Home / Romansa / Pria Perkasa Penakluk Wanita / 5 Curhat yang Berlanjut ke Kamar Tidur

Share

5 Curhat yang Berlanjut ke Kamar Tidur

Author: Heartwriter
last update Last Updated: 2025-02-15 16:24:20

Ratna menelan salivanya beberapa kali. Rasanya dia ingin menyerang Rangga, tapi, status dirinya sebagai seorang wanita bersuami, membuat dia menahan diri.

Ratna duduk di sisi Rangga, wajahnya mencerminkan kesedihan dan kelelahan. Dengan suara gemetar, dia mulai berbicara tentang beban yang dia tanggung selama puluhan tahun menjadi istri Rahul.

Air mata tak terbendung mengalir saat dia menceritakan bagaimana hatinya sangat terluka karena sifat Rahul yang suka bermain dengan perempuan lain.

Setiap kali dia mencoba melupakan dan memaafkan dan Rahul berjanji tidak akan selingkuh lagi, Rahul kembali ketahuan selingkuh.

Itu membuat luka di hati Ratna itu terasa semakin dalam. Dia merasa tertekan, kesepian, dan merasa bahwa cintanya dianggap enteng oleh Rahul.

Rangga mendengarkan dengan penuh pengertian. Dia memberanikan diri untuk menggenggam tangan Ratna erat-erat, memberikan dukungan dan ketenangan yang sangat Ratna butuhkan.

Ratna berkata sambil menahan tangis, "Rangga, aku sudah beberapa kali mencoba meninggalkan Rahul, tapi dia selalu menolak berpisah. Dia bilang akan berubah, tapi sepertinya dia tak pernah sungguh-sungguh melakukannya."

Rangga memegang tangan Ratna semakin erat. "Aku tahu ini sangat sulit bagimu, Ratna. Kamu telah berjuang dengan perasaanmu sendiri selama ini."

"Iya, Rangga. Aku sangat tertekan dengan pernikahan ini. Oh. Huhuhu. Tapi... aku tidak bisa cerai dari dia."

"Apa ini tentang anak-anakmu? Apakah kamu khawatir tentang mental mereka jika terjadi perceraian?"

Ratna menghela nafas. "Ya, aku sangat khawatir. Aku tidak ingin mereka tumbuh dengan lingkungan yang penuh ketegangan. Tapi juga, aku tidak tahu bagaimana terus bertahan dengan perasaan ini."

Rangga mengangguk. "Anak-anak adalah prioritas, dan orang tua harus mencari cara agar mereka tetap merasa dicintai dan aman. Perceraian memang tidak mudah, tapi kebahagiaan keluarga juga penting."

Ratna tersenyum lemah. "Terima kasih, Rangga. Terimakasih karena kamu sudah menjadi teman curhatku."

sambil menggenggam tangan Ratna, Rangga berkata, "tentu, Ibu Ratna. Aku di sini untukmu. Berusaha membantu apabila aku bisa dan menjadi pendengar karena apabila semua disimpan dalam hati, bisa jadi masalah di mental ibu."

Ratna dengan nada lembut berkata, "di awal pernikahan aku dengan Rahul, tekanan batin yang aku rasakan begitu berat. Aku merasa hancur, cemas, dan tidak mampu menghadapinya. Aku bahkan sering bolak-balik ke dokter dan mengkonsumsi obat mental untuk mencoba meredakan perasaan itu."

Rangga menepuk tangan Ratna dengan penuh simpati. "Itu pasti masa-masa yang sangat berat bagimu, Ratna. Aku tak bisa membayangkan seberapa sulitnya perasaan yang kamu hadapi saat itu."

Ratna mengangguk. "Benar, Rangga. Semuanya begitu menyakitkan. Aku mencoba untuk membuat pernikahan ini berjalan, berharap dia akan berubah. Tapi semuanya sepertinya tak kunjung membaik. Aku selalu setia padanya tapi dia tidak pernah setia padaku. Huhuhu."

Rangga memegang tangan Ratna. "Kamu begitu kuat, Ratna. Sudah lama berusaha bertahan dengan keadaan seperti itu. Aku salut padamu."

Ratna menghela nafas berat. "Terima kasih, Rangga. Mendapatkan dukunganmu begitu berarti bagiku. Aku merasa tidak sendirian menghadapi masalah ini."

"Kamu akan menemukan jalan keluarnya, Ratna. Yang terpenting adalah kesehatan mental dan kebahagiaanmu. Jangan ragu untuk berbicara dengan aku atau mencari bantuan profesional jika dibutuhkan."

Ratna tersenyum. "Aku akan mencoba yang terbaik, Rangga. Terima kasih karena telah ada di sampingku, memberikan dukungan dan pengertian sepenuh hati.

Rangga menatap Ratna dalam-dalam dan berkata lembut. "Kamu layak mendapatkan kebahagiaan, Ratna. Kita akan hadapi ini bersama-sama mulai sekarang."

Ratna bertanya dengan sedikit ragu, "Bersama-sama? Benarkah? Apa kamu ingin membantuku?"

Rangga dengan tegas berkata, "Ya, aku ingin membantumu dengan sepenuh hati, Ratna. Aku di sini untukmu dalam setiap langkah yang akan kamu ambil. Kita akan menghadapinya bersama."

Ratna tersenyum. Dia teringat dengan nasehat dari teman baiknya yang menyuruh dia untuk membalas perlakuan suaminya dengan melakukan selingkuh dengan pria lain supaya mentalnya tidak semakin terpuruk.

Karena temannya pernah mengalami hal yang sama, selalu diselingkuhi oleh suami, dan temannya baru merasakan kelegaan setelah dia membalas perilaku perselingkuhan suaminya itu.

Tetapi selama ini, Ratna tidak berani untuk melakukannya, mengikuti nasehat temannya itu.

Tapi saat ini, saat melihat Rangga ini, mulai ada keinginan dalam hati Ratna, yang mulai terbentuk dengan semakin kuat, tanpa dapat dicegah lagi, untuk membalas semua perlakuan Rahul kepadanya.

"Terima kasih, Rangga. Mendengar kamu berkata begitu membuatku merasa lega. Aku merasa memiliki seseorang yang benar-benar peduli dan siap menemani perjalanan berat ini."

"Aku akan selalu membantumu. Apapun yang kamu inginkan," tegas Rangga. "Kamu tak perlu merasa sendirian lagi. Aku akan mendukungmu sebisa mungkin, baik dalam kebahagiaan maupun kesedihan. Kita bisa melewati ini bersama-sama."

"Aku benar-benar beruntung memiliki kamu, Rangga. Akan kujalani ini denganmu di sisiku." Ratna masih belum berani untuk mengungkapkan keinginannya kepada Rangga.

Rangga mengusap air mata Ratna lembut. "Dan aku akan selalu ada di sini, menggenggam tanganmu erat-erat. Kita tim yang tak terpisahkan, Ratna."

Ratna tersenyum. "Bersama-sama, ya?"

Rangga mengangguk penuh keyakinan. "Ya. Bersama-sama."

"Terima kasih, Rangga." Karena Rangga sudah memegang tangannya, maka dengan tidak malu-malu lagi, Ratna menyandarkan tubuhnya di dada Rangga.

Kemudian Rangga langsung memeluk Ratna.

Tapi sesaat kemudian Ratna teringat kalau apa yang dia lakukan ini bisa dilihat orang. Karena itu, dengan sedih dan setengah mengeluh, dia segera melepaskan diri dari pelukan Rangga.

"Kenapa?" tanya Rangga.

"Aku malu dilihat orang. Nanti dilihat anakku."

"Tapi kamu masih terlihat rapuh dan tidak baik bagimu untuk terus mengkonsumsi obat sakit mental itu."

"Iya sih. Kalau bisa memilih, aku lebih merasa nyaman dalam pelukanmu daripada konsumsi obat itu."

"Kalau begitu, bagaimana kalau aku memelukmu di kamarmu?"

Ratna kaget tapi ingin. "Tapi bagaimana kalau Pak Rahul datang?"

"Dia baru saja pergi. Pasti akan butuh waktu lama bagi dia untuk kembali karena dia sedang bersama selingkuhannya. Iya kan? Lagipula, aku kan cuma akan memelukmu, menenangkanmu setelah 10 menit. Setelah itu, aku akan segera keluar dari kamarmu."

Ratna mengangguk. "Baiklah. Aku duluan ke kamar ya? Aku tunggu kamu di kamar." Setelah itu, Ratna segera beranjak menuju ke kamarnya.

Rangga menunggu beberapa saat kemudian dia mulai berdiri, untuk melangkah menuju ke kamar tempat Ratna menunggu.

Pintu kamar terbuka. Hanya gorden yang tertutup. Rangga menyibak gorden kamar kemudian dia mulai masuk ke dalam.

Ada perasaan ragu tapi ada juga perasaan kepuasan dalam diri Rangga karena dia akan segera membalas lagi akan apa yang dilakukan oleh Rahul kepadanya.

Setelah sebelumnya Rahul telah menodai kesucian pernikahannya, maka ini saatnya bagi dia untuk menodai kesucian pernikahannya Rahul.

Walaupun sebelumnya Rangga sudah berhasil meniduri Tineke, tetapi Rangga tidak terlalu puas, karena Tineke hanyalah istri kedua.

Apalagi sikap Tineke yang ganjen dan genit itu, membuat Rangga tahu kalau dia bukanlah lelaki pertama yang meniduri Tineke, saat Tineke sudah menjadi istri keduanya Rahul.

Tapi dengan gerak-gerik Ratna dan juga dengan cerita sedih Ratna, dan juga dengan pengakuan Ratna kalau Ratna tidak pernah tidur dengan pria lain selain Rahul, maka ini menjadi kepuasan tersendiri bagi Rangga karena dia sebentar lagi akan berhasil meniduri istri dari musuhnya.

Dan dia akan menjadi pria kedua yang akan meniduri Ratna, istri sahnya Rahul.

Rangga menutup pintu dan mengunci pintu kamarnya Rahul bersama Ratna ini. Setelah itu, perlahan-lahan dia mulai mendekati Ratna.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   6 Pelukan untuk Ratna

    Walaupun hasrat Rangga mulai naik, tapi dia belum ingin mengumbar hasratnya, karena itu, dia mendekati Ratna dan berbisik, "kamu bisa teruskan curhatanmu tadi."Ratna mengangguk. Ratna menelan salivanya. Dia juga semakin terbawa hasrat, tapi, dia masih malu untuk meminta. Karena itu, dia berkata, "peluk aku seperti tadi."Ratna bergeser ke tengah pembaringan, seakan memberi isyarat dan kesempatan bagi Rangga untuk naik ke atas pembaringannya.Rangga mengangguk. Dia terus menatap Ratna, seolah ingin memastikan pesonanya di dada Ratna, sambil dia berjalan mendekati pembaringan dan naik di atas pembaringan di samping kiri Rangga dan mulai memeluk Ratna.Di dalam pelukan Rangga, Ratna merasa hangat dan aman, sehingga dia merasa nyaman untuk mulai kembali membuka hatinya tentang masalah yang sedang dia hadapi dengan Rahul.Air matanya berlinang saat dia menceritakan bagaimana Rahul terus-menerus selingkuh darinya, mengkhianati kepercayaan dan cinta yang telah dia berikan.Dalam pelukan yan

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   7 Selingkuh yang Nikmat

    "Aku di atas ya?" pinta Ratna sambil melirik rudal milik Rangga yang sudah tegak mempesona itu.Dia mulai membayangkan enaknya memainkan tongkol segede itu di dalam miliknya."Iya, Ratna. Kamu boleh di atas," jawab Rangga.Dengan tongkol segede milik Rangga itu, maka Ratna pikir dia bisa mengarahkan tongkol itu menuju ke titik-titik sensitif di kedalaman bagian kemaluannya yang pada akhirnya akan membuat dia merasa keenakan dan dengan cepat akan meraih surga yang dia impikan.Rangga yang sudah tampil polos itu, mulai merebahkan tubuhnya di tengah-tengah pembaringan milik Ratna ini.Sementara Ratna sudah menaruh kedua lututnya di ranjang, menunggu hingga Rangga sudah berada di posisi yang dia kehendaki.Setelah Rangga berada di posisi yang dikehendaki Ratna, maka Ratna mulai mendekati Rangga.Keduanya saling berciuman beberapa saat. Setelah itu, Ratna mulai mengarahkan bagian kewanitaannya untuk mendekati tongkol gede milik Rangga.Sesaat kemudian, Ratna menggigit bibirnya. Dia merasak

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   8 Tentu saja sangat Menarik

    Benda besar itu terus masuk menyeruak membuat Ratna menjadi semakin tidak karuan.Kata-kata tidak karuan meluncur keluar dari mulut Ratna yang semuanya adalah kata-kata yang tidak berarti.Pada dasarnya, dia ingin memuji-muji benda besar milik Rangga yang saat ini sangat memanjakan dirinya dan sangat membuat sensasi dalam dirinya ini tapi karena terperangkap dalam gairah yang membara, maka dia mengatakan kata-kata yang tidak ada artinya, selain leguhan dan desahan yang tidak berarti."Punya kamu sungguh hebat. Punya kamu enak banget, Ratna." Rangga memuji-muji Ratna.Walaupun sebenarnya bagi Rangga permainan ini masih kalah mengasyikkan dibandingkan saat dia menggarap istrinya, tapi dia berusaha memuji-muji Ratna agar supaya nanti akan terbuka jalan bagi dia untuk menghancurkan rumah tangga musuh besarnya, Rahul, yang sangat dia benci ini.Karena itu, Rangga terus memuji-muji Ratna sambil terus menggenjot tubuh Ratna."Kamu juga sangat enak, Rangga. Kamu sangat enakkk. Kamu sangat lua

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   9 Diselingkuhi

    "Tentu saja berbahaya. Ah, sudahlah. Ayo. Kita kan akan menggerebek rumah kost." Rangga berusaha mengalihkan pembicaraan."Iya. Kita ke Jalan Kamboja. Dari jalan besar di depan sana, kamu ambil jalan ke kiri, nanti aku kasih tahu sisanya." Setelah itu, Tiara dengan cueknya mulai menelpon seseorang.Rangga mulai sibuk mengemudikan mobil, dia biarkan Tiara menelpon.Terdengar suara Tiara yang berkata, "jadi mereka masih di situ kan? Apa kalian sempat mendekati kamar itu dan mendengar suara orang bercinta di dalam sana?"Wajah Tiara berubah. Dia nampak marah. "Ini betul-betul keterlaluan!" Tiara memukul dashboard di depannya. Nampaknya dia betul-betul terganggu dengan apa yang sedang terjadi.Beberapa saat kemudian, dengan arahan dari Tiara, mobil sudah berhenti di halaman parkir sebuah kost-kostan."Aku akan hancurkan kaca jendela kamar itu!" kata Tiara sambil keluar dari mobil.Rangga terkejut. "Maaf, Tiara, tapi menghancurkan jendela rumah kos-an itu, bukanlah solusi yang tepat. Lebih

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   10 Menemani Tiara

    "Aku sedang stres. Aku tidak ingin sendirian dalam kamarku," kata Tiara sambil menatap Rangga penuh arti.Rangga menganggap itu sebagai isyarat. Karena itu, dia semakin memberanikan dirinya. "Kalau begitu, aku bisa menemanimu.Tiara mengangguk. Kemudian dia mundur ke belakang untuk memberikan kesempatan bagi Rangga untuk masuk ke dalam kamarnya.Selama ini, Tiara adalah gadis penggoda tapi sebenarnya dia cuma pernah tidur dengan satu lelaki yaitu dengan Agus.Karena kecantikannya dan tubuhnya dan dengan buah dada yang memancing hasrat para lelaki, maka Tiara disukai banyak lelaki.Tiara sangat menikmati saat dirinya ditatap oleh banyak lelaki. Mereka dianggap fans olehnya. Dia sangat bangga karena mendapatkan perhatian banyak laki-laki.Agus juga ikut-ikutan bangga karena dia bisa memiliki Tiara yang jadi incaran banyak lelaki. Karena itu, Agus juga yang mempunyai ide supaya Tiara bisa menggoda banyak lelaki.Tapi tentu saja, Tiara hanya menggoda, dan tidak sampai tidur dengan laki-l

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   11 Aku Tidak akan Tidur Denganmu

    Orang itu terus memperhatikan keadaan di dalam dia bahkan mulai memegang buah dadanya. Nampaknya dia mulai terangsang dengan apa yang terjadi di dalam sanaSebelumnya pintu di kamar ini ternyata tidak tertutup rapi. Orang ini masuk kemudian perlahan-lahan dia menutup pintu kamar Tiara ini dengan hanya menimbulkan bunyi sedikit, sehingga tidak didengar oleh Tiara dan Rangga yang sedang asyik di atas pembaringan.Sementara itu, di atas ranjang, Tiara baru saja menjerit kencang. Dia menjadi kencang bersamaan dengan tertutupnya pintu sehingga tertutupnya pintu itu bisa disamarkan suaranya oleh teriakan kencang Tiara.Sekarang ini, Rangga mengambil posisi dengan tidur terlentang di atas pembaringan.Tiara tahu akan maksud Rangga mengambil posisi ini. Karena itu, dia segera naik di atas tubuh Rangga.Tiara memegang rudal milik Rangga. Dia berdecak kagum saat melihat ukuran benda ini. "Ih, ini besar banget. Jauh banget kalau dibandingkan dengan punyanya Agus.""Benarkah? Aku pikir punyaku in

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   12 Bu Rum Minta Bagian

    Mulut Rangga ternganga. Dia sangat kaget dengan kata-kata Bu Rum ini.Bu Rum tertawa. "Beberapa saat yang lalu aku sempat mendengar kehebohan di kamarnya Tiara, dan pintu yang tidak tertutup membuat aku bisa dengan leluasa masuk ke dalam kamar. Dan saat itulah aku melihat pergumulan kalian berdua." Bu Rum menatap Rangga penuh artiRangga langsung terdiam. Ancaman dari Bu Rum ini tidak bisa dia abaikan begitu saja, karena kalau benar-benar Bu Rum akan melaporkan akan perbuatan dia bersama Tiara kepada Rahul atau Ratna, maka akibatnya akan sangat buruk bagi rencananya.Padahal rencana yang disusun Rangga itu, sudah mulai berjalan dengan mulus, di mana dia sudah berhasil meniduri Tineke, Ratna, dan juga Tiara.Tapi kalau sampai apa yang dia lakukan dengan Tiara tadi dilaporkan oleh Bu Rum ini kepada Ratna ataupun Rahul, maka dia harus mengubur dalam-dalam niatnya untuk menghancurkan hidup Rahul.Rangga menjadi sangat bingung dengan perkembangan yang terjadi ini. Ini adalah perkembangan y

    Last Updated : 2025-03-07
  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   13 Darah Rangga Kembali Mendidih

    Bu Rum terus menikmati batang besar milik Rangga yang berada di dalam area kewanitaannya. Dahaga selama bertahun-tahun akan permaianan seperti ini, membuat Bu Rum ingin menikmati permainan ini sepuas mungkin.Kata-kata Rangga yang meminta supaya permainan dipercepat, karena Rangga harus segera tidur, membuat Bu Rum harus memanfaatkan hal ini dengan sebaik mungkin.Karena itu, Bu Rum bergerak dengan seagresif mungkin, dia ingin meraih kenikmatan sebanyak mungkin.Pusaka besar milik Rangga ini, benar-benar berbeda dengan semua yang pernah dirasakan Bu Rum. Bu Rum merasakan rudalnya Rangga itu memenuhi bagian kewanitaannya, karena itu, setiap gesekan yang terjadi, membuat rasa yang teramat nikmat baginya."Owh. Ahhhhh. Ranggga. Ohhhh. Punyamu asyik. Nyesal aku baru merasakan ini. Ohhhh."Rangga tidak menanggapi kata-kata Bu Rum itu. Dia sudah setengah sadar. Karena dia baru merasakan kepenatan tubuhnya setelah aktivitasnya sepanjang hari ini yang berhasil meniduri tidak hanya satu, tapi

    Last Updated : 2025-03-07

Latest chapter

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   242 Menekan Lagi

    Dengan posisi Leon dari belakang seperti ini, pada awalnya Wulan merasakan sakit di bagian inti tubuhnya tapi lama kelamaan, rasa sakit itu menjadi samar bahkan menghilang bahkan mulai terasa enak apalagi karena jari-jari Leon masih terus bermain di butir merah muda milik Wulan.Sehingga lama-kelamaan Wulan mulai merasa enak dengan posisi ini. Wulan tahu kalau ini adalah posisi favorit Leon, ini terlihat dari erangan Leon. Maka Wulan mulai menikmati posisi ini.Dengan melakukan gaya seperti ini, Leon bisa terus memainkan jarinya di butir merah muda milik Wulan dan itu membuat Wulan mulai terhanyut dan dia mulai mendaki sebuah titian tangga surga dunia.Dengan posisi seperti ini, Leon bisa terus memainkan juniornya tanpa henti, tanpa merasakan akan menuju puncak karena dengan posisi ini, walaupun Leon bergerak dengan sangat kencang tapi dia bisa mengontrol dirinya hingga permainannya tidak berjalan singkat tapi berjalan lama dan nikmat.Leon terus bergerak cepat di belakang tubuh Wulan

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   241 Menuntun Wulan Mencapai Puncak

    Leon terus menatap wajah cantik Wulan untuk mengetahui reaksi di wajah Wulan.Setelah Leon merasa kalau pengaruh yang sebelumnya dirasakan Wulan setelah Wulan berhasil meraih puncak sudah lewat, Leon kembali naik di atas tubuh Wulan.Untuk kembali merangsang Wulan, lebih dulu Leon memainkan lidahnya di tonjolan bukit kembar milik Wulan.Pada awalnya, belum ada reaksi dari Wulan tapi Leon tidak putus asa. Dia terus memainkan lidahnya untuk mengulas tonjolan Wulan yang sudah tegang itu.Belakangan reaksi yang ditunggu Leon itu mulai terlihat. Itu terlihat dari ekspresi wajah Wulan dan gerakan tangannya.Setelah melihat hal itu, maka Leon mulai mengarahkan juniornya yang sudah tegak itu untuk masuk lagi ke dalam daerah kewanitaannya Wulan.Setelah pusakanya masuk ke dalam bagian kewanitaannya Wulan, Leon mulai melakukan penekanan lagi sambil mengecup bibir tipis Wulan.Keduanya saling kecup, saling hisap, saling kecap bibir masing-masing. Lidah mereka mulai saling taut, menciptakan bunyi

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   240 Tenggelam di dalam Hasrat Bergelora

    Leon mulai mempercepat gerakan-gerakannya, naik turun di atas tubuh indah milik Wulan yang padat berisi walau sudah berumur itu.Tubuh keduanya tenggelam di balik hasrat yang sama-sama telah bergelora hingga menyelimuti tubuh keduanya.Sambil terus bergerak cepat, kadang Leon membuka matanya untuk melihat wajah cantik milik Wulan ini, wajah yang saat ini, tidak jemu-jemu untuk dia tatap ini. Leon terus menikmati tubuh indah ini.Wulan juga mempercepat goyangannya untuk membuat kenikmatan di antara mereka berdua semakin maksimal.Keduanya terus berpacu dengan mata terpejam, merasakan getaran-getaran kenikmatan yang menjalar di tubuh mereka, meresapi gesekan-gesekan yang terjadi di bagian inti tubuh mereka, gesekan yang membawa kenikmatan.Pergerakan yang dilakukan Leon ini semakin lama semakin membuat Wulan mendesah dengan semakin kencang, menjerit dengan semakin nyaring dan bergerak dengan semakin cepat.Keduanya sama-sama bersuara semakin kencang dan terdengar jelas hingga suara mere

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   239 Bersatu Mencari Kenikmatan Bersama

    Wulan langsung mengecup bibir Leon, memegang kedua pipi Leon dan mencurahkan semua perasaannya di bibir Leon.Perasaanya meluap semua seiring dengan gairah dan apa yang dia rasakan di dalam dirinya saat ini.Dikecup seperti ini oleh Wulan, membuat hasrat Leon mulai naik tinggi. Dia mulai menggenggam buah dada ranum milik Wulan sambil terus mengecup Wulan.Keduanya hanyut dalam rasa, keduanya hanyut dalam gairah yang bergelora di hati keduanya yang tidak pernah padam sejak pertama kali mereka bertemu ini.Leon mengecup bibir bawah Wulan yang langsung dibalas Wulan dengan mengecup bibir atas Leon.Wulan merapatkan tubuhnya ke tubuh Leon sehingga tangan Leon yang sedang meremas buah dadanya Wulan, terjepit di antara tubuh Wulan dan tubuh Leon.Desahan Leon terdengar sangat seksi bagi Wulan sehingga hasratnya menaik tinggi. Dia ingin mengikuti hasratnya yang mulai melambung tinggi ini.Leon dan Wulan sama-sama mencurahkan rasa dalam hati mereka berdua. Kecupan di antara mereka berdua yang

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   238 Suami Dadakan buat Wulan

    "Baiklah. Aku akan kerja lagi. Aku harus cari uang untuk membiayai perawatan di rumah sakit ini. Sementara untuk operasi, tetap akan dilakukan di rumah sakit sebelumnya dan itu sudah dibayar lunas," tandas Leon."Iya, Leon. Maafkan aku yang tidak bisa membantumu. Maafkan ayahku yang juga sudah tidak bisa membantumu karena perusahaannya sudah kembang kempis setelah dikuras Mama Wina." Saras menatap sedih ke arah Leon."Gak apa-apa. Gak apa-apa, sayang. Aku telpon dulu ya?""Iya, sayang."Leon keluar dari kamar tempat Saras dirawat untuk menelpon Tuti."Woy, Leon! Tante Lisa marah-marah tuh karena beberapa malam ini, dia harus mengembalikan uang pelanggan yang sudah booking kamu," sewot Tuti di ujung telepon."Aku kena masalah beberapa hari ini. Tapi, sekarang aku siap kerja." Leon menjawab dingin. Dia merasa tidak perlu minta maaf karena dia tahu pihak club' malam membutuhkan kemampuannya.Tuti terdengar seperti bicara dengan seseorang. Kemudian dia berkata, "malam ini kamu dibooking d

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   237 Menjadi Pelindung

    Leon teringat pada malam saat Alicia mengganas. Saat itu dari kejauhan, Leon sudah melihat bentuk tubuh yang mirip dengan Alicia yang sedang bergerak mendekati pintu kamarnya Saras.Tapi pada saat itu, Leon mengabaikan hal itu begitu saja dan meneruskan langkah untuk memenuhi panggilan seorang dokter yang ternyata merupakan tipuan dari Alicia yang kerjasama dengan seorang perawat yang tidak dikenal Leon.Karena itu, kali ini Leon tidak mau kecolongan lagi. Saat ini, saat dia melihat seorang dokter wanita yang dari belakang, perawakannya mirip sekali dengan Alicia, walaupun belum melihat wajahnya, tapi, Leon segera mengejar ke arah wanita itu.Leon jadi sangat khawatir karena dia melihat wanita yang berbaju dokter itu, bergerak cepat menuju ke arah kamar barunya Saras dan ini membuat Leon semakin cemas.Leon mempercepat langkahnya. Dia bahkan berlari hingga akhirnya Leon menabrak seorang pegawai rumah sakit yang sedang membawa alat-alat kesehatan."KENAPA KAMU MENABRAKKU? MATAMU DI TAR

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   236 Disogok

    “Aku ingin kamu menjauhi Leticia untuk selama-lamanya!” tegas Bram“Leticia hampir mati untuk menolong istrimu dan menurut Justin dia melakukan itu karena dia mencintai kamu. Leticia tidak boleh mencintaimu, dia seorang gadis yang belum pernah menikah sementara kamu adalah suami orang. Leticia berasal dari keluarga baik-baik. Saya rasa kamu paham.” timpal Hutri.“Aku tahu akan keadaanku karena itu aku selalu menolak setiap pendekatan darinya. Anda berdua boleh bertanya kepada Justin. Justru aku meminta Leticia untuk kembali kepada Justin, karena aku sama sekali tidak pantas untuk Leticia, seorang pria beristri,” kandas Leon.“Iya kamu memang tidak pantas untuk anak kami. Anak kami itu sangat cantik, masih muda dan memiliki karir yang bagus. Jelas memiliki masa depan cerah. Harusnya dia bersama Justin yang juga sama-sama memiliki masa depan cerah,” Hutri mulai meradang, nada suaranya mulai meninggi dengan mata yang melotot tapi perkataannya tetap di sampaikan dengan anggun dan santun.

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   235 Pilihan Sulit untuk Leon

    “Sebelum ini aku selalu mengiyakan keputusanmu… Keputusanmu untuk tidak menerima siapapun menjadi istri keduamu, tapi kali ini aku harus bertindak,” tegas Saras.“Apa maksudmu Saras?” Leon mengeringitkan keningnya.“Kamu harus menerima Leticia menjadi istri keduamu, kalau tidak aku akan segera menceraikan kamu,” pinta Saras.Leon sangat kaget mendengar kata-kata Saras ini.“Apa maksudmu? Mengapa kamu ingin bercerai?”“Hal ini seharusnya aku lakukan sejak lama. Lihat aku, Leon, lihat aku… Aku tidak berguna lagi menjadi istrimu… Aku sudah lumpuh dan ada Leticia yang mencintaimu dengan sungguh, dia bahkan rela hampir mengorbankan nyawanya untuk istrimu jadi kamu harus menerima dia menjadi istri keduamu,” Saras membujuk Leon dengan pelukan hangatnya.Leon masih menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia masih teringat akan janjinya saat menikah kalau dia hanya ingin menjadikan Saras sebagai satu-satunya istri dalam hidupnya, sebagai teman pendamping hidup dalam suka dan duka.“Kalau kamu masih b

  • Pria Perkasa Penakluk Wanita   234 Jadikan Dia Istri Keduamu

    Saat melihat wajah inspektur Budi ketika menerima panggilan handphonenya, Leon berfirasat jikalau berita yang baru didapat inspektur Budi ini menyangkut Alicia.Karena itu Leon segera bertanya, “Ada apa Pak? Apakah menyangkut Alicia?”“Iya, ini menyangkut Alicia.”“Apakah dia sudah ditemukan? Apa yang dilakukannya?”“Ternyata dia baru saja membunuh seorang temannya yang juga merupakan dokter di rumah sakit ini.”“Dokter di rumah sakit ini?”“Iya. Ternyata setelah meloloskan diri dari rumah sakit ini Alicia menemui temannya yang seorang dokter yang rumahnya hanya 200 meter dari rumah sakit ini.”“Lalu?”Alicia bertamu dan ditemui oleh istri dari dokter itu. Dan karena istri dari dokter itu tidak tahu dengan kasus yang sedang dihadapi oleh Alicia kasus pembunuhan ibu Wina dan juga penyerangan di rumah sakit maka istri dari dokter itu membawa Alicia untuk bertemu dengan suaminya“Lalu?”“Sebelum istri dari dokter itu meninggalkan suaminya bersama Alicia dia masih sempat mendengar kalau A

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status