Share

7. Malaikat Penyelamat

Author: Lil Seven
last update Last Updated: 2024-01-02 19:41:47

"Richard di mana?"

Pagi hari, saat aku pergi sarapan, ku tanyakan kepada kepala pelayan di mana Richard, suamiku.

"Tuan Richard tidak pernah sarapan, Nyonya. Dan beliau sekarang telah berangkat lebih awal untuk pergi ke kantor."

Ethan, sang kepala pelayan menjawab.

"Hmm, baiklah."

Itu cukup bagus, toh aku juga belum tentu berani memandang wajah pria itu setelah kejadian semalam. Meski dia langsung pergi dan terlihat marah karena aku membicarakan hal yang merusak moodnya, aku masih merasa malu dengan ciuman kami.

Hari ini aku kembali dibuat kagum dengan pelayanan rumah ini yang seperti hotel bintang lima, makanannya juga sangat enak sehingga aku menghabiskan sarapan dengan hati senang.

"Sesuai perintah dari tuan Richard, mulai hari ini Anda akan pindah dan tinggal di kamar utama, di mana tuan Richard juga tidur di sana."

Ethan mengatakan itu padaku saat aku selesai sarapan, sedangkan aku yang mendengar berita mengejutkan itu, melongo menatap dirinya.

"Hah?"

Ini serius?

Kenapa... kenapa dia malah mengajak aku tinggal bersama di kamarnya? Itu pasti akan menjadi situasi yang canggung, kan? Apalagi setelah ciuman kami tadi malam.

Apa sih yang Richard inginkan?

Ah, benar.

Bukankah sekarang posisiku adalah tawanan? Merupakan pilihan baik untuk menaruhku sedekat mungkin dengannya. Mungkin seperti itu?

Menyadari fakta bahwa aku di sini bukan sebagai pengantin normal pada umumnya, aku menganggukkan kepala dengan tanpa semangat.

"Baiklah, tolong urus semuanya," ucapku pada kepala pelayan. Ethan yang tampak profesional itu mengangguk seolah sudah menunggu.

"Ohya satu lagi. Beliau juga memberi perintah bahwa Anda tidak boleh keluar dari rumah ini tanpa seizinnya. Tapi, jika Anda ingin berkeliling untuk melihat-lihat isi rumah, silakan."

"Baik, terimakasih, Pak," jawabku dengan tulus.

"Panggil saja saya Ethan dengan nyaman, Nyonya."

Ethan menyuruh aku memanggilnya dengan nama, sehingga aku tak ada pilihan selain mengangguk.

"Baik, Ethan."

Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan, Ethan akhirnya undur diri.

Dalam sekejap, karena ke profesionalan Ethan, aku sudah dipindah ke kamar utama, tepatnya kamar tidur Richard.

"Wah, gila. Kamarnya jauh lebih mewah dari kamarku," ucapku dengan mulut ternganga.

Meski kamar Richard ini didekorasi dengan minimalis, tapi kesan mewah dan elegannya sangat kental, kamar ini benar-benar mengingatkan aku pada pemiliknya.

Saat aku sedang duduk di sofa sambil mengagumi kemewahan kamar Richard, sebuah pesan masuk ke ponselku.

Dari Richard.

[Jangan pernah berani-berani melarikan diri dari rumahku, Jeany. Atau aku akan memotong kakimu sehingga tak bisa berjalan lagi. Ini hukuman untukmu, karena telah menyakitiku di masa lalu.]

Patuh, aku segera menjawab.

[Baik, Rich.]

Tak ada jawaban lagi dari Richard, meski begitu, aku tiba-tiba jadi kesusahan bernapas.

"Huufft, aku selalu merasa tegang setiap berbicara dengannya. Kenapa dia sekarang sangat menakutkan?" desahku, memegang dada yang terasa sesak karena tegang.

"Huuuh, Richard buat orang tidak mood saja."

Aku menggerutu dan berjalan keluar kamar, sudah kehilangan minat mengagumi kamar baruku.

"Ethan, aku sangat bosan di kamar dan ingin berkeliling, bolehkah?" tanyaku pada kepala pelayan.

Ethan segera menyetujui permintaanku dan memanggil Mayes, pengasuh Richard.

"Baiklah, saya akan meminta Mayes menemani Anda, Nyonya."

Setelah Mayes datang, wanita itu dengan sopan membimbing diriku berkeliling rumah Richard yang mewah dan sangat luas.

"Wow, ini benar-benar istana," gumamku dengan ekspresi terpesona.

Mayes tersenyum melihat reaksiku dan menjelaskan setiap fungsi salah tempat-tempat yang aku tunjuk.

Di rumah mewah ini, hanya Ethan, Mayes dan koki serta asistennya yang tinggal menginap. Pelayan lain biasanya datang di pagi hari dan pulang sore hari. Itu karena Richard tidak terlalu suka ada banyak orang di rumahnya.

Capek berkeliling, aku memutuskan untuk istirahat di salah satu taman rumah Richard yang indah. Di sana ada sebuah gazebo yang nyaman sehingga aku bisa duduk duduk dengan santai.

"Ini aneh."

Aku yang mulai menyadari ke absurd an sikap Richard, termenung sendiri.

Richard jelas-jelas bilang bahwa dia akan memenjarakanku, tapi menaruhku di rumahnya yang super mewah, rasanya seperti tidak dipenjara, bukan?

"Bodohnya aku. Ternyata semenyenangkan ini dipenjara. Pokoknya aku harus terus berbuat baik ke Richard dan berakting bahwa aku mencintai dirinya, sehingga aju bisa terus menikmati kenyamanan ini," ucapku, penuh tekad.

Aku menyeringai senang saat ingat betapa sopan dan baiknya para pelayan di sini, sehingga aku ingin terus hidup seperti sekarang, di mana tak perlu lagi bersusah payah mencari uang demi kehidupanku yang menyedihkan.

"Aku harus berakting lebih baik lagi nanti, demi hidup yang sangat nyaman ini."

Aku tertawa sendiri, memikirkan akting seperti apa yang harus kulakukan, supaya membuat Richard luluh dan percaya bahwa aku mulai jatuh cinta padanya.

"Cita-citaku untuk hidup hanya dengan makan dan tidur sepertinya tercapai hari ini."

Aku memandang langit dengan ekspresi puas. Ini benar-benar kehidupan seperti di syurga. Aku memakai gaun cantik, berdandan cantik dan tidak perlu bekerja.

"Dia melakukan semua ini tanpa paksaan dariku, jadi harus menikmatinya saja, kan?" ucapku dengan tawa senang, saat sadar bahwa kurungan yang dimaksud Richard ternyata senyaman ini.

Richard kemarin bilang bahwa dia akan mengurungku di rumahnya dan berkata bahwa ini hukuman untukku. Namun, kini aku sendiri sebenarnya bingung, apa yang dilakukan Richard ini merupakan hukuman atau apa?

"Dia bilang ini hukuman dan penjara? Penjara apa yang senyaman ini? Aku mau terus dipenjara kalau seperti ini," ucapku, lagi-lagi tertawa terbahak-bahak, seperti orang gila.

Bagaimana aku tidak senang.

Itu karena, pada kenyataannya bukankah Richard ternyata memperlakukanku dengan sangat baik?

Aku diberi tempat tinggal mewah, pakaian bagus dan makanan yang enak. Semua kebutuhanku terpenuhi dengan baik dan aku bahkan tak perlu melakukan apa pun di sini.

"Ini seperti... perlakuan kepada orang yang dia cintai. Benar, kan?"

Memikirkan Richard yang sekarang ternyata masih mencintaiku, pipiku merona merah.

Dulu dia memang bukan tipe ku, tapi sekarang, dengan tubuhnya yang indah dan wajahnya yang begitu jantan. Bagaimana aku tidak terpesona?

Dia yang sekarang terlihat kejam, tapi aku justru tertarik pada sisi Richard yang seperti ini.

Pipiku kembali merona saat membayangkan bagaimana kami melakukan malam pertama. Dengan tubuh Richard yang seperti itu, malam pertama kami... pasti akan penuh gairah, bukankah begitu?

Saat sedang asyik memikirkan tubuh Richard yang seksi, Mayes, wanita paruh baya yang memperkenalkan diri sebagai pengasuh Richard, tiba-tiba datang dengan troli penuh makanan ringan serta minuman.

"Nyonya, ini cemilan siang untuk Anda. Koki rumah ini khusus membuatkan ini untuk Anda karena Anda terlihat tidak semangat pagi ini," ucap Mayes seraya menghidangkan semua makanan itu di meja depanku.

"Ah? Terima kasih banyak, Mayes. Tidak perlu repot-repot."

Sungkan karena diperlakukan dengan sangat sopan, aku menjawab malu-malu.

Mayes tersenyum dan berbicara.

"Nyonya, apa Anda tahu? Kami semua yang ada di sini, sangat senang dengan kehadiran Anda."

"Hm?"

Aku memandang Mayes dengan kebingungan.

Apa ini tiba-tiba?

Rasanya seperti... dia akan mengatakan sesuatu yang buruk setelah semua pujian manis?

"Saya tidak berbohong, Nyonya. Anda seperti malaikat penyelamat bagi kami," ucap Mayes lagi, yang membuat keningku semakin berkerut.

Apa sebenarnya maksud ucapan pelayan Richard ini, dia benar-benar memuji, atau sedang menyindir?

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Fenty Izzi
kehadiranmu mungkin membuat mood Richard baik
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   8. Meminta Maaf

    "Malaikat penyelamat? Apa maksud ucapanmu, Mayes?"Tak ingin menebak-nebak, aku memutuskan untuk bertanya terus terang. "Anda mungkin tidak tahu, tapi, tuan Richard mengalami hal-hal yang cukup sulit karena seorang wanita. Saya benar-benar tidak menyangka, hari di mana beliau akhirnya membuka hati dan kembali mau dengan wanita akan datang seperti ini. Jadi, Anda benar-benar malaikat penyelamat, Nyonya! Andalah yang telah menyembuhkan tuan kami dari trauma kepada wanita, karena ulah wanita jahat saat beliau kuliah!"Mayes menjawab dengan menggebu-gebu, dia bahkan menyumpahi wanita jahat yang telah menyakiti hati Richard dengan penuh semangat, sehingga aku hanya bisa tersenyum kaku mendengarnya. Permisi, Mayes. Wanita jahat yang kamu maksud itu ada di sini, itu aku. "Sebenarnya, sesuatu yang sangat mengerikan telah terjadi semenjak tuan Richard dicampakkan wanita jahat itu, Nyonya."Suara Mayes yang tadinya penuh semangat saat menyumpah, kini terdengar sendu. "Sesuatu yang mengerik

    Last Updated : 2024-01-02
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   9. Dihukum Richard!

    "Siapa... kamu?"Bingung, aku bertanya pada sosok pria asing di depanku. Pria itu balas memandangku dengan kening berkerut, lalu menoleh ke belakang. "Dante, apakah kita salah rumah?" tanya pria itu kepada seseorang yang berjalan mendekat. "Salah rumah? Apa maksudmu?"Suara suamiku terdengar, aku melongok dari bahu pria asing itu untuk melihat Richard. Pria yang tadi bertanya apakah dia salah rumah, bergerak minggir untuk menunjukkan diriku pada Richard. Pada saat itulah, pandanganku dan Richard bertemu. "Tiba-tiba ada seorang wanita muda di rumahmu, bukankah ini aneh? Seperti kita benar-benar salah rumah!" seru pria itu, yang sepertinya sangat shock saat melihat ada wanita di rumah Richard. Richard yang memandangku dengan ekspresi tegas, tanpa mengalihkan pandangannya dariku, memberi jawaban. "Ryuka, sepertinya kita harus menunda membicarakan tentang pekerjaan di rumahku. Ayo bahas masalah itu nanti, sekarang pulanglah ke rumahmu," ucap Richard, masih dengan mengunci pandangan

    Last Updated : 2024-01-03
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   10. Ciuman Permintaan Maaf

    "Huh, aku... aku di mana? Apa ini di kamarku atau di surga?"Saat aku sadar dari pingsan, aku reflek bergumam seperti itu ketika membuka mata dan melihat langit-langit kamar yang mewah. "Nyonya, Anda sudah sadar! Syukurlah! Anda demam dan pingsan seharian, saya sangat khawatir!!"Suara Mayes yang menggelegar, membuat aku menoleh ke samping. "M-Mayes?"Mayes yang duduk di sampingku sambil memegang tanganku, menjawab dengan wajah khawatir. "Iya, ini saya, Nyonya. Bagaimana keadaan Anda?" tanyanya. Meremas lembut tanganku, seperti sedang menunjukkan kekhawatirannya yang tulus. Aku mengalihkan pandangan dan menatap sekeliling kamar, mencari seseorang. "Di mana Richard, suamiku?" "Beliau sedang pergi ke kantor, apakah Anda perlu minum, ini minumlah dulu? Hati-hati," jawab Mayes seraya mengulurkan segelas air setelah membantuku duduk dengan hati-hati.Moodku langsung memburuk saat mendengar hal itu. Hah, di saat kondisi istrinya seperti ini, dia malah pergi ke kantor? Sangat tidak pun

    Last Updated : 2024-01-04
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   11. Mengantarmu Ke Puncak Kenikmatan (18+)

    "R-Richard?"Aku berbalik dengan kaget saat mendapati suamiku sudah berdiri di belakang, sampai anggur yang baru saja masuk ke mulutku, meluncur jatuh. Richard yang sepertinya baru pulang kerja, memungut anggurku yang jatuh ke ranjang dan memasukkan anggur itu ke mulutnya dengan santai. "Hey, anggur itu.... "Aku ingin mengatakan bahwa anggur yang dia makan tadi sudah sempat masuk mulutku, tapi saat melihat Richard yang tampak santai mengunyah anggur itu, aku tak jadi bicara. Richard sedikit membungkuk untuk mengambil anggur lain di piringku, lalu pandangannya tertuju pada layar ponselku. "Oh, apa itu? Apakah kamu sedang asyik menonton pria lain dengan tatapan mesra sambil menghabiskan anggur yang dibeli dengan uangku, Jeany?"Richard mengambil ponselku dengan kening berkerut, menatap pria dalam drama China yang aku tonton. "Ahh, ini.... "Aku tak bisa menjawab. Haaa, apa maksudnya menonton pria lain dengan tatapan mesra? Aku hanya sedang melihat sebuah drama di ponsel! Wajahku

    Last Updated : 2024-01-04
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   12. Klimaks Yang Tertunda (18+)

    Merasa pusing karena aroma yang sangatkaya dari Richard, yang kurasakan untuk pertama kalinya, aku lupa bahwa saat ini hanya mengenakan rok dan memperlihatkan dadaku tanpa penghalang apa pun. Hanya saja, tatapan Richard yang menyapu tubuhku, menyebabkan semburan jus cinta mengalir dari bawah.Kepalaku menjadi panas dan erangan basah keluar dari mulutku. Richard mendekat ke arahku yang terengah-engah, menekan tubuhnya ke tubuhku. Tangannya yang besar dan meraih kedua pergelangan tanganku dan mendorongnya atas. Menguncinya di sana. "Kamu terlihat sangat cantik hari ini, Jeany."Richard mengatakan hal itu dengan suara bersemangat, lantas membungkukkan badannya dan menggigit dadaku. "Ah! Aduh! R-Rich, apa yang...!"Richard hanya tertawa dan menjilat dadaku, menimbulkan sensasi kesemutan yang membuat aku seperti melayang. "Apanya yang apa, Jeany?"Dia malah bertanya dengan suara main-main dan menggigit dadaku lagi. Sehingga aku seketika berteriak dan menjambak rambutnya. Bukannya ma

    Last Updated : 2024-01-04
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   13. Kemesuman Richard (18+)

    Richard baru pulang saat dini hari, terlalu terlambat untuk melanjutkan aktivitas yang sebelumnya mereka lakukan. Situasi di rumah sakit tidak sesederhana yang dia bayangkan dan Richard terjebak di ruang operasi selama berjam-jam. Begitu masuk kamar, dia melihat bagaimana istrinya yang dan sangat cantik, tengah tertidur dalam posisi duduk di sofa. Sepertinya Jeany berusaha menepati janji untuk tidak tidur, sehingga menunggu Richard di sofa. Tapi karena ini sudah terlalu lama, dia pasti tertidur sebab terlalu lelah menunggu. "Manis sekali," gumam Richard, tersenyum lebar dan berjalan cepat menuju ke arah Jeany. "Sayang, aku sudah pulang."Richard mengatakan hal itu sambil duduk bertumpu lutut di depan Jeany, dia mendongak dan mengelus lembut pipi Jeany, merasa sangat senang karena setelah bertahun-tahun hidup tersiksa dengan mimpi buruk saat ditolak dan diabaikan Jeany, kini wanita itu ada di depannya dan dengan setia menunggu dia pulang. "Sakit kalau lama-lama tidur seperti ini,"

    Last Updated : 2024-01-08
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   14. Mengira Richard Marah

    "Ha, Jeany...."Dia duduk di antara.kedua kaki Jeany dan menyiksa tubuh bagian bawah wanita itu dengan gerakan yang lebih biadab dari sebelumnya.Richard.membuka area berdaging itu lebar-lebar dan tanpa ampun mencubit dan menggaruk klitoris yang tersembunyi di dalamnya, berulang kali memasukkan dan menarik jari tengahnya yang tebal ke dalam.lubang yang berdenyut itu. Berbeda dengan tangan kurus wanita, tangan pria berperawakan tebal mampu meremas dan meremukkan daging sensitif di dalamnya hanya dengan memasukkan satu jari di antara Iabia.Klitoris yang bergairah dan ereksi dihancurkan di sana-sini di bawah tangan Richard,.memberikan sensasi yang lebih erotis. Saat dia gemetar karena kenikmatan yang memusingkan, Richard tersenyum bahagia. "Aku merasa senyaman ini bahkan ketikakamu sedang tidur... seberapa baik perasaankujika kamu terjaga, Jeany?"Richard menggumamkam sesuatu dan tertawa pelan. Namun, tangan yang menggosok klitoris Jeany tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti."Istri

    Last Updated : 2024-01-09
  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   15. Datang Ke kantor Richard.

    "Hmm, bagaimana, ya? Apakah kalian bertengkar semalam?"Mayes memandangku dan bertanya, sehingga dengan panik aku segera menggeleng, takut jika Mayes menemukan kejanggalan dalam hubungan pernikahan antara aku dan Richard. "Bertengkar? Itu tidak mungkin!" sanggahku, segera mengambil air di gelas dan ku minum sampai habis untuk menyingkirkan panik. Mayes sepertinya mengawasi seluruh tindak tandukku, tapi untungnya tidak bicara apa-apa. "Oh, lalu kenapa Anda bertanya kondisi tuan tadi malam pada saya, Nyonya?"Mayes memasang ekspresi polos, tapi aku benar-benar jadi ragu sebenarnya dia tidak lah se polos itu. Aku juga curiga kalau sebenarnya Mayes bukanlah di pihakku. Yah, dia anak buah siapa? Tentu saja Mayes akan selalu di pihak Richard. "Tidak, tidak ada apa-apa," jawabku sambil mengibaskan tangan, berusaha terlihat tak bermasalah sama sekali dan memasang wajah cuek. Entah kenapa saat ini aku takut menunjukkan kelemahan di depan Mayes. Apalagi mengingat fakta bahwa dia sangat be

    Last Updated : 2024-01-09

Latest chapter

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   530. Pesta Pernikahan

    Pesta pernikahan Luana dan Kyle dilaksanakan di sebuah ruangan megah dengan hiasan mewah yang membuat semua orang terpana. Mereka yang datang ke pesta itu langsung tahu bahwa ini adalah pesta pernikahan yang pantas untuk seorang pemilik Zeus Group yang kaya raya tersebut. Pesta itu diadakan secara privat dengan keamanan tingkat tinggi. Gio yang disuruh ayahnya untuk hadir di pesta pernikahan 'adiknya' itu, memilih untuk tak bergabung dalam keramaian pesta dan berdiri di pojok sambil menyesap anggur di tangan. Gio tak habis pikir kenapa ayahnya memaksa dia untuk datang ke pesta ini, padahal tahu bahwa vampir muda itu belum sepenuhnya move on dari Luana. Setelah berhasil menyelamatkan Luana dari pembekuan jantung yang mengakibatkan kematiannya, Kyle memaafkan Gio dan tidak meminta dirinya untuk dikurung dalam bukit kematian lagi. Gio berpikir bahwa hidupnya akan tenang dengan dia benar-benar menjauh dari apa pun yang berhubungan dengan Luana dan mulai merelakan dirinya. Na

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   529. Rencana Jahat Jasmine

    Dia pasti sudah gila. Rion mengusap wajahnya dengan kasar lalu membuka mulut untuk membatalkan ucapannya beberapa waktu lalu. Astaga, apakah dia kehilangan akal dengan mengajak Leanna sebagai pasangan pura-pura di pernikahan Kyle? "Lupakan hal itu, aku harus segera pergi karena banyak yang musti aku urus," ralat Rion sembari bangkit dari duduknya. "Aku mau." Jawaban dari Leanna, membuat Rion urung melangkah pergi, dia berbalik dan menoleh dengan penuh tanda tanya pada gadis yang kini juga ikut berdiri tersebut. "Tolong jadilah pasanganku di pesta pernikahan Kyle, meski pura-pura, itu nggak papa daripada aku harus menanggung malu dengan datang sendiri di pernikahan mantan," lanjut Leanna dengan penuh tekad. Rion masih tak menjawab, dia benar-benar tidak serius saat mengucapkan hal tadi, murni karena rasa kasihan pada gadis yang tidak hanya kehilangan fantasi cinta pertamanya tapi juga ditinggal menikah. Rion menarik napas panjang, harusnya dia tidak memakai perasaan ket

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   529. Seminggu Lagi Menikah

    "Apakah kamu menghawatirkan hal itu, Luana?" Luana menatap Kyle dengan kebingungan, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan memandang pria yang berdiri diam dengan kening berkerut itu. "Kenapa kamu bertanya seperti itu, Kyle? Tentu saja aku mengharap restu dari ayahmu juga, ia akan menjadi mertuaku dan dia ayah kandungmu." Luana menjawab dengan mata menyipit karena heran dengan keanehan di wajah Kyle saat Luana menyebut tentang ayahnya. "Dia nggak pantas mendapatkan kehormatan itu darimu, Luana," desis Kyle dengan tangan terkepal, menahan marah. Bagaimana mungkin orang yang sudah berkali-kali ikut konspirasi untuk menyingkirkan Luana dari sisi Kyle, berhak mendapatkan kehormatan untuk dimintai restu oleh Luana? Dia saja tak sudi untuk melihat ayahnya lagi, jika bukan karena formalitas dan nama baik perusahaan, Kyle mungkin tak akan mengundang ayahnya dalam pesta pernikahan yang dia gelar. Sebenarnya Kyle berencana untuk mengadakan pesta privat, tapi se-privat

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   527. Meminta Restu

    "Tenang." Kyle membalas genggaman Luana dengan lembut, memandang gadis yang tampak gugup itu dengan penuh perhatian. "Aku akan menemani kamu, Sayang," ujarnya seraya menempelkan telapak tangannya di leher Luana, gadis itu mendongak dan menelan ludahnya. "Aku sangat gugup," Luana berkata dengan jujur. "Nggak ada yang perlu kamu takutkan." Mendengar itu, Luana membuang napas lewat mulut dan mengangguk, memperkuat tekadnya. "Baiklah. Ayo." Saat ini, Luana meminta diantar oleh Kyle untuk menemui ibu kandungnya yang sudah lama bekerja di luar negeri. Dia tidak pernah pulang lagi semenjak pergi ke luar negeri saat Luana SMP, meski kadang mengirim uang. Luana sama sekali tak pernah bertemu muka dengan ibunya tersebut. Tak ada kenangan yang indah bagi Luana tentang ibunya tersebut, saat remaja mungkin dia pernah merindukan sosok itu menemani dirinya, tapi semenjak dia dewasa, Luana sudah tak pernah mengharapkan apa pun. Dia mengajak Kyle ke sini, ke tempat tinggal baru sa

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   526. Jangan Salah Paham

    "Nggak mau kalo nikah besok." Luana mengulangi jawaban, tapi kali ini menjelaskan dengan lembut apa maksud perkataan sebelumnya. Kini mereka tidur sambil berpelukan satu sama lain, bagi Luana, hal seperti ini adalah saat-saat paling bahagia dalam hidupnya. Dia benar-benar tidak menyangka, sosok yang dulu dibenci olehnya setengah mati ternyata kini menjadi pria yang paling dicintainya. Masalah kesetiaan, dia tidak akan pernah lagi meragukan kesetiaan Kyle, mungkin Kyle adalah malaikat yang dikirim tuhan kepada Luana. Kaya, pintar dan tampan, tapipandangan matanya hanya tertuju kepada Luana seorang. Benar-benar sebuah hal langka mendapatkan pria seperti Kyle di dunia, Luana berjanji akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Kyle. Namun, Kyle masih menganggap negatif perkataannya, mengira bahwa gadis itu tidaklah seantusias dirinya untuk menikah. "Kenapa? Kamu nggak mau menjadi istriku memangnya, Ra? Kamu tuh memang nggak sebesar aku cintanya, ya." Kyle mengatakan hal itu

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   525. Tidak Mau Menikah!

    Luana membuka matanya setelah mengerjap beberapa kali, dia sedang mengumpulkan ingatan bagaimana bisa tertidur tadi. Kepalanya mati rasa dan tubuhnya terasa lamban. Ketika indra-indranya makin menajam, Luana bisa mendengar napas di telinganya. Dia bisa merasakan dada seseorang tengah menempel di punggungnya. Pria itu, yang dia tahu siapa tanpa harus menoleh, tengah memeluknya erat-erat dari belakang. Satu tangan membungkus pingguinya, sementara tangan lain memegang dadanya. Setiap napasnya terasa menggelitik leher Luana. Sinar matahari tumpah di antara tirai dan sepertinya sudah beberapa waktuberlalu. Berapa jam telah berlalu? Luana selalu bangun lebih awal di pagi hari, jadi itu adalah pertama kalinya dia tidak bisa memperkirakan waktu dalam sehari. Ketika dia dengan hati-hati mencoba melepaskan diri dari cengkeraman pria itu, Luana merasakan lengannya kencang dan menarik dirinya kembali ke pelukan. Luana merasakan bibirnya dengan ringan mencium tengkuknya. "Kyle." Lu

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   524. Permainan Panas

    "Kyle!" Luana berlari dengan sangat cepat ke arah pria yang terbaring tak sadarkan diri di sebuah ranjang yang besar. Tubuhnya jatuh terduduk di samping ranjang sambil memegangi tangan sang pria, menangis tersedu-sedu. "Katanya kamu bakal kembali dengan baik-baik saja, kenapa malah begini?!" jerit Luana disela isak tangisnya, memegang erat tangan Kyle dan menempelkannya di kening. Kyle belum bergerak, selang infus menempel di pergelangan tangannya sedangkan pria tampan itu masih memejamkan mata, tidak sadarkan diri. "Mungkin dia hanya kelelahan, jangan terlalu khawatir, Luana," hibur Rion yang berdiri tak jauh darinya. Bagaimanapun juga Kyle belum istirahat sejak turun dari pesawat kemarin, dia juga baru datang dari dunia vampir, kekuatannya pasti banyak terpakai sehingga setelah melakukan pengusiran hantu, dia sampai pingsan seperti ini. Rion menjelaskan semua itu kepada Luana agar dia tidak khawatir terlalu banyak. Namun, Luana menggeleng, tak percaya bahwa Kyle pingsa

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   523. Kyle Jatuh Pingsan

    Hal itu mengingatkan Kyle pada masa SMA, di mana ketika dia mulai memiliki kekuatan ini, kekuatan miliknya itu dieksploitasi oleh sang ayah sampai Kyle sering kehabisan kekuatan dan berada dalam batasnya. Hal itu seperti meninggalkan bekas yang sangat dalam di hati Kyle, menimbulkan rasa trauma sehingga dia sangat menghindari pekerjaan seperti ini kalau tidak karena sangat terpaksa seperti saat ini. "Ayo segera selesaikan ini," bisik Kyle pada dirinya sendiri. Setelah beberapa saat, hantu itu benar-benar muncul dan melayang-layang di dekat Kyle, seperti tertarik dengan aura yang keluar dari tubuh pria itu. Semua menonton dengan jantung berdebar melalui CCTV yang terpasang di lorong hotel tersebut dengan jantung berdebar kencang saat melihat hantu itu muncul dan terlihat sangat jelas, beda dengan biasanya. Wajah mereka ngeri seperti sedang menonton film horor, bedanya ini adalah siaran langsung. Kyle berhadapan dengan hantu itu tanpa rasa takut sedikit pun, mengulurkan kedu

  • Terperangkap Gairah Dokter Tampan   522. Pengusiran!

    Kyle mendatangi Luana yang sedang asyik membaca komik di kamar Kyle yang mewah. "Luna, aku pergi dulu, ya? Tiba-tiba ada urusan bisnis yang harus kukerjakan," pamit pria tersebut sambil melayangkan kecupan lembut di pipi Luana. "Baik, Tuan Muda. Jaga diri Anda baik-baik." "Bagaimana kalau kamu mulai membiasakan diri memanggil aku Kyle? Seperti saat kita masih SMA dulu?" tawar Kyle dengan senyum menawan yang membuat Luana tersenyum malu-malu. "Anda... Anda sudah tidak amnesia?" Gadis itu merasa terkejut, padahal dia sendiri yang amnesia. "Aku nggak pernah amnesia, dan perasaanku padamu nggak berubah sejak SMA. Jadi, mau memanggil aku Kyle?" "Eh, s-sepertinya saya masih butuh sedikit waktu." Akhirnya, Luana menjawab seperti itu karena sejak semalam, segala hal terlihat membingungkan bagi dirinya. Kyle untungnya mengangguk dengan penuh pengertian, sehingga Luana menjadi lega. "Baiklah kalau begitu. Ingat, jangan keluar ke mana-mana sampai aku datang. Kalau butuh apa-ap

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status