Share

Bab 1420

Author: Anggur
“Makasih,” ujar Rosalina hangat.

“Kak Oliv,” sapa Calvin kepada Olivia.

Olivia mengangguk lalu membantu Rosalina untuk duduk di kursi.

Calvin meletakkan buah-buahan di meja yang berada di samping kasur Odelina, sedangkan karangan bunga diletakkan di sisi satunya.

“Kak Odelina, Rosalina yang bawa semua ini untuk Kakak. Semoga Kakak cepat sembuh, ya,” ujar Calvin hangat.

Odelina mengangguk sambil tersenyum untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya. Walaupun Odelina tidak terlalu mengenal Rosalina, dia tahu kalau Olivia memiliki hubungan yang cukup baik dengan Rosalina. Olivia pernah memberitahunya kalau Rosalina adalah perempuan yang dijodohkan oleh nenek keluarga Adhitama untuk Calvin. Sepertinya Calvin juga menerima perjodohan neneknya setelah melihat sikap lembut Calvin kepada Rosalina.

“Kak Odelina, maaf, ya” ujar Rosalina dengan raut wajah penuh penyesalan.

“Kenapa kamu minta maaf?” tanya Odelina dengan suara lemah.

Bekas lukanya setelah operasi terasa cukup menyakitkan setela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1421

    “Maaf ya ngerepotin kamu, Pak Calvin,” ujar Rosalina setelah sempat terdiam selama beberapa saat. “Jangan panggil dia Pak Calvin, dong. Kamu itu temanku dan dia adik iparku. Kalian juga sudah saling mengenal cukup lama, jadi panggil saja dia Calvin,” ujar Olivia. Kemudian Calvin menatap Olivia dengan tatapan penuh rasa terima kasih. Rosalina menanggapi perkataan Olivia dengan senyuman tanpa berkata satu patah pun.Tidak lama kemudian, Rosalina dan Calvin pergi dari rumah sakit setelah Yuna dan Amelia tiba. Lagi pula, Odelina masih harus banyak istirahat, jadi Rosalina juga tidak bisa terlalu lama berada di dalam ruang rawat Odelina. “Oliv, kamu bawa Stefan dan Russel pulang dulu untuk makan. Kalian sore ini istirahat saja di rumah biar Tante dan Amelia yang jaga Odelina. Nanti malam baru kamu sama Stefan ke sini lagi dan menjaganya,” ujar Yuna.Yuna bukannya tidak mau menjaga Odelina di malam hari, tapi dia sudah kalah argumen dengan Olivia. Lagi pula, Yuna juga semakin menua dan an

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1422

    Olivia merasa bersalah karena dia tidak menemani kakaknya akibat pertengkarannya dengan Stefan. Entah apa yang akan dipikirkan Olivia kalau sampai dia tahu berita tentang dirinya masih saja menjadi trending topik di kota ini. “Kita kembali ke vila saja, ya. Kata orang dulu, anak-anak yang sangat ketakutan harus melalui ritual pemanggilan roh agar mereka bisa menjadi lebih baik. Mamaku bilang, aku juga sering dipanggilkan roh waktu aku kecil.”Kemudian Stefan kembali berkata setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, “Aku nggak tahu sejak kapan nenek percaya sama hal kayak gini. Tapi yang aku tahu, ahli spiritual itu sempat bilang kalau kita ditakdirkan untuk bersama selamanya sampai mau memisahkan kita. Makanya nenek mencoba untuk mempersatukan kita dan ternyata memang berhasil.”“Oh, ternyata begitu, ya? Aku kira nenek suka sama sifatku. Tapi ternyata ucapan ahli spiritual yang sudah menyatukan kita,” ujar Olivia. Kemudian Stefan berkata sambil memeluk Olivia dan Russel, “Ya, ternya

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1423

    Di sisi lain, Calvin tidak langsung membawa Rosalina ke Spring Blossom setelah mereka pergi dari rumah sakit. Calvin justru membawa Rosalina menuju sebuah hotel.“Aku kan sudah nemenin kamu ke rumah sakit. Sekarang kamu traktir aku makan siang, ya,” ujar Calvin santai. Rosalina sempat terdiam selama beberapa saat. Selama ini, Calvin selalu saja memintanya untuk mentraktir makan. “Pak Calvin, kita mau ke mana?” tanya Rosalina sambil menoleh ke arah Calvin. “Aku mau ....” Namun, tiba-tiba saja ponselnya berdering ketika Calvin belum menyelesaikan kata-katanya. Tidak ada nama peneleponnya ketika dia melihat layar ponselnya. Entah kenapa, Calvin merasa kalau peneleponnya adalah Johan Siahaan. “Om kamu telepon aku, nih,” ujar Calvin santai. Rosalina langsung mengerutkan keningnya lalu berkata, “Kayaknya dia panik, deh. Makanya dia telepon kamu untuk cari bantuan.”Johan memang sedang panik dan ketakutan saat ini. Dia dan istrinya saling terikat satu sama lain. Walaupun istrinya adalah

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1424

    Calvin langsung menyerahkan ponselnya ke depan wajah Rosalina tanpa menunggu Rosalina menjawabnya. “Cepat ambil ponselku dan angkat teleponnya kalau kamu nggak mau mati bareng sama aku hari ini,” ujar Calvin. Rosalina tidak memiliki pilihan lain selain melakukan permintaan Calvin. “Pak Calvin, apa Bapak sedang santai? Saya mau mengundang Bapak untuk makan bersama,” ujar Johan dari balik telepon dengan nada suara lembut. Rosalina menempelkan ponsel Calvin ke telinganya dan mendengarkan perkataan Johan. Kemudian dia pun berkata dengan tenang, “Om, Pak Calvin lagi nyetir, jadi dia nggak bisa angkat teleponnya.”“Rosalina? Kamu lagi sama Pak Calvin? Kalau begitu, tanyain dia bisa nggak kalau aku ajak makan bersama? Kamu juga ikut saja sama Pak Calvin ke sini, ya,” ujar Johan lembut setelah mengetahui kalau keponakannya sedang bersama Calvin. “Pak Calvin, Om Johan mau ajak Pak Calvin makan bersama. Apa Pak Calvin bisa?” tanya Rosalina. “Oke, aku bisa, kok. Kebetulan kita kan juga mau

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1425

    Rosalina berusaha menahan amarahnya seraya berkata, “Aku saja nggak tahu gimana wajah Pak Calvin. Jadi, gimana mungkin aku bisa menganggap Pak Calvin itu jelek?”“Pak Calvin, pernikahan itu bukan suatu permainan. Kita saja nggak pacaran. Jadi, gimana mungkin aku bisa menikah sama Bapak?” jawab Rosalina.Calvin sempat terdiam selama beberapa saat dan tidak langsung membalas perkataan Rosalina. Tidak lama kemudian, dia pun berkata dengan lembut, “Pernikahan itu nggak perlu pacaran dulu, kok. Kakak dan kakak iparku bahkan bertemu pertama kali ketika pernikahan mereka sudah sah secara hukum. Lalu hubungan mereka baik-baik saja sampai sekarang. Bahkan semua orang dibuat iri sama hubungan mereka yang romantis dan manis.” Rosalina hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan Calvin. Olivia dan Stefan menikah secara mendadak. Apa mungkin para anggota keluarga Adhitama yang lainnya akan melakukan hal yang sama seperti Stefan? Atau mungkinkah mereka ingin menikah secara mendadak seperti Stefa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1426

    Calvin bergegas turun dari mobil setelah tiba di Hotel Mambera. Kemudian dia berjalan ke sisi pintu penumpang untuk menunggu Rosalina turun dari mobil.“Pak Calvin,” ujar Rosalina setelah merasakan Calvin yang sedang berdiri di hadapannya. Mereka berdua berhadapan dengan sangat dekat sampai Rosalina bisa mencium aroma tubuh Calvin yang terasa sangat familier. Calvin buru-buru menggenggam tangan Rosalina dan menariknya. Kemudian dia meletakkan tangan Rosalina di wajahnya. “Rosalina, sentuh wajahku. Walaupun kamu nggak bisa melihat wajahku, setidaknya kamu bisa membayangkannya dengan menyentuhnya,” ujar Calvin. Rosalina terlihat sangat tenang. Kemudian dia mulai menggerakkan tangannya dan meraba wajah Calvin setelah Calvin melepas genggaman tangannya dari tangan Rosalina. Tangan Rosalina yang ramping menyentuh wajah Calvin dengan lembut dan ragu. Namun, entah kenapa tangan Rosalina terasa kasar di wajah Calvin. Karena telapak tangan Rosalina saat ini sudah dipenuhi dengan kapalan yan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1427

    “Kok kalian bisa datang bersama?” tanya Johan penasaran. “Kami kebetulan ketemu di rumah sakit ketika kami mau jenguk Kak Odelina. Pak Calvin dengan baiknya mau mengantarku pulang. Lalu di jalan Om Johan tiba-tiba saja telepon,” jelas Rosalina tenang. Johan sempat terdiam selama beberapa saat lalu bertanya, “Gimana keadaan Bu Odelina?”“Sudah membaik. Dia sudah keluar dari masa kritis. Aku ke sana untuk minta maaf mewakili Mama,” jawab Rosalina. “Rosalina, perbuatan itu belum tentu ulah ibumu. Kamu nggak bisa bilang kalau ibumu yang melakukannya karena dia juga belum menerima hukuman apa pun,” ujar Johan sedikit kesal. “Polisi nggak akan menangkap Mama kalau memang nggak ada bukti yang kuat. Lagi pula, semua orang yang terlibat dengan kejadian itu nggak ada yang bisa melarikan diri. Om pasti sudah mendengar semua itu kan, sekalipun Om baru kembali. Aku percaya kalau polisi nggak akan sembarangan melayangkan tuduhan ke Mama,” balas Rosalina tenang. Sebenarnya, Rosalina juga tidak m

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1428

    Johan melirik keponakannya lalu berkata kepada Calvin, “Pak Calvin, keponakan saya ini berbeda dari semua gadis itu. Dia ini buta. Dia nggak akan bisa menikah sama siapa pun kalau Pak Calvin tidak mau menikahinya.”“Om Johan! Aku nggak perlu menikah sama Pak Calvin. Orang itu nggak sempat melakukan apa pun sama aku. Jadi, aku nggak kehilangan apa pun dan nggak perlu menikah sama Pak Calvin!” seru Rosalina marah. Johan adalah orang yang lebih tua darinya sekaligus pamannya. Namun, semua perkataan Johan kepada Calvin benar-benar membuat Rosalina malu. “Rosalina, Om kan sudah janji sama ayahmu kalau Om akan membesarkanmu dan mencarikanmu suami yang berasal dari keluarga yang baik. Aku sudah merasa sangat bersalah dengan semua yang terjadi padamu. Gimana Om bisa ketemu ayahmu setelah Om mati nanti kalau Om nggak bisa mencarikan seorang suami yang baik untukmu?” ujar Johan dengan wajah sedih. Sebenarnya, apa yang dilakukan oleh Johan kepada Rosalina adalah sesuatu yang akan merusak citr

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3593

    Nana tidak berpikir Rosalina membohonginya. Rosalina hanya menjalankan tugasnya sebagai kakak ipar. Samuel sudah bukan anak kecil lagi, Rosalina sebagai kakak ipar mana mungkin selalu mengawasi ke mana dia pergi? Mungkin saja Samuel baru pulang di tengah malam, sehingga wajar saja jika Rosalina tidak tahu.“Kemarin aku pulangnya malam, dan hari ini aku nggak keluar rumah. Aku cuma di kamar saja bayar utang tidurku,” ucap Samuel seraya berjalan turun menghampiri mereka berdua. Lalu dia pun menyapa Nana dengan nada sungkan. “Halo, Nana Imut.”Samuel hanya bisa memanggil Nana dengan sebutan itu karena dia tidak tahu siapa nama sebenarnya. Nana Imut sebenarnya hanya nama panggilan. Mungkin saja saat masih kecil dia sangat menggemaskan sehingga orang-orang yang lebih tua darinya memanggilnya dengan sebutan “Nana Imut”, dan panggilan itu masih bertahan hingga sekarang.Nana membalas sapaan Samuel dengan mengangguk. Lalu Samuel pun kembali menatap ke arah Rosalina dan berkata kepadanya, “Kak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3592

    “Oke, yuk!” sahut Nana.Rosalina menggandeng tangan Nana keluar, dan Nana juga dengan senang hati mengikutinya. Sementara itu, Samuel yang menguping obrolan mereka dari depan tangga di dekat jendela mulai panik.Apa jangan-jangan Rosalina lupa dengan tugasnya hari ini? Rosalina mengajak Nana datang ke rumah sesuai dengan permintaan Samuel, tetapi sebelum Samuel menemukan tempat yang dia cari, Rosalina malah mengajak Nana pergi bermain layang-layang. Mana mereka bermainnya di halaman pula.Di halaman memang ada pohon agar Samuel bisa bersembunyi, tetapi bersembunyi di pohon yang jaraknya sangat jauh. Kalaupun dia bisa melihat Rosalina dan Nana bermain, dia tidak bisa melihat detail-detail kecilnya dengan jelas.Dalam hati Samuel mengumpat kakaknya. Rosalina hanya mengatakan hari ini anginnya kencang cocok untuk bermain layangan, tetapi Calvin malah dengan gamblangnya mengirimkan layang-layang untuk Rosalina. Alhasil jadinya mereka berdua benar-benar bermain layangan.Samuel tidak bisa b

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3591

    “Sudah lama banget aku nggak main layang-layang. Kayaknya semenjak aku dewasa, aku sudah nggak pernah sentuh layangan lagi. Waktu aku masih kecil sih sering banget. Untung saja hari ini ada kamu, aku jadi teringat lagi sama masa kecilku yang bahagia.”“Aku juga jarang banget main layang-layang. Waktu kecil cuma kakak adikku saja yang punya, aku nggak. Walaupun harganya nggak seberapa, om dan mamaku nggak pernah beliin aku layangan. Dulu yang paling baik sama aku malah pengasuhku. Dia yang bikinin aku layangan, walaupun terbangnya nggak bisa terlalu tinggi. Aku sayang banget sama layangan itu, tapi baru aku mainkan dua kali, layangan itu dirusak sama Giselle. Aku laporin ke Mama, malah aku yang dimarahi. Pengasuhku juga kena marah dan nggak diizinin untuk bikinin aku layangan lagi. Aku nggak punya mainan apa-apa. Sebelum aku berumur dua tahun, papaku beliin aku banyak banget mainan, ada banyak boneka yang cantik-cantik. Tante Dewi bilang aku suka banget sama boneka. Tapi sejak papaku me

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3590

    Nana bertanya, “Kenapa kamu nggak ke toko bunga?” Rosalina menjawab, “Aku mau istirahat sebentar. Dokter Panca menyuruhku untuk nggak terlalu lelah, katanya tubuhku masih lebih lemah dibanding orang lain dan harus dirawat dengan baik. Aku nggak boleh terlalu capek atau begadang." "Sebenarnya, bekerja di toko bunga nggak melelahkan, tapi adikku sering datang ke sana dan membuat keributan. Sangat menjengkelkan." "Calvin menyuruhku beristirahat saja di rumah. Lagi pula, ada orang yang menjaga toko. Kalau aku nggak ada di sana, adikku hanya akan berkeliling sebentar lalu pergi.” Nana berkata, “Kamu masih terlalu lembut. Kalau itu aku, setiap kali dia datang, aku akan menghajarnya sampai dia kapok dan nggak berani datang lagi." "Dengan semua yang sudah dia lakukan untuk menindasmu, kamu seharusnya nggak menganggapnya lagi sebagai saudara." Rosalina tersenyum dingin, “Aku juga nggak menganggapnya saudara. Dia hanya bisa menang lewat omongan, dan aku malas meladeni dia. Aku nggak perlu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3589

    Begitu Nana tiba di depan gerbang halaman rumah Rosalina, dia melihat perempuan baru keluar dan berseru, "Nana!" Rosalina tersenyum, "Aku dengar kamu sudah datang sejak tadi. Aku penasaran kenapa belum melihatmu, lalu aku menebak pasti kamu pergi ke rumah Tante Dewi. Aku baru saja mau mencarimu." Nana menjawab, "Nenek ada di rumah. Aku datang, tentu harus menyapanya dulu. Aku mengobrol sebentar dengan Nenek sebelum ke sini." Dia maju beberapa langkah, dengan akrab menggandeng lengan Rosalina, lalu melirik ke dalam dan bertanya, "Samuel nggak ada di rumah, 'kan?" "Kenapa? Kamu mencarinya?" Rosalina menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Nggak, hanya saja dia selalu menunjukkan wajah cemberut di belakang Nenek setiap kali melihatku. Aku nggak mau bertemu dengannya, supaya dia nggak berpikir bahwa aku akan mengikuti keinginan Nenek." "Siapa yang mau sama dia? Aku punya banyak kakak senior, pilih salah satu saja, mereka pasti nggak akan berani menolak aku." Rosalina langsung kesa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3588

    Di perusahaan sedang sangat sibuk dan belakangan ini dia sering berada di luar. Teman-temannya mulai mengeluh karena ketidakhadirannya. Namun, neneknya tahu alasan sebenarnya dia keluar, jadi tidak mendesaknya untuk segera pulang. Meskipun begitu, dia tidak bisa berlama-lama di sini. Terlalu banyak pekerjaan yang menunggu. Nenek tertawa dan berkata, "Kalau makanannya enak, makanlah lebih banyak. Tinggal di sini beberapa hari lagi." "Nenek, aku sibuk bekerja. Aku datang ke sini hanya karena guruku datang. Sekarang guruku sudah pulang, aku juga harus kembali bekerja." Nenek menggenggam tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau Nenek menelepon keluargamu dan bilang supaya kamu tinggal lebih lama di Mambera?" "Nenek, nanti saat libur Tahun Baru aku akan datang lagi. Sekarang aku benar-benar nggak bisa tinggal lebih lama. Hari ini pun aku datang hanya karena Rosalina terus-menerus memaksaku untuk menemaninya." Nana merasa Sarah seperti tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia mencoba menging

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3587

    Dia bisa memakai perhiasan kapan saja dia mau, dan tidak memakainya jika tidak ingin. Dia memiliki koleksi perhiasan pribadi yang sangat banyak, apalagi dengan tambahan perhiasan yang diberikan oleh ibu mertuanya. Perempuan itu tidak kekurangan perhiasan. Bahkan, dia sangat menyukai perhiasan, terutama batu giok. Di dalam koleksinya, terdapat banyak sekali perhiasan giok berharga. Setelah tiga menantu perempuan masuk ke keluarga, dia membagikan sebagian koleksi perhiasannya kepada mereka. Selain itu, untuk sembilan cucu menantu, dia juga telah menyiapkan hadiah perhiasan. Namun, dia tetap menyimpan beberapa untuk dirinya sendiri—sebagai warisan terakhir. Dia berharap akan memiliki seorang cicit perempuan suatu hari nanti. Jika dia benar-benar mendapatkan cicit perempuan, maka semua perhiasan simpanannya itu akan diberikan kepada cicitnya sebagai mas kawin. "Ma, lihat siapa yang datang!" Menantu sulungnya tiba-tiba berkata dengan penuh semangat. Sarah sengaja menunjukkan ekspresi

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3586

    Baik memesan makanan dari menu maupun menikmati prasmanan, semuanya sangat lezat, membuat para tamu sangat puas. Tidak heran jika hotel-hotel di bawah naungan Adhitama Group selalu ramai. Banyak orang datang hanya untuk makan, bukan menginap. Para tamu yang menginap di hotel bisa mendapatkan diskon 30 persen saat makan di restoran hotel. Di lantai satu, selain restoran, ada juga kafe, toko oleh-oleh khas Mambera, taman bermain anak-anak, serta area membaca. Di area membaca, terdapat beberapa rak buku besar yang penuh dengan berbagai jenis buku. Saat hujan, tamu bisa menghabiskan waktu seharian di hotel tanpa merasa bosan. Pelayan itu tersenyum. "Baiklah, aku akan mencari Bu Fenny. Silakan lanjutkan urusanmu." Nana tersenyum dan pergi. Pelayan itu pun kembali ke pekerjaannya. Nana berjalan sambil menikmati pemandangan. Dengan santai, dia menghabiskan 40 menit sebelum akhirnya sampai di rumah utama.Meskipun Rosalina yang mengundangnya, tetapi karena Nenek Sarah ada di rumah, sebag

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3585

    Sejujurnya, dia juga diperlakukan seperti harta berharga yang disayangi oleh keluarganya ketika di rumahnya. Di tempat gurunya, para senior dan saudara-saudari seperguruannya juga sangat baik padanya. Belum pernah ada yang menunjukkan wajah dingin padanya. Hanya Samuel yang selalu memasang wajah dingin setiap kali melihatnya, seolah-olah dia berhutang miliaran kepadanya dan belum melunasinya. Nana juga tahu alasan di balik sikap Samuel yang tampak sopan dan ramah di depan para tetua tetapi bersikap dingin padanya di belakang mereka. Semua itu hanya karena dia mengira Nenek Sarah ingin menjodohkan mereka. Namun, Nana tidak akan repot-repot mendekati lelaki itu. Memangnya dia pikir dirinya uang yang akan disukai semua orang?Meskipun dia pernah menyukai Samuel, setelah mendengar kata-katanya, dia memaksa dirinya sendiri untuk belajar melepaskan perasaan itu. Namun, bagaimanapun juga, mereka tetap saja sulit untuk benar-benar menghindari satu sama lain. Pelayan itu berpikir Nana takut

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status