Share

bab 7

Author: Author Rina
last update Last Updated: 2025-01-24 18:35:29

Bab 7 Karma Kedua

'Aku Pamit, Mas.'

Itulah tulisan di kertas yang terletak di atas meja yang membuat kepala Herman tiba-tiba pusing. Kemana istrinya?

Herman segera bangkit dan melihat lemari bajunya, benar saja yang tersisa hanyalah gantungan baju saja. Sementara baju-baju milik Mona telah kosong.

"Gea," gumam Herman menyebut anak pertamanya. Lalu berlari kecil menuju kamar anak perempuannya. Sama, di almari anaknya pun bajunya kosong yang tersisa hanyalah gantungan baju.

"Kemana mereka, apakah Mona ikut lelaki kaya tadi. Tapi, Siapa laki-laki itu kenapa membawa Mona dan anakku pergi? Apa hubungannya dengan Mona?" lirih Herman. Berbagai macam pikiran buruk melintas di kepalanya.

"Argh," dia berteriak frustasi," kenapa jadi begini!" lanjutnya. Dia tak menduga kalau masalahnya akan serumit ini.

Pria itu berusaha menghubungi Mona tetapi ponselnya tidak aktif. Namun, Dia tidak menyerah Dia segera menghubungi teman-teman Mona yang dulu sering datang ke rumahnya dan juga teman-teman Gea dan terakhir Herman menghubungi Om dan Tante Mona, meskipun laki-laki itu yakin bahwa Mona tidak akan pulang ke rumah mereka.

"Assalamualaikum, Tante," sapa Herman ketika panggilan terjawab.

"Walaikumsalam, ada Apa kamu nelpon?"tanya orang di sebelah sana sinis.

"Tante, apa Mona ada di rumah tante?" tanya Herman pelan.

"Nggak ada!"sinisnya.

"Mona pergi dari rumah. Apa mungkin tante tahu ke mana kira-kira Mona pergi?"

"Dia kan istrimu, masa kamu nggak tahu ke mana istrimu pergi! Lelaki macam apa kamu."

"Iya, Tante. Maaf, kalau gitu Saya cari lagi tante. Maaf mengganggu."

"Iya!"

Tut panggilan dimatikan. Sementara Herman hanya mengelus dadanya.

"Ini manusia apa bukan sih."

___________

Di tempat lain tampak Melly, baru saja keluar dari mall. Dia tampak mengejar teman-temannya.

"Masih punya muka lo ngejar kami. Dasar penipu, ngakunya suaminya tajir eh nggak taunya kere. ATM isi lima ratus aja bangga!" sinis Mira.

"Nah betul, kirain beneran kita mau ditraktir. Dibelikan tas sama sepatu eh nggak taunya cuman mimpi di siang bolong. Makanya Mel, kalau menghayal itu nggak usah yang tinggi-tinggi. Pandai menasehati aku katanya cari yang kaya sama seperti suamimu, jangan sampai kena tipu. Dia sendiri dikibuli sama laki-laki buaya," sambung Sita.

"Aku minta maaf. Aku sendiri juga nggak tahu kalau ATM Suamiku itu isinya hanya lima ratus ribu. Tapi beneran kok Suamiku itu kaya dia punya mobil rumahnya gede dan juga dia seorang mainanger gajinya aja puluhan juta. Aku yakin yang menghabiskan uangnya itu pasti istri pertamanya," jawab Melly. Dia yakin uang Herman pasti dihabiskan oleh Mona.

"Aduh, sudah deh. Mendingan kamu bangun dari mimpi kamu itu. Bisa saja kan mobil yang dipakai suamimu itu hanya mobil rental lalu ngakunya mobil sendiri, rumahnya juga ngontrak ngakunya rumah sendiri terus kerjanya cuman kuli bangunan tapi ngaku-ngaku sebagai manajer," ejek Sita.

Melly menarik napas geram, tangannya mengepal dia tidak suka diajak seperti itu.

"Nggak mungkin, Mas Herman nggak mungkin bohongi aku!" sengitnya

"Ya sekarang mikirlah, mana ada manajer yang gajinya puluhan juta tapi ATMnya kosong," bantah Sita.

"Sudahlah Sita, nggak usah kita hiraukan teman stress itu. Dia pasti stress karena menganggap suaminya kaya nggak tahunya kere, mendingan sekarang kita makan bakso di tempatnya Pak kumis sampai kenyang. Nanti aku traktir deh," kata Mira yang membuat Sita seketika melengkungkan senyuman.

"Serius nih?"

"Ya Iya, memang traktiranku cuman bakso tapi aku nggak PHP seperti dia. Ngakunya konglomerat tak tahunya melarat," ejek Mira lalu kemudian pergi meninggalkan Melly bersama dengan Sita.

Melly makin kesal, dia merasa wajahnya di kuliti karena malu, dadanya bergemuruh dan aliran darahnya terasa panas.

"Ihh," geramnya mengeratkan gigi dan mengepalkan telapak tangan," ini semua gara-gara mas Herman si penipu itu. Awas kamu, Mas. Aku gak mau dipermalukan seperti ini. Pokoknya sampai rumah aku akan minta cerai dari lelaki itu. Dasar penipu!" geramnya.

_________

"Berapa semua, Pak?" tanya Melly pada tukang ojek online yang tadi mengantarnya. Emosinya kian membuncah begitu sampai rumah. Tekadnya sudah bulat, dia akan minta cerai dari Herman. Dia gak sudi menikah dengan lelaki miskin yang pura-pura kaya seperti Herman.

"Bibi, Bapak ke mana?" tanya Melly kepada pembantunya Dia sedang asyik membersihkan rumah.

"Di taman belakang, Bu," jawab pembantu.

Melly menatap wanita itu," bibi ini sebenarnya benar-benar pembantu di sini atau hanya pura-pura saja. Dibayar berapa bibi untuk jadi pembantu supaya keluarga ini kelihatan kaya?"

"Gak kok, Bu. Saya memang pembantu di sini, saya membantu ibu Mona membersihkan rumah ini. Tapi ini untuk terakhir kalinya Karena Ibu Mona udah berpesan kalau ini kerja saya yang terakhir, besok-besok saya sudah gak ke sini lagi."

"Loh," komen Melly kaget," kok bisa begitu, selama ini yang gaji kamu kan suami saya selagi suami saya masih memerlukan kamu ya kamu masih tetap di sini dong. Ngapain kamu patuh sama Mona. Dia saja gak punya penghasilan kok cuma tergantung kepada Mas Herman!" sengit Melly.

"Maaf, Bu. Saya nggak tahu dari mana uang itu Tapi selama ini yang memberikan gaji kepada saya Bu Mona. Bukan Pak Herman, Jadi kalau sekarang ibu Mona bilang saya harus berhenti ya udah saya berhenti. Saya kan nggak mau mengambil resiko Bu."

Melly tidak menjawab walaupun tadinya dia ingin marah. Dia teringat isi ATM Herman hingga memutuskan untuk mencari Herman.

"Itu dia si penipu itu, awas kamu, Mas. Dasar pembohong!" geram Melly, hatinya sudah panas kini semakin panas ketika melihat sosok Herman, dia merasa tertipu oleh laki-laki itu. Dengan langkah cepat dan menggebu-gebu dia mendekat ke arah Herman. Namun, baru saja dia akan membuka mulut.

"Dari mana saja kamu! Suami lagi pusing malah keluyuran. Dasar perempuan, tahunya cuma ngabisin duit!"

Mendengar makian Herman Melly kian emosi, dia sudah merasa tertipu tapi malah dibentak.

"Heh lelaki tukang bohong! Memangnya uang mana yang aku habiskan, dasar pembohong. Katanya kaya, uangnya banyak nggak taunya kere," Melly mengambil ATM di tasnya," Nih ambil ATM kamu," Melly melempar ATM itu hingga mengenai wajah Herman.

"Katanya isinya puluhan juta nggak tahunya cuma lima ratus ribu. Kalau udah kere itu ngaku aja kere nggak usah pura-pura, menyesal aku menikah sama kamu!" Melly melipat tangan di dada lalu memalingkan wajahnya dari Herman.

Sementara pria itu kian pusing.

"Kamu nggak bohong kan kalau ATM ini nggak ada saldonya?"tanya Herman memastikan.

Melly menghadap ke arah Herman menurunkan tangan lalu diletakkan di pinggang," ngapain aku bohong sama kamu!" geramnya dengan mata yang membulat.

Baru saja Herman hendak menjawab tiba-tiba pembantunya datang dan menyebarkan bawa ada tamu di depan. Herman segera menemui tamunya.

"Iya, ada ya, Pak?" tanya Herman pada seorang laki-laki berkemeja putih dengan membawa map di tangan.

"Maaf pak Herman, kami dari petugas leasing mobil. Kami ke sini ditugaskan untuk mengambil mobil bapak karena sudah 3 bulan Bapak tidak membayar cicilannya!"

"Hah!"

Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sri Indrawati
aku senang dgn ceritanya bagu
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Setelah Aku Mendua   bab 8

    Herman melongo dan bingung, entah malang apa hingga kejadian demi kejadian tidak terduga dia alami. Apakah ini adalah bagian rencana Mona untuk balas dendam? Apa Mona sengaja melakukan ini semua sebelum pergi? "Apa gak bisa kasih keringanan, Pak?" tanya Herman mencoba untuk bernegosiasi. "Sudah aturan dari kami pak kecuali bapak bisa membayar semuanya, baru kami akan memberikan keringanan kepada bapak, karena ini baru peringatan pertama," jawab petugas itu."Akan saya usahakan Pak, Tapi tolong jangan ambil mobil saya karena itu satu-satunya transportasi saya untuk bekerja."Petugas Itu tampak berunding. "Begini Pak Herman, anda Kami beri waktu satu minggu untuk melunasi semuanya. Tetapi, STNK mobil kami minta. Jika dalam waktu 1 minggu anda bisa melunasinya maka mobil akan tetap di sini dan Kami tidak akan menariknya kembali!" tegas petugas itu yang membuat Herman menarik napas.'Ya Tuhan, nasib gini amat ya,' keluhnya dalam hati."Baik Pak akan saya usahakan lunasi segera!"______

    Last Updated : 2025-01-25
  • Setelah Aku Mendua   bab 9

    Ya Tuhan, apa ini Karma Mendua. Kenapa datangnya bertubi-tubi,' gumam Herman dalam hati.Herman melongo dia merasa ini seperti mimpi. Apa-apaan ini, kok bisa kemalangan demi kemalangan datang bertubi-tubi. Apa ini yang dikatakan kalau doa istri pertama itu selalu di kabulkan dan doa Mona adalah melihat aku miskin? "Kami sudah lama memperhatikan kinerja anda dan kami juga sudah lama memberikan toleransi kepada anda. Tapi sepertinya Anda tidak menghiraukan peringatan kami, kinerja Anda semakin lama semakin menurun. Untuk itu saya berpikir saya tidak bisa mempertahankan anda lagi," ucap lelaki berkumis tipis itu."Pak, Saya kan sudah lama mengabdi di perusahaan ini. Apa tidak ada kesempatan kedua bagi saya Pak, masa iya hanya karena satu kesalahan saya dipecat begitu saja." Herman tidak terima, baginya ini tidak adil."Pak Herman. Kami sudah memberikan kesempatan anda beberapa kali dan kali ini kami sudah tidak bisa mentolerir lagi. Anda tidak fokus pada pekerjaan Anda terbukti tender k

    Last Updated : 2025-01-25
  • Setelah Aku Mendua   bab 10

    "Gue harap ini bisa jadi pelajaran yang berharga buat Lo, kalau menzalimi istri itu balasannya menyakitkan," ucap Deni."Udah deh gue nggak butuh sama lo! Kalau Lo ada lowongan pekerjaan mendingan lu bilang kasih saja informasi itu. Karena itu lebih penting daripada ceramah Lo!" sengit Herman. Deni menggelengkan kepalanya," lo kapan insaf sih. Harusnya lo sekarang ini sadar ini semua teguran dari Tuhan supaya lo lebih hati-hati lagi. Supaya nggak dzolim sama istri lo. Dia lagi hamil dan itu adalah benih lo. Tapi, bukannya menjaga istri dengan penuh kasih sayang tapi malah mendua. Apa lo nggak mikir kalau suatu saat itu terjadi sama adik perempuan lo."Herman berdecak sambil melibas tangannya, dia malas mendengar ceramah dari Deni. "Dasar egois. Tunggu saja pasti akan ada Karma yang lebih besar dari ini!" geram Deni. _________"Loh kok kamu udah pulang mas, terus itu apa?" tanya Melly saat melihat Herman sudah pulang dan dia juga melihat beberapa kardus berada dibawah kaki Herman."

    Last Updated : 2025-01-26
  • Setelah Aku Mendua   bab 11

    Mona tersenyum setelah mendengar laporan dari tantenya. Dia memang yang menyusun semua ini. Mulai pembayaran sekolah, leasing mobil dan juga pemerasan. Bahkan juga pemecatan Herman. Semua dia lakukan karena kesal dengan suaminya . Hati wanita mana yang tak terluka di saat sedang hamil. Saat dia memerlukan perhatian suaminya tapi justru dikhianati. Sungguh Mona merasa hidupnya hancur, dia bagikan dilempar dari ketinggian hingga tubuhnya jatuh dan tidak mampu untuk bangkit lagi. Ketika dia tahu Herman menikah lagi, akan tetapi dia tidak mau dianggap sebagai wanita yang lemah, wanita itu bangkit dan bertekad ingin memberi pelajaran kepada suaminya.Sebenarnya Mona sudah lama tahu perselingkuhan Herman."Mon, gue lihat suami lo sama perempuan deh," kata Ida teman baiknya. Dia adalah suami Deni yang juga teman baik Herman di kantor."Kamu salah orang kali, gak mungkin lah Mas Herman selingkuh," jawab Mona. Baginya Herman adalah lelaki yang bertanggung jawab dan sayang sama keluarganya. Jadi

    Last Updated : 2025-01-26
  • Setelah Aku Mendua   Bab 12

    Ma, kok malah melamun sih."Mona tersenyum sambil mengelus rambut anaknya," kita akan tinggal di sini selamanya karena ini rumah kita. Nanti Mama akan urus semuanya supaya kamu bisa bersekolah di sini," ucap Mona. "Tapi, Mona kangen sama papa Ma."Mona diam, tak bisa dipungkiri Gea dengan bapaknya memang cukup dekat."Papa kamu sudah memiliki perempuan lain dia sudah tidak peduli lagi dengan kita. Buktinya dia tidak mencari kita," jawab Mona pelan. Dia terpaksa bicara seperti itu kepada anaknya supaya dia tidak bising dari Papanya. Mona saat ini belum siap bertemu Herman karena semua rencananya belum terlaksana. Drt, drt Mona segera meraih ponselnya setelah benda itu berputar-putar di atas meja. "Halo," sapa Mona."Halo Bu semua sudah beres ya Bu, sekarang rumah itu juga telah diubah namanya menjadi milik ibu. Jadi pak Herman tak ada hak apa-apa lagi atas rumah itu."Mona tersenyum mendengar berita itu," tunggu kamu mas, selama ini kamu bilang kalau kita bercerai aku akan jadi gem

    Last Updated : 2025-01-27
  • Setelah Aku Mendua   bab 13

    Argh, menyesal aku menolak lamaran Om Bahtiar," teriak Melly kesal. Dia betul-betul membenci nasibnya kenapa ini harus terjadi. Linangan air mata terus mengalir seiring dengan kesedihan hati Melly hingga tanpa sadar wanita itu memejamkan mata. "Argh tolong, ampun, jangan, jangan!" Melly segera terbangun mendengar suara teriakan itu," Mas Herman, kenapa dia berteriak."Wanita itu segera menyingkirkan selimutnya dengan kasar lalu turun dari ranjang dengan cepat dan berlari menuju ke depan. Betapa kagetnya dia saat melihat Herman sedang dikerubungi tiga orang pria bertubuh kekar, salah satu di antara pria itu memukul Herman secara bertubi-tubi hingga Herman berteriak. "Tolong, tolong, Jangan pukul saya Pak, ampun!" Dia memohon."Ada apa ini." Sesakit dan sebenci apapun Melly pada Herman melihat Herman dipukuli seperti itu. Wanita itu terus berlari dan berusaha melindungi Herman. "Ada apa ini pak, kenapa bapak-bapak memukul suami saya, Apa salahnya?" Melly mendekap kepala Herman."Jad

    Last Updated : 2025-01-27
  • Setelah Aku Mendua   bab 14

    Hallo, Bu. Semua berjalan sesuai dengan rencana. Wanita bernama Melly itu telah memasukkan surat lamaran ke perusahaan ini," lapor orang di seberang yang membuat Mona tersenyum."Bagus, lakukan saja seperti apa yang Aku perintahkan kemarin!" "Siap, Bu!"Tunggu ya kalian, aku akan mempersiapkan permainan yang menyenangkan setelah ini!****Sementara itu di tempat lain , Melly tampak bicara dengan seseorang."Jadi saya sudah di terima bekerja Pak?"tanya Melly. Dia tidak menyangka ternyata sangat mudah sekali mencari pekerjaan. "Iya, Mbak. Besok Mbak mulai bekerja ya karena karyawan yang dulu sudah keluar," ucap stap yang ada di rumah makan itu."Iya Pak. Kalau disuruh bekerja hari ini saya juga bisa kok pak." Melly tampak bersemangat, dia sudah memiliki berbagai macam ke rencana. Termasuk akan meninggalkan Herman setelah punya uang. "Besok aja mbak soalnya saya harus mengirim laporan terlebih dahulu pada pimpinan rumah makan ini," jawabnya."Ouh, begitu ya Pak. Ya baiklah Pak. Jadi i

    Last Updated : 2025-01-28
  • Setelah Aku Mendua   bab 15

    Dia tahu kalau Ibu Melly selama ini tidak tahu Apa pekerjaan anaknya, yang ibunya tahu Melly bekerja di sebuah toko. Dia tak pernah tahu kalau Melly sebenarnya simpanan om-om sebelum dinikahi oleh Herman. "Aku nggak kemana-mana, Mas. Kalau aku pulang telat itu karena aku nunggu bus. Kamu tahulah kalau bus itu lewatnya lama jadi aku nunggu di situ,"jawab Melly kesal. Sudah beberapa kali dia meminta Herman untuk menghapus rekaman itu, akan tetapi laki-laki itu menolaknya. Dia lebih memilih rekaman Melly saat berbuat mesum dengan om-om di hotel sebelum menikah dengan dirinya itu sebagai senjata untuk menundukkan Melly. Sementara Melly sendiri tidak tahu bagaimana ceritanya Herman bisa mendapatkan rekaman itu."Aku lapar, tolong kau masakan untukku."Sumpah Melly ingin menolak, tapi dia tidak bisa. Herman selalu mengancamnya. Akhirnya walaupun capek Melly pun pergi ke dapur untuk memasak."Mas, mana jatahku ini sudah saatnya bayar semester!" Melly yang saat itu memasak air seketika men

    Last Updated : 2025-01-28

Latest chapter

  • Setelah Aku Mendua   bab 58

    erima kasih, Pak," ucap Herman."Yang lain tolong panggilkan ambulans sepertinya Pak Herman sedang memerlukan pertolongan medis,"ucap seseorang yang belum jelas Siapa dia. "Sekarang bapak ceritakan kronologinya seperti apa. Kok bisa istri bapak memanfaatkan Bapak dan mengatakan kalau bapak ini sakit. Apa benar bapak punya penyakit ginjal?"Herman menggelengkan kepalanya tegas. "Gak, Pak. Sebetulnya saya itu nggak sakit pak hanya masuk angin karena memang kondisi tubuh saya lemah. Saya nggak bisa tidur di lantai tapi istri saya maksa saya untuk tidur di lantai karena tempat tidurnya mau dipakai sama dia dan suami mudanya.""Loh, jadi laki-laki itu Bukan adiknya pak?"Salah seorang warga bertanya sepertinya Jika ditanya orang Melly menjawab bahwa Mereka bersaudara."Bukan Pak, mereka itu suami istri. Jadi istri saya itu poliandri Pak.""Astaghfirullahaladzim. Bapak ini diduakan. Terus mereka berdua sengaja membuat Bapak menjadi sakit demi keuntungan pribadi. Demi kontan supaya dapat d

  • Setelah Aku Mendua   bab 57

    Tapi kalau Mas Herman nggak ikut sama kita. Bagaimana kita mau cari uang mas, kamu tau sendiri kan. Kita cari uang itu karena menjual kesedihan dengan pura-pura bersedih atas penyakit Mas Herman. Kalau dia nggak ada bagaimana kita mau cari uang."Bayu berdecak,"dengar! Sekarang yang terpenting kamu kemasi semua barang-barang kamu. Kita cari tempat yang aman, uang kita sudah lebih dari cukup untuk kita buat modal."Sebenarnya Melly ragu untuk pergi ikut dengan Bayu. Semenjak melihat kejahatan Bayu pada Herman yang kita tidak percaya. Melly jadi takut untuk ikut dengan laki-laki itu. Bisa saja suatu saat ketika Bayu tidak memiliki uang, dia dipaksa untuk melayani orang demi mendapatkan uang. Sungguh Melly merasa ngeri.Sementara Herman hanya mendengarkan saja percakapan mereka.. walaupun dia lemah dan matanya tertutup tetapi dia masih bisa mendengar dengan jelas, apa yang dibicarakan Melly dan juga Bayu. Mereka berdua bukanlah manusia mereka adalah iblis yang bertopengkan wajah manusia.

  • Setelah Aku Mendua   bab 56

    ayu tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh istrinya. Lelaki itu milih pergi. "Aku cuma ngasih izin untuk memberi dia minum teh manis doang. Jangan berikan makanan dan juga jangan belikan obat!" Ucap lelaki itu sambil berlalu begitu saja. Entah mau pergi ke mana. Sementara Melly melanjutkan aktivitasnya. Dia mengintip suaminya sebentar dan setelah mematikan suaminya tidak ada, perlahan dia mengambil roti yang dia sembunyikan. Walau bagaimanapun Herman tetaplah manusia yang memiliki hak untuk hidup. Perlahan wanita itu mendekat ke arah Herman."Mas, maafkan suami aku ya. Sekarang kamu coba buka mulutmu pelan-pelan, ini aku buatkan teh manis."Herman hanya diam sambil memejamkan matanya, air mata laki-laki itu mengalir entah apa yang dia rasakan. Sementara Melly perlahan menyuapkan teh manis yang tadi dia buat. Namun, begitu masuk justru dimuntahkan lagi oleh Herman."Jika aku mati, tolong kuburkan aku. Jangan biarkan aku terlantar," ucap Herman pelan. "Mas, kamu nggak akan mati.

  • Setelah Aku Mendua   bab 55

    Mell. Tolong bawa aku ke dokter. Aku sudah gak tahan," ucap Herman pelan. Semalaman dia muntah. Tubuhnya lemah dan wajahnya kian pucat. Namun, ketika meminta bantuan Bayu untuk menolong. Bukannya menolong lelaki itu justru sibuk memvideo Herman. Entah kenapa Melly merasa kasihan. Sisi kemanusiaan wanita itu sepertinya masih berfungsi dengan baik. Wanita itu perlahan mendekat ke arah Herman. Dia memegang dahi Herman yang panas dan berkeringat. Tubuhnya gemetar bahkan bibirnya juga. "Kamu mau minum, Mas?" tanya Melly.Herman hanya menatap Melly. Entah apa yang ada di batin laki-laki itu. Mungkin seribu penyesalan yang tak bertepi, mengingat segala dosa yang dia lakukan. Dulu, jangankan sampai sakit separah ini. Melihat Herman bersin saja , Mona langsung sigap membelikan obat. Merawat dan tak membiarkan laki-laki itu bekerja.Melly yang merasa kasihan pergi ke dapur. Dia berpikir mungkin dengan memberikan segelas teh manis, itu akan membantu memberikan kekuatan kepada Herman. Setelah

  • Setelah Aku Mendua   bab 54

    "Kelak jika anak kamu dewasa dia juga akan mengerti kenapa kamu melakukan akukan ini. Yang jahat bukan kamu tetapi dia. Kamu telah banyak berkorban untuk dia tapi dia justru menghianati kamu dan juga memanfaatkan kebaikan hati. Jangan sampai kamu jatuh ke lubang yang sama."Setelah berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Mahendra akhirnya Mona pun mengambil keputusan "Baiklah, kalau begitu aku akan terus melanjutkan tentang gugatan ceraiku. Tapi tolong Kamu cari tahu bagaimana keadaannya, Kalau memang dia sakit aku akan bantu dia. Ini bukan karena aku masih cinta atau apa, bicara soal cinta aku sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Sekarang aku pikirkan adalah anak-anakku karena boleh bagaimanapun dia adalah Ayah dari anak-anakku."Mahendra menggangguk baginya yang terpenting adalah Mona tidak kembali kepada Herman."Om Herman, Om Herman." Herman membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara Gea dari arah belakang. Lelaki itu tersenyum pada anak kecil yang kini berjalan menuju ke arahn

  • Setelah Aku Mendua   bab 53

    Aku gak setuju!" Tegas Mahendra setelah Mona menyatakan keinginannya untuk membatalkan gugatan cerainya. "Walau bagaimanapun dia adalah Ayah dari anak-anakku. Kami boleh berpisah tapi dia tidak, Aku tidak mau jika nanti aku di cap jahat oleh anak-anakku. Di saat ayahnya sakit dan sekarat seperti itu justru aku menggugat cerai dia.Mona menarik napas, rasa cintanya kepada Herman sudah habis tanpa sisa. Iya bahkan sudah lupa bagaimana dia mencintai Herman dulu. Tapi, satu yang dia ingat Herman adalah ayah dan kedua anak nya. "Mona! Kamu jangan lupa. Herman adalah pria yang tidak bisa dipercaya. Bisa saja dia berbohong hanya untuk mengambil keuntungan pribadi. Jika dia berani korupsi dan memakai uang perusahaan untuk kesenangan pribadinya tentu dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan uang apabila dalam keadaan jatuh seperti ini." Mahendra memegang kedua pundak Mona. Walau bagaimanapun pria itu tidak akan rela jika Mona sampai terjatuh kepelukan suaminya kembali. "Kamu jangan sam

  • Setelah Aku Mendua   bab52

    Hah?" Melly seperti hendak lompat kegirangan ternyata sangat mudah mencari uang. Hanya memanfaatkan suami tidak percaya lalu membuat video seolah suaminya sekarat dia telah mendapatkan uang yang dia inginkan. "Wah. Bagus sekali. Tuh kan Mas ide aku bagus. Dengan begini kamu nggak usah sesal lagi untuk ngojek. Karena kita sudah dapat uang."Herman yang mendengar hal itu menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dia tidak menyangka kalau istrinya akan segila itu."Mel. Aku makin pusing dan badanku semakin meriang. Kalau kamu nggak mau bawa aku klinik tolong berikan aku obat," mohon Herman. Wajah laki-laki Itu tampak pucat. "Iya, iya. Bawel banget sih. Sakit begitu aja mengeluh," omel Melly.Dia bermaksud keluar untuk membeli obat tetapi tangannya segera dicekal oleh Bayu."Ada apa sih Mas? Dia minta obat warung. Nggak papa lah Lagian juga harganya nggak bisa berapa kalau buat warung paling juga rp1000"Bayu Anton Bagaskara, berdecak kesal melihat tingkah istrinya. "Kamu itu kenapa sih b

  • Setelah Aku Mendua   bab 52

    Melly menangis sesenggukan. Air matanya tidak tertahan lagi, terus mengalir bagaikan anak sungai yang deras. Air mata itu mengalir membasahi pipi lalu kemudian sampai ke leher. Wanita itu bahkan sampai mengeluarkan ingus. Sungguh, keadaan Melly memilukan bagi orang yang melihatnya. "Beginilah keadaan suami saya. Hu, hu. Dia sakit sudah lama, tiap bulan harus cuci darah. Kakinya cacat. Sementara kami tidak punya BPJS. Dulu waktu sehat kami tidak punya pikiran untuk mengurusnya," dia menarik napas lalu kembali berkata dengan napas tersengal," mak-maka-nya. Kali-kalian jangan lupa urus BPJS. Biar gak susah seperti kita."Wanita itu mengeluarkan ingusnya. Nafasnya sampai tersengal. "Sekarang saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Suami saya harus cuci darah tiap Minggu. Sementara kami tidak memiliki biaya. Jika tidak mau cuci darah maka entah apa yang akan terjadi pada suami saya." Lagi wanita itu menangis sejadinya. Dia memeluk Herman yang berbaring di depannya dalam keadaan menggigil s

  • Setelah Aku Mendua   51

    Kamu memang pintar. Ada sajakah kamu." Anton tersenyum sambil mencubit hidung istrinya. "Makanya segala sesuatu tuh dengerin dulu. Jangan asal marah-marah aja. Nanti kalau berhasil kan kita yang untung."Pria itu melingkarkan lengannya di pundak sang istri lalu menciumnya. Dia sungguh bangga dengan ide cemerlang sang istri. _Di tempat lain Mona tampak sedang berada di tempat perbelanjaan. Hari ini semua barang kebutuhannya telah habis hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke mall guna membeli barang-barang kebutuhannya. "Gea, kamu mau beli apa nak?" tanya Mona pada Putri pertamanya. "Gea mau dibelikan buku ma sama boneka.""Ya sudah nanti kita beli ya. Sekarang mama mau belikan baju buat adik dulu."Gea mengangguk. Gadis kecil itu sebenarnya tidak terlalu rewel semenjak memiliki adik. Dia juga lebih dewasa, sikap manjanya yang dulu selalu dia tunjukkan saat masih bersama dengan papanya sekarang seperti telah hilang. Bahkan terkadang Mona merasa heran dengan perubahan sikap G

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status