Beranda / Romansa / Suami Bayaranku Ternyata Big Boss / 175. Memangnya Kau Menganggap Pernikahan Ini Serius?

Share

175. Memangnya Kau Menganggap Pernikahan Ini Serius?

Penulis: Inura Lubyanka
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-31 05:10:26

“Kenapa kau takut? Padahal kau tidak pernah memikirkan akibat tindakan bodohmu terhadap orang lain. Kau tau? Karena skandal busukmu, Daddy menyiksa Mommy sampai hampir mati seperti ini!” ujar Lewis mendengus murka.

“Ti-tidak, Kak. Tidak … tolong ampuni aku. A-aku bersalah!” Samantha berkata dengan ekspresi buncahnya.

Kedua tangannya memegang erat lengan Lewis, bahkan kukunya yang panjang sampai mencakar pemuda itu karena saking takutnya sang kakak mendorongnya ke bawah. Terlebih kakinya sudah tidak kuat menahan, Samantha berpikir dia akan jatuh.

“Kak Lewis!” Gadis itu memberang hebat saat sang kakak semakin menekan tubuhnya ke depan.

Namun, tanpa disangka seorang bodyguard malah mendatangi tangga darurat itu. Dia tertegun melihat Lewis yang mencekik Samantha dalam posisi yang bahaya.

Dengan cepat, Bodyguard itu pun berkata, “Tu-Tuan Muda. Apa yang Anda lakukan pada Nona Samantha?”

“Ma-maaf, saya menyusul ke sini karena Tuan Casper mencari Anda,” sambung Bodyguard tadi terbata.

Fokus L
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
puji amriani
banyak in cloe dong kak
goodnovel comment avatar
Inura Lubyanka
Happy reading guys! Semoga nanti gak ada halangan, aku bakal boom update, crazy up banyak hehehe
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   176. Maaf, Aku Tidak Bicara Pada Orang Gila!

    “Kenapa jalang ini ada di sini?!” cibir Samantha sambil memicing sinis.“Kau sengaja membuntutiku? Kau pasti senang ‘kan karena Ayah memaksaku menikah dengan Paman Alexei. Aku tahu ini semua rencana licik Bibi!” sambung gadis itu pada Annelies.Ya, wanita yang datang memanglah Annelies Langford. Dia sengaja memesan dress baru untuk acara lelang di Yayasan Narrow. Tapi siapa sangka dia malah bertemu Samantha di sini? Bahkan gadis itu menginginkan gaunnya?!Alih-alih meladeni Samantha berdebat, Annelies justru berpaling pada pegawai butik. “Tolong siapkan dressnya. Saya akan membawanya sekarang,” tutur Annelies disertai senyum tipis.“Baik, Nona,” sambar pegawai tadi mengangguk hormat.Namun, Samantha yang merasa diabaikan semakin bertambah kesal. Dia menatap tajam dress yang diraih pegawai itu.Dengan nada ejekan, Samantha pun mendecak, “ck! Lagi pula apa bagusnya dress itu? Warna dan modelnya sangat tidak cocok untuk Bibi!”Annelies hanya merespon dengan seringai miring. Dia sudah me

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-31
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   177. Aku Tidak Keberatan Menggendongmu

    “Siapa yang menelepon, istriku?” Dan Theo bertanya. “Nona Cloe,” balas Annelies yang lantas menerima panggilan. Raut wajahnya berubah cemas usai mendengar ucapan Cloe dari seberang. Hal itu membuat Dan Theo jadi penasaran. “Tunggu sebentar, Nona Cloe. Saya akan meminta seseorang untuk menjemput Anda,” tutur Annelies kemudian. Usai panggilan berakhir, wanita itu kembali berpaling pada suaminya. “Apa Kaleus dan Velos sudah berangkat?” tanyanya. “Mungkin sekarang mereka sudah berangkat dari Ratz. Kenapa? Ada masalah?” sahut Dan Theo penasaran. “Tadi Nona Cloe bilang akan terlambat ke Yayasan. Mobilnya mogok di area pembangunan ulang De Forte. Aku khawatir, meski daerah itu sepi, tapi sangat rawan dengan kejahatan. Banyak anggota geng yang sering membuat keributan juga,” tukas Annelies menarik napas cekatnya. “Baiklah, aku akan menghubungi Kaelus untuk menghampiri Nona Cloe. Kebetulan daerah itu tidak jauh dengan jalur mereka,” balas Dan Theo membuat Annelies lega.

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-31
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   178. Mengapa Dia Ingin Membunuhku?

    Mengapa Dia Ingin Membunuhku? “Aish, sialan!” umpat Dan Theo dengan manik selebar cakram. Wajahnya amat tegang melihat mobil misterius tadi. Tanpa membuang waktu, Dan Theo bergegas lari menuju sang istri yang fokus pada ponselnya. Mungkin Annelies sedang menunggu kabar Cloe, sampai-sampai tak menyadari suara mesin mobil yang mengarah kencang padanya. Dari arah berlawanan, Dan Theo semakin mempercepat lajunya. Pria itu tak peduli apapun. Matanya hanya tertuju pada Annelies seiring kakinya yang berlari sangat cepat. ‘Brengsek!’ Dia kembali memaki dalam batin saat mobil tadi lebih dekat. ‘Aku mohon, aku mohon!’ Pria itu terus mengulangi kata-katanya seolah merapal mantra. Namun, dari sana pengemudi mobil gila itu bisa melihat Dan Theo yang berniat menyelamatkan istrinya. Orang itu merapatkan alisnya seraya mendecak geram. “Bajingan itu mau apa?! Dia ingin mati bersama wanita itu, hah?!” Kakinya menekan pedal gas semakin dalam seraya melanjutkan. “Baiklah, aku akan mengantar kalian

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-31
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   179. Lebih Dari Teman

    “Katakan!” ujar Eugen saat menoleh pada anak buahnya. “Mobil itu baru saja melewati persimpangan Patung Wellness!” Mendengar itu, Eugen pun bangkit dan melihat monitor anak buahnya. Rekaman CCTV tadi diputar lagi. Raut wajah Eugen berubah tegas saat mendapati nomor plat mobilnya memang sama. “Jika melewati patung Wellness, mungkin dia menuju De Forte. Kita bisa menghadangnya jika dari Ratz!” tukas Eugen masuk akal. Dia berpaling pada anak buahnya yang lain. Dengan sorot tajam, Eugen pun memberi perintah, “kau tetap di sini dan cari tahu orang yang mengemudi mobil itu. Aku dan tim Q1 akan langsung ke lokasi. Tetaplah siaga karena aku bisa menghubungimu kapan saja.” “Siap, Tuan!” sahut anak buahnya tersebut. Eugen dan anteknya yang memiliki tindik di bibirnya segera keluar ruangan tersebut. Eugen menyiapkan senjata, sedangkan bawahannya memanggil anggota tim Q1 untuk bersiap. Mereka akhirnya pergi memburu orang misterius tadi dengan dua mobil. Eugen duduk di kursi samping pengemu

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-31
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   180. Aku Tidak Bisa Kehilangan Barang Ayah Lagi

    Aku Tidak Bisa Kehilangan Barang Ayah Lagi “Velos!” Kaelus sengaja memanggil nama adiknya sebelum Cloe menjawab. Pria yang menguncir rambut gondrongnya itu tiba-tiba berjalan ke tengah Velos dan Cloe, hingga kaitan tangan mereka terlepas. Cloe hanya mengerjap, tapi Velos malah tersenyum karena tahu maksud kakaknya. Namun, bagi Kaelus senyum adiknya malam ini terlihat menyebalkan. Dengan tatapan tegas, Kaelus pun bertanya, “apa kau sudah bertemu Dan Theo? Aku tidak melihat mobilnya di tempat parkir.” “Oh … mereka parkir di luar, Kak. Tadi aku melihatnya,” sahut Velos kemudian. “Benarkah? Kalau begitu mari cepat masuk. Acara pasti segera dimulai ‘kan?” ujar Kaelus yang lantas memandu mereka masuk ke dalam. Cloe mengikuti dari belakang. Kaelus sengaja berjalan lebih maju karena ingin bicara dengan adiknya. Saat itulah dia bertanya, “kau mendapat kabar dari markas?” “Maksud Kakak markas Ratz?” sahut Velos yang lantas mendapat anggukan Kaelus. “Ya, saat perjalanan ke sini, aku me

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-31
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   181. Uang Tetaplah Uang

    Kaelus meraih ponsel Velos. Saat berpaling ke sebelah, rupanya sang adik tengah bergelut dengan dua pria berbadan gempal. “Hah! Dasar brengsek!” cibir Kaelus penuh umpatan.Dia hendak menyusul Velos, tapi dari belakang mendadak ada seseorang yang menendang punggungnya. Kaleus hampir tersungkur, tapi beruntung tubuhnya masih bisa menjaga keseimbangan.“Hah! Ternyata antek Caligo. Enyah sekarang atau kau akan mati. Ini peringatan pertama dan terakhir!” decak staff lelang yang tadi dibuntuti Kaelus. Suaranya rendah, tapi penuh ketegasan. Matanya menatap tajam, sarat dengan kemarahan yang tertahan.“Persetan dengan peringatan! Kalian yang mengacaukan pasar kami!” sahut Kaelus dengan nada mengejek. Ya, sekelompok geng dari luar negeri yang semula menjadi klien Blackhole, mulai mengacaukan pasar obat-obatan terlarang karena mengedarkan tiruan Raica Ruby, lalu menyebarkan ke para konglomerat di pesta-pesta. Karena itulah banyak kalangan elit yang datang ke lelang malam ini.Dan Theo tentu

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-01
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   182. Akhirnya Aku Menemukanmu!

    ***‘Siapa yang terus menghubungiku?’ batin Cloe mempersempit jarak alisnya saat nomor asing menelepon.Dia sudah berusaha mengabaikan panggilan itu karena masih berada di ruang lelang. Tapi sialnya, orang itu tak menyerah dan malah mengirim pesan teks.[Angkat teleponku, jalang sialan!][Hei, kau mengabaikanku?!][Kau mau mati, hah?][Cepat angkat, aku mau bicara!][Hei, jika kau berani memblokir nomorku lagi, aku akan membunuhmu!]Begitu membaca rentetan isi pesan kasar tersebut, Cloe langsung memikirkan satu orang. Dan itu membuat matanya bergetar penuh amukan. Terlebih saat membayangkan wajah orang tersebut, dada Cloe seolah terhantam beton hingga napasnya amat sesak.Sialnya nomor tersebut menghubunginya lagi. Kali ini Cloe langsung menolak panggilan dan buru-buru mematikan ponselnya.“Nona Cloe, apa ada masalah?” Annelies yang berada di samping pun bertanya.EKspresi tegang Cloe sekejap berubah datar.Dia menggeleng dan lantas menimpali, “tidak, Direktur. Bukan apa-apa.”Annelie

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-02
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   183. Jangan Pelit Pada Keluarga

    “Hah! Bagaimana kau bisa ke sini?!” tukas Cloes membelalakkan maniknya.Sensasi tegang merambat ke seluruh tubuh. Terlebih saat menatap mata hitam yang sangat mirip dengan miliknya.“Kenapa? Kau terkejut?!” sentak lelaki itu yang tiba-tiba mencengkeram leher Cloe. “Beraninya kau mengabaikan teleponku sejak tadi. Kau pikir aku tidak bisa mendatangimu, hah?!”“Argh ….” Cloe mengerang saat napasnya tercekat.Matanya pun gemetar samar dan berkaca-kaca, tapi lelaki itu tak peduli sama sekali.Dengan sorot tajam, dia malah berkata, “cepat berikan aku uang!”Alih-alih mengiyakan, Cloe malah menyeringai. Dia kian tertawa penuh ejekan hingga memicu amarah laki-laki tadi membengkak.“Uang? Tidak bisakah kau membahas selain uang?!” sahut Cloe mempertajam tatapannya. “Kau tau? Mau sebanyak apapun uang yang aku berikan padamu, semua akan habis sia-sia. Tolong hiduplah dengan benar dan jangan ganggu aku!”“Hah … jalang gila ini sangat cerewet. Siapa yang memintamu ceramah? Kau sekarang berani pada

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-03

Bab terbaru

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   296

    296.‘Brengsek! Ternyata sejak tadi dia mengawasiku?!’ Velos memaki geram dalam hati.Irisnya melirik waspada seiring J4 yang menarik pelatuk atas senjata apinya. Jelas sekali dia bukan sekedar mengancam.Namun, bukannya mengangkat tangan dengan patuh, Velos justru berbalik dengan gesit dan langsung merengkuh tangan J4 yang mengacungkan pistol padanya.“Aish!” J4 mendesis sengit, lalu melayangkan tendangan cukup keras.Beruntung gerakan itu bisa terbaca oleh Velos, hingga dia segera melepas cekalan dari tangan J4, lalu mendorong kursi ke arahnya. Tendangan J4 pun menghantam kursi tersebut. Saat itulah, Velos mengambil kesempatan dengan menghajar wajah lelaki itu penuh berang.“Ugh!”J4 terhuyung, tapi Velos tak akan memberinya peluang. Dirinya justru menggertakkkan gigi dengan geram, lalu memukul wajah J4 lebih kencang.“Rasakan itu, J4!” Velos mendengus tajam melihat lawannya menghantam dinding.J4 yang kini merosot ke lantai, segera mengusap gelenyar darah dari sudut mulutnya. Tanp

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   295. Kau Tidak Bisa Membodohiku!

    "Tuan Velos, kenapa Anda kembali?" tukas J4 saat berpaling ke belakang. Ya, kini mereka sedang berada di markas geng Ceko untuk mengawasi produksi Raica Ruby. Velos lebih dulu masuk karena J4 masih bertelepon dengan seseorang. Tapi alih-alih menjawab J4, Velos malah menyidik, "apa yang kau sembunyikan?""A-apa maksud Anda? Saya tidak menyembunyikan apapun. Mari, kita harus segera melihat proses produksinya 'kan?"J4 Melangkah lebih dulu. Tatapannya yang sinis, memicu rasa curiga Velos menebal. Jelas sekali dugaan Velos tak pernah meleset.'Bajingan ini! Kau tidak bisa membodohiku!' umpat Velos dalam batin.Dirinya menyusul anak buah Eugen itu, lalu mendecak berang, "J4!"Tanpa menunggu lelaki tersebut menoleh, Velos langsung merengkuh bahunya dengan kasar. Bahkan dia tak segan melayangkan pukulan amat keras. Tapi sial, refleks J4 cukup bagus. Dia dengan sigap membalas pukulan Velos. Kepalan tangannya mengincar wajah pria tersebut, tapi beruntung Velos menghindar dengan gesit.'Siala

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   294. Aku Pasti Akan Kembali Padamu!

    “Ayah! Saya tidak menyetujui pernikahan ini!” Dan Theo berujar tegas. Sorot matanya amat tajam, seakan mengibarkan bendera perang pada Anthony. Namun, ayahnya juga tak gentar. Lelaki itu mengeraskan rahangnya seraya menimpali tedas. “Keputusan itu bukan ada di tanganmu, Theodore!”Tanpa menunggu balasan sang putra, Anthony langsung keluar dari ruangan tersebut. Eugen dan beberapa bawahannya pun menunduk hormat. “Awasi dia, jangan biarkan siapapun masuk. Panggil dia nanti malam saat keluarga Howard datang!” tukas Anthony memerintah. Eugen mengangkat kepala seraya menjawab tegas. “Baik, Tuan Besar!”Hingga malam harinya, Eugen benar-benar membebaskan Dan Theo. Ketika anak buahnya sibuk melepas ikatan rantainya, Eugen pun memberitahukan jadwal acara malam nanti. “Big Boss, pukul delapan malam keluarga Howard akan mendatangi Caligo. Tuan Besar meminta Anda bersiap dari sekarang,” tukas Eugen yang terus menatap Dan Theo. Lawan bincangnya yang bungkam, justru membuatnya was-was. Seba

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   293. Aku yang Mendidikmu Jadi Sempurna

    Dan Theo melirik sekitar sembari memaki dalam batin, ‘sialan! Eugen dan anggotanya pasti membawaku ke Sociolla!’Asumsi pria itu semakin kuat kala mengingat ruangan ini. Dulu, Dan Theo remaja pernah disekap berbulan-bulan di tempat ini. Dirinya disiksa habis-habisan, bahkan betisnya tertembak tiga peluru karena mencoba kabur dari mansion Caligo. Itu saat Anthony memaksa Dan Theo membunuh manusia untuk pertama kalinya!Ya, meski Dan Theo berhasil menyelesaikan tugas berat itu, tapi dirinya nyaris gila. Anthony memaksanya melenyapkan sekelompok penyusup keesokan harinya. Setiap hari, jumlah orang yang harus Dan Theo bunuh semakin bertambah. Ini benar-benar mengikis kewarasannya. Bahkan beberapa anak angkat Anthony lainnya bunuh diri karena hilang akal. Di antara mereka, hanya Dan Theo yang mendekati kesempurnaan dan mampu bertahan di bawah tekanan Anthony. Semakin lama Dan Theo menyadari bahwa dirinya akan menjadi mesin pembunuh. Dia yang tak ingin melakukannya lagi, diam-diam keluar d

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   292. Aku Merasa Ada Yang Tidak Beres, Kak!

    “J4?” Kaelus merapatkan alisnya begitu melihat tamu yang datang.Velos yang berada di sampingnya tak kalah heran. Tidak biasanya orang-orang Anthony mendatangi San Carlo langsung.“Tuan!” Lelaki berambut lurus panjang yang terikat ke bawah itu memberi salam hormat.“Ada apa kau datang ke sini, J4? Apa kau bersama Eugen?” tukas Velos menyelidik.Ya, Velos tau dia bawahan Eugen. Terakhir kali Eugen datang untuk mengawasi kinerja Dan Theo tentang Raica Ruby. Velos menebak masalah kali ini tak jauh beda.Lelaki yang dipanggil dengan kode nama J4 itu kembali mengangkat tatapan tegasnya.“Saya sendirian, Tuan Velos. Saya datang atas perintah Ketua,” tuturnya.Velos menatap lebih lekat, lalu menimpali, “katakan!”“Permintaan Raica Ruby meningkat tiga kali lipat. Ketua ingin saya ikut mengawasi proses produksi di San Carlo,” sahut J4 menjelaskan.“Tunggu, kau bilang tiga kali lipat. Bukankah ini gila?!” Kaelus langsung menyambar dengan keras.Pasalnya, untuk memenuhi satu kuota produksi, memb

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   291. Utusan Ketua Datang Ingin Bertemu Dengan Anda!

    “Tolong beri jalan. Saya harus segera menyusulnya!” tukas Annelies yang berusaha keluar.Namun, perawat perempuan di hadapannya langsung berkata, “Nyonya, ini sudah malam. Sebaiknya Anda kembali istirahat.”“Ti-tidak! Mereka akan membawanya pergi. Jika aku tidak menyusulnya, aku akan kehilangan jejak Dan Theo!” Annelies menyambar dengan tatapan panik.Sang suster mengernyit. Irisnya melirik ke sekitar ruang rawat dan tidak mendapati suami Annelies di sana. Dia pun curiga ada suatu hal, sebab tak biasanya pria itu meninggalkan istrinya sendiri. Jika tidak menunggu di depan, biasanya Dan Theo memang menemani Annelies di dalam ruang rawat saat wanita itu terlelap.“Nyonya, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Perawat tadi menyidik.“Se-seseorang, hah … tidak, ada beberapa orang yang membawa pergi suamiku!” Annelies merengkuh tangan Perawat tadi dengan buncah. “Suster, tolong hentikan mereka. Tolong beritahukan pada penjaga untuk menangkap mereka!”Mendengar itu iris sang perawat langsung

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   290. Wanita Itu Benar-Benar Gila!

    “Big Boss!” Eugen menunduk hormat saat Dan Theo menghampirinya.Ya, beberapa bulan tak bertemu, orang kepercayaan pemilik organisasi Caligo itu tampak lebih garang. Meski Dan Theo tidak begitu menyukai Eugen, tapi dia tak pernah melupakan jasanya yang telah mempertaruhkan nyawa dan terluka berat, demi menyelamatkan Annelies dulu.“Bicaralah, waktumu hanya sepuluh menit!” tukas Dan Theo disertai ekspresi datarnya.“Tuan Anthony meminta Anda kembali ke Sociolla, Big Boss!” sahut Eugen langsung ke inti.Mendengar itu, kening Dan Theo langsung mengenyit. Ayahnya pasti tidak akan menurunkan perintah karena hal sepele. Dan dia sepertinya tahu alasannya.“Jika karena masalah Jesslyn, katakan pada Ayah untuk tidak khawatir. Aku akan menanganinya sendiri dan kembali ke Sociolla kalau sudah waktunya.” Dan Theo berujar tenang, tapi sorot matanya tampak menggertak.“Ini tidak sesederhana yang Big Boss pikirkan,” balas Eugen terlihat berani. “Jika bisa selesai semudah itu, Tuan Anthony tidak akan

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   289. Kau Sudah Menjadi Miliknya Sebelum Bertemu Denganku

    “Annelies, kau tahu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu!” Dan Theo berkata tenang, tapi sorot maniknya menyimpan getaran.Sang istri mengencangkan lehernya. Membayangkan Dan Theo memasangkan cincin, bahkan memeluk Jesslyn, sungguh menyesakkan dadanya.“Tidak, kau sudah menjadi miliknya sebelum bertemu denganku,” sahut Annelies dengan tatapan dingin. “Kau menipuku. Kau membuatku bergantung padamu dan tidak bisa hidup tanpamu. Kau sudah berhasil, Dan Theo. Pasti sangat menyenangkan melihatku seperti orang bodoh selama ini!”“Istriku—”“Sekarang pergilah. Pergi dan jangan muncul di hadapanku lagi!” Annelies segera menyambar tanpa memberi suaminya kesempatan bicara.Bahkan wanita itu langsung melengos. Dia benar-benar tak ingin melihat wajah Dan Theo.Namun, sang pria yang duduk di sebelah brankarnya tak bisa memaksa. Dan Theo tahu Annelies pasti kesal padanya.Dengan penuh sesal, dia lantas berkata, “maafkan aku, Annelies. Aku akan meninggalkan buburnya di sini. Aku mohon, makanlah sed

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   288. Kehamilan Saya Tidak Akan Mengubah Apapun

    “Annelies?” Dan Theo melebarkan irisnya dengan bingung.Pria itu menilik sang istri lebih lekat, lalu ragu-ragu bertanya, “istriku, kau … tidak mengenaliku? Aku—”“Saya tidak mau bicara dengan orang asing. Tolong pergilah!” Annelies menyahut pelan, tapi raut wajahnya sangat muram.“Tunggu sebentar, sepertinya ada yang salah. Aku akan memanggil Dokter untuk memeriksamu!” Dan Theo berujar cemas.Ya, bagaimana mungkin dia tetap tenang kalau sang istri tidak mengingatnya? Dan Theo bingung, padahal kepala Annelies tidak membentur sesuatu. Sebab itu, dirinya berniat segera memanggil dokter.Namun, belum sampai beranjak, Annelies lantas berkata, “Dokter sudah cukup memeriksa. Saya hanya ingin Anda pergi, Tuan Theodore Caligo!”Wanita tersebut lebih meninggikan nada di akhir kalimatnya. Dan itu membuat sang pria tertegun dengan alis menyatu.“Annelies, apa yang baru saja kau katakan? Kenapa kau ….” Dan Theo tiba-tiba meredam ucapannya sendiri.Agaknya dia tahu, kenapa Annelies mengambil sikap

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status