Share

Bab 85

Penulis: Lalita
Seolah-olah tidak menyangka Rhea akan sadar di saat seperti ini, pria yang didorongnya hingga terjatuh dari atas tempat tidur itu pun tidak bisa menahan diri dan mengumpat.

"Siapa kamu?!"

Sambil mundur, Rhea meraba-raba barang-barang yang ada di sekitarnya, lalu melemparkannya ke arah pria itu. Ekspresi panik dan ketakutan tampak jelas di wajahnya.

Pria itu tertawa dingin dan berkata dengan nada bicara mesum, "Aku adalah orang yang bisa memuaskanmu."

Saat berbicara, dia langsung menerjang ke arah Rhea.

Di sudut ruangan, ada sebuah titik kecil yang sedang berkedip, merekam segala sesuatu yang terjadi di dalam kamar.

Saat pria itu menerjang ke arahnya, Rhea langsung menghantam kening pria itu dengan lampu meja dalam genggamannya.

Pria itu mengerang kesakitan. Merasakan cairan hangat yang mengalir di keningnya, dia langsung mengangkat lengannya dan melayangkan satu tamparan keras ke wajah Rhea.

"Dasar wanita jalang! Berani-beraninya kamu memukulku! Aku akan memainkanmu sampai kamu mati!"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 86

    Arieson duduk di samping ranjang bangsal, menatapnya dengan ekspresi datar.Saat itu juga, ingatan terakhir sebelum dia kehilangan kesadarannya melintas di benaknya. Rhea menggigit bibir bawahnya, lalu mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Pak Arieson, terima kasih karena telah menyelamatkanku."Kalau bukan karena Arieson tiba tepat waktu, apa yang akan terjadi semalam sudah tertebak."Maaf, kejadian kali ini bisa terjadi karena aku nggak mempertimbangkan secara menyeluruh."Melihat sorot mata serius Arieson, tanpa Rhea sadari, hatinya seperti bergetar sejenak. Secara naluriah, dia mengalihkan pandangannya."Kejadian ini nggak ada hubungannya denganmu. Bagaimanapun juga, siapa yang bisa menebak orang-orang dari Perusahaan Farmasi Berjaya bisa melakukan hal seperti itu?"Terlebih lagi, Alisa tidak hanya mencari orang untuk melecehkannya, bahkan berencana untuk mengambil rekaman video. Mungkin karena dia tidak menerima suap dari wanita itu, jadi wanita itu berencana untuk menga

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 87

    "Pak Jerico, aku sedang beli sayur, nanti malam kamu ingin makan apa?"Secara refleks, Rhea mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Begitu melihat dengan jelas paras orang tersebut, ekspresinya langsung berubah menjadi muram.Orang itu tidak lain adalah Stella.Melihat senyuman di wajahnya, ditambah lagi dengan ekspresi manjanya layaknya seorang gadis muda itu, kilatan jijik melintas di mata Rhea.Tidak perlu diragukan lagi, Pak Jerico yang dipanggil oleh wanita itu adalah Jerico, suaminya.Mengingat pasangan menjijikkan itu bercinta sampai-sampai masuk rumah sakit, Rhea benar-benar merasa jijik.Setelah memilih beberapa ekor ikan dengan cepat, dia segera berbalik dan mendorong kereta dorongnya menjauh dari area itu.Stella tidak menyadari keberadaan Rhea, dia masih asyik berteleponan dengan Jerico. Namun, orang di ujung telepon menanggapinya dengan sangat dingin."Malam ini aku nggak akan ke sana, kamu makan saja sendiri."Selesai berbicara, tanpa memberi Stella kesempatan untuk ber

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 88

    Begitu mendengar ucapan Rhea, Jerico menghela napas lega dalam hati. Selama Rhea tidak mengetahui hal itu, maka tidak masalah."Rhea, aku sudah lama memblokir nomornya, dia menggunakan nomor lain untuk menghubungiku. Aku langsung memutuskan panggilan telepon dengannya, nggak menyetujui untuk makan bersamanya."Jerico menatapnya dengan ekspresi sedih, seolah-olah sedang merasakan kesedihan yang sangat mendalam.Kalau bukan karena tahu hal menjijikkan yang telah pria itu lakukan bersama Stella, mungkin Rhea akan benar-benar memercayai pria bajingan itu.Namun, sekarang dia masih belum bisa membiarkan fakta bahwa dia diam-diam menyuruh orang untuk mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan pria itu ketahuan.Dia mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata tidak sesuai dengan kata hatinya, "Kalau begitu, mungkin aku sudah salah paham padamu. Maaf."Melihat ekspresi Rhea sudah melembut, Jerico berkata dengan lembut, "Kamu nggak perlu khawatir. Aku sudah berjanji padamu untuk nggak berinter

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 89

    Waktu akhir pekan berlalu dengan cepat, hari ini sudah Hari Senin lagi.Rhea kembali ke Departemen Penelitian dan melanjutkan penelitiannya sebelumnya.Janice juga sudah kembali bekerja, tetapi sudah tidak begitu menonjolkan diri lagi seperti sebelumnya. Saat melihat Rhea, dia juga hanya berpura-pura tidak melihat Rhea, sama sekali tidak terlihat arogan seperti sebelumnya lagi.Hanya saja, apakah wanita itu benar-benar sudah memetik pembelajaran dan berencana untuk tidak menonjolkan diri lagi, atau sedang diam-diam menyusun rencana lainnya, tidak ada yang tahu.Waktu satu hari berlalu dengan cepat. Saat menjelang jam pulang kerja, tiba-tiba Rhea menerima panggilan telepon dari Weni yang mengajaknya untuk makan malam bersama.Karena tidak ada urusan lain di malam hari, Rhea pun menyetujui ajakan sahabatnya itu.Saat tiba di restoran, Rhea melihat ada seorang pemuda sekitar berusia dua puluhan tahun, yang wajahnya masih diselimuti aura polos duduk di samping Weni. Dia pun mengangkat alis

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 90

    Setelah mereka berdua berdiri di hadapan Rhea, Tio tersenyum dan berkata, "Kebetulan sekali. Nona Rhea, malam ini kamu juga makan di sini?"Rhea menganggukkan kepalanya dan berkata, "Hmm, bersama temanku.""Kalau begitu, aku akan pergi bawa mobil, lalu mengantarmu pulang?""Nggak perlu, aku bawa mobil sendiri.""Oh, oke. Kalau begitu, bisakah kamu tolong menjaga Pak Arieson di sini sejenak? Malam ini dia minum sedikit banyak, aku agak khawatir membiarkannya menunggu seorang diri di sini."Rhea melirik Arieson sejenak. Melihat sorot mata pria itu masih jernih, selain ada aroma alkohol samar-samar yang menguar dari tubuh pria itu, tidak ada tanda-tanda pria itu mabuk.Bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Rhea, Tio segera memberi penjelasan. "Baik mabuk maupun nggak, Pak Arieson selalu begini saja. Mungkin kamu lihat dia seperti sangat normal, sebenarnya kemungkinan dia sudah mabuk."Mengingat sebelumnya Arieson sudah membantunya berkali-kali, kalau dia tidak menyetujui permintaan

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 91

    Terlebih lagi, saat itu pencahayaan lampu di depan pintu restoran tepat di atas kepala mereka, membuat sisi wajah Arieson yang awalnya dingin selimuti cahaya, bahkan sorot mata pria itu terhadapnya juga tampak sangat lembut.Kalau dilihat seperti itu, memang sangat mudah membuat orang berpikir banyak.Namun, seharusnya itu adalah masalah sudut pengambilan foto. Saat itu, Arieson sedang berbicara padanya, tentu saja pria itu harus menatapnya. Dia tidak menyangka momen itu bisa secara kebetulan tertangkap kamera.Dia langsung menghubungi Weni."Ada apa dengan foto itu? Siapa yang mengambilnya?""Akhirnya kamu bangun juga. Foto itu diambil oleh seorang fotografer yang memiliki sedikit popularitas di dunia fotografi. Setelah mengambil foto itu, dia langsung mengunggahnya ke Instagram pribadinya. Siapa sangka, foto itu langsung gempar. Para netizen memuji kalian pasangan yang serasi ...."Setelah mendengar ucapan Weni, Rhea langsung terdiam.Walaupun dalam foto itu hanya sisi wajah mereka y

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 92

    "Kamu nggak perlu memperingatkanku apa yang boleh kulakukan dan apa yang nggak boleh kulakukan."Begitu Arieson selesai berbicara, suasana di ruangan itu langsung berubah menjadi sangat hening.Paman dan keponakan itu saling menatap satu sama lain dengan ekspresi sedingin es, tidak ada seorang pun yang bersedia mengalah.Menyadari situasi sudah makin tidak benar, Tio buru-buru melangkah maju dan berkata, "Pak Jerico, begitu mengetahui masalah foto yang beredar di internet pagi ini, Pak Arieson sudah sedang menanganinya. Bagaimana kalau kamu pulang saja dulu?"Jerico mengalihkan pandangannya ke arah Tio dan berkata dengan dingin, "Pak Tio, kamu juga sudah mengikuti pamanku selama beberapa tahun. Aku harap di saat senggang, kamu bisa membujuknya, agar dia nggak ....""Jerico!"Arieson menyelanya dengan nada bicara tegas, lalu berkata padanya dengan sorot mata penuh amarah, "Kalau kamu berani mengucapkan satu kalimat omong kosong lagi, jangan harap kamu bisa menduduki posisi sebagai manaj

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 93

    Melihat bulu mata Rhea sedikit bergetar, kilatan puas melintas di mata Jerico.Rhea menggigit bibir bawahnya, lalu berkata dengan dingin, "Aku sudah mau berangkat kerja, apa kamu sudah bisa pergi sekarang?"Merasakan sikap menjauh wanita itu, sorot mata Jerico berubah menjadi muram.Namun, dalam situasi sekarang ini, dia juga tidak bisa terlalu mendesak Rhea. Kalau tidak, hubungan mereka akan makin menegang."Aku akan mengantarmu.""Nggak perlu."Selesai berbicara, dia langsung mendorong Jerico keluar, lalu menutup pintu dan pergi.Sesampainya di perusahaan, dia mendapati rekan kerjanya mencuri-curi pandang ke arahnya. Rhea sendiri tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Kemungkinan besar mereka bereaksi seperti itu karena foto yang tersebar di internet.Setelah meletakkan barang-barangnya di atas meja kerjanya, Rhea bersiap untuk pergi ke laboratorium. Tiba-tiba saja, Lulu yang berada di sampingnya mendekatinya dan berkata dengan suara rendah, "Rhea, masalah foto di internet itu ... apaka

Bab terbaru

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status