King Roza kaget karena sudah ada seseorang yang berdiri di atas salah satu batu lima, dan orang itu berdiri di hadapan putri Clara dan Puri Claire."Siapa dia?" bentak king Roza dan berdiri dari tempat duduknya."Zoya! Apa lagi yang kau tunggu, segera tangkap pemuda yang ikut campur itu," kata king Roza pada adiknya.Tapi sebelum Zoya bergerak, pemuda yang memang Arya sudah melesat membawa tubuh putri Clara dan putri Claire dengan gerakan yang sangat cepat."Jangan biarkan dia kabur, segera kejar dia!" teriak king Roza.Beberapa pendekar yang berada di belakang Ki Roza melesat mengejar Arya. Tapi gerakan Arya terlalu cepat untuk mereka kejar, dalam beberapa kedipan mata saja, Arya sudah hilang dari lembah batu lima.Tiga panglima yang berniat menyelamatkan kedua putri kerajaan mengejar Arya, meskipun mereka ketinggalan jauh, tapi mereka melihat ke arah mana Arya membawa dua putri kerajaan itu."Anak muda, segera bawa kemari. Di sini mereka berdua akan aman," kata salah satu panglima s
Zoya memaki karena Arya terus saja menahan setiap serangan yang selalu dia berikan pada Arya.Plakkkkkk!!Bahkan saat dia menyerang, Arya malah memberikan serangan balik yang membuat Zoya harus bersusah payah menahan setiap serangan Arya itu.Tapi, meskipun dia sudah bersusah payah, tetap saja satu serangan Arya tidak mampu dia tahan. Dan satu pukulan membuat dia harus merasakan kuatnya Arya.Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Kembali, untuk kedua kalinya dia terbuang ke belakang, dan kali ini dia kembali hancurkan sebuah batu dengan tubuh nya yang besar."Puih! Dasar kurang ajar, apa kau pikir kau bisa menang melawan aku keparat, tidak! Selama kau berada di dalam pulau manusia ikan ini, kau tidak memiliki kesempatan untuk menang," maki Zoya."Tidak ada kesempatan menang! Aku sudah menangkan pertarungan kita," kata Arya.Haaaaaaaaaaa!!Zoya mengeluarkan teriakan, dan tubuhnya perlahan menggembung dan jatuh ke tanah. Itu adalah jurus rahasia dari Zoya."Apa ini?" gumam Arya yang bingung dengan apa ya
King Roza berteriak dan ingin segera mendekati tubuh Reina yang sudah tertusuk pedang pangeran Jupiter."Tidak usah khawatirkan perempuan tidak tahu diri itu, sekarang khawatirkan dirimu sendiri," kata Raja Neptun."Kurang ajar! kalian semua sudah membuat aku dalam amarah yang tinggi!" kata king Roja.Hiatttttt!!Bammmmmmmmm!!King Roja memukul tanah, dan tanah langsung terjadi getaran yang sangat kuat. Saat getaran itu terjadi, terjadi pula perubahan pada tubuh king Roja. Tubuhnya berubah menjadi sebuah manusia yang di tamengi oleh batu keras."Aku tidak mungkin kalah dengan tubuh ini!" kata king Roja dan berlari ke arah raja Neptun.Tangan besarnya memukul ke arah raja Neptun. Dan tanpa ragu raja Neptun menahan pukulan king Roza.Bammmmmmmmm!!Mata raja Neptun melotot saat dia merasakan ada sesuatu yang keras yang kini ada di tangan king Roza.Haaaaaaaaaaa!King Roza mendorong dan kekuatannya yang dia miliki seolah berlipat ganda, dorongan itu melemparkan tubuh raja Neptun.Tappppp
Kembali kehadiran gadis yang memeluk Arya itu menjadi tontonan prajurit, dan itu bahkan membuat pangeran Jupiter memilih pergi tanpa permisi pada Arya."Putri Claire, ini dalam istana, apa yang tuan putri lakukan," kata Arya pada putri kerajaan itu."Aku tidak peduli, yang jelas aku sangat senang karena kau datang ke istana ini Arya!" kata putri Claire tidak dapat menutup rasa bahagia pada dirinya."Sudah tuan putri, lepaskan pelukan tuan putri, perhatikan pandangan prajurit pada tuan putri!" kata Arya."Aku tidak peduli!" kata putri Claire.Arya terus berusaha memaksa gadis itu untuk lepaskan pelukan pada dirinya, tapi gadis itu memeluk tubuhnya bagaikan sebuah lem, tidak dapat di lepaskan.Tapi, Arya heran karena secara tiba-tiba putri Claire lepaskan pelukannya, dan menjauh secara menunduk melihat ke bawah."Ada apa?" tanya Arya heran dengan perubahan pada putri Claire.Tapi saat semua prajurit menunduk barulah Arya sadar jika ada seseorang yang dihormati seluruh prajurit berada di
Putri Claire membawa Arya keluar dari pulau manusia ikan, dan membawa menembus lautan, dan itu malah membuat Arya kehabisan napas.Arya hampir saja mati karena tidak mampu bernapas, tapi di luar dugaan putri Claire malah memberikan napas untuk Arya, dan itu hal yang tidak disangka oleh Arya."Apa ini? Aku sepertinya pernah merasakan rasa ini?" gumam Arya.Di ingatan Arya datang sebuah bayangan seorang perempuan yang Surya pernah kenal dalam hidupnya, tapi Arya seolah tidak ingat siapa gadis itu.Arya terus mencoba ingat tentang gadis yang datang dalam bayangan pikirannya, tapi itu hanya sesaat.Saat Arya dan putri Claire sampai di permukaan laut, Arya sudah lupakan bayangan gadis itu, dan tak sedikitpun Arya ingat dengan bayangan itu."Siapa sih gadis itu?" gumam Arya seolah masih ingin ingat dengan gadis itu.Tubuh Arya ditarik oleh putri Claire, dan tak membiarkan Surya berenang dengan rasa lelah."Inikah yang kau maksud itu surga, Claire?" tanya Arya saat mereka sampai di sebuah pu
Dua tubuh tanpa busana berbaring di rerumputan di sebuah pulau yang begitu indah, pulau itu berada di tengah lautan.Kedua tubuh itu hanya beralaskan pakaian yang lepas dari tubuh mereka, dan itu yang jadi saksi bersama hutan kecil di sekitar dua tubuh itu.Si gadis, putri Claire membuka matanya, dia tersenyum saat melihat wajah Arya yang tidur begitu damai."Kenapa sih kau begitu tampan Arya?" ucap putri Claire memuji wajah tampan Arya.Putri Claire menompang kepalanya dengan tangannya, dan menikmati keindahan pada wajah Arya."Seandainya kau manusia ikan, sudah pasti aku tidak akan biarkan kau pergi dari sini, tapi kau manusia daratan, mau tidak mau aku harus ijinkan kau tinggalkan diriku!" kata putri Claire.Putri Claire hembuskan napasnya ke wajah Arya, dan dia memang ingin ganggu tidur Arya. Dan benar saja, apa yang dia harapkan terjadi, Arya membuka matanya dan melihat putri Claire yang menatap dia tanpa sedikitpun tertutup pakaian."Apakah kami sudah?" desis Arya."Kau sudah ba
"Benarkah itu alasan kau akan tinggalkan aku, Arya?' tanya putri Claire."Iya, banyak bayangan-bayangan masa lalu yang mampir ke pikiranku, dan itu sangat menggangu diriku Claire," jawab Arya dan menarik tubuh istrinya itu untuk bersandar padanya.Arya memeluk dan memegang kedua tangan istrinya yang bersandar padanya. Dan sesaat keduanya diam membisu."Apakah kau akan lupakan aku Arya?" tanya putri Claire yang merasa sangat berat untuk berpisah dengan Arya."Tidak, kau adalah istriku, bagaimana mungkin aku akan lupa?" kata Arya dan memberikan satu tanda cinta di ubun-ubun kepala putri Claire.Putri Claire berbalik, dan kini malah duduk tepat di bagian paling berbahaya Arya, dan jelas Claire merasakan ada sesautu disana yang mengganjal.Tapi, rasa takut kehilangan membuat Claire lupakan keinginan tubuhnya, dia lebih inginkan bicara dengan Arya, habiskan malam dengan bicara."Aku pernah mengatakan jika aku akan berikan sebuah cincin ikan padamu, kan Arya?" kata putri Claire."Iya, kau m
Pangeran Ugan ikuti Patih Gabdra memasuki ruangan dari Patih itu, dan duduk bersama."Apa maksudmu dengan kijang emas, pangeran?" tanya Patih Gabdra."Tadi adik Nizam melihat kijang emas di hutan kerajaan, dan itu yang membuat aku menanyakan itu pada paman Patih," jawab pangeran Ugan."Benarkah itu?" tanya Patih Gabdra dengan mata yang membesar."Iya paman, Patih!" jawab pangeran Gabdra."Asal kau tahu, pangeran. Kijang emas merupakan jelmaan dari sebuah pakaian yang akan membuat tubuhmu kebal dari pukulan yang jika musuhku berada di bawah kemampuan dirimu," kata Patih Gabdra menjelaskan keistimewaan kijang emas itu."Bagaimana cara menangkap kijang emas itu?" tanya pangeran Gabdra."Sebenarnya kijang itu akan pilih majikan dan pemiliknya sendiri, tapi kijang emas itu juga dapat dipaksa untuk jadi milik sendiri," kata Patih Gabdra."Jadi ada kemungkinan aku memiliki kijang emas dan pusaka pakaian itu?" tanya pangeran Gabdra."Bisa jadi, pangeran. Tapi tidak akan semudah itu," kata Pat
Satu pukulan Arya menghantam Ki jalak, dan itu membuat Ki jalak terluka parah. Tidak hanya terluka parah, tapi kedua tangan Ki jalak juga remuk karena kuatnya pukulan dari salah satu jurus tinju penggetar langit."Terpaksa kau, aku lumpuhkan, atau kau akan jadi penghalang di kemudian hari," kata Arya dan beranjak dari tempat pertarungan itu."Tunggu!" teriak Ki jalak.Arya berbalik, dan dia menatap ke arah Ki jalak."Aku ingin meminta sesuatu padamu," pinta Ki jalak."Katakan apa itu?""Bunuh saja aku, tanpa tenaga dalam aku hanyalah manusia tidak berguna, aku tidak ingin jadi bulan-bulanan cemoohan dari dunia persilatan," pinta Ki jalak."Jadi kau tidak ingin hidup?" tanya Arya."Tidak, lebih baik aku mati jika tanpa tenaga dalam!" teriak Ki jalak."Baiklah, padahal aku memberikan kesempatan padamu untuk bertaubat," kata Arya."Bunuh saja aku!""Baik, kau akan mati!" ucap Arya."Pukulan petir!" teriak Arya.Haaaaaaaaaaa!Tangan Arya langsung berubah menjadi putih keperakan, itu kare
Arya mengikuti petunjuk dari nyai lipan, dan anehnya petunjuk itu malah membawa Arya keluar dari wilayah ibukota kerajaan Malaya, kota Kuala."Apa benar dari sini?" gumam Arya.Arya terus saja berjalan dan meningkatkan kewaspadaannya, dan tak tahu apa yang akan dia hadapi di depan sana."Siapa lagi itu?" tanya Aryasaat melihat seseorang di depan sana."Sepertinya dia bukan orang yang jahat," kata Arya bicara sendiri.Arya ucapkan itu sambil berjalan ke arah orang tua yang duduk santai itu, seolah dia menunggu seseorang."Apa yang kau cari anak muda?" tanya lelaki tua itu."Aku mencari markas kelompok bintang hitam, kek," jawab Arya."Kelompok bintang hitam? Apa yang ingin kau lakukan jika menemukan kelompok itu?""Aku ingin hancurkan kelompok itu kek, mereka kelompok yang berbahaya," jawab Arya."Apa kau yakin mampu? Atau apa kau memiliki kemampuan itu?" "Aku merasa mampu kek," jawab Arya yakin pada dirinya sendiri."Kalau begitu kau harus mencoba melawan diriku, jika kau mampu hadap
Satu tubuh dengan pakaian kuning emas melesat dengan cepat menuju kota Kuala, dia sudah berlari dengan langkah dan kekuatan yang sempurna.Kadang dia terbang untuk mempercepat gerakannya, tapi saat dia merasa kekuatan yang dia miliki menurun, saat itulah dia memilih untuk berlari.Dia adalah Arya, Arya saat ini sudah dalam perjalanan menuju kota Kuala, untuk membebaskan Intan, seperti permintaan Ki Bonggol untuk menjaga gadis itu."Maafkan aku Ki, aku sepertinya gagal mengemban tugas yang kau berikan," kata Arya.Arya mulai menyesal karena tidak membawa Intan menuju bukit kijang, Arya yang merasa Intan lebih aman di desa Hursa ternyata salah, kini keselamatan gadis itu berada di ujung tanduk.Hupppp!!Arya melihat sebuah jalan besar yang akan membawa dirinya menuju kota Kuala, tapi bukan itu tujuan Arya, tapi mencari kelompok bintang hitam yang sudah menculik Intan."Aku yakin mereka tidak akan di kota Kuala, pasti mereka membuat markas di suatu tempat," kata Arya.Whusssssssss!!Saa
"Apa yang kau inginkan?" tanya Ki reksa pada Ki Barata.Hehehehe!"Ki reksa. Kau mengundang semua golongan hitam untuk bergabung dengan dirimu, tapi kau tidak undang diriku, apakah itu sebuah kesengajaan?" tanya Ki Barata."Maksudmu? Apakah kau mau bergabung jika aku ajak Ki Barata?" tanya Ki reksa."Jika tujuanmu untuk membawa golongan hitam ke puncak dunia persilatan, sudah jelas aku bersedia Ki," jawab Ki Barata."Benarkah itu?""Iya, aku bersedia," jawab Ki Barata."Tapi kau masih belum melakukan apa yang aku minta Ki Barata, kau belum temukan pembunuh kedua muridku," kata Ki reksa."Aku sudah mencarinya, tapi aku tidak temukan dia," kata Ki Barata.Ki reksa menatap sinis pada Ki Barata, Ki reksa ingin melihat kesungguhan dari ucapan Ki Barata, tapi dia tidak melihat sesuatu yang berbohong di mata ku Barata."Apa kau sungguh ingin bergabung dengan kelompok bintang hitam?" tanya Ki reksa."Iya, tapi aku ingin memberikan sebuah syarat," kata Ki Barata."Katakan, apa yang kau inginka
Arya sungguh kaget saat tahu yang membawa Intan adalah Ki reksa, dia tidak tahu apa maksud Ki reksa membawa Intan."Apa Ki reksa mengatakan sesuatu nyai?" tanya Arya."Kota Kuala!" jawab nyai Rara lirih.Setelah ucapkan itu nyai Rara jatuh dan tewas di pelukan Arya."Kota Kuala?" ucap Arya.***Beberapa hari sebelum Arya sampai di desa Hursa, Ki Reksa terus mencari keberadaan Arya, dan saat itulah dia sampai di desa Hursa.Dari penduduk desa Hursa, Ki reksa tahu tentang hubungan Arya dan Ki Bonggol, dan itu membuat Ki reksa gelap mata.Ki reksa memberikan kode pada anak buahnya, kelompok bintang hitam yang sudah dia kumpulkan dalam waktu yang singkat.Dan saat warga desa Hursa terlena dalam tidur yang indah, anak buah Ki reksa datang dan porak-poranda seluruh desa itu.Brakkkkkkk!Ki reksa masuk ke rumah nyai Rara, dan itu mengejutkan nyai Rara maupun Intan yang ada dalam rumah itu."Apa yang kau inginkan?" tanya nyai Rara."Gadis itu!" jawab Ki reksa."Jangan harap kau akan dapatkan
Arya, setelah dapatkan pusaka kijang dewa, dia meninggalkan puncak bukit kijang, setelah itu melesat menuju kota Kuala."Apa saja yang sudah terjadi?" gumam Arya saat dia melewati kota bangau.Begitu banyak yang terjadi di kota itu, ada beberapa rumah yang hancur, seolah kota itu baru saja di terpa gempa yang besar."Ada apa ini Ki?" tanya Arya pada seorang lelaki yang berhasil selamat dari kehancuran kota itu."Kelompok bintang hitam!"Whusssssssss!!Crasssssss!Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Belum juga Arya dapatkan jawaban yang jelas, sebuah bintang hitam sudah menancap dalam di leher lelaki tua itu."Apa-apaan ini?" gumam Arya.Arya melihat ke arah datangnya serangan itu, dan melihat seorang lelaki dengan pakaian hitam dan wajah tertutup."Hei apa yang kau lakukan?" teriak Arya.Tapi jawaban untuk Arya adalah sebuah pukulan jarak jauh yang cukup keras.Bammmmmmm!!Arya memukul balik pukulan jarak jauh itu, dan pukulan itu mentah di tengah jalan."Jangan kabur kau!" teriak Arya dan melompat k
Arya kaget, untuk kedua kalinya Arya merasakan bau bunga mawar itu, dan yang pertama adalah saat Arya sampai di negeri Malaya.Selain itu, yang membuat Arya heran adalah, belasan serigala yang sudah bersiap menyerang Arya dengan cakaran dan taring tajamnya menghentikan gerakan mereka. Wajah dari belasan serigala itu terhenti dan tak melanjutkan serangan pada Arya."Apa sesungguhnya yang ada di balik bau bunga mawar ini?" gumam Arya.Arya berpikir keras, tapi dia tidak menemukan jawaban yang dia harapkan, sampai cahaya kuning menyilaukan terlihat dari bawah lembah bukit kijang.Arya ingin melangkah ke sana, tapi keberadaan para serigala itu membuat Arya urungkan niatnya, dia tidak ingin mayat dari empat orang yang sudah dia kumpulkan jadi santapan serigala ganas itu.Tapi keadaan sepertinya sangat mendukung Arya, saat Arya dalam dilema, dilema antara ingin melihat keberadaan cahaya kuning emas itu dan menjaga para Mayat-mayat, saat itu juga para serigala memilih tinggalkan puncak bukit
Seorang pemuda dengan rambut panjang dan pakaian kuning emas berjalan ke arah hutan yang cukup lebat.Pemuda itu memakai caping bambu yang cukup lebar, dan itu sengaja dia pakai untuk menutupi wajah tampannya.Huppppp!!Dengan gerakan cepat dia melesat, meninggalkan desa terakhir sebelum dia mendekati hutan itu."Kau mau kemana anak muda?" Seorang perempuan tua dengan pakaian yang bermotif lipan menahan langkah pemuda itu."Tidak ada nyai, hanya ingin melihat hasil buruan jerat yang aku pasang di hutan," jawab pemuda itu."Hati-hati di hutan ini, sangat banyak hewan buas," "Terima kasih nyai," kata pemuda itu.Perempuan itu merasa jika pemuda itu cukup misterius, itu terlihat karena pemusa itu menutupi wajahnya dengan caping bambu yang lebar."Siapa namamu anak muda?" tanya perempuan itu.Pemuda itu tidak menjawab, tapi dia malah berjalan tinggalkan perempuan itu masuk ke dalam hutan."Hei .. apa kau acuhkan aku?" teriak perempuan itu membentak pemuda yang sudah masuk ke dalam hutan
Ki Bonggol ingin berlari ke arah guru Harada, tapi lagi-lagi gerakan Ki Bonggol ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau juga akan mati, Ki Bonggol!"Ki Reksa setelah membunuh guru Harada mendekati Ki Bonggol, dan berjalan ke arah Ki Bonggol yang sudah ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau itu sudah menjadi hitam dari hitam Ki reksa, sungguh tidak aku percaya," kata Ki Bonggol."Apa aku terlihat perduli dengan ucapanmu itu Ki Bonggol!" Kata Ki Reksa.Ki Bonggol tidak menjawab, dia jelas berada di ujung tombak, nyawanya kemungkinan tidak mungkin dapat di selamatkan lagi, dan kemungkinan dia akan mati di bukit kijang.Hiatttttt!Ki Bonggol tidak terima, dan menyerang ke arah Ki Reksa. Ki jalak dan Ki Taga ingin menahan tapi Ki Reksa memberikan kode pada keduanya untuk menjauh."Biarkan aku yang membunuh dia!" Ucap Ki Reksa.Ki jalak dan Ki Taga memilih menerima perkataan Ki reksa, dan mereka mendekati nyai lipan. Whusssssssss!!Ki reksa tidak anggap serangan dari Ki Bonggol. Itu karen