Share

Bab 113

Author: Frands
last update Last Updated: 2025-01-04 08:01:41

Juned langsung melonjak, menarik tubuhnya menjauh dari pelukan Rini. Wajahnya memucat, sementara Rini tampak lebih tenang, hanya tersenyum tipis seperti tidak terjadi apa-apa.

“Tante Lilis... ini enggak seperti yang kamu pikirkan,” kata Juned tergagap, mencoba menjelaskan situasi yang tampak sangat salah itu. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.

Namun, Lilis menatapnya dengan sorot mata penuh kekecewaan. “Enggak seperti yang kupikirkan? Katamu jangan percaya kepada siapa pun! Tapi kamu melakukan itu dengan Mbak Rini, di klinik ini!” suaranya meninggi, membuat Juned semakin panik.

“Tante Lilis, tolong dengarkan aku dulu,” kata Juned mencoba menenangkan. “Ini hanya salah paham. Mbak Rini tadi Cuma—“

Rini, yang tampak santai sejak tadi, akhirnya berbicara. "Mbak Lilis, tenang. Awalnya aku yang meminta Mas Juned memelukku. Aku sedang merasa sedih dan butuh pelukan. Itu saja. Tapi aku tergoda oleh kejantanan Mas Juned," katanya dengan nada lembut,
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Tukang Pijat Super   Bab 114

    Lastri mengangguk pelan. "Aku nggak tahu harus bagaimana, Jun. Aku merasa nggak ada lagi yang bisa kita percaya."Lilis menggelengkan kepala, masih sulit menerima kenyataan ini. "Pak Samijo... selama ini dia yang selalu kelihatan mendukung kita. Tapi ternyata dia justru bermain di belakang kita."Juned berdiri dari kursinya, berjalan mondar-mandir sambil berpikir keras. "Ini berarti kita nggak bisa lagi mengandalkan siapa pun di kampung ini. Kalau Pak RT saja sudah berpihak ke Anton, berarti situasi kita jauh lebih buruk daripada yang kita kira."Lastri menatap Juned dengan penuh rasa takut. "Jun, aku takut Anton akan melakukan sesuatu yang lebih buruk. Saat di telepon, Pak RT bilang Anton nggak akan menyerah sampai dia mendapatkan apa yang dia mau."Juned menatap Lastri dengan penuh kekhawatiran. “Lastri, kamu bilang tadi dengar percakapan itu di rumah Pak Samijo? Lalu bagaimana dengan Vivi dan Novi? Mereka masih ada di sana?” tanyanya de

    Last Updated : 2025-01-05
  • Tukang Pijat Super   Bab 115

    Lastri langsung berdiri dan dengan cepat menuju kamar Lilis. Lilis terlihat khawatir, namun Juned menenangkannya dengan isyarat agar tetap tenang. Juned mengambil napas dalam-dalam, mencoba mengatur ekspresi wajahnya agar tidak terlihat gugup.Ketukan keras di pintu terdengar, diikuti oleh suara Pak Samijo yang berat. “Juned, buka pintunya! Ini aku, Pak Samijo!”Juned berjalan ke pintu dan membukanya perlahan, berusaha memasang wajah bingung. “Pak RT? Ada apa kok datang kemari? Bagaimana keadaan mereka di rumah bapak?” tanyanya, seolah tidak mengetahui apa pun.Pak Samijo masuk tanpa diundang, wajahnya terlihat tegang. Ia menatap Juned dengan tajam sebelum berbicara. “Juned, aku harus kasih tahu kamu sesuatu. Vivi, Novi, dan Lastri yang bersembunyi di rumahku tadi... mereka ditangkap lagi oleh anak buah Anton.”Juned pura-pura terkejut, memasang wajah panik. “Apa? Ditangkap? Bagaimana bisa, Pak? Bukannya mereka aman di rumah Pak RT?”Pak Samijo menghela napa

    Last Updated : 2025-01-05
  • Tukang Pijat Super   Bab 116

    Juned berjalan cepat menuju rumah Pak Samijo, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang menggerogoti pikirannya. Dalam pikirannya, ia merancang setiap kata yang akan ia ucapkan, menyusun cerita agar terlihat meyakinkan. Ia tahu, jika ingin mendapatkan kebenaran, ia harus memainkan peran dengan sempurna."Kenapa kemarin aku menitipkan mereka di rumah Pak Samijo?" gumam Juned pada dirinya sendiri, mencoba mencari logika di tengah kekacauan pikirannya. Pak Samijo adalah orang terakhir yang bisa dipercaya, apalagi setelah Lastri mengungkap pengkhianatannya.Setelah beberapa menit berjalan, ia sampai di depan rumah Pak Samijo. Rumah itu tampak sepi, namun lampu di ruang tamu menyala, memberikan kesan seseorang sedang berada di dalam. Juned mengetuk pintu dengan sedikit ragu, memastikan dirinya tetap tenang.“Pak Samijo! Saya Juned, boleh masuk sebentar?” serunya dengan nada ramah.Pintu terbuka perlahan, dan Pak Samijo muncul dari balik pintu. Wajahnya tampa

    Last Updated : 2025-01-06
  • Tukang Pijat Super   Bab 117

    Juned menggenggam pinggiran jendela dengan erat, hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Matanya membelalak ketika melihat Pak Samijo perlahan mendekati Rini dan menuruti permintaannya.“Astaghfirullah...” bisik Juned dengan suara tertahan. Namun, ia tahu bahwa ini bukan waktu untuk berkonfrontasi. Dengan hati-hati, ia turun dari tumpukan kayu dan menjauh dari rumah itu, pikirannya penuh dengan kekecewaan dan kemarahan.Juned memperhatikan dengan penuh rasa tak percaya ketika Rini semakin mendekat ke arah Pak Samijo, dan pria tua itu dengan senyum licik menunggu gerakan Rini selanjutnya. Suasana di kamar itu terasa begitu ganjil dan membuat darah Juned mendidih. Ia tidak bisa memutuskan apakah harus langsung masuk dan mengonfrontasi mereka atau terus mengintai untuk mengetahui sejauh mana permainan yang akan dilakukan mereka.Namun, saat Juned mencoba menggeser tubuhnya untuk mendapatkan posisi lebih baik, kakinya tib

    Last Updated : 2025-01-06
  • Tukang Pijat Super   Bab 118

    .Suasana di luar rumah kosong itu mulai hening. Kedua pria itu tampak berbicara pelan dengan wanita tersebut, membuat Juned kesulitan mendengar percakapan mereka. Ia hanya bisa terus mengawasi dari balik celah, menunggu saat yang tepat untuk bergerak.Setelah beberapa waktu, salah satu pria berdiri dan berkata, “Oke, gua mau patroli lagi. Lu jaga di sini. Kalau ada tanda-tanda Juned, langsung kabarin.”Pria lainnya mengangguk sambil menyulut rokoknya. Wanita itu hanya duduk santai, tampak tidak peduli dengan percakapan mereka.Juned merangkak keluar dari persembunyiannya dengan hati-hati, memastikan langkahnya tak mengeluarkan suara yang mencurigakan.“Ini kesempatan bagiku.” Gumam Juned sambil menggenggam sebatang kayu kecil yang dia temukan di dalam rumah.Pria tersebut masih tampak lengah, sibuk menikmati rokoknya sambil memainkan ponselnya. Juned mendekat perlahan dengan langkah hati-hati.Ketika jaraknya hanya beberapa meter dari pria itu, Juned dengan gerakan cepat dalam satu a

    Last Updated : 2025-01-07
  • Tukang Pijat Super   Bab 1

    “Lastri, maukah kamu menjadi pacarku?” Tiba-tiba Juned berdiri menghadang perjalanan Sulastri dan kedua temannya. “Minggir kamu, dasar pria lemah,” ujar Sulastri dengan kasar kepada Juned. “Kamu itu tidak cocok ya bersanding dengan Lastri.” Celetuk salah satu teman Sulastri yang berdiri di sampingnya. Juned hanya tertunduk lesu sambil menggenggam seikat bunga mawar, mendengarkan cemoohan yang menyakiti hatinya. Juned sangat menyukai Sulastri yang merupakan anak Juragan Pasir di desa itu. Meski berkali kali cinta Juned ditolak. Sulastri membalas cinta Juned dengan cemoohan dan hinaan belaka. “Hei, Juned. Kamu itu harusnya berkaca dulu. Kamu itu siapa? Berani beraninya mendekati Sulastri.” Ujar teman Sulastri yang lain, sambil mendorong Juned. Juned terjengkang ke belakang, disambut tawa yang menggema ketiga gadis itu. “Hahaha, lihat dia teman-teman. Baru didorong begitu aja sudah jatuh.” Ucap Sulastri tertawa lepas. Kaos yang dipakai Juned kotor terkena tanah, dia

    Last Updated : 2024-10-31
  • Tukang Pijat Super   Bab 2

    Juned berdiri dalam keadaan yang berbeda, setelah berada di ambang antara hidup dan mati akibat memakan Jamur yang hanya tumbuh 1000 tahun sekali. Beberapa luka yang di derita sebelumnya menghilang seketika. “Wah, kok aneh. Lukaku sembuh tak berbekas.” Juned merasa takjub dengan apa yang terjadi pada tubuhnya. Sudah semalaman Juned tidur di dalam hutan, lukanya juga telah sembuh. Juned juga menyadari bahwa ada beberapa perubahan, seperti mentalnya yang kini kembali pulih. Juned bergegas kembali ke rumah, dia takut jika Tante Lilis khawatir karena semalaman dia tak pulang. Ketika dalam perjalanan pulang, Juned melewati sungai yang airnya masih bersih di kampungnya. Juned berniat membasuh mukanya di sana agar terlihat lebih segar. Karena airnya yang bersih, sungai itu sering digunakan warga kampung untuk beraktivitas, mulai dari mandi sampai mencuci baju. Saat berada di tepi sungai dan hendak menciduk air. Juned melepas kaos dan celana jeans milikinya menyisakan celana kolor pe

    Last Updated : 2024-10-31
  • Tukang Pijat Super   Bab 3

    Juned dan Vivi masih dalam posisi yang sama, kepala Vivi yang bersandar di pundak Juned, sedangkan Juned masih membelai lembut rambut Vivi. Pria itu semakin berani dengan merangkul kan tangannya ke pundak Vivi, merasakan kulitnya yang halus nan lembut. Vivi menumpahkan semua kesedihannya untuk beberapa saat kala itu. Hingga akhirnya dia tersadar dan tubuhnya menjauh dari pelukan Juned. “Maaf, jadi terbawa suasana.” Ujar Vivi dengan lirih, menunjukkan mukanya yang memerah menahan malu. Juned merasa canggung dengan yang baru saja terjadi, “iya enggak apa-apa.” Juned berusaha mengatur nafas dan birahinya yang sudah naik dengan membetulkan posisi duduknya. Sampai akhirnya desakkan yang ada di dalam celananya mulai mengendur. “Kenapa sih, Vi? Kamu masih terus bertahan dengan laki-laki seperti Anton.” Tanya Juned untuk mengalihkan perhatian. “Aku enggak bisa melakukan itu, Jun. Pernikahanku dengan Mas Anton dulu karena kondisi terpaksa.” Jawab Vivi dengan lirih, menundukkan waj

    Last Updated : 2024-10-31

Latest chapter

  • Tukang Pijat Super   Bab 118

    .Suasana di luar rumah kosong itu mulai hening. Kedua pria itu tampak berbicara pelan dengan wanita tersebut, membuat Juned kesulitan mendengar percakapan mereka. Ia hanya bisa terus mengawasi dari balik celah, menunggu saat yang tepat untuk bergerak.Setelah beberapa waktu, salah satu pria berdiri dan berkata, “Oke, gua mau patroli lagi. Lu jaga di sini. Kalau ada tanda-tanda Juned, langsung kabarin.”Pria lainnya mengangguk sambil menyulut rokoknya. Wanita itu hanya duduk santai, tampak tidak peduli dengan percakapan mereka.Juned merangkak keluar dari persembunyiannya dengan hati-hati, memastikan langkahnya tak mengeluarkan suara yang mencurigakan.“Ini kesempatan bagiku.” Gumam Juned sambil menggenggam sebatang kayu kecil yang dia temukan di dalam rumah.Pria tersebut masih tampak lengah, sibuk menikmati rokoknya sambil memainkan ponselnya. Juned mendekat perlahan dengan langkah hati-hati.Ketika jaraknya hanya beberapa meter dari pria itu, Juned dengan gerakan cepat dalam satu a

  • Tukang Pijat Super   Bab 117

    Juned menggenggam pinggiran jendela dengan erat, hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Matanya membelalak ketika melihat Pak Samijo perlahan mendekati Rini dan menuruti permintaannya.“Astaghfirullah...” bisik Juned dengan suara tertahan. Namun, ia tahu bahwa ini bukan waktu untuk berkonfrontasi. Dengan hati-hati, ia turun dari tumpukan kayu dan menjauh dari rumah itu, pikirannya penuh dengan kekecewaan dan kemarahan.Juned memperhatikan dengan penuh rasa tak percaya ketika Rini semakin mendekat ke arah Pak Samijo, dan pria tua itu dengan senyum licik menunggu gerakan Rini selanjutnya. Suasana di kamar itu terasa begitu ganjil dan membuat darah Juned mendidih. Ia tidak bisa memutuskan apakah harus langsung masuk dan mengonfrontasi mereka atau terus mengintai untuk mengetahui sejauh mana permainan yang akan dilakukan mereka.Namun, saat Juned mencoba menggeser tubuhnya untuk mendapatkan posisi lebih baik, kakinya tib

  • Tukang Pijat Super   Bab 116

    Juned berjalan cepat menuju rumah Pak Samijo, mencoba menyembunyikan kegelisahan yang menggerogoti pikirannya. Dalam pikirannya, ia merancang setiap kata yang akan ia ucapkan, menyusun cerita agar terlihat meyakinkan. Ia tahu, jika ingin mendapatkan kebenaran, ia harus memainkan peran dengan sempurna."Kenapa kemarin aku menitipkan mereka di rumah Pak Samijo?" gumam Juned pada dirinya sendiri, mencoba mencari logika di tengah kekacauan pikirannya. Pak Samijo adalah orang terakhir yang bisa dipercaya, apalagi setelah Lastri mengungkap pengkhianatannya.Setelah beberapa menit berjalan, ia sampai di depan rumah Pak Samijo. Rumah itu tampak sepi, namun lampu di ruang tamu menyala, memberikan kesan seseorang sedang berada di dalam. Juned mengetuk pintu dengan sedikit ragu, memastikan dirinya tetap tenang.“Pak Samijo! Saya Juned, boleh masuk sebentar?” serunya dengan nada ramah.Pintu terbuka perlahan, dan Pak Samijo muncul dari balik pintu. Wajahnya tampa

  • Tukang Pijat Super   Bab 115

    Lastri langsung berdiri dan dengan cepat menuju kamar Lilis. Lilis terlihat khawatir, namun Juned menenangkannya dengan isyarat agar tetap tenang. Juned mengambil napas dalam-dalam, mencoba mengatur ekspresi wajahnya agar tidak terlihat gugup.Ketukan keras di pintu terdengar, diikuti oleh suara Pak Samijo yang berat. “Juned, buka pintunya! Ini aku, Pak Samijo!”Juned berjalan ke pintu dan membukanya perlahan, berusaha memasang wajah bingung. “Pak RT? Ada apa kok datang kemari? Bagaimana keadaan mereka di rumah bapak?” tanyanya, seolah tidak mengetahui apa pun.Pak Samijo masuk tanpa diundang, wajahnya terlihat tegang. Ia menatap Juned dengan tajam sebelum berbicara. “Juned, aku harus kasih tahu kamu sesuatu. Vivi, Novi, dan Lastri yang bersembunyi di rumahku tadi... mereka ditangkap lagi oleh anak buah Anton.”Juned pura-pura terkejut, memasang wajah panik. “Apa? Ditangkap? Bagaimana bisa, Pak? Bukannya mereka aman di rumah Pak RT?”Pak Samijo menghela napa

  • Tukang Pijat Super   Bab 114

    Lastri mengangguk pelan. "Aku nggak tahu harus bagaimana, Jun. Aku merasa nggak ada lagi yang bisa kita percaya."Lilis menggelengkan kepala, masih sulit menerima kenyataan ini. "Pak Samijo... selama ini dia yang selalu kelihatan mendukung kita. Tapi ternyata dia justru bermain di belakang kita."Juned berdiri dari kursinya, berjalan mondar-mandir sambil berpikir keras. "Ini berarti kita nggak bisa lagi mengandalkan siapa pun di kampung ini. Kalau Pak RT saja sudah berpihak ke Anton, berarti situasi kita jauh lebih buruk daripada yang kita kira."Lastri menatap Juned dengan penuh rasa takut. "Jun, aku takut Anton akan melakukan sesuatu yang lebih buruk. Saat di telepon, Pak RT bilang Anton nggak akan menyerah sampai dia mendapatkan apa yang dia mau."Juned menatap Lastri dengan penuh kekhawatiran. “Lastri, kamu bilang tadi dengar percakapan itu di rumah Pak Samijo? Lalu bagaimana dengan Vivi dan Novi? Mereka masih ada di sana?” tanyanya de

  • Tukang Pijat Super   Bab 113

    Juned langsung melonjak, menarik tubuhnya menjauh dari pelukan Rini. Wajahnya memucat, sementara Rini tampak lebih tenang, hanya tersenyum tipis seperti tidak terjadi apa-apa.“Tante Lilis... ini enggak seperti yang kamu pikirkan,” kata Juned tergagap, mencoba menjelaskan situasi yang tampak sangat salah itu. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.Namun, Lilis menatapnya dengan sorot mata penuh kekecewaan. “Enggak seperti yang kupikirkan? Katamu jangan percaya kepada siapa pun! Tapi kamu melakukan itu dengan Mbak Rini, di klinik ini!” suaranya meninggi, membuat Juned semakin panik.“Tante Lilis, tolong dengarkan aku dulu,” kata Juned mencoba menenangkan. “Ini hanya salah paham. Mbak Rini tadi Cuma—“Rini, yang tampak santai sejak tadi, akhirnya berbicara. "Mbak Lilis, tenang. Awalnya aku yang meminta Mas Juned memelukku. Aku sedang merasa sedih dan butuh pelukan. Itu saja. Tapi aku tergoda oleh kejantanan Mas Juned," katanya dengan nada lembut,

  • Tukang Pijat Super   Bab 112

    Juned akhirnya menyerah pada permintaan Rini.“Baiklah mbak, saya akan memijatmu.” Kata Juned sedikit gugup melihat keindahan tubuh Rini. Meskipun sudah berumur 40 tahun ke atas namun badannya masih terlihat kencang bak seorang gadis. Dengan ragu, ia memulai memijat bahu wanita itu. Tubuhnya terasa tegang, bukan karena takut atau lelah, melainkan karena suasana yang terasa aneh. Rini duduk dengan santai di kursi panjang ruang praktik, sementara Juned berdiri di belakangnya, berusaha menjaga jarak."Ah, tanganmu ternyata kuat juga seperti yang dikatakan orang-orang, Mas Juned," kata Rini sambil tertawa kecil.Juned hanya mengangguk pelan, tidak tahu harus menjawab apa. "Ini cuma pijatan sederhana saja," katanya, suaranya terdengar canggung.Namun Rini tidak menghiraukannya. Ia malah menoleh sedikit ke arah Juned, senyum tipis di bibirnya. "Kamu tahu, Mas Juned, kamu ini benar-benar orang baik. Novi beruntung punya teman seperti

  • Tukang Pijat Super   Bab 111

    Rini meletakkan tehnya di meja lalu kembali ke dapur untuk membuat teh lagi buat Lilis. Sementara itu Juned kembali berbicara dengan Lilis sejenak.Setelah mengobrol sebentar dengan Lilis, Juned memutuskan untuk bangkit dari kursinya. “Aku keluar sebentar, mau ambil udara segar,” katanya dengan nada santai, meski dalam hatinya penuh kecemasan.Lilis menatapnya dengan curiga. “Udara segar? Kan masih gelap di luar, Juned. Kamu kenapa sih? Jujur aja, aku tahu kamu lagi kepikiran sesuatu.”Juned menghela napas panjang, mencoba tetap tenang. “Nggak apa-apa, Tante. Cuma butuh waktu buat mikir. Aku nggak tenang aja.”Rini yang sedang sibuk di dapur menoleh sebentar. "keluar di jam segini itu bagus, mas Juned. Udara pagi bagus buat pikiran," katanya dengan senyum tipis, tetapi tatapannya seperti mengamati Juned dengan saksama.Juned hanya mengangguk. Ia melangkah keluar ke halaman depan rumah, meninggalkan kedua perempuan itu di dalam. Tapi langkahnya hanya berhenti di dekat pohon mangga yan

  • Tukang Pijat Super   Bab 110

    “Apaan sih, Tante? Pertanyaannya terlalu begitu.” Celetuk Juned menutupi rasa canggungnya.Lilis justru tertawa cekikikan melihat muka Juned yang berubah merah seperti tomat segar.“Sudahlah Juned, aku tahu keponakan tante sekarang mudah bergairah saat dengan wanita.” Bisik Lilis memelankan suaranya agar tak terdengar Rini yang sedang berada di dapur.“Jangan memancing terus, Tante.” Juned menunduk mencoba menyembunyikan rasa malu.Lilis menyandarkan tubuhnya ke sofa, menghela nafas panjang. “Ahhhh, aku jadi iri sama Lastri dan Vivi yang sudah merasakan kejantananmu.” Gerutu Lilis terdengar begitu samar di telinga Juned.“Kenapa Tante?” Tanya Juned mencoba memastikan perkataan Lilis.Lilis hanya menggelengkan kepalanya sambil memaksakan senyum untuk menutupinyaBelum sempat Lilis menjawab Rini keluar dari dapur sambil membawa nampan. Di atasnya, semangkuk sayur daun kelor masih mengepul hangat. Aroma rempah dan gurihnya semerbak memenuhi ruangan. Di sebelah sayur itu, ada beb

DMCA.com Protection Status