Home / Rumah Tangga / Aku Tak Rela Dimadu / Chapter 111 - Chapter 120

All Chapters of Aku Tak Rela Dimadu: Chapter 111 - Chapter 120

215 Chapters

Bab 111 - Hilang Ingatan

"Ada apa dengan Zee, Ma?" tanya Melvin penasaran karena melihat terkejutnya Virni."Zee kecelakaan. Sekarang ia dilarikan ke rumah sakit," ucap Virni tegang. Ia segera mencari nomor kontak suaminya dan Zidan untuk memberitahukan kabar buruk ini."Bagaimana keadaan Zee sekarang, Ma?" Melvin sangat khawatir."Entah ... Mama tidak tahu. Tadi mama ditelepon oleh pihak rumah sakit yang mengabarkan tentang Zee.""Ya Allah ... semoga Zee baik-baik saja," ucap Nina khawatir dengan keadaan Zee. Walaupun Zee tadi sangat menyebalkan, tentunya Nina tidak mau terjadi hal tidak baik kepada Zee. Ia mau Zee baik-baik saja tanpa kekurangan apapun."Ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang, Mel, Mbak Nina" ajak Virni."Baik, Ma."Melvin, Virni dan Nina bersama pergi ke parkiran untuk mencari mobil milik Virni. Mereka bersama-sama pergi ke rumah sakit untuk mengetahui apa yang sedang terjadi kepada Zee dan bagaimana keadaan Zee sekarang.Untungnya
last updateLast Updated : 2022-03-21
Read more

Bab 112 - Rencana Licik Melvin

"Dia Melvin dan di samping Melvin, ada Mama Nina," jelas Virni."Aku tidak mengenal mereka. Bolehkah mereka pergi?" usir Zee tidak mau melihat Melvin dan Nina."Hah ... i-iya kami pergi, Zee." Melvin mengajak Nina untuk pergi dari hadapan Zee. Tentu saja Melvin tidak mau membuat Zee semakin sakit.Melvin dan Nina keluar dari ruang UGD dan pergi ke kantin rumah sakit untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai berbunyi."Mel, apa yang terjadi kepada Zee? Apakah Zee sangat membenci kita sehingga mengusir kita?" tanya Nina heran dengan perubahan sikap Zee yang seakan tidak mengenal mereka berdua."Sepertinya Zee hilang ingatan akibat kecelakaan itu." Melvin mencoba menarik kesimpulan."Apakah artinya suatu hal yang bagus jika Zee hilang ingatan?""Entahlah, Ma. Bisa menjadi bagus, bisa juga menjadi buruk.""Maksudmu?""Bagus jika dengan hilang ingatan, Mel bisa memiliki kesempatan untuk mendekati Zee lagi. Tapi menjadi buru
last updateLast Updated : 2022-03-21
Read more

Bab 113 - Dia Istriku!

Theo yang mendengar kabar tentang kecelakaan Zee langsung menemui Zee di rumah sakit. Ia dan Anita bersama pergi karena khawatir terhadap keadaan Zee. Mereka mencari Zee di UGD sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Zidan di telepon kepada Theo."Selamat siang, Tante," sapa Theo kepada Virni yang masih duduk di sebelah Zee. Anita berada di belakang Theo dan hanya tersenyum saja untuk menyapa Virni. Mereka berdua sudah saling mengenal dan sebenarnya Anita tidak menyangka bahwa Zee adalah anak dari Virni, pengacaranya selama ini."Selamat siang." Virni tersenyum kepada Theo dan Anita."Maaf kami baru datang, Tante.""Tidak apa-apa." Virni hanya bisa berdiam diri saja. Ia masih khawatir dengan keadaan Zee yang terus mengeluh sakit kepala, baru saja dokter memberikan obat pereda nyeri kepada Zee untuk mengatasi sakit kepalanya yang berlebihan."Bagaimana keadaan kamu, Zee?" tanya Theo khawatir saat melihat perban yang berada di kepala dan kaki Zee.
last updateLast Updated : 2022-03-22
Read more

Bab 114 - Licik Dibalas Licik

"Dia memang istri kamu secara hukum, tapi secara agama kalian sudah bercerai," ucap Theo tidak terima. Ia tahu bahwa Melvin pasti memiliki rencana yang jahat untuk Zee. Tentu saja Theo tidak akan rela melepas Zee begitu saja untuk masuk lagi ke dalam perangkap Melvin."Setidaknya Zee masih ada kaitannya dengan diriku! Aku masih suami sah Zee secara hukum." Melvin tidak mau mengalah kepada Theo. Statusnya masih lebih jelas daripada Theo. Mereka belum resmi bercerai secara hukum dan negara. Jadi sudah pasti Melvin berada di atas angin dibandingkan dengan Theo."Tapi itu semua tidak akan lama lagi. Karena kamu akan bercerai dari Zee!" ancam Theo dengan mata penuh emosi."Haha ... kamu terlalu percaya diri, Theo. Mungkin perceraian kami secara hukum akan diundurkan atau bahkan dibatalkan karena Zee hilang ingatan," balas Melvin seakan ia berada di atas angin."Kalian masih bisa bercerai walaupun Zee hilang ingatan," ujar Virni kesal. Ia tidak tahan dengan sem
last updateLast Updated : 2022-03-22
Read more

Bab 115 - Hilang Ingatan, Buta dan Lumpuh

"Argh! Kepalaku sakit!" teriak Zee histeris. Ia sekarang sudah dipindahkan ke dalam ruang perawatan VIP.Theo, Anita, Melvin dan Nina menjadi panik karena teriakan Zee.Theo langsung memencet bel untuk memanggil suster sementara Melvin langsung memeluk Zee. Tapi Zee berusaha melepaskan pelukan Melvin."Lepas!" teriak Zee lebih histeris."Ada apa Zee? Mana yang sakit?" Melvin mengelus kepala Zee."Pergi kamu! Kamu siapa? Jangan sentuh aku!" balas Zee dengan menjerit lebih keras lagi."Aku Melvin, Zee. Aku suami kamu." Melvin mencoba memeluk Zee lagi tapi langsung ditampar oleh Zee yang terlihat sangat emosi dan kesakitan."Jangan mengada-ngada! Aku belum menikah dan kamu jangan berpura-pura!" teriak Zee lebih histeris, "Aduh kakiku .... Kenapa mati rasa?" jerit Zee lagi lebih histeris."Argh! Pergi!" usir Zee kepada Melvin.Suasana di dalam ruang VIP menjadi sangat tegang. Mereka semua tidak tahu apa yang harus dilakukan
last updateLast Updated : 2022-03-22
Read more

Bab 116 - Perubahan Rencana

"Aku yang akan menjaga anakku sendiri, Melvin!" ujar Virni sedikit kesal karena Melvin masih mempermasalahkan hal yang itu-itu saja."Tapi, Ma. Zee itu kewajibannya Melvin. Jadi memang sudah seharusnya Melvin yang merawat Zee," ucap Melvin membela diri."Benar itu, Virni. Status Melvin masih suami sah dari Zee. Jadi wajar saja jika Melvin yang merawat Zee," sahut Nina mencoba mendukung Melvin."Ini bukan masalah wajar atau wajib, Mbak Nina. Di rumah kalian masih ada Robert yang harus diurus. Ia juga membutuhkan perhatian kalian, jadi sebaiknya kalian fokus merawat Robert. Sementara Zee, aku masih bisa merawatnya.""Robert sudah bisa merawat dirinya sendiri," sanggah Nina seakan tidak terima oleh perkataan dari Virni."Maaf, Mbak Nina. Bukannya tidak percaya dengan Mbak Nina dan keluarga. Aku hanya tidak mau menambahkan beban saja kepada keluarga kalian. Zee yang sakit seperti ini pastinya membutuhkan perawatan ekstra," tolak Virni dengan halus.
last updateLast Updated : 2022-03-22
Read more

Bab 117 - Asumsi dan Logika Melvin

"Ma ... kenapa kita tidak jadi merawat Zee?" protes Melvin kesal karena Nina menariknya langsung sewaktu di rumah sakit. Sekarang mereka sudah berada di halte bus dekat rumah sakit, seharusnya aman bagi Nina untuk bercerita kepada Melvin."Itu ... keluarga Zee sedang mengalami krisis keuangan," jelas Nina pelan. Ia tidak mau ada orang lain yang mendengarkan pembicaraannya dengan Melvin."Hah ... serius? Lantas bagaimana?" Alangkah terkejutnya Melvin mendengar berita baru dari Nina."Tadi Virni mengatakan bahwa Theo mengancam jika Zee dirawat oleh kita, maka semua tagihan biaya rumah sakit harus kita yang membayarnya," tambah Nina lagi."What? Memangnya Theo yang membayar biaya rumah sakit Zee?""Begitulah kata Virni tadi. Jadi tentu saja mama tidak mau membayar tagihan rumah sakit Zee.""Memang berapa sih tagihan rumah sakit Zee sekarang?""Sudah mencapai lima puluh juta, Mel. Dan karena Zee masuk ke dalam kamar VIP, biaya per harinya
last updateLast Updated : 2022-03-23
Read more

Bab 118 - Kembalikan Semua Uang Kami!

Melvin dan Nina baru saja menginjakkan kaki ke halaman depan rumah, tapi tiba-tiba terdengar keributan dan beberapa pecahan barang dari dalam rumah. Melvin dan Nina langsung masuk ke dalam untuk melihat apa yang sedang terjadi. "Wah ... ternyata penipu ulung datang juga!" ucap salah seorang wanita tersenyum smirk, ia sudah menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Sedari tadi beberapa orang sudah berada di dalam rumah Nina untuk menanyakan keberadaan Nina yang tidak ada sejak pagi. Mereka sudah bolak-balik ke rumah Nina tapi selalu tidak bertemu dengan Nina dan alasan Robert selalu mengatakan bahwa Nina sedang pergi dan tidak tahu kemana. Robert sendiri tidak tahu bahwa hari ini Nina bekerja sebagai hari pertama dan terakhirnya di restaurant milik Ibu Rita. "Mbak Ami ... ada apa?" tanya Nina bingung. Terdapat berberapa tetangga Nina di dalam rumahnya yang sedang marah-marah. Barang-barang di rumah Nina juga sudah sangat berantakan di lantai.
last updateLast Updated : 2022-03-24
Read more

Bab 119 - Aku Bukan Penipu!

"Selamat malam, Pak," sapa Melvin kembali sambil menganggukkan kepala.Nina sangat ketakutan terhadap beberapa orang polisi yang datang ke rumahnya. Ia segera bersembunyi di balik tubuh Melvin sambil mencuri pandang kepada para petugas polisi itu."Kami sedang mencari Ibu Nina," ucap salah satu petugas polisi sambil melihat sekeliling rumah Nina yang sudah hancur berantakan. "A-ada masalah apa, Pak?" tanya Robert sedikit ketakutan. Ia mencoba menjalankan kursi rodanya agar bisa mendekati para petugas polisi itu diikuti kedua orang anaknya."Kami mendapatkan laporan bahwa Ibu Nina bekerja sama dengan Ibu Lili untuk melakukan penipuan dengan modus investasi bodong," urai salah satu petugas polisi itu."Aku tidak bersalah, Pak," teriak Nina spontan keluar dari persembunyiannya di balik tubuh Melvin, "Aku tidak menipu. Aku berani bersumpah disamber geledek, Pak. Aku sama sekali tidak menipu, bahkan aku adalah salah satu korban dari Lili. Semua as
last updateLast Updated : 2022-03-24
Read more

Bab 120 - Ya Allah ... Cobaan Apa Lagi ini?

"Anda bisa meminta bantuan hukum kepada LBH?" ucap salah seorang petugas polisi lagi. "Jangan membuat aku senang dan berharap. Aku tahu kalian semua ingin memenjarakan aku meskipun aku tidak bersalah! Tidak ada pengacara yang mau membela orang yang tidak memiliki uang sama sekali!" tuduh Nina kepada para petugas polisi itu. "Jika Ibu Nina tidak bersalah, mengapa Ibu takut?" tantang petugas polisi yang lainnya yang sudah kesal karena menunggu Nina tak kunjung keluar dari kamar. "A-aku ..." "Ma ... ayo keluarlah, kita akan selesaikan semua ini baik-baik." "Mel ... mama tidak mau masuk penjara." Nina sudah menangis di balik pintu kamarnya. "Iya, Ma. Melvin tahu. Mel akan berusaha sebisa Mel agar mama cepat keluar dari penjara," bujuk Melvin lagi. "Mel ... kamu tidak dengar apa yang mama katakan? MAMA TIDAK MAU MASUK PENJARA! BUKAN INGIN CEPAT KELUAR DARI PENJARA!" tegas Nina sambil terisak, "Mama tidak bersalah. Mama ini korban, M
last updateLast Updated : 2022-03-25
Read more
PREV
1
...
1011121314
...
22
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status