“Sombong banget orang bernama Owen itu! Dia jelas-jelas sudah berjanji untuk datang, tapi malah tiba-tiba ingkar janji. Memangnya dia kira kakakku dan Keluarga Meriya itu apa?” seru Yunita dengan tidak senang.Yunita pada dasarnya sudah tidak begitu sabar saat menunggu kedatangan Owen bersama Hugo tadi. Ternyata, penantiannya memang sia-sia. Owen tidak datang dan hanya mengutus seorang wakil presdir perusahaannya datang kemari. Tindakannya itu jelas-jelas tidak menghormati kakaknya dan Keluarga Meriya. Jadi, wajar saja dia merasa marah.“Nona Yunita, jangan marah dulu. Pak Owen tiba-tiba punya urusan penting sehingga nggak bisa datang. Dia bukan sengaja mau ingkar janji. Aku gantikan dia untuk minta maaf, ya. Aku harap kalian bisa memakluminya,” jawab Owen sambil tersenyum rendah hati, tetapi diam-diam merasa agak tidak berdaya. Awalnya, Owen mengira hanya Hugo sendiri yang akan menyambutnya. Jadi, dia pun hendak menjelaskan situasinya pada Hugo dan menyuruh Hugo untuk tidak membocork
Dalam perjalanan ke aula utama, Hugo sengaja berjalan di belakang Yunita agar bisa diam-diam mendekati Owen. Kemudian, dia berbisik, “Pak Owen, ada apa ini? Kenapa kamu menyembunyikan identitasmu?”“Kali ini, aku datang ke Tonham Barat juga karena harus menangani hal lain. Jadi, aku nggak bisa mengungkapkan identitas asliku. Pak Hugo, aku harap kamu bisa merahasiakan identitasku,” jelas Owen secara singkat.Berhubung masalah mengenai Ketua Mafia Tonham Selatan terlalu rumit, Owen tidak mungkin bisa menjelaskannya secara menyeluruh pada Hugo. Jadi, dia hanya menjawab sebisanya.“Oke, aku mengerti. Jangan khawatir, aku pasti akan merahasiakan identitasmu,” jawab Hugo sambil mengangguk.Meskipun Owen tidak menjelaskan situasinya secara spesifik, Hugo juga tidak banyak bertanya karena itu adalah masalah pribadi Owen. Selain itu, Owen datang ke Tonham Barat untuk mewakili Grup Ora bekerja sama dengan Keluarga Yukari. Jadi, tidak ada bedanya Owen menggunakan identitas asli atau identitas seb
“Ternyata begitu!” Setelah mendengar penjelasan Hugo, Malik dan orang lainnya pun menunjukkan ekspresi kecewa. Tidak peduli siapa pun yang datang untuk mendiskusikan kerja sama di antara Grup Ora dengan Keluarga Meriya, efeknya sebenarnya sama saja. Namun, Gustari hanyalah seorang wakil presdir Grup Ora yang kedudukannya masih kalah jauh dari Owen. Di sisi lain, hampir semua tokoh terpenting Keluarga Meriya sudah berkumpul di aula utama dan bersiap untuk menyambut Owen. Akan tetapi, Owen malah hanya mengutus seorang wakil presdir perusahaannya untuk datang kemari. Hal ini mau tak mau membuat mereka merasa Owen agak merendahkan mereka dan membuat mereka merasa tidak senang.“Sombong banget anak itu! Kita semua sengaja berkumpul untuk menyambutnya karena tahu dia datang jauh-jauh. Tapi, dia malah sama sekali nggak menghormati kita!” seru seorang pria paruh baya beraura mengesankan yang berdiri di samping Malik dengan ekspresi tidak senang.Pria paruh baya ini tidak lain adalah Sonny,
“Ini ....”Setelah mendengar ucapan Sonny dan Harrison, Owen pun mengerutkan keningnya.Sebelumnya, Yunita juga sempat merasa marah karena hal ini. Namun, dia hanya mengomel dan tidak berniat jahat. Sementara itu, Sonny dan Harrison berbeda. Mereka bukan hanya menunjukkan sikap yang sangat arogan, juga mengucapkan kata-kata yang sangat ofensif. Sangat jelas bahwa mereka sama sekali tidak menghargai Grup Ora.Hanya saja, setelah mempertimbangkan bahwa dirinya yang terlebih dahulu melakukan kesalahan, Owen akhirnya tidak mengatakan apa-apa.“Om Sonny, jangan marah dulu. Sebenarnya, Pak Gustari itu kerabat dekat Pak Owen. Kali ini, Pak Owen terpaksa mengutus Pak Gustari kemari untuk menggantikannya mendiskusikan masalah kerja sama karena punya masalah mendesak. Dia bukan ingin menyinggung Keluarga Meriya,” ujar Hugo dengan terburu-buru untuk menengahi masalah ini. Bagaimanapun juga, ucapan Sonny dan Harrison sudah keterlaluan.Berhubung Owen sudah berpesan pada Hugo untuk tidak mengungkap
“Grup Ora berencana untuk mendirikan sebuah perusahaan cabang di Tonham Barat. Setelah itu, Grup Ora akan bertanggung jawab dalam mengurus pemurnian pil dan penjualan, sedangkan Keluarga Meriya bertanggung jawab dalam pengumpulan bahan obat dan promosi ...,” jelas Owen mengenai niatnya untuk mendirikan perusahaan cabang di Tonham Barat.Berhubung tidak memiliki koneksi dan fondasi di Tonham Barat, Owen pasti akan kesulitan untuk mendirikan perusahaan cabang di Tonham Barat maupun memasuki pasarnya dalam waktu singkat. Sementara itu, Keluarga Meriya adalah pemimpin keluarga besar terkemuka di Tonham barat yang memiliki kekuatan dan latar belakang mendalam.Dengan bekerja sama dengan Keluarga Meriya, masalah mendapatkan bahan obat dan promosi akan terselesaikan. Setelah itu, perusahaan cabang Grup Ora bisa dengan cepat memasuki pasar Tonham Barat dengan mudah.Di sisi lain, pil obat Grup Ora mengandung keuntungan bisnis dan pengaruh yang sangat besar sehingga orang-orang pasti akan mengi
“Apa? Nggak mungkin!” seru Owen dengan terkejut setelah mendengar ucapan Harrison.Awalnya, dia berencana untuk memberikan keuntungan sebesar 30% kepada Keluarga Meriya. Tak disangka, Harrison malah berencana untuk mendapatkan 70% keuntungan dan saham perusahaan cabang Grup Ora di Tonham Barat. Permintaannya itu benar-benar keterlaluan! Dia tidak mungkin menyetujui syarat yang tidak masuk akal itu.“Apanya yang nggak mungkin? Pak Gustari, kamu seharusnya tahu jelas bahwa saat ini, Grup Ora bukanlah apa-apa di Tonham Barat. Selain nggak punya perusahaan nyata, kalian juga nggak punya kekuatan apa pun. Kalau mau mendirikan perusahaan cabang di Tonham Barat dan berkembang dengan cepat, kalian harus mengandalkan pengaruh Keluarga Meriya.”“Dengan kata lain, kalian hanya perlu memurnikan obat dan sudah bisa mendapatkan keuntungan besar. Dengan kontribusi yang begitu minim, Keluarga Meriya sudah sangat berbaik hati dengan menyisakan keuntungan dan saham sebanyak 30% untuk kalian!” ujar Harri
“Nak, kamu jangan nggak tahu diuntung! Grup Ora hanyalah sebuah perusahaan farmasi kecil di Tonham Selatan. Kami sudah cukup berkompromi dengan mencetuskan pembagian keuntungan secara rata! Kamu jangan dikasih hati minta jantung!” bentak Sonny dengan ekspresi tidak senang setelah mendengar penolakan Owen lagi.Grup Ora memang sangat populer di Tonham Selatan dan telah menjadi perusahaan baru yang paling bersinar. Namun, ini adalah Tonham Barat yang berjarak sangat jauh dari Tonham Selatan. Sebelumnya, Keluarga Meriya belum pernah mendengar tentang reputasi Grup Ora atau memahami latar belakang dan situasinya. Satu hal yang mereka tahu jelas adalah, Grup Ora hanyalah sebuah perusahaan baru dan bukan milik keluarga besar terkemuka mana pun di Tonham Selatan.Terutama Sonny, dia merasa Grup Ora hanyalah sebuah perusahaan farmasi biasa yang tidak memiliki fondasi ataupun koneksi apa pun di Tonham Barat. Tanpa bantuan Keluarga Meriya, Grup Ora akan sangat kesulitan untuk memasuki pasar Tonh
“Nggak usah. Pak Malik, sebelum aku datang ke Tonham Barat, Pak Owen sudah menyerahkan seluruh tanggung jawab kerja sama ini padaku. Kami nggak akan bisa terima pembagian keuntungan secara rata,” jawab Owen dengan tegas.“Kalau begitu, bagaimana kamu mau membaginya?” tanya Malik dengan ekspresi muram. Dia merasa sangat tidak senang dengan Gustari yang hanyalah seorang kacung.“Kalau Keluarga Meriya bersedia bekerja sama dengan Grup Ora, pembagian keuntungannya masih sama seperti yang kukatakan sebelumnya, 80-20. Selain itu, kalian juga akan mendapat dividen perusahaan cabang Grup Ora di Tonham Barat sebesar 20%, tapi kalian nggak akan mendapatkan saham apa pun!” ujar Owen dengan lantang.Awalnya, Owen sudah berbaik hati dan berencana untuk membagi keuntungannya dengan perbandingan 70-30. Namun, Keluarga Meriya malah begitu serakah dan juga arogan. Mereka sama sekali tidak menghormati Grup Ora dan tidak menunjukkan ketulusan untuk bekerja sama. Meskipun sangat sabar, Owen juga mau tak m