Home / Romansa / Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO / 108. Kecurigaan Oma Dursila

Share

108. Kecurigaan Oma Dursila

Author: Ndraa Archer
last update Last Updated: 2025-02-01 16:13:35

Oma Dursila terlihat semakin penasaran. “Soalnya tadi di kamar mandi ada bekas air di lantai. Kok bisa ya? Jangan-jangan kamu mandi diam-diam?” tanya Oma dengan nada menggoda, tapi matanya tetap serius.

Jasmine merasa panik. “Ah, Oma... Mungkin... mungkin tadi kak Zora yang meminta Noah menemaniku malam ini, jadi aku... aku nggak sempat mandi,” jawabnya dengan gugup, berusaha memberi penjelasan.

Zora yang mendengar hal itu langsung tersenyum sinis dan segera bergerak untuk mengalihkan perhatian Oma Dursila.

“Oma, jangan curigai Jasmine. Mungkin dia cuma keburu-buru dan lupa mandi. Lagian, kamu kan tahu, dia ini kadang suka nggak perhatian sama diri sendiri,” Zora menjelaskan sambil melirik ke arah Jasmine yang tampak tertekan.

Oma Dursila terlihat sedikit ragu, namun Zora dengan cepat melanjutkan. “Jangan khawatir, Oma. Jangan terlalu serius deh. Lagian, soal Jasmine itu urusan kita. Nanti juga dia sembuh dan kembali ke rutinitas seperti biasa.”

Zora lalu beralih topik pembicaraan. “N
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO     109. Pelukan Hangat Sebelum Pulang

    Zora dan Oma Dursila akhirnya berpamitan untuk pulang setelah seharian menemani Jasmine di rumah sakit. Sebelum keluar, Zora menoleh kembali dan berkata, “Nanti malam Noah yang akan menemanimu, ya.”Jasmine tersenyum lembut mendengar itu. Meski ia tidak berkata apa-apa, ada sedikit rasa nyaman yang menghangatkan hatinya.“Ada yang mau aku bawakan?” tanya Zora sambil merapikan tasnya.Jasmine berpikir sejenak, lalu menjawab, “Aku hanya ingin makan manisan.”Oma Dursila yang sedang mengenakan syalnya langsung menoleh ke arah Zora dan bertanya dengan nada menggoda, “Kamu tidak ingin manisan juga, Zora? Mengingat usia kandungan kalian hampir sama.”Zora tertawa pelan. “Oma, tidak semua ibu hamil mengidam yang sama,” jawabnya santai.“Tapi aku benar-benar penasaran,” lanjut Oma Dursila, matanya berbinar penuh rasa ingin tahu. “Anak kalian nanti cewek atau cowok, ya?”Jasmine tertawa kecil mendengar pertanyaan itu. “Oma, perut kami saja masih belum terlalu besar, ini baru mau masuk trimeste

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   110. Aroma Noah yang Menggoda  

    Jasmine menatapnya dalam diam. Kehangatan yang selalu Noah berikan membuatnya merasa nyaman. Meski pria itu sering bersikap dingin, tapi perhatian kecil seperti ini selalu berhasil membuat hatinya bergetar.Noah meraih tas kecil yang dibawanya dan mengeluarkan sesuatu. “Aku sempat mampir ke toko oleh-oleh sebelum ke sini. Kamu bilang ingin manisan, kan?”Mata Jasmine berbinar melihat beberapa bungkus manisan kesukaannya di tangan Noah. “Kamu ingat?”“Tentu saja. Aku bukan tipe orang yang lupa dengan keinginan istriku,” jawab Noah santai.Jasmine mengambil satu bungkusan dan membukanya dengan semangat. Begitu mencicipinya, senyum puas langsung menghiasi wajahnya.”Jangan membuatku larut, Noah,” ujar Jasmine setelah mendengar kata Istriku.Noah menatapnya dengan ekspresi lembut. “Jadi, kapan kamu bisa pulang dari sini?”Bukannya menghiraukan ucapan Jasmine, Noah malah bertanya hal lain. Jasmine langsung mendengkus kesal.“Tiga hari lagi,” jawab Jasmine sambil mengunyah. “Aku ingin cepat

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    111. Gangguan di Tengah Kehangatan  

    “Noah, kamu ini bagaimana sih? Nyuruh aku makan tapi malah gangguin terus,” gumamnya, mencoba mengalihkan perhatian.Noah tertawa ringan lalu berdiri dari ranjang. “Baiklah, aku nggak akan ganggu. Kamu makan yang banyak, ya. Aku harus menyelesaikan konferensi telepon dulu.”Jasmine mengangguk sambil melanjutkan makanannya, sementara Noah mengambil laptopnya dan duduk di sofa. Ia membuka perangkatnya, menyambungkan ke panggilan video dengan timnya.“Noah Dirgantara di sini,” ucapnya tegas saat panggilan terhubung.Di layar, beberapa wajah dari tim startup-nya muncul. Mereka semua tampak serius, menunggu presentasi Noah.“Aku ingin membahas lebih dalam mengenai proyek game MMORPG yang sedang kita kembangkan,” lanjut Noah. “Konsepnya harus bisa diakses oleh berbagai perangkat, baik smartphone kelas atas maupun menengah. Aku ingin game ini bisa menjangkau semua kalangan, bukan hanya gamer profesional.”Jasmine yang awalnya tidak terlalu peduli dengan urusan bisnis Noah, secara tak sadar m

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   112. Dalam Dekapan Noah  

    Noah menekan tombol hijau dan menyandarkan tubuhnya ke sofa. “Halo, Pram. Ada apa?”Suara Pram terdengar agak cemas di ujung telepon. “Noah, ada masalah dengan pengiriman bahan mentah ke Jenera. Beberapa dokumen perjalanan terkendala, dan pihak berwenang butuh tanda tangan Anda segera.”Noah mengerutkan kening. “Bukannya semua dokumen sudah diproses sejak kemarin?”“Benar, tapi ada revisi mendadak terkait peraturan impor. Kami butuh tanda tangan dan beberapa persetujuan tambahan sebelum barang bisa dikirim.” Pram menjelaskan.Noah menghela napas panjang. Ia melirik Jasmine yang masih menatapnya dengan ekspresi ingin tahu.“Aku akan segera mengurusnya,” ucap Noah akhirnya. “Kirim dokumennya ke emailku.”Setelah menutup panggilan, Noah menatap Jasmine dengan sedikit penyesalan.“Maaf, sepertinya aku harus menyelesaikan ini sebentar,” katanya, meraih laptopnya kembali.Jasmine mengangguk mengerti, meskipun ada sedikit rasa kecewa. “Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa melihatmu bekerja.”No

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   113. Pergulatan Tak Terhindarkan

    Ruangan rumah sakit yang tadinya tenang kini dipenuhi ketegangan yang hampir bisa disentuh. Ryan berdiri dengan rahang mengeras, matanya menatap tajam ke arah Noah yang masih duduk dengan santai di tepi tempat tidur Jasmine.“Aku tidak mengerti,” suara Ryan terdengar tajam. “Saat Jasmine masuk rumah sakit, kau bilang suaminya sedang bertugas di luar kota, di daerah konflik. Tapi sekarang aku melihat sendiri… kau tidur di sampingnya, memeluknya. Siapa sebenarnya kau, Noah?”Noah hanya menaikkan alisnya, sama sekali tidak terintimidasi oleh tatapan tajam Ryan. Ia menarik napas dalam, lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat tidur dengan santai.“Tidak ada yang perlu dijelaskan,” jawabnya dingin. “Apa urusanmu ikut campur?” Jawaban itu seperti bara api yang dilemparkan ke bensin.Ryan mengepalkan tangan, napasnya memburu. “Urusanku?” katanya dengan suara menekan. “Jasmine temanku! Aku peduli padanya! Aku tidak akan diam saja melihat dia berada dalam situasi yang… entahlah… membingun

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   114. Keputusan yang Menjauhkan.  

    Sebelum keluar, Juan menepuk bahu Noah pelan, seolah memberinya isyarat untuk lebih tenang.“Jangan terlalu keras kepala,” bisiknya, lalu pergi meninggalkan ruangan.Kini, hanya ada Jasmine dan Noah di dalam kamar. Keheningan menyelimuti mereka, masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri.Noah akhirnya berdiri, menatap Jasmine yang masih enggan menatapnya. “Aku pergi dulu,” katanya singkat, lalu berjalan menuju pintu.Namun, sebelum benar-benar keluar, ia berhenti sejenak dan berbalik. “Jangan lupa makan, Jasmine,” tambahnya dengan suara lebih pelan, lalu pergi meninggalkan ruangan.Jasmine tetap diam, tetapi dalam hatinya, ia tahu bahwa perasaannya semakin berantakan.Setelah Noah pergi, Jasmine merasa sedikit lega, meskipun keheningan dalam ruangan itu terasa begitu pekat. Ia segera memutuskan untuk menghubungi pihak rumah sakit untuk mengurus kepulangannya.Jasmine ingin beristirahat sejenak, jauh dari keributan, dan yang paling penting—jauh dari Noah untuk beberapa waktu.\Deng

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   115. Pencarian yang Tak Terduga

    Tanpa mengucapkan kata-kata lagi, Noah keluar dari ruang dokter dan langsung menghubungi anak buahnya. Ia tak mau tinggal diam. Jasmine harus ditemukan, apapun yang terjadi."Segera cari tahu keberadaan Jasmine," perintah Noah tegas. "Dia harus ditemukan sebelum semuanya terlambat. Jangan biarkan dia pergi tanpa kabar!"Anak buah Noah yang menerima perintah itu segera bergerak cepat, berusaha melacak keberadaan Jasmine. Sementara itu, Noah tetap berdiri di lorong rumah sakit, berpikir keras tentang apa yang bisa dia lakukan untuk meyakinkan Jasmine kembali ke rumahnya.Sementara waktu terus berlalu, ketegangan semakin meningkat. Noah merasa semakin terpojok dalam kebingungannya.Tetapi, yang terpenting baginya sekarang adalah menemukan Jasmine dan memastikan dia aman, tak peduli berapa banyak waktu yang harus dihabiskan untuk mencapainya.Jasmine duduk di sofa rumah Vina, matanya yang lelah masih memancarkan kepenatan yang tak tertahankan. Vina duduk di sampingnya, memperhatikan denga

    Last Updated : 2025-02-01
  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   116. Kejujuran Jasmine pada Ryan

    Jasmine duduk di sofa rumah Vina, matanya masih terlihat lelah, namun ada secercah harapan yang mulai muncul.Vina yang duduk di sampingnya, sudah menyiapkan beberapa hal untuk membantu Jasmine menghadapi situasi yang semakin rumit.Setelah beberapa saat berlalu, Vina memutuskan untuk segera menghubungi Ryan.“Aku akan berbicara dengannya. Aku rasa ini adalah saat yang tepat untuk dia mendengarkan versi dari kamu sendiri, Jasmine,” ujar Vina dengan tegas.Jasmine mengangguk, meskipun hatinya masih terasa berat. "Aku hanya ingin ini semua selesai. Aku tidak ingin ada yang merasa tersakiti, tapi aku juga tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan."Vina mengangkat telepon dan menekan nomor Ryan. Saat Ryan menjawab, Vina langsung berbicara, “Ryan, ini Vina. Bisa kamu datang ke rumahku? Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada kamu. Jasmine ingin berbicara denganmu secara langsung."Di ujung telepon, Ryan tampak sedikit bingung. "Tapi, Vina… aku tidak tahu apakah aku bisa mendengarka

    Last Updated : 2025-02-01

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   296. Keraguan di Antara Kita

    Setelah semua yang terjadi, Jasmine merasa ada jurang tak kasat mata di antara dirinya dan Noah. Meskipun Juan telah ditangkap, skandal Zora terbongkar, dan Jorse Corp kini berada di tangannya, hati Jasmine masih diliputi kebingungan.Di dalam kamar yang sunyi, ia duduk di tepi ranjang, menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita di sana tampak lebih kuat daripada sebelumnya, tetapi ada sesuatu yang masih menggantung di matanya—keraguan.Noah mengetuk pintu sebelum masuk. "Kenapa masih belum tidur?" tanyanya, mendekat.Jasmine tersenyum tipis. "Aku hanya berpikir."Noah duduk di sampingnya, menatapnya lekat. "Tentang apa?"Jasmine menghela napas. "Tentang kita. Setelah semua yang terjadi... aku masih bertanya-tanya, apa aku pantas berada di sisimu? Apa aku benar-benar bagian dari hidupmu, atau hanya seseorang yang kebetulan terjebak dalam pusaran masalah ini?"Mata Noah menggelap, rahangnya mengencang. "Jasmine, aku tidak pernah mengang

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   295. Babak Baru untuk Jasmine dan Noah

    Berita tentang penangkapan Juan menyebar dengan cepat. Media menyebarkan informasi mengenai keterlibatannya dalam berbagai kejahatan, mulai dari konspirasi bisnis yang melibatkan Jorse Corp hingga skandal gelap keluarga Santika yang kini terungkap ke publik. Setiap detik, nama keluarga Santika semakin tercoreng, dan banyak pihak mulai berbalik melawan mereka. Dengan ini, hanya tinggal menunggu waktu hingga hukum akan menjatuhkan vonis pada semua yang terlibat.Di rumah keluarga Dirgantara, Jasmine duduk di ruang kerja Noah. Matanya menatap layar laptop yang penuh dengan dokumen-dokumen penting mengenai Jorse Corp. Keberadaan perusahaan itu di ambang kehancuran, tetapi kesempatan kini ada di tangannya untuk merebut kembali sesuatu yang seharusnya menjadi warisan keluarganya. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya, hal yang lebih dalam dari sekadar bisnis. Ia harus membersihkan nama orang tuanya, membersihkan setiap noda yang ditinggalkan oleh pengkhianatan yan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   294. Skandal Besar yang Menghancurkan Keluarga Santika

    Noah duduk di ruang kerja, menatap layar laptopnya dengan rahang mengatup. Serangkaian dokumen tentang perusahaan terpampang jelas di layar. Ancaman dari keluarga Bulharm bukan hanya rumor belaka—mereka benar-benar berusaha mengambil alih Dirgantara Group secara diam-diam.Namun, kali ini, dia merasa lebih tenang. Tidak ada lagi tekanan dari Zora, tidak ada lagi permainan licik yang harus dia hadapi darinya. Perceraian mereka sudah final, dan Zora kini menjalani hukuman 15 tahun penjara bersama Leonard Wijaya. Semuanya terasa lebih ringan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir.Pintu ruangannya diketuk. Jasmine masuk dengan ekspresi tenang tetapi penuh perhatian. “Ada masalah baru?”Noah menghela napas. “Bulharm mencoba mengambil saham mayoritas dari tangan investor kecil. Mereka ingin menguasai Dirgantara Group.”Jasmine duduk di hadapannya, matanya menatap Noah dengan serius. “Apa yang bisa kita lakukan?”

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   293. Langkah Baru

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di tepi pantai, pasir putih lembut di bawah kaki mereka, sementara ombak berkejaran menuju bibir pantai. Angin laut menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin yang khas.Noah menatapnya dalam, menggenggam tangannya erat. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini hidup yang kita pilih, dan aku ingin menjalaninya bersamamu."Jasmine menghela napas, membiarkan dirinya tenggelam dalam tatapan pria itu. "Aku juga ingin itu. Aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak akan menyesal."Noah tersenyum kecil, mengangkat tangan Jasmine dan mengecup punggung tangannya lembut. "Tidak ada penyesalan. Hanya masa depan yang akan kita bangun bersama."Jasmine mengangguk, hatinya dipenuhi kehangatan yang tak bisa dijelaskan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia benar-benar merasa berada di tempa

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   292. Jalan yang Kita Pilih

    "Kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di depan teras rumah kayu mereka, angin laut bertiup lembut membawa aroma asin yang menenangkan. Langit mulai berubah jingga, menandakan sore akan segera berganti malam.Noah tersenyum kecil, menatap mata Jasmine yang penuh dengan harapan. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Kita sudah terlalu jauh untuk kembali. Ini adalah awal baru kita."Jasmine mengangguk pelan, menggenggam tangan Noah erat. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar meninggalkan masa lalu. Aku ingin hidup kita dipenuhi kebahagiaan, tanpa gangguan."Noah mengusap punggung tangannya lembut. "Dan itu yang akan kita lakukan. Tidak ada lagi yang bisa mengusik kita. Kita memilih jalan kita sendiri."Jasmine menarik napas panjang, menikmati ketenangan yang selama ini sulit mereka dapatkan. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia merasa sepenuhnya bebas.

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   291. Di Ambang Kepastian

    "Apa kau yakin ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan sorot mata penuh pertimbangan. Mereka berdiri di depan meja makan kecil di rumah kayu mereka, lilin yang menyala lembut di tengah meja menciptakan suasana hangat. Di luar, suara deburan ombak terdengar tenang, seolah dunia akhirnya memberikan mereka kedamaian setelah sekian lama berjuang.Noah menaruh sendoknya, lalu menatap Jasmine dalam. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin hidupku bersamamu, tanpa ada gangguan dari siapa pun."Jasmine menggigit bibirnya, lalu menundukkan kepala. "Aku hanya ingin memastikan bahwa kita benar-benar siap. Aku tidak ingin ada lagi yang mengganggu kita."Noah tersenyum, mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Jasmine dengan lembut. "Tak ada yang bisa mengganggu kita lagi. Ini adalah awal baru kita."Jasmine menghela napas, lalu mengangguk. "Baiklah, kalau begitu kita jalani bersama."Di tempat lain, dalam d

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO    290. Menyusun Masa Depan

    "Apa kau benar-benar ingin melakukan ini?"Jasmine menatap Noah dengan serius, mencoba mencari keraguan di matanya. Mereka berdiri di depan sebuah rumah kayu kecil yang berada di atas bukit, menghadap ke laut biru yang berkilauan. Angin menerpa wajah mereka dengan lembut, membawa aroma asin khas pantai.Noah tersenyum, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini, Jasmine. Aku ingin tempat ini menjadi awal baru bagi kita."Jasmine menghela napas, matanya kembali menatap rumah sederhana yang berdiri kokoh di hadapan mereka. "Aku tidak menyangka kau ingin menetap di sini. Aku pikir kau lebih suka kehidupan kota."Noah melangkah mendekat, meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. "Kota hanya penuh dengan ingatan tentang masa lalu. Aku ingin sesuatu yang segar, yang benar-benar milik kita. Di sini, kita bisa membangun sesuatu tanpa ada yang mengusik."Jasmine mengangguk pelan, merasakan ketulusan dalam ka

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   289. Langkah Baru

    "Kau yakin dengan keputusan ini?"Jasmine menatap Noah dengan mata penuh keyakinan. Mereka berdiri di balkon vila yang menghadap ke laut biru jernih, angin sepoi-sepoi mengibarkan helaian rambutnya. Suasana di tempat itu begitu tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota yang selama ini membebani mereka.Noah memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, menatap hamparan air yang tenang. "Aku tidak pernah lebih yakin dari ini. Kita sudah melewati terlalu banyak hal untuk terus melihat ke belakang. Ini waktunya untuk benar-benar melangkah maju."Jasmine mengangguk pelan. "Aku setuju. Tapi aku juga ingin memastikan bahwa kita tidak terburu-buru. Aku ingin semua ini nyata, bukan sekadar pelarian dari masa lalu."Noah berbalik, meraih tangan Jasmine dan menggenggamnya erat. "Jasmine, aku tidak akan pernah menjadikan ini sebagai pelarian. Aku ingin kita membangun sesuatu yang baru. Bersama."Jasmine menatap matanya dalam-dalam, mencari ketulusan di sana, dan

  • Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO   288. Cahaya di Ujung Perjalanan

    "Akhirnya, kita bisa benar-benar bernapas lega."Jasmine menatap ke luar jendela apartemen mereka, mengamati pemandangan kota yang berkilauan di bawah sinar bulan. Lampu-lampu jalan bersinar lembut, menciptakan bayangan samar di permukaan kaca. Udara malam yang sejuk menyelinap masuk melalui celah jendela, membawa aroma hujan yang tersisa di aspal.Tangannya menggenggam cangkir teh hangat, uap tipis mengepul, menebarkan aroma melati yang menenangkan. Pikirannya masih mencoba mencerna kenyataan bahwa semua ini telah berakhir. Tidak ada lagi ancaman dari Zora, tidak ada lagi bayang-bayang Leonard yang menghantui kehidupan mereka. Untuk pertama kalinya, dunia terasa lebih damai.Langkah kaki terdengar mendekat. Lalu, Noah melingkarkan lengannya di pinggang Jasmine, menariknya ke dalam dekapan hangatnya. Tubuhnya kokoh, dan aroma khasnya—maskulin dengan sedikit wangi sandalwood—begitu familiar, membuat Jasmine tanpa sadar menghela napas pelan."Ap

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status