Melihat gerakannya, K bertanya, "Sudah bisa lihat sekarang?""Cuma bayangan yang samar," jawab Sienna."Obat berendammu itu sangat mujarab. Mungkin dalam seminggu lagi sudah bisa sembuh. Sepertinya Wanita Suci memang sudah melatih tubuhmu. Kalau nggak, nggak mungkin kamu bisa menyerapnya secepat itu."Sienna tidak menanggapinya, melainkan hanya bersandar. Dia selalu merasa sangat mengantuk setelah selesai latihan setiap hari."Istirahat yang baik. Kalau butuh sesuatu, beri tahu 002.""Siapa 002?" tanya Sienna."Kode 002 sampai 005 adalah kandidat pemimpin. Tentu saja, syaratnya adalah kalau aku nggak menemukanmu. Tapi sekarang karena kamu sudah kembali, mereka akan jadi asistenmu."Setelah berkata demikian, K menepuk pundaknya beberapa kali. Begitu K pergi, Sienna mendengar 002 berkata, "Posisi pemimpin BK nggak mungkin diberikan pada orang buta, kami semua berpendapat sama. Keputusan Tuan K kali ini terlalu gegabah. Atau mungkin kamu punya trik untuk mengelabui Tuan K?"Sienna tahu ba
Sienna tidak berteriak kesakitan, mungkin karena dia sudah terbiasa dengan rasa sakit setelah berendam di kolam air khusus itu.Setelah merasakan rasa sakit seperti ditusuk ribuan jarum di seluruh tubuh, sekarang rasa nyeri di jarinya terasa tidak ada apa-apanya. Itu hanya seperti digigit serangga.Sienna bersandar di sofa panjang. Punggungnya penuh keringat dingin dan matanya perlahan terpejam. Keesokan harinya, ketika K datang lagi, dia merasakan sikap Sienna jauh lebih dingin dari biasanya. Dulu ketika gagal menghindari cambuk, Sienna masih akan melontarkan beberapa kalimat.Namun hari ini, Sienna hanya diam sepanjang hari. Hanya sesekali terdengar suara desahannya yang menahan sakit.Sienna berpikir mungkin dirinya benar-benar ada masalah. Setelah sekian lama tidak berbicara, sekarang diam pun tidak lagi terasa menyakitkan.Hanya saja, tekadnya untuk segera mendapatkan posisi itu makin kuat. Dia ingin menjadi lebih kuat dan juga memiliki kekuasaan.Masih banyak orang yang menungg
Mata 002 berbinar-binar, sementara sudut bibirnya diam-diam melengkung ke atas. Dia menjawab, "Tuan K, aku mengerti."Begitu K pergi, 002 langsung mengayunkan cambuk tiga kali dengan keras. Bahkan, dia tidak memberi Sienna kesempatan untuk berdiri. 002 jelas ingin memastikan wanita itu tidak bisa menghindar.002 berceloteh, "Sakit nggak? Kamu sekarang seperti anjing saja. Sekalipun mati kesakitan, kamu nggak akan bisa mengeluarkan suara. Jangan khawatir, aku pasti akan membiarkanmu tetap hidup.""Kamu pikir cuma karena kamu tidur dengan Tuan, dia akan peduli padamu? Dengar baik-baik, di mata Tuan, kamu itu hanyalah sampah yang bisa dibuang kapan saja! Nggak ada seorang pun di sini yang peduli apakah kamu hidup atau mati!" maki 002.002 terus mengayunkan cambuk sambil melontarkan kata-kata keji. Dalam sekejap, Sienna sudah terkena sepuluh cambukan dan dia jatuh lagi ke lantai.002 tersenyum puas, lalu berjalan mendekat dan menendang perut Sienna. Dia berujar, "Aku suruh kamu bangun. Cum
K berniat menyuruh orang lain melatih Sienna untuk beberapa hari ini, karena dia punya urusan di luar. Setelah mengakhiri panggilan, K langsung pergi.Sienna menjadi makin tersiksa setelah kepergian K. Dia terus dicambuk. Tubuhnya menggigil karena dipaksa berendam di kolam.Hanya saja, penglihatan Sienna mulai membaik, meskipun belum bisa melihat dengan jelas. Dia juga sudah mulai bisa berbicara.Keesokan pagi, ketika membuka matanya, Sienna sudah bisa melihat langit-langit dengan jelas. Dia bergegas turun dari ranjang untuk melihat ke sekeliling, tetapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar dan diikuti suara 002."Tuan baru pergi sehari, tapi kamu sudah malas-malasan! Cepat bangun! Hari ini, aku bawa kamu ke taman bermain baru!" bentak 002.Sienna pura-pura tidak bisa melihat. Dia meraba-raba sambil berjalan. Lantaran punya dendam pada Sienna, 002 langsung menarik tangannya dan membawanya ke sebuah ruangan.Pelatihan di ruangan ini jauh lebih kejam dari biasanya. Ada banyak
Selesai makan, Sienna menjalani pelatihan. 003 mengayunkan cambuknya menurut kecepatan K. Sienna menghindar dengan susah payah. Namun, bisa dilihat jelas bahwa 003 tidak berniat menyulitkannya.Dua hari kemudian, Sienna mendengar suara mesin mobil di luar. K sudah pulang. Ekspresi Sienna sontak berubah. Dia ingin melihat, sebenarnya seperti apa penampilan K?Sienna duduk di ruang tamu dengan tenang. Sekarang adalah waktu istirahatnya. Pintu dibuka. 003 menyapa dengan sopan, "Selamat datang kembali, Tuan."Sienna memandang ke area foyer. Ketika melihat K memakai topeng, Sienna langsung kehilangan minatnya. Pria ini benar-benar berwaspada. Sepertinya K tidak pernah melepaskan topengnya.Sienna menunduk sedikit, tetapi bisa melihat K mengamati ke sekeliling. Pria itu bertanya, "Di mana 002?""Entahlah. Aku nggak melihatnya 2 hari ini. Mungkin dia keluar karena ada tugas," sahut 003.K mengernyit. 002 tidak mungkin keluar karena K menyuruhnya melatih Sienna sebelum pergi. Asal tahu saja, p
Setelah menangani masalah 002, K mengayunkan tangannya di hadapan Sienna. Dia bertanya, "Gimana pemulihan matamu?""Lumayan, mungkin aku akan pulih dalam seminggu. Sekarang aku bisa melihat lebih banyak cahaya," sahut Sienna sambil bangkit. Tiba-tiba, kakinya terbentur sudut meja. Dia menjatuhkan diri ke arah K dan berpura-pura tidak sengaja menyentuh topengnya.Namun, reaksi K jauh lebih cepat. K langsung menahan Sienna dan mendudukkannya kembali, lalu berkata dengan nada datar, "Hati-hati sedikit."Sienna baru teringat bahwa K tidak suka terlalu dekat dengannya. Apa K tidak pernah melepaskan topengnya di vila ini? Sepertinya dia harus mencari kesempatan lain.....Dua hari berlalu lagi. Di sebuah vila ibu kota, Wanda terus mempelajari cara menangani luka selama beberapa hari ini.Dokter bangkit dan berpesan, "Dia mungkin akan siuman hari ini. Selama sebulan, dia nggak boleh makan makanan berminyak dan pedas.""Baik." Wanda mengantar dokter keluar, lalu menunggu di samping ranjang. Du
Selesai menghabiskan buburnya, Benny menyeka bibirnya dengan serbet. Sementara itu, Wanda segera merapikan meja.Benny memperhatikan Wanda dari samping. Wanita itu mengambil celemek dan memakaikannya sendiri, lalu membawa semua peralatan makan ke dapur.Benny duduk dengan tenang. Dia bukan orang yang panikan. Kini, dia tidak bisa mengingat apa-apa. Dia hanya merasa familier pada vila ini dan Wanda.Namun, Benny tidak menanyakan apa-apa. Tidak ada gunanya bertanya. Jika dia kehilangan ingatan karena kecelakaan, suatu hari dia akan mengingat semuanya.Setelah Wanda keluar dari dapur, Benny menyuruhnya memapahnya kembali ke kamar. Wanda tidak yakin Benny mengalami amnesia atau bukan. Akan tetapi, dokter telah mengatakan cedera Benny sangat serius. Jika bukan karena fisiknya bagus, Benny tidak mungkin bertahan. Faktanya, pemulihan Benny sangat cepat.Wanda menurunkan Benny ke ranjang. Tatapan Benny tertuju pada ranjang kecil di samping, lalu beralih pada lemari pakaian yang setengah terbuk
Sekarang sudah musim gugur. Setelah masuk ke selimut, Wanda merasa sangat hangat. Lampu samping tempat tidur tiba-tiba berkedip dan mati total, tersisa cahaya layar tablet yang menyinari kamar ini.Wanda pernah menonton film ini, tetapi sekarang rasanya jauh berbeda. Bahu Wanda dan Benny berdempetan. Tiba-tiba, Benny hendak menyuapinya buah.Wanda buru-buru mengalihkan pandangannya dan menatap wajah Benny. Benny bertanya dengan ekspresi datar, "Nggak mau?"Bukannya Wanda tidak mau makan, tetapi dia tidak berani. Wanda mengambil tusuk gigi dari tangan Benny karena tidak berani menerima suapan Benny.Benny mengambil sepotong buah lagi. Dia bisa melihat itu adalah potongan buah berbentuk kelinci. Benny memakannya dan lanjut menonton film.Ketika Wanda sedang memakan buahnya, Benny tiba-tiba bertanya, "Kenapa kita cerai?""Uhuk, uhuk." Wanda tersedak. Matanya sampai berkaca-kaca.Benny menoleh dan membantu Wanda menepuk punggungnya. Dia bertanya lagi, "Aku selingkuh?""Apa?" Wanda sungguh
Ed melempar pisau itu ke tong sampah, lalu menyerahkan 00 kepada Hans dan berujar, "Tanya Bu Mae sekarang Fredie ada di mana."Orang abnormal seperti Fredie pasti tidak akan melepaskan wanita yang sangat mirip dengan Luna. Niat jahat Ed muncul, dia merasa seperti Sienna yang menderita jika 00 dinodai Fredie. Mana mungkin Fredie sama sekali tidak menyentuh Luna setelah mengurungnya selama bertahun-tahun?Jika Luna dan putrinya sama-sama dinodai Fredie, ini hal yang menarik. Ed merasa antusias begitu memikirkan hal ini.Sebelumnya 00 memang dilatih secara profesional, tetapi dia hanya berlatih untuk meniru Sienna. Kemampuan bertarung 00 tidak begitu hebat. Dia tidak bisa melindungi dirinya dari orang munafik seperti Ed.Sekarang kedua tangan 00 ditahan sehingga dia sama sekali tidak bisa bergerak. Dia berteriak, "Lepaskan aku!"Ed menyahut, "Aku bisa lepaskan kamu. Tapi, kamu harus beri tahu aku di mana Jacob dan apa tujuannya."Apa Jacob benar-benar masuk ke markas penelitian? Namun, un
Namun, sekarang mereka tidak bisa mengeluarkan Arlo. Begitu bahan eksperimen hilang, semua anggota markas penelitian akan menyadari ada orang yang menyusup. Nantinya semua orang di markas penelitian akan diperiksa.Jacob dan lainnya yang belum berhasil kabur akan terekspos. Mereka tidak akan bisa keluar lagi. Sekarang Jacob harus kembali ke ventilasi, lalu mengambil kembali botol-botol obat dan mengembalikannya ke tempat semula. Dengan begitu, Jacob baru bisa menghilangkan kecurigaan terhadap dirinya."Bakti, kamu kembali ke tempatmu dulu," ucap Jacob.Bakti bertanya, "Bagaimana dengan Arlo?"Jacob memijat kening seraya menyahut, "Aku lihat dia masih bernapas. Seharusnya dia belum mati. Kalau kita mengeluarkannya, kita semua pasti mati."Tentu saja Bakti memahami hal ini. Kemudian, Bakti pergi. Jacob kembali ke ruang penelitian Sharon. Ruangan ini tidak terpengaruh, tetapi Sharon menghilang.Jacob tidak curiga. Dia langsung kembali ke kamarnya, lalu memanjat ke ventilasi dan mengambil
Jacob tahu itu adalah suara pria berseragam yang muncul di aula utama. Seharusnya dia mengikuti rapat di Armania, tetapi banyak kamera pengawas dipasang di berbagai sudut markas penelitian. Cepat atau lambat pria berseragam pasti akan mengetahui kekacauan di sini.Hanya saja, Jacob tidak menyangka pria itu akan mengetahuinya begitu cepat. Jacob terus memutar otak, lalu membuka pintu kandang binatang buas. Semua binatang buas pun keluar.Bakti yang berdiri di samping bertanya, "Memangnya ada gunanya? Kekacauan yang kita buat langsung digagalkan oleh suara bel yang aneh. Aku rasa orang-orang di sini sudah dihipnosis. Apa pun kondisinya, mereka akan segera bangun begitu mendengar suara bel itu."Jacob menjawab, "Ada. Sekelompok binatang buas ini sudah dijinakkan. Kalau mereka dilepaskan, mereka hanya ingin kabur. Binatang buas ini cuma berani makan orang yang dimasukkan ke kandang."Jacob melanjutkan, "Waktu melihat orang di luar kandang, semua binatang buas ini akan ketakutan dan mengamu
Dulu Ed memang ingin mendapatkan lencana itu, tetapi sekarang dia sama sekali tidak menyentuhnya. Hans yang mengambil lencana itu dan memainkannya sejenak sebelum menyematkannya di pakaian Ed.Ed tiba-tiba merasa sesak. Amarahnya hampir meledak. Ed menarik napas dalam-dalam, lalu melihat lencana di dadanya. Dia menepis tangan Hans.Hans melirik Ed dengan gugup dan berjalan ke pintu. Setelah pintu ditutup, Ed merasa gusar. Dia menarik napas lagi, lalu mengambil rokok. Begitu Ed menyalakan rokok, tiba-tiba terdengar suara raungan yang keras.Ed membuang abu rokok dan pergi ke aula utama untuk memeriksa kondisinya. Suasana di aula kacau balau. Pemuda di ruang eksperimen nomor 8 dilepaskan. Sekarang terdengar suara tembakan.Selain itu, asap putih mengepul dan menyebar dengan cepat. Seketika, seluruh ruangan diselimuti asap.Para staf penelitian di aula panik. Mereka meringkuk di sudut karena takut diincar senjata mematikan itu.Senjata mematikan itu paling membenci staf penelitian. Setida
Pria berseragam mengamati Sharon dan bertanya, "Sepertinya Bu Sharon nggak menyukai Ed. Padahal itu orang yang direkomendasikan Mae."Sharon lanjut menyusun tabung reaksi, lalu menjawab dengan datar, "Aku cuma nggak merasa cocok."Ketujuh petinggi tidak mengatakan apa pun. Mereka tahu sifat Sharon agak aneh. Jacob yang berdiri di depan Sharon bisa melihat layar dengan jelas.Seharusnya ruang rapat para petinggi tidak terletak di area ini. Desain ruangannya jauh berbeda. Yang membuat Jacob bingung adalah latar belakang tempat para petinggi berada tampak sangat familier. Namun, Jacob tidak bisa mengingatnya.Jacob yakin tempat itu bukan bagian internal markas penelitian. Dia mengernyit, mungkin mereka memang tidak berada di area ini. Bahkan, mereka tidak berada di Kango.Tidak ada yang tahu identitas ketujuh petinggi ini. Kemungkinan besar mereka adalah petinggi dari negara lain, jadi mereka memakai topeng. Mungkin juga mereka tidak mengetahui identitas satu sama lain dan hanya merupakan
Di Afrikan. Sienna terus memperhatikan berita di dalam negeri. Setelah memastikan Cristin dihujat habis-habisan, Sienna baru merasa puas.Sienna tidak menelepon Wanda. Nantinya Wanda pasti akan meminta maaf kepada Sienna lagi. Lebih baik dia tidak mengganggu Wanda dan membiarkannya istirahat untuk beberapa waktu.Sienna mengusap matanya, lalu meletakkan laptop di atas meja. Wanita di samping mengingatkan, "Ibu hamil harus batasi penggunaan peralatan elektronik."Sienna pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Ketika keluar, matanya tetap memerah. Belum ada kabar dari Jacob. Minggu ini Sienna kurang istirahat, dia sering terbangun saat tengah malam karena mimpi buruk.Sekarang Sienna merasa lelah sesudah mengurus masalah di dalam negeri. Setelah menunggu 1 hari lagi, Sienna sudah kehilangan kesabaran.Sienna menelepon Jero, mungkin saja Jero sudah mendapatkan petunjuk. Jero berucap, "Nggak ada, Sienna. Kamu nggak usah khawatir. Sistem di markas penelitian sangat rumit, kemungkinan merek
Keesokan harinya, Wanda baru mendengar kabar Cristin pergi ke luar negeri. Rebecca mengira Wanda akan merasa senang, tetapi Wanda tetap terlihat tenang. Wanda terus memandang ke luar jendela. Setelah beberapa saat, dia baru mengangguk.Wanda makin kurus. Wajahnya tampak tirus. Saat bermimpi di malam hari, Wanda akan memanggil, "Wanwan."Wanda tidak berani membayangkan bagaimana Wanwan mati. Setiap mengingat hal ini, Wanda akan membenci dirinya yang tidak berguna.Rebecca mengkhawatirkan kondisi mental Wanda, jadi dia ingin mengundang psikolog. Wanda menolak, "Nggak usah, cuma tubuhku yang sakit. Aku cuma butuh istirahat yang cukup."Wanda diantar pulang. Makanan anjing dan air di mangkuk masih ada, tetapi Wanwan sudah pergi. Wanda takut dirinya menangis di depan Rebecca. Dia segera tersenyum dan berujar, "Rebecca, jadwalmu sudah terganggu. Sebaiknya kamu kembali syuting. Kamu tenang saja, aku pasti istirahat di rumah."Rebecca mengangguk, lalu berpesan setelah berpikir sejenak, "Aku s
Cristin masih linglung ketika dibawa keluar dari kediaman Keluarga Salim. Dia sudah berlutut sambil memohon pada keluarganya, tetapi tidak ada yang membelanya. Bahkan, kakak Cristin juga menghindari adiknya. Semua orang tetap terdiam.Dulu, kehidupan Cristin sangat indah. Sekarang dia berakhir tragis. Sebelumnya, Cristin merasa Wanda sangat kasihan. Wanda dicampakkan orang tuanya dan semua orang, bahkan Benny juga tidak menginginkannya lagi. Biarpun Wanda memohon, Benny juga tidak memedulikannya. Namun, saat ini nasib Cristin sama seperti Wanda. Dia juga dicampakkan begitu saja.Cristin naik ke mobil, lalu dia dibawa ke sebuah vila. Sopir berkata, "Nona Cristin, cepat bereskan kopermu. Pesawat terbang 3 jam lagi. Ke depannya kamu nggak usah pulang."Ini adalah keputusan Keluarga Salim. Mereka juga telah mengumumkan keputusan ini di internet dan memberi keluarga siswa yang mati itu kompensasi sebesar 20 miliar.Namun, para netizen tetap menghujat Cristin dan Keluarga Salim. Semua masal
Tubuh Cristin lemas. Dia meremas ponselnya dan air matanya terus mengalir. Anggota Keluarga Salim masih mengetuk pintu kamar Cristin sambil berseru."Cristin, apa kamu sudah lihat berita di internet? Saham Keluarga Salim anjlok lagi. Sebaiknya kamu minta maaf. Tindakanmu memang keterlaluan.""Hujatan di internet terus bertambah. Para pemegang saham mulai marah-marah. Kalau kamu nggak bersuara, kemungkinan besar Keluarga Salim akan diperiksa petinggi."Cristin yang duduk di lantai memeluk kedua kakinya. Bahunya terus bergetar. Dia berteriak, "Aku nggak mau minta maaf pada wanita rendahan itu!"Anggota Keluarga Salim di luar berang setelah mendengar ucapan Cristin. Bisa-bisanya Cristin bersikap kekanak-kanakan pada saat-saat seperti ini!Salah satu anggota Keluarga Salim membalas, "Oke. Kalau kamu nggak mau minta maaf, Keluarga Salim akan segera mengumumkan bahwa kamu sudah diusir! Ke depannya semua tindakanmu nggak ada hubungannya dengan Keluarga Salim! Kamu pikirkan baik-baik!"Keluarg