Share

6. Ciuman Gila Suamiku

Author: Lil Seven
last update Last Updated: 2024-01-02 17:28:18

"Istriku sayang, inilah yang dinamakan sebuah ciuman."

Richard mengatakan itu, lantas membungkuk dan meraih daguku dengan satu tangan agar aku memandangnya.

Lalu, tanpa ragu sama sekali, dia pun menutupi bibirku dengan bibirnya. Saat aku mencoba menarik wajahku ke belakang, dia langsung menopang bagian belakang kepalaku dengan satu tangan untuk mencegahku melarikan diri.

Tempat tidurnya sedikit bergoyang. Richard melompat ke tempat tidur dalam sekejap, menopang tubuhnya dengan tangannya dan mengunciku di dalamnya.

"Mmmmhh!"

Aku sedikit berteriak saat lidah Richard mulai bergerak-gerak dengan sungguh-sungguh di mulutku.

Mula-mula lidah itu menembus setiap gigi seolah menghitung jumlah gigi di mulutku, lalu masuk lebih dalam dan dengan lembut menggaruk langit-langit mulutku.

Meskipun aku tidak pernah punya pengalaman dengan pria lain, tapi aku yakin. Pria ini, suamiku, adalah pencium yang sangat baik.

Bibir lembutnya yang menyentuh leherku sungguh merangsang, sehingga aku mengalihkan pandangan secara reflek.

Richard segera menyentuh pipiku dan mengarahkan wajahku menghadap ke arahnya.

"Lihat aku, Jeany."

Lidah merah Richard menjilat bibirku, warnanya sama dengan milikku. Penampilannya begitu sensual dan luar biasa sehingga aku memejamkan mata.

"Aku sdah bilang kalau kamu buat harus lihat wajah suamimu, Jeany."

Dia memperingatkan. Suaranya yang tegas membuat aku merinding.

Perlahan aku membuka mataku, dan Richard tersenyum padaku seolah aku telah melakukan pekerjaan dengan baik sebelum menggigit bibir bawahku.

Saat aku tersentak dan tanpa sadar dan membuka mulutku, segumpal daging panas menembus ke dalam sana.

Lidah Richard mengusap lembut bagian dalam mulutku, tidak cepat maupun lambat. Saat dia terus menstimulasiku, perasaan mendesak yang aku tidak tahu sedang terbangun muncul di dalam diriku.

Panas menggenang di perutku dan menyapuku dalam gelombang.

Tanpa diminta, tubuhku melompat dan menekan dada Richard yang kokoh, dan baru setelah aku merasakan daging orang lain menempel di tubuhku, nafsuku sedikit mereda.

"Mm, ahh."

Erangan yang keluar dari sela-sela gigiku, membuat pria yang sedang menciumku itu tersenyum.

Richard menarik diri, tampak puas dengan reaksiku. Aku yang merasa frustasi dengan ciuman yang luar biasa ini, tanpa sadar dengan berani menjambak rambut hitamnya dengan penuh semangat, mendambakan bibir pria itu dengan rakus. Tenggorokanku kering karena air liur yang manis dan hangat.

"Haah, haah, haah."

Aku terus mengeluarkan suara erangan aneh, sementara dadaku rasanya ingin meledak karena sensasi ciuman yang begitu panas.

"Bagus, Jeany. Jangan ditahan," bisik Richard, membelai lembut leherku dengan lidahnya yang panas, sehingga tubuhku gemetar secara reflek. Perasaan aneh membanjiri diriku seperti ektasi.

Ciuman pria ini benar-benar membuat aku gila sehingga membuat aku menginginkan lebih dan lebih.

Richard yang terlihat sangat senang dengan erangan yang keluar dari mulutku, menciumku lebih dalam dan dalam. Lidah kami kembali terjerat dan jantungku berdegup sangat kencang.

Setiap kali kami berciuman, aku seperti kehilangan jiwaku. Apalagi saat berpikir bahwa bagaimana pria yang sangat tampan ini, terlihat begitu menginginkan diriku.

"Rich, ahh."

Ciuman Richard semakin memanas, dia sungguh pencium yang handal.

Saat aku sibuk memikirkan siapa wanita yang sering dicium oleh Richard, tiba-tiba suamiku itu menatap mataku dan melepaskan bibirnya.

"Sepertinya kamu punya waktu untuk memikirkan

hal lain, istriku."

"Apa? Oh!"

Bibirnya nmenyentuh tengkukku. Sensasi yang dia berikan membuat aku menjerit tanpa sadar.

"Tunggu! Tunggu!"

Aku tiba-tiba ingat jika harus mengatakan sesuatu yang sangat penting kepada Richard, jadi aku meraih bahunya dan mendorongnya. Meski begitu, dia menjilat leherku dan akhirnya mulai menggigit dan menghisap.

"Tunggu! Rich... ada yang ingin kukatakan!" seruku lagi.

Ketika aku terus berteriak bahwa aku ingin mengatakan sesuatu, Richard menarik leherku

dengan keras dan menjauh.

"Dalam situasi ini... apa yang ingin kamu katakan, Jeany?"

Aku bisa merasakan suaranya sangat pelan, terlihat terganggu dengan interupsi dariku.

Meski begitu, bibirnya kembali mendekat dan menyentuh leherku sehingga tubuhku rasanya mendingin karena stimulasi.

Richard sepertinya sama denganku, dari gerakannya yang tak sabar, aku yakin dia sedang terangsang karena ciuman kami ini.

Meski begitu, aku harus tetap mengatakan ini demi keselamatan jiwaku.

"Janjimu. jangan lupa. Kamu harus menepati janjimu untuk tidak langsung membunuhku setelah kita menikah, Rich."

Segera setelah aku selesai berbicara, mata suamiku yang tampan itu, yang awalnya dipenuhi panas, mendingin dengan cepat.

Gemetar, aku sedikit menghindari memandangnya agar tidak terlihat kalau tidak terlalu peduli dengan situasi Richard sekarang.

Aku harus mendapatkan janji itu, demi mengamankan masa depanku!

Bagaimana jika setelah dia puas menciumku, dia langsung membunuhku? Itu sangat menakutkan.

"Jeany."

Richard yang beberapa saat lalu mundur dengan ekspresi terganggu, kini mendekatkan wajahnya dan menatap mataku dengan dingin.

"Kalau kamu melakukan tugasmu dengan baik sebagai istriku, aku tidak akan berkata apa-apa lagi."

Mendengar kata-kata Richard itu, aku memandangnya dalam diam, lega.

Untuk saat ini, bendera kematian yang menakutkan itu telah menjauh dariku.

"Tadi sudah cukup bagiku untuk merasa puas."

Mendengar kata-katanya yang ambigu, aku bertanya dengan kebingungan.

"Maksudnya itu apa—"

"Jangan bicara lagi, Jeany."

Richard memotong dengan dingin, dia hanya mengatakan apa yang ingin dia katakan, seolah menolak untuk berbicara lebi jauh.

Apa yang membuat dia cukup puas? Apakah itu ciuman kami tadi?

Meski aku masih kebingungan, Richard sepertinya tak berniat memberi tahu lebih jauh.

"Aku rasa aku tidak akan bisa mengendalikan diri jika tetap di sini," ucapnya tiba-tiba.

Richard mengatakan itu dan menutup mulutku dengan bibirnya sendiri tanpa harus membuka mulutku lagi.

Itu adalah ciuman yang sangat intens dan

mengerikan, sangat berbeda dari ciuman

sebelumnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (3)
goodnovel comment avatar
LenHa Bundanya Furqon
terlalu bertele² ...
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
jenny jangan cerewet...kau harus bisa mengendalikan hati Richard...agar dia tak semena² padamu
goodnovel comment avatar
Pauline Phong
betul2 seronoknya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   7. Malaikat Penyelamat

    "Richard di mana?"Pagi hari, saat aku pergi sarapan, ku tanyakan kepada kepala pelayan di mana Richard, suamiku. "Tuan Richard tidak pernah sarapan, Nyonya. Dan beliau sekarang telah berangkat lebih awal untuk pergi ke kantor."Ethan, sang kepala pelayan menjawab. "Hmm, baiklah."Itu cukup bagus, toh aku juga belum tentu berani memandang wajah pria itu setelah kejadian semalam. Meski dia langsung pergi dan terlihat marah karena aku membicarakan hal yang merusak moodnya, aku masih merasa malu dengan ciuman kami. Hari ini aku kembali dibuat kagum dengan pelayanan rumah ini yang seperti hotel bintang lima, makanannya juga sangat enak sehingga aku menghabiskan sarapan dengan hati senang. "Sesuai perintah dari tuan Richard, mulai hari ini Anda akan pindah dan tinggal di kamar utama, di mana tuan Richard juga tidur di sana."Ethan mengatakan itu padaku saat aku selesai sarapan, sedangkan aku yang mendengar berita mengejutkan itu, melongo menatap dirinya. "Hah?"Ini serius? Kenapa...

    Last Updated : 2024-01-02
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   8. Meminta Maaf

    "Malaikat penyelamat? Apa maksud ucapanmu, Mayes?"Tak ingin menebak-nebak, aku memutuskan untuk bertanya terus terang. "Anda mungkin tidak tahu, tapi, tuan Richard mengalami hal-hal yang cukup sulit karena seorang wanita. Saya benar-benar tidak menyangka, hari di mana beliau akhirnya membuka hati dan kembali mau dengan wanita akan datang seperti ini. Jadi, Anda benar-benar malaikat penyelamat, Nyonya! Andalah yang telah menyembuhkan tuan kami dari trauma kepada wanita, karena ulah wanita jahat saat beliau kuliah!"Mayes menjawab dengan menggebu-gebu, dia bahkan menyumpahi wanita jahat yang telah menyakiti hati Richard dengan penuh semangat, sehingga aku hanya bisa tersenyum kaku mendengarnya. Permisi, Mayes. Wanita jahat yang kamu maksud itu ada di sini, itu aku. "Sebenarnya, sesuatu yang sangat mengerikan telah terjadi semenjak tuan Richard dicampakkan wanita jahat itu, Nyonya."Suara Mayes yang tadinya penuh semangat saat menyumpah, kini terdengar sendu. "Sesuatu yang mengerik

    Last Updated : 2024-01-02
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   9. Dihukum Richard!

    "Siapa... kamu?"Bingung, aku bertanya pada sosok pria asing di depanku. Pria itu balas memandangku dengan kening berkerut, lalu menoleh ke belakang. "Dante, apakah kita salah rumah?" tanya pria itu kepada seseorang yang berjalan mendekat. "Salah rumah? Apa maksudmu?"Suara suamiku terdengar, aku melongok dari bahu pria asing itu untuk melihat Richard. Pria yang tadi bertanya apakah dia salah rumah, bergerak minggir untuk menunjukkan diriku pada Richard. Pada saat itulah, pandanganku dan Richard bertemu. "Tiba-tiba ada seorang wanita muda di rumahmu, bukankah ini aneh? Seperti kita benar-benar salah rumah!" seru pria itu, yang sepertinya sangat shock saat melihat ada wanita di rumah Richard. Richard yang memandangku dengan ekspresi tegas, tanpa mengalihkan pandangannya dariku, memberi jawaban. "Ryuka, sepertinya kita harus menunda membicarakan tentang pekerjaan di rumahku. Ayo bahas masalah itu nanti, sekarang pulanglah ke rumahmu," ucap Richard, masih dengan mengunci pandangan

    Last Updated : 2024-01-03
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   10. Ciuman Permintaan Maaf

    "Huh, aku... aku di mana? Apa ini di kamarku atau di surga?"Saat aku sadar dari pingsan, aku reflek bergumam seperti itu ketika membuka mata dan melihat langit-langit kamar yang mewah. "Nyonya, Anda sudah sadar! Syukurlah! Anda demam dan pingsan seharian, saya sangat khawatir!!"Suara Mayes yang menggelegar, membuat aku menoleh ke samping. "M-Mayes?"Mayes yang duduk di sampingku sambil memegang tanganku, menjawab dengan wajah khawatir. "Iya, ini saya, Nyonya. Bagaimana keadaan Anda?" tanyanya. Meremas lembut tanganku, seperti sedang menunjukkan kekhawatirannya yang tulus. Aku mengalihkan pandangan dan menatap sekeliling kamar, mencari seseorang. "Di mana Richard, suamiku?" "Beliau sedang pergi ke kantor, apakah Anda perlu minum, ini minumlah dulu? Hati-hati," jawab Mayes seraya mengulurkan segelas air setelah membantuku duduk dengan hati-hati.Moodku langsung memburuk saat mendengar hal itu. Hah, di saat kondisi istrinya seperti ini, dia malah pergi ke kantor? Sangat tidak pun

    Last Updated : 2024-01-04
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   11. Mengantarmu Ke Puncak Kenikmatan (18+)

    "R-Richard?"Aku berbalik dengan kaget saat mendapati suamiku sudah berdiri di belakang, sampai anggur yang baru saja masuk ke mulutku, meluncur jatuh. Richard yang sepertinya baru pulang kerja, memungut anggurku yang jatuh ke ranjang dan memasukkan anggur itu ke mulutnya dengan santai. "Hey, anggur itu.... "Aku ingin mengatakan bahwa anggur yang dia makan tadi sudah sempat masuk mulutku, tapi saat melihat Richard yang tampak santai mengunyah anggur itu, aku tak jadi bicara. Richard sedikit membungkuk untuk mengambil anggur lain di piringku, lalu pandangannya tertuju pada layar ponselku. "Oh, apa itu? Apakah kamu sedang asyik menonton pria lain dengan tatapan mesra sambil menghabiskan anggur yang dibeli dengan uangku, Jeany?"Richard mengambil ponselku dengan kening berkerut, menatap pria dalam drama China yang aku tonton. "Ahh, ini.... "Aku tak bisa menjawab. Haaa, apa maksudnya menonton pria lain dengan tatapan mesra? Aku hanya sedang melihat sebuah drama di ponsel! Wajahku

    Last Updated : 2024-01-04
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   12. Klimaks Yang Tertunda (18+)

    Merasa pusing karena aroma yang sangatkaya dari Richard, yang kurasakan untuk pertama kalinya, aku lupa bahwa saat ini hanya mengenakan rok dan memperlihatkan dadaku tanpa penghalang apa pun. Hanya saja, tatapan Richard yang menyapu tubuhku, menyebabkan semburan jus cinta mengalir dari bawah.Kepalaku menjadi panas dan erangan basah keluar dari mulutku. Richard mendekat ke arahku yang terengah-engah, menekan tubuhnya ke tubuhku. Tangannya yang besar dan meraih kedua pergelangan tanganku dan mendorongnya atas. Menguncinya di sana. "Kamu terlihat sangat cantik hari ini, Jeany."Richard mengatakan hal itu dengan suara bersemangat, lantas membungkukkan badannya dan menggigit dadaku. "Ah! Aduh! R-Rich, apa yang...!"Richard hanya tertawa dan menjilat dadaku, menimbulkan sensasi kesemutan yang membuat aku seperti melayang. "Apanya yang apa, Jeany?"Dia malah bertanya dengan suara main-main dan menggigit dadaku lagi. Sehingga aku seketika berteriak dan menjambak rambutnya. Bukannya ma

    Last Updated : 2024-01-04
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   13. Kemesuman Richard (18+)

    Richard baru pulang saat dini hari, terlalu terlambat untuk melanjutkan aktivitas yang sebelumnya mereka lakukan. Situasi di rumah sakit tidak sesederhana yang dia bayangkan dan Richard terjebak di ruang operasi selama berjam-jam. Begitu masuk kamar, dia melihat bagaimana istrinya yang dan sangat cantik, tengah tertidur dalam posisi duduk di sofa. Sepertinya Jeany berusaha menepati janji untuk tidak tidur, sehingga menunggu Richard di sofa. Tapi karena ini sudah terlalu lama, dia pasti tertidur sebab terlalu lelah menunggu. "Manis sekali," gumam Richard, tersenyum lebar dan berjalan cepat menuju ke arah Jeany. "Sayang, aku sudah pulang."Richard mengatakan hal itu sambil duduk bertumpu lutut di depan Jeany, dia mendongak dan mengelus lembut pipi Jeany, merasa sangat senang karena setelah bertahun-tahun hidup tersiksa dengan mimpi buruk saat ditolak dan diabaikan Jeany, kini wanita itu ada di depannya dan dengan setia menunggu dia pulang. "Sakit kalau lama-lama tidur seperti ini,"

    Last Updated : 2024-01-08
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   14. Mengira Richard Marah

    "Ha, Jeany...."Dia duduk di antara.kedua kaki Jeany dan menyiksa tubuh bagian bawah wanita itu dengan gerakan yang lebih biadab dari sebelumnya.Richard.membuka area berdaging itu lebar-lebar dan tanpa ampun mencubit dan menggaruk klitoris yang tersembunyi di dalamnya, berulang kali memasukkan dan menarik jari tengahnya yang tebal ke dalam.lubang yang berdenyut itu. Berbeda dengan tangan kurus wanita, tangan pria berperawakan tebal mampu meremas dan meremukkan daging sensitif di dalamnya hanya dengan memasukkan satu jari di antara Iabia.Klitoris yang bergairah dan ereksi dihancurkan di sana-sini di bawah tangan Richard,.memberikan sensasi yang lebih erotis. Saat dia gemetar karena kenikmatan yang memusingkan, Richard tersenyum bahagia. "Aku merasa senyaman ini bahkan ketikakamu sedang tidur... seberapa baik perasaankujika kamu terjaga, Jeany?"Richard menggumamkam sesuatu dan tertawa pelan. Namun, tangan yang menggosok klitoris Jeany tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti."Istri

    Last Updated : 2024-01-09

Latest chapter

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   530. Pesta Pernikahan

    Pesta pernikahan Luana dan Kyle dilaksanakan di sebuah ruangan megah dengan hiasan mewah yang membuat semua orang terpana. Mereka yang datang ke pesta itu langsung tahu bahwa ini adalah pesta pernikahan yang pantas untuk seorang pemilik Zeus Group yang kaya raya tersebut. Pesta itu diadakan secara privat dengan keamanan tingkat tinggi. Gio yang disuruh ayahnya untuk hadir di pesta pernikahan 'adiknya' itu, memilih untuk tak bergabung dalam keramaian pesta dan berdiri di pojok sambil menyesap anggur di tangan. Gio tak habis pikir kenapa ayahnya memaksa dia untuk datang ke pesta ini, padahal tahu bahwa vampir muda itu belum sepenuhnya move on dari Luana. Setelah berhasil menyelamatkan Luana dari pembekuan jantung yang mengakibatkan kematiannya, Kyle memaafkan Gio dan tidak meminta dirinya untuk dikurung dalam bukit kematian lagi. Gio berpikir bahwa hidupnya akan tenang dengan dia benar-benar menjauh dari apa pun yang berhubungan dengan Luana dan mulai merelakan dirinya. Na

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   529. Rencana Jahat Jasmine

    Dia pasti sudah gila. Rion mengusap wajahnya dengan kasar lalu membuka mulut untuk membatalkan ucapannya beberapa waktu lalu. Astaga, apakah dia kehilangan akal dengan mengajak Leanna sebagai pasangan pura-pura di pernikahan Kyle? "Lupakan hal itu, aku harus segera pergi karena banyak yang musti aku urus," ralat Rion sembari bangkit dari duduknya. "Aku mau." Jawaban dari Leanna, membuat Rion urung melangkah pergi, dia berbalik dan menoleh dengan penuh tanda tanya pada gadis yang kini juga ikut berdiri tersebut. "Tolong jadilah pasanganku di pesta pernikahan Kyle, meski pura-pura, itu nggak papa daripada aku harus menanggung malu dengan datang sendiri di pernikahan mantan," lanjut Leanna dengan penuh tekad. Rion masih tak menjawab, dia benar-benar tidak serius saat mengucapkan hal tadi, murni karena rasa kasihan pada gadis yang tidak hanya kehilangan fantasi cinta pertamanya tapi juga ditinggal menikah. Rion menarik napas panjang, harusnya dia tidak memakai perasaan ket

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   529. Seminggu Lagi Menikah

    "Apakah kamu menghawatirkan hal itu, Luana?" Luana menatap Kyle dengan kebingungan, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan memandang pria yang berdiri diam dengan kening berkerut itu. "Kenapa kamu bertanya seperti itu, Kyle? Tentu saja aku mengharap restu dari ayahmu juga, ia akan menjadi mertuaku dan dia ayah kandungmu." Luana menjawab dengan mata menyipit karena heran dengan keanehan di wajah Kyle saat Luana menyebut tentang ayahnya. "Dia nggak pantas mendapatkan kehormatan itu darimu, Luana," desis Kyle dengan tangan terkepal, menahan marah. Bagaimana mungkin orang yang sudah berkali-kali ikut konspirasi untuk menyingkirkan Luana dari sisi Kyle, berhak mendapatkan kehormatan untuk dimintai restu oleh Luana? Dia saja tak sudi untuk melihat ayahnya lagi, jika bukan karena formalitas dan nama baik perusahaan, Kyle mungkin tak akan mengundang ayahnya dalam pesta pernikahan yang dia gelar. Sebenarnya Kyle berencana untuk mengadakan pesta privat, tapi se-privat

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   527. Meminta Restu

    "Tenang." Kyle membalas genggaman Luana dengan lembut, memandang gadis yang tampak gugup itu dengan penuh perhatian. "Aku akan menemani kamu, Sayang," ujarnya seraya menempelkan telapak tangannya di leher Luana, gadis itu mendongak dan menelan ludahnya. "Aku sangat gugup," Luana berkata dengan jujur. "Nggak ada yang perlu kamu takutkan." Mendengar itu, Luana membuang napas lewat mulut dan mengangguk, memperkuat tekadnya. "Baiklah. Ayo." Saat ini, Luana meminta diantar oleh Kyle untuk menemui ibu kandungnya yang sudah lama bekerja di luar negeri. Dia tidak pernah pulang lagi semenjak pergi ke luar negeri saat Luana SMP, meski kadang mengirim uang. Luana sama sekali tak pernah bertemu muka dengan ibunya tersebut. Tak ada kenangan yang indah bagi Luana tentang ibunya tersebut, saat remaja mungkin dia pernah merindukan sosok itu menemani dirinya, tapi semenjak dia dewasa, Luana sudah tak pernah mengharapkan apa pun. Dia mengajak Kyle ke sini, ke tempat tinggal baru sa

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   526. Jangan Salah Paham

    "Nggak mau kalo nikah besok." Luana mengulangi jawaban, tapi kali ini menjelaskan dengan lembut apa maksud perkataan sebelumnya. Kini mereka tidur sambil berpelukan satu sama lain, bagi Luana, hal seperti ini adalah saat-saat paling bahagia dalam hidupnya. Dia benar-benar tidak menyangka, sosok yang dulu dibenci olehnya setengah mati ternyata kini menjadi pria yang paling dicintainya. Masalah kesetiaan, dia tidak akan pernah lagi meragukan kesetiaan Kyle, mungkin Kyle adalah malaikat yang dikirim tuhan kepada Luana. Kaya, pintar dan tampan, tapipandangan matanya hanya tertuju kepada Luana seorang. Benar-benar sebuah hal langka mendapatkan pria seperti Kyle di dunia, Luana berjanji akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Kyle. Namun, Kyle masih menganggap negatif perkataannya, mengira bahwa gadis itu tidaklah seantusias dirinya untuk menikah. "Kenapa? Kamu nggak mau menjadi istriku memangnya, Ra? Kamu tuh memang nggak sebesar aku cintanya, ya." Kyle mengatakan hal itu

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   525. Tidak Mau Menikah!

    Luana membuka matanya setelah mengerjap beberapa kali, dia sedang mengumpulkan ingatan bagaimana bisa tertidur tadi. Kepalanya mati rasa dan tubuhnya terasa lamban. Ketika indra-indranya makin menajam, Luana bisa mendengar napas di telinganya. Dia bisa merasakan dada seseorang tengah menempel di punggungnya. Pria itu, yang dia tahu siapa tanpa harus menoleh, tengah memeluknya erat-erat dari belakang. Satu tangan membungkus pingguinya, sementara tangan lain memegang dadanya. Setiap napasnya terasa menggelitik leher Luana. Sinar matahari tumpah di antara tirai dan sepertinya sudah beberapa waktuberlalu. Berapa jam telah berlalu? Luana selalu bangun lebih awal di pagi hari, jadi itu adalah pertama kalinya dia tidak bisa memperkirakan waktu dalam sehari. Ketika dia dengan hati-hati mencoba melepaskan diri dari cengkeraman pria itu, Luana merasakan lengannya kencang dan menarik dirinya kembali ke pelukan. Luana merasakan bibirnya dengan ringan mencium tengkuknya. "Kyle." Lu

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   524. Permainan Panas

    "Kyle!" Luana berlari dengan sangat cepat ke arah pria yang terbaring tak sadarkan diri di sebuah ranjang yang besar. Tubuhnya jatuh terduduk di samping ranjang sambil memegangi tangan sang pria, menangis tersedu-sedu. "Katanya kamu bakal kembali dengan baik-baik saja, kenapa malah begini?!" jerit Luana disela isak tangisnya, memegang erat tangan Kyle dan menempelkannya di kening. Kyle belum bergerak, selang infus menempel di pergelangan tangannya sedangkan pria tampan itu masih memejamkan mata, tidak sadarkan diri. "Mungkin dia hanya kelelahan, jangan terlalu khawatir, Luana," hibur Rion yang berdiri tak jauh darinya. Bagaimanapun juga Kyle belum istirahat sejak turun dari pesawat kemarin, dia juga baru datang dari dunia vampir, kekuatannya pasti banyak terpakai sehingga setelah melakukan pengusiran hantu, dia sampai pingsan seperti ini. Rion menjelaskan semua itu kepada Luana agar dia tidak khawatir terlalu banyak. Namun, Luana menggeleng, tak percaya bahwa Kyle pingsa

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   523. Kyle Jatuh Pingsan

    Hal itu mengingatkan Kyle pada masa SMA, di mana ketika dia mulai memiliki kekuatan ini, kekuatan miliknya itu dieksploitasi oleh sang ayah sampai Kyle sering kehabisan kekuatan dan berada dalam batasnya. Hal itu seperti meninggalkan bekas yang sangat dalam di hati Kyle, menimbulkan rasa trauma sehingga dia sangat menghindari pekerjaan seperti ini kalau tidak karena sangat terpaksa seperti saat ini. "Ayo segera selesaikan ini," bisik Kyle pada dirinya sendiri. Setelah beberapa saat, hantu itu benar-benar muncul dan melayang-layang di dekat Kyle, seperti tertarik dengan aura yang keluar dari tubuh pria itu. Semua menonton dengan jantung berdebar melalui CCTV yang terpasang di lorong hotel tersebut dengan jantung berdebar kencang saat melihat hantu itu muncul dan terlihat sangat jelas, beda dengan biasanya. Wajah mereka ngeri seperti sedang menonton film horor, bedanya ini adalah siaran langsung. Kyle berhadapan dengan hantu itu tanpa rasa takut sedikit pun, mengulurkan kedu

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   522. Pengusiran!

    Kyle mendatangi Luana yang sedang asyik membaca komik di kamar Kyle yang mewah. "Luna, aku pergi dulu, ya? Tiba-tiba ada urusan bisnis yang harus kukerjakan," pamit pria tersebut sambil melayangkan kecupan lembut di pipi Luana. "Baik, Tuan Muda. Jaga diri Anda baik-baik." "Bagaimana kalau kamu mulai membiasakan diri memanggil aku Kyle? Seperti saat kita masih SMA dulu?" tawar Kyle dengan senyum menawan yang membuat Luana tersenyum malu-malu. "Anda... Anda sudah tidak amnesia?" Gadis itu merasa terkejut, padahal dia sendiri yang amnesia. "Aku nggak pernah amnesia, dan perasaanku padamu nggak berubah sejak SMA. Jadi, mau memanggil aku Kyle?" "Eh, s-sepertinya saya masih butuh sedikit waktu." Akhirnya, Luana menjawab seperti itu karena sejak semalam, segala hal terlihat membingungkan bagi dirinya. Kyle untungnya mengangguk dengan penuh pengertian, sehingga Luana menjadi lega. "Baiklah kalau begitu. Ingat, jangan keluar ke mana-mana sampai aku datang. Kalau butuh apa-ap

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status