Share

Rencana Ki Bara

last update Terakhir Diperbarui: 2025-02-24 13:22:55

Putri Nagini sejenak menatap Arya kencana, dia tidak suka dengan kejujuran dari perkataan Arya.

"Dan satu lagi tuan putri, aku pernah bilang jika aku sudah memiliki seorang istri, jadi jangan sampai istriku celaka hanya karena kecemburuan yang ada pada dirimu, nantinya," kata Arya peringatkan putri Nagini.

Kembali, gadis itu ular itu diam. Dia sesungguhnya tidak ingin terima jika Arya sudah menikah. Tapi sebelum dia ucapkan apa-apa, Arya sudah buat penegasan sendiri.

"Aku harap tuan putri, pahami apa yang aku maksud tadi," kata Arya.

"Aku akan coba pahami, tapi itu jika kau adil menjadi seorang suami," kata putri Nagini.

"Aku tidak tahu apakah aku akan adil atau tidak, tapi aku akan berusaha," jawab Arya.

Arya tinggalkan putri Nagini dan masuk ke dalam kamarnya, dia melepaskan rasa lelahnya setelah selesaikan semua yang dia inginkan di lima lorong istana.

"Belum selesai masalah yang satu, sudah datang masalah yang baru. Aku tidak menyangka jika air mata dewa ini akan jadi masalah yang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Sang Penghancur Langit    Tiga Lawan Untuk Arya

    Keadaan hening di halaman istana kerajaan ular hijau, semuanya orang menunggu siapa lawan pertama yang akan berani hadapi Arya."Kita harus memberikan luka padanya, aku tahu kita tidak akan menang dari dia. Tapi dengan melukai di satu titik aku yakin dia akan terluka parah," kata salah satu orang dari kelompok di depan Arya."Benar, saat dia sudah terluka orang ketiga akan selesaikan dan kalahkan dia.""Iya. Seperti itulah yang aku maksud itu," ucap orang yang bicara itu."Kalau begitu aku yang duluan maju," kata pemuda bernama Seno."Baik, kau harus menyerang di satu titik saja, kami akan lihat, dimana kau menyerang," kata rekannya.Tiga orang itu memang sudah dipilih akan jadi lawan bagi tantangan yang diberikan pada Arya, karena mereka bertiga lah yang pantas jadi pendamping putri Nagini, begitu lah menurut mereka."Bertahan yang lama Seno," kata rekannya memberikan peringatan pada Seno."Sudah pasti! Aku tidak mudah dia kalahkan," kata Seno yakin pada kemampuan yang dia miliki.Hi

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-25
  • Sang Penghancur Langit    Peringatan Ratu Narini

    "Ada apa ini?" Semua mata tidak berhenti menatap ke atas langit, dan tidak ada yang tahu apa sesungguhnya yang sedang dan apa yang akan terjadi.Ratu Narini berdiri dari kursi kebesaran yang di duduki, dan dia berdiri di halaman istana."Ada apa ini?" ucapnya dan seperti semua siluman yang ada, mereka menatap ke udara. Ratu Narini juga menatap ke atas langit."Pasti sesuatu akan terjadi, tapi apa?" gumam ratu Narini.Semuanya masih menunggu dan menatap perubahan langit yang semakin lama semakin gelap, bahkan suasana sudah seperti malam hari dan itu semakin mencekam menakutkan.Awan hitam itu tiba-tiba berubah menjadi merah, dan kembali sebuah kejutan bagi wajah kaget dan takut yang ada di bawah langit."Apa lagi ini?" teriak mereka tidak tahu harus berbuat apa.Cahaya merah yang ada di langit itu berubah menjadi gumpalan merah, dan semakin lama semakin besar, gumpalan merah itu bagaikan gumpalan kumpulan energi yang begitu besar."Ini tidak mungkin," kata ratu Narini kaget."Ada apa

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-25
  • Sang Penghancur Langit    Hancur Pulau Siluman

    "Segera cari perlindungan!" teriak ratu Narini saat melihat bola api yang begitu besar. Bola api energi yang meluncur cepat ke arah pulau siluman ular hijau itu.Mata semua orang menatap ke udara, dan seolah tidak menggubris perkataan ratu ular itu."Apa kalian tidak dengarkan apa yang aku katakan?" teriak ratu ular lagiJledaaarrrrrrr!!Satu bola api menghantam bagian kota siluman, dan gempa keras tercipta akibat benturan bola api itu dengan pulau siluman ular itu.Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Teriakan histeris, teriakan ketakutan pun terdengar saat warga siluman itu mulai sadari jika mereka berada dalam target serangan dari makhluk yang mereka tidak tahu.Satu persatu, hingga semuanya kabur tidak tentu arah, semuanya mencari keselamatan untuk diri sendiri, disitulah sikap mementingkan diri sendiri terlihat."Putri Nagini! Putri Nagini!" teriak Arya mencari putri ular itu.Tapi karena ramainya manusia, tidak ada yang mendengar suara teriakan Arya itu.Dan saat itulah, warna hitam di langit be

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-26
  • Sang Penghancur Langit    Kemarahan Alam

    Perguruan gunung biru. Nyai Sendana dan putri lembayung senja berdiri di tepian pantai karena melihat ada cahaya merah di udara, dan mereka terus menyaksikan itu."Apakah yang sedang terjadi guru?" tanya lembayung senja pada gurunya."Guru tidak tahu, guru juga bingung lembayung, belum pernah guru liat yang seperti ini," jawab nyai Sendana.Wajah lembayung senja sangat gelisah, karena dia yakin cahaya merah di udara itu tepat berada di pulau siluman ular hijau."Guru. Lembayung yakin jika cahaya merah itu tepat berada di atas pulau siluman itu!" kata lembayung senja."Bodohnya, guru juga merasa seperti itu lembayung," jawab nyai Sendana.bammmmmmmmm!!"Ledakan apa itu guru?" tanya lembayung senja.Nyai Sendana tidak berani menjawab, ledakan itu sangat keras bahkan ledakan itu sampai terdengar ke perguruan gunung biru."Apa yang terjadi di sana guru? Bagaimana keadaan kak Arya?" teriak lembayung senja histeris.Air mata di mata istri Arya itu sudah jatuh tak tertahan, dan itu adalah t

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27
  • Sang Penghancur Langit    Menuju Kota Sedayu

    Kabar Kehancuran pulau siluman ular hijau langsung tersiar dengan sangat cepat, bahkan hanya dalam satu hari kabar itu sudah terdengar di tiga negeri yang ada pulau dimensi beri ular."Apa kau yakin dengan kabar itu, Adipati?" tanya raja Ragajaya pada Adipati Gambalang yang melaporkan kabar itu."Hamba melihat sendiri dari pesisir pantai kehancuran pulau itu, yang mulia," jawab Adipati kota Gambalang."Apa yang membuat pulau itu hancur?" tanya raja Ragajaya."Hamba tidak tahu yang mulia, aku dan warga kota hanya melihat bola api dari langit, dan itu yang hancurkan pulau itu," kata Adipati Gambalang."Bukan itu yang hancurkan pulau itu," kata raja Ragajaya."Bulan bola api itu? Jadi apa yang mulia?""Ada seseorang yang sudah hancurkan inti dari pulau itu, dan itu yang membuat pulau itu hancur," jawab raja Ragajaya."Seseorang hancurkan inti dari pulau itu? memangnya bisa yang mulia?""Bisa, itulah mengapa aku tanyakan tadi Adipati, apa kalian melihat seseorang? Tidak mungkin pulau itu

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-27
  • Sang Penghancur Langit    Pulau Manusia Ikan

    Pulau di dasar laut itu merupakan pulau para manusia ikan, pulau yang tidak bahkan belum pernah di datangi manusia.Keberadaan manusia ikan sangat terisolir, sehingga keberadaan pulau manusia ikan dan keberadaan mereka hanyalah dianggap mitos belaka.Raja manusia ikan, raja Neptun, memang sangat melarang bangsa manusia ikan untuk berhubungan dengan dunia luar, itu karena raja Neptun sudah merasakan pengkhianatan dari manusia daratan.Itu juga alasan dari raja Neptun menutup hubungan dengan manusia daratan, dan itu sudah berlangsung puluhan tahun terkahir ini.Tapi, meskipun begitu, raja Neptun masih terus mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia luar, seperti hancurnya pulau siluman ular hijau, dia sudah tahu jika itu adalah pekerjaan manusia naga dari langit."Tak disangka jika raja naga akan berbuat se jauh itu, sungguh dia memang raja yang cukup kejam!" kata raja Neptun.***Seorang gadis berjalan di antara jalanan kota manusia ikan, kota ikan. Gadis itu memiliki paras yang can

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-28
  • Sang Penghancur Langit    Tabib Yo

    "Apa yang kau inginkan ke istana ini?"Prajurit kerajaan manusia air menahan langkah tabib Yo Han yang mendapatkan undangan dari putri Claire."Aku mendapatkan undangan dari tuan putri Claire," jawab tabib Yo."Apakah kau buat masalah lagi untuk tuan putri?""Tidak tuan, tidak! Aku sungguh tidak bermaksud membuat masalah," jawab tabib Yo Han.Meskipun tabib Yo Han tidak pernah bersalah, tapi demi menjaga nama baik kerajaan, selalu saja tabib Yo yang disalahkan jika semua masalah yang ditimbulkan oleh putri Claire terendus masyarakat luas."Jangan coba-coba buat masalah lagi dengan tuan putri, ingat! Yang mulia raja Neptun sudah ingatkan dirimu!" kata prajurit itu dan membiarkan tabib Yo untuk masuk ke istana kerajaan.Kehadiran tabib Yo, dan yang langsung menuju kamar putri Claire mendapat perhatian dari kakak putri Claire, putri Clara."Untuk apa tabib Yo datang lagi ke istana ini? Apa dia membuat mau masalah lagi untuk adik Claire?" tanya Clara dalam hatinya.Saat Clara ingin mengej

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-01
  • Sang Penghancur Langit    Membawa Dari Istana

    Putri Claire diam, dia tidak mampu untuk tidak menutupi rasa terharunya karena perhatian yang diberikan oleh kakaknya itu, putri Clara."Kak, Claire akan ceritakan sesuatu yang mungkin akan membuat Claire di bunuh ayah!" kata putri Claire."Apa maksudmu? Ayahanda tidak akan membunuhmu meskipun kau buat masalah besar," kata putri Clara."Tapi ini masalah yang besar," kata putri Claire."Katakan saja pada kakak," kata putri Clara.Putri Claire tidak menjawab, tapi dia membuka pintu kamar rahasianya, dan membawa putri Clara ke dalam kamarnya itu."Siapa dia Claire?" tanya putri Clara berteriak keras."Jaga suara, Kakak!" kata putri Claire yang kaget karena kakaknya berteriak karena kaget."Siapa dia?" "Aku tidak tahu kak, tapi saat kau berenang ke permukaan aku melihat dia, jadi kau tolong serta bawa dia ke istana ini," jawab putri Claire."Kenapa kau sangat ceroboh, Claire," kata Clara bingung dengan kecerobohan adiknya."Claire tidak tega kak, dari pada Claire bawa ke daratan, malah b

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-02

Bab terbaru

  • Sang Penghancur Langit    Menyerang Istana

    Satu pukulan Arya menghantam Ki jalak, dan itu membuat Ki jalak terluka parah. Tidak hanya terluka parah, tapi kedua tangan Ki jalak juga remuk karena kuatnya pukulan dari salah satu jurus tinju penggetar langit."Terpaksa kau, aku lumpuhkan, atau kau akan jadi penghalang di kemudian hari," kata Arya dan beranjak dari tempat pertarungan itu."Tunggu!" teriak Ki jalak.Arya berbalik, dan dia menatap ke arah Ki jalak."Aku ingin meminta sesuatu padamu," pinta Ki jalak."Katakan apa itu?""Bunuh saja aku, tanpa tenaga dalam aku hanyalah manusia tidak berguna, aku tidak ingin jadi bulan-bulanan cemoohan dari dunia persilatan," pinta Ki jalak."Jadi kau tidak ingin hidup?" tanya Arya."Tidak, lebih baik aku mati jika tanpa tenaga dalam!" teriak Ki jalak."Baiklah, padahal aku memberikan kesempatan padamu untuk bertaubat," kata Arya."Bunuh saja aku!""Baik, kau akan mati!" ucap Arya."Pukulan petir!" teriak Arya.Haaaaaaaaaaa!Tangan Arya langsung berubah menjadi putih keperakan, itu kare

  • Sang Penghancur Langit    Kehebatan Pusaka Kijang Emas

    Arya mengikuti petunjuk dari nyai lipan, dan anehnya petunjuk itu malah membawa Arya keluar dari wilayah ibukota kerajaan Malaya, kota Kuala."Apa benar dari sini?" gumam Arya.Arya terus saja berjalan dan meningkatkan kewaspadaannya, dan tak tahu apa yang akan dia hadapi di depan sana."Siapa lagi itu?" tanya Aryasaat melihat seseorang di depan sana."Sepertinya dia bukan orang yang jahat," kata Arya bicara sendiri.Arya ucapkan itu sambil berjalan ke arah orang tua yang duduk santai itu, seolah dia menunggu seseorang."Apa yang kau cari anak muda?" tanya lelaki tua itu."Aku mencari markas kelompok bintang hitam, kek," jawab Arya."Kelompok bintang hitam? Apa yang ingin kau lakukan jika menemukan kelompok itu?""Aku ingin hancurkan kelompok itu kek, mereka kelompok yang berbahaya," jawab Arya."Apa kau yakin mampu? Atau apa kau memiliki kemampuan itu?" "Aku merasa mampu kek," jawab Arya yakin pada dirinya sendiri."Kalau begitu kau harus mencoba melawan diriku, jika kau mampu hadap

  • Sang Penghancur Langit    Melawan Nyai Lipan

    Satu tubuh dengan pakaian kuning emas melesat dengan cepat menuju kota Kuala, dia sudah berlari dengan langkah dan kekuatan yang sempurna.Kadang dia terbang untuk mempercepat gerakannya, tapi saat dia merasa kekuatan yang dia miliki menurun, saat itulah dia memilih untuk berlari.Dia adalah Arya, Arya saat ini sudah dalam perjalanan menuju kota Kuala, untuk membebaskan Intan, seperti permintaan Ki Bonggol untuk menjaga gadis itu."Maafkan aku Ki, aku sepertinya gagal mengemban tugas yang kau berikan," kata Arya.Arya mulai menyesal karena tidak membawa Intan menuju bukit kijang, Arya yang merasa Intan lebih aman di desa Hursa ternyata salah, kini keselamatan gadis itu berada di ujung tanduk.Hupppp!!Arya melihat sebuah jalan besar yang akan membawa dirinya menuju kota Kuala, tapi bukan itu tujuan Arya, tapi mencari kelompok bintang hitam yang sudah menculik Intan."Aku yakin mereka tidak akan di kota Kuala, pasti mereka membuat markas di suatu tempat," kata Arya.Whusssssssss!!Saa

  • Sang Penghancur Langit    Tubuh Bulan Es

    "Apa yang kau inginkan?" tanya Ki reksa pada Ki Barata.Hehehehe!"Ki reksa. Kau mengundang semua golongan hitam untuk bergabung dengan dirimu, tapi kau tidak undang diriku, apakah itu sebuah kesengajaan?" tanya Ki Barata."Maksudmu? Apakah kau mau bergabung jika aku ajak Ki Barata?" tanya Ki reksa."Jika tujuanmu untuk membawa golongan hitam ke puncak dunia persilatan, sudah jelas aku bersedia Ki," jawab Ki Barata."Benarkah itu?""Iya, aku bersedia," jawab Ki Barata."Tapi kau masih belum melakukan apa yang aku minta Ki Barata, kau belum temukan pembunuh kedua muridku," kata Ki reksa."Aku sudah mencarinya, tapi aku tidak temukan dia," kata Ki Barata.Ki reksa menatap sinis pada Ki Barata, Ki reksa ingin melihat kesungguhan dari ucapan Ki Barata, tapi dia tidak melihat sesuatu yang berbohong di mata ku Barata."Apa kau sungguh ingin bergabung dengan kelompok bintang hitam?" tanya Ki reksa."Iya, tapi aku ingin memberikan sebuah syarat," kata Ki Barata."Katakan, apa yang kau inginka

  • Sang Penghancur Langit    Sesuatu di Tubuh Intan

    Arya sungguh kaget saat tahu yang membawa Intan adalah Ki reksa, dia tidak tahu apa maksud Ki reksa membawa Intan."Apa Ki reksa mengatakan sesuatu nyai?" tanya Arya."Kota Kuala!" jawab nyai Rara lirih.Setelah ucapkan itu nyai Rara jatuh dan tewas di pelukan Arya."Kota Kuala?" ucap Arya.***Beberapa hari sebelum Arya sampai di desa Hursa, Ki Reksa terus mencari keberadaan Arya, dan saat itulah dia sampai di desa Hursa.Dari penduduk desa Hursa, Ki reksa tahu tentang hubungan Arya dan Ki Bonggol, dan itu membuat Ki reksa gelap mata.Ki reksa memberikan kode pada anak buahnya, kelompok bintang hitam yang sudah dia kumpulkan dalam waktu yang singkat.Dan saat warga desa Hursa terlena dalam tidur yang indah, anak buah Ki reksa datang dan porak-poranda seluruh desa itu.Brakkkkkkk!Ki reksa masuk ke rumah nyai Rara, dan itu mengejutkan nyai Rara maupun Intan yang ada dalam rumah itu."Apa yang kau inginkan?" tanya nyai Rara."Gadis itu!" jawab Ki reksa."Jangan harap kau akan dapatkan

  • Sang Penghancur Langit    Intan Hilang

    Arya, setelah dapatkan pusaka kijang dewa, dia meninggalkan puncak bukit kijang, setelah itu melesat menuju kota Kuala."Apa saja yang sudah terjadi?" gumam Arya saat dia melewati kota bangau.Begitu banyak yang terjadi di kota itu, ada beberapa rumah yang hancur, seolah kota itu baru saja di terpa gempa yang besar."Ada apa ini Ki?" tanya Arya pada seorang lelaki yang berhasil selamat dari kehancuran kota itu."Kelompok bintang hitam!"Whusssssssss!!Crasssssss!Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Belum juga Arya dapatkan jawaban yang jelas, sebuah bintang hitam sudah menancap dalam di leher lelaki tua itu."Apa-apaan ini?" gumam Arya.Arya melihat ke arah datangnya serangan itu, dan melihat seorang lelaki dengan pakaian hitam dan wajah tertutup."Hei apa yang kau lakukan?" teriak Arya.Tapi jawaban untuk Arya adalah sebuah pukulan jarak jauh yang cukup keras.Bammmmmmm!!Arya memukul balik pukulan jarak jauh itu, dan pukulan itu mentah di tengah jalan."Jangan kabur kau!" teriak Arya dan melompat k

  • Sang Penghancur Langit    Pusaka Kijang Emas

    Arya kaget, untuk kedua kalinya Arya merasakan bau bunga mawar itu, dan yang pertama adalah saat Arya sampai di negeri Malaya.Selain itu, yang membuat Arya heran adalah, belasan serigala yang sudah bersiap menyerang Arya dengan cakaran dan taring tajamnya menghentikan gerakan mereka. Wajah dari belasan serigala itu terhenti dan tak melanjutkan serangan pada Arya."Apa sesungguhnya yang ada di balik bau bunga mawar ini?" gumam Arya.Arya berpikir keras, tapi dia tidak menemukan jawaban yang dia harapkan, sampai cahaya kuning menyilaukan terlihat dari bawah lembah bukit kijang.Arya ingin melangkah ke sana, tapi keberadaan para serigala itu membuat Arya urungkan niatnya, dia tidak ingin mayat dari empat orang yang sudah dia kumpulkan jadi santapan serigala ganas itu.Tapi keadaan sepertinya sangat mendukung Arya, saat Arya dalam dilema, dilema antara ingin melihat keberadaan cahaya kuning emas itu dan menjaga para Mayat-mayat, saat itu juga para serigala memilih tinggalkan puncak bukit

  • Sang Penghancur Langit    Sampai di Bukit Kijang

    Seorang pemuda dengan rambut panjang dan pakaian kuning emas berjalan ke arah hutan yang cukup lebat.Pemuda itu memakai caping bambu yang cukup lebar, dan itu sengaja dia pakai untuk menutupi wajah tampannya.Huppppp!!Dengan gerakan cepat dia melesat, meninggalkan desa terakhir sebelum dia mendekati hutan itu."Kau mau kemana anak muda?" Seorang perempuan tua dengan pakaian yang bermotif lipan menahan langkah pemuda itu."Tidak ada nyai, hanya ingin melihat hasil buruan jerat yang aku pasang di hutan," jawab pemuda itu."Hati-hati di hutan ini, sangat banyak hewan buas," "Terima kasih nyai," kata pemuda itu.Perempuan itu merasa jika pemuda itu cukup misterius, itu terlihat karena pemusa itu menutupi wajahnya dengan caping bambu yang lebar."Siapa namamu anak muda?" tanya perempuan itu.Pemuda itu tidak menjawab, tapi dia malah berjalan tinggalkan perempuan itu masuk ke dalam hutan."Hei .. apa kau acuhkan aku?" teriak perempuan itu membentak pemuda yang sudah masuk ke dalam hutan

  • Sang Penghancur Langit    Memilih Pihak

    Ki Bonggol ingin berlari ke arah guru Harada, tapi lagi-lagi gerakan Ki Bonggol ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau juga akan mati, Ki Bonggol!"Ki Reksa setelah membunuh guru Harada mendekati Ki Bonggol, dan berjalan ke arah Ki Bonggol yang sudah ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau itu sudah menjadi hitam dari hitam Ki reksa, sungguh tidak aku percaya," kata Ki Bonggol."Apa aku terlihat perduli dengan ucapanmu itu Ki Bonggol!" Kata Ki Reksa.Ki Bonggol tidak menjawab, dia jelas berada di ujung tombak, nyawanya kemungkinan tidak mungkin dapat di selamatkan lagi, dan kemungkinan dia akan mati di bukit kijang.Hiatttttt!Ki Bonggol tidak terima, dan menyerang ke arah Ki Reksa. Ki jalak dan Ki Taga ingin menahan tapi Ki Reksa memberikan kode pada keduanya untuk menjauh."Biarkan aku yang membunuh dia!" Ucap Ki Reksa.Ki jalak dan Ki Taga memilih menerima perkataan Ki reksa, dan mereka mendekati nyai lipan. Whusssssssss!!Ki reksa tidak anggap serangan dari Ki Bonggol. Itu karen

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status