Share

Bab 79

Penulis: Lusia Sudarti
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-10 04:57:23

79. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku.

Malam Yang Di Nanti.

Penulis : Lusia Sudarti

Part 79

Aku menutup mulut karena terkejut.

Sedangkan Mas Indra kembali berdiri dan pura-pura membaca slip gaji untuk pegawaiku.

๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€

Aku merasa wajahku memanas menatap Mas Indra dengan mata terbelalak. "Mas Indra jangan begini dong. Aku kan jadi malu!" ucapku dengan menyembunyikan senyum bahagia dihatiku.

"Kenapa memangnya Sayang, heemm! Mas telah begitu lama menantikan malam ini!" katanya sembari tersenyum nakal.

Aku merasakan bulu romaku meremang mendengar ucapan dan melihat ekspresi Mas Indra yang menggodaku.

"Heemm mulai deh nakalnya ya?" sungutku sembari mencubit hidungnya yang mancung.

Tanganku di raih Mas Indra ketika hendak menyentuh hidungnya. "Mas sangat merindukan kamu Sayang!" Mas Indra menatap lekat kearah kedua bola mataku, tatapan syahdu yang juga selama ini aku rindukan.

Malam syahdu membuatku larut dalam suasana yang indah yang dinantikan oleh setiap pasangan.

"Seh
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 80

    80. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Secarik Kertas Pesan Dari Mas Indra Penulis: Lusia Sudarti Part 80"Bagus juga tuh saran Bapak Sayang. Agar Adek enggak capek, apalagi jika perut Adek membesar, tentu sangat kerepotan bukan?" imbuh Mas Indra. Aku mempertimbangkan saran mereka berdua. ๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€"Abang kalau sudah besar cita-citanya mau jadi apa?" tanya Mama mertuaku. "Abang cita-citanya mau jadi tentara seperti Ayah, Opa!" jawab Fandi. "Oh ya ... apa Abang enggak takut kena tembak?" "Enggak takut Opa! Abang ingin melindungi negara seperti Ayah!" Fandi menjawab dengan semangat. Teh Wulan tersenyum. "Bagus Bang, menjadi tentara memang mulia." Mama mertuaku menambahkan. "Tapi jangan lupa ya Sayang, pendidikan itu lebih penting. Ayah ingin kamu menjadi tentara yang pintar." Aku tersenyum bahagia mempunyai keluarga yang harmonis dan penuh kehangatan. "Tentara yang pintar dan tampan seperti Ayah!" Mas Indra menambahkan, dan membuat kami semua tertawa mendengarnya.

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-11
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 81

    81. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Penulis : Lusia Sudarti Part 81Aku, Bapak dan Teh Wulan tersenyum bahagia. ๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€ Kami melakukan perjalanan ke makam Bang Hardi. Bapak dan Teh Wulan pun demikian. "Ayah, habis ziarah kita jalan-jalan kemana?" tanya Fandi saat sedang dalam perjalanan. "Abang, jangan ganggu Ayah yang sedang mengemudi ya?" ujar Hanum sambil mengusap kepala Fandi dengan lembut. "Enggak apa-apa kok. Kita jalan-jalan kemana ya ..." Mas Indra pura-pura sedang berfikir. " ke pantai ... setuju?" sambungnya setelah terdiam beberapa saat. "Setuju ..." Kurnia dan Fandi menjawab serentak.Bapak, Teh Wulan dan aku hanya geleng-geleng kepala seraya tersenyum. "Tetapi pantai lumayan jauh Nak Indra! Sebaiknya di tunda dulu ke pantainya. Bapak khawatir sama kesehatan Nak Ibdra yang baru saja pulih!" sahut Bapak. "Iya Mas, kita cari tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh!" imbuhku. Mas Indra tersenyum. "Enggak apa-apa kok Pak! Indra ingin membahagiakan kalia

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-13
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 82

    82. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Terpaksa Mengungsi Karena darurat. Penulis : Lusia Sudarti Part 82"Selamat datang Mbak, Bapak dan Adik-adik. Saya Mbok Narti yang menjaga villa Mas Indra."๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Mbok Narti menyambut kami dengan hangat dan menjamu kami dengan makanan lezat. Selepas makan malam, kami berbincang sebentar di ruang keluarga. Sementara Mbok Narti menyiapkan minuman hangat dan beberapa macam cemilan untuk menemani berbincang. "Jadi, bagaimana keadaan rumah, Nak Indra?" tanya Bapak sedikit khawatir. "Bapak dan Teteh tenang saja, saya sudah memperketat keamanan untuk menjaga rumah dengan pasukan khusus," jawab Mas Indra. Kami tertegun mendengar ucapan Mas Indra. "Bagaimana dengan warung Hanum dan Bapak Mas? Kok jadi rumit begini ya?" ucapku. "Sabar Sayang! Percayalah, ini semua tak akan berlangsung lama!" kata Mas Indra menenangkan hatiku. Kami bercerita hingga larut malam. Becanda bersama kedua Anakku, juga Mbok Narti. Fandi dan Kurnia becanda bersam

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-14
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 83

    83. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Mas Indra Menghilang Lagi, Demi Sebuah Tugas. Penulis : Lusia Sudarti Part 83Kami berdua akhirnya tertidur dengan lelap di bawah selimut di atas pembaringan.๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Allahu akbar! Allahu Akbar ...! Aku terjaga saat mendengar adzan subuh berkumandang dari kejauhan. Terdengar sayup-sayup terbawa angin.Tanganku menggapai sisi kiri pembaringan, namun aku tak menemukan siapapun disana. Hanya bantal guling berada di tengahnya. Segera aku beringsut bangun dan mencari-cari keberadaan Mas Indra di sekitar kamar. Tetapi tak ada siapa-siapa. "Mas ..." Aku memanggilnya sembari menurunkan kedua kaki ke atas lantai dan menyibak selimut yang membalut tubuhku. "Astaga ... ternyata aku belum memakai pakaianku," gumamku pelan. Gegas aku meraih handuk yang tergantung di tempatnya.Segera aku menuju ke kamar mandi untuk memversihkan tubuhku, lalu mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat subuh. Dalam sujudku, aku berdoa agar diberikan kesehatan da

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-15
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 84

    84. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Aku Tak Ingin Menyakiti Mu Lagi Mas. Penulis : Lusia Sudarti Aku mendengarkan cerita Mas Indra dengan seksama, sementara fikiranku melanglang buana dan membayangkan perbuatan tak terpuji yang Ratna lakukan. Part 84๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€"Sebetulnya, saat Mas Indra koma, Ratna pernah mengancam Hanum. Saat itu, berada di mushola rumah sakit." Mas Indra masih memelukku, aku berada di pangkuannya. "Oh iya ... benarkah?" tanya Mas Indra. "Iya, namun saat itu tak aku hiraukan semua kata-kata pedas yang terlontar darinya. Karena bagiku saat itu yang paling penting adalah Mas Indra," jawabku pelan. "Yah, Mas tahu bagaimana Adek." "Rupanya, Ratna selama ini merasa sakit hati terhadap Mas dan akhirnya dia membelot. Kemudian bekerja sama dengan pemberontak." "Hanum tahu tentang itu. Makanya Mas di pindahkan ke ruang rahasia." "Sekarang ini, tim pasukan inteligen sedang menyebar mata-mata untuk menangkap anggota yang melarikan diri! Jika Mas menghilang, i

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-16
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 85

    85. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku.Mendapat Kabar Tentang Meninggalnya Kedua Mertuaku.Penulis : Lusia Sudarti Part 85"Iya Mbak! Kalau begitu saya ijin kembali bekerja," jawab Mbok Narti sembari tersenyum.๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€"Baik! Saya akan segera menuju ke lokasi target, amankan lokasi!" Mas Indra sedang berbicara melalui headsetnya. "Sayang, Mas tinggal dulu ya? Pak saya ada tugas menangkap anggota pembelot. Titip keluarga saya ya Pak?" pamit Mas Indra kepada kami. Disaat kami sedang bersantai diruang tamu, setelah sarapan pagi. Bapak mengangguk. "Iya Nak, hati-hati selalu ya?" jawabnya. Mas Indra mengangguk, aku mencium punggung tangannya, kemudian keningku di kecupnya lembut. Mas Indra pun mencium punggung tangan Bapak dengan takzim. 'Ya Allah, selamatkan suamiku dimanapun berada! Amiiinn," gumamku pelan. "Pak, jika Bapak merasa bosan. Jalan-jalan Pak, di kebun belakang banyak terdapat pohon buah-buahan lho Pak!" kataku kepada Bapak yang nampak sedikit gelisah. "Iya Ne

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-17
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 86

    86. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Akhirnya Mas Indra Pulang! Penulis : Lusia Sudarti Part 86Mas Indra belum juga kembali dan hari ini tepat hari ketiga Mas Indra meninggalkan kami di villa miliknya, tak biasanya Mas Indra pergi begitu lama!๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Tujuh hari berlalu begitu saja ... sementara Mas Indra belum juga kembali.Di villa kami tidak dapat berbuat banyak.Bapak melakukan serangkaian doa untuk tujuh hari Mama dan Papa. Kami semua mengenakan gamis serba hitam tanda sedang berkabung. Aku berusaha menguatkan hati dan mencoba tegar untuk semuanya.Aku hanya mampu berdoa untuk suamiku tercinta agar segera kembali dan berkumpul bersama-sama lagi. Orang-orang di sekelilingku selalu memberikan semangat kepadaku untuk tetap kuat dan tabah menghadapi semuanya. "Neng, Bapak harap Neng Hanum tetap sabar dan tabah untuk menghadapi semua cobaan ini. Kami akan selalu berada dibelakang demi memberikan semangat kepadamu. Yakinlah, akan ada pelangi setelah hujan dan habis ge

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-19
  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 87

    87. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Akhirnya Kami Kembali Pulang. Penulis : Lusia Sudarti Part 87Mas Indra memeluk semakin erat, tubuhku di bopong menuju ke kamar, lalu terjadilah sesuatu yang diinginkan ...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Suara adzan membangunkan aku dan Mas Indra. Mas Indra membelai wajahku dan mencium keningku dengan lembut."Selamat pagi Sayang! Terima kasih sudah mencintai Mas dengan tulus. Kini Mas sudah tak punya siapapun selain Adek dan Anak-anak," katanya sendu. Hatiku menjadi sangat sedih dan terluka, melihatnya tiba-tiba menjadi sangat rapuh. "Sabar Mas, ada Hanum dan semuanya yang selalu mendukung Mas." Aku memeluknya semakin erat dan menghujani wajahnya dengan ciuman lembut, agar hatinya menjadi tenang. Mas Indra tersenyum karena aku mengelitiknya. "Heem ... nakal ya sekarang!" ujarnya sambil berbalik dan mengungkung tubuhku. "Hati-hati Mas, ntar debaynya kesakitan lho," candaku. Mas Indra berhenti sejenak. "Betul juga ya Sayang!" Mas Indra mengusap lembu

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-19

Bab terbaru

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 94

    94. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Aku Tak Dapat Tidur Dengan Tenang. Penulis : Lusia SudartiSejenak aku tertegun mendengar jawaban Siti, memang sih jika selama ini Mas Indra tak pernah menunjukkan sikap aneh. Part 94๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Dipembaringan aku tak mampu memejamkan mata barang sekejap pun. Aku terbayang wajah Mas Indra yang tampak lelah, hatiku menjadi iba. Namun jika teringat akan Rania, hatiku mendadak pedih bagai tersay4t sembilu. Aku beranjak untuk mengambil air wudhu lalu melaksanan sholat sunnah agar hatiku menjadi lebih tenang. Sholat hajat dua raka'at aku lakukan kemudian aku lanjutkan membaca doa nurbuwat agar doa-doaku terkabul.ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู (Bismillahirrahmanirrahim) 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." Doa Nurbuwatุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู†ูู‘ูˆุฑูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู„ูŽุง ูŠูุทู’ููŽุฃู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ู‚ูŽุทูุนู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ู„ูŽุง ุชูููŽุตูŽู‘ู„ู (Allahumma inni as'aluka an-nura al-ladhi la yutfau wa ar-

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 93

    93. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Benarkah Rania Itu, Istri Pertama Mas Indra? Penulis : Lusia Sudarti'Terima kasih Ya Allah atas rizqi yang Engkau berikan kepadaku dan keluargaku, Amiin."Part 93๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Setibanya dirumah, aku langsung masuk ke kamarku, dan bersiap untuk mencoba melakukan panggilan video kembali, karena aku masih belum sepenuhnya percaya kepada Mas Indra. Namun keinginan itu aku tahan, aku akan membersihkan tubuh dan melakukan sholat magrib. Selepas sholat magrib aku langsung melakukan panggilan video ke nomor Mas Indra.Ponselnya aktif dan berdering. Namun tidak ada jawaban, aku memutuskan panggilan, lalu aku panggil kembali. Beberapa detik berlalu, panggilanku tak kunjung di angkat dan itu membuat hatiku menjadi sangat dongkol. Aku tersenyum getir dan bermonolog dalam hati. 'Apakah yang aku fikirkan benar-benar terjadi? Apakah Mas Indra disana bersenang-senang dengan Rania?" gumamku. 'Astagfirrullahal'adzim ... kenapa aku bisa soudzon terhad

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 92

    92. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Bersilaturahmi Ke Panti Asuhan. Penulis : Lusia Sudarti Aku terdiam mendengar nasihat Siti dan meresapi semuanya dengan semua rasaku. Part 92๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Malam semakin larut, namun kedua netraku tetap tak dapat terpejam, entahlah ... aku harus bagaimana? Sedih atau bahagia? Aku tak tahu ...!Aku tak mengerti maksud dari Mas Indra merahasiakan masalah ini dariku. Waktu telah menunjukkan pukul 01 dinihari. Aku selalu merubah posisi tidurku agar lekas terlelap, namun tetap tak mau terpejam. Akhirnya aku memutuskan untuk melaksanakan sholat sunnah dan membaca ayat-ayat Al'Qur'an sejenak, agar hatiku menjadi lebih tenang. Surat Al-Baqarah Ayat 155-156. ูˆูŽู„ูŽู†ูŽุจู’ู„ููˆูŽู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุจูุดูŽูŠู’ุกู ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูˆู’ูู ูˆูŽุงู„ู’ุฌููˆุนู ูˆูŽู†ูŽู‚ู’ุตู ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽู†ููุณู ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ูˆูŽุจูŽุดู‘ูุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุจูุฑููŠู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽุชู’ู‡ูู… ู…ู‘ูุตููŠุจูŽุฉูŒ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ Wa lanabluwannakum bisyay'in mina al-khawfi wa al-juu'i wa naqsi

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 91

    91. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Lauk Nasi. Kebenaran Yang Terungkap! Penulis : Lusia SudartiSiti tertegun sejenak. "Kamu jangan gampang percaya begitu saja dengan wanita yang mengaku bernama Rania. Bisa saja dia hanya ingin menghancurkan rumah tangga kalian," jawab Siti, seolah dia mengetahui segalanya tentang Rania.Part 91๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Malam hari terasa sedikit semarak dengan kehadiran Siti. "Ate ... makasih coklat sama bonekanya ya? Adek sukaaa banget!" seru Kurnia sambil tersenyum senang. "Ate, Abang juga makasih ya coklat sama mobil tamiyanya," sambung Fandi tak kalah hebohnya. Aku tertawa mendengar kehebohan mereka. "Apa--- hanya terima kasih? Oh, tidaakk ... sungguh terlalu kalian!" cebik Siti sembari memutar bola mata dengan malas. Aku terkekeh mendengar kata-kata Siti. "Hehehe ... tuh Ate Siti ngambek." Fandi dan Kurnia saling pandang lalu mereka menghampiri Siti dan ... Cup, cup, cup ... "Makasiiihh Ate." Fandi dan Kurnia mencium pipi kanan dan kiri Siti

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 90

    90. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Di Datangi Wanita Bernama RaniaPenulis : Lusia Sudarti Mas Indra menambah kecepatan laku motornya, mau tak mau. Aku memeluk erat pinggangnya. Hingga dua tahun kami menjalani status sebagai kekasih.Part 90๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Malam minggu itu, Mas Indra datang kerumahku. Aku sangat gugup dan malu karena rumahku sangat sederhana. Tapi Mas Indra tidak mempermasalahkannya. Kami berbincang tentang sekolah dan teman kami. Saat itu Ibuku yang bernama Hartati masih hidup. "Eh ada Nak Indra," sapa Ibu sambil tersenyum. "Iya Bu!" Mas Indra bangkit dan mencium punggung tangan Ibu. "Di lanjut ngobrolnya, sebentar Ibu ambilin air minum!" ujar Ibu sembari melangkah masuk. "Enggak usah repot-repot Bu," cegah Mas Indra, namun Ibu udah masuk. "Oh iya Dek. Mas sampai lupa, sebentar ya?" kata Mas Indra sembari berlari keluar menuju ke motor besarnya. "Ini oleh-oleh buat Adek juga Ibu!" Mas Indra menyerahkan satu plastik jeruk dan satu kotak martabak telur.

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 89

    89. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Teringat Kenangan Semasa SMAPenulis : Lusia SudartiAku berpamitan setelah memeluk mereka berdua. Dan kami meninggalkan halanan rumah Bapak. Part 89Pinggiran kota kecil kami sore ini diguyur hujan deras. Kami sedang duduk bercengkrama bersama, bareng kedua Anakku dan Mas Indra. "Abang udah mandi untungnya, jadi enggak terlalu dingin," kata Fandi. "Adek juga Bang. Sekarang Adek mau belajar dulu besok dikumpul Bang!" pamit Kurnia. "Sini belajar sama Ayah," sahut Mas Indra. "Adek udah bisa Yah, hehehe," jawab Kurnia sambil terkekeh. "Oh yaa ... pintar sekali Anak Ayah," puji Mas Indra sambil tersenyum bangga. "Iya dong, kan Ayah yang bilang jika Adek rajin belajar, pasti Adek jadi Anak pintar," sahut Kurnia. Aku tersenyum bangga mendengarnya. "Iya Adek. Ayah bangga sama Adek juga Abang. Kalian berdua menjadi kebanggaan Ayah sama Ibu." ๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€ Mas Indra tiba-tiba mendengarkan sesuatu dari headsetnya. "Baik, terus pantau jangan

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 88

    88. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Bertemu Bude Sinta. Penulis : Lusia Sudarti"Adek ... Adek semakin membuat Mas mabuk, dalam kondisi berbadan dua pun Mas tak dapat menahannya," bisiknya di telingaku yang membuat aku merasa melambung tinggi ke udara. Part 88๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Keesokan harinya ... "Anak-anak, sudah siap!" tanya Mas Indra kepada kedua Anakku selepas sarapan. "Sudah Ayah ..." Mereka menjawab serentak, sementara kami pun telah bersiap untuk berziarah ke makam Mama, Papa dan Bang Hardi, beserta Bapak dan Teh Wulan. "Mbak Murti, kami hendak berziarah ke makam Mama, juga Bang Hardi." "Siap Mbak." "Atau Mbak Murti akan turut serta?" tanya Mas Indra. "Oh, tidak Mas! Saya menjaga warung saja. Akhir-akhir ini warung semakin ramai," jawabnya sembari tersenyum. "Alhamdulillah ... semoga bertambah laris ya, amiin," sahut Bapak seraya tersenyum. "Oh ya, benarkah Mbak?" tanya Mas Indra. "Iya Mas, Mbak! Tempo hari kami sampai kehabisan dan masak kembali karena masih

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 87

    87. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Akhirnya Kami Kembali Pulang. Penulis : Lusia Sudarti Part 87Mas Indra memeluk semakin erat, tubuhku di bopong menuju ke kamar, lalu terjadilah sesuatu yang diinginkan ...๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Suara adzan membangunkan aku dan Mas Indra. Mas Indra membelai wajahku dan mencium keningku dengan lembut."Selamat pagi Sayang! Terima kasih sudah mencintai Mas dengan tulus. Kini Mas sudah tak punya siapapun selain Adek dan Anak-anak," katanya sendu. Hatiku menjadi sangat sedih dan terluka, melihatnya tiba-tiba menjadi sangat rapuh. "Sabar Mas, ada Hanum dan semuanya yang selalu mendukung Mas." Aku memeluknya semakin erat dan menghujani wajahnya dengan ciuman lembut, agar hatinya menjadi tenang. Mas Indra tersenyum karena aku mengelitiknya. "Heem ... nakal ya sekarang!" ujarnya sambil berbalik dan mengungkung tubuhku. "Hati-hati Mas, ntar debaynya kesakitan lho," candaku. Mas Indra berhenti sejenak. "Betul juga ya Sayang!" Mas Indra mengusap lembu

  • Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakkuย ย ย Bab 86

    86. Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku. Akhirnya Mas Indra Pulang! Penulis : Lusia Sudarti Part 86Mas Indra belum juga kembali dan hari ini tepat hari ketiga Mas Indra meninggalkan kami di villa miliknya, tak biasanya Mas Indra pergi begitu lama!๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€๐Ÿฅ€Tujuh hari berlalu begitu saja ... sementara Mas Indra belum juga kembali.Di villa kami tidak dapat berbuat banyak.Bapak melakukan serangkaian doa untuk tujuh hari Mama dan Papa. Kami semua mengenakan gamis serba hitam tanda sedang berkabung. Aku berusaha menguatkan hati dan mencoba tegar untuk semuanya.Aku hanya mampu berdoa untuk suamiku tercinta agar segera kembali dan berkumpul bersama-sama lagi. Orang-orang di sekelilingku selalu memberikan semangat kepadaku untuk tetap kuat dan tabah menghadapi semuanya. "Neng, Bapak harap Neng Hanum tetap sabar dan tabah untuk menghadapi semua cobaan ini. Kami akan selalu berada dibelakang demi memberikan semangat kepadamu. Yakinlah, akan ada pelangi setelah hujan dan habis ge

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status