Share

Bab 648

Penulis: Vodka
Wenny benar-benar panik. "A ... apa yang mau kamu lakukan?"

Iskandar berjalan ke arah Wenny dengan wajah cabul. "Jangan pura-pura bodoh, kamu tahu apa yang ingin kulakukan."

Wenny benar-benar histeris. Dia terlahir di keluarga terpandang. Kehormatannya sebagai seorang wanita lebih penting daripada nyawanya. Kalau sampai keperawanannya jatuh ke tangan orang berengsek ini, Wenny lebih memilih untuk mati. Pada akhirnya, dia mengalah.

"Hentikan, hentikan semuanya. Aku ... akan serahkan liontin itu."

Iskandar langsung tertawa, "Nah begitu dong. Katakan di mana liontin itu."

Wenny menjawab, "Liontin itu ada pada ayah dan pamanku. Hanya aku yang bisa mengambilnya." Dia memutuskan untuk membawa mereka menemui ayah dan pamannya, lalu menyuruh ayahnya untuk menghabisi Iskandar.

Iskandar berkata, "Ayo, bawa kami ambil liontin itu."

"Oke!" jawab Wenny. Wenny menempatkan ayah dan pamannya di kantor pusat di Provinsi Sadali. Pertama karena perusahaannya adalah perusahaan farmasi sehingga bisa member
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 649

    "Kuakui, aku memang keterlaluan karena meragukanmu dan memarahimu sebelumnya. Aku akan minta maaf."Yoga merenung sejenak, lalu berkata, "Maaf, saat ini aku sedang sibuk. Nggak ada waktu."Tut tut tut .... Telepon itu langsung dimatikannya. Wenny tidak menyerah. Dia terus menelepon Yoga dan memohonnya, "Yoga, masalah ini menyangkut nyawa keluargaku. Kamu harus bantu aku. Kalau kamu bantu aku, aku ... nggak keberatan untuk menjalankan pernikahan denganmu."Yoga berujar, "Kutegaskan sekali lagi, janji pernikahan itu sudah kurobek. Kita nggak ada hubungan apa pun lagi sekarang. Kalau nggak ada urusan penting, jangan telepon aku lagi."Wenny terbengong. Jangan-jangan, dia memang salah paham? Apa Yoga benar-benar telah merobek janji pernikahannya selama ini? Bukan Yoga yang terus mendekatinya, melainkan dia sendiri yang terus mengusik Yoga? Tidak mungkin!Pada saat Yoga hendak menutup telepon, Wenny tiba-tiba berteriak, "Yoga, kalau kamu bantu aku sekali ini, aku akan lakukan apa pun yang k

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 650

    "Oke, segera kunci posisinya," jawab Yoga.Kaisar Kegelapan menjawab, "Baik. Selain itu, kami juga sudah menyelidiki informasi tentang Fargo. Dia ini awalnya hanya ahli bela diri yang biasa, tapi kemudian malah jadi ketagihan berjudi dan semua hartanya sampai habis. Setelah itu, dia bekerja jadi pengawal dan kebetulan bertemu dengan orang yang membuatnya menjadi kuda hitam dalam pertandingan bela diri."Yoga membalas, "Oke, selidiki semua tentang keluarganya.""Baik."Kedua orang itu menutup telepon pada saat yang hampir bersamaan. Roselia berkata, "Yoga, aku sudah temukan jejak Fargo."Yoga mengangguk, "Dia pergi ke kampung halamannya untuk membawa istri dan anaknya kabur ya?"Roselia terkejut, "Temanmu juga sudah temukan secepat itu?""Ya, dia sekalian menyelidiki latar belakangnya juga," jawab Yoga.Roselia terkesiap, "Siapa sebenarnya temanmu itu? Nggak banyak orang yang bisa bersaing dengan Restoran Floran dalam hal mengumpulkan informasi.""Lain kali baru kujelaskan padamu. Sekar

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 651

    Darfi menyuruh keluarganya untuk pulang dan menunggunya. Namun, ayah Darfi tetap berdiri mematung di sana. Setelah semua keluarganya pergi, ayah Darfi tiba-tiba berlutut pada Yoga. "Tuan, apa Darfi berutang padamu? Tenang saja, kami pasti akan membayar utangnya. Kumohon jangan sakiti anakku."Darfi mulai panik dan memapah ayahnya, "Ayah, apa yang kamu lakukan? Cepat berdiri.""Anak durhaka, cepat berlutut!" Pria tua itu memakinya, "Cepat minta maaf sama Tuan ini."Darfi tidak berdaya. Sementara itu, Yoga merasa kasihan. Di dunia ini, orang yang paling menyayangi kita memang hanya orang tua. Yoga mengorbankan segalanya untuk menempuh bahaya, semuanya demi bisa menemui orang tuanya. Namun, Darfi ini malah tidak tahu menghargai orang tuanya sendiri. Dunia ini benar-benar tidak adil!Yoga berbalik dan berjalan pergi. Tak lama kemudian, Darfi juga menyusulnya. Yoga berkata dengan nada dingin, "Kalau Wenny sampai tahu tampang pangerannya ternyata seperti ini, dia pasti akan gila."Darfi berk

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 652

    Yoga berkata dengan nada dingin, "Kuberi waktu dua hari untuk berpamitan dengan keluargamu, lalu urus pemakamanmu sendiri."Darfi bersujud pada Yoga, "Terima kasih atas kebaikan Pak Yoga."Setelah meninggalkan tempat ini, Yoga langsung bergegas ke bandara. Dia tidak takut Darfi akan membohonginya karena Yoga telah mengutus orang untuk mengawasinya.Bandara yang disebutkan Darfi adalah sebuah bandara pribadi. Di sana hanya ada sebuah pesawat terbang pribadi yang diparkirkan. Saat Yoga tiba, pesawat itu baru akan lepas landas. Sepertinya Iskandar juga memang tidak berencana mau menunggu Darfi.Melalui jendela mobil, pandangan Yoga kebetulan bertemu dengan tatapan Iskandar yang berada di dalam pesawat. Tatapan Iskandar dipenuhi dengan provokasi dan penghinaan. Dia bahkan menunjukkan jari tengahnya kepada Yoga. Yoga mengejarnya tanpa ragu-ragu.Memangnya kenapa kalau dia bisa naik pesawat? Selama tidak bisa melampaui kecepatan suara, Yoga bisa mengejarnya hingga ke ujung dunia. Demikianlah

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 653

    Iskandar tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Siapa yang memberimu keberanian bicara begitu? Yoga, kuakui kekuatan tempurmu sangat luar biasa. Tapi, kekuranganmu juga jelas sekali. Kudengar kamu nggak bisa melawan sihir, 'kan? Sebagai genius Sekte Torkas, aku akan mengantarmu ke alam baka dengan sihirku. Ayo, bentuk formasi!""Baik!" Para murid Sekte Torkas bergegas mengiakan dan mengambil tindakan untuk membentuk formasi sihir.Begitu mereka bergerak, Yoga langsung beraksi. Dia berkelebat ke hadapan para murid itu dan mengempaskan mereka semua. Bahkan, ada yang langsung berubah menjadi kabut darah karena serangan Yoga.Pada akhirnya, Yoga mencekik leher Iskandar dan menekannya dengan kuat di tubuh pesawat. Terdengar benturan keras. Tubuh pesawat yang kokoh itu sampai hancur dan terlihat lubang besar berbentuk manusia.Iskandar memuntahkan darah, bahkan hampir kehilangan kesadaran. Yoga hanya menghabiskan beberapa detik untuk menjatuhkan mereka.Yoga terkekeh-kekeh dan berujar, "Aku me

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 654

    Yoga menghadapkan kamera ponsel kepada wajahnya sendiri, lalu berkata, "Halo, Pak Apri. Lama nggak ketemu."Apri sontak murka melihat Yoga. Dia memekik, "Ternyata kamu! Kamu yang melukai putraku!""Benar sekali." Yoga mengiakan.Apri naik pitam. Yoga sudah melukai putranya, tetapi masih berani bersikap begitu terang-terangan. Lancang sekali!"Yoga, kamu melukai putraku tanpa alasan. Kamu harus membayar dengan nyawamu!" seru Apri."Tanpa alasan? Pak Apri, jangan sembarangan bicara dong. Dia yang menantangku. Aku bukan cuma ingin melukainya, tapi juga ingin membunuhnya!" sahut Yoga.Apri mengernyit sambil bertanya, "Gimana dia menantangmu?""Biar dia yang bicara sendiri kepadamu," timpal Yoga."Iskandar, apa yang kamu lakukan? Bukannya aku menyuruhmu jangan bertindak sembarangan?" tanya Apri."Aku ... aku cuma ingin mengambil Liontin Duo Naga," jawab Iskandar."Kenapa kamu mau liontin itu? Jangan-jangan untuk wanita itu?" Apri makin murka."Ayah, aku nggak bisa terima ini. Dia nggak pant

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 655

    "Aku punya banyak keturunan, nggak masalah kalau kehilangan satu. Tapi, Raja Naga cuma punya seorang putra. Kalau dia kehilangan putranya, dia nggak mungkin memaafkanmu untuk selamanya. Lima ... empat ... tiga ...." Apri mulai berhitung mundur. Sementara itu, Arya sibuk memohon.Iskandar mengancam Yoga, "Ayo, cepat buat keputusan. Ayahku orang yang tepat janji. Dia selalu melakukan semua yang dikatakannya."Lima detik telah berlalu, tetapi Yoga belum menyatakan keputusan. Apri berucap, "Sepertinya kamu sudah membuat pilihan. Pengawal, bunuh Arya!"Arya berteriak dengan putus asa dan meminta pertolongan dari Yoga. Pada akhirnya, Yoga berkata, "Bawa Arya kemari."Arya menghela napas lega. Dia hampir pipis di celana saking takutnya. Apri mendengus dan berujar, "Ternyata kamu punya kesadaran diri juga."Tentunya, Yoga tidak berniat untuk melepaskan Iskandar. Dia sudah membuat rencana. Yoga segera menelepon Raja Naga untuk memberitahunya semuanya.Raja Naga sontak murka. "Dasar anak durhaka

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 656

    Raja Naga hanya mengenakan pakaian tipis, bahkan ada rotan di belakang punggungnya. Jelas, dia minta dihukum. Raja Naga berkata, "Master, tolong hukum aku. Aku yang salah karena kurang mendisiplinkan putraku."Yoga mengangguk dan membalas, "Ini bukan kesalahanmu.""Master, nyawa putraku ada di tanganmu. Kamu nggak perlu sungkan-sungkan padanya," ujar Raja Naga lagi."Aku tahu harus gimana. Berdirilah," sahut Yoga."Baik." Raja Naga bangkit dan berdiri di samping layaknya anak kecil yang membuat kesalahan.Iskandar tentu tertegun melihatnya. Raja Naga adalah eksistensi yang lebih terkenal daripada Dewa Digdaya, tetapi berguru kepada Yoga tanpa paksaan apa pun. Sebenarnya sehebat apa Yoga ini?Beberapa saat kemudian, kedua tetua Sekte Torkas tiba dengan membawa Arya. Posisi Apri sangat penting sehingga dia tidak mungkin datang.Arya tampak bersimbah darah, tetapi semua hanya luka luar. Begitu melihat Raja Naga, Arya sontak berteriak, "Ayah, tolong aku ....""Dasar anak durhaka! Diam! Kal

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1303

    "Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1302

    "Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1301

    Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1300

    "Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1299

    "Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1298

    Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1297

    Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1296

    Seiring dengan tertidurnya Bimo, tidak ada jawaban sama sekali ketika Yoga memanggilnya dua kali. Dia benar-benar telah tertidur.Yoga bergumam dalam hati. Dia merasa sedikit tidak yakin. 'Satu bulan ... bisakah aku menemukannya?'Benda seperti itu, bahkan ketika Yoga sendiri masuk ke area terlarang, hanya bisa menemukan satu. Sementara dua benda yang tersisa ... dia sama sekali tidak memiliki petunjuk. Selain itu, kini dirinya juga telah menjadi target dari para penjaga gerbang.Setelah berpikir panjang, Yoga menyadari bahwa dia harus mempercepat langkahnya. Setelah melalui berbagai rintangan dalam perjalanan pulang, Yoga akhirnya kembali ke vila.Namun begitu masuk ke dalam, Yoga langsung melihat Sutrisno sudah duduk di ruang tamu. Dia sedang menunggunya dengan ekspresi penuh kegelisahan."Apa itu kamu? Sebenarnya kamu bukan? Apa kamu yang bunuh anggota Keluarga Husin?" tanya Sutrisno dengan nada cemas. Dia terus-menerus menekannya untuk memberikan jawaban.Yoga menghela napas. Dia m

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1295

    "Benar! Kita harus rebut kembali obat-obatan. Besi hitam nggak boleh jatuh ke tangan mereka!""Tapi ... di mana manusia hantu lainnya? Bukannya yang ada di sini kebanyakan hanya orang-orang dari Keluarga Husin?" Di tengah kerumunan, seseorang tiba-tiba mengajukan pertanyaan itu.Sutrisno membalas dengan santai, "Apa pedulimu? Mereka memang nggak pernah akur satu sama lain. Mungkin mereka langsung kabur begitu keadaan menjadi genting!"Mendengar itu, orang-orang yang ada di sana pun mengangguk-angguk seakan menerima penjelasan tersebut tanpa banyak berpikir.Winola melirik Sutrisno sekilas. Pikirannya penuh dengan beban berat. Di tempat ini, hanya dia dan Sutrisno yang memiliki hubungan dekat dengan Yoga. Mereka berdua sangat memahami kepribadian Yoga. Kemungkinan besar, Keluarga Husin telah dijebak olehnya.Tak lama setelah itu, orang-orang mulai bergerak. Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Keluarga Husin.Saat ini, Yoga duduk bersila dalam meditasi di kejauhan. Setelah beberapa

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status