan sangat bingung karena Theo hilang mendadak. Ia sudah mencari rekaman cctv yang berada di cafe itu, tapi sayangnya, mobil Theo berada di blind spot, sehingga sama sekali tidak terlihat oleh kamera cctv dari cafe. "ARGH! Theo ... kamu dimana sih?" ucap Zidan yang sangat khawatir dengan keadaan Theo yang tidak menentu. Tidak mungkin Theo menjatuhkan ponsel dan kunci mobilnya sembarangan di parkiran. Pasti ada yang tidak beres dengan keadaan ini. Zidan mencoba menelepon Zee untuk memberitahu masalah ini kepada adiknya itu. "Zee ..." panggil Zidan kepada Zee di telepon dengan suara parau. "Kenapa Kak? Apakah pertemuan dengan Melvin sudah selesai?" tanya Zee penasaran. "Sudah. Tapi Theo sekarang menghilang, Zee. Aku tidak tahu dimana dia berada," jawab Zidan yang lumayan panik. "Hah ... Bagaimana mungkin Kak Theo bisa hilang?" Zee menjadi panik. Instingnya tidak salah, pasti Melvin melakukan sesuatu terhadap Theo. Tapi ternyata Me
last updateLast Updated : 2022-04-27
Read more

Bab 145 - Nothing to Lose

"Apakah kamu pikir aku terlalu bodoh untuk membiarkan kamu lolos begitu saja jika aku terkena masalah, Viv? Kita ini partner in crime!" tegas Melvin dengan mata penuh emosi."Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh manusia tidak berguna seperti dirimu, HAH?" bentak Vivian."Aku?" Tunjuk Melvin kepada dirinya sendiri. "Aku tidak memiliki apapun sehingga bagiku tidak masalah untuk di penjara. Nothing to lose. Tapi bagaimana dengan nasibmu, Viv? Apakah kamu bisa kehilangan segalanya?" ancam Melvin. Terlihat kesungguhan ancaman di mata Melvin."Sialan kamu, Melvin!" jerit Vivian histeris sambil memukul-mukul tubuh Melvin dengan sangat keras."Kamu boleh memukulku, tapi jika kamu berani menginggalkan aku, maka kamu akan di penjara bersamaku!" tegas Melvin sambil tersenyum menyeringai. Mengancam Vivian yang sudah kalut adalah kesenangan bagi Melvin."Brengsek!" Vivian keluar dari kamar penginapan dan meninggalkan Melvin sendirian."Vivian ... Vivian. Betapa bodohnya kamu. Hmm ... pastinya ji
last updateLast Updated : 2022-04-29
Read more

Bab 146 - Kabar dari Theo

Pak Amir sudah menjemput Theo di penginapan, Ia membawakan semua barang-barang keperluan Theo.Tok! Tok! Tok!Pak Amir mengetuk pintu kamar Theo."Siapa?" tanya Theo yang masih sedikit was-was."Pak Amir, Den," jawab Pak Amir.Theo melangkahkan kaki dengan sangat besar untuk jalan ke pintu kamarnya, membuka pintu itu dan ternyata memang Pak Amir yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya."Pak Amir, terima kasih sudah datang ke sini," ucap Theo dengan sangat sumringah."Ini Den ... semua barang kebutuhannya." Pak Amir menyerahkan sebuah tas kepada Theo."Masuk, Pak. Tunggu aku di dalam saja. Aku akan mengganti pakaian di kamar mandi saja."Pak Amir masuk ke dalam kamar Theo sementara Theo langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bathrobe-nya dengan pakaian yang dibawa oleh Pak Amir.Setelah selesai mengganti pakaian, Theo keluar dari kamar mandi dan menemui Pak Amir yang sedang duduk di atas ranjang."Apa yang terjadi, Den?" tanya Pak Amir yang merasa miris dengan penampil
last updateLast Updated : 2022-05-01
Read more

Bab 147 - Jangan Berlaku Sebagai Korban

Zidan sudah sampai di rumah Melvin, ia sudah sangat gusar dengan Melvin yang tidak menjawab sama sekali pesan atau panggilannya.Tok! Tok! Tok!Zidan mengetuk kasar rumah Melvin.CEKLEK!Robert membuka pintu rumahnya.Zidan melihat Rogert yang menggunakan kursi roda, sebenarnya tidak tega untuk marah-marah. Pak Robert adalah orang yang sangat baik, hanya terjebak di dalam rumah bersama orang-orang yang busuk.Zidan hanya bisa menatap Robert saja, ia bingung harus berekspresi bagaimana terhadap pria tua yang ada di hadapannya, marah? Tidak mungkin. Robert tidak bersalah. Tapi Zidan harus mencari Theo, dan Melvin adalah satu-satunya tersangka utama."Pak Robert, apakah ada Melvin?" tanya Zidan sedikit gusar."Melvin? Ada ... ada di kamarnya, Nak Zidan. Ayo masuk terlebih dahulu," Robert mempersilahkan Zidan untuk masuk ke rumahnya."Terima kasih, Pak Robert. Oh ya, Pak. Tadi malam Melvin pulang jam berapa ya?" Zidan mencoba menyelidiki dari orang tua jujur ini."Bapak tidak melihat jam
last updateLast Updated : 2022-05-02
Read more

Bab 148 - Take It or Leave It

Setelah Zidan keluar dari rumah Melvin, Robert keluar dari kamarnya dengan menggunakan kursi roda dan mulai menatap Melvin dengan sedikit gelisah."Apa yang terjadi, Melvin? Apakah kamu berbuat sesuatu yang salah sampai Zidan kemari? Apakah kamu menyakiti Zee lagi?" tanya Robert dengan sorot mata sendu. Ia tidak mau anaknya menyakiti Zee ataupun orang terdekat dari Zee. Sudah cukup penderitaan yang dialami Zee selama ini."Tidak ... aku tidak berbuat apa-apa. Kak Zidan hanya salah paham terhadapku, Pa," jelas Melvin berbohong."Salah paham tentang apa?" Robert masih ingin mengetahui apa yang terjadi karena ia mendengar Zidan ingin melaporkan Mevin ke polisi. Tentunya Robert tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan Melvin. Apalagi sampai Melvin harus mendekam di dalam penjara."Itu ... tentang kekasih Zee yang baru.""Hah ... Zee sudah memiliki kekasih?" tanya Robert yang hatinya menjadi was-was. "Bukankah kalian masih dalam status pernikahan dal
last updateLast Updated : 2022-05-07
Read more

Bab 149 - Zidan Keceplosan

Zidan sedang menuju ke rumah. Ia sangat kesal dan tidak habis pikir, Melvin bisa saja terus bekelit bagaikan ular. Saat ini Zidan masih kesulitan mencari bukti bahwa Melvin lah yang menculik Theo., bahkan sampai sekarang belum ada kabar dari Theo. Dan hal itu membuat Zidan sangat khawatir.Kring! Kring! Kring! Ponsel Zidan berbunyi dan Zidan langsung melihat siapa yang sedang meneleponnya, ternyata Zee."Assalamualaikum, Kak Zidan," ucap Zee memberikan salam kepada Zidan."Wa'alaikumussalam, ada apa Zee?""Kakak ada dimana sekarang?""Aku sedang di mobil. Tadi aku baru saja ke rumah Melvin.""Tadi aku ditelepon oleh Kak Theo.""Hah ... Theo menelepon kamu? Alhamdulillah." Zidan mengucap syukur. Akhirnya ada kabar dari Theo. Ia sudah khawatir setengah mati tentang keselamatan Theo."Sekarang Kak Theo berada di puncak," lanjut Zee."Loh ... koq bisa sampai puncak, Zee?" tanya Zidan heran."Enta
last updateLast Updated : 2022-05-07
Read more

Bab 150 - Apa Hubungan Vivi dan Theo?

"Maaf, Zee. Alangkah baiknya nanti kamu tanyakan lagi kepada Theo. Takutnya kakak salah menjelaskan sehingga menyebabkan hubungan kamu dan Theo menjadi tidak baik," lirih Zidan yang tidak mau menjawab pertanyaan dari Zee."Baiklah, aku akan bertanya langsung kepada Kak Theo," Zee menyerah. Ia tidak mau memaksa Zidan untuk memberitahukannya. Memang jika Zidan tidak mengetahui hal sebenarnya, lebih baik tidak perlu menjabarkannya. Zee menutup sambungan telepon dengan Zidan. Nanti ia akan menanyakan sendiri kepada Theo. Walaupun begitu, hatinya masih tidak tenang. Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Zee Zee mondar-mandir, hatinya tidak menentu. sebenarnya apa yang diketahui oleh Zidan dan tidak berani Zidan katakan kepadanya. Apa yang Zidan tutupi darinya?Vivi ... ya Vivi. Zee ingat betul, wanita muda yang sepertinya terlihat sangat menyukai Theo tapi Theo kurang menyukainya, malah terlihat menghindar. "Tapi apa yang terjadi antara Vivi dan Theo sehingga Melvin bisa mengancam Th
last updateLast Updated : 2022-05-09
Read more
PREV
1
...
1314151617
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status