Sontak saja, semua yang ada di sana terkejut mendengar Lucas adalah tamunya Angeline.
Dengan raut wajah terkejut, Bella bertanya, “Apa? Dia temanmu? Kenapa kamu bisa berteman dengan orang rendahan?”
“Kenapa? Dia adalah karyawan perusahaan kita. Secara langsung, dia membantu kita mendapatkan uang selama ini. Jadi, kenapa aku tidak boleh berteman dengannya?” kata Angeline.
“Dia itu hanyalah karyawan kontrak. Tidak pantas anggota Keluarga Jordan berteman dengannya,” kata Bella sambil melirik tajam ke arah Lucas.
Dengan dingin, Angeline berkata, “Dia bukan hanya sekedar teman.”
Bella mengerutkan keningnya. “Jangan bilang kalau kalian berpacaran?”
Angeline tidak menjawab pertanyaan itu. Dia menarik tangan Lucas dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, terlihat sudah ramai. Beberapa anggota Keluarga Jordan terlihat sedang berbincang-bincang satu dengan yang lainnya.
Ketika Angeline dan Lucas masuk, semua menjadi sunyi. Fokus mereka tertuju kepada dua orang yang baru datang itu.
Angeline membawa siapa? Apakah dia sopir barunya?
Pria itu terlihat miskin. Kenapa Angeline membawanya masuk?
Angeline baik hati sekali. Dia membawa seorang gelandangan untuk membantu asisten rumah tangga mencuci piring dan mengepel lantai.
Seorang wanita yang mengenakan gaun putih dengan belahan dada panjang, berjalan menghampiri Angeline. Dia adalah Sabrina.
“Angeline! Kenapa kamu membawa gelandangan ke sini?” tanya Sabrina.
“Dia bukan gelandangan, Sabrina. Dia adalah Lucas, karyawan kontrak di Perusahaan Liquid,” terang Angeline.
“Dia adalah pacarnya.”
Bella menjawab pertanyaan Sabrina sambil berjalan masuk.
“Kamu tidak percaya, bukan? Wanita yang dikatakan banyak orang sebagai yang tercantik di keluarga kita berpacaran dengan orang rendahan,” lanjut Bella sambil tertawa.
Wajah Angeline merah. Jelas, ini adalah sebuah penghinaan.
“Hahaha … konyol sekali, Angeline. Di saat semua cucu nenek memiliki pasangan dengan latar belakang bagus, kamu malah memilih seorang karyawan kontrak,” kata Sabrina, terkekeh.
Jeremy, sepupu Angeline yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di Perusahaan Liquid, datang menghampiri.
Wajahnya tampak sangat serius.
“Apa maksudmu, Angeline! Apa kamu berencana untuk mempermalukan Keluarga Jordan?” tanya Jeremy dengan suara yang bergetar.
“Lihat orang ini. Dia begitu menjijikan. Hanya melihat sekilas saja, semua orang pun akan tahu kalau dia itu orang miskin,” lanjutnya.
Angeline melingkarkan tangannya di lengan Lucas sambil berkata, “Cinta datang begitu saja tanpa bisa dikendalikan. Lagipula, apa salahnya menikah dengan seorang karyawan kontrak? Bukankah dia masih bisa berjuang untuk mendapatkan kejayaan?”
Lucas terperanjat mendengarnya. Dia pun baru paham dengan alasan kenapa Angeline memintanya untuk datang ke rumah Keluarga Jordan.
‘Ini sama saja menyeretku ke medan perang!’
“Cih! Omong kosong! Orang sepertinya tidak akan mungkin bisa sukses. Dia hanya akan menjadi racun dan menggerogoti keluarga kita,” kata Jeremy dengan mata yang terbuka lebar.
“Selain itu, nenek sudah menentukan Maximus Benedict sebagai suamimu,” lanjut Jeremy.
“Tidak mau! Aku mencintai Lucas dan kami akan segera menikah,” tolak Angeline.
Jeremy meradang. Jika Angeline tidak menikah dengan Max, maka Keluarga Benedict tidak akan jadi berinvestasi. Itu artinya perusahaan akan kolaps.
Jeremy mengayunkan tangannya untuk menampar Angeline.
Namun dengan cepat, Lucas menahan tangan Jeremy.
“Jika kamu berani menyentuh Angeline, aku akan membuatmu cacat!” ancam Lucas.
Semua orang terkejut. Karyawan kontrak itu berani mengancam Jeremy?
Lucas memelintir tangan Jeremy, membuat pria itu berteriak kesakitan.
Angeline sedikit panik sekarang. Meskipun dia tahu jika Lucas sedang membelanya, dia menilai Lucas berlebihan.
“Sayang, lepaskan! Kalau tangannya patah, dia tidak bisa bekerja,” kata Angeline, berusaha sebisa mungkin untuk lembut.
Detik ini, terlihat seorang wanita tua yang rambutnya masih hitam legam karena rajin diwarnai, berjalan ke tengah ruangan.
Melihat sang nenek datang, Jeremy langsung mengadukan apa yang dilakukan oleh Lucas padanya dan juga mengenai hubungan Angeline dengan Lucas.
Sang nenek, Lisa, mendidih saat mendengar Angeline memiliki kekasih miskin.
“Angeline! Kurang ajar sekali kamu! Bagaimana bisa kamu menaruh kotoran di wajah nenek?” geram Lisa.
Angeline menggenggam lengan Lucas dengan lebih keras. Dia sedang berusaha menutupi kegugupannya.
“Aku mencintainya, Nek. Bukankah kata Nenek, aku harus segera menikah agar menarik rezeki?” kata Angeline.
Seorang pria paruh baya, datang menghampiri. Dia adalah Ryan Jordan, ayahnya Angeline.
“Dari kecil sudah hidup enak. Semua fasilitas diberikan dan kamu juga diberikan jabatan direktur oleh nenek. Tapi balasanmu sungguh memalukan. Tidak tahu terima kasih!”
Ryan kemudian menoleh ke arah Lucas. Matanya melotot dan jarinya menunjuk wajah Lucas. “Cepat tinggalkan anakku! Kamu sama sekali tidak pantas untuknya bahkan untuk debu yang menempel di sepatunya pun, tidak.”
Angeline bergerak maju dan berusaha menutupi Lucas, menjadi tameng.
“Angeline!” panggil Lisa yang kini telah duduk di sofa.
Wajahnya sangat serius. Jika sudah seperti ini, hanya ada dua pilihan; patuh terhadap semua perintahnya atau dicoret dari daftar keluarga.
“Aku sudah menjodohkanmu dengan Maximus Benedict. Menikah dengannya akan membuat semuanya berjalan lebih baik. Dia akan membantu perusahaan kita keluar dari krisis. Jadi, jangan membantah!”
“Nenek, dia itu adalah pria hidung belang. Aku tidak mungkin menikah dengannya,” kata Angeline.
“Tak perlu pedulikan seberapa banyak wanitanya, yang harus kamu pedulikan hanyalah hartanya saja. Dia sudah berjanji akan memberikan investasi 50 Miliar kepada perusahaan kita. Selain itu, ini adalah bagian menariknya. Dia akan membantu kita agar bisa mendapatkan investasi dari perusahaan yang berpusat di ibukota negara, Perusahaan Golden Star,” ucap Lisa, serius dan bersemangat.
“Perusahaan Golden Star?” tanya Lucas, spontan.
Perusahaan Golden Star tidak asing bagi Lucas. Itu adalah perusahaan yang dia bangun dari nol saat dia menjadi seorang Raja Mafia selama 5 tahun.
Di bawah kepemimpinannya, Perusahaan Golden Star berkembang pesat dan sekarang memiliki nilai valuasi 5 ribu Triliun.
Semenjak dia kembali ke kampung halaman untuk merawat sang ibu, perusahaan itu dipegang oleh kaki tangannya, Jack Will.
Lisa mengangguk. Lalu dia berkata, “Perusahaan Golden Star baru saja mengumumkan kalau mereka akan berinvestasi di Provinsi Everdale dan Kota Verdansk menjadi fokus utama.”
Lucas tersenyum mendengarnya. Dengan penuh percaya diri, dia berkata, “Bagaimana jika Angeline bisa mendapatkan investasi dari Perusahaan Golden Star, apa yang akan dia dapat sebagai imbalannya?”
Mendapatkan investasi dari Perusahaan Golden Star bukanlah perkara mudah. Sebab, sudah pasti banyak perusahaan besar yang ikut dalam persaingan. Terlebih kondisi Perusahaan Liquid yang belum stabil, membuat kesempatan mendapatkannya menjadi sempit.
Meskipun dibantu oleh Max, belum tentu juga bisa mendapatkannya apalagi seorang karyawan kontrak?
Pertanyaan itu membuat gempar suasana. Hampir semuanya menilai Lucas sedang membual.
Cibiran pun mulai terdengar. Mereka menilai kalau Lucas tidak bisa berkaca.
“Jika Angeline bisa mendapatkannya maka aku akan mengangkat dia sebagai Wakil Direktur, menjadi penanggung jawab proyek dan menambahkan dividen atas nama Angeline,” jawab Lisa, asal-asalan saja.
“Bisakah Bu Lisa membatalkan perjodohannya dengan Max dan membiarkan Angeline memilih jodohnya sendiri?” Lucas menawar.
“Tentu!”
Lisa menilai jika Angeline tidak akan bisa mendapatkannya. Jadi dia berani bertaruh.
Lucas menoleh ke arah Angeline dengan senyum yang merekah lebar. “Ambil saja. Aku akan membantumu mendapatkan investasi itu.”
Seketika seisi ruangan menjadi hening. Namun beberapa saat kemudian, ruangan itu kembali meledak dengan gelak tawa. “Hahaha … konyol sekali. Apa kamu pikir mendapatkan investasi semudah bermain permainan monopoli?” Bella terkekeh. “orang miskin memang tidak tahu apa-apa tentang bisnis.” “Cih! Kamu pikir, kamu adalah orang hebat dengan relasi luas dan kuat? Kamu itu hanya seorang karyawan kontrak. Kesempatan kamu untuk mendapatkannya tertutup rapat,” kata Jeremy. “Aku dengar, lebih dari setengah perusahaan di Provinsi Everdale telah mengajukan investasi dan kebanyakan adalah perusahaan dengan valuasi di atas Perusahaan Liquid. Memangnya, apa caramu supaya bisa dapat investasi? Mengemis seperti keahlianmu? Atau menjadi alas kaki? Percuma saja, itu tidak akan bisa,” kata Sabrina sambil mengangkat sebelah bibirnya. Cemoohan datang juga dari yang lainnya. Seolah semua orang ingin mengomentari “kekonyolan” Lucas. “Aku kenal dengan orang-orang yang ada di sana. Presiden Direkturnya dulu
Angeline memejamkan matanya tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Aroma tubuh Lucas, membuatnya nyaman dan tenang.Angeline merasakan ada sesuatu yang menyentuh tubuhnya secara perlahan, mulai dari pundak, turun ke dada hingga sampai ke pinggangnya, membuat bulu kuduknya berdiri.“Nah, sudah. Bu Angeline tidak boleh menyetir tanpa menggunakan sabuk pengaman,” ucap Lucas.Sontak saja, Angeline langsung membuka matanya, terkejut karena yang terjadi ternyata bukan seperti yang dia pikirkan.‘Jadi, dia hanya ingin memakaikan aku sabuk pengaman? Bukan ingin menyentuhku?’ batin Angeline.Bercampur antara rasa kesal dan malu, Angeline mendorong tubuh Lucas dengan cukup keras.“Sana pergi!”Lucas mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti kenapa Angeline marah kepadanya, padahal dia melakukan perbuatan baik.“Kenapa Bu Angeline marah?” tanya Lucas dengan polosnya.“Ehm … ya itu … kamu. Kenapa kamu dekat-dekat dengan tubuhku? Mau mencari kesempatan dalam kesempitan lagi?” Angeline mencari alas
Mendengar tempat yang selama bertahun-tahun menjadi “rumah” baginya sedang berada dalam masalah besar, membuat Lucas marah. Apalagi ketika mengetahui kalau rakyat juga terkena dampaknya, membuat Lucas tambah geram.Namun, tidak semudah itu memutuskan untuk kembali. Ada banyak hal yang dipertimbangkan, dan yang paling utama adalah ibunya.“Berapa lama kira-kira kalian bisa bertahan?” tanya Lucas.“Jika kekuatan mereka masih sama, kami bisa bertahan setidaknya sampai 6 bulan ke depan. Tapi, kemungkinan untuk Veleno hancur, bisa lebih cepat lagi karena setiap hari mereka bertambah kuat,” ucap Axel dengan mimik wajah yang cemas. “oleh karena alasan itulah aku datang mencarimu, The Obsidian Blade. Kami sangat membutuhkanmu.”Lucas menganggukkan kepalanya. Lalu, dia berkata, “Sampaikan kepada Angelo, aku akan kembali di waktu yang tepat. Untuk sekarang, kalian bermain aman saja dan jangan membuat keributan mencolok. Minimalisir gesekan dengan Organisasi Dominus Noctis maupun organisasi mana
Lucas terperanjat karena melihat sosok wanita menyebalkan yang kemarin dia temui. “Kamu! Untuk apa kamu ke sini? Apa kamu memata-matai aku?” tanya Magdalena dengan tatapan mata yang tajam. Dengan ekspresi wajah yang malas, Lucas menjawab, “Jangan kepedean. Untuk apa aku mencarimu? Aku ke sini karena aku ingin bertemu dengan pemilik restoran ini.” Magdalena mengerutkan keningnya. Lalu dia berkata, “Untuk apa kamu ingin bertemu denganku? Katanya kamu tidak mengikutiku? Dasar penipu ulung!” Lucas terkejut ketika mengetahui Magdalena adalah pemilik restoran tersebut. “Oh, jadi pemiliknya adalah kamu. Bagus kalau begitu, jadi aku bisa langsung bicara,” kata Lucas. Magdalena menyilangkan tangan di dada. Wajahnya tampak meremehkan. “Apa yang mau kamu bicarakan? Mau minta pekerjaan?” tanya Magdalena. “Aku sudah memiliki pekerjaan. Kedatanganku ke sini karena aku ingin protes mengenai pembangunan atau renovasi restoranmu ini. Debu yang dihasilkan sangat parah sekali. Banyak warga yang
Seorang pria datang dan langsung menghampiri Magdalena dan Lucas.“Ada apa ini?” tanya seorang pria yang memiliki suara berat. Dia adalah Albin.Magdalena melirik Lucas dengan mimik wajah kesal. “Kak, orang itu datang ke sini dan membuat keributan. Dia bilang kalau renovasi restoran membuat masalah untuk warga. Padahal semuanya sudah berjalan dengan baik.”Karena posisinya masih ada di belakang Lucas, Albin pun maju dua langkah untuk bisa melihat siapa yang sudah membuat keributan di restoran adiknya.Saat dia menoleh, dia terkejut mendapati Lucas.“Lucas?”Lucas pun masih mengingat wajah Albin dengan baik.“Kamu … Albin? Kepala pengawal pria tua itu?”“Namanya Giorgio Moratta. Dia adalah Wakil Ketua Serikat Dagang,” terang Albin.Lucas mengangguk-angguk kepalanya.Magdalena terkejut mengetahui kakaknya telah lebih dahulu mengenal Lucas.“Kakak mengenalnya?” tanya Magdalena.Albin mengangguk sambil berkata, “Ya, aku mengenalnya. Tapi baru satu kali bertemu.”Magdalena sedikit lega men
Lucas merasakan ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Karena beberapa hari yang lalu Angeline hampir saja meninggal, membuatnya mencemaskan keselamatan wanita itu.“Aku harus ke pabrik A. Di sana sedang ada keributan,” jawab Angeline sambil membuka pintu mobil.“Keributan apa? Para pekerja demo?” tanya Lucas, penasaran.Angeline menunda untuk masuk ke dalam mobil. Dia menoleh ke arah Lucas dan menjelaskan, “Ada organisasi mafia yang mengacau. Katanya setoran kepada mereka tidak masuk selama 2 bulan dan penanggung jawab pabrik bersikap tidak baik kepada mereka. Jadi, sekarang mereka membawa pasukan lebih dari 100 orang untuk menyerbu pabrik.”“Organisasi mafia? Organisasi apa?” tanya Lucas.Angeline menggelengkan kepalanya sambil menjawab, “Tidak tahu. Tapi informasi yang aku dapat, pemimpin mereka adalah Enrique.”Lucas mengerutkan keningnya. Dia berusaha mengingat siapa mafia yang memiliki nama Enrique di Kota Verdansk. Namun, buntu. Dia tidak mengingat siapapun.“Aku pergi dulu!” uc
Dalam pikiran Jeremy, jika Lucas berhasil meredam para mafia itu sangat bagus. Tapi jika dia mati di depan sana, itu juga menjadi sebuah keuntungan baginya.Selain Lucas adalah orang yang menjadi penghambat rencana penjodohan Angeline dan Max, pria itu juga sudah merendahkannya di pertemuan keluarga kemarin.“Baiklah, aku akan menemui mereka,” kata Lucas.“Aku ikut!” ucap Angeline.Angeline tidak bisa membiarkan tanggung jawab yang besar ini diberikan kepada Lucas. Meskipun hubungannya dengan Lucas adalah palsu, tapi dia tidak rela jika Lucas terluka.Selain itu, jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Lucas maka rencananya pun akan berantakan.“Jangan! Aku tidak memberikanmu izin!” larang Jeremy.“Aku tidak bisa membiarkan Lucas pergi ke sana sendirian. Dia adalah calon suamiku,” kata Angeline dengan mantap.“Cih! Bodoh!” umpat Jeremy. “apakah kamu tidak bisa berpikir jernih, Angeline? Di sana berbahaya.”“Bukankah di sana juga berbahaya untuk Lucas?” Angeline bertanya dengan tatapa
Di depan lebih dari 100 mafia, Lucas berani mengancam Josh. Bahkan perkataannya itu diiringi dengan tindakannya yang memelintir tangan Josh.“Aarggh … bajingan! Mau cari mati!” Josh meringis namun sambil mengumpat.“Bukan aku yang cari mati, tapi kamu!” ucap Lucas.Aura gelap sontak keluar dari tubuh Lucas saat ini. Dia tidak bisa mentolerir segala bentuk pelecehan terhadap Angeline.“Lepaskan aku atau kamu akan menerima akibatnya!” ancam Josh kembali sambil berusaha melepaskan diri. “aku adalah Panglima Organisasi Lumos. Kami bisa menghabisimu dalam waktu sekejap!”Para anggota mafia yang melihatnya sontak langsung bersiap. Mereka bahkan langsung melepaskan para satpam yang sedang berhadapan dengan mereka.Satu perintah saja yang dikeluarkan oleh Josh, mereka semua akan bergerak.Angeline memegang tangan Lucas, mencoba untuk meredakan amarah Lucas sehingga dapat melepaskan Josh.“Lucas! Jangan gegabah. Lepaskan dia!” seru Angeline, cemas.Bagaimana tidak takut? Yang saat ini sedang d
Kesunyian yang melingkupi ruangan itu begitu mencekam. Aura kekuasaan Raja Verdansk terasa semakin menekan setiap detik yang berlalu.Dari singgasananya yang megah, sang raja menatap tajam ke arah dua pria yang berdiri di hadapannya. Tatapannya tidak menunjukkan emosi, tetapi ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat John dan Matteo merasa seakan mereka sedang dihakimi.Bagi Raja Verdansk, pertemuan seperti ini adalah sesuatu yang membuang waktu. Dia tidak suka berbasa-basi, tidak tertarik mendengarkan keluhan orang lain. Tetapi, setelah mendengar laporan bahwa Matteo telah berusaha tujuh kali untuk menemuinya, rasa penasarannya sedikit terusik.Lagi pula, yang diketahui olehnya, Matteo bukan orang sembarangan. Dia adalah ketua Serikat Dagang, organisasi paling berpengaruh di Kota Verdansk dan menjadi salah satu lumbung pendapatannya.Namun, yang membuat Raja Verdansk akhirnya memutuskan untuk menerima pertemuan ini bukanlah karena kesetiaan Matteo, melainkan untuk memahami kenapa
Luki duduk dengan santai di ruang tamu, senyum tipis terukir di wajahnya. Dia baru saja mendapat kabar dari Matteo yang membuatnya senang dan penuh semangat.Di tangannya masih ada gelas berisi anggur merah. Dia menggoyangkannya perlahan, matanya menatap cairan itu dengan penuh antisipasi.Langkah kaki terdengar dari arah pintu masuk.Ashton baru saja pulang kerja, jasnya masih rapi, tetapi ekspresinya terlihat lelah. Begitu dia melihat Luki duduk dengan ekspresi mencurigakan, alisnya langsung terangkat.“Ada apa? Kenapa senyum-senyum seperti itu?” tanya Ashton sambil melepas jasnya dan menggantungnya di sandaran sofa.Luki meneguk sedikit anggurnya sebelum menjawab, “Kak, sesuatu yang hebat akan segera terjadi.”Ashton mengernyit. Dia tidak menyukai cara bicara Luki yang penuh misteri.“Apa maksudmu?” tanya Ashton.Luki tersenyum lebih lebar. “Balas dendam akan segera terlaksana.”Ashton langsung menegang. Pikirannya langsung tertuju pada satu nama.“Balas dendam kepada Lucas?” tanya
Lucas tetap berjongkok di balik semak-semak, matanya tidak pernah lepas dari istana mewah itu. Lampu-lampu temaram di sekeliling gedung menciptakan bayangan panjang yang bergerak pelan mengikuti tiupan angin malam.Di sebelahnya, Sam mulai gelisah. “Jadi … kita cuma akan diam di sini?” bisiknya.Lucas tidak menjawab. Pertanyaan itu telah ditanyakan oleh Sam sebelumya, jadi Lucas tidak perlu lagi untuk menjawab karena membuang-buang energi saja.Lucas masih mengamati setiap detail pergerakan di depan vila. Dia terpikir untuk mengambil beberapa foto dan video sebagai bukti.Namun saat ponselnya dikeluarkan, ada panggilan suara masuk. Tidak ada suara dan tidak ada getaran karena memang Lucas mengatur ponselnya agar sunyi. Dia tidak ingin ada gangguan saat sedang mengawasi Matteo dan John.Di layar ponselnya nama Troy terpampang di sana. Lucas mendesah pelan. Troy sudah meneleponnya sepuluh kali. Tanpa ragu, Lucas akhirnya menerima panggilan itu.‘Apa yang terjadi, The Obsidian Blade? Ke
Di balik bayangan pepohonan, Lucas tetap berjongkok dengan tenang. Matanya fokus pada vila besar di depan mereka, sementara di sampingnya, seorang pemuda bernama Samuel tampak gelisah.Samuel, atau yang biasa dipanggil Sam, masih tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Dia hanya seorang pengendara motor biasa yang tiba-tiba diseret ke dalam situasi ini.Sam menelan ludah, lalu berbisik, “Hei, kita sudah sampai di sini. Sekarang bisa jelaskan, kenapa kita mengikuti orang itu?”Lucas tetap diam, matanya tidak berkedip sedikit pun.Sam melirik Lucas dengan ragu. “Dengar, aku memang butuh uang, tapi aku tidak mau terlibat dalam sesuatu yang berbahaya. Kamu bahkan belum memberitahuku siapa pria yang kita ikuti.”Lucas akhirnya menoleh ke arah Sam, sorot matanya tajam dan dingin. Aura berbahaya keluar dari tubuhnya begitu saja, membuat Sam langsung merasa tidak nyaman.Jantung pemuda itu berdetak lebih cepat. Seolah-olah dia baru saja menantang seekor harimau di tengah hutan.“Ad
Pada awalnya Lucas ingin membiarkan Matteo pergi. Namun dia juga mengingat lagi tentang keresahan hatinya tentang Lucas bebepaa hati yang lalu.Lucas menatap jalanan yang macet dengan rahang mengeras. Matteo sudah menghilang dari pandangan mereka, dan itu membuat nalurinya berteriak.“Baiklah Troy. Kejar dia!” perintah Lucas dengan suara tegas.Troy tersenyum. Inilah yang diinginkan olehnya. Yaitu menghukum Matteo dengan keras.Tanpa membuang waktu, Troy pun langsung menginjak pedal gas, mencoba menyalip kendaraan di depannya.Awalnya dia cukup mulus untuk melewati mobil-mobil di depannya meski sedang padat. Namun pada akhirnya, kondisi jalanan tidak berpihak kepada mereka. Lalu lintas menjadi semakin pada sehingga tidak ada ruang untuk menyalip lagi.Terdengar klakson kendaraan bersahutan, menciptakan kekacauan di jalan utama kota Verdansk.Troy mengumpat pelan. “Sial. Mobilnya tidak terlihat lagi.”Lucas menyipitkan matanya, berusaha mencari tanda-tanda keberadaan Matteo. Dia tahu b
Di dalam kantornya, Matias membaca pesan dari Randy dengan ekspresi serius. Dia langsung menghubungi rekannya itu via panggilan suara.‘Apa maksudmu dengan ‘orang ini berbahaya’?’ tanya Matias tanpa basa-basi begitu Randy menjawab panggilan suaranya.Di seberang telepon, Randy mendesah. ‘Dia bukan orang yang bisa kita kendalikan. Dia dingin, profesional, dan tidak tertarik dengan tawaran apa pun. Hal ini terlihat jelas saat dia berkunjung ke divisiku.’Matias mengernyit. ‘Jadi kita tidak bisa melobinya? Atau hanya belum tahu saja celahnya?‘Sepertinya akan sulit,’ jawab Randy. ‘aku sudah mencoba mengajaknya makan malam untuk mengenalnya lebih jauh, tapi dia langsung menolak dengan tegas seperti dia tahu apa rencanaku. Dia bukan tipe yang bisa dijebak dengan cara biasa.’Matias menyandarkan tubuhnya ke kursi, berpikir dengan keras.‘Hmmm … jalau begitu, kita harus tahu apa yang membuatnya bergerak,’ kata Matias akhirnya. ‘aku akan mencari tahu berapa gaji dan bonus yang dia dapat setia
Di dalam kantornya, Matias membaca pesan dari Randy dengan ekspresi serius. Dia langsung menghubungi rekannya itu via panggilan suara.‘Apa maksudmu dengan ‘orang ini berbahaya’?’ tanya Matias tanpa basa-basi begitu Randy menjawab panggilan suaranya.Di seberang telepon, Randy mendesah. ‘Dia bukan orang yang bisa kita kendalikan. Dia dingin, profesional, dan tidak tertarik dengan tawaran apa pun. Hal ini terlihat jelas saat dia berkunjung ke divisiku.’Matias mengernyit. ‘Jadi kita tidak bisa melobinya? Atau hanya belum tahu saja celahnya?‘Sepertinya akan sulit,’ jawab Randy. ‘aku sudah mencoba mengajaknya makan malam untuk mengenalnya lebih jauh, tapi dia langsung menolak dengan tegas seperti dia tahu apa rencanaku. Dia bukan tipe yang bisa dijebak dengan cara biasa.’Matias menyandarkan tubuhnya ke kursi, berpikir dengan keras.‘Hmmm … jalau begitu, kita harus tahu apa yang membuatnya bergerak,’ kata Matias akhirnya. ‘aku akan mencari tahu berapa gaji dan bonus yang dia dapat setia
Suasana di ruang rapat BQuality Group begitu tegang. Mata-mata penuh kecurigaan tertuju pada pria yang berdiri di depan ruangan, Nero. Dengan jas hitam rapi dan postur tegap, dia memancarkan aura otoritas yang sulit diabaikan.Jack Will melangkah maju, mengedarkan pandangan tajam ke setiap orang di ruangan. Dia tahu kehadiran Nero akan menimbulkan reaksi, terutama dari orang-orang yang selama ini merasa aman dalam permainan mereka sendiri."Posisi ini," kata Jack Will dengan suara tenang namun tegas, "dibentuk untuk menjamin transparansi dan integritas dalam perusahaan kita. Kita tidak bisa membiarkan ada celah bagi siapa pun untuk memperkaya diri dengan cara yang kotor."Ucapan itu seperti tamparan bagi beberapa orang di ruangan, terutama Randy dan Matias. Mereka tidak bereaksi secara langsung, tetapi rahang mereka mengeras.Jelas bagi mereka, keputusan ini adalah langkah untuk menjegal mereka. Sesuatu yang sangat tidak membuat mereka nyaman.Jack Will melanjutkan, "Sebagai Head of B
Angeline cemas jika Lucas melakukan sesuatu yang jauh. Semenjak Lucas memiliki sasana Brotherhood, Angeline cemas jika Lucas akan melakukan kekerasan fisik kepada orang yang tidak disukai.Lucas menatap Angeline, matanya berkilat tajam. “Aku ingin Randy dan Matias kapok dan tidak bermain-main lagi.”Angeline menghela napas panjang. Dia tahu Lucas tidak akan tinggal diam setelah mendengar ancaman itu. Tetapi dia juga tidak ingin segalanya menjadi semakin runyam.“Kumohon, Lucas.” Angeline menatapnya serius. “jangan main kekerasan. Aku tidak mau membuat masalah ini semakin besar. Aku juga tidak mau berurusan dengan polisi.”Lucas mendengus kecil, menatap Angeline dengan ekspresi tenang namun berbahaya. “Aku tahu bagaimana cara menangani mereka. Percayalah, aku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa menyeretmu ke dalam masalah.”Angeline tetap menatapnya, berusaha mencari kebenaran dalam kata-katanya. Lucas memang licin. Dia tidak akan bertindak tanpa perhitungan. Namun tetap saja, ini t