Share

Berita Sampah

last update Last Updated: 2024-06-07 23:05:11

Esok harinya, pagi-pagi sekali berita gosip sudah wara-wiri di layar televisi. Sosok Ratih sengaja bangun pagi demi melihat gosip terbaru yang langsung menjadi trending topik.

“Aku yakin cara ini pasti berhasil,” ucapnya seraya berlalu dari kamar dengan raut wajah puas karena rencana kedua kini mulai berjalan.

Dia buru-buru turun ke bawah menuju ruang makan. Di sana sudah ada Eyang Ila, Rudi, dan Emma. Suaminya Angga tidak pulang semalam. Maka, pagi ini tidak menunjukkan batang hidungnya.

“Selamat pagi semuanya,” sapa Ratih kepada keluarganya itu. Wanita itu mengedarkan pandangan menatap wajah-wajah itu bergantian. Tampaknya mereka sudah melihat kabar berita pagi ini dilihat dari ekspresi wajahnya.

“Aku tadi melihat berita tentang Bellanca Grey yang terbaru.” Ratih membuka suaranya lagi. “Kakak sudah lihat beritanya?”

Baik Rudi maupun Emma mengangguk. Orang kepercayaannya melapor dengan segera jika itu berhubungan dengan keluarga Daksa.

“Semoga saja Claudia tidak melihat beritanya,”
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tresna Sumirat Hermiati
lanjuuut thor
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pesona Presdir Posesif   Jemputan Pagi

    “Kamu lebih suka siapa, Aruna? Claudia atau Bella?” Alih-alih menjawab pertanyaan putrinya, Ryuga malah mengajukan pertanyaan. Daddy satu anak itu melemparkan senyum menggoda sebelum meneguk air putih, menandakan dirinya telah selesai sarapan. “Bu Claudia dong, Daddy. Aruna cuma mau Bu Claudia yang jadi Mommynya Aruna,” rengeknya sambil mempoutkan bibirnya. Claudia sudah mengambil hatinya Aruna tanpa bersusah payah. Gadis itu juga merasa jika Claudia adalah wanita yang tepat untuk bersama Ryuga. Sepasang manik hitamnya menyorot lembut ke arah putrinya. “Memang Claudia mau?” “Daddy harus bikin Bu Claudia maulah pokoknya. Aruna nggak mau tau, ya.” Gadis itu lalu menggembungkan pipinya. Ryuga hanya balas terkekeh. Tangannya maju untuk mengusap puncak kepala Aruna. Sesi perbincangan pagi ini harus berakhir karena Ryuga harus segera berangkat ke kantor. “Mau berangkat sekarang atau nanti?” Masih dalam posisi duduk, Aruna melirik jam di tangannya. “Aruna nanti aja. Masuk kelasnya jam

    Last Updated : 2024-06-08
  • Pesona Presdir Posesif   Panggilan Akrab

    Fyuhhhh~Claudia membuang napasnya setelah menyadari jika apa yang dia tanyakan pada dirinya sendiri adalah pertanyaan bodoh.Dia kembali melanjutkan langkah, segera keluar dari rumah setelah mengucapkan, “Aku pergi,” yang langsung disahuti Larissa dengan teriakan, “Hati-hati.”Jika berita itu benar, Ryuga dan Bellanca akan menikah, maka itu bagus untuk Claudia. Kontrak pertunangan keduanya akan berakhir. Bukankah itu kabar baik?“Berangkat sekarang, Mbak?” Claudia memfokuskan pandangan ke arah Dirga lalu mengukir senyum di bibir cherry-nya.“Uhm I-iya,” angguk Claudia.“Mbak dijemput siapa?” tanya Dirga penasaran.Claudia mengangkat kedua alisnya, “Haa?”Lalu jari telunjuk Dirga menunjuk ke luar pekarangan rumahnya, tepat pada sebuah mobil hitam yang sudah terparkir di sana. Mata Claudia memelotot seketika.‘Kok Ryuga cepat banget datangnya!?’ Batin Claudia tak habis pikir.Dia memutar otaknya cepat. Lagi-lagi Claudia harus menciptakan kebohongan di depan pemuda ini.“Mbak … pesan l

    Last Updated : 2024-06-08
  • Pesona Presdir Posesif   Pertengkaran Pertama

    “Kamu mempermasalahkan hal sekecil itu, Claudia?”Ryuga tak mengira jika Claudia akan mengatakan demikian. Ekor matanya terus melirik Claudia yang tampak kelihatan murung.Di tengah-tengah itu, ponsel Ryuga berdering. Nama sekretarisnya tertera di layar ponsel yang Ryuga taruh pada dashboard mobil. Tangan Ryuga langsung mengambil headset tanpa kabel untuk menyambungkan telepon.“Ya, Diana?”Sekilas Claudia melirik Ryuga lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela. Pagi ini suasana hatinya buruk sekali.“Katakan pada Bella untuk menungguku.” Suara Ryuga mengudara lagi.Mendengar nama Bellanca disebut, Claudia menahan napas. Rasanya oksigen di dalam mobil Ryuga membuat dadanya sesak.“Claudia,” panggil Ryuga setelah dia mematikan telepon dengan Diana.“Bisa turunkan aku di depan, Ryuga?” Claudia mengangkat jari telunjuknya ke arah halte bus.“Jangan konyol, Claudia. Untuk apa kamu turun di sana?” tanya Ryuga dengan ketus.Claudia mengepalkan kedua tangannya yang diletakkan di atas paha

    Last Updated : 2024-06-09
  • Pesona Presdir Posesif   Kekasih Cueknya Aruna

    UHUKKK UHUKKKSeorang gadis tersedak saat tengah meminum susu kotak strawberry miliknya. Pemuda di samping gadis itu langsung mengalihkan perhatiannya dari ponsel demi melihat keadaan kekasihnya.“Pelan-pelan ‘kan bisa minumnya? Nggak ada yang bakal minta susu kotak strawberry lo, Aruna,” omelnya sambil meraih tissue yang ada di meja kantin.Ya, gadis yang tersedak itu Aruna. Dia hendak meraih tissue yang disodorkan Dirga. Namun, ternyata pemuda itu membersihkan area mulut Aruna dengan tissue tersebut.“He-he iya maaf, aku kaget,” ringis Aruna. Dia bersyukur tersedak karena Dirga yang biasanya cuek jadi perhatian seperti ini.Manik hitam Dirga menatap Aruna tajam. Pemuda itu menarik tangannya dan membuang tissue itu ke tong sampah tak jauh dari tempat duduknya.Lalu Dirga dengan cuek kembali ke aktivitasnya semula, fokus dengan ponselnya, mengabaikan Aruna.“Kamu nggak nanya aku kaget kenapa, Dirga?” tanya Aruna memasang wajah murungnya seketika.“Nggak penting,” sahut Dirga datar.Ar

    Last Updated : 2024-06-09
  • Pesona Presdir Posesif   Aku Bisa Sendiri

    Setelah sampai di ruangan dosen, Aruna malah mematung. Dia mendadak ragu untuk menghampiri Claudia yang sedang duduk di mejanya.Sosok wanita cantik itu tampak memikirkan sesuatu.‘Apa baiknya aku nggak perlu kasih tahu Bu Claudia?’ tanya Aruna dalam hatinya. Gadis itu takut mengganggu pekerjaan Claudia.Namun, belum sempat berbalik, Claudia lebih dulu menemukan presensi Aruna. Claudia melambaikan tangan, menyuruh Aruna menghampirinya.Di tempatnya berdiri, Aruna menggelengkan kepala. ‘Kayaknya nggak deh.’Lantas Aruna buru-buru berbalik dan melangkahkan kakinya ke luar dari ruangan dosen.“Lho, kenapa?” Melihat kepergian Aruna, Claudia bangkit dari duduknya dan cepat menyusul gadis itu keluar.Untungnya, langkah Aruna tidak secepat langkah Ryuga sehingga Claudia masih bisa menyusulnya.HAPClaudia menangkap lengan kiri Aruna. Tubuhnya maju ke depan untuk berhadapan dengan Aruna“Kenapa pergi? Kamu mau temui Ibu?” tanya Claudia menaikkan satu alisnya.Satu tangan Aruna naik untuk meng

    Last Updated : 2024-06-10
  • Pesona Presdir Posesif   Dicepuin

    Sempat salah mengambil langkah, Ryuga terdiam sejenak setelah Claudia mematikan sambungan telepon. Ryuga cukup merasa bersalah dengan menurunkan Claudia pagi tadi. Dan perasaan itu kembali menghantuinya.Manik hitam Ryuga menyorot tajam ke arah Bellanca. “Aku tidak akan membuat kesepakatan apa pun, Bella. Jika memang kamu berani mengungkap identitas Aruna, silakan saja …,” jeda Ryuga sambil bangkit dari duduknya.Setelah Bellanca mengancamnya di kantor, Ryuga belum sempat bisa membahas itu karena dia memiliki pekerjaan yang harus dikerjakan. Maka, Ryuga sepakat menemui Bellanca di kediamannya untuk membicarakan hal ini.Namun, saat Ryuga pergi ke kamar mandi sebentar, Bellanca malah dengan lancang mengangkat telepon dari Claudia.“Tapi, akan ada harga yang harus dibayar ‘kan?” dengus Ryuga dengan nada final.Tanpa harus menunggu Bellanca merespons ucapannya, Ryuga pergi meninggalkan kamar hotel Bellanca dengan langkahnya yang super cepat.Ryuga harus menemui Claudia. Dia menduga Bella

    Last Updated : 2024-06-11
  • Pesona Presdir Posesif   Lima Menit Kedua

    Sesekali menolak Ryuga bukan masalah besar ‘kan?Claudia mendadak gelisah dalam duduknya sambil mengigiti bibir bawahnya. Satu tangannya masih setia menggenggam ponsel yang sudah diatur dalam mode hening. Sudah tiga kali Ryuga menelepon Claudia. Namun, tak ada satu pun yang Claudia angkat.Sekarang Claudia sudah mengganti bajunya dengan piyama. Wajah tanpa polesan make up membuat Claudia tetap cantik natural. Rambutnya juga dicepol tinggi-tinggi. “Dir, ponsel lo angkat dulu gih. Berisik banget,” keluh Aland yang merasa terganggu dengan aktivitas keduanya yang sedang bermain playstation atau PS.“Mbak, tolong angkat teleponnya dong. Bilangin sama Aruna gue lagi nggak mau diganggu.” Kepala Dirga menoleh ke belakang sambil menyodorkan ponsel miliknya. Claudia yang duduk di sofa langsung menghindar. Kedua tangannya menyilang di depan dada.“Bilang sendiri, Dirga,” titah Claudia menolak permintaan pemuda tersebut.Maka, tak ada pilihan lain, Dirga menyimpan stik PS, dan langsung pergi men

    Last Updated : 2024-06-11
  • Pesona Presdir Posesif   Cemburu? Itu Konyol

    Tidak mungkin Claudia tidak tergoda dengan tawaran Ryuga. Menginap di apartemen mewah dengan fasilitas lengkap serba ada.Claudia sangat tertarik dengan kursi pijatnya. Membayangkan setelah seharian penuh bekerja lalu bisa merilekskan badan di kursi itu sungguh kenikmatan yang tiada tara.‘Haish, sadar diri kamu, Claudia!’Claudia merasa jengah. Matanya memicing ke arah Ryuga. “Berhenti menggodaku, Ryuga,” ucapnya dengan sedikit kesal.Ryuga mendengus tak percaya dengan tingkah Claudia yang jauh lebih berani padanya.“Aku tidak menggodamu, Claudia. Aku serius,” bantah Ryuga. “Kalau kamu butuh tempat untuk istirahat dan tidak ingin diganggu, menginap di apartemenku saja.”Apa-apaan Ryuga ini!? Memang boleh memperlakukan tunangan kontraknya sebaik ini? “Terima kasih sebelumnya, Ryuga,” sahut Claudia seadanya.Pria itu menghela napas. Dia menatap Claudia serius. “Apa yang kamu dengar dari Bella di telepon tadi?” Ryuga mengganti topik pembicaraan. Tidak, sejak awal Ryuga memang ingin men

    Last Updated : 2024-06-11

Latest chapter

  • Pesona Presdir Posesif   Selesai

    Claudia seringkali masih kesulitan untuk menolak permintaan Ryuga dalam urusan ranjang. Akan tetapi, sebagian besar alasannya adalah Claudia sendiri juga menikmati aktivitas keduanya.Seperti yang terjadi beberapa saat lalu, Claudia ikut dengan Ryuga ke perusahaan dan menuruti permintaannya. Mengingat itu kembali membuat Claudia tidak tahan untuk menjambak sisi rambutnya.Dia menghela napas. “Aku rasa aku sudah tidak waras!” cibir Claudia sambil menatap dirinya di depan cermin toilet. Pakaiannya sedikit berantakan dengan beberapa kancing atas yang terbuka. Ketika Ryuga menyentuhnya tadi, itu terasa tidak nyaman bagi Claudia. Tidak seperti biasanya. Demikian, dia meminta Ryuga untuk tidak menjangkau bagian dada. Setengah penasaran, Claudia mencoba menyentuh salah satu dadanya sendiri.‘Kenapa terasa sakit, ya?’ batin Claudia sambil mengernyitkan dahinya samar. Kedua alisnya bertaut. Namun, Claudia tidak ingin memikirkannya lebih lanjut.Cepat-cepat Claudia merapikannya lalu turun ke b

  • Pesona Presdir Posesif   Berbagi Istri

    “Sudah dua bulan ….”Pagi itu tiba-tiba saja Aruna bernyanyi dengan suara yang sumbang. Mata besarnya menatap Ryuga dan Claudia bergantian. Kepalanya miring ke arah kiri. Dia pun menyeletuk, “Kapan Aruna bisa tidur bareng Daddy sama Mommy Clau?”Dua bulan waktu yang cukup bagi Ryuga dan Claudia memiliki waktu berdua. Apalagi beberapa kali Aruna mengungsikan dirinya menginap di mansion agar orang tuanya bisa bebas berpacaran. Bukankah Aruna cukup pengertian?Sekarang, Aruna juga ingin bermanja-manja pada Ryuga dan Claudia. Masa bodoh dengan umur. Toh, Aruna setuju ‘Umur hanyalah angka.’Kemudian gadis itu bertopang dagu menggunakan kedua tangan. Mata besarnya mengerjap beberapa kali seraya memasang wajah yang penuh harap layaknya emoji.Claudia yang melihat itu terkekeh pelan. Dia menaikkan satu tangannya di atas meja makan untuk bertopang dagu. Dia berpikir sejenak, “Mmm, tanya Daddy saja, Aruna,” jawab Claudia sambil melirik Ryuga penuh maksud.“Kalau Mommy sendiri, malam ini juga ay

  • Pesona Presdir Posesif   Penjelasan Sebelum Pergi

    Ada pun, di sisi lain seorang gadis muda juga wajahnya ikut memanas dibalik selimut yang dikenakan. Beberapa detik lalu, dia mendengar suara yang memanggilnya dari luar kamar. “Anjani Ruby.”DEGSuara berat itu lagi-lagi mengudara di dalam kamar hotel yang ditempatinya. Anjani menahan napas dibalik selimut. Itu … jelas-jelas bukan suara Aruna.“Gue tahu lo nggak sakit, lo cuma menghindar dari gue ‘kan?”Mata Anjani memejam erat-erat dengan debar jantung berdebar keras mendengar celetukkan suara berat familier itu di luar kamar. Anjani merasa gamang, haruskah dia menyudahi aksi menghindarinya ini?‘Tapi, aku terlalu malu untuk menunjukkan wajah di hadapan Aland hiyaaaa!’ batin Anjani menjerit. Bahkan sangking malunya, dia tidak sanggup menceritakan hal itu pada Aruna tadi. Sangking malunya, Anjani bahkan memutuskan tidak ikut dalam acara resepsi pesta Ryuga dan Claudia.Gadis itu hanya bisa berguling-guling di atas ranjang tidur sambil memikirkan kejadian di kolam renang yang terus b

  • Pesona Presdir Posesif   Akhir Kesalahpahaman (Riel-Diana-Lilia)

    Malam itu acara resepsi berjalan lancar dan terkendali. Para tamu undangan terus berdatangan dan memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin. Kebanyakan tamu-tamu yang hadir didominasi oleh kenalan Rudi dan Aji. Pun, Ryuga sendiri hanya mengundang kolega bisnis yang dia percaya. Kini, Tirta datang beserta istri untuk memberikan ucapan selamat. Sosok Tirta memeluk Ryuga erat-erat. “Selamat sekali lagi, Ryu.” Terdengar nada suara Tirta yang mengatakannya penuh keharuan. Akhirnya setelah sekian lama menduda, teman dekatnya itu pun menikah. Keharuan lain dirasakan Tirta karena menyaksikan sendiri perjalanan kisah cinta Ryuga dan Claudia yang cukup berliku. Ryuga menyunggingkan senyum tipisnya. Dia balas menepuk punggung Tirta. “Mmm, terima kasih, Ta.” Selagi masih berpelukan, Tirta berkesempatan untuk berbisik di telinga Ryuga, “Kamu akan suka hadiah dariku, Ryu. Jangan lupa digunakan sebaik-baiknya dengan Claudia!” Mendengar ucapan Tirta, tampaknya Ryuga tahu apa yang dihadiahkan

  • Pesona Presdir Posesif   Praktek Usai Resepsi

    Beberapa jam kemudian, saat malam menjelang acara resepsi dimulai, Aruna yang baru selesai dirias langsung tergopoh-gopoh melangkah menuju sebuah ruangan yang sudah dipersiapkan menjadi ruang tunggu pengantin.‘Pokoknya harus sempat ketemu Mommy Clau dulu!’ batin Aruna bertekad. Sebab sudah dipastikan nanti malam dia tidak akan bertemu dengan ibu sambungnya.Di sisi lain, Aruna senang karena akhirnya Ryuga dan Claudia menikah sehingga bisa hidup bersama. Di sisi lain, Aruna juga ingin memiliki banyak waktu bersama Claudia lebih lama. Tapi, Aruna lihat-lihat Ryuga sering kedapatan tidak mau berbagi Claudia dengannya.Aruna memasang senyum lemah begitu menemukan Ryuga dan Riel yang tengah mengobrol di depan ruangan pengantin. Tangannya terangkat, melambaikan tangan. “Daddy!” seru Aruna. Mata besarnya memicing, “Mommy Clau mana, Dad?” sambungnya sambil celingukan.Ditodong pertanyaan seperti itu, Ryuga langsung menjawab, “Masih di dalam, Aruna,” tunjuknya sambil mengangkat jari dan menga

  • Pesona Presdir Posesif   Perlu Napas Buatan

    Di sisi lain restoran, terdapat dua kolam renang dalam hotel Azzata. Satu berada di luar dan satu berada di dalam. Kolam renang privat di dalam ruangan terhubung dengan toilet dan ruangan ganti. Meskipun di luar juga terdapat fasilitas yang sama. Tapi, tadi … Anjani pergi ke kamar mandi yang berada dalam untuk menyelesaikan urusan pribadinya. Siapa sangka dia akan menemukan dua sosok pemuda yang sedang berenang berduaan?! Tanpa menyapa, Anjani terburu memasuki salah satu bilik kamar mandi. ‘Ada hal penting yang lebih darurat!’ Begitu Anjani ke luar dari toilet sekitar sepuluh menit kemudian, dia bermaksud menyapa dua sosok pemuda yang dikenalinya itu. Namun, pandangannya hanya bisa menangkap satu sosok pemuda saja yang masih di area kolam renang. ‘Loh, kok cuma Aland aja, sih? Perasaan tadi sama Dirga ‘kan?’ batin Anjani terdiam di depan pintu kamar mandi. Sesaat, dia merasa gamang untuk meneruskan langkah. Jantungnya berdebar lebih cepat mendapati pemuda itu sendirian. Suara bati

  • Pesona Presdir Posesif   Janji Garvi dan Dirga

    Keterdiaman Aruna membuat Larissa paham. Bagaimanapun, perasaan milik Aruna bukan kehendaknya. Bibirnya tersenyum penuh maklum. Dia kembali menepuk-nepuk pelan tangan Aruna dengan lembut.Mata besar Aruna tampak nanar saat beradu tatap dengan Larissa. Air wajahnya juga murung. Demikian, Larissa merasa sedikit bersalah.“Tante tidak bermaksud ikut campur, Aruna. Lagipula yang menjalani hubungan itu kamu dan Dirga. Jadi, keputusan tetap ada di kamu dan Dir–“Mama ngapain sama Aruna?”Sosok yang menjadi topik pembicaraan Larissa dan Aruna tiba-tiba saja muncul menyela ucapan Larissa. Kedatangannya tidak disadari baik Aruna maupun Larissa yang larut dalam pembicaraan. Refleks Aruna menarik tangannya dari Larissa.“Lagi ngomongin kamu nih, Dir,” jawab Larissa dengan santai.Sontak mata Aruna terbelalak. Dia pikir Larissa akan berdalih, tapi malah mengakui terang-terangan?! Mata besar Aruna melirik Dirga sekilas.Pemuda itu menyugar rambut depannya yang basah ke belakang. Dirga memamerkan j

  • Pesona Presdir Posesif   Permintaan Mama Dirga

    Masih di restoran hotel, Aruna dan Anjani baru saja menyelesaikan sarapan keduanya yang terlambat. Pun, susu kotak yang diberikan Emma dihabiskan. Aruna tetap berprinsip jika semua makanan yang diberikan padanya harus dihabiskan sebagai bentuk dari rasa bersyukur. Baru saja keduanya berdiri, tiba-tiba Anjani melihat sosok yang tampak familier baru saja masuk ke dalam restoran hotel. Matanya langsung menatap Aruna lurus-lurus. “Runa, lihat ke belakang deh!” bisik Anjani. Dia menggerakkan ekor matanya. Tidak mungkin langsung menunjuk menggunakan jari tangan. “Itu … Mamanya Dirga bukan, sih?” sambungnya dengan bisikan yang semakin lirih. Tidak ada yang tidak kenal dengan eksistensi orang tua Dirga di dunia entertainment. Terlebih beberapa artis-artis muda yang berada di bawah naungan perusahaan ayah Dirga juga sedang mengenyam pendidikan di Universitas Tunggal Utama. Aruna tidak langsung menoleh. ‘Aku harus gimana, ya?’ pikirnya. Dia menyadari kehadiran orang tua Dirga pada acara pemb

  • Pesona Presdir Posesif   Bukan Konyol, Melainkan Pengertian

    Pemandangan indah hari ini bagi Claudia adalah saat kelopak matanya terbuka, hal yang pertama kali dia temukan adalah sosok Ryuga yang tengah berbaring di sebelahnya. Meskipun pandangannya belum begitu jelas karena baru saja terbangun, tapi tetap tidak mengurangi kadar ketampanan suaminya.Claudia mengerjapkan mata. ‘Aaaaaaaa suami?’ batinnya sambil menarik kedua sudut bibir cherry-nya untuk tersenyum. Menyadari Ryuga sudah menjadi suaminya saja membuat Claudia salah tingkah. Dan saat dia berusaha menyembunyikan wajah, tak sengaja pandangan Claudia jatuh bahkan wajahnya mengenai dada Ryuga. Sesaat, Claudia mematung usai menabraknya.Jantung Claudia mulai berdebar tidak karuan. Tiba-tiba saja muncul keinginan untuk menyentuhnya. Rasa-rasanya semalam Claudia juga sudah menyentuhnya, hanya saja masih sedikit malu-malu. Lantas Claudia menggigit bibir bawah bagian dalamnya.‘Ya ampun, Claudia! Mikir apa, sih, kamu ini!’ rutuknya sambil meringis pelan. Tidak ingin larut oleh pemikiran aneh

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status