Share

Chapter 70

Penulis: MISTERIOUS
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-05 14:32:06

Saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala, Xuan Li berjalan mendekati Zhao Yun dan Liu Ying yang berdiri di pintu gerbang desa. Udara sore terasa sejuk, membawa aroma tanah lembap dan bunga liar. Mata mereka penuh haru, menyadari bahwa tamu yang telah menjadi bagian dari kehidupan desa itu akan pergi.

“Ini untuk kalian,” ujar Xuan Li sambil menyerahkan sekantong kecil uang. Cahaya jingga dari matahari senja memantulkan kilauan dari logam perak yang ada di dalamnya.

“Tuan Wu Yu, ini terlalu banyak,” kata Liu Ying, suara wanita itu penuh rasa terima kasih bercampur penolakan. “Kami tidak bisa menerimanya.”

“Tolong terima,” kata Xuan Li dengan lembut namun tegas. “Anggap ini sebagai ungkapan terima kasihku. Aku berutang banyak pada kalian.”

Zhao Yun mengangguk pelan, menerima kantong itu dengan kedua tangan. “Terima kasih, Tuan Wu Yu. Desa ini tak akan pernah melupakan kebaikanmu.”

Xuan Li hanya tersenyum kecil, lalu menunduk hormat sebelum membalikkan tubuhnya. Meski berat meninggal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin mantap
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 71

    Yan Yue dan Lin Gong akhirnya menghentikan perkelahian mereka setelah mendengar teriakan penuh energi spiritual dari Xuan Li. Mereka melayang turun dengan anggun, tetapi suasana tetap tegang. Keduanya saling melirik tajam, seperti dua anak kecil yang bersikeras tak mau mengalah. Lin Gong mengangkat dagunya dengan sikap arogan, sementara Yan Yue memalingkan wajahnya, menunjukkan ketidaksukaan yang jelas.Xuan Li, yang berdiri di antara mereka, hanya bisa menghela napas panjang. Ia menyadari bahwa pertengkaran itu tak akan selesai jika salah satu dari mereka tidak mengambil inisiatif untuk berdamai. Dengan tenang, ia merogoh sakunya dan mengeluarkan pil darah beracun yang menjadi penyebab semua ini. Cahaya kehijauan dari pil itu bersinar redup di bawah sinar bulan, memancarkan aura dingin yang bertolak belakang dengan kehebohan sebelumnya."Yan Yue," kata Xuan Li dengan suara tenang namun tegas. Ia mengangkat pil itu, membuat mata Yan Yue langsung terpaku pada benda kecil tersebut. "I

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-05
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 72

    Udara semakin panas, seperti api tak terlihat yang menyelimuti Xuan Li dan Lin Gong. Tanah di bawah kaki mereka mulai mengering dan retak, seolah-olah terbakar oleh suhu yang meningkat drastis. Hawa panas itu terasa menekan, membuat siapa pun yang lemah mungkin akan jatuh berlutut hanya untuk bernapas.Xuan Li menyipitkan matanya, pandangannya tertuju ke kejauhan."Ada sesuatu di sana," gumamnya pelan, nadanya penuh kewaspadaan.Sementara itu, Lin Gong terlihat gelisah. Naluri naga di dalam dirinya seperti berteriak, memintanya untuk menyelidiki. Mata peraknya memantulkan kilauan cahaya saat ia mendongak ke langit yang tiba-tiba diwarnai oleh ledakan energi. Di kejauhan, dua bayangan besar terlihat bertarung sengit, menciptakan gelombang energi yang mengguncang udara dan menggugurkan dedaunan di sekitar mereka.“Ini bukan sembarang pertempuran,” ujar Lin Gong, nadanya penuh antusiasme. “Aku harus tahu apa yang terjadi!”Sebelum Xuan Li sempat mencegahnya, Lin Gong sudah berubah ke be

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-06
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 73

    Langkah Lin Gong terlihat ringan, hampir melompat-lompat seperti kijang kecil yang baru dilepas ke padang rumput. Rambutnya yang panjang sedikit berantakan oleh angin, namun ia sama sekali tak peduli. Matanya berbinar penuh antusiasme, menyapu setiap sudut hutan yang mereka lalui. Bau dedaunan basah bercampur aroma tanah menyegarkan penciumannya, namun perhatian Lin Gong terfokus pada aura samar yang terasa familiar.“Kita semakin dekat! Aku bisa merasakannya!” seru Lin Gong, suaranya menggema di antara pepohonan. “Wu Yu, kau harus percaya instingku kali ini!”Xuan Li, yang berjalan beberapa langkah di belakangnya, tidak menanggapi. Pandangannya tetap tenang, hampir malas, meski matanya sesekali menyapu sekitar dengan waspada. Ia bukan tipe yang mudah terbawa suasana seperti Lin Gong. Bagi Xuan Li, tindakan berlebihan seperti itu hanya membuang-buang energi.“Jika kau salah lagi, aku tidak akan segan meninggalkanmu,” gumam Xuan Li datar. Namun, ia tetap mengikutinya.Tiba-tiba, langk

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-06
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 74

    Keheningan yang sebelumnya menyelimuti hutan tiba-tiba terpecah ketika tanah bergetar hebat. Xuan Li, yang berdiri tegak di tepi formasi larangan, segera menyadari ancaman besar yang mendekat.Matanya yang tajam menatap ke arah deretan pepohonan, sementara di belakangnya Lin Gong sibuk memurnikan telur naga lima warna.“Jadi ini masalah yang datang,” gumam Xuan Li pelan namun tegas.Hembusan angin membawa aroma petir yang membakar udara, tanda kehadiran binatang roh dengan kekuatan luar biasa. Dari balik pepohonan, sesosok makhluk besar muncul. Wujudnya perpaduan antara kuda gagah dan harimau buas, dengan surai yang memancarkan kilatan petir.Bulu tubuhnya dihiasi garis-garis hitam dan oranye, tampak seperti api yang hidup, sementara matanya yang biru terang memancarkan ancaman mematikan. Makhluk itu menatap formasi larangan yang melindungi Lin Gong, mengeluarkan raungan rendah yang menggetarkan udara.Tanpa peringatan, ia melancarkan semburan energi bercampur petir, menghantam formas

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-06
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 75

    Saat aroma manis bunga persik semakin memenuhi udara, wanita itu mendekat perlahan, setiap langkahnya seolah membawa aliran energi yang menggoda. Gaunnya yang tipis berwarna merah muda melambai lembut, menonjolkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Xuan Li bisa merasakan hawa panas yang samar menyelinap di balik setiap gerakan wanita itu.Wanita itu berhenti tepat di hadapannya, jarak mereka hanya sejengkal. Matanya yang seperti bulan sabit menatap dalam ke mata Xuan Li, penuh dengan daya tarik yang menantang. Tangannya yang lentik bergerak, menyentuh pelan ujung pedang Xuan Li dengan jari telunjuknya."Pedang yang tajam... tapi, apakah kau tahu cara menggunakannya dengan benar?" katanya, suaranya rendah, hampir seperti bisikan yang memikat.Xuan Li tidak tergerak, meskipun pikirannya sempat terguncang sesaat. Ia menarik napas dalam-dalam, menenangkan aliran energinya yang sedikit bergetar.“Jika kau mencari kelemahanku dengan cara ini, kau akan kecewa,” balasnya dingin. Namun, pandanganny

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-06
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 76

    Kelopak bunga persik terus berputar di udara, menyelimuti Xuan Li dalam aura memikat yang semakin kuat. Wanita rubah, yang memperkenalkan dirinya dengan pesona yang mengguncang, tersenyum penuh kemenangan. "Kau tak akan bertahan lebih lama lagi," katanya, matanya bersinar seperti bulan perak.Namun, Xuan Li tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Sebaliknya, sebuah senyum tipis terukir di wajahnya. "Memang, pesonamu kuat. Tapi sayangnya, aku bukan pria yang mudah dijerat dengan ilusi atau keindahan semu."Pedang emasnya berkilau terang, tetapi kali ini ia tidak menyerang langsung. Sebagai seorang alkemis, Xuan Li tahu bahwa wanita ini lebih dari sekadar lawan biasa. Pesonanya berasal dari inti kekuatan rubah ekor sembilan yang legendaris, sebuah kekuatan yang tidak bisa dilawan hanya dengan serangan fisik.Xuan Li menggeser energinya, menyatukan esensi alkemis di tubuhnya. Dengan gerakan cepat, ia mengambil beberapa serbuk dari kantong dimensi di ikat pinggangnya. Serbuk itu mengand

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-07
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 77

    Langit yang terkoyak oleh retakan hukum alam perlahan kembali tenang. Awan-awan kelam yang mengelilingi fenomena itu mulai menghilang, seperti tirai kegelapan yang ditarik pergi. Cahaya mentari hangat menembus celah pepohonan, menyapu sisa-sisa aura kehancuran yang sempat membuat mereka semua tegang.Xuan Li berdiri tegak, tubuhnya terbungkus aura yang penuh dengan ketegasan. Nafas panjang dihela untuk menenangkan hati yang masih bergolak. Pandangannya tetap terfokus pada Lin Gong, yang aura lima warna yang sebelumnya membara di sekelilingnya kini memudar, meninggalkan kilauan lembut dari energi spiritual yang tercipta dari pencapaian besar yang baru saja diraihnya.“Syukurlah…” gumam Shu Shi, tangannya dengan cermat menyisir rambut peraknya yang sedikit berantakan.Walaupun ekspresinya tampak tenang, telinga rubahnya yang bergetar-gerak memberikan pertanda bahwa ia masih waspada terhadap apa yang mungkin terjadi selanjutnya.“Aku kira, kita akan menghadapi bencana yang lebih mengerik

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-07
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 78

    Xuan Li, Lin Gong, dan Shu Shi berjalan melewati kerumunan penduduk yang tampak sibuk berbincang. Suara obrolan mereka menarik perhatian, menyebut-nyebut kedatangan prajurit Kekaisaran Bulan Perak yang membawa undangan khusus."Katanya akan ada perlombaan besar-besaran untuk merayakan pesta pernikahan Putra Mahkota Xuan Yi!" seru seorang pria dengan antusias."Ya, hadiahnya juga luar biasa!" sahut lainnya. "Kaisar Xuan Huayin memang terkenal murah hati. Bahkan negara lain mengakui kehebatannya dalam memberi hadiah yang tidak main-main."Lin Gong mendengar itu dengan mata berbinar. "Perlombaan? Dan ada hadiah besar? Ini menarik!" katanya sambil tersenyum lebar.Shu Shi juga tampak tak kalah bersemangat. "Kita harus ikut! Siapa tahu ada sesuatu yang berharga di sana."Namun, bagi Xuan Li, kabar itu seperti duri yang menancap dalam di hatinya. Ia berusaha mengabaikan, tetapi kata-kata itu memukul sesuatu yang tersembunyi di dalam dirinya. Telinganya serasa panas, dan perlahan emosi yan

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-07

Bab terbaru

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 322

    Xuan Li tidak segera menjawab. Matanya tertutup, aliran energi spiritual masih berputar di sekujur tubuhnya. Beberapa saat kemudian, ia menarik satu pil dari dalam cincin penyimpan. Pil itu mengeluarkan aroma pahit dan dingin yang menyebar dengan cepat.Dengan satu gerakan cepat, ia menelan pil itu.Gelombang energi mengalir seperti ombak ke dalam meridian tubuhnya, mengisi retakan yang terbentuk setelah pertarungan mental di dalam formasi bayangan. Urat-urat spiritualnya yang sempat bergetar kembali stabil. Aura dingin di sekitarnya perlahan-lahan mereda.“Jangan panik. Aku masih hidup,” ucap Xuan Li akhirnya. Suaranya datar, tetapi tidak selemah sebelumnya.Qing Peng menghela napas lega. Ia menjatuhkan diri duduk di sampingnya. “Formasi itu... sangat menakutkan. Aku merasa hawa kematian masih tertinggal di tanah.”Xuan Li membuka matanya, dan sejenak pupilnya masih memantulkan bayangan dunia kelam tempat sebelumnya ia masuk. “Itu memang bukan formasi biasa. Itu bagian dari jaring

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 321

    Xuan Li menyipitkan mata. Energi di tempat ini begitu pekat dengan aura kematian dan penderitaan. Ribuan roh berkeliaran di sekitar formasi, terperangkap dalam siklus abadi yang mengerikan. Mereka berbisik dalam bahasa yang tidak bisa dipahami, namun isinya jelas: keputusasaan, kesakitan, dan kebencian."Kau benar-benar ingin menembus inti formasi ini?" suara Wu Hei terdengar di benaknya, dipenuhi nada skeptis."Jika tidak dihentikan sekarang, ritual ini akan selesai, dan kita akan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar." Xuan Li tetap tenang. "Aku tidak punya pilihan lain."Wu Hei terkekeh. "Kau tahu ribuan roh ini tidak akan membiarkanmu begitu saja, bukan?""Aku tahu. Karena itu, aku akan menggunakan kekuatan pengendalian jiwa untuk menekan mereka." Xuan Li menarik napas dalam-dalam, memusatkan kesadarannya. Ia merasakan gulungan pengendalian jiwa yang tersimpan dalam kesadarannya mulai bergetar, seakan merespons niatnya.Saat ia mulai merapal mantra kuno, cahaya biru keperakan

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 320

    Qing Peng langsung bersiaga. Napasnya sedikit tertahan, tubuhnya menegang. Ia melirik ke sekeliling, tetapi yang terlihat hanya reruntuhan sunyi dan bayangan yang merayap di balik rumah-rumah setengah roboh.Xuan Li tetap diam, sorot matanya tajam. Ia mengamati satu titik di ujung desa, tempat bayangan samar terlihat sekilas sebelum lenyap."Tuan, apakah itu... orang dari Alam Bayangan?" tanya Qing Peng dengan suara tertahan.Xuan Li tidak menjawab. Ia melangkah perlahan, menyelidiki energi yang meresap di udara.Bayangan itu kembali bergerak, lalu menghilang di balik bangunan yang nyaris ambruk.Seketika, Xuan Li berkelebat. Tubuhnya melesat bagai kilat, mendekati tempat bayangan itu menghilang. Qing Peng, meski ragu, segera mengikuti di belakangnya.Begitu tiba, Xuan Li menekan telapak tangannya ke tanah. Gelombang energi merambat dalam keheningan, menyapu setiap celah dan ruang tersembunyi di sekitar mereka.Rintihan lirih terdengar dari dalam reruntuhan.Xuan Li mengangkat alis. I

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 319

    Di Alam Manusia, Qing Peng telah pulih sepenuhnya setelah mengalami luka dalam pertempuran sebelumnya. Meski begitu, Xuan Li tidak memberinya banyak waktu untuk bersantai. Hari ini, mereka harus kembali bergerak.Tanpa banyak bicara, Xuan Li melangkah ke depan, matanya menatap datar ke cakrawala. Ia lebih nyaman menyusun rencana dalam diam, menimbang langkah yang harus diambil tanpa harus menjelaskan semuanya pada Qing Peng. Bukan karena ia tidak mempercayai pemuda itu, tetapi karena ada batasan dalam seberapa banyak orang lain boleh mengetahui dirinya.Qing Peng, yang mengikuti di belakangnya, sesekali melirik ke arah Xuan Li. Ia ingin bertanya sesuatu, tetapi melihat ekspresi datar di wajahnya, ia mengurungkan niatnya.Mereka melayang di udara menggunakan artefak perahu terbang milik Xuan Li. Di sepanjang perjalanan, pemandangan yang mereka saksikan sungguh mencengangkan. Bukannya kehidupan yang semarak, melainkan kehampaan yang mencengkeram setiap sudut tanah yang mereka lintasi

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 318

    Tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari Dewa Langit Surgawi, Liang Zheng menggunakan segel formasi teleportasi untuk mengantarkan Liang Xue yang masih tak sadarkan diri kembali ke kamarnya. Cahaya keunguan berkedip samar sebelum sosok mereka lenyap dari tempat itu.Begitu tiba, Liang Zheng membaringkan tubuh Liang Xue di atas ranjang berlapis sutra, memperhatikan wajahnya yang tenang dalam tidurnya. Namun, sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam, hasrat, ambisi, dan keinginan yang berakar kuat di hatinya.Tanpa ragu, ia mencabut beberapa helai rambut Liang Xue dan menggenggamnya erat di antara jemarinya. Sebuah sihir kuno segera tertanam dalam helai-helai itu, mengikat emosi dan pikirannya agar Liang Xue tidak akan pernah membencinya, tidak peduli apapun yang terjadi."Xue'er…" bisiknya pelan, suaranya sarat dengan obsesi yang semakin mendalam.Ia menundukkan kepala, menyentuhkan bibirnya ke bibir Liang Xue. Begitu bibir mereka bersentuhan, sebuah gelombang energi dahsyat m

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 317

    Liang Zheng mengejar Liang Xue bukan sekadar karena cinta. Ada alasan lain yang jauh lebih mendalam dan mendesak.Ratu Langit Liang Xue bukan wanita biasa. Ia terlahir dengan tubuh unik, tulang kristal, sebuah anugerah langka yang hanya muncul sekali dalam beberapa ribu tahun. Wanita dengan tulang kristal memiliki takdir yang berbeda dari kebanyakan makhluk di dunia ini. Jika ia melahirkan keturunan dari ras iblis, maka anaknya akan menjadi Dewa Azura, makhluk yang lebih kuat dari iblis biasa. Jika keturunannya berasal dari manusia, anak itu akan mewarisi kekuatan iblis dan dewa sekaligus. Ia akan menjadi entitas yang melampaui batas dua dunia, seorang yang ditakdirkan untuk mendominasi.Dan Liang Zheng menginginkan itu. Ia ingin keturunan dari Liang Xue.Di hadapan Liang Xue, ia tetap mempertahankan sikap lembut dan perhatian. Liang Xue masih kehilangan ingatan, dan itu adalah celah yang bisa ia manfaatkan. Ia hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk menanamkan kebohongan-keboh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 316

    Dewa Langit Surgawi melangkah keluar dari ruangan megah itu dengan aura mendominasi. Para pembesar klan iblis segera mengikuti di belakangnya, meninggalkan ruangan dalam keheningan yang menyesakkan. Setelah kepergian mereka, Ratu Langit Liang Xue melangkah keluar dengan ekspresi kosong. Ia merasa ada sesuatu yang mengusik hatinya, meskipun ingatannya masih kabur.Tiba-tiba, sesosok bayangan bergerak cepat dari sudut gelap ruangan. Sebelum Liang Xue sempat bereaksi, sebuah tangan kuat membekap mulutnya, menahan kemungkinan ia berteriak. Liang Xue terkejut, tubuhnya menegang, namun sebelum ia bisa melawan, simbol formasi teleportasi muncul di bawah kaki mereka, mengeluarkan cahaya gelap keunguan.Dalam sekejap, keduanya menghilang dari istana klan iblis.Mereka muncul di sebuah tempat yang jauh dari pusat kekuasaan iblis. Liang Xue terhuyung ketika teleportasi selesai, napasnya sedikit tersengal. Ia memandang sekeliling, mencoba memahami di mana ia berada.Di hadapannya terbentang se

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 315

    Di luar alam manusia, ancaman gelang pengendali semakin meluas. Bukan hanya membelenggu para kultivator tingkat rendah, tetapi juga mengincar penguasa dan eksistensi kuat di berbagai dunia. Dewa Langit Surgawi semakin agresif dalam memperluas kekuasaannya, mengincar sekutu baru agar tak ada satu pun yang bisa menentang kehendaknya.Di Istana Iblis, Liang Xue, Ratu Langit yang dulu disegani, masih terjebak dalam ingatan yang kabur. Sebagai keturunan langsung Dewa Langit Surgawi, ia mendapatkan perlakuan istimewa. Namun, meski berbagai metode telah dicoba, ingatannya tetap tidak kembali.Di sebuah ruangan luas yang diterangi lampu spiritual berwarna ungu, Dewa Langit Surgawi duduk di atas singgasananya. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya penuh perhitungan. Di hadapannya, beberapa pemimpin klan iblis berdiri dengan kepala tertunduk.“Kita telah kehilangan terlalu banyak utusan di alam manusia.” Suara Dewa Langit Surgawi bergema, mengguncang udara. “Sudah saatnya kita mengubah strateg

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 314

    Dua anggota Alam Bayangan itu tersungkur di tanah, napas mereka tersengal-sengal. Di bawah tekanan spiritual Xuan Li, tubuh mereka bergetar hebat, wajah mereka penuh luka, dan darah segar mengalir dari sudut bibir mereka.Xuan Li menatap mereka dingin. "Katakan. Apa rencana Alam Bayangan?"Pria tinggi berkulit gelap itu menggertakkan giginya, matanya menyala dengan kebencian. "Kau pikir kami akan mengkhianati Alam Bayangan? Hahaha... Kau hanya buang-buang waktu."Xuan Li tidak menanggapi. Dia mengangkat tangannya, jari-jarinya membentuk segel yang segera melepaskan tekanan spiritual yang lebih besar. Tanah di sekitar mereka bergetar, udara seolah-olah tertarik ke satu titik, menciptakan hisapan yang mengerikan. Pria bercodet mengerang, tubuhnya melengkung kesakitan."Jawab atau mati," ujar Xuan Li datar, matanya setenang dan sedalam jurang tak berdasar.Namun, sepertinya harapannya sia-sia. Kedua pria itu tiba-tiba menegang, tubuh mereka membeku seperti patung. Mata mereka yang penuh

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status