Chapter: Bab 39: Penjelasan HanaLangit pagi itu dipenuhi cahaya lembut matahari, seolah memberikan kehangatan yang baru kepada Aisyah. Di sebuah taman kecil, ia dan Farhan duduk di bangku panjang, menikmati udara segar. Suasana di antara mereka terasa canggung namun penuh harapan. Setelah pertemuan terakhir yang penuh emosi, Farhan berusaha membangun kembali kepercayaan Aisyah dengan cara yang berbeda."Aku ingin memperbaiki semuanya, Aisyah," kata Farhan pelan, memecah kesunyian. "Aku sadar, kejujuran itu hal yang nggak bisa ditawar dalam hubungan kita."Aisyah menatap Farhan, matanya memancarkan kelelahan yang bercampur dengan sisa keraguan. "Aku butuh waktu, Farhan. Semua yang terjadi ... terlalu banyak yang harus aku pikirkan."Farhan mengangguk, menghormati perasaan Aisyah. Ia menyadari bahwa cinta saja tidak cukup. Perlu tindakan nyata untuk menunjukkan kesungguhannya."Makanya, aku ingin kita nggak cuma bicara soal cinta. Aku mau kita sama-sama bergerak. Kamu tahu, selama
Last Updated: 2025-04-03
Chapter: Bab 38: Kebenaran yang TerungkapPagi itu, langit tampak cerah meski angin sejuk menyelimuti kota. Farhan duduk di ruang kerjanya, menatap ponsel dengan pandangan kosong. Beberapa jam sebelumnya, ia baru saja mendapatkan kabar bahwa rumor yang disebarkan Hana mulai tersebar luas. Namun, ia tidak tinggal diam. Farhan segera melakukan klarifikasi, mengumpulkan bukti-bukti yang bisa membuktikan bahwa segala yang dituduhkan kepada dirinya adalah kebohongan belaka.Dengan hati yang penuh tekad, Farhan mengetik pesan panjang, menjelaskan segala hal yang terjadi dan mengirimkannya kepada Aisyah. Ia tahu bahwa ini adalah saat yang sangat penting. Jika ia ingin mendapatkan kepercayaan Aisyah kembali, ia harus menunjukkan bukti konkret bahwa ia tidak pernah mengkhianatinya. Namun, meskipun pesan itu sudah terkirim, hatinya tetap terasa berat."Aisyah, aku tahu kamu sedang terluka, dan aku hanya bisa meminta maaf. Semua yang terjadi bukan salahmu, dan aku akan berusaha membuktikan bahwa aku benar-benar menci
Last Updated: 2025-04-02
Chapter: Bab 37: Penyesalan FarhanPagi itu, udara terasa lebih dingin dari biasanya. Farhan duduk di ruang kerjanya, pandangannya kosong menatap ke luar jendela. Di balik jendela kaca yang bersih, pemandangan kota yang sibuk tampak biasa saja, tidak ada yang spesial. Namun hatinya, sebaliknya, begitu kacau. Pagi itu, hidupnya terasa lebih kosong daripada sebelumnya.Ia menghela napas panjang, menatap layar ponsel yang tergeletak di meja kerjanya. Sudah berjam-jam, namun tak ada satu pesan pun dari Aisyah. Ia tahu, ini adalah konsekuensi dari perbuatannya. Ia telah melukai hati wanita yang selama ini ia cintai. Dan sekarang, ia harus bertanggung jawab."Aisyah ...," Farhan berbisik pelan, seakan berharap bahwa suaranya bisa menjangkau wanita itu di tempat yang jauh, di rumah orang tuanya.Ia menatap layar ponsel lagi. Tiba-tiba, pesan dari Hana muncul, menambah rasa cemas yang sudah mendera hatinya sejak semalam. "Farhan, aku ingin bicara tentang kita," tulis Hana, dengan kata-kata yang seo
Last Updated: 2025-04-01
Chapter: Bab 36: Puncak KonflikMalam itu, angin berhembus pelan, membawa udara yang lebih dingin dari biasanya. Aisyah berjalan tergesa-gesa keluar dari acara sosial itu, perasaannya bercampur aduk. Hatinya seperti dihantam badai, bergejolak tanpa arah. Sesekali, ia menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri, namun rasanya semakin berat.Farhan berlari mengejarnya, langkahnya terdengar berat di telinga Aisyah. Setiap detik yang berlalu membuat perasaan mereka semakin jauh. Aisyah tahu bahwa perasaan yang ditimbulkan oleh kehadiran Hana di acara itu bukan hanya cemburu, tetapi lebih dari itu-ia merasa seperti ada yang telah dihancurkan di antara mereka, sesuatu yang sulit untuk dibangun kembali."Aisyah, tunggu!" Farhan memanggilnya, suaranya tegang dan penuh penyesalan.Aisyah berhenti sejenak, namun tidak menoleh. "Kenapa, Farhan? Kenapa harus begini?" suaranya serak, hampir seperti tersumbat oleh air mata yang berusaha ia tahan.Farhan menghentikan langkahnya beberapa la
Last Updated: 2025-03-31
Chapter: Bab 35: Tekanan dalam PernikahanFarhan berjalan perlahan di lorong rumah, langkahnya terdengar berat, seakan-akan setiap langkah membawa beban yang semakin berat. Pikirannya berkelana ke mana-mana, membayangkan perbincangan yang akan segera dimulai. Ia sudah tahu apa yang akan datang: sebuah pembicaraan yang akan menguji integritasnya, dan yang lebih penting, menguji cintanya kepada Aisyah.Pagi itu, setelah percakapan yang tegang dengan Aisyah semalam, Farhan merasa terjepit di antara dua dunia. Di satu sisi, ada Aisyah, istri yang telah ia cintai dengan sepenuh hati, yang menuntut komitmen dan kesetiaan. Di sisi lain, ada Hana, sahabat lama yang secara halus berusaha menariknya jauh dari Aisyah. Meskipun Farhan berusaha menjaga jarak. Namun, hubungan mereka semakin sulit untuk dipertahankan hanya dengan kata-kata.Hari ini, ia harus berbicara dengan Pak Ahmad, ayah Aisyah, yang jelas-jelas mengetahui situasi tersebut. Tidak hanya sebagai seorang ayah yang sangat melindungi anaknya, Pak Ahmad ju
Last Updated: 2025-03-30
Chapter: Bab 34: Retaknya KepercayaanHari itu, langit terlihat lebih kelabu dari biasanya, seolah-olah turut merasakan ketegangan yang semakin mencekam di dalam rumah Farhan dan Aisyah. Suasana yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan, kini terasa dingin dan jauh. Sejak pertemuan malam itu, hubungan mereka tampaknya retak di bagian yang paling dalam, di tempat yang selama ini mereka anggap sebagai pondasi kepercayaan.Aisyah duduk di ruang tamu, tangannya memegang cangkir teh yang sudah lama dingin. Matanya menatap kosong ke luar jendela, sementara pikirannya berputar-putar, mencoba mengurai perasaan yang terpendam. Di depannya, Farhan duduk diam, matanya menunduk. Suasana itu begitu sunyi, seakan-akan kata-kata yang mereka tunggu tak mampu keluar dari mulut masing-masing.Farhan akhirnya mengangkat wajahnya, memecah keheningan dengan suara yang rendah dan berat. "Aisyah ... aku harus jujur padamu. Hana ... dia mencoba mendekatiku. Aku sudah berusaha menahan diri, tapi aku tahu aku harus mengatakan
Last Updated: 2025-03-29