Beranda / Pendekar / Raja Agung Nayaka Manggala / Bab 56 Melanjutkan Pelatihan

Share

Bab 56 Melanjutkan Pelatihan

Penulis: Maulana Yuandra
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-02 18:09:36

Nayaka Manggala dan Batari Candawani terus melanjutkan perjalanan menuju alam surga setelah membuat sebuah keputusan jika mereka akan tetap pergi ke sana dan bertambah kuat tanpa memperdulikan waktu dari pelatihan yang sudah hampir habis.

"Sepertinya kamu telah naik satu bintang, Bagaimana bisa kamu meningkat secepat ini. Apa yang kamu lakukan saat kamu bilang ingin memeriksa sesuatu?" lirik Batari Candawani

"Aku tidak melakukan apa-apa kok hanya sedikit bertarung dengan beberapa orang yang kutemui. Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya tentang hal itu dan fokus pada apa yang menjadi tujuan kita saat ini. Seharusnya kolam surga semakin dekat dengan kita." ajak Nayaka Manggala dengan mempercepat lompatan kakinya di antara dahar pepohonan hutan.

Hup!

Dua hari kemudian, akhirnya keduanya memasuki wilayah dari kolam surga di mana tenaga dalam yang tersebar begitu terasa kental.

"Energi alam yang sangat pekat! Apa kita telah mendekati kolamnya? "

"Tentu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 57 Jurang Guntur

    Setelah beberapa, Batari Candawani menghampiri Nayaka Manggala yang sedang duduk di sebuah akar pohon. "Kenapa wajahmu terus merah seperti itu?" tanya Nayaka Manggala Batari Candawani menahan rasa malunya. Ini adalah kalo kedua Nayaka Manggala melihatnya dengan pakaian tipis seperti itu setelah sebelumnya saat ia menolongnya dari Gumilar Seno."Sudah kubilang jika aku tidak tertarik dengan hal seperti itu." lanjut Nayaka Manggala "Jangan bohong kamu! Tidak mungkin laki-laki seperti kalian tidak tertarik dengan hal yang seperti tadi.""Aku tidak tertarik dengan yang ukurannya segitu."Deg!Ekspresi wajah Batari Candawani yang awalnya begitu malu mendadak jadi terkejut penuh rasa kesal."Apa katamu?" "Sudahlah, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Aku merasakan jika ada beberapa orang dengan ranah yang tinggi tengah menuju ke sini." Nayaka Manggala beranjak dari tempatnya dengan berjalan pergi "Nayaka Manggala ! Apa

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 58 Kembali Ke Perguruan

    Beberapa hari kemudian, Nayaka Manggala dan Batari Candawani akhirnya sampai di perguruan. Mereka langsung menuju ke kediaman sesepuh kedua untuk melaporkan diri mereka."Apa kamu yakin jika guru tidak akan marah pada kita?" Tanya Batari Candawani yang merasa ragu begitu menginjak altar kediaman sesepuh kedua "Sudah aku bilang, "Nayaka Manggala melirik pada Batari Candawani . "Guru tidak akan marah pada kita selama kita menunjukkan hasil latihan yang memuaskan padanya. Aku sudah membuktikan hal itu dengan kembalinya aku setelah dari pelatihan hutan arasta. Meskipun aku lebih lama keluar dari sana untuk kembali ke manapun dia sama sekali tidak marah dan justru memujiku dengan pencapaian yang aku dapatkan.""Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu, tetapi rasanya aku masih sedikit ragu.""Daripada ragu lebih baik kita segera temui saja. Jika guru marah aku akan memarahinya balik, aku akan melindungimu kakak senior."Mendengar perkataan tersebut Batari Canda

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-03
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 59 Kediaman Sesepuh Ke Enam

    Tiba-tiba seseorang masuk ke tengah pertarungan dengan langsung menghempaskan keduanya menjauh.Srak!Nayaka Manggala berhenti terdorong setelah menguatkan pijakan kakinya, iya menghunuskan pedangnya ke samping membuat sebuah gelombang kejut.Sementara Wulandari langsung menancapkan pedangnya pada lantai altar guna mengurangi dampak dari terdorongnya."Apa yang sebenarnya kalian berdua lakukan! Ini bukanlah tempat untuk bertarung!"Tiba-tiba suara wanita terdengar dari kepulauan asap tempat tadi pertarungan terjadi. Dengan kibasan tangannya, kepulauan debu langsung menghilang dan terlihat sosok orang yang masuk ke dalam pertarungan tadi. "Guru!" seru Wulandari Wulandari bergegas menyimpan pedangnya lalu menghampiri gurunya. "Guru, bocah ini datang tiba-tiba dengan langsung menyerangku!" lanjutnya dengan menunjuk pada Nayaka Manggala Sesepuh Gantari melirik pada Nayaka Manggala yang asik mengayunkan pedangnya. "Apa benar begitu

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-04
  • Raja Agung Nayaka Manggala    BAb 60 Nayaka yang Berbeda

    Sore harinya, Nayaka Manggala keluar dari ruangan setelah memulihkan tenaga dalam miliknya."Ternyata sudah sore saja." Nayaka Manggala meregangkan otot-otot tubuhnya setelah keluar dari bangunan utama kediaman."Apa kamu baik-baik saja?" tanya Sesepuh Gantari yang menghampiri Nayaka Manggala "Murid sudah lebih baik dari sebelumnya, guru jangan khawatir."Sesepuh Gantari memberikan beberapa pil tingkat 3 pada muridnya tersebut. "Makan ini untuk segera memulihkan tenaga dalam milikmu ke kondisi semula.""Terimakasih banyak guru."Pil yang diterima segera disimpan dalam cincin penyimpanan. "Kamu telah berhasil membuat pil tingkat 3 meskipun dengan bantuan teknik pemurnian yang sangat mengejutkan tersebut. Tetapi guru bangga melihatmu yang bisa berkembang secepat ini.""Guru terlalu memuji murid tanya memiliki keberuntungan yang lebih baik.""Beberapa pil yang telah kamu murnikan tadi akan guru simpan untuk dipelajari nantinya. Apa kam

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-04
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 1 Pengkhianatan

    Kuil iblis di Alam Kayangan. Raja Agung Nayaka Manggala sedang duduk bersila di sebuah ruangan khusus yang akan menjadi tempat dirinya melakukan penerobosan ranah dari tingkat jalan abadi ke tingkat keabadian yang merupakan puncak dari ranah di Alam Khayangan. Bof! Sebuah pilar tenaga dalam berwarna ungu keputihan melesat ke langit dari tempat Raja Agung Nayaka Manggala, seketika cuaca di langit yang tadinya cerah langsung mendung. Gelombang udara juga terlihat berputar-putar mengelilingi kuil iblis, sambaran guntur berulang kali turun seolah tengah menunggu sesuatu yang besar terjadi. Fenomena alam yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menarik perhatian semua penghuni Alam Khayangan. Klap! Jedar! Raja agung Nayaka Manggala mencoba fokus pada penerobosannya, ia yakin jika guntur kesengsaraan yang menjadi ujian seseorang untuk naik tingkat kekuatan akan segera muncul. 4 orang penguasa kuil lain di alam khayangan selain kuil iblis melihat fenomena alam yang berubah seca

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 2 Berpindah Jiwa

    Klap! Jedar! Sebuah Guntur besar menyambar pada gua tempat harimau putih tinggal. Seketika gua tersebut langsung hancur berkeping-keping. Harimau putih tersebut berhasil menghindari sambaran petir dengan langsung meninggalkan tempatnya. Gentala Surendra dan teman-temannya yang mendengar raungan keras dari harimau sebelum menerkam Nayaka Manggala, hendak masuk ke dalam gua, namun sambaran Guntur yang menghantam gua tersebut membuat mereka terkejut. Setelah gua tersebut hancur harimau putih keluar dari sarangnya yang membuat Gentala Surendra dan teman-temannya semakin terkejut. Niat awal mereka yang ingin menjinakkan harimau putih mendadak menghilang setelah melihat ukuran dari harimau putih yang ternyata sangat besar bahkan melebihi 2 ekor sapi dewasa. "Lari!" Gentala Surendrah dengan cepat memerintahkan teman-temannya untuk meninggalkan tempat tersebut setelah mereka melihat harimau putih yang mengejar ke arah mereka. Padahal harimau tersebut tidak mengejar mereka m

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 3 Balas Dendam Pertama

    Gardhana Surendra, memberikan arahan pada teman-temannya untuk menyerang ular putih yang sudah dikepung tersebut. "Yang lain coba alihkan perhatiannya sementara sisanya mencoba menyerangnya dari titik buta. Berikan serangan terkuat kalian dan jangan ragu sedikitpun." seru Gardhana Surendra Teman temannya yang lain menganggukan kepala dengan setuju, mereka menyadari kita tidak mengeluarkan semua kemampuan mereka maka dapat dipastikan mereka akan gagal mengalahkan ular putih tersebut. Sstt... Ular putih menjulurkan lidahnya sembari melirik ke sekitarnya, manusia yang telah mengepungnya namun itu tidak membuatnya takut sedikitpun. Krek! Uhuk! Tiba saja ular putih tersebut menguatkan lilitannya pada manusia yang sudah ditangkap. "To-tolong aku!" lirih teman Gardhana Surendra yang tertangkap oleh ular putih Gardhana Surendra melihat temannya telah di ujung kematian dengan cepat menerjang ke depan sembari mengayunkan pedangnya. "Ular sialan! Matilah kamu!" Wuz!

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24
  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 4 Permulaan

    Roar! Rawr! Nayaka Manggala melihat dari balik pohon, di mana terdapat binatang buas yang tengah berhadapan satu sama lain. Dua ekor macan hitam melawan seekor harimau loreng. "Mereka adalah binatang buas tingkat 2 yang cukup kuat, dengan kekuatanku saat ini aku tidak akan mampu mengalahkan mereka. Lebih baik aku menunggu saat yang tepat sebelum melancarkan serangan. Kita harus bijak dalam menentukan pilihan sebelum bertindak." Kedua macam tersebut terus menatap pada harimau loreng yang menjadi mangsanya. Sebagai penguasa dari hutan, tentu saja mau tidak ingin kedua macan tersebut mengalahkannya karena itu tentu akan menghancurkan harga dirinya. Roar! Setelah perang dengan keras harimau loreng tersebut menyerang ke arah kedua macan yang dengan cepat menghindari serangannya. Cat harimau tersebut berbalik salah satu macan langsung melompat ke arahnya dengan menerkam punggungnya. Rawr! Harimau tersebut tersentak dengan meraung keras, mencoba melepaskan diri dari te

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-24

Bab terbaru

  • Raja Agung Nayaka Manggala    BAb 60 Nayaka yang Berbeda

    Sore harinya, Nayaka Manggala keluar dari ruangan setelah memulihkan tenaga dalam miliknya."Ternyata sudah sore saja." Nayaka Manggala meregangkan otot-otot tubuhnya setelah keluar dari bangunan utama kediaman."Apa kamu baik-baik saja?" tanya Sesepuh Gantari yang menghampiri Nayaka Manggala "Murid sudah lebih baik dari sebelumnya, guru jangan khawatir."Sesepuh Gantari memberikan beberapa pil tingkat 3 pada muridnya tersebut. "Makan ini untuk segera memulihkan tenaga dalam milikmu ke kondisi semula.""Terimakasih banyak guru."Pil yang diterima segera disimpan dalam cincin penyimpanan. "Kamu telah berhasil membuat pil tingkat 3 meskipun dengan bantuan teknik pemurnian yang sangat mengejutkan tersebut. Tetapi guru bangga melihatmu yang bisa berkembang secepat ini.""Guru terlalu memuji murid tanya memiliki keberuntungan yang lebih baik.""Beberapa pil yang telah kamu murnikan tadi akan guru simpan untuk dipelajari nantinya. Apa kam

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 59 Kediaman Sesepuh Ke Enam

    Tiba-tiba seseorang masuk ke tengah pertarungan dengan langsung menghempaskan keduanya menjauh.Srak!Nayaka Manggala berhenti terdorong setelah menguatkan pijakan kakinya, iya menghunuskan pedangnya ke samping membuat sebuah gelombang kejut.Sementara Wulandari langsung menancapkan pedangnya pada lantai altar guna mengurangi dampak dari terdorongnya."Apa yang sebenarnya kalian berdua lakukan! Ini bukanlah tempat untuk bertarung!"Tiba-tiba suara wanita terdengar dari kepulauan asap tempat tadi pertarungan terjadi. Dengan kibasan tangannya, kepulauan debu langsung menghilang dan terlihat sosok orang yang masuk ke dalam pertarungan tadi. "Guru!" seru Wulandari Wulandari bergegas menyimpan pedangnya lalu menghampiri gurunya. "Guru, bocah ini datang tiba-tiba dengan langsung menyerangku!" lanjutnya dengan menunjuk pada Nayaka Manggala Sesepuh Gantari melirik pada Nayaka Manggala yang asik mengayunkan pedangnya. "Apa benar begitu

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 58 Kembali Ke Perguruan

    Beberapa hari kemudian, Nayaka Manggala dan Batari Candawani akhirnya sampai di perguruan. Mereka langsung menuju ke kediaman sesepuh kedua untuk melaporkan diri mereka."Apa kamu yakin jika guru tidak akan marah pada kita?" Tanya Batari Candawani yang merasa ragu begitu menginjak altar kediaman sesepuh kedua "Sudah aku bilang, "Nayaka Manggala melirik pada Batari Candawani . "Guru tidak akan marah pada kita selama kita menunjukkan hasil latihan yang memuaskan padanya. Aku sudah membuktikan hal itu dengan kembalinya aku setelah dari pelatihan hutan arasta. Meskipun aku lebih lama keluar dari sana untuk kembali ke manapun dia sama sekali tidak marah dan justru memujiku dengan pencapaian yang aku dapatkan.""Sebenarnya aku juga berpikir seperti itu, tetapi rasanya aku masih sedikit ragu.""Daripada ragu lebih baik kita segera temui saja. Jika guru marah aku akan memarahinya balik, aku akan melindungimu kakak senior."Mendengar perkataan tersebut Batari Canda

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 57 Jurang Guntur

    Setelah beberapa, Batari Candawani menghampiri Nayaka Manggala yang sedang duduk di sebuah akar pohon. "Kenapa wajahmu terus merah seperti itu?" tanya Nayaka Manggala Batari Candawani menahan rasa malunya. Ini adalah kalo kedua Nayaka Manggala melihatnya dengan pakaian tipis seperti itu setelah sebelumnya saat ia menolongnya dari Gumilar Seno."Sudah kubilang jika aku tidak tertarik dengan hal seperti itu." lanjut Nayaka Manggala "Jangan bohong kamu! Tidak mungkin laki-laki seperti kalian tidak tertarik dengan hal yang seperti tadi.""Aku tidak tertarik dengan yang ukurannya segitu."Deg!Ekspresi wajah Batari Candawani yang awalnya begitu malu mendadak jadi terkejut penuh rasa kesal."Apa katamu?" "Sudahlah, sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Aku merasakan jika ada beberapa orang dengan ranah yang tinggi tengah menuju ke sini." Nayaka Manggala beranjak dari tempatnya dengan berjalan pergi "Nayaka Manggala ! Apa

  • Raja Agung Nayaka Manggala     Bab 56 Melanjutkan Pelatihan

    Nayaka Manggala dan Batari Candawani terus melanjutkan perjalanan menuju alam surga setelah membuat sebuah keputusan jika mereka akan tetap pergi ke sana dan bertambah kuat tanpa memperdulikan waktu dari pelatihan yang sudah hampir habis. "Sepertinya kamu telah naik satu bintang, Bagaimana bisa kamu meningkat secepat ini. Apa yang kamu lakukan saat kamu bilang ingin memeriksa sesuatu?" lirik Batari Candawani "Aku tidak melakukan apa-apa kok hanya sedikit bertarung dengan beberapa orang yang kutemui. Sudahlah jangan terlalu banyak bertanya tentang hal itu dan fokus pada apa yang menjadi tujuan kita saat ini. Seharusnya kolam surga semakin dekat dengan kita." ajak Nayaka Manggala dengan mempercepat lompatan kakinya di antara dahar pepohonan hutan. Hup!Dua hari kemudian, akhirnya keduanya memasuki wilayah dari kolam surga di mana tenaga dalam yang tersebar begitu terasa kental. "Energi alam yang sangat pekat! Apa kita telah mendekati kolamnya? ""Tentu

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 55 Bukan Masalah Sepele

    Dua hari kemudian di aula istana kerajaan.Bruk!Panglima Janardhana berlutut di depan jasad anaknya yang terbujur kaku dengan tertutup kain putih.Semua yang hadir di Aula istana Kerajaan Malingga sangat terkejut mengetahui jika anak dari panglima perang kembali dengan keadaan tak bernyawa. "Semuanya! Berikan penghormatan pada Jaktiwardhana !" seru Maharaja Prabujaya Linggawarta Mereka yang ada di aula langsung Jaktiwardhana ."Panglima, saya sangat bersedih dengan hal ini. Jasa jasa kepahlawanan yang di lakukan Jaktiwardhana akan selalu diingat oleh seluruh kerajaan terutama keluarga raja yang selama ini kalian layani." ujar Maharaja Prabujaya Linggawarta Panglima Janardhana menghadap pada Maharaja Prabujaya Linggawarta yang duduk di singgasananya. "Terima kasih atas kemurahan hati baginda raja ." Panglima Janardhana menangkupkan tangannya memberi hormat.Raja Maharaja Prabujaya Linggawarta mengangkat tangannya, Panglima Janardhana k

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 54 Jebakan Saling Tuduh

    Nayaka Manggala melompat di antara pepohonan hutan setelah berhasil merebut buah delima yang hampir saja didapatkan oleh Raden Mahajaya Kusumawarta ."Ini buka buah delima biasa. Ini adalah buah delima yin yang di mana tenaga dalam alam yang telah terkumpul akhirnya bersatu di dalam buah ini. Pantas saja sampai membuat keempat faksi memperebutkannya." gumam Nayaka Manggala Sekilas Nayaka Manggala menoleh ke belakang untuk memastikan kelompok yang mengejarnya, namun mereka tidak terlihat sejauh ini karena ia sempat membuat beberapa pengecoh sembari ia berlari."Sepertinya tidak ada yang mengejarku, aku bisa pergi dengan."Namun baru saja berpikir demikian, tiba tiba sebuah serangan dari samping mengincar kepalanya. Wuzz!Duar!Nayaka Manggala berhasil menghindari serangan tersebut dengan langsung berhenti melompati antara dahan pohon. Srak!Ia menyimpan buah delima di dalam cincin ruangannya sembari memperhatikan kesekitarnya. "Siapa y

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 53 Menyelinap dan Mencuri di Tengah Kekacauan

    Keempat faksi yang tengah berkumpul tidak bisa lagi menahan diri untuk tak saling serang. Saat ini keadaan benar-benar pergi kacau di mana pertempuran akhirnya pecah. Gatawati memimpin Perguruan Sagara Sakti , Pancaka memimpin Perguruan Tangan Besi, Ishwar memimpin Perguruan Cakra Kembar dan Raden Mahajaya Kusumawarta memimpin keluarga kerajaan."Aku tidak mengangkat jika kalian berdua akan bekerja sama!" cibir Ishwar "Tidak ada yang namanya musuh abadi, bisa saja mereka menjadi teman untuk beberapa saat lalu kembali menjadi musuh begitupun sebaliknya. Jangan begitu kaget seperti itu. Kamu bukanlah orang baru yang memasuki dunia beladiri." cibir balik Pancaka Sekte Tianwu bentrok dengan Perguruan Tangan Besi."Pangeran ketiga, jujur saja jika saya sangat tidak menyukai kata-kata anda barusan seolah Anda bisa berdiri sendiri tanpa ada dukungan dari kami." lirik Gatawati Raden Mahajaya Kusumawarta hanya tersenyum tipis, "bukannya kalian tidak ingin

  • Raja Agung Nayaka Manggala    Bab 52 Menerobos Bintang 7

    "Apakah kamu mengancamku? Apa kamu pikir dengan bergabung bersama pak tua itu bisa membunuhku! Kamu terlalu meremehkanku!" tegas Saroni sembari melonjakan tenaga dalam miliknya Seketika gelombang kejut menyebar ke sekitar hingga sejenak membuat pertarungan berhenti."Sudahi perlawanan mu! Kamu hanya akan buang-buang waktu dan tenaga yang sia-sia!" seru Pancaka "Berhentilah omong kosong dan maju lawan aku!" tantang Saroni Pancaka melirik pada Gatawati yang nampak tidak menganggap ancaman tersebut. "Baiklah! Aku akan meladenimu sebentar!"Wuz!Tiba-tiba kedua orang tersebut langsung melesat dengan saling bentrok.Duar!"Kalian semua segera bantai mereka tanpa ada yang tersisa. Jangan buang waktu lagi!" perintah Gatawati "Baik sesepuh !"Perintah yang terdengar tersebut membuat orang dari Perguruan Sagara Saktib dan Perguruan Tangan Besi kembali melanjutkan pertarungan dengan beringas. Jayanegara yang sedang bertarung bersama

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status