Share

Bab 67 Menggemaskan

last update Last Updated: 2024-07-25 12:20:03
Amira yang belum pernah diajak ke kantin cukup senang dengan suasana ruang makan yang terbuka berada di atap Gedung perusahaan. Dilengkapi dengan taman dan pohon.

“Menunya cukup lengkap. Bahkan ada cemilan.” Amira menyusuri etalase dan juga membaca daftar menu yang ada.

“Aku suka pudding dan desert,” ucap Amira dan Wijaya hanya memperhatikan wanita itu.

“Pesankan makan siangku,” tegas Wijaya.

“Kita duduk di mana?” tanya Amira.

“Kamu mau di mana?” Wijaya balik bertanya.

“Di sana.” Amira menunjukkan meja yang berada di dekat dinding kaca dengan banyak bunga.

“Ya. Aku tunggu di sana.” Wijaya pergi ke kursi mereka agar tidak ada yang mengambilnya.

“Baiklah.” Amira menuliskan pesanan dan memberikan kepada petugas kantin. Dia mengambil membuka lemari pendingin dan mengambil pudding susu cokelat.

“Apa kamu masih suka pudding?” tanya Kristian.

“Ya.” Amira tersenyum.

“Aku sudah pandai membuat pudding. Apa kamu mau mencobanya suatu hari nanti?” Kristian memperhatikan Amira yang berdiri di depann
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka.

| 99+
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Retno Anggiri Milagros Excellent
sudah sangat sukanThor
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...
goodnovel comment avatar
Yuni
blm ada bab baru?
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 68 Mendapatkan Foto Wijaya dan Amira

    Luna kembali kepada Dira dan Bella yang menunggu di ruang tunggu. Wanita itu benar-benar malu karena telah mengganggu jam kerja Wijaya. Dia bahkan dilihat semua orang yang sedang rapat di dalam ruangan suaminya.“Kenapa kembali?” tanya Bella.“Wajar saja Wijaya mematikan ponsel ketika aku menghubunginya.” Luna duduk di sofa.“Kenapa?” Bella memperhatikan wajah kusut Luna.“Dia sedang sibuk. Ada banyak orang di dalam ruangannya. Aku benar-benar malu,” jelas Luna. “Ah. Benar-benar waktu yang tidak tepat,” ucap Bella mengusap punggung Luna. Dia tahu temannya sedang tidak baik-baik saja.“Kita harus pergi kerja. Menyelesaikan iklan dan gambar.” Bella berdiri.“Padahal aku terus mengambil cuti untuk bertemu dengan Wijaya, tetapi dia benar-benar sibuk.” Luna tampak kesal.“Bagaimana dengan pesta di puncak?” tanya Bella keluar bersama dengan Luna dan Dira.“Aku pergi dengan tim karena dari lokasi kita lebih dekat. Wijaya tidak tahu akan pergi kapan,” jawab Luna.“Yang penting kalian bisa ber

    Last Updated : 2024-07-26
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 69 Bersembunyi dari Wijaya

    Wijaya keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk. Dia melihat ruangan yang sepi dan kosong. Istri tercinta sudah pergi ke kamar putra mereka.“Dia kabur.” Wijaya tersenyum Dia mengenakan kaos putih lengan pendek dan celana sebatas paha dengan warna senada. Pria itu menuruni tangga menuju taman. Dia tahu bahwa Keano dan Amira berada di sana. “Tumben.” Amira melihat Wijaya yang tetap tampan dan keren walaupun hanya mengenakan pakaian santai.“Kenapa kamu pakain pakaian panjang di suhu yang panas?” tanya Wijaya memperhatikan Amira yang mengenakan setelan piyama panjang. “Biar tidak menggoda pria,” jawab Amira.“Siapa yang akan tergoda? Tidak ada pria lain di sini selain diriku,” ucap Wijaya.“Karena hanya ada satu pria dewasa, jadi, akan sangat berbahaya,” tegas Amira.“Apa aku berbahaya.” Wijaya memeluk Amira dari belakang. Dia meletakkan dagunya di pundak wanita itu.“Sangat berbahaya” ucap Amira. “Apa yang membuat aku menjadi berbahaya?” Wijaya melingkarkan tangan di p

    Last Updated : 2024-07-27
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 70 Hukuman Kecil

    Wijaya tiba di atap dan tidak melihat Amira berserta anaknya. Pria itu benar-benar sudah putus asa. Dia kembali ke kamar.“Aku tidak tahu harus kemana lagi mencari kalian.” Wijaya melihat salah satu kunci mobil yang ada di lemari hilang.“Mobil keluarga.” Wijaya membuka lemari kaca. Dia tahu benar kunci mobil yang paling besar dan mewah tidak ada di tempat. Itu bisa dijadikan tempat persembunyian terbaik karena di dalam mobil lengkap dengan kasur berserta bantal dan guling. “Wanita cerdas.” Wijaya tidak tersenyum sama sekali. Dia benar-benar marah.“Aku akan menggigit seluruh tubuh kamu, Amira. Dari hidung, telinga, leher hingga ujung kaki.” Wijaya turun dengan cepat. “Bagaimana, Pak?” tanya bibi.“Aku sudah menemukan mereka. Kalian rapikan rumah dan siapkan makan malam,” tegas Wijaya.“Syukurlah.” Bibi tersenyum dan mengusap dadanya. Wanita itu baru merasa tenang.“Di mana mereka, Pak?” Bibi mengikuti Wijaya.“Aku tahu. Bibi urus semuanya. Aku akan menghukum Amira,” ucap Wijaya. “A

    Last Updated : 2024-07-28
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 71 Pernikahan Bisnis

    Wijaya masih bekerja. Dia melihat pada Amira yang sudah selesai dengan perawatan diri. Wanita itu berjalan melewati sang suami dan pergi ke tempat tidur.“Apa kamu tidak menungguku? Aku adalah bos,” ucap Wijaya.“Ini bukan lagi jam kerjaku sebegai sekretaris kamu,” tegas Amira.“Bagaimana dengan tugas sebagai seorang istri?” tanya Wijaya dan tidak ada jawaban dari Amira. Wanita itu tidak akan menang ketika membahas tentang hubungan pernikahan mereka.“Tidurlah. Kamu pasti lelah mengasuh Keano.” Wijaya tersenyum. Pria itu beranjak dari sofa dan mematikan lampu utama. Dia mencium pipi Amira yang membelakanginya.“Aku kerja dulu.” Wijaya keluar dari kamar Amira. Pria itu membawa laptop dan pindah ke ruang kerjanya. Dia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.“Tumben pengertian dan tidak marah.” Amira membuka dan melihat Wijaya keluar dari kamar.“Benar-benar gila kerja. Walaupun punya sekretaris.” Amira duduk. Dia melihat laptop dan berkas sudah dibawa Wijaya.“Hm.” Wanita itu merebahkan k

    Last Updated : 2024-07-29
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 72 Persiapan Bertemu Klien

    Amira mengantarkan berkas dan tas di atas mejanya. Wanita itu bersiap ke dapur untuk membuatkan kopi.“Kamu mau kemana?” tanya Wijaya melihat pada Amira.“Ke dapur. Aku akan buatkan kopi,” jawab Amira.“Tidak usah. Masih pagi. Kembali ke kursi kamu,” ucap Wijaya.“Oh. Baiklah.” Amira duduk di kursi kerja.“Aku yakin pemuda itu sudah menunggunya di dapur,” gumam Wijaya.“Hari ini ada tamu dari luar. Mereka meminta untuk bertemu di hotel tempat menginap.” Amira sudah berdiri di depan Wijaya.“Kenapa mereka tidak datang ke Perusahaan saja?” tanya Wijaya menatap pada Amira. Wanita itu tampil cantik dengan rambut yang digelung rapi di atas. Kemeja putih pas di badan dan celana berbahan lembut berwarna hitam dipadukan dengan sepatu high heel setinggi lima senti meter. Memperlihatkan tubuh indah yang sempurna. “Karena mereka mengganti wakil konsultan luar negeri yang datang,” jawab Amira.“Siapa yang datang?” tanya Wijaya.“Mereka tidak menyebutkannya, tetapi ingin bertemu Anda di hotel,” ja

    Last Updated : 2024-07-30
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 73 Mendapatkan Kontrak Kerjasama

    Mobil Wijaya berhenti di tempat parkir hotel yang juga memiliki restaurant berbintang. Amira bersiap untuk turun.“Tunggu sebentar.” Wijaya keluar lebih dulu. Pria itu mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Amira.“Tidak harus sampai seperti ini,” ucap Amira melihat pada Wijaya yang berada di depan pintu mobil terbuka.“Jadilah penurut untuk hari ini saja,” tegas Wijaya. Pria itu mengulurkan tangan pada Amira.“Baiklah.” Amira memegang tangan Wijata dan turun dari mobil.“Aku merasa permainan nikah kontrak ini semakin jauh. Apa aku kembali terjebak oleh Wijaya dengan kata kepura-puraan, tetapi menjadi nyata,” gumam Amira. Dua orang itu masuk ke dalam restaurant yang ada di lantai hotel.“Mereka berada di ruang VIP, Pak.” Amira yang berjalan berdampingan dengan Wijaya. Wanita itu membawa bosnya menuju ruang yang telah ditentukan. Dia membuka pintu dengan lembut.“Silakan, Pak.” Amira benar-benar bertidak seperti seorang sekretaris. Dia tdak pernah berpikir bahwa dirinya adalah istr

    Last Updated : 2024-07-31
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 74 Digigit Lagi

    Empat orang menyelesaikan makan siang bersama dan telah tanda tangan kontrak kerja. Mereka akan segera berpisah karena sudah sore dan harus pulang ke rumah. Amira pun sudah harus memompa susu. Dia mulai kesakitan dengan dada yang terus terisi penuh. “Hem.” Amira melirik pada Wijaya. Dia berharap pria itu segera mengajaknya pulang.“Baiklah. Saya rasa pertemuan bisnis kita hari ini cukup. Kami akan pulang dan tidak mengganggu istirahat kalian lagi.” Wijaya berdiri. Pria itu benar-benar sudah sangat mengerti keadaan Amira.“Tunggu, Pak Wijaya. Aku masih mau berbicara dengan sekretaris Anda.” Giorgio pun ikut berdiri begitu juga dengan Debora.“Apa yang ingin Anda bicarakan?” tanya Wijaya menatap tajam pada Giorgio.“Ini adalah hal pribadi.” Giorgio menarik tangan Amira masuk ke ruangan samping.“Ah!” Amira terkejut. Dia melihat pada Wijaya.“Apa?” Wijaya ingin menyusul, tetapi ditahan oleh Debora.“Maaf, Pak Wijaya. Anda pasti tidak ingin kontrak ini batal?” tanya Debora.“Apa maksud An

    Last Updated : 2024-08-01
  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 75 Cemburu Berlebihan

    Amira beranjak dari kasur. Dia masuk kamar mandi untuk membersihkan diri. Wanita itu melepas gaun cantik dan memasukan ke dalam keranjang. Dia hanya mengenakan pakaian dalam dan masuk ke dalak bak. “Ahh!” Amira merasakan perih pada dada ketika terkena air. Wanita itu meringis. Dia tidak bisa mencuci dengan sabun karena akan membuat infeksi.“Aku tidak bisa berendam.” Amira keluar dari bak mandi dan menggunakan showe. Dia sangat hati-hati dan selesai dengan cepat. “Aku harus segera memberi asi kepada Keano. Tidak bisa ditunda lagi.” Amira berganti pakaian. Dia berdiri di depan cermin dan melihat bekas gigitan Wijaya. Kulit yang putih itu menjadi bernoda bercak merah dan terluka.“Pria itu benar-benar gila. Dia sangat berbahaya.” Amira keluar kamar dan pergi ke ruangan Keano yang ada di kamar bibi.“Bibi, di mana Keano?” tanya Amira.“Di sana, Non.” Bibi menunjukkan Keano yang sedang bermain seorang diri di atas kasur yang ada di lantai.“Apa dia sudah asi?” tanya Amira.“Belum, Non. B

    Last Updated : 2024-08-02

Latest chapter

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 310 Pacuan Kuda

    Amira duduk di depan cermin. Dia memandangi wajah cantik diri yang awet muda. Wanita itu bersiap untuk menemani anak-anaknya untuk mengikuti perlombaan berkuda dan memanah. Keano dan Devano bergerak dalam satu tim.“Kenapa masih ada penjahat yang mengintaiku? Apa mereka hanya perampok biasa? Rasanya tidak mungkin.” Amira menggerai rambut hitamnya melewati pundak.“Tetapi siapa musuhku? Siapa orang yang membenciku selain Luna dan Cantika? Apa Andika?” Amira berbicara pada bayangannya yang dipantulkan oleh cermin.“Padahal sudah beberapa tahun ini kehidupanku sangat tenang. Tidak ada gangguan dari siapa pun, tetapi kenapa sekarang tiba-tiba mereka datang lagi? Apa masih ada dendam?” Amira cukup gelisah dan khawatir. Dia takut kejadian yang cukup berbahaya itu akan terulang kembali. Apalagi ketika perlombaab, area pacuan kuda akan jauh lebih ramai oleh para pengunjung dan penonton.“Mama,” sapa Keano dan Devano di depan pintu kamar Amira yang terbuka.“Iya, Sayang.” Amira segera beranjak

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 309 Bertemu Lagi

    Amira berada di dalam kamar dan bersiap untuk tidur. Wanita itu baru saja akan mematikan ponsel dan melihat panggilan dari Wijaya.“Wijaya.” Amira segera menerim panggilan dari suaminya.“Halo, Sayang.” Wijaya tersenyum pada Amira yang terlihat di layar ponsel.“Halo, Sayang. Bagaimana perkerjaan di sana? Apa kamu lelah?” tanya Amira.“Aku tidak lelah, tetapi tersiksa karena merindukan kamu,” jawab Wijaya.“Apa kamu akan tidur?” Wijaya melihat yang istri yang sudah mengenakan piyama.“Aku sedang bersiap untuk tidur,” ucap Amira merebahkan tubuhnya di kasur.“Apa kamu menggodaku?” tanya Wijaya.“Tidak, Sayang. Kamu terlihat sedang bekerja,” jawab Amira.“Ya. Aku tahu kamu akan tidur jadi dengan cepat menghubungi istriku tercinta. Bagaimana hari ini?” Wijaya tersenyum.“Hari ini menyenangkan. Aku menemani anak-anak Latihan berkuda dan memanah. Mereka benar-benar luar biasa. Aku sangat bangga.” Amira terlihat bersemangat menceritakaan kebersamaanya dengan Keano dan Devano. Dia tidak membe

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 308 Anak-anak Hebat

    Amira yang menyadari kedua putra yang masih menunggu dirinya segera menepi. Dia tidak butuh lama untuk memuaskan diri berkuda. Wanita itu merasa tidak muda lagi.“Ini menyenangkan.” Amira turun dari kuda dengan bantuan Leon.“Terima kasih,” ucap Amira.“Apa sudah selesai, Ma?” tanya Keano memegang tangan Amira.“Tentu saja, Sayang. Mama hanya perlu naik kuda dan menungganginya. Itu cukup.” Amira mengusap kepala dua putranya yang sudah memiliki postur tubuh tinggi di usia yang masih sangat muda.“Kalian berdua yang harus banyak Latihan karena akan mengikuti lombat,” ucap Amira.“Baik, Ma. Kami akan memperlihatkan penampilan terbaik di depan, Mama.” Keano sudah melompat ke atas kuda. “Wah. Keren.” Amira terkejut melihat gerakan lincah dan gesit dari Keano dan Devano.“Luar biasa. Anak Mama memang hebat.” Amira bertepuk tangan. Dia benar-benar kagum melihat kedua putranya. Wanita itu tidak pernah mengikuti Keano dan Devano ketika Latihan di luar rumah. Dia harus tetap bersama anak kembar

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 307 Berkuda

    Wijaya telah terbang ke luar negeri. Pria itu benar-benar harus meninggalkan anak istrinya karena pertemuan yang tidak bisa diwakilkan. Dia sudah lama tidak pertemu dengan para pendukungnya sehingga dia tetap bisa terus berada pada puncak kesuksesan. Bisnis legal dan illegal dijalaninya.“Pastikan Leon tetap di rumah bersama anak dan istriku,” tegas Wijaya.“Iya, Pak. Anak-anak akan terus berada dalam pengawasan dan penjagaan,” ucap Jack.“Beberapa tahun ini hidup kita terlalu tenang. Jadi, mulai tingkatkan kembali kewaspadaan. Mungkin musuh dari masa lalu masih mencari kesempatan untuk menyerang balik,” jelas Wijaya.“Pasti, Pak.” Jack mengangguk.Amira selalu senang memasak. Dia dibantu para pelayan membuat cemilan sehat untuk anak-anaknya. Wanita itu tidak bisa hanya diam saja.“Nyonya, Anda dilarang lelah.” Leon menyusul ke dapur. Pria itu benar-benar mendapatkan tugas yang berat yaitu menjaga istri Wijaya Kusuma.“Aku tidak lelah, Leon. Aku biasa melakukan ini.” Amira tersenyum

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 306 Menyedihkan

    Cantika meringkuk di atas kasur lusuh. Dia kedinginan karena curah hujan yang cukup tinggi. Wanita itu tidak memiliki selimut.“Dingin sekali. Tubuhku panas dan sakit. Luka ini akan infeksi jika tidak diobati.” Cantika beranjak dari kasur dan berusaha membuka pintu, tetapi terkunci.“Apa?” Cantika kembali ke kasur dengan rasa sakit di seluruh tubuhnya.“Gudang ini sangat pengap. Bagaimana caranya aku keluar?” tanya Cantika yang mulai menangis. “Ma, Pa. Tolong aku.” Cantika terisak seorang diri.Andika mengaktifan ponsel Cantika. Dia melihat pesan dari Ranika dan beberapa panggilan yang tidak terjawab.“Aku akan meminta kembali milikku.” Andika tersenyum. Dia menghubungi ulang Ranika.“Cantika, di mana kamu?” tanya Ranika gelisah karena putrinya belum juga pulang dan hari sudah sangat laru serta hujan lebar.“Di rumahku,” jawab Andika.“Apa?” Ranika terkejut mendengarkan suara seorang pria yang tidak asing.“Siapa kamu?” tanya Ranika.“Apa Anda tidak mengenali saya lagi? Berapa tahun t

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 305 Kejamnya Andika

    Pria yang marah dan terluka benar-benar menjadi sangat kejam. Tidak ada perasaan sama sekali. Dia menyiksa wanita dengan menggila.“Aku sangat sakit, Cantika. Kamu ditolong, tetapi tidak sadar diri. Aku dan Amira sudah sangat baik padamu di masa lalu.” Andika menggendong tubuh Cantika yang penuh luka dan memasukan ke dalam bak mandi yang terisi penuh air sabun.“Aaarhh!” Cantika tersadar karena rasa perih pada luka-luka tubuhnya.“Hah!” Wanita itu benar-benar terkejut mendapatkan dirinya yang sudah berada di dalam bak mandi.“Andika, aku mohon. Lepaskan aku. Aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan.” Tangan gemetar Cantika memegang tepi bak mandi yang licin. Tubuhnya mulai menggigil karena kesakitan dan kedinginan.“Aku akan mati,” ucap Cantika.“Tidak, Cantika. Kamu tidak boleh mati dengan mudah.” Andika menarik tubuh Cantika keluar dari bak dan meletakkan dia atas lantai yang basah serta dingin. Pria itu membungkus tubuh mantan istrinya dengan handuk.“Keringkan tubuh kamu!” An

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 304 Siksaan untuk Balas Dendam

    Cantika terpaksa mengikuti kemauan Andika karena nyawa wanita itu dalam bahaya. Dia pun pergi ke rumah sang mantan suami di bawah ancaman pisau.“Kita sampai,” ucap Cantika.“Kamu juga harus ikut turun.” Andika mengambil kunci mobil dan Cantika. Pria itu keluar dari mobil dengan senyuman puas. “Andika,” teriak Cantika. Wanita itu benar-benar takut masuk ke rumah Andika. Dia pernah disiksa dan hampir mati oleh mantan suaminya.“Kenapa Wijaya tidak memenjarakan kamu?” tanya Cantika dengan nada tinggi sehingga Andika menghentikan langkah kaki dan memutar tubuh mendekati mantan istrinya.“Karena aku adalah papa kandung Devano sama seperti Luna yang ibu kandung Keano,” jawab Andika tersenyum. “Apa maksud kamu?” Cantika bingung.“Wijaya dan Amira tidak mau anak-anak mereka memiliki orang tua yang di penjara,” jelas Andika. “Apa? Bukankah kalian tidak akan pernah bisa mendapatkan Devano dan Keano?” Cantika masih bertahan di dalam mobil. Dia tidak bisa pergi kemana pun. “Tapi darah kami me

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 303 Bertemu Lagi

    Amira pergi ke kamar mandi. Wanita itu berdiri di depan cermin untuk merapikan diri sebelum pulang ke rumah.“Amira,” sapa seorang wanita cantik dengan wajah yang tidak Indonesia lagi..“Ya.” Mahira melihat wanita asing yang tidak dikenalnya dari pantulan cermin kamar mandi.“Maaf, apa aku mengenal Anda?” tanya Amira dengan senyuman manisnya. Dia memutar tubuh menghadap Cantika. Wanita itu selalu tampil elegan karena sudah terbiasa bertemu banyak orang. Pengalaman menjadi sekretaris menjadikannya sangat percaya diri.“Tidak.” Cantika terlihat gugup.“Aku rasa juga tidak, tetapi pasti Anda mengenal saya karena suamiku yang terkenal yaitu Wijaya Kusuma.” Amira tampak bangga dengan suaminya tercinta.“Aku dengar kamu tidak pernah keluar rumah. Apa kamu tidak bosan terkurung di dalam rumah mewah itu?” tanya Cantika.“Kenapa aku harus bosan. Rumahku bagaikan di syurka. Apa pun yang aku inginkan langsung tersedia. Aku tidak susah-susah berbelanja. Jadi, apa lagi yang aku cari di luar?” Amira

  • Terperangkap Jadi Ibu Susu Bayi Presdir   Bab 302 Prestasi Keano dan Devano

    Cantika yang tahu bahwa Wijaya dan Amira ke sekolah pun ikut serta. Dia menjadi wakil wali dari seorang murid yang satu kelas dengan Devano. Wanita itu benar-benar tidak menyerah untuk mendapatkan perhatian papa Keano.“Pa, Ma. Kita pergi ke ruangan pertemuan.” Devano memegang tangan Wijaya.“Ayo, Sayang.” Amira terus menggandeng Keano. Mereka berjalan bersama masuk ke dalam aula pertemuan.“Pak Wijaya dan ibu Amira. Ini adalah kursi Anda berdua.” Guru mengantarkan Wijaya dan Amira ke kursi paling depan yang telah disiapkan.“Terima kasih,” ucap Amira. “Apa anak-anak boleh bersama kami?” tanya Amira.“Tentu saja, Bu. Anak-anak memang duduk bersama orang tua mereka,” jawab guru.“Oh, syukurlah.” Amira tersenyum. Dia tahu dua putranya pasti tidak mau jauh darinya.Semua orang duduk di kursi masing-masing bersama anak mereka. Cantika yang tahu lokasi Wijaya pun mendapatkan tempat yang dekat dari pria itu. “Ibu Cantika, kursi Anda.” Guru mengantarkan Cantika yang menggandeng seorang anak

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status