Sienna secara refleks ingin mendorongnya. Hanya saja begitu menyadari bahwa itu adalah Jacob, dia perlahan menahan diri.Jacob menopang tubuhnya di kedua sisi Sienna sambil memandang wajahnya dengan saksama. Sienna pun merasa tak nyaman karena terperangkap dalam ruang sempit itu.Jacob mengaku ingin melihatnya dengan teliti dari atas ke bawah, tanpa melewatkan satu bagian pun.Sienna yang merasa tak nyaman segera menutup kakinya dengan canggung. Akan tetapi, ciuman Jacob sudah mulai menyerangnya.Jacob dengan teliti menyentuh setiap bagian dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh Sienna bergetar. Sensasi itu begitu kuat hingga membuatnya mendongak tanpa sadar."Jangan," bisik Sienna sambil mencoba mendorongnya menjauh. Namun, Jacob malah berlutut dengan satu kaki.Sienna mulai menyesal pada akhirnya, terutama saat dirinya diangkat ke meja makan untuk ronde lain, lalu diangkat lagi ke sofa. Dia merasa tubuhnya sedikit lemas dan linglung.Saat Sienna sadar bahwa pria itu akan pergi di mo
Sienna tahu Jacob mengatakan kata-kata itu dengan emosional dan merasa lucu. Namun, dia juga tidak begitu tertarik dengan nyonya Keluarga Shankar.Saat berbaring di tempat tidur malam itu, Sienna tidak bisa menahan diri untuk meringkuk dalam pelukan Jacob. "Aku rasa nyonya Keluarga Shankar itu juga nggak terlalu baik. Bisa melahirkan putri seperti Lily, dia pasti bukan orang yang bisa membedakan mana yang benar dan salah."Jacob masih sibuk membaca dokumen di tangannya, tetapi dia menarik Sienna lebih erat ke pelukannya. "Ya, ibu angkatmu lebih baik."Ini pertama kalinya keduanya membicarakan topik ini, sehingga Sienna pun tidak bisa menahan diri untuk mulai berbicara. "Tentu saja. Ibuku adalah wanita terbaik di dunia. Saat dulu aku dipukul kakek nenek, dia akan menggunakan tubuhnya untuk melindungiku dengan erat dan terus menenangkanku. Kakek nenek lebih ingin cucu laki-laki daripada perempuan, jadi ibuku sering menderita."Namun, mengapa wanita seperti ini bisa terlibat dengan BK? Si
Saat terakhir kalinya hampir tertidur, bibir Jacob terus menggesek bibir Sienna. "Sienna. Sienna."Sienna merasa agak malu, hari ini sungguh terlalu liar."Jangan panggil lagi," kata Sienna dengan suara yang mulai serak, tetapi dia juga merasa sangat bahagia sampai terasa tidak nyata."Aku ingin memanggilmu, memanggilmu beberapa kali lagi. Sienna, aku mencintaimu.""Jacob, aku benar-benar nggak tahan lagi." Kata-kata Sienna sudah terhenti di tenggorokannya.Jacob menatap wajah Sienna yang sudah tertidur dengan tenang. Di luar sedang turun hujan deras dan angin malam bertiup masuk dari celah jendela yang terbuka, sehingga tirai jendela mulai bergoyang. Saat hujan deras itu terus turun, dia mencium setiap inci tubuh Sienna dengan tanpa lelah sampai Sienna yang tertidur pun bereaksi dengan kuat.Setelah Jacob memandikan dan mengeringkan rambut Sienna, itu sudah pukul tujuh pagi keesokan harinya. Hujan deras masih terus turun dan bahkan terdengar suara guntur. Saat menatap wajah Sienna, di
Saat ini, kedua pengawal itu sudah masuk ke dalam mobil dan salah satunya bertugas menjadi sopir. Tuan K tidak berkata apa-apa dan pandangannya tertuju pada jas yang menyelimuti tubuh Sienna yang saat ini tidur dengan sangat nyenyak.Jacob hanya berdiri di tempat. Saat mobil itu sudah menghilang dari pandangannya, tatapannya langsung menjadi tajam. Dia pun bertanya pada Benny di belakangnya. "Di mana Desmond?""Dia sudah dikendalikan. Dia masih enggan untuk menyerahkan cip itu, Kakek Mahib sudah mulai marah."Cip itu adalah benda untuk menyelamatkan nyawa, Deshton tentu saja enggan menyerahkannya. Begitu menyerahkannya, dia tidak akan bisa meninggalkan tempat itu lagi dan hanya bisa hidup di bawah pengawasan Mahib dan kelompoknya.Jacob langsung masuk ke dalam mobilnya sendiri yang berada di samping. "Aku akan minta Desmond dari Kakek Mahib."Benny menyipitkan matanya dan langsung menahan pintu mobil Jacob. "Jacob, kepentingan negara jauh lebih penting daripada urusan pribadi, apa kamu
Setelah berdiri di depan Jacob dan terdiam cukup lama, Mahib baru bertanya, "Kalau suatu hari nanti perilaku Desmond jelas menjadi aneh, apa yang akan kamu lakukan?""Aku akan menembaknya sampai mati.""Meskipun dengan begitu berarti Desmond yang sebenarnya nggak akan pernah kembali lagi? Jacob, setahuku, dulu Desmond juga sangat sayang padamu."Melihat Jacob tidak berkata apa-apa, Mahib yang memegang payung perlahan-lahan berjongkok. "Desmond yang sekarang nggak bisa dikendalikan. Dia enggan menyerahkan cip itu dan kepribadiannya juga menjadi sangat buruk. Kamu nggak mungkin membangunkannya dengan ikatan persaudaraan, dia bahkan berniat membunuhmu.""Dia nggak memiliki perasaan apa pun terhadap Keluarga Yuwono dan negara ini. Jacob, pulanglah. Aku nggak bisa mendukungmu hanya dengan janji kosongmu."Jacob yang berlutut mengangkat kepala dan menatap dengan tatapan yang tajam dan penuh tekad. "Kakek Mahib, kamu masih ingat saat aku berusia 14 tahun? Kamu mengirimku ke Armania dan bilang
Benny biasanya pendiam, tetapi saat ini dia tidak bisa menahan dirinya dan memaki. "Sialan!"Dia melempar cangkir teh di tangannya dan mengenai dinding. "Aku harus pergi ke luar negeri."Wiandro malah langsung menjadi tenang. Hubungan Keluarga Salim dan para atasan tidak dekat, tetapi telepon Benny selalu diawasi kapan pun. "Kalau kamu pergi ke luar negeri, siapa yang akan membujuk orang-orang yang akan menembak mati Jacob? Aku sarankan kamu tetap di sini saja, mungkin saja Jacob di sana akan butuh bantuanmu. Sebaiknya tunggu sampai dia menghubungi kita dulu."Keduanya benar-benar sangat peduli pada Jacob.Benny pun menyalakan sebatang rokok. Dia marah sampai tatapannya terlihat sangat dingin.....Sienna masih belum tahu kepergiannya sudah memicu efek kupu-kupu yang begitu besar. Dia terbangun setelah empat hari kemudian.Sekarang indra penciuman Sienna menjadi sangat tajam, sehingga dia tahu dengan jelas udara di tempat ini berbeda dengan Royal Estate. Dia langsung waspada dan meraba
Sienna dibawa ke sebuah arena latihan di dalam ruangan dan Tuan K meletakkan sebuah perisai di tangannya. "Ingatanmu pasti sudah dimanipulasi gadis suci. Kemampuan hipnotisnya sangat hebat, bahkan bisa membuat ingatan seseorang kacau. Reaksi dan ketahananmu sangat kuat, hanya saja nggak terlatih secara sistematis selama ini."Dia menundukkan kepala dan melihat benda di tangannya, Meskipun dia tidak bisa melihat, dia tetap meraba-raba perisai itu. "Selanjutnya, aku akan mencambukmu. Sebelum matamu sembuh selama sebulan ini, aku akan melatihmu dengan cara ini. Aku akan melatih kemampuan bereaksimu, sekarang kamu terlalu lemah."Kata lemah ini sangat menyinggung Sienna. Saat masih berada di ibu kota, dia sudah berdoa berkali-kali agar dia bisa menjadi lebih kuat. Dengan begitu, dia tidak perlu terjebak dalam situasi terisolasi dan tidak perlu terus berpisah dari Jacob. Jika dia memiliki kemampuan, dia bisa melindungi orang yang penting baginya.Sienna tiba-tiba tertegun setelah teringat k
Jacob kembali ke arena pertarungan bawah tanah dan Cleo berdiri sendirian di pintu gerbang untuk menyambutnya. "Jacob."Jacob mengisyaratkan Cleo untuk membawa pria yang sedang pingsan itu.Saat melihat pria itu memiliki wajah yang mirip dengan Jacob, Cleo mengernyitkan alis dan segera memerintahkan orang untuk bertindak.Kedua tangan Deshton dirantai dengan besi dan hanya bisa menyentuh lantai dengan ujung jari kakinya. Saat ini dia masih belum sadar. Saat bertemu dengannya, Jacob hanya bilang akan membuat sebuah kesepakatan dengannya. Setelah itu, Jacob menyuruh orang untuk membuatnya pingsan dan membawanya ke arena pertarungan bawah tanah ini.Jacob mengisyaratkan seseorang di sampingnya. "Siram dia sampai sadar."Secangkir air dingin pun langsung disiramkan ke wajah Deshton.Bulu mata Deshton bergetar dan perlahan-lahan membuka matanya. Saat melihat pria angkuh di depannya, dia mengernyitkan alis dan berkata dengan nada lembut, "Jacob, apa yang sedang kamu lakukan?"Jacob yang dudu
Ed melempar pisau itu ke tong sampah, lalu menyerahkan 00 kepada Hans dan berujar, "Tanya Bu Mae sekarang Fredie ada di mana."Orang abnormal seperti Fredie pasti tidak akan melepaskan wanita yang sangat mirip dengan Luna. Niat jahat Ed muncul, dia merasa seperti Sienna yang menderita jika 00 dinodai Fredie. Mana mungkin Fredie sama sekali tidak menyentuh Luna setelah mengurungnya selama bertahun-tahun?Jika Luna dan putrinya sama-sama dinodai Fredie, ini hal yang menarik. Ed merasa antusias begitu memikirkan hal ini.Sebelumnya 00 memang dilatih secara profesional, tetapi dia hanya berlatih untuk meniru Sienna. Kemampuan bertarung 00 tidak begitu hebat. Dia tidak bisa melindungi dirinya dari orang munafik seperti Ed.Sekarang kedua tangan 00 ditahan sehingga dia sama sekali tidak bisa bergerak. Dia berteriak, "Lepaskan aku!"Ed menyahut, "Aku bisa lepaskan kamu. Tapi, kamu harus beri tahu aku di mana Jacob dan apa tujuannya."Apa Jacob benar-benar masuk ke markas penelitian? Namun, un
Namun, sekarang mereka tidak bisa mengeluarkan Arlo. Begitu bahan eksperimen hilang, semua anggota markas penelitian akan menyadari ada orang yang menyusup. Nantinya semua orang di markas penelitian akan diperiksa.Jacob dan lainnya yang belum berhasil kabur akan terekspos. Mereka tidak akan bisa keluar lagi. Sekarang Jacob harus kembali ke ventilasi, lalu mengambil kembali botol-botol obat dan mengembalikannya ke tempat semula. Dengan begitu, Jacob baru bisa menghilangkan kecurigaan terhadap dirinya."Bakti, kamu kembali ke tempatmu dulu," ucap Jacob.Bakti bertanya, "Bagaimana dengan Arlo?"Jacob memijat kening seraya menyahut, "Aku lihat dia masih bernapas. Seharusnya dia belum mati. Kalau kita mengeluarkannya, kita semua pasti mati."Tentu saja Bakti memahami hal ini. Kemudian, Bakti pergi. Jacob kembali ke ruang penelitian Sharon. Ruangan ini tidak terpengaruh, tetapi Sharon menghilang.Jacob tidak curiga. Dia langsung kembali ke kamarnya, lalu memanjat ke ventilasi dan mengambil
Jacob tahu itu adalah suara pria berseragam yang muncul di aula utama. Seharusnya dia mengikuti rapat di Armania, tetapi banyak kamera pengawas dipasang di berbagai sudut markas penelitian. Cepat atau lambat pria berseragam pasti akan mengetahui kekacauan di sini.Hanya saja, Jacob tidak menyangka pria itu akan mengetahuinya begitu cepat. Jacob terus memutar otak, lalu membuka pintu kandang binatang buas. Semua binatang buas pun keluar.Bakti yang berdiri di samping bertanya, "Memangnya ada gunanya? Kekacauan yang kita buat langsung digagalkan oleh suara bel yang aneh. Aku rasa orang-orang di sini sudah dihipnosis. Apa pun kondisinya, mereka akan segera bangun begitu mendengar suara bel itu."Jacob menjawab, "Ada. Sekelompok binatang buas ini sudah dijinakkan. Kalau mereka dilepaskan, mereka hanya ingin kabur. Binatang buas ini cuma berani makan orang yang dimasukkan ke kandang."Jacob melanjutkan, "Waktu melihat orang di luar kandang, semua binatang buas ini akan ketakutan dan mengamu
Dulu Ed memang ingin mendapatkan lencana itu, tetapi sekarang dia sama sekali tidak menyentuhnya. Hans yang mengambil lencana itu dan memainkannya sejenak sebelum menyematkannya di pakaian Ed.Ed tiba-tiba merasa sesak. Amarahnya hampir meledak. Ed menarik napas dalam-dalam, lalu melihat lencana di dadanya. Dia menepis tangan Hans.Hans melirik Ed dengan gugup dan berjalan ke pintu. Setelah pintu ditutup, Ed merasa gusar. Dia menarik napas lagi, lalu mengambil rokok. Begitu Ed menyalakan rokok, tiba-tiba terdengar suara raungan yang keras.Ed membuang abu rokok dan pergi ke aula utama untuk memeriksa kondisinya. Suasana di aula kacau balau. Pemuda di ruang eksperimen nomor 8 dilepaskan. Sekarang terdengar suara tembakan.Selain itu, asap putih mengepul dan menyebar dengan cepat. Seketika, seluruh ruangan diselimuti asap.Para staf penelitian di aula panik. Mereka meringkuk di sudut karena takut diincar senjata mematikan itu.Senjata mematikan itu paling membenci staf penelitian. Setida
Pria berseragam mengamati Sharon dan bertanya, "Sepertinya Bu Sharon nggak menyukai Ed. Padahal itu orang yang direkomendasikan Mae."Sharon lanjut menyusun tabung reaksi, lalu menjawab dengan datar, "Aku cuma nggak merasa cocok."Ketujuh petinggi tidak mengatakan apa pun. Mereka tahu sifat Sharon agak aneh. Jacob yang berdiri di depan Sharon bisa melihat layar dengan jelas.Seharusnya ruang rapat para petinggi tidak terletak di area ini. Desain ruangannya jauh berbeda. Yang membuat Jacob bingung adalah latar belakang tempat para petinggi berada tampak sangat familier. Namun, Jacob tidak bisa mengingatnya.Jacob yakin tempat itu bukan bagian internal markas penelitian. Dia mengernyit, mungkin mereka memang tidak berada di area ini. Bahkan, mereka tidak berada di Kango.Tidak ada yang tahu identitas ketujuh petinggi ini. Kemungkinan besar mereka adalah petinggi dari negara lain, jadi mereka memakai topeng. Mungkin juga mereka tidak mengetahui identitas satu sama lain dan hanya merupakan
Di Afrikan. Sienna terus memperhatikan berita di dalam negeri. Setelah memastikan Cristin dihujat habis-habisan, Sienna baru merasa puas.Sienna tidak menelepon Wanda. Nantinya Wanda pasti akan meminta maaf kepada Sienna lagi. Lebih baik dia tidak mengganggu Wanda dan membiarkannya istirahat untuk beberapa waktu.Sienna mengusap matanya, lalu meletakkan laptop di atas meja. Wanita di samping mengingatkan, "Ibu hamil harus batasi penggunaan peralatan elektronik."Sienna pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Ketika keluar, matanya tetap memerah. Belum ada kabar dari Jacob. Minggu ini Sienna kurang istirahat, dia sering terbangun saat tengah malam karena mimpi buruk.Sekarang Sienna merasa lelah sesudah mengurus masalah di dalam negeri. Setelah menunggu 1 hari lagi, Sienna sudah kehilangan kesabaran.Sienna menelepon Jero, mungkin saja Jero sudah mendapatkan petunjuk. Jero berucap, "Nggak ada, Sienna. Kamu nggak usah khawatir. Sistem di markas penelitian sangat rumit, kemungkinan merek
Keesokan harinya, Wanda baru mendengar kabar Cristin pergi ke luar negeri. Rebecca mengira Wanda akan merasa senang, tetapi Wanda tetap terlihat tenang. Wanda terus memandang ke luar jendela. Setelah beberapa saat, dia baru mengangguk.Wanda makin kurus. Wajahnya tampak tirus. Saat bermimpi di malam hari, Wanda akan memanggil, "Wanwan."Wanda tidak berani membayangkan bagaimana Wanwan mati. Setiap mengingat hal ini, Wanda akan membenci dirinya yang tidak berguna.Rebecca mengkhawatirkan kondisi mental Wanda, jadi dia ingin mengundang psikolog. Wanda menolak, "Nggak usah, cuma tubuhku yang sakit. Aku cuma butuh istirahat yang cukup."Wanda diantar pulang. Makanan anjing dan air di mangkuk masih ada, tetapi Wanwan sudah pergi. Wanda takut dirinya menangis di depan Rebecca. Dia segera tersenyum dan berujar, "Rebecca, jadwalmu sudah terganggu. Sebaiknya kamu kembali syuting. Kamu tenang saja, aku pasti istirahat di rumah."Rebecca mengangguk, lalu berpesan setelah berpikir sejenak, "Aku s
Cristin masih linglung ketika dibawa keluar dari kediaman Keluarga Salim. Dia sudah berlutut sambil memohon pada keluarganya, tetapi tidak ada yang membelanya. Bahkan, kakak Cristin juga menghindari adiknya. Semua orang tetap terdiam.Dulu, kehidupan Cristin sangat indah. Sekarang dia berakhir tragis. Sebelumnya, Cristin merasa Wanda sangat kasihan. Wanda dicampakkan orang tuanya dan semua orang, bahkan Benny juga tidak menginginkannya lagi. Biarpun Wanda memohon, Benny juga tidak memedulikannya. Namun, saat ini nasib Cristin sama seperti Wanda. Dia juga dicampakkan begitu saja.Cristin naik ke mobil, lalu dia dibawa ke sebuah vila. Sopir berkata, "Nona Cristin, cepat bereskan kopermu. Pesawat terbang 3 jam lagi. Ke depannya kamu nggak usah pulang."Ini adalah keputusan Keluarga Salim. Mereka juga telah mengumumkan keputusan ini di internet dan memberi keluarga siswa yang mati itu kompensasi sebesar 20 miliar.Namun, para netizen tetap menghujat Cristin dan Keluarga Salim. Semua masal
Tubuh Cristin lemas. Dia meremas ponselnya dan air matanya terus mengalir. Anggota Keluarga Salim masih mengetuk pintu kamar Cristin sambil berseru."Cristin, apa kamu sudah lihat berita di internet? Saham Keluarga Salim anjlok lagi. Sebaiknya kamu minta maaf. Tindakanmu memang keterlaluan.""Hujatan di internet terus bertambah. Para pemegang saham mulai marah-marah. Kalau kamu nggak bersuara, kemungkinan besar Keluarga Salim akan diperiksa petinggi."Cristin yang duduk di lantai memeluk kedua kakinya. Bahunya terus bergetar. Dia berteriak, "Aku nggak mau minta maaf pada wanita rendahan itu!"Anggota Keluarga Salim di luar berang setelah mendengar ucapan Cristin. Bisa-bisanya Cristin bersikap kekanak-kanakan pada saat-saat seperti ini!Salah satu anggota Keluarga Salim membalas, "Oke. Kalau kamu nggak mau minta maaf, Keluarga Salim akan segera mengumumkan bahwa kamu sudah diusir! Ke depannya semua tindakanmu nggak ada hubungannya dengan Keluarga Salim! Kamu pikirkan baik-baik!"Keluarg