Home / Fantasi / Tabib Sakti Tak Terkalahkan / Bab 68. Membangkitkan tenaga dalam.

Share

Bab 68. Membangkitkan tenaga dalam.

Author: Zayn Z
last update Last Updated: 2024-11-11 16:40:38

Bab 68. Membangkitkan tenaga dalam.

Shizi dibawa oleh Tang San ke sebuah puncak bukit yang berada tak jauh dari kawasan pemukiman prajuritnya.

“ Tempat ini paling cocok untuk membuka tenaga dalammu, apa kau siap?” Tanya Tang San dengan serius.

“ Aku siap, jenderal!” Jawab Shizi tanpa ragu.

“ Kau sudah mempelajari kitab yang diberikan oleh istriku?” Tanya Tang San kembali.

“ Sudah, jenderal!” Jawab Shizi cepat.

Tang San menganggukan kepalanya lalu berkata kembali.

“ Baiklah kalau begitu kau bisa memulainya!” Ujarnya kembali.

Shizi kemudian duduk bersila di tanah, ia mengingat kembali apa yang telah dipelajari sebelumnya.

Tenaga dalam dapat dibangkitkan melalui latihan pernapasan, seperti pernapasan perut, pernapasan dada, dan pernapasan pundak. Latihan pernapasan ini bisa dilakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain.

Sambil duduk bersila, Shizi kemudian mengambil gerakan menghadapkan kedua telapak tangan dengan memberi jarak sekitar satu jengkal tangan, ia berkonsentrasi,mencoba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 69. Praktek.

    Bab 69. Praktek.Shizi menghembuskan nafas panjang perlahan, tampak udara yang dikeluarkannya berupa uap putih pekat.Keringat membasahi tubuhnya, bahkan pakaian di area punggungnya dan tangannya berwarna kuning karena keluarnya kotoran dari tubuhnya.Tang San mendekat ke arah Shizi, tampak dari raut wajahnya yang serius menunjukan banyak pertanyaan padanya.“ Katakan padaku, seberapa besar ukuran bola tenaga dalammu?” Tanya Tang San serius.Lanjutnya.” Biasanya besaran bola tenaga dalam seorang pemula hanya sebesar ibu jari tangan orang dewasa, melihat proses yang kau jalani aku yakin itu pasti lebih besar dari itu!” Jelasnya.Shizi berpikir sejenak untuk mengingat pengumpulan tenaga dalam yang dilakukannya.“ Jenderal, aku tidak begitu yakin dengan besar ukurannya, namun kukira itu sebesar kepalan tanganku dan bermuara di bawah perut.” “ Selain itu, bola tenaga dalamku kurasa memiliki akar di bagian bawahnya yang tersambung dengan satu titik di tulang ekor.” Jelas Shizi apa adanya

    Last Updated : 2024-11-12
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 70. Masalah.

    Bab 70. Masalah.Cen Du menyerahkan sebuah surat pada Shizi, ia membuka surat itu lalu membacanya dengan seksama.“ Tuan Cao Yongjing mengirimkan surat resmi ini agar kau segera kembali untuk melaksanakan pekerjaanmu di Bumen Istana dalam secepatnya.” Jelas Cen Du dengan enggan.Lanjutnya, “ tampaknya selain agar kau tidak ‘ditahan’ lebih lama lagi disini kemungkinan ada sesuatu yang terjadi di Bumen Istana dalam.” Ujarnya berpendapat.“ Aku paham, tuan. Lagipula aku telah menyelesaikan pekerjaanku disini.” Jawab Shizi kembali.“ Karena ini surat resmi maka segeralah bersiap, biar aku yang melaporkan hal ini pada Jenderal Tang San.” Ujar Cen Du kembali.“ Baiklah, tuan.” “ Tapi bisakah aku meminta tolong pada tuan?” Tanya Shizi.“ Apa itu?” Seru Cen Du penasaran.“ Tolong sampaikan permohonan maafku pada Nyonya Dian Ning karena belum bisa menemukan apa yang terjadi padanya.” “ Sebagai ucapan permohonan maafku aku telah membuatkan sesuatu untuk nyonya Ning yang mungkin bisa berguna u

    Last Updated : 2024-11-12
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 71. Istana dalam.

    Bab 71. Istana dalam.Shizi pergi menuju istana kerajaan, tentunya ia harus menuju kesana karena istana dalam letaknya berada di dalam kompleks istana kerajaan.Setelah masuk melalui gerbang utama istana ia kemudian berjalan menuju gerbang dalam sebelah barat untuk bisa menuju istana dalam.Tampak olehnya penjagaan masuk menuju istana dalam begitu ketat dimana setiap orang yang masuk kedalamnya diperiksa perizinannya dengan detail.“ Aku tabib Bumen Istana dalam yang baru.” Ujar Shizi sambil menunjukan lencana tabibnya dan gulungan yang dibawanya pada penjaga yang berjaga di pintu gerbang masuk.Seorang penjaga memeriksa surat yang dibawa Shizi, dari sana ia langsung berkata.” Tuan, silakan ikut aku.” Ujar sang penjaga yang memeriksa.Meski merasa aneh namun Shizi tak menolak permintaan sang penjaga, ia mengikutinya dan berjalan di belakangnya.Sang penjaga membawa Shizi ke sebuah kediaman yang memiliki banyak penjaga dan dayang. Bahkan ia melihat dua rombongan dayang istana berdiri d

    Last Updated : 2024-11-13
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 72. Bertemu.

    Bab 72. Bertemu.Pagi harinya.Shizi keluar dari klinik untuk menghirup udara segar setelah semalaman berjibaku membereskan bagian dalam klinik. Baru saja ia memijak halaman tampak seorang kasim telah berada di depan kliniknya.“ Salam tabib Shizi, namaku kasim Mo, aku ditugaskan oleh permaisuri untuk membantu tugasmu disini.” Ujarnya tanpa basa basi.Shizi menganggukan kepalanya tanda menerima hormatnya, dari sana ia pun angkat bicara.” Syukurlah, tadinya aku berpikir akan menjalani hari ini seorang diri, jika itu benar terjadi maka pastinya akan banyak membuang waktu yang ada.” Jawab Shizi yang membuat sang kasim keheranan.Shizi dengan cepat kembali masuk kedalam klinik, tak lama ia kembali menemui Kasim Mo sambil membawa secarik kertas yang ditulisnya.Shizi memberikan catatan tersebut kepada sang kasim.“ Ini rencana yang akan kulakukan hari ini, mohon bantuannya!” Seru Shizi dengan sopan.Kasim Mo tertegun melihat catatan yang dibuat Shizi, jelas sekali jika ia terkejut dengan i

    Last Updated : 2024-11-13
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 73. Racun.

    Bab 73. Racun.Shizi memilih mengalihkan tatapannya pada Zhun Yi dibanding menatap balik Wang Suyi, ia melakukan itu karena tahu betul kini pandangan semua orang terarah padanya.“ Tadi aku melihat para dayang selir ketiga membawa kembali makanannya, katanya itu diperintahkan oleh kau, apa benar?” Tanya Zhun Yi dengan nada gemulai namun dengan tatapan penuh intimidasi.“ Benar tuan.” Jawab Shizi dengan tenang.“ Kau juga yang memerintahkan untuk tidak memberikan obat yang kuresepkan pada selir ketiga, apa itu juga benar?” Tanyanya kembali.Zhun Yi menatap tajam pada Shizi,sorot matanya menunjukan ketidaksukaan yang besar padanya.” Siapa yang memberikanmu kualifikasi untuk melakukan itu? Apa kau lupa jika kau hanya seorang tabib tingkat delapan, tabib tingkat de-la-pan!” Seru Zhun Yi penuh penekanan dengan nada suara ditinggikan.Sontak hal itu membuat semua orang yang berada di area itu pandangannya tertuju pada mereka, sedikit keramaian saja sudah pasti menjadi bahan perhatian bagi p

    Last Updated : 2024-11-14
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 74. Bersihkan.

    Bab 74. Bersihkan.Shizi fokus kembali untuk menyembuhkan sang bayi, sedangkan selir kelima dan semua dayangnya terlihat kebingungan setelah mendengar kata kata Shizi. Mereka ingin bertanya lebih lanjut namun melihat Shizi lebih fokus pada penyembuhan bayi mereka pun urung melakukannya.Selir keempat angkat bicara.” Lalu bagaimana dengan putraku?” Tanyanya sambil menatap Shizi dan tabib Zhun Yi serta tabib wanita yang bersamanya.Zhun Yi yang tidak mau kehilangan muka lebih jauh lagi kemudian ia turun tangan, Wang Suyi pun dan beberapa tabib segera membantunya.Selir kelima menyerahkan bayi yang ada di pangkuannya pada Wang Suyi, dari sana Wang Suyi membaringkannya diatas ranjang.Bayi berbaring di ranjang, pada saat itu terjadi tangis bayi terdengar lebih keras dari sebelumnya, bahkan sang bayi sampai menangis tanpa suara.Tabib Zhun Yi segera memeriksanya dibantu Wang Suyi, tampak ada kerutan di kening mereka berdua yang jelas menunjukan tidak mengerti apa yang terjadi.Shizi menat

    Last Updated : 2024-11-15
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 75. Cemas.

    Bab 75. Cemas.Di halaman belakang kediaman selir keempat.Shizi sibuk membuat rebusan ramuan untuk kedua pangeran kecil. Mengingat usianya mereka berdua yang masih bayi maka ia pun hanya bisa memberikan keduanya obat melalui ibunya.Satu guci besar dan dua teko tanah liat kecil menjadi tempat untuk memasak ramuan obatnya. Dua teko tanah liat kecil itu tentunya untuk diminum selir keempat dan selir kelima, adapun ramuan yang direbus dalam guci besar adalah ramuan yang dibuat untuk para dayang.“ Ada yang bisa kubantu?” Tanya Wang Suyi pada Shizi yang sibuk mengipas bara api untuk memanaskan ramuan.Shizi menoleh ke arah sumber suara, tampak Wang Suyi lah yang berkata padanya.Belum sempat Shizi menjawab, Wang Suyi sudah mengambil sebuah kipas yang ada di tangan kiri Shizi, ia pun langsung mengambil sikap duduk dan mengipasi bara api yang digunakan untuk memanaskan ramuan.Shizi yang tidak bisa menolak akhirnya kembali melakukan tindakan serupa, kini keduanya mengipasi bara api tanpa a

    Last Updated : 2024-11-16
  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 76. Bandul.

    Bab 76. Bandul.Shizi mengawasi pembersihan tanaman yang ada di sekitaran kediaman kedua selir yang semuanya ditangani oleh dayang dan kasim yang dipanggil Kasim Mo, tanaman tanaman beracun tersebut kemudian ia minta dipindahkan ke halaman kliniknya untuk diperiksa lebih lanjut.“ Kasim Mo, nanti aku akan menata ulang halaman dan tanaman herbal yang digunakan di dalam dan di luar ruangan, apakah itu tidak apa?” Tanya Shizi serius.“ Tentu saja tidak masalah, bahkan aku sudah mendapat perintah dari selir keempat dan kelima termasuk permaisuri untuk itu semua.” Jawab Kasim Mo dengan tenang.Shizi terkejut mendengarnya.” Permaisuri? Bagaimana permaisuri….” Kasim Mo memberi tanda pada Shizi, gesturnya meminta Shizi untuk tidak bertanya lebih lanjut tentang itu.Kasim Mo kembali berkata.” Tabib Shizi, aku sudah memerintahkan orangku untuk mengawasi disini, jadi tabib tak perlu mengkhawatirkan situasi disini.” Ujar Kasim Mo mengalihkan perhatian.Shizi mengangguk paham, daripada meributka

    Last Updated : 2024-11-17

Latest chapter

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab. 192.

    Bab. 192. Shizi berjalan ke arah di mana Klan Li berada, yang ada di kepalanya saat ini adalah ibunya kemungkinan besar berada di dua tempat. Pertama, di Istana Kekaisaran dan jika tidak ada di sana maka kemungkinan ada di Kediaman Klan Li sendiri.“Aku tidak bisa langsung pergi menemui ayah, bisa-bisa terjadi keributan nantinya!” gumamnya pelan.Pemikirannya tersebut bukan tanpa alasan, dengan situasi yang terjadi saat ini pastinya dengan kemunculan dirinya akan banyak menimbulkan intrik di dalam Istana.Keputusannya untuk mendatangi Klan Li pun bukan tanpa alasan, Klan ayahnya mungkin bisa memberikan informasi lebih banyak dan juga bisa menerima kehadirannya.Tak membutuhkan waktu lama baginya untuk menemukan kediaman Klan Li. Shizi menoleh ke arah timur, tampak olehnya Istana Kekaisaran berdiri tegak tak jauh dari kediaman Klan Li.Shizi menghela nafas panjang, meski saat ini ia ingin sekali bertemu ayahnya, namun, ia merasa waktunya belumlah tepat.Ia mengalihkan pandangannya

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab. 191. Kekaisaran Langit.

    Bab. 191. Kekaisaran Langit.Shizi, Fu Tong dan Jin Hua tiba di Kota Li, Kota yang menjadi Ibukota Kekaisaran. Mereka muncul di Portal Teleportasi yang ada di dalam Sekte Langit Emas yang berada di sebelah selatan Ibukota.Kedatangan mereka langsung disambut seorang Tetua yang berjaga di sana, tampak ia menunjukan keheranannya saat melihat Fu Tong datang hanya berdua dengan Jin Hua dan seorang yang asing di matanya.“Salam Tetua Cu,” ucap Fu Tong dan Jin Hua serempak sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat.“Kenapa kalian kembali hanya berdua saja? Lalu siapa dia?” tanya Tetua Cu sambil melirik pada Shizi.“Dia rekan seperjalananku, adapun anggota kelompokku yang lain telah … tewas,” jawab Fu Tong dengan lirih.Tetua Cu tertegun mendengar jawaban Fu Tong.“Fu Tong melanjutkan, “Aku tak bisa menceritakannya sekarang, yang utama saat ini adalah aku perlu bertemu dengan Master Sekte sesegera mungkin!” ujarnya dengan serius.Tetua Cu mengangguk paham, setelahnya Shizi pun an

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab. 190.

    Bab. 190.Shizi, Fu Tong dan Jin Hua tiba di Kota Zhen, Kota besar yang dulunya menjadi Ibukota Kerajaan Turk. Tampak olehnya keramaian kota tersebut yang mana sepenglihatannya Kota Zhen menjadi pusat berdirinya banyak sekte aliran putih.Dengan token yang ditunjukan Fu Tong pada sang penjaga gerbang membuat mereka dengan mudah melenggang masuk ke dalam kota.“Tampaknya Sekte Langit Emas mendapat perhatian khusus dari Kekaisaran, “ ujar Shizi dengan santai.“ Ya, kau benar. Sebagai salah satu sekte terbesar yang menopang Kekaisaran Langit membuat pihak Kekaisaran memberikan perhatian Sekte kami,“ jawab Jin Hua tidak menyangkal.“ Lalu bagaimana tanggapan Sekte kalian dengan situasi yang terjadi pada saat ini”? tanya Shizi dengan tenang.Fu Tong dan Jin Hua tahu arah tujuan pembicaraan Shizi yang menyangkut pada kekisruhan yang terjadi antara aliran hitam dan aliran putih.Fu Tong mendekatkan dirinya pada Shizi lalu berkata sambil sedikit berbisik, “ Lima Sekte aliran putih terkuat d

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 189.

    Bab 189.Shizi, Fu Tong dan Jin Hua duduk bersama mengelilingi masakan yang dibuat Shizi, tampak mereka berdua begitu menikmati makanan yang dibuat Shizi itu.“ Ini sup daging apa? Rasanya begitu enak! Dan setiap daging yang kumakan mengisi kembali energi di tubuhku!” seru Jin Hua sambil terus menyuapkan sup daging ke dalam mulutnya.“ Jangan bicara ketika makan, nikmati dan habiskan saja, buat dirimu kenyang,” ujar Shizi penuh penekanan.Shizi dengan tenang memakan masakan buatannya, Jin Hua yang diberi peringatan oleh Shizi hanya bisa tersenyum setelahnya.“ Dia ini sangat tegas dan berprinsip, makan saja harus mengedepankan tata krama.” "Benar-benar tidak seperti orang biasa," batin Jin Hua sambil terus menikmati masakan Shizi.Fu Tong yang duduk di sebelah Jin Hua juga menikmati masakan Shizi dengan sangat lahap. Setelah makanan di mangkuk mereka habis tak bersisa, Fu Tong pun angkat bicara. "Shizi, masakanmu benar-benar lezat! Aku belum pernah makan masakan yang seperti ini s

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 187.

    Bab 187.Kedua orang yang diselamatkan Shizi terlihat tertidur dalam kolam obat Shizi. Sementara itu, Shizi sendiri telah menyelesaikan proses pemotongan Beast Kadal Pasir untuk mengambil bahan berharganya.“Sudah kuduga, ternyata pasirnya beracun!” ujarnya pelan.Shizi kemudian mengambil potongan utuh kepala Beast Kadal Pasir tersebut, ia kemudian menempatkan masing-masing kepala Beast tersebut ke dalam bak obatnya.Setengah batang dupa berlalu.Sang wanita bangun dari tidurnya, perlahan matanya terbuka. Wajahnya seketika memucat saat melihat apa yang ada di hadapan wajahnya.“ Kyaaaaa!” teriaknya dengan keras.Shizi menatap santai sang wanita, sedangkan sang pria terbangun dari tidurnya karena jeritan tersebut.Wajah sang pria berubah buruk seketika, bagaimana tidak? Hal yang pertama kali dilihatnya adalah Kepala Beast Kadal Pasir yang menyembul dari dalam air.“Jangan terkejut, itu bagian dari pengobatan kalian,” ucap Shizi dengan santai.“ Bagaimana mungkin hal seperti ini bagia

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 187.

    Bab 187.Shizi memasuki kawasan padang pasir yang menjadi jalan utama menuju Kota Zhen, salah satu Kota yang harus dilalùinya untuk mencapai Ibukota Kekaisaran Langit.“ Jika tidak salah dulunya tempat ini adalah wilayah Kerajaan Turk. Namun, setelah Kerajaan Turk kalah dan menghilang dari sejarah, sisa orangnya kini mengabdikan diri pada Kekaisaran Langit dan ibukotanya menjadi salah satu Kota Kekaisaran,” gumam Shizi.Setelah satu hari perjalanan, Shizi tiba di tengah gurun pasir, tampak badai pasir mulai menyelimuti area tersebut.“Hmm…itu….” Dari kejauhan ia melihat ada pertarungan yang terjadi dua orang melawan beberapa Beast Kadal Pasir.“Dua mati dan dua lainnya terluka parah,” ujar Shizi sambil mengamati dari posisinya.Shizi memunculkan aura ranahnya, garis energi berwarna ungu melindungi tubuhnya itu.Dengan cepat ia memasuki badai pasir lalu menuju tempat pertarungan berlangsung.Seekor Beast kadal pasir yang sedang melancarkan serangan pada kedua orang tersebut langsung

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 186.Kultus Mowang.

    Bab 186.Kultus Mowang. Shizi pergi dari kota setelah menyaksikan perjanjian antara Sekte Kalajengking Hitam dengan Kota yang dipimpin Ryu Jin tersebut. Tentunya ia pergi tidak dengan tangan kosong karena Ryu Jin memberikannya surat rekomendasi dan sebuah token khusus Kekaisaran. Dari token itu pula Shizi mengetahui jika Ryu Jin ternyata adalah seorang Tuan Muda yang berasal dari Klan Ryu yang ada di Kekaisaran Langit dan Tetua Muda dari Sekte Langit Emas, salah satu Sekte Aliran Putih yang ada di Ibukota Kekaisaran. “ Pantas saja Ryu Jin sangat berpikiran terbuka, ternyata ia memiliki sahabat yang menjalankan kultivasi kegelapan juga.” “ Meski hal ini pasti bertentangan dengan sikap sektenya, tapi ia mengesampingkan itu semua demi janji pada sahabatnya itu.” “ Orang yang cukup menarik,” ujar Shizi bermonolog. Belum jauh ia berjalan, ia menghentikan langkahnya. Dari sana ia menoleh ke belakang. Tampak dua orang sedang menuju ke arahnya dengan cepat. Setelah beberapa saat, ia

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 185.

    Bab 185.Shizi memperhatikan perbincangan yang Ryu Jin dan Xie Chong lakukan setelah kesepakatan dibuat, tampak di mereka dengan serius membahas tentang Kekaisaran dan Sekte aliran hitam yang tumbuh cepat bagai rumput liar di wilayah Kekaisaran Langit.Hal itu juga yang menarik perhatian Shizi di mana ia ingin tahu sejauh mana masalah yang terjadi diantara kedua kubu tersebut.“ Tuan Walikota, agar kau tahu, Xie Chong ini belum lama menjadi Master Sekte Kalajengking, karena sejatinya Sekte milikku ini anggotanya merupakan gabungan dari Sekte kecil yang pemimpinnya aku kalahkan.” “Kenapa aku melakukan itu… tentu saja karena aku tidak suka dengan penyimpangan yang dilakukan oleh sekte-sekte tersebut,” jelas Xie Chong tanpa ragu.“ Penyimpangan? Apa itu?” tanya Ryu Jin penasaran.Shizi menarik nafas panjang, setelahnya ia pun ikut angkat bicara, ”Cultivator Kegelapan selalu dianggap sesat karena diyakini sebagai teknik peningkatan kekuatan yang menghalalkan segala macam cara dan beraf

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 184.

    Bab 184.Ryu Jin terkejut melihat puluhan orang yang menggunakan jubah berlambang Kalajengking Hitam berdiri di depan gerbang Balai Kota. Ia tidak bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi."Bagaimana mereka bisa tiba di sini?" tanya Ryu Jin kepada Shizi dengan nada yang penasaran.Shizi tidak menjawab, ia hanya menatap Ryu Jin dengan mata yang dingin.Ryu Jin kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah Shizi."Baiklah, aku akan mempercayai kau," kata Ryu Jin."Bantu aku dalam perundingan ini,” ucapnya penuh arti.Shizi mengangguk, ia kemudian berjalan ke arah pintu." Mari kita pergi menemui mereka," kata Shizi.Ryu Jin mengikuti Shizi, mereka berdua keluar dari ruangan dan menuju ke arah gerbang Balai Kota.Saat mereka tiba di gerbang, Ryu Jin melihat puluhan orang yang menggunakan jubah berlambang Kalajengking Hitam masih berdiri di sana.Salah satu dari mereka melangkah ke depan, ia adalah seorang laki-laki yang memiliki wajah yang dingin dan mata yang tajam.Sementara

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status