Share

Bab 655

Penulis: Vodka
"Aku punya banyak keturunan, nggak masalah kalau kehilangan satu. Tapi, Raja Naga cuma punya seorang putra. Kalau dia kehilangan putranya, dia nggak mungkin memaafkanmu untuk selamanya. Lima ... empat ... tiga ...." Apri mulai berhitung mundur. Sementara itu, Arya sibuk memohon.

Iskandar mengancam Yoga, "Ayo, cepat buat keputusan. Ayahku orang yang tepat janji. Dia selalu melakukan semua yang dikatakannya."

Lima detik telah berlalu, tetapi Yoga belum menyatakan keputusan. Apri berucap, "Sepertinya kamu sudah membuat pilihan. Pengawal, bunuh Arya!"

Arya berteriak dengan putus asa dan meminta pertolongan dari Yoga. Pada akhirnya, Yoga berkata, "Bawa Arya kemari."

Arya menghela napas lega. Dia hampir pipis di celana saking takutnya. Apri mendengus dan berujar, "Ternyata kamu punya kesadaran diri juga."

Tentunya, Yoga tidak berniat untuk melepaskan Iskandar. Dia sudah membuat rencana. Yoga segera menelepon Raja Naga untuk memberitahunya semuanya.

Raja Naga sontak murka. "Dasar anak durhaka
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 656

    Raja Naga hanya mengenakan pakaian tipis, bahkan ada rotan di belakang punggungnya. Jelas, dia minta dihukum. Raja Naga berkata, "Master, tolong hukum aku. Aku yang salah karena kurang mendisiplinkan putraku."Yoga mengangguk dan membalas, "Ini bukan kesalahanmu.""Master, nyawa putraku ada di tanganmu. Kamu nggak perlu sungkan-sungkan padanya," ujar Raja Naga lagi."Aku tahu harus gimana. Berdirilah," sahut Yoga."Baik." Raja Naga bangkit dan berdiri di samping layaknya anak kecil yang membuat kesalahan.Iskandar tentu tertegun melihatnya. Raja Naga adalah eksistensi yang lebih terkenal daripada Dewa Digdaya, tetapi berguru kepada Yoga tanpa paksaan apa pun. Sebenarnya sehebat apa Yoga ini?Beberapa saat kemudian, kedua tetua Sekte Torkas tiba dengan membawa Arya. Posisi Apri sangat penting sehingga dia tidak mungkin datang.Arya tampak bersimbah darah, tetapi semua hanya luka luar. Begitu melihat Raja Naga, Arya sontak berteriak, "Ayah, tolong aku ....""Dasar anak durhaka! Diam! Kal

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 657

    "Hahaha! Memang anjing yang patuh!" Iskandar tertawa terbahak-bahak. Kemudian, dia berkata, "Arya, mulai hari ini ganti saja margamu. Kamu sah menjadi anggota Sekte Torkas."Arya merasa sangat berterima kasih. Dia menyahut, "Terima kasih atas restumu, Pak."Saat ini, terdengar helaan napas dari tengah-tengah kobaran api. Terlihat 2 sosok perlahan-lahan berjalan keluar. Mereka tidak lain adalah Yoga dan Raja Naga.Meskipun tubuh mereka menjadi hitam karena asap, tidak ada luka apa pun. Kejadian ini membuat Iskandar dan lainnya tak kuasa merinding.Bagaimana bisa kedua orang itu bertahan hidup di tengah ledakan? Parahnya, mereka bahkan tidak terluka! Tidak mungkin tubuh mereka lebih kuat dari baja, 'kan?Kekuatan Yoga telah mencapai tingkat bentala sekarang, sedangkan fisiknya telah mencapai tingkat jumantara. Ledakan seperti ini tidak akan bisa melukainya. Dia bahkan menggunakan fisiknya untuk melindungi Raja Naga. Jika tidak, Raja Naga mungkin akan terluka sedikit.Raja Naga memelototi

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 658

    Yoga terkekeh-kekeh dan berkata, "Kalau begitu, terima kasih atas hadiah luar biasa Pak Iskandar. Kematianmu nggak bakal sia-sia karena kamu menutupi kekuranganku dalam ilmu sihir."Iskandar tidak kuat lagi menghadapi ini. Dia berteriak histeris, "Beraninya kalian! Jangan macam-macam ya! Menyerap esensi darahku sama dengan melanggar hukum alam! Ka ... kalian nggak boleh melakukannya!""Kebetulan sekali, aku senang melanggar hukum alam!" Yoga terkekeh-kekeh. Kemudian, dia segera memerintahkan, "Raja Naga, saatnya beraksi.""Baik." Raja Naga sontak memukul dada Iskandar, lalu mengerahkan kekuatan menyerap yang luar biasa. Sekujur tubuh Iskandar menegang, aliran kabut darah keluar dari tubuhnya.Itu adalah esensi darah Iskandar. Raja Naga pun memasukkan semua esensi darah itu ke tubuh Yoga. Esensi darah berubah menjadi lahar yang membakar tubuh Yoga. Yoga bisa merasakan seluruh organ tubuhnya terbakar, membuatnya kesakitan hingga sesak napas.Namun, Yoga segera menyerap dan menyatukan sem

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 659

    Dengan kata lain, esensi darah itu adalah harapan dan masa depan Sekte Torkas. Jadi, kematian Iskandar sama dengan mengakhiri masa depan Sekte Torkas.Apri segera memberi tahu Dewa Digdaya apa yang terjadi. Setelah mendengarnya, Dewa Digdaya murka. Dia membentak, "Dasar bodoh! Bukannya sudah kubilang jangan bertindak gegabah? Gara-gara kebodohan kalian, Yoga jadi makin kuat sekarang. Kalau sampai rencanaku gagal, Sekte Torkas harus menanggung akibatnya!"Apri menghardik, "Jangan bertele-tele! Jalankan rencana kita sekarang. Sekalipun sekteku musnah, dendam putraku tetap harus dibalaskan!""Nggak boleh!" tolak Dewa Digdaya dengan lugas. "Sekarang belum waktunya. Kalau membuat Yoga makin berwaspada, kita hanya akan kalah telak!""Aku nggak peduli! Kamu nggak tahu betapa tragisnya kematian putraku!" pekik Apri dengan berang.Dewa Digdaya memperingatkan dengan serius, "Apri, sebaiknya dengarkan nasihatku. Kalau kamu bertindak semena-mena dan merusak rencanaku, aku bisa saja langsung memusn

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 660

    Jahanam Langit? Ternyata leluhur Jahanam Langit, salah satu penjaga Penjara Jahanam! Eksistensinya jelas setara dengan leluhur Jahanam Bumi!Tanpa diduga, pria tua seperti leluhur Jahanam Langit bersedia mendengar perintah Winola. Apri memang tidak tahu Winola mencari Yoga untuk membalaskan dendam Iskandar atau untuk merebut esensi darah. Yang jelas, dia ingin Yoga mati!Apri berkata, "Baik, Senior. Aku akan segera mengirim semua informasinya kepadamu." Dia sangat yakin Yoga akan mati dibunuh leluhur Jahanam Langit.Yoga kembali ke perkotaan. Tiba-tiba, Wenny meneleponnya dan bertanya, "Yoga, gimana?""Aku sudah mendapat liontin itu kembali," sahut Yoga."Syukurlah!" Wenny merasa sangat lega."Kenapa?" tanya Yoga."Tanpa liontin itu, ayah dan para pamanku kumat lagi. Mereka menggila dan ingin membunuh orang. Situasi sangat gawat," sahut Wenny.Yoga mengernyit. Sebenarnya dia ingin memutuskan hubungan dengan Wenny dan tidak ingin ikut campur urusannya lagi, tetapi masalah ini berkaitan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 661

    Yoga merasa agak terharu melihat sikap Wenny yang seperti ini. Dia menimpali, "Tenang saja. Mereka nggak bakal bisa melukaiku. Menjauh sedikit supaya kamu nggak terluka."Wenny berkata lagi, "Kamu nggak tahu apa yang telah mereka alami. Sudah banyak orang yang mati karena mereka ...."Sebelum Wenny selesai berbicara, ayah dan paman-pamannya mengerahkan seluruh energi internal mereka. Energi dahsyat sontak menyerbu ke arah Yoga dan Wenny.Dalam sekejap, Wenny merasa pusing dan sesak napas, bahkan mulai berhalusinasi. Wenny merasa dirinya berada di tengah-tengah lautan mayat dan lautan darah. Otak Wenny seperti akan meledak.Yoga membantu Wenny menahan sebagian besar tekanan itu. Tanpa bantuan Yoga, Wenny mungkin sudah mati karena tekanan itu.Yoga cukup terkejut. Kekuatan orang-orang ini jauh lebih hebat dari yang dibayangkannya. Faktanya, dia merasa agak tertekan.Entah apa yang dialami orang-orang ini. Bagaimana bisa energi mereka begitu tajam dan suram? Padahal, energi jahat Raja Nag

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 662

    Setelah pulang, Yoga mulai mempelajari Liontin Duo Naga. Ini adalah barang peninggalan orang tuanya. Pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya.Namun, setelah menghabiskan setengah hari, Yoga tidak menemukan apa pun dan hanya bisa menyerah.Yoga datang ke ladang obat. Tanaman obat tingkat sembilan yang ditanamnya sudah mulai berdaun dan seharusnya akan matang dalam waktu singkat.Begitu matang, Yoga bisa menggunakannya untuk mengobati penyakit kesepuluh tetua Aula Haima. Kekuatan tempur mereka pasti akan pulih.Saat ini, Yoga berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin kekuatan untuk bersiap-siap menyerang Penjara Jahanam.Hagi akan memimpin Sekte Hagisana. Selain itu, masih ada Pasukan Binatang Buas, para tetua Aula Haima, Raja Naga, dan pasukan kesepuluh jenderal itu. Pasukan Kirin juga sudah berkumpul berkat Token Suci Kirin. Hanya dengan perintah dari Yoga, mereka akan langsung beraksi. Selain itu, Yoga masih punya senior dan juniornya yang membantu.Meskipun demikian, Yoga tahu se

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 663

    Yoga dan Wilson bertemu di suatu forum medis internasional. Keduanya mempunyai perbedaan pendapat yang sengit tentang pengobatan tradisional dan enggan mengalah untuk satu sama lain.Pada akhirnya, Wilson mencari seorang pasien yang menderita epilepsi parah. Pengobatan modern gagal menyembuhkan pasien itu. Wilson mengatakan jika Yoga berhasil mengobatinya, dia akan berguru kepada Yoga.Alhasil, hanya dengan beberapa tusukan jarum, Yoga berhasil meredakan gejala pasien. Sesudah pengobatan 2 kali, epilepsi pasien itu pun tidak pernah kambuh lagi.Setelah kejadian ini, Wilson menjadi sangat mengagumi Yoga, bahkan menyingkirkan prasangka buruknya terhadap pengobatan tradisional. Dia juga menyatakan permintaan maafnya di majalah medis internasional.Wilson bersikeras untuk menepati janjinya, yaitu berguru kepada Yoga. Akan tetapi, Yoga malas meladeninya dan tidak menganggap serius taruhan itu. Tanpa diduga, Wilson malah merasa bangga dengan statusnya yang merupakan murid Raja Agoy yang Perk

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1303

    "Matilah!" Empat kultivator raja mengerahkan senjata ajaib mereka dan langsung melancarkan serangan.Dalam sekejap, langit seakan-akan runtuh. Bumi bergetar dan suasana menjadi mengerikan. Udara di sekitar dipenuhi dengan tekanan yang menyesakkan.Meskipun orang-orang di sekitar berdiri cukup jauh, mereka tetap bisa merasakan perubahan ini dengan jelas. Tatapan mereka penuh keterkejutan. Mereka hanya bisa terpaku menyaksikan pertempuran yang belum pernah mereka lihat seumur hidup."Meskipun Yoga berbakat luar biasa, dia pasti nggak punya harapan untuk bertahan hidup kali ini!" Begitulah yang ada di benak semua orang. Mereka hanya bisa menghela napas dalam hati.Hanya saja pada saat ini, terdengar suara keras. Tiba-tiba, kilatan petir muncul dan menyelimuti tubuh Yoga. Cahaya petir itu berkilauan luar biasa dan terlihat seperti zirah yang menyala dengan sinar terang."Ini ... apa sebenarnya yang terjadi?""Petir bisa digunakan seperti ini? Mustahil!""Apa yang dia latih? Kenapa kekuatan

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1302

    "Ternyata kamu seorang kultivator raja juga?" tanya keempat kultivator raja itu dengan ekspresi yang berubah dan tatapan yang aneh. Dengan kekuatan yang begitu luar biasa, Yoga sudah bisa berjalan dengan bebas di dunia kultivator kuno. Apalagi orang ini memiliki hubungan darah dengan mereka, ini adalah sebuah kesempatan yang langka bagi keluarga mereka."Bukankah kalian ingin membunuhku? Ayo maju," teriak Yoga dengan petir yang menyambar-nyambar dan aura yang kuat memenuhi ruangan itu."Yoga, kamu adalah keturunan dai Keluarga Kusuma. Kalau sekarang kamu berlutut untuk minta maaf dan menyerah, aku akan menerimamu kembali ke Keluarga Kusuma," kata salah satu kultivator raja Keluarga Kusuma dengan dingin."Ibumu adalah anggota Keluarga Husin. Asalkan kamu bersedia mengabdi pada Keluarga Husin, aku akan menerimamu dan ibumu kembali ke Keluarga Husin," teriak salah satu kultivator raja Keluarga Husin dengan lantang.Saat ini, kedua keluarga itu sudah bisa melihat kekuatan Yoga, mereka tent

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1301

    Yoga memegang kepala Samsul dan Timothy dengan kedua tangannya, lalu menghantamkannya ke lantai dengan keras.Bang!Samsul dan Timothy tergeletak di lantai dengan tubuh yang berlumuran darah dan tulang patah. Mereka memang masih hidup, tetapi hanya bisa bernapas saja. Mereka menatap Yoga dengan tatapan yang terkejut dan tidak percaya karena mereka benar-benar tidak menyangka Yoga akan begitu kuat. Hanya dalam beberapa saat saja, Yoga sudah berhasil mengalahkan mereka."Kalian masih belum cukup layak melawanku," kata Yoga dengan nada dan tatapan yang dingin. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan-lahan berbalik dan pergi.Saat sudah berada di luar pintu, Yoga melihat ke sekeliling yang sudah dipenuhi dengan orang-orang. Sebagian orang itu berasal dari Keluarga Kusuma dan Keluarga Husin, sedangkan sisanya adalah orang yang datang ke sana untuk menyaksikan pertempuran itu."Karena kalian sudah datang, keluarlah," teriak Yoga dengan lantang.Kerumunan orang itu langsung tertegun seje

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1300

    "Omong kosong. Sejak kapan kami bersekongkol dengan manusia hantu? Selain itu, kamu bilang dia ini Yoga?" tanya Samsul dengan ekspresi terkejut dan menatap Yoga dengan bengong.Suasana hati orang-orang dari Keluarga Kusuma menjadi rumit dan tatapan mereka menjadi makin tajam. Bagaimanapun juga, Yoga adalah sosok yang sudah membuat Keluarga Kusuma di dunia bela diri kuno rugi besar. Namun, sekarang orang ini ternyata berdiri di depan mereka dalam keadaan hidup."Huh! Nggak perlu banyak omong kosong. Serahkan Yoga atau kalian akan menjadi musuh Keluarga Husin," teriak Timothy dengan dingin."Kamu berani mengancamku? Keluarga Husin ternyata makin berani," kata Samsul dengan ekspresi dingin dan menggertakkan giginya. Sebagai sesama salah satu dari empat keluarga besar, dia tidak menerima Keluarga Husin berani mengancam Keluarga Kusuma.Saat ini, ekspresi semua orang yang berada di sana terlihat tegang dan suasana itu terasa makin panas.Tepat pada saat itu, Yoga kembali berulah dan berkata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1299

    "Apa?" Semua orang yang berada di tempat itu terkejut dan ekspresi mereka terlihat sangat muram."Siapa mereka?" tanya Samsul dengan nada dingin."Mereka ... adalah orang-orang dari Keluarga Husin," jawab bawahan itu.Dalam sekejap, ekspresi semua orang menjadi muram. Mereka saling memandang dengan mengernyitkan alis karena merasa gelisah."Ini .... Kamu orang dari Keluarga Husin ya?" tanya Samsul yang tiba-tiba menoleh dan menatap Yoga dengan mata yang bersinar.Pada saat itu, Yoga baru perlahan-lahan berdiri dengan ekspresi bangga, lalu tersenyum dingin dan berkata dengan tenang, "Aku rasa aku nggak perlu menyembunyikan identitasku lagi, aku adalah Olga Husin.""Dasar bajingan! Jadi kamu ini orang dari Keluarga Husin, ternyata semua ini adalah konspirasi dari Keluarga Husin," teriak Samsul dengan marah."Benar. Sekarang kalian sudah tahu pun nggak ada gunanya lagi, nggak ada yang bisa menyelamatkan kalian. Bersiaplah untuk mati," teriak Yoga dengan lantang dan aura yang menekan.Kata

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1298

    Di bawah arahan pemimpin pengawal itu, Yoga dibawa ke sebuah tempat yang terbuka. Sudah ada tiga puluhan ahli yang berdiri tegak di sana dan menatap Yoga dengan ekspresi serius. Sementara itu, seorang paruh baya sedang duduk di kursi dan menunggu dengan tenang."Aku Samsul dari Keluarga Kusuma. Kamu orang dari Rumah Lelang Diseto yang menjual besi hitam?" tanya Samsul sambil mengamati Yoga dari atas ke bawah dengan tatapan yang tajam karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pria yang seluruh tubuhnya tertutup ini. Aura di tubuh pria ini tidak terasa seperti orang tua, melainkan seorang pemuda.Sementara itu, tatapan Samsul yang tajam membuat Yoga merasa tidak nyaman.Yoga menjawab, "Benar, aku orangnya."Samsul berkata, "Barang yang kamu inginkan sudah siap. Kalau sudah setuju, kita bisa mulai bertransaksi sekarang."Yoga berkata, "Baiklah, tapi aku harus memeriksa barangnya dulu."Samsul pun menganggukkan kepala sebagai isyarat pada bawahannya.Tak lama kemudian, anggota Keluarga

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1297

    Yoga berdiri tegak dengan aura penuh wibawa. Ekspresinya serius saat berbicara demikian. Kata-katanya langsung membuat Sutrisno tertegun.Ini ... ini pasti hanya bercanda, 'kan? Sutrisno bahkan merasa seperti sedang berkhayal. Seandainya orang lain yang mengatakan hal itu, dia pasti sudah marah. Namun sayangnya, orang yang mengatakannya adalah Yoga.Dalam suasana tegang ini, sebuah suara jernih tiba-tiba terdengar. "Kalau begitu, aku besok bisa melakukan apa?" Suara itu berasal dari seorang wanita yang melangkah masuk dari pintu. Sosoknya anggun dan menawan. Itu adalah Winola.Sutrisno langsung tersentak. Matanya membelalak tak percaya ketika bertanya, "Kamu ... sudah dengar semuanya?""Ya." Winola tidak berniat menyangkalnya. Dia pun mengangguk ringan. Dia telah mendengar cukup banyak, bahkan bisa menebak bahwa Yoga pasti sedang merencanakan sesuatu untuk besok.Terutama saat mendengar rencana Yoga untuk mengguncang dunia kultivator kuno. Di dalam hatinya, semangatnya menggebu-gebu. D

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1296

    Seiring dengan tertidurnya Bimo, tidak ada jawaban sama sekali ketika Yoga memanggilnya dua kali. Dia benar-benar telah tertidur.Yoga bergumam dalam hati. Dia merasa sedikit tidak yakin. 'Satu bulan ... bisakah aku menemukannya?'Benda seperti itu, bahkan ketika Yoga sendiri masuk ke area terlarang, hanya bisa menemukan satu. Sementara dua benda yang tersisa ... dia sama sekali tidak memiliki petunjuk. Selain itu, kini dirinya juga telah menjadi target dari para penjaga gerbang.Setelah berpikir panjang, Yoga menyadari bahwa dia harus mempercepat langkahnya. Setelah melalui berbagai rintangan dalam perjalanan pulang, Yoga akhirnya kembali ke vila.Namun begitu masuk ke dalam, Yoga langsung melihat Sutrisno sudah duduk di ruang tamu. Dia sedang menunggunya dengan ekspresi penuh kegelisahan."Apa itu kamu? Sebenarnya kamu bukan? Apa kamu yang bunuh anggota Keluarga Husin?" tanya Sutrisno dengan nada cemas. Dia terus-menerus menekannya untuk memberikan jawaban.Yoga menghela napas. Dia m

  • Pembalasan sang Menantu Tertindas   Bab 1295

    "Benar! Kita harus rebut kembali obat-obatan. Besi hitam nggak boleh jatuh ke tangan mereka!""Tapi ... di mana manusia hantu lainnya? Bukannya yang ada di sini kebanyakan hanya orang-orang dari Keluarga Husin?" Di tengah kerumunan, seseorang tiba-tiba mengajukan pertanyaan itu.Sutrisno membalas dengan santai, "Apa pedulimu? Mereka memang nggak pernah akur satu sama lain. Mungkin mereka langsung kabur begitu keadaan menjadi genting!"Mendengar itu, orang-orang yang ada di sana pun mengangguk-angguk seakan menerima penjelasan tersebut tanpa banyak berpikir.Winola melirik Sutrisno sekilas. Pikirannya penuh dengan beban berat. Di tempat ini, hanya dia dan Sutrisno yang memiliki hubungan dekat dengan Yoga. Mereka berdua sangat memahami kepribadian Yoga. Kemungkinan besar, Keluarga Husin telah dijebak olehnya.Tak lama setelah itu, orang-orang mulai bergerak. Mereka berpencar untuk mencari keberadaan Keluarga Husin.Saat ini, Yoga duduk bersila dalam meditasi di kejauhan. Setelah beberapa

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status