Home / Pendekar / Raja Agung Nayaka Manggala / Bab 54 Jebakan Saling Tuduh

Share

Bab 54 Jebakan Saling Tuduh

last update Last Updated: 2025-04-01 16:28:02

Nayaka Manggala melompat di antara pepohonan hutan setelah berhasil merebut buah delima yang hampir saja didapatkan oleh Raden Mahajaya Kusumawarta .

"Ini buka buah delima biasa. Ini adalah buah delima yin yang di mana tenaga dalam alam yang telah terkumpul akhirnya bersatu di dalam buah ini. Pantas saja sampai membuat keempat faksi memperebutkannya." gumam Nayaka Manggala

Sekilas Nayaka Manggala menoleh ke belakang untuk memastikan kelompok yang mengejarnya, namun mereka tidak terlihat sejauh ini karena ia sempat membuat beberapa pengecoh sembari ia berlari.

"Sepertinya tidak ada yang mengejarku, aku bisa pergi dengan."

Namun baru saja berpikir demikian, tiba tiba sebuah serangan dari samping mengincar kepalanya.

Wuzz!

Duar!

Nayaka Manggala berhasil menghindari serangan tersebut dengan langsung berhenti melompati antara dahan pohon.

Srak!

Ia menyimpan buah delima di dalam cincin ruangannya sembari memperhatikan kesekitarnya.

"Siapa y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 55 Bukan Masalah Sepele

    Dua hari kemudian di aula istana kerajaan.Bruk!Panglima Janardhana berlutut di depan jasad anaknya yang terbujur kaku dengan tertutup kain putih.Semua yang hadir di Aula istana Kerajaan Malingga sangat terkejut mengetahui jika anak dari panglima perang kembali dengan keadaan tak bernyawa. "Semuanya! Berikan penghormatan pada Jaktiwardhana !" seru Maharaja Prabujaya Linggawarta Mereka yang ada di aula langsung Jaktiwardhana ."Panglima, saya sangat bersedih dengan hal ini. Jasa jasa kepahlawanan yang di lakukan Jaktiwardhana akan selalu diingat oleh seluruh kerajaan terutama keluarga raja yang selama ini kalian layani." ujar Maharaja Prabujaya Linggawarta Panglima Janardhana menghadap pada Maharaja Prabujaya Linggawarta yang duduk di singgasananya. "Terima kasih atas kemurahan hati baginda raja ." Panglima Janardhana menangkupkan tangannya memberi hormat.Raja Maharaja Prabujaya Linggawarta mengangkat tangannya, Panglima Janardhana k

    Last Updated : 2025-04-02
  • Raja Agung Nayaka Manggala     Bab 56 Melanjutkan Pelatihan

    Nayaka Manggala dan Batari Candawani terus melanjutkan perjalanan menuju alam surga setelah membuat sebuah keputusan jika mereka akan tetap pergi ke sana dan bertambah kuat tanpa memperdulikan waktu dari pelatihan yang sudah hampir habis. "Sepertinya kamu telah naik satu bintang, Bagaimana bisa kamu meningkat secepat ini. Apa yang kamu lakukan saat kamu bilang ingin memeriksa sesuatu?" lirik Batari Candawani "Aku tidak melakukan apa-apa kok hanya sedikit bertarung dengan beberapa orang yang kutemui. Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya tentang hal itu dan fokus pada apa yang menjadi tujuan kita saat ini. Seharusnya kolam surga semakin dekat dengan kita." ajak Nayaka Manggala dengan mempercepat lompatan kakinya di antara dahar pepohonan hutan. Hup!Dua hari kemudian, akhirnya keduanya memasuki wilayah dari kolam surga di mana tenaga dalam yang tersebar begitu terasa kental. "Energi alam yang sangat pekat! Apa kita telah mendekati kolamnya? ""Tentu

    Last Updated : 2025-04-02
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 57 Jurang Guntur

    Setelah beberapa, Batari Candawani menghampiri Nayaka Manggala yang sedang duduk di sebuah akar pohon. "Kenapa wajahmu terus merah seperti itu?" tanya Nayaka Manggala Batari Candawani menahan rasa malunya. Ini adalah kalo kedua Nayaka Manggala melihatnya dengan pakaian tipis seperti itu setelah sebelumnya saat ia menolongnya dari Gumilar Seno."Sudah kubilang jika aku tidak tertarik dengan hal seperti itu." lanjut Nayaka Manggala "Jangan bohong kamu! Tidak mungkin laki-laki seperti kalian tidak tertarik dengan hal yang seperti tadi.""Aku tidak tertarik dengan yang ukurannya segitu."Deg!Ekspresi wajah Batari Candawani yang awalnya begitu malu mendadak jadi terkejut penuh rasa kesal."Apa katamu?" "Sudahlah, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Aku merasakan jika ada beberapa orang dengan ranah yang tinggi tengah menuju ke sini." Nayaka Manggala beranjak dari tempatnya dengan berjalan pergi "Nayaka Manggala ! Apa

    Last Updated : 2025-04-03
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 1 Pengkhianatan

    Kuil iblis di Alam Kayangan. Raja Agung Nayaka Manggala sedang duduk bersila di sebuah ruangan khusus yang akan menjadi tempat dirinya melakukan penerobosan ranah dari tingkat jalan abadi ke tingkat keabadian yang merupakan puncak dari ranah di Alam Khayangan. Bof! Sebuah pilar tenaga dalam berwarna ungu keputihan melesat ke langit dari tempat Raja Agung Nayaka Manggala, seketika cuaca di langit yang tadinya cerah langsung mendung. Gelombang udara juga terlihat berputar-putar mengelilingi kuil iblis, sambaran guntur berulang kali turun seolah tengah menunggu sesuatu yang besar terjadi. Fenomena alam yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menarik perhatian semua penghuni Alam Khayangan. Klap! Jedar! Raja agung Nayaka Manggala mencoba fokus pada penerobosannya, ia yakin jika guntur kesengsaraan yang menjadi ujian seseorang untuk naik tingkat kekuatan akan segera muncul. 4 orang penguasa kuil lain di alam khayangan selain kuil iblis melihat fenomena alam yang berubah seca

    Last Updated : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 2 Berpindah Jiwa

    Klap! Jedar! Sebuah Guntur besar menyambar pada gua tempat harimau putih tinggal. Seketika gua tersebut langsung hancur berkeping-keping. Harimau putih tersebut berhasil menghindari sambaran petir dengan langsung meninggalkan tempatnya. Gentala Surendra dan teman-temannya yang mendengar raungan keras dari harimau sebelum menerkam Nayaka Manggala, hendak masuk ke dalam gua, namun sambaran Guntur yang menghantam gua tersebut membuat mereka terkejut. Setelah gua tersebut hancur harimau putih keluar dari sarangnya yang membuat Gentala Surendra dan teman-temannya semakin terkejut. Niat awal mereka yang ingin menjinakkan harimau putih mendadak menghilang setelah melihat ukuran dari harimau putih yang ternyata sangat besar bahkan melebihi 2 ekor sapi dewasa. "Lari!" Gentala Surendrah dengan cepat memerintahkan teman-temannya untuk meninggalkan tempat tersebut setelah mereka melihat harimau putih yang mengejar ke arah mereka. Padahal harimau tersebut tidak mengejar mereka m

    Last Updated : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 3 Balas Dendam Pertama

    Gardhana Surendra, memberikan arahan pada teman-temannya untuk menyerang ular putih yang sudah dikepung tersebut. "Yang lain coba alihkan perhatiannya sementara sisanya mencoba menyerangnya dari titik buta. Berikan serangan terkuat kalian dan jangan ragu sedikitpun." seru Gardhana Surendra Teman temannya yang lain menganggukan kepala dengan setuju, mereka menyadari kita tidak mengeluarkan semua kemampuan mereka maka dapat dipastikan mereka akan gagal mengalahkan ular putih tersebut. Sstt... Ular putih menjulurkan lidahnya sembari melirik ke sekitarnya, manusia yang telah mengepungnya namun itu tidak membuatnya takut sedikitpun. Krek! Uhuk! Tiba saja ular putih tersebut menguatkan lilitannya pada manusia yang sudah ditangkap. "To-tolong aku!" lirih teman Gardhana Surendra yang tertangkap oleh ular putih Gardhana Surendra melihat temannya telah di ujung kematian dengan cepat menerjang ke depan sembari mengayunkan pedangnya. "Ular sialan! Matilah kamu!" Wuz!

    Last Updated : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 4 Permulaan

    Roar! Rawr! Nayaka Manggala melihat dari balik pohon, di mana terdapat binatang buas yang tengah berhadapan satu sama lain. Dua ekor macan hitam melawan seekor harimau loreng. "Mereka adalah binatang buas tingkat 2 yang cukup kuat, dengan kekuatanku saat ini aku tidak akan mampu mengalahkan mereka. Lebih baik aku menunggu saat yang tepat sebelum melancarkan serangan. Kita harus bijak dalam menentukan pilihan sebelum bertindak." Kedua macam tersebut terus menatap pada harimau loreng yang menjadi mangsanya. Sebagai penguasa dari hutan, tentu saja mau tidak ingin kedua macan tersebut mengalahkannya karena itu tentu akan menghancurkan harga dirinya. Roar! Setelah perang dengan keras harimau loreng tersebut menyerang ke arah kedua macan yang dengan cepat menghindari serangannya. Cat harimau tersebut berbalik salah satu macan langsung melompat ke arahnya dengan menerkam punggungnya. Rawr! Harimau tersebut tersentak dengan meraung keras, mencoba melepaskan diri dari te

    Last Updated : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 5 Terdesak

    Nayaka Manggala melihat mayat Gardhana Surendrayang terbaring di atas tanah dengan luka tebas dari pundak hingga dadanya. "Aku telah membalaskan dendammu, kamu bisa merasa tenang setelah ini. Namun tenang saja jika aku akan melanjutkan balas dendam terhadap mereka yang beruntung selama ini." Nayaka Manggala segera berlutut dengan mengambil cincin penyimpanan dari tangan Gardhana Surendra dan teman-temannya yang telah terbunuh. "Sebagai murid dari Perguruan Cakra Kembar, mereka tidak memiliki banyak barang berharga, namun ini lebih dari cukup untuk sementara waktu." Nayaka Manggala bergegas duduk bersila sembari kembali menyerap darah dan energi dari mayat Gardhana Surendra dan lainnya. Tak hanya itu ia juga menyerap darah milik ular putih yang tadi dibunuhnya. Kulit beserta sisik ular putih yang terkenal dengan keras segera ia pisahkan dari tubuh ular tersebut. Nantinya kau lihat ular tersebut akan dia buat sebagai pakaian agar ia lebih terlindungi dari serangan di kemudia

    Last Updated : 2025-02-24

Latest chapter

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 57 Jurang Guntur

    Setelah beberapa, Batari Candawani menghampiri Nayaka Manggala yang sedang duduk di sebuah akar pohon. "Kenapa wajahmu terus merah seperti itu?" tanya Nayaka Manggala Batari Candawani menahan rasa malunya. Ini adalah kalo kedua Nayaka Manggala melihatnya dengan pakaian tipis seperti itu setelah sebelumnya saat ia menolongnya dari Gumilar Seno."Sudah kubilang jika aku tidak tertarik dengan hal seperti itu." lanjut Nayaka Manggala "Jangan bohong kamu! Tidak mungkin laki-laki seperti kalian tidak tertarik dengan hal yang seperti tadi.""Aku tidak tertarik dengan yang ukurannya segitu."Deg!Ekspresi wajah Batari Candawani yang awalnya begitu malu mendadak jadi terkejut penuh rasa kesal."Apa katamu?" "Sudahlah, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Aku merasakan jika ada beberapa orang dengan ranah yang tinggi tengah menuju ke sini." Nayaka Manggala beranjak dari tempatnya dengan berjalan pergi "Nayaka Manggala ! Apa

  • Raja Agung Nayaka Manggala     Bab 56 Melanjutkan Pelatihan

    Nayaka Manggala dan Batari Candawani terus melanjutkan perjalanan menuju alam surga setelah membuat sebuah keputusan jika mereka akan tetap pergi ke sana dan bertambah kuat tanpa memperdulikan waktu dari pelatihan yang sudah hampir habis. "Sepertinya kamu telah naik satu bintang, Bagaimana bisa kamu meningkat secepat ini. Apa yang kamu lakukan saat kamu bilang ingin memeriksa sesuatu?" lirik Batari Candawani "Aku tidak melakukan apa-apa kok hanya sedikit bertarung dengan beberapa orang yang kutemui. Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya tentang hal itu dan fokus pada apa yang menjadi tujuan kita saat ini. Seharusnya kolam surga semakin dekat dengan kita." ajak Nayaka Manggala dengan mempercepat lompatan kakinya di antara dahar pepohonan hutan. Hup!Dua hari kemudian, akhirnya keduanya memasuki wilayah dari kolam surga di mana tenaga dalam yang tersebar begitu terasa kental. "Energi alam yang sangat pekat! Apa kita telah mendekati kolamnya? ""Tentu

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 55 Bukan Masalah Sepele

    Dua hari kemudian di aula istana kerajaan.Bruk!Panglima Janardhana berlutut di depan jasad anaknya yang terbujur kaku dengan tertutup kain putih.Semua yang hadir di Aula istana Kerajaan Malingga sangat terkejut mengetahui jika anak dari panglima perang kembali dengan keadaan tak bernyawa. "Semuanya! Berikan penghormatan pada Jaktiwardhana !" seru Maharaja Prabujaya Linggawarta Mereka yang ada di aula langsung Jaktiwardhana ."Panglima, saya sangat bersedih dengan hal ini. Jasa jasa kepahlawanan yang di lakukan Jaktiwardhana akan selalu diingat oleh seluruh kerajaan terutama keluarga raja yang selama ini kalian layani." ujar Maharaja Prabujaya Linggawarta Panglima Janardhana menghadap pada Maharaja Prabujaya Linggawarta yang duduk di singgasananya. "Terima kasih atas kemurahan hati baginda raja ." Panglima Janardhana menangkupkan tangannya memberi hormat.Raja Maharaja Prabujaya Linggawarta mengangkat tangannya, Panglima Janardhana k

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 54 Jebakan Saling Tuduh

    Nayaka Manggala melompat di antara pepohonan hutan setelah berhasil merebut buah delima yang hampir saja didapatkan oleh Raden Mahajaya Kusumawarta ."Ini buka buah delima biasa. Ini adalah buah delima yin yang di mana tenaga dalam alam yang telah terkumpul akhirnya bersatu di dalam buah ini. Pantas saja sampai membuat keempat faksi memperebutkannya." gumam Nayaka Manggala Sekilas Nayaka Manggala menoleh ke belakang untuk memastikan kelompok yang mengejarnya, namun mereka tidak terlihat sejauh ini karena ia sempat membuat beberapa pengecoh sembari ia berlari."Sepertinya tidak ada yang mengejarku, aku bisa pergi dengan."Namun baru saja berpikir demikian, tiba tiba sebuah serangan dari samping mengincar kepalanya. Wuzz!Duar!Nayaka Manggala berhasil menghindari serangan tersebut dengan langsung berhenti melompati antara dahan pohon. Srak!Ia menyimpan buah delima di dalam cincin ruangannya sembari memperhatikan kesekitarnya. "Siapa y

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 53 Menyelinap dan Mencuri di Tengah Kekacauan

    Keempat faksi yang tengah berkumpul tidak bisa lagi menahan diri untuk tak saling serang. Saat ini keadaan benar-benar pergi kacau di mana pertempuran akhirnya pecah. Gatawati memimpin Perguruan Sagara Sakti , Pancaka memimpin Perguruan Tangan Besi, Ishwar memimpin Perguruan Cakra Kembar dan Raden Mahajaya Kusumawarta memimpin keluarga kerajaan."Aku tidak mengangkat jika kalian berdua akan bekerja sama!" cibir Ishwar "Tidak ada yang namanya musuh abadi, bisa saja mereka menjadi teman untuk beberapa saat lalu kembali menjadi musuh begitupun sebaliknya. Jangan begitu kaget seperti itu. Kamu bukanlah orang baru yang memasuki dunia beladiri." cibir balik Pancaka Sekte Tianwu bentrok dengan Perguruan Tangan Besi."Pangeran ketiga, jujur saja jika saya sangat tidak menyukai kata-kata anda barusan seolah Anda bisa berdiri sendiri tanpa ada dukungan dari kami." lirik Gatawati Raden Mahajaya Kusumawarta hanya tersenyum tipis, "bukannya kalian tidak ingin

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 52 Menerobos Bintang 7

    "Apakah kamu mengancamku? Apa kamu pikir dengan bergabung bersama pak tua itu bisa membunuhku! Kamu terlalu meremehkanku!" tegas Saroni sembari melonjakan tenaga dalam miliknya Seketika gelombang kejut menyebar ke sekitar hingga sejenak membuat pertarungan berhenti."Sudahi perlawanan mu! Kamu hanya akan buang-buang waktu dan tenaga yang sia-sia!" seru Pancaka "Berhentilah omong kosong dan maju lawan aku!" tantang Saroni Pancaka melirik pada Gatawati yang nampak tidak menganggap ancaman tersebut. "Baiklah! Aku akan meladenimu sebentar!"Wuz!Tiba-tiba kedua orang tersebut langsung melesat dengan saling bentrok.Duar!"Kalian semua segera bantai mereka tanpa ada yang tersisa. Jangan buang waktu lagi!" perintah Gatawati "Baik sesepuh !"Perintah yang terdengar tersebut membuat orang dari Perguruan Sagara Saktib dan Perguruan Tangan Besi kembali melanjutkan pertarungan dengan beringas. Jayanegara yang sedang bertarung bersama

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 51 Para Faksi yang Bertemu

    Nayaka Manggala mengangkat kepalanya sembari menarik tangannya setelah melancarkan serangan cakar hantu miliknya."Kamu harusnya berbangga hati karena berhasil melukai tubuh tuan muda ini." Nayaka Manggala tersenyum lebar.Hosh! Hosh!Danartama melirik kebelakang. "Ba-bagaimana kamu bisa seperti sekuat ini? Ke-kenapa aku bisa kalah darimu..."Nayaka Manggala mendongakkan kepalanya menatap langit yang mulai cerah kembali setelah mendung selama pertarungan terjadi. "Bagaimana mungkin tuan muda ini kalah darimu. Kalian para kultivator aliran kebenaran benar benar berpikir telah menjadi kuat hanya dengan berlatih keras seperti ini? Sungguh menggelikan."Bruk!Tubuh Danartama ambruk ke depan dengan langsung tertelungkup. Matanya perlahan tertutup. Danartama kalah dan mati dalam pertarungan tersebut.Bruk!Nayaka Manggala terduduk di tanah sembari memegang perut sampingnya yang tadi terkena serangan telak beberapa kali."Seper

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 50 Kekalahan Danartama

    Mendengar provokasi dari Nayaka Manggala tersebut. Danartama bertambah marah sembari mengeluarkan tenaga dalam miliknya."Benar-benar mengejutkan bocah sepertimu mampu bertahan sampai sejauh ini. Tetapi pertarungan sebenarnya baru saja akan dimulai!" ujar Danartama Tubuh Danartama diselimuti tenaga dalam . Setelahnya dengan cepat ia menerjang ke arah Nayaka Manggala .Sementara itu Nayaka Manggala tidak hanya diam saja, ia menerjang ke arah Danartama .Duar!Bentrokan dari keduanya membuat ledakan besar. Bang! Bang!Setelah ledakan terjadi keduanya saling bertukar serangan beberapa putaran. Klang! Klang!Suara bentrokan pedang terdengar. Krak!Nayaka Manggala dan Danartama saling berhadapan dengan tatapan yang tajam. Kedua belah pedang saling bersinggungan satu sama lain membuat suara derita."Mengagumkan melihatmu bisa mengimbangiku! Tetapi aku baru akan saja mulai serius?" ujar Danartama "Berhentilah ngoc

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 49 Bertarung Serius

    Ekspresi wajah kedua teman Danartama mendadak semakin terkejut dengan melirik pada Danartama sekilas selalu beralih Nayaka Manggala ."Pendekar iblis ?" pekik salah satu orang "Pendekar aliran kejahatan yang banyak di luar kerajaan Malingga ?" sambung orang lainnya."Bagaimana bisa ada kultivator demonic di kerajaan Malingga ini? Bukankah itu sama saja ia merupakan penghianat yang harus dibunuh!""Tidak kusangka jika di Perguruan Cakra Kembar yang sangat lemah tersebut ternyata ada seorang seniman beladiri menjijikan sepertimu."Danartama dan kedua temannya mencibir jijik Nayaka Manggala .Namun Nayaka Manggala diam saja dengan tidak merespon. Ia tidak peduli dengan ejekan tersebut karena menurutnya selama ia menjadi kuat itu bukanlah masalah. Lagi pula karena mereka telah mengetahui hal tersebut, maka kematian adalah satu-satunya jalan yang akan mereka tempuh setelah ini."Melihat kamu yang merupakan seniman beladiri iblis yang terkenal begit

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status