Share

Teror Dari Penggemar

Penulis: Chocoday
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-28 21:00:28

Jevano dengan cepat menoleh pada istrinya. Ia tanyakan keadaan sang istri yang baru saja siuman setelah beberapa hari terkapar pada ranjang pasien.

"Mas panggil dulu dokter ya!" ucap Jevano beranjak dari duduknya.

Anna menahannya dengan cepat, "jangan tinggalin Anna, Mas."

Jevano mengangguk, "ya udah Mas gak bakal tinggalin kamu. Mas di sini," ucapnya kembali duduk pada tepian kasur bersama sang istri yang ia genggam sejak tadi.

"Mas maaf ya!" ungkap Anna sembari menunduk.

"Kenapa harus minta maaf Sayang?" tanya sang suami heran.

Anna mendongak dengan tangisannya, "gara-gara Anna, acara perusahaan dan resepsi pernikahan kita jadi kacau kan Mas?"

Laki-laki itu menggelengkan kepalanya, "sama sekali enggak, Sayang. Justru semuanya khawatir sama kamu karena jatuh dari tangga waktu itu."

"Anna jatuh dari tangga?" tanya Anna membuat Jevano heran.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Honeymoon

    Anna menggelengkan kepalanya, lalu mengulas senyumannya sepanjang perjalanan menuju hotel yang sudah dipesankan oleh Gio kemarin. Wanita itu menjatuhkan tubuh mungilnya pada kasur yang cukup luas untuk dirinya dan sang suami. Sedangkan Jevano memilih untuk memesan makanan melalui pelayanan kamar karena hari sudah cukup malam dan belum sempat untuk makan tadi. Anna yang merasa tubuhnya cukup panas itu beranjak pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Matanya terbelalak ketika melihat sang suami yang sedang menghadap ke arahnya. Wanita itu keluar kembali, berdiri di samping Jevano dengan rasa terkejutnya. "Mas kok ini kamar mandinya transparan sih?" tanyanya heran. Jevano mengerdikkan bahunya, "mas juga gak tau Sayang. Orang Mas juga baru aja ke sini." Anna menatap suaminya curiga. Jevano yang sadar akan hal itu langsung mengangkat kedua jariny

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-29
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Mual-mual

    Jevano duduk pada tepian kasur heran melihat sang istri tiba-tiba menangis seperti sekarang. "Sayang mas kenapa?" tanya Jevano. "Maafin Anna ya!" ungkap Anna lalu memeluk suaminya dengan erat. "Kenapa emangnya Sayang?" tanya Jevano lagi. Anna mendongak dengan wajah gemasnya, "anna udah nyusahin Mas, manja sama Mas, padahal Mas juga banyak kerjaan." Jevano malah mencium bibir istrinya, laki-laki itu membenarkan rambut poni sang istri dengan senyumannya, "kenapa harus minta maaf? Mas sama sekali gak pernah keberatan mau bagaimanapun kamu." "Bohong," timpal Anna. "Kok bohong? Emang Mas keliatan bohong sekarang?" tanyanya dengan tatapan lekat pada Anna. Jevano menghela napasnya, "mas harus kayak gimana biar kamu percaya?" tanyanya.

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-30
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Trimester pertama

    "Mas!!" protes Anna pelan namun penuh dengan penekanan pada suaminya. Jevano hanya terkekeh begitupun dengan Dokter kandungan yang melihat wajah memerah Anna. "Tidak usah malu, hal ini sudah biasa dibicarakan kok. Tapi disarankan untuk tidak melakukannya selama trimester pertama, apalagi ini untuk kehamilan pertama untuk Mbak Anna. Kalaupun misalnya tetap menginginkan usahakan untuk tidak terlalu sering ya!" pesan Dokter kandungannya. Anna hanya manggut-manggut paham begitupun dengan Jevano. Sepulang dari rumah sakit, Jevano kembali merasakan mual yang cukup kuat hingga dirinya harus berlari ke kamar mandi. Gio yang melihatnya pun ikut merasa heran dengan atasannya. "Mbak emangnya Pak Jevano kenapa?" tanya Gio pada Anna yang memijat leher suaminya di kamar mandi. "Dia kebagian mual karena anaknya, Gi," jawab Anna. "HAH? Anak? Maksudnya Mbak-" Anna mengangguk, "do'ain semoga lancar

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-31
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Mual yang Parah

    "Intinya, saya punya bukti bahwa hubungan kita berdua itu sudah tidak sehat. Saya juga tidak mau membeberkan sesuatu yang menjadi rahasia orang lain. Lebih baik kalian cari tau sendiri," jawab Jevano lalu masuk ke kantornya. Siangnya, Bi Ani mengabarkan bahwa Anna sedang muntah-muntah parah sekarang. Hingga Jevano langsung pergi begitu saja dan menyerahkan kembali pekerjaannya pada sang ayah sementara waktu. Dengan cepat ia kemudikan mobilnya menuju rumah yang memang tidak terlalu jauh jika tidak padat kendaraan. Hanya dengan beberapa menit saja, Jevano sudah sampai ke rumah. Laki-laki itu berlari masuk, menghampiri sang istri yang sudah terkapar lemah di tempat tidur kamar bawah. Kamar itu memang tidak terlalu besar dibandingkan dengan kamar Jevano yang berada di lantai atas. Hanya sana, laki-laki itu tidak ingin menanggung resiko dengan kehamilan istrinya. Jevano duduk pada tepian kasur di samping

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-01
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Rujak Tengah Malam

    Jevano membaca berkas yang diberikan sekretarisnya, lalu menandatangani surat pengalihan nama itu. Gio memilih pamit setelah berbicara tentang pekerjaan di Perusahaan yang cukup teratasi oleh Ayah atasannya. Bahkan sang ayah juga berpesan untuk tidak mengkhawatirkan pekerjaan di kantor dan memintanya untuk fokus pada kehamilan sang istri yang memang sedikit sulit untuk ditinggal bepergian jauh dan lama. Walaupun ada Bi Ani yang menemaninya, tidak mungkin juga Jevano hanya mengandalkan tenaga wanita yang hampir sebaya dengan sang ayah untuk menangani Anna yang sedikit-sedikit merasa mual bahkan muntah berkali-kali. Malamnya, Jevano baru saja turun dari ruang kerjanya. Laki-laki itu langsung masuk ke kamar mencari sang istri yang sudah tidak ada di dapur maupun ruang tengah. Netranya mencari keberadaan wanita cantik itu. Ia bernapas lega ketika melihat sang istri yang terlihat

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-02
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Perhatian Sang Suami

    Gadis itu langsung pamit setelah menyerahkan dokumen untuk Jevano. Apalagi setelah atasannya sudah memasang wajah sinisnya. Anna terkekeh ketika suaminya duduk kembali di sampingnya. Jevano sontak menoleh padanya lalu bertanya, "kenapa?" "Mas serem banget kalau sama karyawan, sama Aku malah kayak bayi," ledek Anna. "Kalau sama karyawan kayak begitu mereka gak bakal pernah bener kerjanya nanti. Atasan kan harus punya wibawa, Sayang," jelasnya. Anna manggut-manggut paham maksud suaminya, "bukan begitu Mas. Emang atasan itu harus punya wibawa tapi kan gak nyebelin gitu juga. Nanti kalau pada resign gimana?" tanyanya. "Buktinya mereka betah tuh," timpal Jevano. "Ya udah lah gimana Mas aja," ungkap Anna sudah lelah untuk berbicara dengan suaminya. Jevano menoleh pada istrinya yang kini terdiam dan tidak mau menyangkal lagi ucapannya. Laki-laki itu dengan man

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-03
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Kembalinya Sang Ayah

    Anna menjawab kemauannya, sontak membuat Jevano terbelalak. Dia saja yang belajar memasak dan menyukai banyak masakan sudah kebingungan dengan masakan yang melibatkan banyak rempah itu. Bagaimana dengan sekretarisnya yang bahkan tidak menyukai banyak masakan, bahkan bumbu dapur saja sepertinya tidak tahu. Pasalnya Jevano tahu jika sekretarisnya itu sering kali dikirim masakan ibunya yang hanya berbeda kota saja. Tapi berhubung melihat sang istri yang terlihat begitu menginginkannya. Jevano mengiyakan kemauannya lalu menanyakannya pada Gio untuk ketersediaannya. Reaksi Gio pun tidak kalah terkejutnya dari Jevano tadi. Namun, laki-laki itu juga tidak tega ketika melihat Anna memohon padanya. Gio menghela napasnya lalu mengangguk setuju dengan syarat dia akan memasak dengan petunjuk dari Ibunya yang akan ia hubungi nanti. Kebetulan memang ibunya gio ini pem

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-04
  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Bersyukur

    "Beneran Mas?" tanya Anna dianggukinya dengan cepat. "Ya udah Mas hati-hati ya!" laki-laki itu kembali mengangguk lalu pamit pergi ke supermarket setelah mengecup pipi sang istri. Beberapa menit kemudian, Jevano baru saja kembali dari supermarket di dekat rumah. Laki-laki itu merogoh ponselnya setelah berdering cukup lama. "Kenapa Gi?" tanya Jevano setelah mengangkat panggilan dari sekretarisnya itu. "Pak untuk saat ini sepertinya lebih baik Bapak sama Mbak Anna jangan ke Perusahaan dulu," ungkapnya membuat Jevano menautkan alisnya heran. "Memang kenapa?" tanya Jevano. "Bapak bisa liat video yang sedang beredar di sosial media sekarang," jawab Gio lalu mengirimkan video singkat tentang ayah mertuanya. Jevano mengerutkan keningnya, tangannya mengepal kuat. Laki-laki itu langsung masuk ke rumah dengan wajah kesalnya. Anna yang sadar akan perubahan ekspresi

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-05

Bab terbaru

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Manja Pada Anna

    Tidak lama setelah itu, Rezkiano juga sudah kembali dan menyelesaikan semua pelajaran yang diikutinya hari ini. Dengan senyumannya yang merekahnya, ia berlari pada sang ayah sembari memanggilnya. Sontak ibu-ibu yang sempat menyebutnya sebagai supir tadi menoleh terkejut, "jadi kamu ayahnya?" "Aduh maaf ya Pak! Saya kurang tau soalnya," ungkapnya. Jevano tersenyum dengan anggukannya, "iya Bu, tidak apa-apa. Kalau gitu saya pamit duluan." Ibu itu mengangguk dengan senyumannya. Sesampainya di rumah, Jevano memeluk istrinya yang sedang duduk di ruang tengah sembari memakan buah potong yang disediakan Bi Ani. Semenjak rasa mualnya parah pagi tadi, Anna memilih untuk diam di ruang tengah. Apalagi sembari menunggu anak dan suaminya datang. Wanita itu terkekeh ketika sang suami dan anaknya berebutan ingin memeluk ibu hamil ini, "kalian bisa gak sih akur sebentar. Kayaknya akurnya kalau gak ada Ibu ya?" Jevano dan anaknya

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Kembali Mengantar Sang Anak

    Anna menggelengkan kepala dengan tangisannya, ia sudah tidak kuat menahan rasa mual yang terasa kuat pagi ini. Setelah merasa baikan, Jevano memapah istrinya untuk sekedar duduk di tepian kasur. Sembari menatapnya lekat, ia bersimpuh di hadapan istrinya. "Kamu yakin gak mau sesuatu?" tanya Jevano lagi. Anna menggelengkan kepalanya, "anna kan baru aja bangun tidur. Barusan juga kebangun gara-gara mualnya Mas." "Ya ampun... Kalau gitu Mas bawain dulu air hangat ya! Kamu tunggu sini," pinta Jevano beranjak dari kamar. Ia tuangkan air hangat lalu kembali ke kamarnya, membantu Anna untuk minum agar lebih lega rasa mualnya. "Tidur lagi aja ya! Nanti sarapannya dimasak Bi Ani aja. Kamu istirahat aja kalau mual," ucap Jevano. Jevano baru saja akan beranjak untuk membangunkan anaknya, namun tangannya segera ditahan oleh Anna. "Kenapa Sayang?" tanya Jevano. "Mas mau kemana?" tanya Anna.

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Menjadi Ayah yang Baik

    Jevano menggelengkan kepalanya, "enggak Sayang." "Terus kenapa itu mulut anaknya ditutup segala?" tanya Anna. Jevano sedikit menggeser posisi kursinya, menghadap sang istri dengan tatapan lembutnya, "nanti Mas yang cerita." "Beneran?" Jevano mengangguk, "nanti habis makan siang ya!" Anna hanya mengangguk setelahnya. Makan siang susah selesai, Anna juga sudah membereskan kembali piring-piring yang kotor tadi, berikut dengan Rezkiano yang sudah bermain bersama sang ayah di ruang tengah. Anna datang menghampiri keduanya, "kayaknya kalian emang harus main bareng terus biar akur. Dibanding kalau salah satu deketan sama aku, satunya merajuk." Jevano terkekeh mendengarnya, "bang, ibu marah tuh!" "Ya kan Ayah yang suka manja sama Ibu," Anna terkekeh mendengarnya apalagi ketika melihat ekspresi sang suami pada anaknya. S

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Memutus Hubungan

    Jevano menoleh pada pria paru baya yang ada di dekatnya, sedangkan Rezkiano malah bersembunyi dibalik kaki sang ayah, "ayah itu yang kemarin mau culik ibu." Laki-laki itu menatap sinis orang tua istrinya. Ia berjongkok menghadap sang anak, memintanya untuk masuk ke kelas lebih dulu. Setelahnya, Jevano meminta Ayah anna untuk mengikutinya, menuju bangku taman yang sedikit lebih jauh dari taman kanak-kanak anaknya. "Mau ada urusan apalagi?" tanya Jevano. "Jev, Ayah cuman mau tau siapa nama dia," jawab Ayah anna. "Untuk apa? Saya sudah tidak mau ada sangkut paut apapun sama kamu," ucap Jevano. "Bagaimanapun Ayah tetap kakeknya, Jev," Jevano malah menyeringai, "kakek? Kakek yang bagaimana maksudnya?" "Yang tega bunuh besannya sendiri? Yang tega bikin ibunya keguguran? Yang tega kasih obat perangsang buat menantunya, biar rumah tangga anaknya hancur?" "Yang mana?" tanya Jevano mencerca. "T

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Mengandung Kembali

    Dokter itu malah tersenyum, "selamat ya Pak, Bu."Jevano menautkan alisnya bingung, "dok... masa istri saya sakit dokter malah bilang selamat." Dokter itu terkekeh pelan, "saya belum selesai bicara Pak," jawabnya.Anna menahan senyumannya melihat ekspresi malu sang suami. Wanita itu kembali bertanya tentang keadaannya. "Ibu Anna positif hamil, usia kandungannya baru 5 minggu. Jadi harus dijaga dengan ekstra hati-hati ya!" pesan dokternya. Anna dan Jevano saling menoleh, keduanya memang merencanakan untuk menambah anak. Tapi tidak menyangka, Anna akan hamil secepat ini. Ucapan selamat dari dokter itu membuat Anna mengangguk dengan senyumannya. Setelah pemeriksaan selesai, Anna berjalan menuju apotek untuk menebus obat dan vitamin yang diresepkan dokternya. Apalagi Anna sedang berada di fase mual. Anna menoleh pada suaminya yang sejak tadi terdiam. Pikirannya begitu jauh hingga ia tidak berani berbicara deng

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Sakit Yang Berkelanjutan

    Anna menggelengkan kepalanya, "gak usah Mas. Anna mau istirahat aja dulu, nanti kalau masih gak enak, mau." "Ya udah pulangnya diantar aja ya!" tawar Jevano. Baru saja Anna membuka mulutnya, Jevano langsung menyela, "mas gak terima penolakan."Anna mengulas senyuman, "iya kalau gitu boleh." Setelah menikmati makan siang, Jevano langsung mengantar istri dan anaknya lebih dulu. Laki-laki itu berpesan pada Bi Ani untuk menjaga istrinya. Begitupun pada sang anak, untuk segera memberitahunya jika terjadi sesuatu. "Rezki tau kan nomor Ayah?" tanya Jevano sebelum kembali berangkat. Rezki mengangguk mengiyakan dengan senyumannya. Jevano kembali ke Perusahaannya, sekalipun dirinya masih terus kepikiran sang istri yang tiba-tiba sakit tadi. Laki-laki itu berpikir bahwa mungkin karena ayahnya kembali, Anna menjadi banyak pikiran dengan rasa takut yang kembali menghantuinya. Setibanya di Perusahaan, Gio sudah menungg

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Menghapus Segala Hubungan

    Jevano yang sedang menuntun anaknya itu menoleh pada sang istri yang terdiam dan menghentikan langkahnya, "sayang kenapa malah melamun gitu sih?" Anna menoleh pada suaminya, ia masukkan kembali ponselnya lalu berjalan dengan senyuman menghampiri suami dan anaknya. "Gak ada Mas. Yuk!" ajaknya sembari menggandeng tangan sang suami. Jevano hanya mengangguk mengiyakan, laki-laki itu sebenarnya tahu ada yang terjadi dengan istrinya. Namun sekarang yang terpenting adalah menikmati makan siang bersama sang anak. Rezkiano memesan beberapa makanan yang disukainya, hingga Anna menegurnya untuk tidak serakah. Di sela-sela makan siangnya, panggilan masuk terus-menerus pada ponsel Anna membuatnya sedikit risih. Begitupun dengan Jevano yang terus meliriknya. "Udah kamu angkat dulu aja," pungkas Jevano. "Nomornya gak dikenal Mas," "Siapa tau penting Sayang, makanya dia telepon terus," timpal kembali sang suami.

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Kembalinya Sang Ayah

    Wanita itu tadinya akan masuk ke mobil namun tangannya ditahan oleh seseorang yang menyapanya. "Tolong jangan pergi dulu! Ayah mau bicara sama kamu," ucap pria paru baya itu. Anna sedikit ketakutan padanya, kekejaman yang dilakukannya kembali terngiang di kepala anna. Sedangkan tangannya masih berusaha menggenggam kuat tangan sang anak. Taksi saja sudah kembali ditutup oleh Anna dan pergi begitu saja. Ayahnya sempat menarik Anna untuk berbicara sebentar dengannya. Namun Rezkiano dengan ketakutannya berteriak hingga beberapa ibu-ibu yang masih di sekolahnya itu keluar dan mencegah pria yang tidak dikenal oleh Rezkiano sendiri. Anak itu menangis hingga ibu-ibu juga mencegah dan memarahi Ayah Anna hingga mengancamnya untuk dibawa ke kantor polisi. Dengan dandanan selusuh itu, bagaimana ada yang percaya jika itu adalah ayah dari anna sendiri. Ayahnya kembali pergi, apalagi sudah ada petugas keamanan menghampirinya. Ia

  • Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin   Suami dan Anak Laki-laki

    "Mas cuman pengen kamu selalu bahagia sekalipun gak direpotin sama Mas," jawabnya. Anna mengulas senyumannya, lalu memeluk sang suami, "makasih ya Mas." "Kok kamu malah bilang makasih? Kan harusnya Mas yang bilang kayak gitu," tanya Jevano. Anna mendongak pada suaminya, "ya gak apa-apa. Kan Mas udah selalu mengusahakan apapun untuk aku." Jevano mengecup istrinya dengan senyuman, "mas sayang sama kamu." Suara ketukan pintu dengan teriakan dari Rezkiano membuat Jevano kembali menghela napas. Anna terkekeh, "udah deh gak usah merajuk lagi gitu." "Ya abisnya anak kamu heran, romantis sebentar aja Mas sama kamu susah banget," pungkasnya. "Udah yuk ah! Nanti anaknya gedor-gedor lagi," ajak Anna menarik tangan suaminya keluar dari kamar. Rezkiano melipat kedua tangannya sembari duduk di meja makan, "ibu sama ayah lama banget. Katanya tadi takut terlambat, tapi kalau udah berduaan lama," protesnya.

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status