Share

Bab 1416

Author: Anggur
Yanti sebenarnya tidak mau membangunkan putranya ketika mereka telah sampai di rumah. Namun, dia juga tidak bisa menggendong Daniel lagi seperti ketika Daniel masih kecil. Jadi, dia terpaksa membangunkan putranya yang masih tertidur lelap.

“Daniel, kita sudah sampai. Ayo bangun,” ujar Yanti sambil mengguncang tubuh Daniel agar dia segera bangun.

Daniel terlihat sedikit bingung ketika membuka matanya dan menatap ibunya selama beberapa saat. Tidak lama kemudian, dia akhirnya tersadar dan langsung bergegas keluar dari mobil.

Cherly juga terlihat baru saja kembali dari luar. Dia mengendarai mobil yang dipinjamkan oleh Yanti kepadanya.

“Tante, Daniel,” sapa Cherly terlebih dahulu setelah dia keluar dari mobil.

Sekarang dia mengganti panggilannya kepada Daniel. Biasanya dia memanggil Daniel dengan sebutan Kak Daniel, tapi sekarang dia memanggil Daniel hanya dengan nama depannya saja. Dia berpikir kalau hubungan mereka berdua akan berkembang dengan baik setelah mereka tampak cocok di aca
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1417

    Cherly menatap bingung ke arah Yanti. Kemudian Yanti menyuruh pelayan untuk membawa semua belanjaan Cherly ke dalam rumah. Dia ingin berbicara sambil mengajak Cherly berkeliling di halaman bersama dengannya. Yanti terus menghela napasnya sambil terus berjalan.“Tante, ada masalah apa? Tante bisa cerita sama aku semua masalah yang mengganjal di hati Tante. Mungkin saja aku bisa membantu Tante. Tante tenang saja, langit nggak akan runtuh, kok,” ujar Cherly dengan raut wajah cemas.Yanti buru-buru mengambil tangan Cherly lalu berkata, “Cherly, kamu adalah gadis yang sangat baik dan perhatian. Kamu bisa menjadi apa pun yang kamu inginkan. Kamu benar-benar seorang gadis hebat. Di mata Tante, kamu adalah menantu paling ideal.” “Entah apa yang dipikirkan anak itu. Kenapa dia bisa suka sama Odelina, sih? Apa yang paling kita khawatirkan akhirnya terjadi juga. Bahkan dia sampai menginap semalaman di rumah sakit setelah mendengar kalau Odelina terluka. Makanya Tante ke sana dan menyeretnya pul

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1418

    Namun, pengawal Stefan menahan langkah mereka untuk memasuki ruang rawat Odelina. “Kami dengar Odelina sudah siuman. Kami datang ke sini mau menjenguknya,” ujar Rita sambil tersenyum ke arah pengawal keluarga Adhitama. Olivia tidak memberitahu Roni mengenai kondisi kakaknya yang sudah siuman. Namun, berita penculikan anak itu sudah menyebar ke mana-mana. Sekarang semua orang di Mambera sudah tahu akan peristiwa tersebut. Tidak terkecuali dengan berita Odelina yang mengalami cedera akibat kejadian itu. Banyak orang yang tersentuh dengan sikap keibuan yang ditunjukkan oleh Odelina. Mereka semua mendoakan agar Odelina segera lekas sembuh dan bisa pulih seperti sedia kala. Oleh karena itu, pihak media langsung berbondong-bondong memberitakan tentang keadaan Odelina yang sudah keluar dari ICU. Keluarga Pamungkas juga mendengar berita Odelina dari media. Jadi, mereka langsung pergi menuju rumah sakit setelah mendengar kabar baik itu dari media. “Bu Olivia mengatakan kalau Bu Odelina memb

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1419

    “Olivia aku ikhlas, kok. Kamu bantu kakakmu terima amplop ini, ya. Orang yang menjenguk memang biasa ngasih amplop ke orang yang sakit,” ujar Shella bersikeras. Rita juga ikut memberikan sebuah amplop berisikan uang kepada Odelina. Namun, Olivia kembali menolaknya. Akhirnya mereka berdua memberikan amplop itu kepada Russel dan membiarkan anak kecil itu memegangnya. Kemudian mereka bergegas pergi. Andi juga ikut pergi bersama istri dan anak perempuannya agar Olivia tidak bisa mengembalikan uang itu padanya. Namun, Roni masih berdiri di dalam ruangan dengan wajah yang terlihat ragu untuk membuka mulutnya. Olivia menyuruh Russel untuk memberikan amplop itu kepada Roni, tapi Russel menolaknya. Dia memegang amplop itu erat-erat seraya berkata, “Nenek sama tante kan kasih amplop ini buat Russel!”“Russel, kita harus kembaliin uang ini ke nenek dan tantemu. Kita nggak butuh uang mereka,” ujar Olivia cepat.“Tapi tante sana nenek kasih amplop ini ke aku!” seru Russel bersikeras.Dia menola

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1420

    “Makasih,” ujar Rosalina hangat. “Kak Oliv,” sapa Calvin kepada Olivia. Olivia mengangguk lalu membantu Rosalina untuk duduk di kursi. Calvin meletakkan buah-buahan di meja yang berada di samping kasur Odelina, sedangkan karangan bunga diletakkan di sisi satunya. “Kak Odelina, Rosalina yang bawa semua ini untuk Kakak. Semoga Kakak cepat sembuh, ya,” ujar Calvin hangat. Odelina mengangguk sambil tersenyum untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya. Walaupun Odelina tidak terlalu mengenal Rosalina, dia tahu kalau Olivia memiliki hubungan yang cukup baik dengan Rosalina. Olivia pernah memberitahunya kalau Rosalina adalah perempuan yang dijodohkan oleh nenek keluarga Adhitama untuk Calvin. Sepertinya Calvin juga menerima perjodohan neneknya setelah melihat sikap lembut Calvin kepada Rosalina. “Kak Odelina, maaf, ya” ujar Rosalina dengan raut wajah penuh penyesalan.“Kenapa kamu minta maaf?” tanya Odelina dengan suara lemah. Bekas lukanya setelah operasi terasa cukup menyakitkan setela

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1421

    “Maaf ya ngerepotin kamu, Pak Calvin,” ujar Rosalina setelah sempat terdiam selama beberapa saat. “Jangan panggil dia Pak Calvin, dong. Kamu itu temanku dan dia adik iparku. Kalian juga sudah saling mengenal cukup lama, jadi panggil saja dia Calvin,” ujar Olivia. Kemudian Calvin menatap Olivia dengan tatapan penuh rasa terima kasih. Rosalina menanggapi perkataan Olivia dengan senyuman tanpa berkata satu patah pun.Tidak lama kemudian, Rosalina dan Calvin pergi dari rumah sakit setelah Yuna dan Amelia tiba. Lagi pula, Odelina masih harus banyak istirahat, jadi Rosalina juga tidak bisa terlalu lama berada di dalam ruang rawat Odelina. “Oliv, kamu bawa Stefan dan Russel pulang dulu untuk makan. Kalian sore ini istirahat saja di rumah biar Tante dan Amelia yang jaga Odelina. Nanti malam baru kamu sama Stefan ke sini lagi dan menjaganya,” ujar Yuna.Yuna bukannya tidak mau menjaga Odelina di malam hari, tapi dia sudah kalah argumen dengan Olivia. Lagi pula, Yuna juga semakin menua dan an

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1422

    Olivia merasa bersalah karena dia tidak menemani kakaknya akibat pertengkarannya dengan Stefan. Entah apa yang akan dipikirkan Olivia kalau sampai dia tahu berita tentang dirinya masih saja menjadi trending topik di kota ini. “Kita kembali ke vila saja, ya. Kata orang dulu, anak-anak yang sangat ketakutan harus melalui ritual pemanggilan roh agar mereka bisa menjadi lebih baik. Mamaku bilang, aku juga sering dipanggilkan roh waktu aku kecil.”Kemudian Stefan kembali berkata setelah mereka semua masuk ke dalam mobil, “Aku nggak tahu sejak kapan nenek percaya sama hal kayak gini. Tapi yang aku tahu, ahli spiritual itu sempat bilang kalau kita ditakdirkan untuk bersama selamanya sampai mau memisahkan kita. Makanya nenek mencoba untuk mempersatukan kita dan ternyata memang berhasil.”“Oh, ternyata begitu, ya? Aku kira nenek suka sama sifatku. Tapi ternyata ucapan ahli spiritual yang sudah menyatukan kita,” ujar Olivia. Kemudian Stefan berkata sambil memeluk Olivia dan Russel, “Ya, ternya

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1423

    Di sisi lain, Calvin tidak langsung membawa Rosalina ke Spring Blossom setelah mereka pergi dari rumah sakit. Calvin justru membawa Rosalina menuju sebuah hotel.“Aku kan sudah nemenin kamu ke rumah sakit. Sekarang kamu traktir aku makan siang, ya,” ujar Calvin santai. Rosalina sempat terdiam selama beberapa saat. Selama ini, Calvin selalu saja memintanya untuk mentraktir makan. “Pak Calvin, kita mau ke mana?” tanya Rosalina sambil menoleh ke arah Calvin. “Aku mau ....” Namun, tiba-tiba saja ponselnya berdering ketika Calvin belum menyelesaikan kata-katanya. Tidak ada nama peneleponnya ketika dia melihat layar ponselnya. Entah kenapa, Calvin merasa kalau peneleponnya adalah Johan Siahaan. “Om kamu telepon aku, nih,” ujar Calvin santai. Rosalina langsung mengerutkan keningnya lalu berkata, “Kayaknya dia panik, deh. Makanya dia telepon kamu untuk cari bantuan.”Johan memang sedang panik dan ketakutan saat ini. Dia dan istrinya saling terikat satu sama lain. Walaupun istrinya adalah

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 1424

    Calvin langsung menyerahkan ponselnya ke depan wajah Rosalina tanpa menunggu Rosalina menjawabnya. “Cepat ambil ponselku dan angkat teleponnya kalau kamu nggak mau mati bareng sama aku hari ini,” ujar Calvin. Rosalina tidak memiliki pilihan lain selain melakukan permintaan Calvin. “Pak Calvin, apa Bapak sedang santai? Saya mau mengundang Bapak untuk makan bersama,” ujar Johan dari balik telepon dengan nada suara lembut. Rosalina menempelkan ponsel Calvin ke telinganya dan mendengarkan perkataan Johan. Kemudian dia pun berkata dengan tenang, “Om, Pak Calvin lagi nyetir, jadi dia nggak bisa angkat teleponnya.”“Rosalina? Kamu lagi sama Pak Calvin? Kalau begitu, tanyain dia bisa nggak kalau aku ajak makan bersama? Kamu juga ikut saja sama Pak Calvin ke sini, ya,” ujar Johan lembut setelah mengetahui kalau keponakannya sedang bersama Calvin. “Pak Calvin, Om Johan mau ajak Pak Calvin makan bersama. Apa Pak Calvin bisa?” tanya Rosalina. “Oke, aku bisa, kok. Kebetulan kita kan juga mau

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3596

    “Lah, yang setiap musim dingin mengurung diri di rumah siapa? Setiap kali masuk musim dingin, pasti nggak pernah mau pergi keluar dan setiap hari maunya makan hotpot. Salju yang ada di halaman kamu itu kami yang bersihin, lho,” ujar Kellin.“... habiskan dulu itu makananmu. Mulutmu isinya biji kuaci semua,” balas Setya.Kelling hanya menanggapinya dengan tertawa riang.“Oke, ayo kita berangkat,” ucap Yuna. Dia lalu berkata kepada anak-anak dan menantunya, “Papa Mama dan Kakak nggak di rumah. Kalian berdua jaga rumah, ya. Jonas, titip Olivia dan Russel, ya.”Sekarang Yuna sudah mulai menganggap penting menantunya. Selama dia dan suami tidak di rumah, dan Aksa juga tidak di rumah, dia merasa lebih tenang selama ada Jonas yang menjaga. Toh Jonas juga tinggal di rumah sebelah. Jarak rumah dia dengan rumah ini sangat dekat, sehingga apabila terjadi apa-apa, dia bisa langsung memanggil Jonas dari halaman untuk datang. Mencari menanti memang lebih baik cari yang bisa dipercaya seperti Jonas.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3595

    Di keluarga Sanjaya ….Dari pagi-pagi sekali Daniel sudah tiba di sana, apalagi Jonas. Calon mertuanya Jonas ingin pergi ke Cianter. Amelia juga awalnya mau pergi, tetapi dia tidak mendapat izin dari ibunya dengan alasan Amelia ke sana pun tidak akan bisa banya membantu. Sifat Amelia yang terlalu bebas dianggap justru malah tidak menguntungkan.Sebenarnya mereka sekeluarga tahu hal apa yang paling ditakutkan untuk terjadi. Amelia dan kakaknya tidak boleh ikut, begitu pun dengan Olivia karena Russel masih kecil.Daniel berulang kali menasihati Olivia untuk tetap di sini, tetapi dia sendiri juga tampak begitu kesepian. Yuna yang memahami isi hatinya pun mencoba untuk menghiburnya, “Odelina tahu kamu sayang sama dia. Dia nggak menyalahkan kamu, kok. Kamu baik-baik saja di sini, biar Odelina nggak perlu khawatir dan bisa fokus dengan urusan dia di sana. Kamu cuma perlu menunggu dia pulang dengan sabar di sini. Kan Odelina sendiri sudah bilang dia bakal pulang untuk merayakan tahun baru. Ka

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3594

    Gerakan Nana saat melompat turun pun terlihat sama seperti si Rubah yang melompati dinding vila pribadi milik Samuel saat itu. Samuel langsung mengerutkan keningnya dengan erat. Hanya dengan itu saja dia masih belum bisa menyimpulkan kalau Nana dan si Rubah adalah orang yang sama. Kalau Samuel yang ada di atas pohon, dia juga akan melompat dengan gerakan yang sama. Namun, ini bisa jadi satu hal yang patut dicurigai.“Wah, Kakak hebat banget!” seru anak-anak itu sembari menepuk tangan terkagum oleh ketangkasan Nana.Nana tersenyum malu, lalu memberikan layangan itu ke pemilik sambil berkata, “Aku ini ahli memanjat pohon, lho.”Nana tinggal bersama gurunya di pegunungan yang diselimuti oleh hutan lebat. Sehari-hari yang mereka lihat begitu membuka mata hany ada gunung dan pohon. Tidak hanya Nana saja, tetapi saudara seperguruannya pun sangat mahir dalam panjat memanjat. Tanpa sadar, aktivitas sehari-hari itu menjadi salah satu keunggulan mereka. Bahkan Kellin juga bisa memanjat pohon den

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3593

    Nana tidak berpikir Rosalina membohonginya. Rosalina hanya menjalankan tugasnya sebagai kakak ipar. Samuel sudah bukan anak kecil lagi, Rosalina sebagai kakak ipar mana mungkin selalu mengawasi ke mana dia pergi? Mungkin saja Samuel baru pulang di tengah malam, sehingga wajar saja jika Rosalina tidak tahu.“Kemarin aku pulangnya malam, dan hari ini aku nggak keluar rumah. Aku cuma di kamar saja bayar utang tidurku,” ucap Samuel seraya berjalan turun menghampiri mereka berdua. Lalu dia pun menyapa Nana dengan nada sungkan. “Halo, Nana Imut.”Samuel hanya bisa memanggil Nana dengan sebutan itu karena dia tidak tahu siapa nama sebenarnya. Nana Imut sebenarnya hanya nama panggilan. Mungkin saja saat masih kecil dia sangat menggemaskan sehingga orang-orang yang lebih tua darinya memanggilnya dengan sebutan “Nana Imut”, dan panggilan itu masih bertahan hingga sekarang.Nana membalas sapaan Samuel dengan mengangguk. Lalu Samuel pun kembali menatap ke arah Rosalina dan berkata kepadanya, “Kak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3592

    “Oke, yuk!” sahut Nana.Rosalina menggandeng tangan Nana keluar, dan Nana juga dengan senang hati mengikutinya. Sementara itu, Samuel yang menguping obrolan mereka dari depan tangga di dekat jendela mulai panik.Apa jangan-jangan Rosalina lupa dengan tugasnya hari ini? Rosalina mengajak Nana datang ke rumah sesuai dengan permintaan Samuel, tetapi sebelum Samuel menemukan tempat yang dia cari, Rosalina malah mengajak Nana pergi bermain layang-layang. Mana mereka bermainnya di halaman pula.Di halaman memang ada pohon agar Samuel bisa bersembunyi, tetapi bersembunyi di pohon yang jaraknya sangat jauh. Kalaupun dia bisa melihat Rosalina dan Nana bermain, dia tidak bisa melihat detail-detail kecilnya dengan jelas.Dalam hati Samuel mengumpat kakaknya. Rosalina hanya mengatakan hari ini anginnya kencang cocok untuk bermain layangan, tetapi Calvin malah dengan gamblangnya mengirimkan layang-layang untuk Rosalina. Alhasil jadinya mereka berdua benar-benar bermain layangan.Samuel tidak bisa b

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3591

    “Sudah lama banget aku nggak main layang-layang. Kayaknya semenjak aku dewasa, aku sudah nggak pernah sentuh layangan lagi. Waktu aku masih kecil sih sering banget. Untung saja hari ini ada kamu, aku jadi teringat lagi sama masa kecilku yang bahagia.”“Aku juga jarang banget main layang-layang. Waktu kecil cuma kakak adikku saja yang punya, aku nggak. Walaupun harganya nggak seberapa, om dan mamaku nggak pernah beliin aku layangan. Dulu yang paling baik sama aku malah pengasuhku. Dia yang bikinin aku layangan, walaupun terbangnya nggak bisa terlalu tinggi. Aku sayang banget sama layangan itu, tapi baru aku mainkan dua kali, layangan itu dirusak sama Giselle. Aku laporin ke Mama, malah aku yang dimarahi. Pengasuhku juga kena marah dan nggak diizinin untuk bikinin aku layangan lagi. Aku nggak punya mainan apa-apa. Sebelum aku berumur dua tahun, papaku beliin aku banyak banget mainan, ada banyak boneka yang cantik-cantik. Tante Dewi bilang aku suka banget sama boneka. Tapi sejak papaku me

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3590

    Nana bertanya, “Kenapa kamu nggak ke toko bunga?” Rosalina menjawab, “Aku mau istirahat sebentar. Dokter Panca menyuruhku untuk nggak terlalu lelah, katanya tubuhku masih lebih lemah dibanding orang lain dan harus dirawat dengan baik. Aku nggak boleh terlalu capek atau begadang." "Sebenarnya, bekerja di toko bunga nggak melelahkan, tapi adikku sering datang ke sana dan membuat keributan. Sangat menjengkelkan." "Calvin menyuruhku beristirahat saja di rumah. Lagi pula, ada orang yang menjaga toko. Kalau aku nggak ada di sana, adikku hanya akan berkeliling sebentar lalu pergi.” Nana berkata, “Kamu masih terlalu lembut. Kalau itu aku, setiap kali dia datang, aku akan menghajarnya sampai dia kapok dan nggak berani datang lagi." "Dengan semua yang sudah dia lakukan untuk menindasmu, kamu seharusnya nggak menganggapnya lagi sebagai saudara." Rosalina tersenyum dingin, “Aku juga nggak menganggapnya saudara. Dia hanya bisa menang lewat omongan, dan aku malas meladeni dia. Aku nggak perlu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3589

    Begitu Nana tiba di depan gerbang halaman rumah Rosalina, dia melihat perempuan baru keluar dan berseru, "Nana!" Rosalina tersenyum, "Aku dengar kamu sudah datang sejak tadi. Aku penasaran kenapa belum melihatmu, lalu aku menebak pasti kamu pergi ke rumah Tante Dewi. Aku baru saja mau mencarimu." Nana menjawab, "Nenek ada di rumah. Aku datang, tentu harus menyapanya dulu. Aku mengobrol sebentar dengan Nenek sebelum ke sini." Dia maju beberapa langkah, dengan akrab menggandeng lengan Rosalina, lalu melirik ke dalam dan bertanya, "Samuel nggak ada di rumah, 'kan?" "Kenapa? Kamu mencarinya?" Rosalina menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Nggak, hanya saja dia selalu menunjukkan wajah cemberut di belakang Nenek setiap kali melihatku. Aku nggak mau bertemu dengannya, supaya dia nggak berpikir bahwa aku akan mengikuti keinginan Nenek." "Siapa yang mau sama dia? Aku punya banyak kakak senior, pilih salah satu saja, mereka pasti nggak akan berani menolak aku." Rosalina langsung kesa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3588

    Di perusahaan sedang sangat sibuk dan belakangan ini dia sering berada di luar. Teman-temannya mulai mengeluh karena ketidakhadirannya. Namun, neneknya tahu alasan sebenarnya dia keluar, jadi tidak mendesaknya untuk segera pulang. Meskipun begitu, dia tidak bisa berlama-lama di sini. Terlalu banyak pekerjaan yang menunggu. Nenek tertawa dan berkata, "Kalau makanannya enak, makanlah lebih banyak. Tinggal di sini beberapa hari lagi." "Nenek, aku sibuk bekerja. Aku datang ke sini hanya karena guruku datang. Sekarang guruku sudah pulang, aku juga harus kembali bekerja." Nenek menggenggam tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau Nenek menelepon keluargamu dan bilang supaya kamu tinggal lebih lama di Mambera?" "Nenek, nanti saat libur Tahun Baru aku akan datang lagi. Sekarang aku benar-benar nggak bisa tinggal lebih lama. Hari ini pun aku datang hanya karena Rosalina terus-menerus memaksaku untuk menemaninya." Nana merasa Sarah seperti tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia mencoba menging

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status