Share

Bab 765

Author: Anggur
Roni melirik Odelina yang sudah tampak berubah karena berat badannya berkurang itu sekilas. Dia menarik dirinya kembali ke dunia nyata karena tidak seharusnya dia mengingat Odelina yang dulu.

Barang yang dibeli oleh Olivia memang sangat banyak, kedua kakak beradik itu tidak sanggup membawanya. Mereka meminjam kereta belanja supermarket untuk membawa belanjaan mereka.

“Kak, Kakak dan Russel tunggu aku di sini, aku bawa mobil ke sini.” Olivia memarkirkan mobilnya di tempat parkir lantai bawah gedung.

“Ok,” ujar Odelina tidak keberatan.

“Tante, Tante!” seru Russel panik ketika melihat tantenya jalan seorang diri.

“Russel, Tante pergi ambil mobil untuk jemput kita,” kata Odelina menenangkan putranya. Dia pikir Olivia akan meninggalkan dia dan ibunya di tempat ini.

Sesaat kemudian Roni dan Yenny juga keluar dari dalam. Mereka membeli banyak barang dan juga menggunakan kereta belanja untuk membantu mereka membawanya.

“Sayang, kamu tunggu aku di sini, aku ambil mobil dulu.”

“Iya, Sayang. Cepe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Yuyu Aryati Yuyu
selama libur tahun baru stefan kemanapun hrs selalu bersama olivia, jrs lebih menjadi laki2 yg mencintai dan melindungi istrinya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 766

    Akan tetapi biarkan itu menjadi urusan Stefan. Daniel juga tidak akan ikut campur dengan rencana yang sudah ditetapkan oleh lelaki itu karena dia hanya sebagai teman baiknya Stefan saja.“Oh, ternyata begitu.”Daniel melirik isi di kereta belanja tersebut dan dapat menebak kalau istrinya Stefan sangat mementingkan kepulangannya kali ini. Barang yang dibeli semuanya barang kualitas terbaik.“Russel.Daniel menyapa Russel sambil tersenyum lebar. Sedangkan Russel membuang wajahnya ketika lelaki itu hendak menyentuhnya. Dia meminta Odelina untuk menggendongnya. Karena Odelina tahu putranya takut dengan Daniel, dia bergegas menggendong bocah itu.“Russel, Om Daniel pernah kasih kamu kincir angin, kenapa kamu masih takut sama Om Daniel?”Russel memeluk leher ibunya dan menyandarkan kepalanya di pundang Odelina. Dia enggan menatap lelaki itu. Memangnya dia bisa dibeli hanya dengan sebuah kincir angin?“Russel, Om gendong kamu untuk beli kincir angin yang banyak dan bagus ya?” kata Daniel menc

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 767

    Dengan dibantu oleh Daniel, mereka memindahkan semua barang belanjaan ke dalam mobil Olivia hingga penuh.“Terima kasih, Pak Daniel,” ujar Olivia.Daniel tersenyum dan berkata, “Saya dan Pak Stefan ada hubungan kerja dan juga teman dekat. Hubungan kami benar-benar dekat sekali. Karena kamu istrinya, memang sudah sepantasnya saya bantu.”Lelaki itu menoleh ke arah Russel dan berkata, “Russel nggak suka dengan saya dan takut dengan saya, tetapi setiap saya melihat dia selalu ingin menciumnya dan main dengan dia.”Meski Russel akan menangis ketakutan dan meminta ibunya untuk menggendongnya, Daniel tetap terasa terhibur.“Pak Daniel, kami pamit dulu,” pamit Odelina sambil menggendong putranya masuk mobil. Daniel hanya menganggukkan kepalanya dan ikut berjalan masuk ke mobilnya ketika mobil Olivia sudah melaju pergi.Setelah kepergian mereka semua, Yenny mendapati wajah Roni yang tampak menggelap. Dia tidak tahan untuk tidak bertanya, “Kenapa? Lihat mantan istrimu diperhatiin sama lelaki la

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 768

    “Kamu nggak sadar Odelina sudah kurusan jauh? Kalau dia benar-benar sudah langsing, tinggal dandan sedikit maka akan menjadi sangat cantik sekali. Nggak ada yang jamin kalau Daniel nggak akan jatuh cinta padanya. Ada lelaki yang lebih suka janda.”“Mau sekurus apa pun, dia tetap jadi perempuan gemuk! Lihatnya saja aku nggak selera,” sahut Roni.Sebelah tangannya diletakkan di paha Yenny sambil berkata, “Yenny, kamu yang terbaik. Aku paling suka denganmu.”Yenny tertawa puas. Odelina memang tidak bisa dibandingkan dengan dirinya.Olivia yang sedang dalam perjalanan pulang dengan Odelina tidak tahan untuk tidak membahas tentang Daniel.“Kak, aku merasa Kakak dan Pak Daniel lumayan berjodoh. Kalian selalu bertemu secara nggak sengaja. Dia hanya lewat saja masih bisa menyadari Kakak dan Russel.”Odelina tertawa dan berkata, “Olivia, itu hanya kebetulan. Pak Daniel sangat menyukai Russel. Sebenarnya Kakak lumayan takut bertemu dengan dia.”“Memang benar Pak Daniel suka dengan Russel. Waktu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 769

    “Kapan kita pulang ke kampung kamu? Barang yang dibeli semuanya untuk keluargamu. Kalau sore ini atau besok mau pulang, barangnya tinggal di dalam mobil saja. Dari pada dipindah-pindah.”Stefan berpikir sejenak dan berkata, “Besok pagi baru pulang. Aku baru sampai hari ini dan sedikit lelah. Kita istirahat dulu sejenak.”Mereka berdua sudah berpisah selama tiga hari dan Stefan rindu dengan istrinya. Dia ingin menghabiskan waktu berdua dulu baru pulang untuk tahun baruan.“Kalau gitu barangnya nggak perlu dipindahkan lagi.”“Ok.” Stefan tidak keberatan sama sekali.“Ingat kasih tahu aku kalau sudah masuk komplek,” ujar lelaki itu lagi.“Iya. Masih ada yang lain? Aku matikan dulu ya, lagi nyetir.”Mengingat bahwa perempuan itu sudah dalam perjalanan pulang dan tidak lama lagi mereka akan bertemu, dia memutuskan untuk berkata, “Nggak ada lagi, kalau gitu hati-hati di jalan.”Sambungan terputus setelah itu.“Kak, Stefan bilang besok baru pulang kampung. Kakak dan Russel ikut kami berangkat

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 770

    “Lagi nyetir. Tante mau bicara apa dengan Olivia? Aku minta Olivia dengar telepon.”Odelina hendak menyerahkan ponselnya pada adiknya, tetapi Yuna langsung berkata, “Nggak apa-apa. Bilang sama dia hati-hati nyetirnya. Kalau keluarga mertuanya mempersulit dia, jangan ditahan. Nggak peduli siapa pun mereka, kalian itu keponakan Tante. Kalian pantas bersanding dengan siapa pun.”Setelah Yuna tahu kalau suami dari keponakannya adalah Stefan Adhitama, perasaannya luar biasa berantakan. Selama beberapa hari ini dia tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri. Yuna juga pernah menyampaikan pada Aksa, dan baru tahu kalau ternyata Aksa sudah mengetahuinya. Akan tetapi, dia masih menutupinya dari Amelia.Tentu saja Yuna juga melakukan hal yang sama. Dia masih belum berani membiarkan putrinya tahu kalau istri misterius dari Stefan adalah Olivia. Semua orang ingin tahu siapa Nyonya Muda Adhitama yang sebenarnya, tetapi tidak ada yang tahu kalau mereka semua sudah pernah bertemu dengannya.Seperti Ju

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 771

    Selain amplop untuk Odelina dan Olivia serta Russel, Yuna juga menyiapkannya untuk Stefan. Karena tidak bisa membuat Stefan menjadi menantunya sendiri, setidaknya suami keponakannya juga sama saja seperti menantunya.“Ma,” panggil Amelia sambil menarik kopernya turun.Yuna buru-buru meminta pengurus rumah keluar. Dia berbalik dan melangkah mendekati putrinya sambil berkata, “Kenapa lama sekali?”“Barang yang dibawa harus lengkap. Di mana Kakak dan yang lainnya?”“Masih belum turun.”Amelia menarik kopernya turun dari lantai atas. Amelia maju dan hendak membantunya, tetapi ditolak oleh putrinya.“Ma, tadi Mama minta pengurus rumah untuk melakukan apa?”“Kasih parsel tahun baru untuk Olivia dan Odelina. Mama minta dia untuk antar kasih mereka berdua.”“Kak Odelina nggak mau ikut, padahal kita bisa ajak dia dan Russel juga. Bakalan nggak ketemu sama Russel dalam waktu yang cukup lama. Waktu kita pulang nanti, Russel sudah berusia tiga tahun.”“Begitu lewat dua hari ini, kamu juga sudah 27

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 772

    Di sana ada kakaknya dan juga Dimas. Perlakuan Stefan membuatnya merasa sedikit malu. Ketika lelaki itu menggendongnya turun, Olivia dapat menghirup aroma familiar lelaki itu. Dia tidak tahan untuk tidak mengelus wajah Stefan.Katanya dia tidak mau Stefan mesra padanya, tetapi ketika digendong perempuan itu justru mencuri kesempatan dalam kesempitan. Setelah meletakkan menurunkan tubuh Olivia di tanah, dia menggendong Russel dari dalam mobil.“Om,” sapa Russel dengan suaranya yang manja. Dia mengulurkan kedua tangannya untuk menyambut Stefan dan langsung melompat masuk dalam pelukan lelaki itu. Gerakan Stefan sangat cepat, dengan mudah dia menggendong tubuh bocah itu dan mengangkatnya tinggi-tinggi hingga membuat Russel tertawa keras.Setelah bermain sebentar dengan Russel, Stefan menurunkan bocah itu lagi dan bertanya, “Russel kangen sama Om?”“Kangen,” jawab Russel sambil mengangguk.Raut wajah Stefan berubah lembut. Dia menunduk dan mengecup wajah Russel sambil berkata, “Om juga kan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 773

    Baru beberapa menit Dimas pergi, dia mendapatkan telepon dari majikannya lagi.“Dimas, tolong bantu pindahin barang lagi. Kali ini mau dibawa ke lantai delapan. Barangnya lumayan banyak, biaya jasanya … Olivia, mau kasih Dimas berapa?” tanya Stefan sambil menjauhkan ponselnya.Olivia melihat parsel pemberian tantenya yang ada banyak sekali. Meski sebagian akan diberikan pada Odelina, tetap saja jumlahnya masih sangat banyak. Kalau Dimas sendiri yang memindahkan, kemungkinan akan butuh waktu cukup lama.“Dimas yang datang dan lihat sendiri saja, biar dia yang buka harga,” jawab Olivia.Setelah beberapa kali menggunakan jasa Dimas, Olivia merasa sudah kenal dengan pemuda itu. Jika biaya jasa yang diberikan terlalu sedikit, Olivia merasa tidak enak hati. Akan tetapi jika terlalu banyak, dia merasa rugi. Lebih baik biarkan Dimas sendiri yang memberikan harga.“Ok. Dimas, kamu datang dulu.”“Siap!” jawab Dimas dengan girang karena dia bisa mendapatkan uang saku lagi dari atasannya.Setengah

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3596

    “Lah, yang setiap musim dingin mengurung diri di rumah siapa? Setiap kali masuk musim dingin, pasti nggak pernah mau pergi keluar dan setiap hari maunya makan hotpot. Salju yang ada di halaman kamu itu kami yang bersihin, lho,” ujar Kellin.“... habiskan dulu itu makananmu. Mulutmu isinya biji kuaci semua,” balas Setya.Kelling hanya menanggapinya dengan tertawa riang.“Oke, ayo kita berangkat,” ucap Yuna. Dia lalu berkata kepada anak-anak dan menantunya, “Papa Mama dan Kakak nggak di rumah. Kalian berdua jaga rumah, ya. Jonas, titip Olivia dan Russel, ya.”Sekarang Yuna sudah mulai menganggap penting menantunya. Selama dia dan suami tidak di rumah, dan Aksa juga tidak di rumah, dia merasa lebih tenang selama ada Jonas yang menjaga. Toh Jonas juga tinggal di rumah sebelah. Jarak rumah dia dengan rumah ini sangat dekat, sehingga apabila terjadi apa-apa, dia bisa langsung memanggil Jonas dari halaman untuk datang. Mencari menanti memang lebih baik cari yang bisa dipercaya seperti Jonas.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3595

    Di keluarga Sanjaya ….Dari pagi-pagi sekali Daniel sudah tiba di sana, apalagi Jonas. Calon mertuanya Jonas ingin pergi ke Cianter. Amelia juga awalnya mau pergi, tetapi dia tidak mendapat izin dari ibunya dengan alasan Amelia ke sana pun tidak akan bisa banya membantu. Sifat Amelia yang terlalu bebas dianggap justru malah tidak menguntungkan.Sebenarnya mereka sekeluarga tahu hal apa yang paling ditakutkan untuk terjadi. Amelia dan kakaknya tidak boleh ikut, begitu pun dengan Olivia karena Russel masih kecil.Daniel berulang kali menasihati Olivia untuk tetap di sini, tetapi dia sendiri juga tampak begitu kesepian. Yuna yang memahami isi hatinya pun mencoba untuk menghiburnya, “Odelina tahu kamu sayang sama dia. Dia nggak menyalahkan kamu, kok. Kamu baik-baik saja di sini, biar Odelina nggak perlu khawatir dan bisa fokus dengan urusan dia di sana. Kamu cuma perlu menunggu dia pulang dengan sabar di sini. Kan Odelina sendiri sudah bilang dia bakal pulang untuk merayakan tahun baru. Ka

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3594

    Gerakan Nana saat melompat turun pun terlihat sama seperti si Rubah yang melompati dinding vila pribadi milik Samuel saat itu. Samuel langsung mengerutkan keningnya dengan erat. Hanya dengan itu saja dia masih belum bisa menyimpulkan kalau Nana dan si Rubah adalah orang yang sama. Kalau Samuel yang ada di atas pohon, dia juga akan melompat dengan gerakan yang sama. Namun, ini bisa jadi satu hal yang patut dicurigai.“Wah, Kakak hebat banget!” seru anak-anak itu sembari menepuk tangan terkagum oleh ketangkasan Nana.Nana tersenyum malu, lalu memberikan layangan itu ke pemilik sambil berkata, “Aku ini ahli memanjat pohon, lho.”Nana tinggal bersama gurunya di pegunungan yang diselimuti oleh hutan lebat. Sehari-hari yang mereka lihat begitu membuka mata hany ada gunung dan pohon. Tidak hanya Nana saja, tetapi saudara seperguruannya pun sangat mahir dalam panjat memanjat. Tanpa sadar, aktivitas sehari-hari itu menjadi salah satu keunggulan mereka. Bahkan Kellin juga bisa memanjat pohon den

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3593

    Nana tidak berpikir Rosalina membohonginya. Rosalina hanya menjalankan tugasnya sebagai kakak ipar. Samuel sudah bukan anak kecil lagi, Rosalina sebagai kakak ipar mana mungkin selalu mengawasi ke mana dia pergi? Mungkin saja Samuel baru pulang di tengah malam, sehingga wajar saja jika Rosalina tidak tahu.“Kemarin aku pulangnya malam, dan hari ini aku nggak keluar rumah. Aku cuma di kamar saja bayar utang tidurku,” ucap Samuel seraya berjalan turun menghampiri mereka berdua. Lalu dia pun menyapa Nana dengan nada sungkan. “Halo, Nana Imut.”Samuel hanya bisa memanggil Nana dengan sebutan itu karena dia tidak tahu siapa nama sebenarnya. Nana Imut sebenarnya hanya nama panggilan. Mungkin saja saat masih kecil dia sangat menggemaskan sehingga orang-orang yang lebih tua darinya memanggilnya dengan sebutan “Nana Imut”, dan panggilan itu masih bertahan hingga sekarang.Nana membalas sapaan Samuel dengan mengangguk. Lalu Samuel pun kembali menatap ke arah Rosalina dan berkata kepadanya, “Kak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3592

    “Oke, yuk!” sahut Nana.Rosalina menggandeng tangan Nana keluar, dan Nana juga dengan senang hati mengikutinya. Sementara itu, Samuel yang menguping obrolan mereka dari depan tangga di dekat jendela mulai panik.Apa jangan-jangan Rosalina lupa dengan tugasnya hari ini? Rosalina mengajak Nana datang ke rumah sesuai dengan permintaan Samuel, tetapi sebelum Samuel menemukan tempat yang dia cari, Rosalina malah mengajak Nana pergi bermain layang-layang. Mana mereka bermainnya di halaman pula.Di halaman memang ada pohon agar Samuel bisa bersembunyi, tetapi bersembunyi di pohon yang jaraknya sangat jauh. Kalaupun dia bisa melihat Rosalina dan Nana bermain, dia tidak bisa melihat detail-detail kecilnya dengan jelas.Dalam hati Samuel mengumpat kakaknya. Rosalina hanya mengatakan hari ini anginnya kencang cocok untuk bermain layangan, tetapi Calvin malah dengan gamblangnya mengirimkan layang-layang untuk Rosalina. Alhasil jadinya mereka berdua benar-benar bermain layangan.Samuel tidak bisa b

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3591

    “Sudah lama banget aku nggak main layang-layang. Kayaknya semenjak aku dewasa, aku sudah nggak pernah sentuh layangan lagi. Waktu aku masih kecil sih sering banget. Untung saja hari ini ada kamu, aku jadi teringat lagi sama masa kecilku yang bahagia.”“Aku juga jarang banget main layang-layang. Waktu kecil cuma kakak adikku saja yang punya, aku nggak. Walaupun harganya nggak seberapa, om dan mamaku nggak pernah beliin aku layangan. Dulu yang paling baik sama aku malah pengasuhku. Dia yang bikinin aku layangan, walaupun terbangnya nggak bisa terlalu tinggi. Aku sayang banget sama layangan itu, tapi baru aku mainkan dua kali, layangan itu dirusak sama Giselle. Aku laporin ke Mama, malah aku yang dimarahi. Pengasuhku juga kena marah dan nggak diizinin untuk bikinin aku layangan lagi. Aku nggak punya mainan apa-apa. Sebelum aku berumur dua tahun, papaku beliin aku banyak banget mainan, ada banyak boneka yang cantik-cantik. Tante Dewi bilang aku suka banget sama boneka. Tapi sejak papaku me

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3590

    Nana bertanya, “Kenapa kamu nggak ke toko bunga?” Rosalina menjawab, “Aku mau istirahat sebentar. Dokter Panca menyuruhku untuk nggak terlalu lelah, katanya tubuhku masih lebih lemah dibanding orang lain dan harus dirawat dengan baik. Aku nggak boleh terlalu capek atau begadang." "Sebenarnya, bekerja di toko bunga nggak melelahkan, tapi adikku sering datang ke sana dan membuat keributan. Sangat menjengkelkan." "Calvin menyuruhku beristirahat saja di rumah. Lagi pula, ada orang yang menjaga toko. Kalau aku nggak ada di sana, adikku hanya akan berkeliling sebentar lalu pergi.” Nana berkata, “Kamu masih terlalu lembut. Kalau itu aku, setiap kali dia datang, aku akan menghajarnya sampai dia kapok dan nggak berani datang lagi." "Dengan semua yang sudah dia lakukan untuk menindasmu, kamu seharusnya nggak menganggapnya lagi sebagai saudara." Rosalina tersenyum dingin, “Aku juga nggak menganggapnya saudara. Dia hanya bisa menang lewat omongan, dan aku malas meladeni dia. Aku nggak perlu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3589

    Begitu Nana tiba di depan gerbang halaman rumah Rosalina, dia melihat perempuan baru keluar dan berseru, "Nana!" Rosalina tersenyum, "Aku dengar kamu sudah datang sejak tadi. Aku penasaran kenapa belum melihatmu, lalu aku menebak pasti kamu pergi ke rumah Tante Dewi. Aku baru saja mau mencarimu." Nana menjawab, "Nenek ada di rumah. Aku datang, tentu harus menyapanya dulu. Aku mengobrol sebentar dengan Nenek sebelum ke sini." Dia maju beberapa langkah, dengan akrab menggandeng lengan Rosalina, lalu melirik ke dalam dan bertanya, "Samuel nggak ada di rumah, 'kan?" "Kenapa? Kamu mencarinya?" Rosalina menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Nggak, hanya saja dia selalu menunjukkan wajah cemberut di belakang Nenek setiap kali melihatku. Aku nggak mau bertemu dengannya, supaya dia nggak berpikir bahwa aku akan mengikuti keinginan Nenek." "Siapa yang mau sama dia? Aku punya banyak kakak senior, pilih salah satu saja, mereka pasti nggak akan berani menolak aku." Rosalina langsung kesa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3588

    Di perusahaan sedang sangat sibuk dan belakangan ini dia sering berada di luar. Teman-temannya mulai mengeluh karena ketidakhadirannya. Namun, neneknya tahu alasan sebenarnya dia keluar, jadi tidak mendesaknya untuk segera pulang. Meskipun begitu, dia tidak bisa berlama-lama di sini. Terlalu banyak pekerjaan yang menunggu. Nenek tertawa dan berkata, "Kalau makanannya enak, makanlah lebih banyak. Tinggal di sini beberapa hari lagi." "Nenek, aku sibuk bekerja. Aku datang ke sini hanya karena guruku datang. Sekarang guruku sudah pulang, aku juga harus kembali bekerja." Nenek menggenggam tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau Nenek menelepon keluargamu dan bilang supaya kamu tinggal lebih lama di Mambera?" "Nenek, nanti saat libur Tahun Baru aku akan datang lagi. Sekarang aku benar-benar nggak bisa tinggal lebih lama. Hari ini pun aku datang hanya karena Rosalina terus-menerus memaksaku untuk menemaninya." Nana merasa Sarah seperti tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia mencoba menging

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status