Tukang Pijat Super
“Lastri, maukah kamu menjadi pacarku?” Tiba-tiba Juned berdiri menghadang perjalanan Sulastri dan kedua temannya.
“Minggir kamu, dasar pria lemah,” ujar Sulastri dengan kasar kepada Juned.
Juned frustasi setelah ditolak oleh seorang wanita yang selama ini ia incar.
Juned pun pergi ke hutan untuk mencari tanaman beracun demi mengakhiri hidupnya. Namun, ia justru memakan sebuah tanaman langka yang tumbuh 1000 tahun sekali, dan hal itu justru membuatnya mendapatkan beragam kemampuan supranatural serta membuat kemampuan fisiknya naik berkali-kali lipat, termasuk kejantanannya. Saat ia menyadari dirinya telah berubah, ia pun langsung membalas orang-orang yang selama ini telah mencemoohnya, dan membuat para wanita yang selama ini mencemoohnya kembali padanya dan memohon untuk
menjadi kekasihnya!
읽기
Chapter: Bab 300“Alisa?!”Adik perempuannya yang berusia 18 tahun itu berdiri dengan wajah pucat, baju kusut, dan mata yang penuh ketakutan. Juned yang tadi santai seketika berdiri tegak, semua pakaiannya sudah kembali rapi."Masuk, cepat!" Tania menarik lengan Alisa dengan kasar, matanya langsung memindai jalanan di belakang adiknya. Alisa gemetar seperti daun. "Mereka... mereka menemukan persembunyian kami." Tania mengunci pintu berganda, wajahnya berubah dingin seperti saat bertugas. "Ayah?" "Masih aman," bisik Alisa. "Aku lari lewat jalur berbeda." Juned sudah berdiri di depan jendela, mengintip keluar melalui celah tirai. "Tidak ada yang mengejar." Tania menarik Alisa ke sofa. "Kau seharusnya tetap di tempat persembunyian!" Alisa menggeleng liar. "Tidak bisa! Orang-orang itu sudah tahu lokasinya. Aku... aku bisa merasakan pikiran saat tanpa sengaja menyentuh salah satu dari mereka."Tania menghela napas, tangannya mengepal. “Aku akan panggil tim darurat dari kantor.” “Ti
최신 업데이트: 2025-03-29
Chapter: Bab 299Bu Ningsih menghela napas. “Aku harus pergi dulu. Mungkin anakku sudah menunggu.” Sebelum pergi, dia menepuk bahu Juned. “Kalau ada waktu, mainlah ke kampung. Kuburan Lilis di belakang pohon mangga besar itu.” Langkah Juned terasa berat. Setiap kali matahari sore menyorot dari balik pepohonan, bayangan pohon mangga besar seolah muncul di depan matanya. Selama ini, Juned tak pernah tahu di mana tepatnya wanita yang pernah mengasuhnya sedari kecil itu dimakamkan. Saat kematian Tante Lilis beberapa minggu lalu, Juned sedang terpuruk dalam jurang depresi – tak bisa membedakan siang dan malam, makan dan tidak makan, hidup dan mati. Juned membuka pintu rumah dengan langkah berat. Tania sudah duduk di sofa, seragam polisinya masih rapi terpasang. “Kamu dari mana?” tanya Tania sambil meletakkan dokumen di atas meja. Juned duduk di sebelah istrinya, menatap lantai. “Aku dari rumah Mbak Rizka, saat perjalanan pulang tanpa sengaja ketemu Bu Ningsih.” Tania mengangkat alis. “Bu N
최신 업데이트: 2025-03-29
Chapter: Bab 298“Sebenarnya...” Rizka memainkan ujung gamis longgarnya. “Aku sering bertanya-tanya, apakah pernikahan kami akan bertahan seperti ini.” Juned mengangkat alis. “Kenapa kamu berkata begitu?” “Kadang aku merasa seperti perempuan lajang,” ujar Rizka tiba-tiba, matanya menatap jauh ke jalanan. Juned mengerutkan kening. “Karena suamimu sering tidak di rumah?” Rizka menghela napas panjang. “Kerja shift 12 jam, pulang jam 9 malam sudah lemas. Langsung tidur, besok pagi berangkat lagi.” Tangannya memutar-mutar gelas kosong. “Aku... aku bahkan lupa kapan terakhir kali kami makan bersama.” Juned menatapnya dengan pandangan penuh pertimbangan sebelum akhirnya bertanya, “Maaf kalau ini terlalu pribadi... tapi bagaimana dengan kehidupan intim kalian?” Rizka tersedak, wajahnya langsung memerah seperti bunga kana. “M-Mas Jun!” “Maaf, aku hanya khawatir,” Juned cepat menjelaskan sambil mengangkat tangan. “Hubungan fisik itu penting dalam pernikahan.” Rizka memainkan ujung kebayanya,
최신 업데이트: 2025-03-29
Chapter: Bab 297Tania baru saja melepas kemeja seragam polisinya, memperlihatkan tank top hitam yang menempel ketat di tubuhnya, ketika— Ding-dong! Bel rumah berbunyi nyaring. Juned langsung tegang, batangnya yang masih keras berkedut. “Siapa itu?” Tania mengerutkan kening, berjalan ke jendela sambil merapikan pakaiannya. “Rizka,” bisiknya, matanya menyipit. Juned buru-buru menarik celananya. “Aku tidak mengundangnya.” Tania tersenyum licik. “Tidak apa-apa, Sayang.” Tangannya meraih dasi polisi yang tadi terlepas. “Mungkin ini kesempatan bagus.” Rizka berdiri di depan pintu rumah Juned dengan membawa nampan berisi kue lapis yang masih hangat.Suara langkah kaki tergesa terdengar dari dalam. Pintu terbuka, memperlihatkan Tania yang masih mengenakan seragam polisi lengkap, rambutnya sedikit acak-acakan. “Mbak Tania!” Rizka tersenyum lebar. “Aku baru saja membuat kue lapis, kebetulan banyak jadi kubawa untuk kalian.” Tania menerima nampan dengan kedua tangan. “Wah, terima kasih banya
최신 업데이트: 2025-03-27
Chapter: Bab 296Matahari sudah tinggi ketika Juned mengunci pintu rumahnya. Bau minyak pijat masih menempel di tangannya, bekas pijatan tadi dengan Bu Reni. Perutnya keroncongan, mengingatkannya bahwa dia dan Tania belum sempat sarapan karena bangun kesiangan. Udara siang yang panas menyengat kulitnya saat ia berjalan menuju warung makan dekat pos ronda. **Warung Makan “Sari Rasa”** “Bungkus nasi ayam satu, Bu,” pinta Juned pada ibu setengah baya di balik meja kasir. Ibu pemilik warung mengernyit. “Bumbu pedas atau biasa?” “Pedas saja.” Saat menunggu pesanannya, Juned mengamati sekeliling. Warung ini asing baginya, meskipun kemarin dia baru saja kemari. Ibu pemilik warung mengangkat alis. “Mas baru di sini ya? Kok saya belum pernah lihat.” Juned mengusap keringat di pelipis. “Saya suami Tania.” Mata ibu pemilik warung langsung berbinar. “Mbak Tania yang polisi itu ya?” Juned mengangguk sambil tersenyum kecut. “Astaga! Kenapa tidak bilang dari tadi!” Ibu itu segera menambahkan po
최신 업데이트: 2025-03-27
Chapter: Bab 295Bu Reni menatap langit-langit klinik yang sudah kusam, tubuhnya lemas di atas meja pijat. Minyak pijat membakar kulitnya di tempat-tempat yang seharusnya tidak terbakar. “Di sini titik pentingnya, Bu,” bisik Juned, nafasnya membelai telinga Bu Reni. Tangannya—Oh Tuhan, tangannya—sudah merayap jauh melewati batas. Bu Reni seharusnya menghentikan ini. Tapi alih-alih menolak, kakinya malah terbuka lebih lebar. Suara gemerisik di luar jendela membuatnya menegang. “Ada... ada orang ya, Jun?” suaranya gemetar. Juned hanya tertawa pendek, tak menghentikan gerakannya. “Cuma daun, Bu. Santai saja.” Tapi Bu Reni bisa merasakannya—ada yang mengamati. Mungkin Rizka, tetangga depan yang sebelumnya datang ke tempat Juned.Ah—! Tekanan jari Juned tiba-tiba berubah, kembali menyentuh tempat yang bukan seharusnya. Bukan untuk kesuburan. Bukan untuk pengobatan. “Juned... ini...” protesnya lemah, tapi tubuhnya malah melengkung mendekat. Kimono tipis itu kini terbuka sepenuhnya. Dinginn
최신 업데이트: 2025-03-26