Home / Pendekar / Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa / Tarian Pedang di Tengah Badai

Share

Tarian Pedang di Tengah Badai

Author: Khomairoh
last update Last Updated: 2025-04-01 21:09:40

Pertempuran berkecamuk di lembah. Hujan panah masih menghujani mereka, diselingi sihir gelap yang menciptakan ledakan api dan kilatan petir miniatur. Lie Feng, meskipun terluka, bergerak dengan luar biasa. Jurus Kecepatan Dewanya membuatnya tampak seperti bayangan yang menari di antara prajurit Kelompok Naga Hitam. Setiap gerakannya presisi, setiap tebasan pedangnya, Langit, mematikan. Energi spiritual langit mengalir deras ke dalam bilah baja itu, memberikan tebasan-tebasannya kekuatan yang menghancurkan.

"Lin Xue, kau baik-baik saja?" teriak Lie Feng di antara tebasan pedangnya. Ia melirik Lin Xue yang sedang sibuk menangani luka-luka mereka.

"Aku baik-baik saja," jawab Lin Xue, suaranya sedikit terengah-engah. "Tapi kita tidak bisa bertahan lama lagi. Mereka terlalu banyak!"

"Aku tahu," jawab Lie Feng, ia menghindari tebasan pedang musuh dengan cepat. "Kita harus mencari ja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Kehilangan dan Pengorbanan

    Kelelahan dan luka-luka mulai menunjukkan efeknya yang menghancurkan. Napas Lie Feng tersengal-sengal, tubuhnya bergetar karena kelelahan dan rasa sakit. Luka di lengan dan rusuknya berdenyut keras, mengingatkannya pada pertempuran yang sangat sengit. Master Jian, dengan luka di punggungnya, bergerak dengan lambat, tebasan-tebasannya tidak secepat dan sekuat sebelumnya. Mei Lin, meskipun masih cepat, tampak lelah dan terluka. Lin Xue, dengan wajah pucat, terus mencoba untuk menangani luka-luka mereka, tetapi ia juga mulai kehabisan tenaga. Tuan Gu, dengan luka yang semakin parah, berjuang keras untuk mempertahankan perisai energinya."Kita tidak bisa terus berlari!" teriak Lie Feng, ia menghindari serangan musuh dengan cepat, tetapi gerakannya sudah tidak secepat sebelumnya. "Mereka akan mengejar kita terus menerus!""Aku tahu," jawab Master Jian, ia menciptakan pusaran angin yang

    Last Updated : 2025-04-01
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Harapan yang Memudar

    Matahari mulai tenggelam, menorehkan bayangan panjang di lembah yang sunyi dan mengerikan. Lie Feng, Master Jian, Mei Lin, dan Lin Xue terus berjuang, namun mereka semakin terdesak. Luka-luka mereka semakin parah, tenaga mereka semakin menipis. Harapan untuk bertahan hidup mulai memudar di balik bayangan senja yang semakin gelap."Kita tidak bisa terus berlari," kata Lie Feng, suaranya lemah dan serak. Ia menghindari tebasan pedang musuh dengan cepat, tetapi gerakannya sudah tidak secepat sebelumnya. Tubuhnya bergetar karena kelelahan dan rasa sakit."Aku tahu," jawab Master Jian, ia menciptakan pusaran angin untuk menghalangi serangan musuh, tetapi pusaran angin itu sudah tidak sekuat sebelumnya. Luka di punggungnya semakin perih. "Tapi kita harus menemukan cara untuk bertahan hidup.""Kita tidak memiliki waktu untuk itu," kata Mei Lin, ia menembakkan sinar energi ke ara

    Last Updated : 2025-04-01
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Secercah Harapan

    Napas Lie Feng memburu. Luka-lukanya berdenyut hebat, setiap gerakan terasa seperti siksaan. Master Jian, dengan tubuh yang berlumuran darah, bersandar pada dinding batu, tebasan pedangnya sudah tidak sekuat sebelumnya. Mei Lin, dengan mata yang sayu, mencoba untuk menembakkan sinar energi, tetapi tenaganya hampir habis. Mereka terpojok. Mereka hampir tidak berdaya. Musuh mengepung mereka dari semua arah."Kita tidak bisa bertahan lama lagi," kata Master Jian, suaranya lemah dan terengah-engah. "Mereka terlalu banyak.""Aku tahu," jawab Lie Feng, ia menghindari serangan musuh dengan cepat, tetapi gerakannya sudah tidak secepat sebelumnya. "Tapi kita harus menemukan cara untuk bertahan hidup.""Tidak ada cara," kata Mei Lin, ia menembakkan sinar energi yang lemah ke arah musuh, tetapi sinar energi itu dengan mudah dihalau. "Kita akan mati di tempat ini."Lie Feng menatap sekitar, menca

    Last Updated : 2025-04-01
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Luka yang Tak Terlihat

    Udara lembap dan dingin menusuk tulang. Bau tanah basah dan aroma anyir darah masih memenuhi rongga sempit gua. Lie Feng, dengan luka di lengan dan rusuknya yang berdenyut keras, mencoba untuk menangani luka-lukanya dengan tangan yang gemetar. Master Jian, dengan luka di punggungnya yang menyiksa, bersandar lemas pada dinding batu yang dingin. Mei Lin, wajahnya pucat karena kehilangan darah, mencoba untuk menahan rasa sakit yang menyiksa di kakinya. Ketiga kombatan itu terdiam, hanya suara napas yang tersengal-sengal dan rintihan sakit yang memecah kesunyian yang menekan. Kehilangan Tuan Gu masih terasa sangat berat."Ini... ini semua salahku," gumam Lie Feng, suaranya teredam oleh kesedihan. Air mata mengalir di pipinya, mencampur dengan keringat dan darah. "Aku seharusnya bisa melindunginya."Master Jian, dengan suara yang lemah, menjawab, "Jangan katakan itu, Lie Feng. Kita semua telah berjuang sekuat

    Last Updated : 2025-04-02
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Rencana Balasan

    Api unggun kecil berkobar di tengah gua, menghasilkan cahaya yang menghibur di tengah kegelapan. Lie Feng, Master Jian, dan Mei Lin duduk mengelilinginya, wajah mereka terang oleh cahaya api, tetapi luka-luka yang masih mereka derita tampak jelas. Beberapa hari telah berlalu sejak mereka bersembunyi di gua ini, memberikan mereka waktu untuk memulihkan tenaga dan merencanakan langkah selanjutnya."Kita harus memikirkan cara untuk membalas kematian Tuan Gu," kata Lie Feng, suaranya masih sedikit lemah, tetapi ada seutas tekad yang kuat di dalamnya. Ia menatap api unggun, matanya berkilat dengan tekad."Aku setuju," kata Master Jian, ia menggerakkan tubuhnya dengan hati-hati, merasa rasa sakit di punggungnya yang masih berdenyut. "Kita tidak bisa membiarkan kematiannya sia-sia.""Tapi bagaimana kita bisa melakukan itu?" tanya Mei Lin, ia menggerakkan kakinya dengan hati-hati, mer

    Last Updated : 2025-04-02
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Bayangan di Tengah Hutan

    Hutan lebat menjadi medan pertempuran mereka. Sinar matahari yang jarang menembus kanopi pohon menciptakan suasana suram dan mencekam. Lie Feng, Master Jian, dan Mei Lin bergerak seperti bayangan di antara pepohonan dan vegetasi yang lebat, menggunakan lingkungan sekitar untuk menghindari deteksi musuh. Rencana mereka telah dimulai."Pos pertahanan pertama di depan," bisik Lie Feng, matanya memandang sebuah pos pertahanan kecil yang tersembunyi di balik semak belukar yang lebat. "Aku akan menarik perhatian mereka.""Baiklah," jawab Master Jian, ia mengeratkan pegangan pedangnya. "Aku akan menciptakan angin kencang untuk menghalangi mereka jika diperlukan.""Dan aku akan memberikan dukungan dari jarak jauh," kata Mei Lin, ia menarik napas dalam-dalam, menghidupkan energi dalam tubuhnya. "Aku akan menargetkan pemimpin mereka."Lie Feng menghilang di antara pepohonan, bergerak dengan cepat dan lincah. Ia menggunakan K

    Last Updated : 2025-04-03
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Jejak Pengkhianatan

    Udara dingin menusuk tulang di dalam gua sempit itu. Lie Feng, dengan luka yang masih berdenyut, memegang surat itu dengan tangan yang gemetar. Master Jian dan Mei Lin menunggu dengan gelisah, mengetahui betapa berat beban yang ditanggung Lie Feng saat ini."Kau pasti bercanda," kata Lie Feng, suaranya bergetar, matanya terpaku pada tulisan yang sangat dikenalinya. "Zhao Li... teman sejatiku... dia mengkhianati kita?"Master Jian menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan suasana. "Surat ini jelas, Lie Feng. Tulisannya tidak bisa dipalsukan. Ia memberikan informasi tentang lokasi kita kepada Kelompok Naga Hitam."Mei Lin menambahkan, suaranya penuh dengan ketidakpercayaan, "Tapi... mengapa? Zhao Li adalah teman sejati kau. Aku tidak bisa memahami ini."Lie Feng menjatuhkan surat itu ke tanah, kepala menunduk dalam kecewa. "Aku juga tidak memahaminya. Kita bersama-sama

    Last Updated : 2025-04-05
  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Jejak Pengkhianatan #2

    Sebuah pukulan keras mendarat di tengkuk Lie Feng, menjatuhkannya ke tanah tanpa kesadaran. Bayangan itu, yang ternyata adalah salah satu pembunuh bayangan Kelompok Naga Hitam, dengan cepat menarik Lie Feng ke dalam kegelapan penginapan. Zhao Li, dengan wajah yang penuh dengan ketakutan dan penyesalan, hanya bisa memandang dengan tak berdaya.Ketika Lie Feng sadar, ia terikat kuat di sebuah kursi kayu yang keras dan dingin. Ruangan itu gelap dan lembap, hanya di terangi oleh sebuah lampu minyak kecil yang bergoyang perlahan. Ia bisa merasakan luka di tengkuknya berdenyut keras. Di hadapannya, duduk Zhao Li dengan wajah yang pucat dan mata yang penuh dengan air mata."Zhao Li," kata Lie Feng, suaranya masih lemah. "Jelaskan segalanya padaku. Mengapa kau melakukan ini?"Zhao Li menangis sejadi-jadinya. "Aku tidak mau melakukan ini, Lie Feng. Aku benar-benar tidak mau

    Last Updated : 2025-04-05

Latest chapter

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Serangan Balasan

    Kegelapan malam menyelimuti lembah, hanya diterangi cahaya bulan redup dan bintang berkelap-kelip. Di balik reruntuhan kuil kuno, Lie Feng, Master Jian, dan Mei Lin memimpin pasukan kecil pilihan mereka. Ketegangan mencekik; setiap hembusan angin membawa aroma tanah dan bau darah samar.Lie Feng, wajahnya dipenuhi tekad, menatap kedua sahabatnya. "Apakah semuanya siap?" tanyanya, suara rendah dan tegas.Master Jian mengangguk. "Semua pasukan di tempat. Siap melancarkan serangan." Ia mengusap pedangnya, memastikan senjata dalam kondisi prima.Mei Lin, tatapan tajam, menambahkan, "Informasi dari Zhao Li sudah kami pelajari. Kami telah mengidentifikasi kelemahan utama markas Kelompok Naga Hitam. Serangan kita akan sangat presisi."Lie Feng mengangguk. "Bagus. Ingat, kita akan menyerang dari tiga arah bersamaan. Master Jian, kau memimpin serangan dari timur. Targetmu gudang senjata dan ruang pertahanan terlemah.""Dimengerti," jawab Master Jian, suaranya tegas. "Pasukan saya siap mengha

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Dilema Moral Lie Feng

    Angin malam berdesir di antara pepohonan, membawa aroma tanah basah dan sedikit embun dingin. Lie Feng duduk di puncak bukit, memandang ke arah lembah di bawahnya. Cahaya bulan menerangi wajahnya yang dipenuhi kelelahan dan keraguan. Pertempuran melawan Kelompok Naga Hitam masih jauh dari selesai, tetapi pertempuran di dalam hatinya justru lebih mengerikan. Ia dihadapkan pada dilema moral yang berat: memaafkan Zhao Li atau menghukumnya.Zhao Li, sahabatnya sejak kecil, telah mengkhianati mereka. Buktinya tak terbantahkan. Namun, di balik pengkhianatan itu, tersimpan sebuah cerita yang lebih kompleks. Zhao Li telah dipaksa oleh Kelompok Naga Hitam untuk membocorkan informasi penting karena keluarganya terancam. Lie Feng telah mengetahui semua ini setelah percakapan panjang dan menyakitkan dengan Zhao Li.Lie Feng menghela napas panjang. "Aku tidak tahu harus berbuat apa," gumamnya, suaranya hampir tak terdengar. "Aku tidak bisa mem

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Konfrontasi yang Menyakitkan

    Udara di dalam gua sempit itu terasa berat, dipenuhi ketegangan yang mencekik. Cahaya lilin yang redup menerangi wajah-wajah tegang Lie Feng, Master Jian, dan Mei Lin. Di tengah kegelapan, bayangan-bayangan menari-nari di dinding batu, seakan-akan mencerminkan keraguan dan kecemasan yang memenuhi hati mereka. Lie Feng, dengan luka di bahunya yang masih sedikit berdenyut, menatap kedua sahabatnya dengan tatapan yang berat."Saya telah menemukan bukti yang cukup," kata Lie Feng, suaranya berat dan penuh penyesalan. Ia mengeluarkan sebuah gulungan kecil dari balik bajunya, menyerahkannya kepada Master Jian. "Ini adalah peta rahasia yang menunjukkan lokasi pertemuan Zhao Li dengan musuh kita. Tanda di peta ini… hanya saya dan dia yang mengetahuinya."Master Jian membuka gulungan itu dengan tangan gemetar. Cahaya lilin memantul pada detail peta yang tergambar dengan sangat presisi. Ia membaca keterangan tempat pertemuan itu dengan seksama, wajahnya semakin pucat.

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Jejak yang Tersembunyi

    Lie Feng terbaring di tempat persembunyian darurat, bahunya masih terasa nyeri akibat panah beracun yang baru saja mengenai dirinya. Racunnya menyebar pelan, namun pasti, menimbulkan rasa ngilu yang menusuk tulang. Namun, rasa sakit fisik itu tak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit yang lebih dalam—rasa sakit akibat pengkhianatan. Ia menatap langit senja yang memerah, bayangan pepohonan menari-nari di atasnya seperti hantu-hantu yang mengejek. Ia harus menemukan pengkhianat itu, sebelum semuanya terlambat.Mei Lin bergegas mendekat, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. "Lie Feng! Kau baik-baik saja?" tanyanya, suaranya penuh keprihatinan. Ia memeriksa luka Lie Feng dengan hati-hati, mencoba menilai parahnya keracunan."Racunnya… kuat," desah Lie Feng, suaranya lemah. "Tapi ini bukan masalah utama. Yang penting adalah menemukan pengkhianat itu."Master Jian muncul dari balik semak-semak, wajahnya tegang. "Aku sudah menarik perhatian musuh sejauh yang

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Bisikan Kecurigaan

    "Mundur!" teriak Lie Feng, pedangnya menyambar, membelah serangan pedang musuh yang hampir mengenai Mei Lin. Bau anyir darah memenuhi udara, bercampur dengan aroma tanah basah dan dedaunan yang hancur. Hutan telah berubah menjadi neraka yang bergemuruh. Setiap dedaunan bergetar karena dentuman pedang dan teriakan para prajurit yang mati atau sakarat. Lie Feng merasakan luka di lengannya berdenyut keras, tetapi ia tidak mempedulikannya. Ada sesuatu yang salah, sangat salah."Mereka tahu pergerakan kita!" Lie Feng mengerang, napasnya tersengal-sengal. Ia menghindar lagi dari serangan pedang yang sangat presisi, hampir mengenai dadanya. "Serangan mereka… terlalu akurat! Terlalu presisi! Mereka selalu tahu di mana kita akan bergerak! Ini tidak masuk akal! Ini bukan kebetulan!"Master Jian, yang sedang menciptakan tembok angin yang kuat untuk melindungi mereka dari hujan panah beracun,

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Keputusan Berat #2

    Alhirnya Lie Feng berhasil melarikan diri tanpa adanya pertarungan, yang seharus nya patut dihindari." Akhir nya aku bisa keluar dari sana ". seru Lie feng dalam hati,Lie Feng melanjutkan langkah nya untuk kembali.Udara di dalam gua terasa berat, dipenuhi ketegangan yang mencekam. Lie Feng, Master Jian, dan Mei Lin duduk mengelilingi api unggun kecil, wajah Lie Feng dipenuhi luka dan kelelahan. Bayangan kejadian di penginapan masih berputar di benak Lie Feng. Pengkhianatan Zhao Li, serangan tiba-tiba, dan sosok misterius yang menyelamatkannya—semuanya membingungkan dan mengancam."Kita harus membahas Zhao Li," kata Lie Feng, suaranya masih sedikit serak. "Aku tidak bisa menerima bahwa dia mengkhianati kita begitu saja. Ada sesuatu yang tidak beres."Master Jian mengangguk. "Aku setuju. Bukti menunjukkan bahwa dia memberikan informasi kepada Kelompok Naga Hitam, tetapi aku juga merasa ada sesuatu yang tidak

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Jejak Pengkhianatan #2

    Sebuah pukulan keras mendarat di tengkuk Lie Feng, menjatuhkannya ke tanah tanpa kesadaran. Bayangan itu, yang ternyata adalah salah satu pembunuh bayangan Kelompok Naga Hitam, dengan cepat menarik Lie Feng ke dalam kegelapan penginapan. Zhao Li, dengan wajah yang penuh dengan ketakutan dan penyesalan, hanya bisa memandang dengan tak berdaya.Ketika Lie Feng sadar, ia terikat kuat di sebuah kursi kayu yang keras dan dingin. Ruangan itu gelap dan lembap, hanya di terangi oleh sebuah lampu minyak kecil yang bergoyang perlahan. Ia bisa merasakan luka di tengkuknya berdenyut keras. Di hadapannya, duduk Zhao Li dengan wajah yang pucat dan mata yang penuh dengan air mata."Zhao Li," kata Lie Feng, suaranya masih lemah. "Jelaskan segalanya padaku. Mengapa kau melakukan ini?"Zhao Li menangis sejadi-jadinya. "Aku tidak mau melakukan ini, Lie Feng. Aku benar-benar tidak mau

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Jejak Pengkhianatan

    Udara dingin menusuk tulang di dalam gua sempit itu. Lie Feng, dengan luka yang masih berdenyut, memegang surat itu dengan tangan yang gemetar. Master Jian dan Mei Lin menunggu dengan gelisah, mengetahui betapa berat beban yang ditanggung Lie Feng saat ini."Kau pasti bercanda," kata Lie Feng, suaranya bergetar, matanya terpaku pada tulisan yang sangat dikenalinya. "Zhao Li... teman sejatiku... dia mengkhianati kita?"Master Jian menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menenangkan suasana. "Surat ini jelas, Lie Feng. Tulisannya tidak bisa dipalsukan. Ia memberikan informasi tentang lokasi kita kepada Kelompok Naga Hitam."Mei Lin menambahkan, suaranya penuh dengan ketidakpercayaan, "Tapi... mengapa? Zhao Li adalah teman sejati kau. Aku tidak bisa memahami ini."Lie Feng menjatuhkan surat itu ke tanah, kepala menunduk dalam kecewa. "Aku juga tidak memahaminya. Kita bersama-sama

  • Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa   Bayangan di Tengah Hutan

    Hutan lebat menjadi medan pertempuran mereka. Sinar matahari yang jarang menembus kanopi pohon menciptakan suasana suram dan mencekam. Lie Feng, Master Jian, dan Mei Lin bergerak seperti bayangan di antara pepohonan dan vegetasi yang lebat, menggunakan lingkungan sekitar untuk menghindari deteksi musuh. Rencana mereka telah dimulai."Pos pertahanan pertama di depan," bisik Lie Feng, matanya memandang sebuah pos pertahanan kecil yang tersembunyi di balik semak belukar yang lebat. "Aku akan menarik perhatian mereka.""Baiklah," jawab Master Jian, ia mengeratkan pegangan pedangnya. "Aku akan menciptakan angin kencang untuk menghalangi mereka jika diperlukan.""Dan aku akan memberikan dukungan dari jarak jauh," kata Mei Lin, ia menarik napas dalam-dalam, menghidupkan energi dalam tubuhnya. "Aku akan menargetkan pemimpin mereka."Lie Feng menghilang di antara pepohonan, bergerak dengan cepat dan lincah. Ia menggunakan K

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status