Share

Bab 185

Author: Arizah Karimah
Jeremy mengamati Bastian dari atas hingga ke bawah. Saat berikutnya, terdengar suaranya yang serak. "Apa yang kamu lakukan?"

Bastian membuka mulutnya, tetapi tidak tahu harus bagaimana bertanya. Danuar ini memang sialan! Selalu saja menjebaknya!

"Nggak apa-apa, kakiku sakit tadi. Aku nggak sengaja ...." Sudut bibir Bastian berkedut melihat botol kosong di depan Jeremy. Baru beberapa menit berlalu, tetapi Jeremy sudah menghabiskan sebotol wiski. Dia mau bunuh diri ya?

"Omong-omong, jangan minum terlalu banyak." Bastian hendak menasihati, tetapi Jeremy malah membuka botol lain.

Danuar menghampiri, lalu melirik botol wiski itu. Senyumannya memudar sedikit. "Jangan minum lagi. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa ada hubungannya dengan Eleanor?"

Begitu ucapan ini dilontarkan, Jeremy langsung mengangkat kepalanya seolah-olah Danuar menginjak batas toleransinya. Tatapannya yang suram itu dipenuhi niat membunuh.

Jeremy mengangkat tangannya. Tiba-tiba, gelas di tangannya terbang dan mengenai dindi
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 186

    "Hm ...." Tubuh Eleanor bergetar. Dia tidak sempat melihat siapa pria yang menciumnya. Namun, bisa siapa lagi selain Jeremy?Eleanor merasakan sakit pada bibirnya karena digigit Jeremy. Kedua tangannya terus mendorong dada Jeremy. Namun, semakin dia menolak, Jeremy akan memeluknya semakin erat.Bau amis darah tercium akibat bibir yang berdarah. Eleanor juga bisa mencium bau alkohol. Kini, kepalanya terasa sangat pusing.Kini, sekujur tubuh Eleanor dipenuhi penolakan. Napasnya sudah terengah-engah, tetapi Jeremy sama sekali tidak berniat untuk berhenti. Bahkan, ciumannya menjadi semakin intens.Ketika Jeremy menggendongnya ke sofa, Eleanor baru menyadari bahwa Jeremy telah kehilangan kendali diri. Aura yang dipancarkan Jeremy terlihat mengerikan. Eleanor terus dihujani berbagai serangan.Pada akhirnya, Jeremy mendongak dan menatap mata Eleanor yang berkaca-kaca. Ketika melihat hasrat pada tatapan Jeremy, pikiran Eleanor sontak menjadi hampa. Dia merasa Jeremy ini punya kelainan!Sejam l

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 187

    "Eleanor, kamu kenapa? Nggak enak badan ya?" Vivi mendengar sedikit suara di dalam, tetapi tidak mendengar jelas ucapan Eleanor. Dia pun mendekatkan telinganya untuk mendengar.Eleanor menggigit bibirnya, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum berkata, "Nggak ... aku baik-baik saja. Kamu ...."Ketika Eleanor berbicara dengan Vivi, Jeremy sudah hampir melepaskan pakaiannya. Eleanor pun mendongak dan menatap dengan kesal. Namun, dia hanya bisa berbisik, "Apa yang kamu lakukan?""Aku sudah bilang tadi." Jeremy mendekatkan wajahnya. Napasnya bersatu dengan aroma tubuh Eleanor.Eleanor merasa malu sekaligus murka. Dia menutup mulut Jeremy dengan tangannya. Namun, ketika merasakan napas panas itu, dia refleks menarik tangannya kembali.Kini, pikiran Eleanor sungguh kacau. Namun, hal pertama yang harus dilakukannya adalah menyingkirkan Vivi dulu. Setelah itu, dia baru akan membereskan Jeremy."Eleanor, kamu bilang apa? Aku nggak dengar jelas," ujar Vivi di luar.Eleanor menggigit bibirnya. Je

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 188

    Mata Eleanor menunjukkan kekhawatiran. "Aku cuma punya satu anak dan anak itu sama kamu.""Masa?" Jeremy terkekeh-kekeh, entah percaya atau tidak. Eleanor menatapnya, melihat tatapan dingin itu. Seketika, dia merasa cemas."Tapi, itu bukan anakku, 'kan? Eleanor, kenapa kamu sebodoh itu dulu? Kenapa kamu minum minuman yang dikasih Yoana? Kenapa kamu masuk ke kamar pria lain? Kenapa kamu melahirkan anak untuk pria lain? Kenapa Daniel bukan anakku?"Eleanor tersenyum getir sebelum membatin, 'Itu anakmu.'Jeremy menatapnya, lalu tersenyum. "Tapi nggak masalah, kamu bisa melahirkan anak untukku nanti."Eleanor terkejut. Jeremy mengatakan itu dengan serius, seolah-olah dia tidak sedang bercanda.Namun, Eleanor teringat saat dia melihat Jeremy dan Yoana berpelukan. Kini, Jeremy malah memaksanya melahirkan anak untuknya.Eleanor menyunggingkan senyuman sinis. Pria ini menarik sekali. Apa Jeremy suka punya banyak istri?Eleanor menatapnya sambil bertanya, "Kenapa? Yoana nggak bisa memberimu ana

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 189

    Tadi Vivi memang merasa ada yang aneh dengan suara Eleanor. Setelah melihat cupang di leher Eleanor, dia langsung mengerti apa yang terjadi."Apa yang dilakukan pria berengsek itu kepadamu?"Eleanor menggeleng. Setetes air matanya terjatuh mengenai wajahnya. "Nggak ada ...."Vivi bisa melihat bahwa suasana hati Eleanor sangat buruk. Dia segera memeluknya dan menghibur, "Jangan nangis, nggak apa-apa."Eleanor perlahan-lahan memejamkan matanya. Dia tidak ingin berbicara lebih lanjut. Vivi juga tidak bertanya lagi.....Beberapa hari berikutnya, Eleanor tidak melihat Jeremy. Harry memberitahunya bahwa Jeremy pergi dinas dan tidak ada di rumah beberapa hari ini.Eleanor tidak merasakan emosi apa pun saat mendengar kabar ini. Sementara itu, Harry tidak betah di rumah Keluarga Adrian dan memaksa Eleanor untuk menjemputnya.Eleanor juga merindukan anaknya, jadi tidak menolak. Setelah pulang kerja, Eleanor menjemput Daniel dulu, lalu pergi ke sekolah Harry.Ketika Eleanor tiba, Harry sudah ber

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 190

    Setiap kali rapat manajer departemen, semua orang ketakutan. Tidak ada yang berani membuat kesalahan sedikit pun. Ini karena mereka tahu bos mereka sedang marah.Andy bahkan meminta bantuan kepada Danuar dan Bastian, tetapi mereka menolak memberikan informasi apa pun. Jujur saja, dia ingin sekali menangis.....Di dalam mobil, kedua anak itu mengungkapkan bahwa mereka sudah lama saling mengenal, bahkan pernah bertukar identitas.Eleanor sungguh tercengang. Ternyata kedua anak ini sudah pernah bertukar identitas sebelumnya. Pantas saja saat pertama kali pergi ke rumah Jeremy bersama Harry, Harry terlihat sangat familier dengan lingkungan di sana. Ternyata dia sudah pernah tinggal di sana.Nyali Harry sungguh besar. Berani sekali dia bermain tipu muslihat di bawah pengawasan Jeremy. Eleanor sungguh kagum dengan kedua anaknya.Yang paling mengherankan adalah dia bahkan tidak menyadari perbedaan apa pun. Setelah dipikir-pikir, sepertinya ada perbedaan yang mencolok di antara mereka.Misaln

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 191

    Harry dan Daniel sama-sama menempelkan kepala mereka di kaca jendela belakang untuk melihat Eleanor.Daniel terlihat agak khawatir. "Apa Mama bisa melawan seorang pria?"Harry tertawa. "Tentu saja bisa, mudah saja kok. Mama sangat hebat, Kakak lihat saja."Di sebelah mobil hitam, pria berpakaian hitam itu sedang menunduk untuk mengutak-atik kamera. Dia tidak menyadari bahwa Eleanor sudah berdiri tepat di depannya.Saat dia mengangkat kepala, kamera tiba-tiba terlepas dari tangannya. "Hei ...."Pria itu hendak merebut kameranya kembali, tetapi dia terkejut saat melihat wanita tinggi ramping yang berdiri di hadapannya.Eleanor memegang kamera dengan satu tangan. Tatapannya tajam seperti elang. "Apa yang kamu foto?"Pria itu langsung kaget dan segera menjawab, "Nggak, nggak ada. Kembalikan kameraku."Eleanor mengangkat alis dan mulai membuka foto-foto di kamera. "Kenapa kamu ambil foto diam-diam?"Pria itu semakin cemas karena ketahuan. Nada bicaranya menjadi agak kesal. "Siapa yang fotoi

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 192

    "Siapa yang mengutusmu kemari?" Eleanor mengencangkan genggamannya.Pria itu ragu sejenak sebelum menjawab, "Ada ... ada seorang wanita yang kasih aku uang buat membuntutimu dan memotretmu bersama orang-orang di sekitarmu.""Terus?" Eleanor sudah menduganya. Pasti Tiara atau Yoana. Selain mereka, siapa lagi yang kurang kerjaan begini?"Terus? Nggak ada lagi, cuma itu.""Tunjukkan bukti transfernya kepadaku.""Hah? Ya, ya." Pria itu buru-buru mengeluarkan ponselnya, lalu membuka riwayat transaksi dan menunjukkannya kepada Eleanor. "Ini."Eleanor melihatnya sekilas. Akun anonim, ini susah dilacak. Mereka benar-benar berwaspada. Dia mengalihkan pandangannya, lalu berujar, "Kasih aku memori kameramu, ada masalah?""Nggak, nggak. Silakan diambil."Setelah mengambil kartu memori itu, Eleanor melemparkan kamera itu kembali. Pria itu buru-buru menangkapnya.Kemudian, matanya tertuju pada pistol digenggam oleh Eleanor. Dengan penasaran, dia bertanya, "Kak, dari mana kamu dapat pistol?"Di zaman

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 193

    Kali ini, Eleanor lebih berhati-hati. Setiap kali ada yang mengetuk pintu atau menekan bel, dia tidak akan sembarangan membuka pintu lagi. Penyusupan yang dilakukan oleh Jeremy malam itu membuatnya trauma.Eleanor mengintip melalui lubang pintu dan melihat seorang pria berjas di luar. Itu adalah Andy.Eleanor mengernyit. Bukankah Jeremy sedang dinas? Jika Jeremy pergi, bukankah asistennya ikut?Kenapa Andy malah muncul di depan pintunya pada jam segini? Tebersit pikiran yang menyedihkan di benak Eleanor. Dia pasti datang untuk menjemput Daniel.Andy mengetuk pintu lagi karena tidak ada respons dari dalam. Eleanor merasa tidak enak hati jika berpura-pura tidak ada di rumah. Setelah memastikan hanya Andy yang berada di luar, dia akhirnya membuka pintu.Andy menyapa dengan sopan seperti biasa. "Bu Eleanor."Eleanor mengangguk ringan. "Hm, kenapa datang malam-malam begini?"Andy menjawab, "Aku datang untuk menjemput Tuan Daniel pulang."Eleanor merasa kecewa. Ternyata memang untuk menjempu

Latest chapter

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 375

    Yoana merasakan sakit yang luar biasa. Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari Jeremy benar-benar akan memperlakukannya seperti ini demi Eleanor.Saat Jeremy menembak 3 kali, Andy yang berdiri di samping hanya bisa menyaksikan dengan ngeri. Akhirnya, dia maju dan mengingatkan, "Bos, kalau terus menembaknya, dia akan mati. Takutnya, pihak Keluarga Pratama nggak akan tinggal diam."Bagaimanapun, Yoana adalah Nona Besar Keluarga Pratama. Jika dia mati seperti ini, mereka pasti tidak akan membiarkannya begitu saja.Jeremy melirik Yoana yang tergeletak di lantai seperti seonggok daging tak bernyawa, matanya dipenuhi dengan kebencian yang dalam. Dia melemparkan pistol di tangan ke Andy, lalu mengambil saputangan yang diberikan Andy. Sambil mengelap tangan, dia berucap dengan suara dingin, "Kematian terlalu mudah baginya."Kematian sering kali merupakan bentuk pembebasan terbaik. Saat ini, Yoana bahkan tidak pantas untuk mati."Panggil dokter untuk mengobatinya. Nggak perlu menggunakan

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 374

    "Bu Vivi, bos kami juga sangat sedih. Tolong tenang." Andy maju untuk menarik Vivi menjauh.Vivi tiba-tiba terjatuh di atas pasir, wajahnya penuh air mata. "Dosa apa yang telah Eleanor lakukan sampai harus bertemu denganmu? Sebenarnya keuntungan apa yang dia dapatkan?""Semua ini salahmu, salahmu! Berengsek! Untuk apa kamu berlutut di sini? Saat dia masih ada, kamu nggak menghargainya. Sekarang dia sudah nggak ada, untuk apa kamu pura-pura sedih di sini?"Entah kalimat mana yang memicu emosi Jeremy, tetapi cahaya di matanya semakin dingin. Akhirnya, dia mendongak dan menatap Vivi dengan tegas, "Dia nggak mati. Dia hanya marah padaku dan sembunyi. Aku akan menemukannya. Aku pasti akan menemukannya dan membawanya pulang."Jeremy meyakinkan dirinya sendiri. Eleanor hanya sedang marah dan tidak mau memaafkannya. Selama amarahnya reda, dia pasti akan kembali.Selama Eleanor kembali, apa pun yang wanita itu inginkan akan diberi, entah itu orang atau nyawa, semuanya akan diberikan. Asalkan di

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 373

    "Ah! Jangan pukul lagi .... Lepaskan, ah ... ah! Tolong! Tolong ....""Aku akan membunuhmu, Yoana! Kamu memang pembawa sial! Kamu berkali-kali mencelakai Jeremy! Aku akan membunuhmu!" pekik Bella.Simon memegang keningnya, menutup mata, dan menarik napas dalam-dalam. Kemudian, dia melambaikan tangan dengan tak berdaya. "Seret dia.""Segera siapkan mobil, panggil semua orang untuk mencari! Cepat, cepat sedikit!"....Jeremy mencari di laut selama setengah jam penuh. Tidak ditemukan! Tidak ada yang ketemu!Jeremy terus memperluas area pencariannya. Permukaan laut terasa sunyi dan mencekam, tak seorang pun berani bersuara.Semua orang tahu, dengan ombak yang begitu besar tadi, orang yang terluka dan tersapu ombak selama setengah jam tanpa ditemukan ... tidak akan berakhir baik."Nggak mungkin, Eleanor bisa berenang! Dia akan baik-baik saja, pasti baik-baik saja ...." Jeremy terus mencari tanpa lelah.....Eleanor tidak tahu bagaimana akhirnya dia bisa sampai ke tepian. Ombak dingin terus

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 372

    Justin segera menopang tubuh Simon dengan kedua tangannya dan menepuk dada Simon untuk menenangkan dirinya. "Tuan Simon? Tuan Simon? Tuan, bertahanlah. Cepat panggil dokter. Cepat!"Namun, dua menit kemudian, sebuah kabar datang lagi lebih cepat daripada datangnya dokter. "Tuan Simon, ada kabar dari sana bilang Tuan Jeremy baik-baik saja. Dia tidak jatuh ke laut."Simon pun menarik napas dalam-dalam dengan bantuan Justin, tatapannya akhirnya terlihat kembali bersinar. Dia langsung memerintah dengan lantang dan suara yang serak, "Jadi, dia sudah kembali? Uhuk uhuk. Dia sudah kembali? Cepat suruh dia pulang!"Pada saat itu, seorang pengawal lainnya yang baru saja menutup telepon bergegas masuk ke ruangan itu. "Tuan Simon, Tuan Jeremy ...."Simon segera maju dan bertanya, "Ada apa dengan dia?""Nona Eleanor jatuh ke laut, jadi Tuan Jeremy ikut melompat untuk mengejarnya," jawab pengawal itu.Wajah Simon yang baru saja pulih pun kembali pucat, Justin juga segera menopang tubuhnya dengan si

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 371

    Eleanor menahan napasnya saat melihat tangan besar yang sedang mencengkeram belati yang tajam itu. Darah pun terus menetes ke wajahnya dari ujung belati itu.Jeremy berdiri di sana dengan wajah yang pucat dan kening serta pipi kanannya terluka akibat benturan. Bahkan pakaiannya pun sudah robek karena tergores benda tajam. Penampilannya terlihat sangat berantakan.Melihat Jeremy yang menggigit bibirnya dan menatapnya dengan tatapan yang dingin, pria yang tadi mencoba menusuk Eleanor langsung ketakutan dan melepaskan belatinya. Dia secara refleks mundur. Namun, di detik berikutnya, belati itu langsung memelesat ke lehernya.Melihat kejadian itu, pemimpin kelompok itu langsung tercengang saat melihat Jeremy tidak mati. "Tuan ... Jeremy?"Eleanor juga menatap Jeremy dengan tidak percaya. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya memanggil nama Jeremy.Jeremy segera membungkuk dan memeriksa kondisi Eleanor. Melihat tubuh Eleanor yang penuh dengan luka, dia langsung menyipitkan matanya. Dia m

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 370

    Para pria itu mulai merasa waspada. Mereka mengangkat belati mereka dan perlahan-lahan mendekati Eleanor.Meskipun tubuhnya penuh dengan luka, amarah di hati Eleanor membuatnya tetap bertahan. Dia juga tidak tahu dari mana datangnya kekuatan ini. Saat para pria itu mengarahkan belati mereka ke arahnya, dia kembali mengayunkan tongkat kayu di tangannya.Namun kali ini, para pria itu sudah mempersiapkan diri mereka. Mereka mengarahkan belati mereka untuk menyerang Eleanor dari arah yang berbeda. Mereka menyerang bagian yang tidak mematikan, tetapi cukup membuat Eleanor kesakitan.Gerakan Eleanor yang terluka parah sudah tidak secepat dan sekuat sebelumnya lagi, sehingga tongkat kayunya berhasil ditendang terlepas dari tangannya dan lengannya terluka karena ditebas. Dia hanya bisa merintih kesakitan, membuat pria yang memimpin kelompok itu tertawa terbahak-bahak."Jangan biarkan dia mati terlalu cepat," kata pemimpin kelompok itu."Heh." Eleanor yang terhuyung-huyung pun menundukkan kepal

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 369

    Tepat pada saat itu, lampu dari mobil-mobil di belakang menerangi punggung Eleanor. Saat dia menoleh, dia melihat mobil-mobil itu sudah berhenti dan sekelompok orang keluar dari mobil. Mereka adalah orang-orang yang tadi mengejarnya dan kini kembali lagi. Dia mengepalkan tangannya dengan erat saat melihat mereka perlahan-lahan mengepungnya, tetapi dia tidak merasakan sakit sedikit pun.Pemimpin kelompok itu melihat ke sekeliling, tetapi tidak melihat mobil yang dinaiki Eleanor dan juga Jeremy. Namun, saat melihat jejak ban yang mengarah ke tebing dan juga jejak darah dari Eleanor, dia langsung memiliki firasat buruk. Dia langsung memberikan isyarat pada bawahannya untuk segera melaporkan hal ini pada Yoana.Mendengar kabar Jeremy mungkin jatuh ke laut dan tewas, ekspresi Yoana langsung membeku dan kakinya lemas sampai langsung terjatuh ke lantai. Dia segera maju dan meraih kerah bawahannya. "Apa ... yang kamu katakan? Katakan sekali lagi! Katakan sekali lagi! Katakan sekali lagi!"Bawa

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 368

    Eleanor tiba-tiba merasa cemas saat melihat mobil masih tidak melambat sedikit pun. Matanya membelalak dan berteriak dengan keras, "Jeremy, injak rem!"Jika mobilnya masih tidak berhenti, Eleanor merasa mereka akan jatuh ke dalam jurang bersama mobilnya. Mereka juga masih tidak tahu seberapa tinggi jurang itu, peluang untuk bertahan hidup sangat kecil jika mereka jatuh.Ekspresi Jeremy terlihat sangat muram saat melihat jarak mereka dengan tebing sudah tidak sampai 20 meter. Dengan laju yang secepat ini, bahkan membelok arah pun sudah tidak sempat lagi.Melihat jarak mobil dengan tebing makin dekat dan Jeremy masih tidak melambat sedikit pun, dia merinding dan ekspresinya terlihat sangat ketakutan. Namun, di detik berikutnya, Jeremy malah segera membuka sabuk pengamannya."Kamu?" kata Eleanor sambil menatap Jeremy yang membuka pintu mobil dengan tatapan tidak percaya.Jeremy berteriak, "Lompat!""Apa?" tanya Eleanor dengan bingung.Jeremy menatap Eleanor. Saat ini, dia akhirnya menyada

  • Menyembunyikan Identitas Anakku Dari Ayah Kejam   Bab 367

    Eleanor baru saja hendak mengoperasikan ponselnya, tetapi benturan keras dari mobil belakang membuat tubuhnya terdorong ke depan dan ponselnya pun terlempar. Sebelum sempat mengambil ponselnya, dia mendengar suara tembakan lagi.Ekspresi Jeremy terlihat sangat marah. Dia segera menekan kepala Eleanor dan berkata, "Tunduk, jangan bergerak."Kaca jendela mobil sudah pecah dan angin dingin terus bertiup masuk.Eleanor mencoba untuk meraih ponselnya, tetapi dia akhirnya hanya bisa menstabilkan tubuhnya karena mobil berguncang. Para pengejar masih enggan menyerah dan jumlah mereka malah makin banyak. Mereka benar-benar bertekad untuk menghabisinya malam ini. Tidak perlu berpikir panjang pun, dia sudah tahu orang yang mengirim mereka adalah Yoana.Sementara itu, orang-orang dari Keluarga Adrian sudah melaporkan kejadian ini pada Simon.Mendengar Jeremy sedang bersama dengan Eleanor, Simon langsung bangkit. "Apa yang kamu katakan? Apa dia terluka?""Saat ini dia masih baik-baik saja," jawab o

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status