Home / Romansa / Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO / 178. iasat Vanesia Bulharm

Share

178. iasat Vanesia Bulharm

Author: Ndraa Archer
last update Last Updated: 2025-02-16 08:19:01

Rumah Sakit Internasional Romanove dipenuhi aroma antiseptik yang menusuk hidung. Cahaya putih dari lampu-lampu koridor menambah kesan dingin, membuat suasana semakin mencekam. Di dalam kamar VIP, Jasmine terbaring dengan wajah pucat. Selang infus terpasang di tangannya, sementara alat pemantau detak jantung bayi terus berbunyi pelan.

Noah duduk di kursi di samping ranjang, matanya tak lepas dari wajah Jasmine yang masih terlelap setelah diberikan obat penenang. Jemarinya menyentuh tangan perempuan itu, mengusapnya perlahan. Rasa bersalah semakin menghimpit dadanya.

Zora berdiri di dekat jendela, menyilangkan tangan di depan dada. “Kalau kau berniat mengelak lagi, sebaiknya jangan,” ujarnya dingin, tanpa menoleh sedikit pun.

Noah menghela napas berat. “Aku tidak akan mengelak.”

Zora menoleh, ekspresinya keras. “Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Diam saja dan menunggu sampai Vanesia berbuat lebih gila lagi?”

Noah mengepalkan tangannya. “Aku sudah menyuruh anak buahku menyelidiki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   179. Ancaman yang Makin Nyata

    Rumah Sakit Internasional Romanove masih sunyi, hanya diisi suara alat-alat medis yang berdetak pelan. Di dalam kamar VIP, Jasmine masih tertidur dengan wajah pucat. Noah tetap duduk di sampingnya, menggenggam tangannya seolah takut kehilangan.Zora masih berada di ruangan yang sama, duduk di kursi dekat jendela. Matanya tak lepas dari Jasmine, meskipun pikirannya sedang penuh dengan ancaman Vanesia yang semakin nyata.Tiba-tiba, ponsel Zora kembali bergetar. Ia segera mengambilnya dan melihat nama kontak yang tertera di layarsalah satu informannya. Ia segera mengangkat panggilan itu. “Ada perkembangan?” tanyanya cepat.“Nona Zora, kami menemukan sesuatu. Vanesia Bulharm tidak hanya menghubungi kelompok kriminal, tapi ia juga diduga menyewa seseorang untuk mengawasi setiap pergerakan Anda dan Tuan Noah.” Laporan anak buahnya, dalam panggilan telepon.Darah Zora mendidih. “Apa maksudmu?!”Tidak lama pria di dalam panggilan itu menjawabanya: “Ada pria mencurigakan yang terlihat di sekit

    Last Updated : 2025-02-16
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   180. Awasi rumah sakit! Aku ingin tahu siapa orang itu.  

    “Kami masih mencari tahu. Tapi ada satu hal yang pasti… ini bukan ancaman biasa.”Zora mengepalkan tangannya. Matanya menajam, penuh kemarahan.Tanpa membuang waktu, ia segera masuk kembali ke kamar. “Noah,” panggilnya tegas.Noah menoleh, melihat ekspresi Zora yang semakin serius. “Apa lagi?”Zora menatapnya tajam. “Kita harus bergerak sekarang. Vanesia punya seseorang di belakangnya, dan kita tidak tahu seberapa jauh mereka bisa bertindak.”Noah berdiri, ekspresinya berubah lebih dingin. “Aku sudah menyiapkan segalanya.”Zora menyipitkan mata. “Kau akan melakukan apa?”Noah tidak menjawab. Ia menoleh ke arah Jasmine yang masih duduk di ranjang, menatap mereka dengan bingung.Zora menatap Noah dengan penuh kewaspadaan. “Katakan padaku kau tidak ak

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   181. Kejatuhan Vanesia  

    Pria itu menelan ludah, lalu akhirnya berkata, “Dante.”Noah langsung menegang. Nama itu tidak asing baginya.Zora menatap Noah. “Kau kenal dia?”Noah mengangguk pelan. “Dante adalah salah satu orang yang bekerja untuk kelompok kriminal di Bulgarion.”Zora memutar bola matanya. “Jadi Vanesia benar-benar sudah masuk ke dunia bawah.”Noah mengepalkan tangannya. “Ini sudah melewati batas.”Zora menyeringai. “Apa kau mau kita mainkan permainan yang sama?”Noah menatapnya. “Kita buat mereka menyesal.”Di mansion Dirgantara, Jasmine berjalan pelan di taman belakang. Udara pagi terasa segar, tapi hatinya masih dipenuhi kekhawatiran. Ia merasa ada sesuatu yang besar akan terjadi.Langkahnya terhenti saat mendengar suara la

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    182. Kehidupan Baru di Kediaman Dirgantara  

    Wajah Vanesia memucat. “Apa?! Tidak mungkin!”Pria itu tidak peduli. Mereka langsung memborgol tangannya.Dante, yang berdiri di sudut ruangan, menatap pemandangan itu tanpa ekspresi. Ia sudah tahu ini akan terjadi.Vanesia mencoba memberontak. “Lepaskan aku! Aku tidak bersalah!”Tapi semua itu sia-sia. Ia akhirnya diseret keluar kantor dengan wajah penuh kemarahan dan kepanikan.Dan di luar, Noah sudah berdiri dengan jas hitamnya, menatapnya dengan tatapan dingin.Vanesia menggigit bibirnya. “Kau yang melakukan ini?”Noah tidak menjawab. Ia hanya memberi isyarat pada polisi untuk membawanya pergi.Saat Vanesia dimasukkan ke dalam mobil polisi, ia menjerit. “Noah! Kau akan menyesal!”Tapi Noah tetap diam, menatapnya pergi dengan ekspresi dingin.Jasmine, ya

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   183. Kenyataan Pahit

    Hari-hari berlalu, dan hubungan Jasmine dengan Zora semakin dekat. Suatu hari, Zora mengajaknya untuk berbelanja.“Kita perlu membeli beberapa barang baru untuk rumah,” kata Zora dengan senyum lembut. “Bagaimana kalau kau ikut denganku? Sekalian kita mencari sesuatu yang kau butuhkan.”Jasmine sedikit ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baiklah.”Mereka pergi ke butik terkenal di pusat kota. Zora tampak sangat antusias memilih pakaian dan aksesori, sementara Jasmine hanya sesekali memberikan pendapat.Saat mereka berada di bagian gaun, Zora mengambil satu gaun berwarna biru tua dan menyerahkannya pada Jasmine.“Kau harus mencoba ini,” ucapnya penuh semangat.Jasmine mengambil gaun itu dengan sedikit canggung. “Aku?”Zora mengangguk. “Tentu saja. Aku yakin gaun in

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    184. Kebenaran yang Menyakitkan

    “Itu… yang membuatku merasa bersalah,” ucap Zora lirih. “Tapi mau bagaimana lagi? Aku mencintaimu, Noah. Aku tidak bisa kehilanganmu.”Hening.Jasmine berdiri kaku di tempatnya, air matanya hampir jatuh. Ia menggigit bibirnya, berusaha keras menahan emosi yang meluap-luap di dalam dadanya. Perasaan sakit dan dikhianati membanjiri hatinya.Ia telah berusaha menjaga perasaan Zora, mencoba menghormati batasan mereka, bahkan mulai menganggap Zora segalanya. Tapi kini, ia menyadari bahwa semua perlakuan baik itu bukan karena tulus. Itu semua hanya bagian dari sebuah rencana untuk mempertahankan pernikahan Zora dan Noah.”Aku hanya alat.” Jasmine merasa nafasnya sesak. Ia harus pergi dari sini sebelum dirinya kehilangan kendali.Dengan langkah ringan namun tergesa, ia berjalan menjauh sebelum ada yang menyadari keberadaannya.&

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    185. Jika kau pergi kali ini, aku tidak akan mengejarmu.

    Pagi-pagi sekali, sebelum siapa pun bangun, Jasmine mulai mengemasi barang-barangnya. Ia memasukkan pakaian dan barang-barang penting ke dalam koper kecil, memastikan bahwa ia tidak meninggalkan apa pun yang berarti.Setelah selesai, ia berdiri di depan cermin sekali lagi, menatap dirinya sendiri.”Saatnya pergi.”Jasmine menarik napas dalam-dalam, lalu meraih koper dan membuka pintu kamar dengan hati-hati. Langkahnya pelan dan terukur, memastikan bahwa tidak ada yang menyadari kepergiannya.Namun, saat ia hampir mencapai pintu utama, suara berat menghentikan langkahnya.“Noah?”Jantungnya berdetak lebih cepat saat melihat pria itu berdiri di ujung lorong, menatapnya dengan mata tajam.“Kau mau ke mana?” tanya Noah dingin.Jasmine menggenggam koper di tangannya lebih erat. “Aku… aku hanya ingin pergi sebentar.&rd

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    186. Kenyataan yang Menyesakkan  

    Jasmine sedikit tertegun, tetapi dengan cepat menyembunyikan keterkejutannya. “Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”Juan menyandarkan punggungnya ke kursi. “Aku hanya penasaran. Kau selalu datang sendiri untuk kontrol. Tidak ada suami yang menemani, tidak ada yang menanyakan kondisimu secara langsung di rumah sakit… dan yang paling mencurigakan, aku tidak pernah melihat cincin di jarimu.”Jasmine tersenyum kecil, lalu mengangkat tangannya seolah ingin menunjukkan sesuatu. “Aku memang jarang memakai cincin pernikahan.”Juan mengernyit. “Lalu, di mana suamimu sekarang?”Jasmine menatapnya dengan ekspresi tenang. “Seperti yang orang-orang tahu… suamiku sedang bertugas di daerah konflik.”Juan terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. “Jadi dia tentara?”Jasmine tersenyum samar. &ld

    Last Updated : 2025-02-18

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   298. Penerimaan yang Tertunda

    Malam itu, setelah meninggalkan rumah yang disiapkan Noah untuk mereka, Jasmine memilih untuk kembali ke rumah keluarga Dirgantara. Kepalanya masih dipenuhi pertanyaan yang belum terjawab. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri—hati kecilnya mengakui bahwa apa yang dilakukan Noah untuknya sangat berarti. Namun, bayangan masa lalu, ketakutan akan masa depan, dan keberadaan Ryan serta Pram masih menghantuinya.Ketika ia memasuki mansion keluarga Dirgantara, suasana terasa lebih sunyi dari biasanya. Tapi begitu Jasmine melewati ruang tengah, suara seseorang menghentikan langkahnya.“Jasmine, duduklah sebentar.”Suara berat namun berwibawa itu berasal dari Dursila Dirgantara, nenek Noah. Wanita tua itu duduk dengan anggun di salah satu sofa besar, matanya meneliti Jasmine dengan tajam. Di sebelahnya, Tari, sepupu Noah, ikut menatap Jasmine dengan ekspresi yang sulit dibaca.Jasmine menelan ludah, lalu melangkah mendekat dan duduk di kursi

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    297. Bukti Keseriusan Noah

    Jasmine masih memikirkan pertemuannya dengan Ryan saat Noah tiba-tiba mengajaknya keluar. Mata pria itu serius, tanpa memberikan kesempatan untuk menolak. "Kita pergi sekarang.""Ke mana?" tanya Jasmine curiga. Tangannya masih menggenggam ponsel, seakan enggan untuk melepaskan bayangan percakapan terakhirnya dengan Ryan.Noah hanya tersenyum kecil, tetapi ada sesuatu di matanya—sesuatu yang tegas, yang tidak bisa dibantah. "Kau akan tahu saat kita sampai di sana."Dengan berat hati, Jasmine akhirnya menurut. Mereka melaju dalam diam, hanya suara mesin mobil yang terdengar. Aroma kulit jok mobil yang khas, suara lembut gesekan roda dengan aspal, dan tatapan tajam Noah yang sesekali melirik ke arahnya dari kaca spion membuat perjalanan ini terasa lebih panjang daripada yang seharusnya.Pikiran Jasmine terus berputar. Kata-kata Ryan masih menghantuinya. "Jika semua ini tidak pernah terjadi—jika tidak ada kontrak, tidak ada Noah, apakah kau akan m

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   296. Keraguan di Antara Kita

    Setelah semua yang terjadi, Jasmine merasa ada jurang tak kasat mata di antara dirinya dan Noah. Meskipun Juan telah ditangkap, skandal Zora terbongkar, dan Jorse Corp kini berada di tangannya, hati Jasmine masih diliputi kebingungan.Di dalam kamar yang sunyi, ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita di sana tampak lebih kuat daripada sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang masih menggantung di matanya—keraguan.Noah mengetuk pintu sebelum masuk. "Kenapa masih belum tidur?" tanyanya, mendekat.Jasmine tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir."Noah duduk di sampingnya, menatapnya lekat. "Tentang apa?"Jasmine menghela napas. "Tentang kita. Setelah semua yang terjadi... aku masih bertanya-tanya, apa aku pantas berada di sisimu? Apa aku benar-benar bagian dari hidupmu, atau hanya seseorang yang kebetulan terjebak dalam pusaran masalah ini?"Mata Noah menggelap, rahangnya mengencang. "Jasmine, aku tidak pernah mengang

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   295. Babak Baru untuk Jasmine dan Noah

    Berita tentang penangkapan Juan menyebar dengan cepat. Media menyebarkan informasi mengenai keterlibatannya dalam berbagai kejahatan, mulai dari konspirasi bisnis yang melibatkan Jorse Corp hingga skandal gelap keluarga Santika yang kini terungkap ke publik. Setiap detik, nama keluarga Santika semakin tercoreng, dan banyak pihak mulai berbalik melawan mereka. Dengan ini, hanya tinggal menunggu waktu hingga hukum akan menjatuhkan vonis pada semua yang terlibat.Di rumah keluarga Dirgantara, Jasmine duduk di ruang kerja Noah. Matanya menatap layar laptop yang penuh dengan dokumen-dokumen penting mengenai Jorse Corp. Keberadaan perusahaan itu di ambang kehancuran, tetapi kesempatan kini ada di tangannya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya menjadi warisan keluarganya. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya, hal yang lebih dalam dari sekadar bisnis. Ia harus membersihkan nama orang tuanya, membersihkan setiap noda yang ditinggalkan oleh pengkhianatan yan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   294. Skandal Besar yang Menghancurkan Keluarga Santika

    Noah duduk di ruang kerja, menatap layar laptopnya dengan rahang mengatup. Serangkaian dokumen tentang perusahaan terpampang jelas di layar. Ancaman dari keluarga Bulharm bukan hanya rumor belaka—mereka benar-benar berusaha mengambil alih Dirgantara Group secara diam-diam.Namun, kali ini, dia merasa lebih tenang. Tidak ada lagi tekanan dari Zora, tidak ada lagi permainan licik yang harus dia hadapi darinya. Perceraian mereka sudah final, dan Zora kini menjalani hukuman 15 tahun penjara bersama Leonard Wijaya. Semuanya terasa lebih ringan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir.Pintu ruangannya diketuk. Jasmine masuk dengan ekspresi tenang tetapi penuh perhatian. “Ada masalah baru?”Noah menghela napas. “Bulharm mencoba mengambil saham mayoritas dari tangan investor kecil. Mereka ingin menguasai Dirgantara Group.”Jasmine duduk di hadapannya, matanya menatap Noah dengan serius. “Apa yang bisa kita lakukan?”

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   293. Langkah Baru

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di tepi pantai, pasir putih lembut di bawah kaki mereka, sementara ombak berkejaran menuju bibir pantai. Angin laut menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin yang khas.Noah menatapnya dalam, menggenggam tangannya erat. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini hidup yang kita pilih, dan aku ingin menjalaninya bersamamu."Jasmine menghela napas, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan pria itu. "Aku juga ingin itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan menyesal."Noah tersenyum kecil, mengangkat tangan Jasmine dan mengecup punggung tangannya lembut. "Tidak ada penyesalan. Hanya masa depan yang akan kita bangun bersama."Jasmine mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak bisa dijelaskan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar merasa berada di tempa

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   292. Jalan yang Kita Pilih

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di depan teras rumah kayu mereka, angin laut bertiup lembut membawa aroma asin yang menenangkan. Langit mulai berubah jingga, menandakan sore akan segera berganti malam.Noah tersenyum kecil, menatap mata Jasmine yang penuh dengan harapan. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini adalah awal baru kita."Jasmine mengangguk pelan, menggenggam tangan Noah erat. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar meninggalkan masa lalu. Aku ingin hidup kita dipenuhi kebahagiaan, tanpa gangguan."Noah mengusap punggung tangannya lembut. "Dan itu yang akan kita lakukan. Tidak ada lagi yang bisa mengusik kita. Kita memilih jalan kita sendiri."Jasmine menarik napas panjang, menikmati ketenangan yang selama ini sulit mereka dapatkan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa sepenuhnya bebas.

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   291. Di Ambang Kepastian

    "Apa kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di depan meja makan kecil di rumah kayu mereka, lilin yang menyala lembut di tengah meja menciptakan suasana hangat. Di luar, suara deburan ombak terdengar tenang, seolah dunia akhirnya memberikan mereka kedamaian setelah sekian lama berjuang.Noah menaruh sendoknya, lalu menatap Jasmine dalam. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin hidupku bersamamu, tanpa ada gangguan dari siapa pun."Jasmine menggigit bibirnya, lalu menundukkan kepala. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar siap. Aku tidak ingin ada lagi yang mengganggu kita."Noah tersenyum, mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Jasmine dengan lembut. "Tak ada yang bisa mengganggu kita lagi. Ini adalah awal baru kita."Jasmine menghela napas, lalu mengangguk. "Baiklah, kalau begitu kita jalani bersama."Di tempat lain, dalam d

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    290. Menyusun Masa Depan

    "Apa kau benar-benar ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan serius, mencoba mencari keraguan di matanya. Mereka berdiri di depan sebuah rumah kayu kecil yang berada di atas bukit, menghadap ke laut biru yang berkilauan. Angin menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin khas pantai.Noah tersenyum, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin tempat ini menjadi awal baru bagi kita."Jasmine menghela napas, matanya kembali menatap rumah sederhana yang berdiri kokoh di hadapan mereka. "Aku tidak menyangka kau ingin menetap di sini. Aku pikir kau lebih suka kehidupan kota."Noah melangkah mendekat, meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. "Kota hanya penuh dengan ingatan tentang masa lalu. Aku ingin sesuatu yang segar, yang benar-benar milik kita. Di sini, kita bisa membangun sesuatu tanpa ada yang mengusik."Jasmine mengangguk pelan, merasakan ketulusan dalam ka

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status