Home / Romansa / Proposal Cinta Sang Miliarder / Bab 35: Tekanan dalam Pernikahan

Share

Bab 35: Tekanan dalam Pernikahan

Author: Resya
last update Last Updated: 2025-03-30 02:25:08

Farhan berjalan perlahan di lorong rumah, langkahnya terdengar berat, seakan-akan setiap langkah membawa beban yang semakin berat. Pikirannya berkelana ke mana-mana, membayangkan perbincangan yang akan segera dimulai. Ia sudah tahu apa yang akan datang: sebuah pembicaraan yang akan menguji integritasnya, dan yang lebih penting, menguji cintanya kepada Aisyah.

Pagi itu, setelah percakapan yang tegang dengan Aisyah semalam, Farhan merasa terjepit di antara dua dunia. Di satu sisi, ada Aisyah, istri yang telah ia cintai dengan sepenuh hati, yang menuntut komitmen dan kesetiaan. Di sisi lain, ada Hana, sahabat lama yang secara halus berusaha menariknya jauh dari Aisyah. Meskipun Farhan berusaha menjaga jarak. Namun, hubungan mereka semakin sulit untuk dipertahankan hanya dengan kata-kata.

Hari ini, ia harus berbicara dengan Pak Ahmad, ayah Aisyah, yang jelas-jelas mengetahui situasi tersebut. Tidak hanya sebagai seorang ayah yang sangat melindungi anaknya, Pak Ahmad ju
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 36: Puncak Konflik

    Malam itu, angin berhembus pelan, membawa udara yang lebih dingin dari biasanya. Aisyah berjalan tergesa-gesa keluar dari acara sosial itu, perasaannya bercampur aduk. Hatinya seperti dihantam badai, bergejolak tanpa arah. Sesekali, ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, namun rasanya semakin berat.Farhan berlari mengejarnya, langkahnya terdengar berat di telinga Aisyah. Setiap detik yang berlalu membuat perasaan mereka semakin jauh. Aisyah tahu bahwa perasaan yang ditimbulkan oleh kehadiran Hana di acara itu bukan hanya cemburu, tetapi lebih dari itu-ia merasa seperti ada yang telah dihancurkan di antara mereka, sesuatu yang sulit untuk dibangun kembali."Aisyah, tunggu!" Farhan memanggilnya, suaranya tegang dan penuh penyesalan.Aisyah berhenti sejenak, namun tidak menoleh. "Kenapa, Farhan? Kenapa harus begini?" suaranya serak, hampir seperti tersumbat oleh air mata yang berusaha ia tahan.Farhan menghentikan langkahnya beberapa la

    Last Updated : 2025-03-31
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 37: Penyesalan Farhan

    Pagi itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya. Farhan duduk di ruang kerjanya, pandangannya kosong menatap ke luar jendela. Di balik jendela kaca yang bersih, pemandangan kota yang sibuk tampak biasa saja, tidak ada yang spesial. Namun hatinya, sebaliknya, begitu kacau. Pagi itu, hidupnya terasa lebih kosong daripada sebelumnya.Ia menghela napas panjang, menatap layar ponsel yang tergeletak di meja kerjanya. Sudah berjam-jam, namun tak ada satu pesan pun dari Aisyah. Ia tahu, ini adalah konsekuensi dari perbuatannya. Ia telah melukai hati wanita yang selama ini ia cintai. Dan sekarang, ia harus bertanggung jawab."Aisyah ...," Farhan berbisik pelan, seakan berharap bahwa suaranya bisa menjangkau wanita itu di tempat yang jauh, di rumah orang tuanya.Ia menatap layar ponsel lagi. Tiba-tiba, pesan dari Hana muncul, menambah rasa cemas yang sudah mendera hatinya sejak semalam. "Farhan, aku ingin bicara tentang kita," tulis Hana, dengan kata-kata yang seo

    Last Updated : 2025-04-01
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 38: Kebenaran yang Terungkap

    Pagi itu, langit tampak cerah meski angin sejuk menyelimuti kota. Farhan duduk di ruang kerjanya, menatap ponsel dengan pandangan kosong. Beberapa jam sebelumnya, ia baru saja mendapatkan kabar bahwa rumor yang disebarkan Hana mulai tersebar luas. Namun, ia tidak tinggal diam. Farhan segera melakukan klarifikasi, mengumpulkan bukti-bukti yang bisa membuktikan bahwa segala yang dituduhkan kepada dirinya adalah kebohongan belaka.Dengan hati yang penuh tekad, Farhan mengetik pesan panjang, menjelaskan segala hal yang terjadi dan mengirimkannya kepada Aisyah. Ia tahu bahwa ini adalah saat yang sangat penting. Jika ia ingin mendapatkan kepercayaan Aisyah kembali, ia harus menunjukkan bukti konkret bahwa ia tidak pernah mengkhianatinya. Namun, meskipun pesan itu sudah terkirim, hatinya tetap terasa berat."Aisyah, aku tahu kamu sedang terluka, dan aku hanya bisa meminta maaf. Semua yang terjadi bukan salahmu, dan aku akan berusaha membuktikan bahwa aku benar-benar menci

    Last Updated : 2025-04-02
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 39: Penjelasan Hana

    Langit pagi itu dipenuhi cahaya lembut matahari, seolah memberikan kehangatan yang baru kepada Aisyah. Di sebuah taman kecil, ia dan Farhan duduk di bangku panjang, menikmati udara segar. Suasana di antara mereka terasa canggung namun penuh harapan. Setelah pertemuan terakhir yang penuh emosi, Farhan berusaha membangun kembali kepercayaan Aisyah dengan cara yang berbeda."Aku ingin memperbaiki semuanya, Aisyah," kata Farhan pelan, memecah kesunyian. "Aku sadar, kejujuran itu hal yang nggak bisa ditawar dalam hubungan kita."Aisyah menatap Farhan, matanya memancarkan kelelahan yang bercampur dengan sisa keraguan. "Aku butuh waktu, Farhan. Semua yang terjadi ... terlalu banyak yang harus aku pikirkan."Farhan mengangguk, menghormati perasaan Aisyah. Ia menyadari bahwa cinta saja tidak cukup. Perlu tindakan nyata untuk menunjukkan kesungguhannya."Makanya, aku ingin kita nggak cuma bicara soal cinta. Aku mau kita sama-sama bergerak. Kamu tahu, selama

    Last Updated : 2025-04-03
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 40: Harmoni yang Kembali

    Suara adzan Subuh menggema lembut, menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Di dalam rumah sederhana mereka, Farhan membuka matanya perlahan, menghela napas panjang, seolah mengumpulkan energi untuk hari yang baru. Di sampingnya, Aisyah sudah bangkit lebih dulu, menyiapkan air wudhu di kamar mandi kecil mereka."Farhan, ayo bangun," panggil Aisyah lembut.Farhan mengangguk sambil tersenyum kecil. Ia bergegas mengambil wudhu, bergabung dengan Aisyah untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah. Saat sujud terakhir, hati Farhan bergetar. Ia memohon pada Allah agar hubungan mereka yang sempat retak kini dikuatkan dengan kasih sayang dan kepercayaan yang baru.Usai salat, mereka duduk berdampingan di sajadah. Aisyah membuka Al-Quran dan mulai melantunkan ayat-ayat suci dengan suara yang penuh kekhusyukan. Farhan hanya bisa memandangnya dengan rasa syukur yang dalam. Ia tahu, apa yang mereka miliki saat ini bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan kembali.

    Last Updated : 2025-04-04
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Prolog: Titik Balik

    Lampu neon berkedip-kedip, memantulkan warna biru dan merah ke seluruh ruangan yang dipenuhi dentuman musik. Farhan duduk di sofa VIP, sebotol minuman mahal di genggamannya. Asap rokok mengabur pandangan, sementara suara tawa teman-temannya membahana, seolah semua beban dunia lenyap di balik dinding-dinding klub itu. Namun, di balik keriuhan dan kesenangan semu, matanya tampak kosong. "Bro, lo serius banget sih? Malam ini kita harus hepi, men!" ujar Tio, salah satu temannya, sambil menepuk bahu Farhan dengan gelas di tangan. Farhan tersenyum tipis, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang sejak tadi menusuk pikirannya. "Iya, santai aja. Gue cuma lagi capek." "Capek apa? Duit lo nggak akan habis tujuh turunan, Far. Jangan sok-sokan mellow gitu, deh!" Tio tertawa keras, diikuti yang lain. Farhan hanya mengangkat bahu, memilih meneguk minumannya. Di sudut matanya, seorang wanita dengan gaun merah menyala berjalan mendekat. Senyum genitnya membuat teman-temannya bersorak. "Kayak

    Last Updated : 2024-12-03
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Next: Titik Balik

    Di luar, matahari bersinar cerah. Angin pagi yang segar menghembus lembut, menggugah keberaniannya. Ia akhirnya melangkah keluar rumah, kunci mobil di tangan. Namun, ketika sampai di garasi, ia berhenti sejenak. Mobil sport hitam mengilap itu terasa seperti simbol masa lalunya yang mewah dan hampa. Ia memilih berjalan kaki. Setiap langkah menuju masjid terasa seperti perjalanan panjang yang tak berujung. Ia melewati jalanan kecil yang sepi, pikirannya terus dipenuhi pertanyaan. Apa yang akan orang pikirkan? Bagaimana jika ada yang mengenalnya? Tapi di sela semua itu, ada dorongan kuat dalam hatinya untuk terus maju. Langkah demi langkah, ia akhirnya sampai di depan sebuah masjid kecil yang tampak bersahaja. Suara adzan dzuhur baru saja berkumandang ketika ia tiba. Masjid itu terlihat tenang, dengan beberapa orang yang berjalan masuk. Pohon mangga besar di halaman masjid memberikan keteduhan, sementara angin semilir membawa aroma khas sandal kayu yang baru dipakai para jamaah. Farh

    Last Updated : 2024-12-03
  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 1: Pertemuan di Masjid Raya

    Farhan menarik napas panjang saat memasuki halaman Masjid Raya yang luas dan megah. Masjid ini selalu menjadi tempat pelariannya dari gemerlap dunia yang sebenarnya bisa ia miliki dengan mudah. Meski memiliki segalanya, ia merasa tidak pernah benar-benar puas. Di sinilah, di tempat sederhana dan penuh ketenangan ini, ia menemukan kedamaian yang tak bisa dibeli dengan harta. Pandangannya menyapu seluruh halaman masjid. Di ujung sana, ia melihat sekumpulan perempuan tengah berbicara sambil tersenyum. Salah satu dari mereka menarik perhatiannya. Mengenakan kerudung sederhana berwarna pastel, ia terlihat begitu teduh, seperti embun yang menyelimuti bunga di pagi hari. Cara gadis itu tertawa kecil sambil menundukkan pandangannya, membuat Farhan merasa ada yang istimewa pada dirinya. “Siapa dia?” batinnya berbisik, tanpa sadar ia tersenyum kecil. Namun, Farhan segera menepis rasa itu. Bagaimana pun, ia tahu bahwa jika ia ingin mendekati gadis seperti itu, ia harus melakukannya dengan

    Last Updated : 2024-12-05

Latest chapter

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 40: Harmoni yang Kembali

    Suara adzan Subuh menggema lembut, menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Di dalam rumah sederhana mereka, Farhan membuka matanya perlahan, menghela napas panjang, seolah mengumpulkan energi untuk hari yang baru. Di sampingnya, Aisyah sudah bangkit lebih dulu, menyiapkan air wudhu di kamar mandi kecil mereka."Farhan, ayo bangun," panggil Aisyah lembut.Farhan mengangguk sambil tersenyum kecil. Ia bergegas mengambil wudhu, bergabung dengan Aisyah untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah. Saat sujud terakhir, hati Farhan bergetar. Ia memohon pada Allah agar hubungan mereka yang sempat retak kini dikuatkan dengan kasih sayang dan kepercayaan yang baru.Usai salat, mereka duduk berdampingan di sajadah. Aisyah membuka Al-Quran dan mulai melantunkan ayat-ayat suci dengan suara yang penuh kekhusyukan. Farhan hanya bisa memandangnya dengan rasa syukur yang dalam. Ia tahu, apa yang mereka miliki saat ini bukanlah sesuatu yang mudah didapatkan kembali.

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 39: Penjelasan Hana

    Langit pagi itu dipenuhi cahaya lembut matahari, seolah memberikan kehangatan yang baru kepada Aisyah. Di sebuah taman kecil, ia dan Farhan duduk di bangku panjang, menikmati udara segar. Suasana di antara mereka terasa canggung namun penuh harapan. Setelah pertemuan terakhir yang penuh emosi, Farhan berusaha membangun kembali kepercayaan Aisyah dengan cara yang berbeda."Aku ingin memperbaiki semuanya, Aisyah," kata Farhan pelan, memecah kesunyian. "Aku sadar, kejujuran itu hal yang nggak bisa ditawar dalam hubungan kita."Aisyah menatap Farhan, matanya memancarkan kelelahan yang bercampur dengan sisa keraguan. "Aku butuh waktu, Farhan. Semua yang terjadi ... terlalu banyak yang harus aku pikirkan."Farhan mengangguk, menghormati perasaan Aisyah. Ia menyadari bahwa cinta saja tidak cukup. Perlu tindakan nyata untuk menunjukkan kesungguhannya."Makanya, aku ingin kita nggak cuma bicara soal cinta. Aku mau kita sama-sama bergerak. Kamu tahu, selama

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 38: Kebenaran yang Terungkap

    Pagi itu, langit tampak cerah meski angin sejuk menyelimuti kota. Farhan duduk di ruang kerjanya, menatap ponsel dengan pandangan kosong. Beberapa jam sebelumnya, ia baru saja mendapatkan kabar bahwa rumor yang disebarkan Hana mulai tersebar luas. Namun, ia tidak tinggal diam. Farhan segera melakukan klarifikasi, mengumpulkan bukti-bukti yang bisa membuktikan bahwa segala yang dituduhkan kepada dirinya adalah kebohongan belaka.Dengan hati yang penuh tekad, Farhan mengetik pesan panjang, menjelaskan segala hal yang terjadi dan mengirimkannya kepada Aisyah. Ia tahu bahwa ini adalah saat yang sangat penting. Jika ia ingin mendapatkan kepercayaan Aisyah kembali, ia harus menunjukkan bukti konkret bahwa ia tidak pernah mengkhianatinya. Namun, meskipun pesan itu sudah terkirim, hatinya tetap terasa berat."Aisyah, aku tahu kamu sedang terluka, dan aku hanya bisa meminta maaf. Semua yang terjadi bukan salahmu, dan aku akan berusaha membuktikan bahwa aku benar-benar menci

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 37: Penyesalan Farhan

    Pagi itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya. Farhan duduk di ruang kerjanya, pandangannya kosong menatap ke luar jendela. Di balik jendela kaca yang bersih, pemandangan kota yang sibuk tampak biasa saja, tidak ada yang spesial. Namun hatinya, sebaliknya, begitu kacau. Pagi itu, hidupnya terasa lebih kosong daripada sebelumnya.Ia menghela napas panjang, menatap layar ponsel yang tergeletak di meja kerjanya. Sudah berjam-jam, namun tak ada satu pesan pun dari Aisyah. Ia tahu, ini adalah konsekuensi dari perbuatannya. Ia telah melukai hati wanita yang selama ini ia cintai. Dan sekarang, ia harus bertanggung jawab."Aisyah ...," Farhan berbisik pelan, seakan berharap bahwa suaranya bisa menjangkau wanita itu di tempat yang jauh, di rumah orang tuanya.Ia menatap layar ponsel lagi. Tiba-tiba, pesan dari Hana muncul, menambah rasa cemas yang sudah mendera hatinya sejak semalam. "Farhan, aku ingin bicara tentang kita," tulis Hana, dengan kata-kata yang seo

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 36: Puncak Konflik

    Malam itu, angin berhembus pelan, membawa udara yang lebih dingin dari biasanya. Aisyah berjalan tergesa-gesa keluar dari acara sosial itu, perasaannya bercampur aduk. Hatinya seperti dihantam badai, bergejolak tanpa arah. Sesekali, ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, namun rasanya semakin berat.Farhan berlari mengejarnya, langkahnya terdengar berat di telinga Aisyah. Setiap detik yang berlalu membuat perasaan mereka semakin jauh. Aisyah tahu bahwa perasaan yang ditimbulkan oleh kehadiran Hana di acara itu bukan hanya cemburu, tetapi lebih dari itu-ia merasa seperti ada yang telah dihancurkan di antara mereka, sesuatu yang sulit untuk dibangun kembali."Aisyah, tunggu!" Farhan memanggilnya, suaranya tegang dan penuh penyesalan.Aisyah berhenti sejenak, namun tidak menoleh. "Kenapa, Farhan? Kenapa harus begini?" suaranya serak, hampir seperti tersumbat oleh air mata yang berusaha ia tahan.Farhan menghentikan langkahnya beberapa la

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 35: Tekanan dalam Pernikahan

    Farhan berjalan perlahan di lorong rumah, langkahnya terdengar berat, seakan-akan setiap langkah membawa beban yang semakin berat. Pikirannya berkelana ke mana-mana, membayangkan perbincangan yang akan segera dimulai. Ia sudah tahu apa yang akan datang: sebuah pembicaraan yang akan menguji integritasnya, dan yang lebih penting, menguji cintanya kepada Aisyah.Pagi itu, setelah percakapan yang tegang dengan Aisyah semalam, Farhan merasa terjepit di antara dua dunia. Di satu sisi, ada Aisyah, istri yang telah ia cintai dengan sepenuh hati, yang menuntut komitmen dan kesetiaan. Di sisi lain, ada Hana, sahabat lama yang secara halus berusaha menariknya jauh dari Aisyah. Meskipun Farhan berusaha menjaga jarak. Namun, hubungan mereka semakin sulit untuk dipertahankan hanya dengan kata-kata.Hari ini, ia harus berbicara dengan Pak Ahmad, ayah Aisyah, yang jelas-jelas mengetahui situasi tersebut. Tidak hanya sebagai seorang ayah yang sangat melindungi anaknya, Pak Ahmad ju

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 34: Retaknya Kepercayaan

    Hari itu, langit terlihat lebih kelabu dari biasanya, seolah-olah turut merasakan ketegangan yang semakin mencekam di dalam rumah Farhan dan Aisyah. Suasana yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan, kini terasa dingin dan jauh. Sejak pertemuan malam itu, hubungan mereka tampaknya retak di bagian yang paling dalam, di tempat yang selama ini mereka anggap sebagai pondasi kepercayaan.Aisyah duduk di ruang tamu, tangannya memegang cangkir teh yang sudah lama dingin. Matanya menatap kosong ke luar jendela, sementara pikirannya berputar-putar, mencoba mengurai perasaan yang terpendam. Di depannya, Farhan duduk diam, matanya menunduk. Suasana itu begitu sunyi, seakan-akan kata-kata yang mereka tunggu tak mampu keluar dari mulut masing-masing.Farhan akhirnya mengangkat wajahnya, memecah keheningan dengan suara yang rendah dan berat. "Aisyah ... aku harus jujur padamu. Hana ... dia mencoba mendekatiku. Aku sudah berusaha menahan diri, tapi aku tahu aku harus mengatakan

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 33: Manipulasi Hana

    Suasana malam itu terasa berbeda. Angin yang biasanya membawa kesejukan kini datang dengan hembusan yang berat, seperti sebuah pertanda. Farhan duduk di ruang tamu, matanya menatap layar ponsel, namun pikirannya melayang jauh. Pikiran-pikiran tentang Aisyah, Hana, dan perasaan yang kini begitu kabur, membuatnya merasa seperti terjebak dalam kebimbangan yang tak kunjung reda.Aisyah, di sisi lain, duduk di teras rumah, mencoba menenangkan dirinya. Sejak kejadian tadi malam, perasaannya begitu kacau. Ia merasa kehilangan kendali atas hatinya yang selama ini yakin dan mantap. Cemburu bukanlah perasaan yang ia harapkan hadir dalam kehidupan pernikahannya, tetapi Hana, sahabatnya yang selama ini begitu dekat, telah berhasil mengusik ketenangan hatinya.Ketegangan antara mereka bertambah besar setelah Aisyah menemukan pesan-pesan manis yang dikirimkan Hana kepada Farhan. Meski Farhan berusaha meyakinkannya bahwa itu hanya salah paham, Aisyah merasa perasaan cemasnya buka

  • Proposal Cinta Sang Miliarder    Bab 32: Bibit Konflik

    Kehidupan yang dulunya penuh dengan keheningan dan ketenangan kini mulai terasa berbeda. Setelah beberapa minggu menjalani hidup bersama sebagai pasangan suami istri, Farhan dan Aisyah merasa semakin dekat, meskipun di sisi lain ada ketegangan yang perlahan tumbuh. Ada sesuatu yang tidak terucap, namun terasa, seperti udara berat yang menunggu untuk pecah. Hana, sahabat Aisyah, hadir begitu sering dalam kehidupan mereka, dan meskipun Aisyah tidak menyadarinya, Farhan mulai merasakan ada ketidaknyamanan yang semakin mengganggu hatinya.Hana yang dulu datang dengan niat baik, hanya untuk membantu proyek dakwah dan mendukung Aisyah, kini semakin sering datang tanpa alasan yang jelas. Mungkin, awalnya Farhan berpikir itu adalah hal yang wajar-sebuah bentuk persahabatan, mungkin juga keinginan Hana untuk lebih dekat dengan suaminya demi mendukung kegiatan sosial mereka. Tapi lambat laun, ada yang mulai berubah. Farhan bisa merasakannya: sikap Hana yang mulai lebih genit, lebih menggebu-geb

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status