Share

183. Kenyataan Pahit

Author: Ndraa Archer
last update Last Updated: 2025-02-17 06:38:26

Hari-hari berlalu, dan hubungan Jasmine dengan Zora semakin dekat. Suatu hari, Zora mengajaknya untuk berbelanja.

“Kita perlu membeli beberapa barang baru untuk rumah,” kata Zora dengan senyum lembut. “Bagaimana kalau kau ikut denganku? Sekalian kita mencari sesuatu yang kau butuhkan.”

Jasmine sedikit ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baiklah.”

Mereka pergi ke butik terkenal di pusat kota. Zora tampak sangat antusias memilih pakaian dan aksesori, sementara Jasmine hanya sesekali memberikan pendapat.

Saat mereka berada di bagian gaun, Zora mengambil satu gaun berwarna biru tua dan menyerahkannya pada Jasmine.

“Kau harus mencoba ini,” ucapnya penuh semangat.

Jasmine mengambil gaun itu dengan sedikit canggung. “Aku?”

Zora mengangguk. “Tentu saja. Aku yakin gaun in

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    184. Kebenaran yang Menyakitkan

    “Itu… yang membuatku merasa bersalah,” ucap Zora lirih. “Tapi mau bagaimana lagi? Aku mencintaimu, Noah. Aku tidak bisa kehilanganmu.”Hening.Jasmine berdiri kaku di tempatnya, air matanya hampir jatuh. Ia menggigit bibirnya, berusaha keras menahan emosi yang meluap-luap di dalam dadanya. Perasaan sakit dan dikhianati membanjiri hatinya.Ia telah berusaha menjaga perasaan Zora, mencoba menghormati batasan mereka, bahkan mulai menganggap Zora segalanya. Tapi kini, ia menyadari bahwa semua perlakuan baik itu bukan karena tulus. Itu semua hanya bagian dari sebuah rencana untuk mempertahankan pernikahan Zora dan Noah.”Aku hanya alat.” Jasmine merasa nafasnya sesak. Ia harus pergi dari sini sebelum dirinya kehilangan kendali.Dengan langkah ringan namun tergesa, ia berjalan menjauh sebelum ada yang menyadari keberadaannya.&

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    185. Jika kau pergi kali ini, aku tidak akan mengejarmu.

    Pagi-pagi sekali, sebelum siapa pun bangun, Jasmine mulai mengemasi barang-barangnya. Ia memasukkan pakaian dan barang-barang penting ke dalam koper kecil, memastikan bahwa ia tidak meninggalkan apa pun yang berarti.Setelah selesai, ia berdiri di depan cermin sekali lagi, menatap dirinya sendiri.”Saatnya pergi.”Jasmine menarik napas dalam-dalam, lalu meraih koper dan membuka pintu kamar dengan hati-hati. Langkahnya pelan dan terukur, memastikan bahwa tidak ada yang menyadari kepergiannya.Namun, saat ia hampir mencapai pintu utama, suara berat menghentikan langkahnya.“Noah?”Jantungnya berdetak lebih cepat saat melihat pria itu berdiri di ujung lorong, menatapnya dengan mata tajam.“Kau mau ke mana?” tanya Noah dingin.Jasmine menggenggam koper di tangannya lebih erat. “Aku… aku hanya ingin pergi sebentar.&rd

    Last Updated : 2025-02-17
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    186. Kenyataan yang Menyesakkan  

    Jasmine sedikit tertegun, tetapi dengan cepat menyembunyikan keterkejutannya. “Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?”Juan menyandarkan punggungnya ke kursi. “Aku hanya penasaran. Kau selalu datang sendiri untuk kontrol. Tidak ada suami yang menemani, tidak ada yang menanyakan kondisimu secara langsung di rumah sakit… dan yang paling mencurigakan, aku tidak pernah melihat cincin di jarimu.”Jasmine tersenyum kecil, lalu mengangkat tangannya seolah ingin menunjukkan sesuatu. “Aku memang jarang memakai cincin pernikahan.”Juan mengernyit. “Lalu, di mana suamimu sekarang?”Jasmine menatapnya dengan ekspresi tenang. “Seperti yang orang-orang tahu… suamiku sedang bertugas di daerah konflik.”Juan terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. “Jadi dia tentara?”Jasmine tersenyum samar. &ld

    Last Updated : 2025-02-18
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO     187. Aku menunggumu di Dermaga Elysia  

    Zora menatapnya tajam. “Noah peduli padamu. Bahkan jika dia tidak menyadarinya sendiri.”Jasmine terdiam. Kata-kata itu seharusnya membuatnya merasa lebih baik, tetapi entah kenapa justru membuat dadanya semakin sesak.“Dia tidak mencariku,” gumam Jasmine lirih. “Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa dia peduli?”Zora tersenyum tipis. “Karena Noah adalah pria yang keras kepala. Dia mungkin tidak mencarimu sekarang, tapi bukan berarti dia tidak memikirkanmu.”Jasmine menggigit bibirnya, merasa perasaannya semakin kacau.Zora menyesap kopinya pelan sebelum berkata, “Aku hanya ingin kau tahu, apa pun yang terjadi, aku tidak akan menghalangimu untuk mendapatkan kebahagiaanmu sendiri.”Jasmine menatapnya dengan ekspresi bingung.“Apa maksudmu?”Zora menghela napas panjang. &l

    Last Updated : 2025-02-18
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    188.  Aku tidak akan memaksamu untuk apa pun  

    “Menghindari kenyataan bahwa aku tidak bisa mengabaikanmu.”Jantung Jasmine berdetak lebih cepat.Noah mengambil satu langkah mendekat. “Aku pikir dengan menjauh, aku bisa berpikir lebih jernih. Aku pikir dengan membiarkanmu sendiri, aku bisa menemukan jawabannya.”Jasmine menahan napas, menunggu kata-kata berikutnya.Noah menatap jasmine dalam, melanjutkan kalimatnya. “Tapi semakin aku menjauh, semakin aku menyadari bahwa aku tidak bisa berhenti memikirkanmu.”Jasmine menelan ludah. Ia tidak tahu harus merasa senang atau justru lebih terluka. “Noah…”Pria itu menatapnya dalam-dalam. “Aku tidak tahu apakah aku pantas untuk mengatakan ini sekarang, tetapi… aku merindukanmu, Jasmine.”Jasmine merasakan matanya memanas. Ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata-kata yang bisa kelua

    Last Updated : 2025-02-18
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    189. Malam Romantis yang Tak Terduga  

    Jasmine tertawa kecil. “Kenapa kau begitu penasaran?”Juan menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Karena aku mengenalmu, Jasmine. Dan aku tahu, ada sesuatu yang kau sembunyikan.”Jasmine mengangkat bahu, lalu menjawab dengan nada santai, “Seperti yang orang tahu, suamiku berada di daerah konflik. Dia sedang bertugas.”Juan memperhatikan ekspresi Jasmine dengan seksama, mencoba mencari kebohongan di sana. Tetapi Jasmine tetap tenang, tidak menunjukkan sedikit pun keraguan dalam kata-katanya.Juan menghela napas panjang. “Baiklah. Aku tidak akan memaksamu untuk memberitahuku jika kau tidak ingin.”Jasmine hanya tersenyum, menyesap jusnya dengan santai.Juan menatapnya sejenak sebelum berbicara lagi. “Tapi Jasmine… apa kau bahagia?”Pertanyaan itu membuat Jasmine terdiam. Ia menata

    Last Updated : 2025-02-18
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   190. Malam di Bulgaret Hotel  

    Noah menghela napas panjang, jemarinya sedikit menegang di atas tangan Jasmine. “Aku tidak akan berbohong padamu, Jasmine. Aku dan Zora punya sejarah panjang. Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku tidak berpura-pura saat bersamamu.”Hati Jasmine bergetar. Ia tidak tahu harus mengatakan apa.Lalu tiba-tiba, Noah bergerak lebih dekat, wajahnya hanya berjarak beberapa inci darinya. Jasmine bisa merasakan napas pria itu menyapu pipinya, menciptakan sensasi menggelitik yang membuat jantungnya berdebar lebih cepat.“Noah…” Suara jasmine terdengar lirih.“Bolehkah aku menciummu?” Noah bertanya dengan suara lembut, seolah memberi Jasmine kesempatan untuk menolak.Jasmine menatap matanya, dan dalam sekejap, semua logika runtuh. Tanpa menjawab, ia mengangguk pelan.Noah tidak menunggu lebih lama. Bibirnya menyentuh bibir Jasmine d

    Last Updated : 2025-02-18
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   191. Gangguan di Tengah Malam  

    Noah menarik napas dalam, menatapnya penuh intensitas. “Aku mencintaimu, Jasmine.”Jantung Jasmine seakan berhenti berdetak. Kata-kata itu, tidak seharusnya terucap. Namun sebelum ia sempat mencerna semuanya, Noah sudah kembali mencium bibirnya, kali ini lebih dalam, lebih menuntut.Jasmine mengerang pelan saat sentuhan pria itu semakin menjelajahi setiap sudut tubuhnya. Noah tidak terburu-buru. Gerakannya tenang, seolah menikmati setiap reaksi yang Jasmine tunjukkan. Jemarinya menelusuri lekuk tubuh wanita itu dengan lembut, sementara napas mereka berbaur dalam kehangatan malam.Gerakan Noah semakin intens—maju dan mundur, menciptakan irama yang membuat Jasmine menggigit bibirnya, menahan gejolak yang kian membuncah. Sesekali, Noah menatap wajahnya, menikmati ekspresi Jasmine yang tenggelam dalam permainannya.Di luar, ombak terus bergulung-gulung, menciptakan simfoni alami yang mengiringi malam

    Last Updated : 2025-02-18

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   301. Awal yang Baru

    Malam itu, setelah semua keputusannya bulat, Jasmine berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit yang mulai cerah setelah hujan turun. Cahaya bulan samar-samar menerangi taman di bawahnya, dan angin malam yang sejuk membelai kulitnya. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasakan ketenangan dalam hatinya.Pintu kamarnya terbuka perlahan. Noah berdiri di sana, mengenakan kemeja santai dengan lengan tergulung hingga siku. Wajahnya terlihat lebih rileks dibanding beberapa hari terakhir, tetapi sorot matanya tetap tajam saat menatap Jasmine."Kau belum tidur?" tanyanya, berjalan mendekat.Jasmine menggeleng pelan. "Aku hanya ingin menikmati malam ini. Rasanya seperti beban di dadaku perlahan menghilang."Noah berdiri di sampingnya, menyandarkan lengannya ke pagar balkon. "Aku mengerti. Kau telah melalui banyak hal. Tapi aku ingin kau tahu satu hal, Jasmine. Aku berjanji, kau tidak akan pernah merasa sendiri lagi."Jasmine menoleh, menatapny

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   300. Pilihan Hati

    Jasmine berdiri di depan Ryan, hatinya berdegup kencang. Pria itu masih menatapnya, menunggu jawaban yang selama ini ia nantikan. Hujan tipis mulai turun, menyisakan embun di rerumputan taman keluarga Dirgantara. Udara yang dingin membuat napas Jasmine berembun, tetapi bukan itu yang membuat tubuhnya terasa membeku. Melainkan pertanyaan yang Ryan ajukan padanya.“Jika semua ini tidak pernah terjadi—jika tidak ada kontrak, tidak ada tekanan dari keluargamu atau Noah—apakah kau akan memilihku?”Jasmine menutup matanya sejenak. Seakan mencoba mencari jawaban di dalam dirinya sendiri. Ia telah mengajukan pertanyaan itu berkali-kali dalam pikirannya, dan sekarang, saat ia harus mengatakannya dengan lantang, dadanya terasa sesak.Ryan tetap menunggu, tidak mendesak, tetapi ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia sangat menginginkan jawaban yang berpihak padanya.Jasmine mengangkat wajahnya, menatap Ryan lurus-lurus. “Ryan... jika se

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   299. Keputusan yang Tak Terelakkan

    Jasmine mengikuti langkah Pram dengan hati yang berdebar. Setiap langkah yang ia ambil menuju ruang kerja Noah terasa semakin berat. Ia tidak tahu apa yang akan dibicarakan Noah, tetapi ia bisa merasakan bahwa pertemuan ini akan menjadi sesuatu yang mengubah segalanya.Saat mereka tiba di depan pintu ruang kerja, Pram mengetuk dua kali sebelum membukanya. "Noah menunggumu di dalam," katanya dengan suara datar.Jasmine menatap Pram sejenak sebelum melangkah masuk. Di dalam ruangan yang diterangi cahaya lampu meja, Noah duduk di kursinya, jari-jarinya mengetuk permukaan meja kayu dengan ritme pelan. Matanya langsung tertuju pada Jasmine begitu ia masuk."Duduklah," ujar Noah tanpa basa-basi.Jasmine menurut. Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan dirinya, tetapi hawa di ruangan ini terlalu berat. Atmosfernya terlalu menekan.Noah menatapnya dalam-dalam sebelum akhirnya berbicara. "Ryan masih mencarimu. Aku tahu dia ingin jawaban darimu."

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   298. Penerimaan yang Tertunda

    Malam itu, setelah meninggalkan rumah yang disiapkan Noah untuk mereka, Jasmine memilih untuk kembali ke rumah keluarga Dirgantara. Kepalanya masih dipenuhi pertanyaan yang belum terjawab. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri—hati kecilnya mengakui bahwa apa yang dilakukan Noah untuknya sangat berarti. Namun, bayangan masa lalu, ketakutan akan masa depan, dan keberadaan Ryan serta Pram masih menghantuinya.Ketika ia memasuki mansion keluarga Dirgantara, suasana terasa lebih sunyi dari biasanya. Tapi begitu Jasmine melewati ruang tengah, suara seseorang menghentikan langkahnya.“Jasmine, duduklah sebentar.”Suara berat namun berwibawa itu berasal dari Dursila Dirgantara, nenek Noah. Wanita tua itu duduk dengan anggun di salah satu sofa besar, matanya meneliti Jasmine dengan tajam. Di sebelahnya, Tari, sepupu Noah, ikut menatap Jasmine dengan ekspresi yang sulit dibaca.Jasmine menelan ludah, lalu melangkah mendekat dan duduk di kursi

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    297. Bukti Keseriusan Noah

    Jasmine masih memikirkan pertemuannya dengan Ryan saat Noah tiba-tiba mengajaknya keluar. Mata pria itu serius, tanpa memberikan kesempatan untuk menolak. "Kita pergi sekarang.""Ke mana?" tanya Jasmine curiga. Tangannya masih menggenggam ponsel, seakan enggan untuk melepaskan bayangan percakapan terakhirnya dengan Ryan.Noah hanya tersenyum kecil, tetapi ada sesuatu di matanya—sesuatu yang tegas, yang tidak bisa dibantah. "Kau akan tahu saat kita sampai di sana."Dengan berat hati, Jasmine akhirnya menurut. Mereka melaju dalam diam, hanya suara mesin mobil yang terdengar. Aroma kulit jok mobil yang khas, suara lembut gesekan roda dengan aspal, dan tatapan tajam Noah yang sesekali melirik ke arahnya dari kaca spion membuat perjalanan ini terasa lebih panjang daripada yang seharusnya.Pikiran Jasmine terus berputar. Kata-kata Ryan masih menghantuinya. "Jika semua ini tidak pernah terjadi—jika tidak ada kontrak, tidak ada Noah, apakah kau akan m

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   296. Keraguan di Antara Kita

    Setelah semua yang terjadi, Jasmine merasa ada jurang tak kasat mata di antara dirinya dan Noah. Meskipun Juan telah ditangkap, skandal Zora terbongkar, dan Jorse Corp kini berada di tangannya, hati Jasmine masih diliputi kebingungan.Di dalam kamar yang sunyi, ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita di sana tampak lebih kuat daripada sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang masih menggantung di matanya—keraguan.Noah mengetuk pintu sebelum masuk. "Kenapa masih belum tidur?" tanyanya, mendekat.Jasmine tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir."Noah duduk di sampingnya, menatapnya lekat. "Tentang apa?"Jasmine menghela napas. "Tentang kita. Setelah semua yang terjadi... aku masih bertanya-tanya, apa aku pantas berada di sisimu? Apa aku benar-benar bagian dari hidupmu, atau hanya seseorang yang kebetulan terjebak dalam pusaran masalah ini?"Mata Noah menggelap, rahangnya mengencang. "Jasmine, aku tidak pernah mengang

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   295. Babak Baru untuk Jasmine dan Noah

    Berita tentang penangkapan Juan menyebar dengan cepat. Media menyebarkan informasi mengenai keterlibatannya dalam berbagai kejahatan, mulai dari konspirasi bisnis yang melibatkan Jorse Corp hingga skandal gelap keluarga Santika yang kini terungkap ke publik. Setiap detik, nama keluarga Santika semakin tercoreng, dan banyak pihak mulai berbalik melawan mereka. Dengan ini, hanya tinggal menunggu waktu hingga hukum akan menjatuhkan vonis pada semua yang terlibat.Di rumah keluarga Dirgantara, Jasmine duduk di ruang kerja Noah. Matanya menatap layar laptop yang penuh dengan dokumen-dokumen penting mengenai Jorse Corp. Keberadaan perusahaan itu di ambang kehancuran, tetapi kesempatan kini ada di tangannya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya menjadi warisan keluarganya. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya, hal yang lebih dalam dari sekadar bisnis. Ia harus membersihkan nama orang tuanya, membersihkan setiap noda yang ditinggalkan oleh pengkhianatan yan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   294. Skandal Besar yang Menghancurkan Keluarga Santika

    Noah duduk di ruang kerja, menatap layar laptopnya dengan rahang mengatup. Serangkaian dokumen tentang perusahaan terpampang jelas di layar. Ancaman dari keluarga Bulharm bukan hanya rumor belaka—mereka benar-benar berusaha mengambil alih Dirgantara Group secara diam-diam.Namun, kali ini, dia merasa lebih tenang. Tidak ada lagi tekanan dari Zora, tidak ada lagi permainan licik yang harus dia hadapi darinya. Perceraian mereka sudah final, dan Zora kini menjalani hukuman 15 tahun penjara bersama Leonard Wijaya. Semuanya terasa lebih ringan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir.Pintu ruangannya diketuk. Jasmine masuk dengan ekspresi tenang tetapi penuh perhatian. “Ada masalah baru?”Noah menghela napas. “Bulharm mencoba mengambil saham mayoritas dari tangan investor kecil. Mereka ingin menguasai Dirgantara Group.”Jasmine duduk di hadapannya, matanya menatap Noah dengan serius. “Apa yang bisa kita lakukan?”

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   293. Langkah Baru

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di tepi pantai, pasir putih lembut di bawah kaki mereka, sementara ombak berkejaran menuju bibir pantai. Angin laut menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin yang khas.Noah menatapnya dalam, menggenggam tangannya erat. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini hidup yang kita pilih, dan aku ingin menjalaninya bersamamu."Jasmine menghela napas, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan pria itu. "Aku juga ingin itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan menyesal."Noah tersenyum kecil, mengangkat tangan Jasmine dan mengecup punggung tangannya lembut. "Tidak ada penyesalan. Hanya masa depan yang akan kita bangun bersama."Jasmine mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak bisa dijelaskan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar merasa berada di tempa

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status