Share

bab 3

Author: Author Rina
last update Last Updated: 2025-01-07 17:30:12

Herman membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang dia lihat. Bagaimana bisa ada di situ?

"Mas!" Melly berteriak," cepat kamu buang ulat itu!"

Herman hanya menoleh istri mudanya sebentar, dia sendiri ngeri melihat binatang kecil yang banyak bulunya itu sehingga dia memutuskan untuk memanggil salah satu dari pembantunya untuk membuangnya.

"Pantas kita gatal-gatal," geram Melly. Kondisi mereka mengenaskan. Wajahnya pucat, lemas dan juga badannya bentol-bentol. Mereka tidak berhenti menggaruk.

"Aku juga bingung, bagaimana bisa ulat bulu masuk ke kamar ini. Padahal kamar ini kan selalu dibersihkan," ucap Herman.

Tiba-tiba Melly teringat sesuatu," Ini pasti ulah istri kamu Mas, kurang ajar!"

"Jangan nuduh sembarangan tanpa bukti, nanti kamu bisa dituntut pencemaran nama baik," jawab Herman.

"Halah," bantah Melly yang kemudian berjalan menuju ke arah pintu.

________

"Hai nenek lampir!" teriak Melly yang membuat Mona yang saat itu sedang memasak nasi goreng seketika menoleh. Ikutkan hati dia ingin menampar wanita itu. ataupun menjambak rambutnya supaya dia kapok. Tapi sebisa mungkin Mona menahan diri. Baginya main cantik itu lebih bagus daripada harus menuruti emosi yang hanya merugikan diri sendiri.

"Kamu biasa hidup di hutan ya, sampai sopan santun saja gak tahu," jawab Mona pelan.

"Enak aja hidup di hutan, memangnya kamu pikir aku orang hutan!" sinis Melly. Namun, tak dihiraukan oleh Mona.

"Aku ke sini mau nanya, bagaimana ceritanya ada ulat bulu di kasur kami. Kami sampai gatal-gatal nggak bisa tidur semalaman gara-gara ulat bulu itu. Itu pasti ulah kamu kan!" Sengit Melly, dia yakin ini semua pasti ulah Mona.

"Ulat bulu?" Mona menatap madunya.

"Iya, ulat yang banyak bulunya itu."

"Ouh, ya wajarlah dia di sana orang ada saudaranya."

Mata Melly membulat mendengar jawaban dari Mona, dia cukup pintar jadi dia mengerti arah pembicaraan Mona.

"Maksud kamu apa? Kamu menyamakan aku sama ulat bulu?" Melly kesal, telapak tangan wanita itu mengepal. Mona ternyata sungguh jauh berbeda dari apa yang diceritakan oleh Herman. Jika menurut cerita Herman, Mona adalah wanita yang lemah dan penurut. Tetapi, kenyataannya Mona adalah wanita yang menyebalkan.

"Terus apa sebutannya untuk wanita yang gatal pada suami orang. Ulat bulu kan?"

Melly semakin kesal, dia menghembuskan napas kasar dan menatap kesal ke arah Mona.

"Halah, gak usah banyak alasan! Aku yakin ini semua ulah kamu, kamu juga kan yang membuat kami sakit perut semalaman?" Melly semakin emosi.

Mona tersenyum sinis," nanggung amat, hanya membuat sakit perut. Kalau aku yang bertindak bukan hanya sakit perut kalian tapi sakit jantung," jawabnya datar membuat Melly kian emosi.

"Ihh," Melly geram," dasar nenek lampir, tua. Kamu pasti cemburu kan karena tadi malam Mas Herman lebih milih tidur sama aku. Padahal beberapa hari nggak tidur sama kamu, makanya punya badan itu dijaga biar suami betah di rumah dan nggak tergoda sama perempuan lain," ucap Melly emosi.

"Jadi pelakor kok bangga," komen Mona.

"Ya bangga lah, kalau aku bisa memenangkan hati Mas Herman itu artinya aku lebih baik dari kamu. Aku lebih cantik, lebih muda dan selalu bisa menyenangkan hatinya. Beda sama kamu yang membosankan!" sengit Melly.

"Kamu tahu bedanya permen yang berkelas sama enggak?" Mona menatap Melly.

"Ngapain bahas permen, sudah merasa kalah?" Melly tersenyum sini lalu melipat tangan di dada.

"Ngapain juga aku harus merasa kalah dengan pelakor, aku istri sah posisi aku lebih bagus dari kamu. Kalau aku mau aku bisa mengusir kamu karena secara hukum aku ini lebih kuat dibandingkan kamu. Dan inilah bedanya permen murahan sama permen berkelas. Permen biarpun sama-sama manis tapi kalau bungkusnya bagus maka akan dianggap berkelas walaupun jarang ada semut yang mendekat karena mereka semua merasa sungkan dan hormat. Tapi permen yang gak dibungkus dan dibiarkan begitu saja ya memang banyak semut yang mendekat. Tapi mereka cuma mau menghisap sarinya habis itu pergi," jawab Mona datar.

"Halah, Bilang saja kamu kalah. Kalau sudah kalah itu akui saja enggak usah banyak bicara. Kamu bilang kamu lebih hebat karena kamu istri sah. Ok, kita buktikan saja. Aku ingin lihat apa yang akan kamu lakukan jika semua fasilitas kamu dicabut oleh suami kamu. Apa kau masih bisa menyombongkan diri seperti ini!" Sinis Melly, dia yakin Mona pasti akan bersujud dan memohon kepada Herman.

"Diam, kamu pasti takut kan? Sebentar lagi kamu akan jadi gembel karena sebentar lagi kamu nggak akan berguna lagi di rumah ini. Kamu lihatlah aku ya kan. Jadi ratu di sini!"

"Ya semoga saja impian kamu tercapai. Karena aku takut nanti kamu akan stress jika impian kamu itu nggak tercapai. Sayang kan, sudah bertahun-tahun berkhayal dan memancing supaya dapat ikan kakap tapi belum bisa menikmatinya sudah stress duluan."

Melly semakin kesal ingin rasanya dia main tangan pada Mona.

"Apa, kamu nggak terima? Kamu mau main tangan sama aku, silakan! Setelah itu bersiap saja kau masuk penjara lalu tidur bersama dengan tikus nanti. Karena, rumah ini ada cctv-nya Jadi begitu kamu berbuat macam-macam sama aku. Akan ada jejak digitalnya. Ya kalau kamu mau ditangkap polisi ya monggo."

Melly makin kesal Wanita itu pergi sambil menghentakkan kakinya di lantai. Sementara Melly hanya menatapnya dari kejauhan.

"Dasar pelakor, ingin membuat aku jadi gembel? Lihat, kamu dan suami kamu nanti yang akan aku buat jadi pengemis," gumam Mona.

Wanita itu melengkungkan senyuman, di dalam benaknya kini telah tersusun berbagai macam rencana yang akan dia gunakan untuk menghancurkan suami penghianat dan salingkuhannya.

"Tunggu saja tanggal mainnya!"

Related chapters

  • Setelah Aku Mendua   bab 4

    Melly yang kesal melangkah menuju ke kamar untuk menemui suaminya. Saat itu Herman baru saja mandi dan berganti pakaian. Badannya masih gatal dan perih. Rencananya dia akan pergi ke klinik. "Mas! Istri tua kamu itu menyebalkan banget sih, masa dia samakan aku sama ulat bulu," ucap Melly kesal. Wajah wanita itu cemberut. "Kok bisa?""Iya katanya aku sama aja sama ulat bulu karena telah merebut kamu dari dia. Yang datang itu kan kamu Mas, kamu yang merayu aku bukan aku yang merayu kamu, kok enak aja dia bilang aku ini gatal sama kamu."Herman yang satu hendak menyisir rambut seketika menghentikan aktivitasnya. "Bukannya kamu duluan yang chat aku. Kamu pura-pura sakit perut padahal enggak, kamu ngajak aku masuk ke kosan kamu, terus kita anu-anu deh." Herman tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya. "Ih kok ke situ pula. Kamu jangan lupa mas, awalnya kamu yang menggodaku. Kamu kok yang chat aku duluan," kata Melly gak terima. "Aku chat kamu itu karena nawarin minyak wangi. Kamu k

    Last Updated : 2025-01-07
  • Setelah Aku Mendua   bab 5

    Bab 5 Pelakor Mati KutuHerman yang hendak beristirahat karena badannya masih gatal dan perih. Akhirnya harus pergi ke kantor karena ada telepon penting dari kantor yang mengabarkan bahwa ada masalah di kantornya. "Kamu harus segera datang di kantor ada masalah penting di sini. Kalau kamu nggak datang bos akan pecat kamu!" itulah yang dikatakan manager sekaligus teman dekatnya. Sehingga mau tak mau dia harus pergi ke kantor sekarang juga.Sementara Melly yang mendapatkan izin untuk pergi. Apalagi dengan membawa kartu ATM milik suaminya. Tidak melepaskan kesempatan itu. Segera dia menelpon teman-temannya untuk bertemu di mall."Hai gank kalian ada di mana ini?" tanya Melly dengan menggunakan telp grup. Melly memiliki grup yang isinya adalah sahabatnya yang jumlahnya sekitar tiga sampai empat orang "Gue lagi nabung," jawab salah seorang temannya. Nabung adalah istilah untuk BAB."Ah Jir banget sih Lo. Jorok,"jawab Melly isambil ngakak. "Ya kan gue jujur. Daripada gue bilang pergi ke

    Last Updated : 2025-01-07
  • Setelah Aku Mendua   bab 6

    Bab 6Herman masih ingat Mona yang dijemput lelaki yang memakai mobil mewah tadi. Dia terus bertanya di dalam hati, siapa lelaki itu? Apa hubungannya dengan istrinya? Mungkinkah istrinya selingkuh dan anak dalam kandungannya itu adalah anak lelaki itu? Apa ini yang membuat Mona enggan disentuh semenjak hamil? Herman benar -benar pusing."Harusnya Mona yang galau, harusnya dia yang resah karena aku khianati. Tapi kenapa jadi kebalik begini?" Herman menyugar rambutnya. Bahkan, kopi yang ada di depannya pun kini sudah mulai dingin. Asap yang tadi mengepul perlahan-lahan telah menguap di udara. Pria itu asik memikirkan Mona."Lo kenapa?" Sebuah suara mengagetkan Herman, membuat laki-laki itu hampir saja melompat. "Ngagetin aja sih lo," protesnya kesal pada lelaki jangkung yang baru saja datang. "Lagian lo melamun aja, tadi malam gak dapat jatah ya?" Ledek pria itu sambil ngakak lalu kemudian duduk di dekat Herman. "Istri gue lagi hamil," gumamnya lirih," tapi istri kedua gue ada."Uh

    Last Updated : 2025-01-07
  • Setelah Aku Mendua   bab 7

    Bab 7 Karma Kedua 'Aku Pamit, Mas.'Itulah tulisan di kertas yang terletak di atas meja yang membuat kepala Herman tiba-tiba pusing. Kemana istrinya? Herman segera bangkit dan melihat lemari bajunya, benar saja yang tersisa hanyalah gantungan baju saja. Sementara baju-baju milik Mona telah kosong. "Gea," gumam Herman menyebut anak pertamanya. Lalu berlari kecil menuju kamar anak perempuannya. Sama, di almari anaknya pun bajunya kosong yang tersisa hanyalah gantungan baju."Kemana mereka, apakah Mona ikut lelaki kaya tadi. Tapi, Siapa laki-laki itu kenapa membawa Mona dan anakku pergi? Apa hubungannya dengan Mona?" lirih Herman. Berbagai macam pikiran buruk melintas di kepalanya. "Argh," dia berteriak frustasi," kenapa jadi begini!" lanjutnya. Dia tak menduga kalau masalahnya akan serumit ini.Pria itu berusaha menghubungi Mona tetapi ponselnya tidak aktif. Namun, Dia tidak menyerah Dia segera menghubungi teman-teman Mona yang dulu sering datang ke rumahnya dan juga teman-teman Gea

    Last Updated : 2025-01-24
  • Setelah Aku Mendua   bab 8

    Herman melongo dan bingung, entah malang apa hingga kejadian demi kejadian tidak terduga dia alami. Apakah ini adalah bagian rencana Mona untuk balas dendam? Apa Mona sengaja melakukan ini semua sebelum pergi? "Apa gak bisa kasih keringanan, Pak?" tanya Herman mencoba untuk bernegosiasi. "Sudah aturan dari kami pak kecuali bapak bisa membayar semuanya, baru kami akan memberikan keringanan kepada bapak, karena ini baru peringatan pertama," jawab petugas itu."Akan saya usahakan Pak, Tapi tolong jangan ambil mobil saya karena itu satu-satunya transportasi saya untuk bekerja."Petugas Itu tampak berunding. "Begini Pak Herman, anda Kami beri waktu satu minggu untuk melunasi semuanya. Tetapi, STNK mobil kami minta. Jika dalam waktu 1 minggu anda bisa melunasinya maka mobil akan tetap di sini dan Kami tidak akan menariknya kembali!" tegas petugas itu yang membuat Herman menarik napas.'Ya Tuhan, nasib gini amat ya,' keluhnya dalam hati."Baik Pak akan saya usahakan lunasi segera!"______

    Last Updated : 2025-01-25
  • Setelah Aku Mendua   bab 9

    Ya Tuhan, apa ini Karma Mendua. Kenapa datangnya bertubi-tubi,' gumam Herman dalam hati.Herman melongo dia merasa ini seperti mimpi. Apa-apaan ini, kok bisa kemalangan demi kemalangan datang bertubi-tubi. Apa ini yang dikatakan kalau doa istri pertama itu selalu di kabulkan dan doa Mona adalah melihat aku miskin? "Kami sudah lama memperhatikan kinerja anda dan kami juga sudah lama memberikan toleransi kepada anda. Tapi sepertinya Anda tidak menghiraukan peringatan kami, kinerja Anda semakin lama semakin menurun. Untuk itu saya berpikir saya tidak bisa mempertahankan anda lagi," ucap lelaki berkumis tipis itu."Pak, Saya kan sudah lama mengabdi di perusahaan ini. Apa tidak ada kesempatan kedua bagi saya Pak, masa iya hanya karena satu kesalahan saya dipecat begitu saja." Herman tidak terima, baginya ini tidak adil."Pak Herman. Kami sudah memberikan kesempatan anda beberapa kali dan kali ini kami sudah tidak bisa mentolerir lagi. Anda tidak fokus pada pekerjaan Anda terbukti tender k

    Last Updated : 2025-01-25
  • Setelah Aku Mendua   bab 10

    "Gue harap ini bisa jadi pelajaran yang berharga buat Lo, kalau menzalimi istri itu balasannya menyakitkan," ucap Deni."Udah deh gue nggak butuh sama lo! Kalau Lo ada lowongan pekerjaan mendingan lu bilang kasih saja informasi itu. Karena itu lebih penting daripada ceramah Lo!" sengit Herman. Deni menggelengkan kepalanya," lo kapan insaf sih. Harusnya lo sekarang ini sadar ini semua teguran dari Tuhan supaya lo lebih hati-hati lagi. Supaya nggak dzolim sama istri lo. Dia lagi hamil dan itu adalah benih lo. Tapi, bukannya menjaga istri dengan penuh kasih sayang tapi malah mendua. Apa lo nggak mikir kalau suatu saat itu terjadi sama adik perempuan lo."Herman berdecak sambil melibas tangannya, dia malas mendengar ceramah dari Deni. "Dasar egois. Tunggu saja pasti akan ada Karma yang lebih besar dari ini!" geram Deni. _________"Loh kok kamu udah pulang mas, terus itu apa?" tanya Melly saat melihat Herman sudah pulang dan dia juga melihat beberapa kardus berada dibawah kaki Herman."

    Last Updated : 2025-01-26
  • Setelah Aku Mendua   bab 11

    Mona tersenyum setelah mendengar laporan dari tantenya. Dia memang yang menyusun semua ini. Mulai pembayaran sekolah, leasing mobil dan juga pemerasan. Bahkan juga pemecatan Herman. Semua dia lakukan karena kesal dengan suaminya . Hati wanita mana yang tak terluka di saat sedang hamil. Saat dia memerlukan perhatian suaminya tapi justru dikhianati. Sungguh Mona merasa hidupnya hancur, dia bagikan dilempar dari ketinggian hingga tubuhnya jatuh dan tidak mampu untuk bangkit lagi. Ketika dia tahu Herman menikah lagi, akan tetapi dia tidak mau dianggap sebagai wanita yang lemah, wanita itu bangkit dan bertekad ingin memberi pelajaran kepada suaminya.Sebenarnya Mona sudah lama tahu perselingkuhan Herman."Mon, gue lihat suami lo sama perempuan deh," kata Ida teman baiknya. Dia adalah suami Deni yang juga teman baik Herman di kantor."Kamu salah orang kali, gak mungkin lah Mas Herman selingkuh," jawab Mona. Baginya Herman adalah lelaki yang bertanggung jawab dan sayang sama keluarganya. Jadi

    Last Updated : 2025-01-26

Latest chapter

  • Setelah Aku Mendua   bab 58

    erima kasih, Pak," ucap Herman."Yang lain tolong panggilkan ambulans sepertinya Pak Herman sedang memerlukan pertolongan medis,"ucap seseorang yang belum jelas Siapa dia. "Sekarang bapak ceritakan kronologinya seperti apa. Kok bisa istri bapak memanfaatkan Bapak dan mengatakan kalau bapak ini sakit. Apa benar bapak punya penyakit ginjal?"Herman menggelengkan kepalanya tegas. "Gak, Pak. Sebetulnya saya itu nggak sakit pak hanya masuk angin karena memang kondisi tubuh saya lemah. Saya nggak bisa tidur di lantai tapi istri saya maksa saya untuk tidur di lantai karena tempat tidurnya mau dipakai sama dia dan suami mudanya.""Loh, jadi laki-laki itu Bukan adiknya pak?"Salah seorang warga bertanya sepertinya Jika ditanya orang Melly menjawab bahwa Mereka bersaudara."Bukan Pak, mereka itu suami istri. Jadi istri saya itu poliandri Pak.""Astaghfirullahaladzim. Bapak ini diduakan. Terus mereka berdua sengaja membuat Bapak menjadi sakit demi keuntungan pribadi. Demi kontan supaya dapat d

  • Setelah Aku Mendua   bab 57

    Tapi kalau Mas Herman nggak ikut sama kita. Bagaimana kita mau cari uang mas, kamu tau sendiri kan. Kita cari uang itu karena menjual kesedihan dengan pura-pura bersedih atas penyakit Mas Herman. Kalau dia nggak ada bagaimana kita mau cari uang."Bayu berdecak,"dengar! Sekarang yang terpenting kamu kemasi semua barang-barang kamu. Kita cari tempat yang aman, uang kita sudah lebih dari cukup untuk kita buat modal."Sebenarnya Melly ragu untuk pergi ikut dengan Bayu. Semenjak melihat kejahatan Bayu pada Herman yang kita tidak percaya. Melly jadi takut untuk ikut dengan laki-laki itu. Bisa saja suatu saat ketika Bayu tidak memiliki uang, dia dipaksa untuk melayani orang demi mendapatkan uang. Sungguh Melly merasa ngeri.Sementara Herman hanya mendengarkan saja percakapan mereka.. walaupun dia lemah dan matanya tertutup tetapi dia masih bisa mendengar dengan jelas, apa yang dibicarakan Melly dan juga Bayu. Mereka berdua bukanlah manusia mereka adalah iblis yang bertopengkan wajah manusia.

  • Setelah Aku Mendua   bab 56

    ayu tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh istrinya. Lelaki itu milih pergi. "Aku cuma ngasih izin untuk memberi dia minum teh manis doang. Jangan berikan makanan dan juga jangan belikan obat!" Ucap lelaki itu sambil berlalu begitu saja. Entah mau pergi ke mana. Sementara Melly melanjutkan aktivitasnya. Dia mengintip suaminya sebentar dan setelah mematikan suaminya tidak ada, perlahan dia mengambil roti yang dia sembunyikan. Walau bagaimanapun Herman tetaplah manusia yang memiliki hak untuk hidup. Perlahan wanita itu mendekat ke arah Herman."Mas, maafkan suami aku ya. Sekarang kamu coba buka mulutmu pelan-pelan, ini aku buatkan teh manis."Herman hanya diam sambil memejamkan matanya, air mata laki-laki itu mengalir entah apa yang dia rasakan. Sementara Melly perlahan menyuapkan teh manis yang tadi dia buat. Namun, begitu masuk justru dimuntahkan lagi oleh Herman."Jika aku mati, tolong kuburkan aku. Jangan biarkan aku terlantar," ucap Herman pelan. "Mas, kamu nggak akan mati.

  • Setelah Aku Mendua   bab 55

    Mell. Tolong bawa aku ke dokter. Aku sudah gak tahan," ucap Herman pelan. Semalaman dia muntah. Tubuhnya lemah dan wajahnya kian pucat. Namun, ketika meminta bantuan Bayu untuk menolong. Bukannya menolong lelaki itu justru sibuk memvideo Herman. Entah kenapa Melly merasa kasihan. Sisi kemanusiaan wanita itu sepertinya masih berfungsi dengan baik. Wanita itu perlahan mendekat ke arah Herman. Dia memegang dahi Herman yang panas dan berkeringat. Tubuhnya gemetar bahkan bibirnya juga. "Kamu mau minum, Mas?" tanya Melly.Herman hanya menatap Melly. Entah apa yang ada di batin laki-laki itu. Mungkin seribu penyesalan yang tak bertepi, mengingat segala dosa yang dia lakukan. Dulu, jangankan sampai sakit separah ini. Melihat Herman bersin saja , Mona langsung sigap membelikan obat. Merawat dan tak membiarkan laki-laki itu bekerja.Melly yang merasa kasihan pergi ke dapur. Dia berpikir mungkin dengan memberikan segelas teh manis, itu akan membantu memberikan kekuatan kepada Herman. Setelah

  • Setelah Aku Mendua   bab 54

    "Kelak jika anak kamu dewasa dia juga akan mengerti kenapa kamu melakukan akukan ini. Yang jahat bukan kamu tetapi dia. Kamu telah banyak berkorban untuk dia tapi dia justru menghianati kamu dan juga memanfaatkan kebaikan hati. Jangan sampai kamu jatuh ke lubang yang sama."Setelah berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Mahendra akhirnya Mona pun mengambil keputusan "Baiklah, kalau begitu aku akan terus melanjutkan tentang gugatan ceraiku. Tapi tolong Kamu cari tahu bagaimana keadaannya, Kalau memang dia sakit aku akan bantu dia. Ini bukan karena aku masih cinta atau apa, bicara soal cinta aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Sekarang aku pikirkan adalah anak-anakku karena boleh bagaimanapun dia adalah Ayah dari anak-anakku."Mahendra menggangguk baginya yang terpenting adalah Mona tidak kembali kepada Herman."Om Herman, Om Herman." Herman membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara Gea dari arah belakang. Lelaki itu tersenyum pada anak kecil yang kini berjalan menuju ke arahn

  • Setelah Aku Mendua   bab 53

    Aku gak setuju!" Tegas Mahendra setelah Mona menyatakan keinginannya untuk membatalkan gugatan cerainya. "Walau bagaimanapun dia adalah Ayah dari anak-anakku. Kami boleh berpisah tapi dia tidak, Aku tidak mau jika nanti aku di cap jahat oleh anak-anakku. Di saat ayahnya sakit dan sekarat seperti itu justru aku menggugat cerai dia.Mona menarik napas, rasa cintanya kepada Herman sudah habis tanpa sisa. Iya bahkan sudah lupa bagaimana dia mencintai Herman dulu. Tapi, satu yang dia ingat Herman adalah ayah dan kedua anak nya. "Mona! Kamu jangan lupa. Herman adalah pria yang tidak bisa dipercaya. Bisa saja dia berbohong hanya untuk mengambil keuntungan pribadi. Jika dia berani korupsi dan memakai uang perusahaan untuk kesenangan pribadinya tentu dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan uang apabila dalam keadaan jatuh seperti ini." Mahendra memegang kedua pundak Mona. Walau bagaimanapun pria itu tidak akan rela jika Mona sampai terjatuh kepelukan suaminya kembali. "Kamu jangan sam

  • Setelah Aku Mendua   bab52

    Hah?" Melly seperti hendak lompat kegirangan ternyata sangat mudah mencari uang. Hanya memanfaatkan suami tidak percaya lalu membuat video seolah suaminya sekarat dia telah mendapatkan uang yang dia inginkan. "Wah. Bagus sekali. Tuh kan Mas ide aku bagus. Dengan begini kamu nggak usah sesal lagi untuk ngojek. Karena kita sudah dapat uang."Herman yang mendengar hal itu menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dia tidak menyangka kalau istrinya akan segila itu."Mel. Aku makin pusing dan badanku semakin meriang. Kalau kamu nggak mau bawa aku klinik tolong berikan aku obat," mohon Herman. Wajah laki-laki Itu tampak pucat. "Iya, iya. Bawel banget sih. Sakit begitu aja mengeluh," omel Melly.Dia bermaksud keluar untuk membeli obat tetapi tangannya segera dicekal oleh Bayu."Ada apa sih Mas? Dia minta obat warung. Nggak papa lah Lagian juga harganya nggak bisa berapa kalau buat warung paling juga rp1000"Bayu Anton Bagaskara, berdecak kesal melihat tingkah istrinya. "Kamu itu kenapa sih b

  • Setelah Aku Mendua   bab 52

    Melly menangis sesenggukan. Air matanya tidak tertahan lagi, terus mengalir bagaikan anak sungai yang deras. Air mata itu mengalir membasahi pipi lalu kemudian sampai ke leher. Wanita itu bahkan sampai mengeluarkan ingus. Sungguh, keadaan Melly memilukan bagi orang yang melihatnya. "Beginilah keadaan suami saya. Hu, hu. Dia sakit sudah lama, tiap bulan harus cuci darah. Kakinya cacat. Sementara kami tidak punya BPJS. Dulu waktu sehat kami tidak punya pikiran untuk mengurusnya," dia menarik napas lalu kembali berkata dengan napas tersengal," mak-maka-nya. Kali-kalian jangan lupa urus BPJS. Biar gak susah seperti kita."Wanita itu mengeluarkan ingusnya. Nafasnya sampai tersengal. "Sekarang saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Suami saya harus cuci darah tiap Minggu. Sementara kami tidak memiliki biaya. Jika tidak mau cuci darah maka entah apa yang akan terjadi pada suami saya." Lagi wanita itu menangis sejadinya. Dia memeluk Herman yang berbaring di depannya dalam keadaan menggigil s

  • Setelah Aku Mendua   51

    Kamu memang pintar. Ada sajakah kamu." Anton tersenyum sambil mencubit hidung istrinya. "Makanya segala sesuatu tuh dengerin dulu. Jangan asal marah-marah aja. Nanti kalau berhasil kan kita yang untung."Pria itu melingkarkan lengannya di pundak sang istri lalu menciumnya. Dia sungguh bangga dengan ide cemerlang sang istri. _Di tempat lain Mona tampak sedang berada di tempat perbelanjaan. Hari ini semua barang kebutuhannya telah habis hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke mall guna membeli barang-barang kebutuhannya. "Gea, kamu mau beli apa nak?" tanya Mona pada Putri pertamanya. "Gea mau dibelikan buku ma sama boneka.""Ya sudah nanti kita beli ya. Sekarang mama mau belikan baju buat adik dulu."Gea mengangguk. Gadis kecil itu sebenarnya tidak terlalu rewel semenjak memiliki adik. Dia juga lebih dewasa, sikap manjanya yang dulu selalu dia tunjukkan saat masih bersama dengan papanya sekarang seperti telah hilang. Bahkan terkadang Mona merasa heran dengan perubahan sikap G

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status