Share

Bab 1505

Author: Daun Jahe
Emir mengenakan sandal, lalu berdiri di tempat. “Apa kata dokter?”

“Dia bilang … kalau aku mempertahankannya, risikonya cukup besar,” balas Giselle tanpa melirik Emir.

Emir terdiam sejenak. “Ikuti arus saja. Kalau memang tidak bisa, aku juga tidak mempermasalahkannya. Kita juga sudah memiliki anak perempuan.”

Giselle menatap Emir dengan syok. Selama bertahun-tahun menikah, Giselle mengira Emir tidak akan memahaminya. Dia memang cukup terkejut atas perubahan sikapnya terhadap Widya waktu itu. Tak disangka, Emir benar-benar telah berubah.

Saat ini, kedatangan juga “kabar bahagia” dari Widya. Dia juga sedang mengandung.

Saat Claire mendapat berita itu, dia segera pergi mengunjungi Widya. Tak lupa juga dia memberi ucapan selamat kepada Hendri.

Berhubung ini adalah kehamilan pertama Widya, dia pun merasa sangat tidak nyaman. Dia selalu memuntahkan apa yang dimakannya. Jadi, dia terpaksa meminta izin selama beberapa hari ini.

Saat Claire datang menjenguk Widya, dia pun membawa beberapa manis
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1506

    Sikap ramah Julie membuat Jessie merasa tidak enak hati. Dia mengusap bulu Alaksan di pelukannya, lalu menjawab, “Namanya Rezeki.”“Re … Rezeki?” Senyuman di wajah Julie spontan terkaku.Kenapa malaikat secantik dan seimut ini malah memberi nama yang begitu kampungan?Jerry dan Jody menepuk keningnya. Mereka sungguh ingin mengganti nama pemberian adik mereka.Jody menopang dagunya sembari mengamati Julie. Entah kenapa dia merasa dirinya pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya.Tetiba muncul gambaran di benak Jody. Jody kepikiran dengan wanita yang datang bersama Hiro sewaktu di restoran waktu itu. “Kamu … Tante, ‘kan? Istrinya Paman Dimas?”“Tante?” Jessie dan Jerry merasa syok.Istrinya Paman Dimas?Julie menarik napas dalam-dalam berusaha untuk menunjukkan senyuman di wajahnya. “Kalian akan lebih imut kalau nggak panggil aku istrinya Paman Dimas.”Julie mentraktir mereka makan di restoran. Anjing peliharaan sementara dititipkan di dalam toko. Berhubung Julie adalah senior mereka,

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1507

    Gara-gara Jules, Jessie pun bersedih selama hampir setengah bulan. Awalnya mereka mengira Jules telah meninggal, mereka juga tidak berani mengungkit masalah Jules di hadapan adik mereka. Sekarang, ternyata Jules mengalami amnesia, melupakan semua memorinya.Jody berkata, “Dia sebaya sama kita, tapi dia sudah mulai mengambil alih Keluarga Tanzil. Benn pernah berkata pada Kakek Buyut, beberapa tahun kemudian, Jules pasti akan menjadi saingan tangguh kita.”Jerry menggertakkan giginya. “Hanya dengan kemampuannya?”“Jerry, kamu jangan remehin dia. Kita memang terus melatih diri demi menjadi kuat, tapi apa yang dia alami lebih banyak daripada kita. Apalagi, dia memegang perusahaan dalam usia belianya. Aku dengar-dengar, Akademi Bisnis Victoria merekrutnya tanpa persyaratan apa pun. Sepertinya tak lama kemudian, dia sudah sanggup untuk mengalahkan kita.”Akademi Bisnis Victoria adalah akademi keluarga bangsawan Negara Hyugana. Akademi itu juga merupakan akademi dengan banyak mahasiswa unggul

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1508

    Melia melebarkan matanya dengan perlahan. Gilbert mendekatinya, lalu menarik Melia ke dalam pelukannya. “Sudah hampir ketiduran, ya.”Suara Melia sangatlah kecil. “Tapi nyaman sekali.”Gilbert mencium pipinya, lalu beralih ke bawah.Kali ini Melia langsung menyadarkan dirinya. Dia mengangkat kepala, lalu mendorong dada Gilbert. “Gilbert!”Gilbert pun tersenyum, tetapi dia tidak menghentikan gerakannya. “Hari ini kamu pergi mengunjungi adikmu?”“Emm, iya ….”Widya dan Hendri ingin merayakan Hari Raya di Kota Jimbar. Kebetulan Melia juga sedang berada di Kota Jimbar. Dia pun pergi mengunjungi Widya. Saat ini, usia kehamilan Widya sudah memasuki bulan keempat. Kedua keluarga memutuskan untuk melangsungkan resepsi pernikahan setelah anak dilahirkan.Ketika menyadari Melia sedang melamun, Gilbert membenamkan kepalanya di atas leher Melia. Rambut pendek Gilbert mengenai kulit halus Melia. Alhasil, Melia merasa geli dan mengelak. “Gilbert!”Gilbert bertanya, “Kapan kita melangsungkan resepsi

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1509

    Roger menggertakkan giginya. “Bisa tidak kamu ….”“Hei, wanita di depan sana, sebentar!”Belum sempat Roger menyelesaikan omongannya, ada orang yang memotong ucapannya.Sekelompok orang datang mengerumuni mereka. Tampak seorang lelaki berpakaian jaket macan dengan merokok berjalan keluar kerumunan. Dia mengangkat kepalanya melihat ke sisi Izza. “Kamu hebat sekali, ya. Gimana kalau kamu bergabung ke dalam klubku? Aku jamin kamu pasti akan mendapatkan uang yang lebih banyak daripada 2 miliar itu.”Berhubung ada pertandingan tinju, ada banyak orang kaya yang datang untuk bertaruh, lalu menaruh taruhan yang cukup besar. Jika mereka menang, mereka pun akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.Malam ini Izza mengalahkan semua tandingannya. Tentu saja mereka tidak ingin melepaskan petinju andal seperti Izza.Hanya saja, Izza malah membalasnya dengan tatapan sinis, “Nggak tertarik.”Izza hanya tertarik dengan permainan tinju. Namun, bukan berarti Izza menginginkan kedudukan di dunia

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1510

    Pada akhirnya mereka berdua memasuki mobil. Mobil pun melaju pergi.Biasanya ada banyak mobil yang lalu lalang di jalanan. Berhubung sedang Hari Raya, pengguna jalan sangatlah sedikit.Izza menopang keningnya, lalu bersandar di jendela mobil dengan malasnya. Dia melirik Roger sekilas. “Aku kira kamu ingin tarik waktu sampai besok pagi.”Ujung bibir Roger melengkung ke atas. “Aku tidak tertarik untuk berkelahi selama itu.”“Kalau Tuan Javier dalam bahaya, dengan kecepatanmu, sepertinya dia akan tiada sebelum kamu berhasil menyelamatkannya.”Roger tersenyum. “Kalau Tuan Javier dalam bahaya, bukan aku yang seharusnya menyelamatkannya. Aku itu sekretarisnya, bukan pengawalnya.”Lagi pula, apa Javier perlu diselamatkannya?Izza berdecak. “Pemikiranmu jelas sekali, ya.”Roger tersenyum. “Ini namanya aku tahu pekerjaanku. Berkelahi itu tugas pengawal. Ngapain aku rebutan nafkah sama mereka? Tidak bagus juga.”“Aku sudah merekamnya.”Tetiba Roger menginjak pedal rem. Dia memalingkan kepala mel

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1511

    Setelah Roger berjalan jauh, dia baru menyadari Izza masih di belakang. Dia berjalan ke belakang dengan ekspresi tidak berdaya. “Nanti kalau kamu hilang, aku tidak akan cari kamu.”Izza menunduk. Dia berusaha menyingkirkan ekspresi muram di wajahnya. “Aku juga bisa pulang sendiri.”Roger melipat kedua lengannya. “Kamu ingin main apa?”Sepertinya Izza tidak ingin pulang secepat ini. Meski dia tidak mengatakannya, Roger juga bisa menerkanya.Hari Raya adalah hari berkumpulnya keluarga. Roger tidak memiliki orang tua, biasanya dia selalu merayakan Hari Raya di Kediaman Fernando. Bagi Roger, Keluarga Fernando adalah anggota keluarganya.Orang tua Izza berada di luar negeri. Wajar dia merasa kesepian di saat seperti ini.“Aku nggak pernah main kembang api,” ucap Izza sambil menatap Roger.Roger tertegun sejenak. “Apa?”Izza mendengus dingin. “Aku nggak pernah main kembang api.”Roger kepikiran sesuatu, lalu mengangguk. “Kamu tunggu aku di sini.”Setelah Roger meninggalkannya, Izza pun duduk

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1512

    Di Kediaman Morales.“Plak!”Andri menampar wajah Julie. Saat ibunya Julie, Asti, mendengar suara itu, dia bergegas menuruni tangga. “Suamiku, kamu lagi ngapain?”Julie yang ditampar juga tidak menangis maupun marah. Sepertinya dia tidak merasa sakit dengan tamparan itu.Andri membuang foto di atas meja dengan gusar. “Padahal kamu sudah menikah dengan Dimas, kamu malah berkencan dengan lelaki lain. Apa kamu ingin aku emosi hingga mati!”Asti berjalan ke sisi Julie, lalu memungut foto-foto tersebut. Semua foto itu hasil jepretan paparazi. Isinya adalah foto Julie sedang berkencan dengan lelaki lain.“Julie, kenapa ….” Asti mengangkat kepalanya, lalu tampak wajah sedikit membengkak Julie. Dia pun menelan kembali kata-kata kasarnya.Tidak dipungkiri, Julie bisa menjadi seperti ini juga tidak luput dari tanggung jawab Asti dan Andri.“Sudah selesai marahnya?” Julie mengibaskan rambut panjangnya ke belakang, lalu tertawa. “Kalian menyuruhku menikah. Oke, aku sudah menikah, aku sudah menurut

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 1513

    Herbert menatapnya. “Dia berantem lagi sama Pak Andri?”Meskipun Herbert sudah berumur, matanya masih sehat. Meskipun jaraknya cukup jauh, dia juga bisa melihat bengkak di wajah Julie. Satu-satunya orang yang bisa memukul Julie hanyalah Andri. Meski cucunya tidak puas dengan istrinya, dia juga tidak mungkin akan turun tangan memukul Julie.Dimas mengangguk.Herbert menghela napas. “Biarkan dia istirahat di atas.” Usai berbicara, dia berpesan kepada pelayan untuk mengantar makan siang ke kamarnya.Claire menatap Herbert. Sepertinya Hebert sama sekali tidak peduli dengan gosip-gosip yang menerpa Julie. Dapat diketahui apakah gosip itu nyata atau bukan.Selesai makan siang, Claire membawa Jessie jalan-jalan di halaman. Jessie merangkul lengannya. “Ibu, apa kedua pasangan yang menjalankan pernikahan bisnis nggak akan bisa bahagia?”Claire tertegun sejenak, lalu memalingkan kepala untuk menatapnya. “Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini?”Jessie spontan membalas, “Bukannya Tante dan Pam

Latest chapter

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2769

    “Oh, ya, di mana Kak Ariel?” tanya Bastian.Jodhiva membalas, “Dia lagi temani ayahnya untuk jalan-jalan. Sekarang aku juga mau nyusul ke sana. Aku permisi dulu.”Usai berbicara, Jodhiva meninggalkan tempat.Bastia berdecak sembari menggeleng. “Orang yang sudah punya istri memang berbeda.”“Kamu ngomongnya seolah-olah kamu nggak sama dengan dia.” Yura juga meninggalkan tempat.Bastian meletakkan gelasnya, lalu mengikuti langkah Yura. “Hei, kenapa kamu malah meninggalkanku. Tunggu aku.”Claire berhenti di hadapan Javier. Javier menggandeng tangannya. “Sudah selesai mengenang masa lalu?”“Menurutmu? Bukannya sore nanti, kamu dan Ayah akan pergi ke Kediaman Keluarga Tanaka?”Javier tersenyum. “Aku lagi menunggumu untuk makan di sana.”Roger berjalan di sisi Izza, lalu menatap mereka. “Tuan Javier, Nyonya Claire. Kalau begitu, kamu pergi cari Ayah Angkat dulu.”Javier mengangguk. Dia merangkul pundak Claire, lalu berjalan ke koridor. Cahaya matahari dipantulkan ke sisi jendela. Bayangan d

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2768

    Jessie tersenyum lebar. “Kalau begitu, aku akan mengenakan mahkota ini saat pernikahanku nanti. Anggap saja sebagai iklan desain ibuku.”Jules memeluk Jessie dari belakang. “Yang penting kamu suka.”…Anggota Keluarga Fernando baru tiba di Negara Hyugana dua hari sebelum resepsi pernikahan. Mereka tinggal di hotel yang dipesan Jules. Seluruh hotel ini telah dipesan oleh anggota keluarga kerajaan untuk menjamu para hadirin.Keluarga Chaniago dan Keluarga Kenata juga telah datang. Tobias juga tidak absen. Bahkan Shinta, Erin, Levin, dan Samuel yang berasal dari dunia hiburan juga telah datang. Tentu saja, Yura dan Bastian juga masuk dalam daftar undangan.Claire tiba di restoran. Pelayan membawanya ke dalam ruangan VIP. Ketika melihat pria yang duduk di dalam sana, dia pun tersenyum. “Ayah Angkat.”Owl memutar tubuhnya dengan perlahan. Sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu. Owl masih seperti dulu saja, tapi tubuhnya kelihatan lebih kurus dari sebelumnya. Claire langsung maju untuk m

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2767

    Orang lainnya juga ikut tersenyum.Menjelang malam, seluruh kota diselimuti dengan cahaya lampu neon. Setelah Jessie dan Jules menyelesaikan makan malam, mereka pun kembali ke Kompleks Amara.Jessie baru selesai mandi. Rambutnya pun masih basah. Jules mengambil handuk dari tangan Jessie, lalu membantunya untuk mengeringkan rambut.Saat ini, Jessie duduk di depan meja rias sembari menatap orang di dalam cermin. Senyuman merekah di atas wajahnya. “Kak Jules, aku sangat menantikan resepsi pernikahan kita.”“Oh, ya?” Jules mengusap rambut lembut Jessie. “Aku juga menantikannya.”“Aku merasa hidupku sangat sempurna karena bisa menikah dengan orang yang paling aku cintai, apalagi bisa bersama orang yang aku cintai berjalan ke jenjang berikutnya.”Jules pun tertawa, lalu membungkukkan tubuhnya untuk berbisik di samping telinga Jessie. “Apa kamu tahu, keinginan dalam hidupku juga sudah terwujud.”Jessie menoleh untuk menatapnya. “Keinginan apa?”Jules berbisik di samping telinga Jessie, “Menik

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2766

    Hiro mengiakan.“Setelah di luar beberapa saat, kamu menjadi semakin dewasa saja.” Naomi menepuk-nepuk pundaknya. “Semoga kamu bisa semakin baik lagi.”Hiro hanya tersenyum dan tidak berbicara.…Dalam sekejap mata, akhirnya telah sampai ke akhir bulan. Liburan Jessie dan yang lain sudah berakhir. Mereka pun kembali ke ibu kota.Claire dan Javier berdiri di depan halaman untuk menunggu mereka. Setelah mereka menuruni mobil, Jessie langsung berlari ke sisi mereka. “Ayah, Ibu!” Dia langsung memeluk kedua orang tuanya.Javier mengusap kepala Jessie dengan tidak berdaya. “Padahal kamu sudah dewasa, masih saja minta dipeluk.”Senyuman di wajah Jessie semakin lebar lagi. “Tapi, di mata kalian, selamanya aku itu anak kecil!”Claire tersenyum tipis. Dia menatap beberapa orang yang berjalan kemari. “Baguslah kalau kalian bermain dengan gembira. Ayo, kita ke dalam dulu. Nanti malam kita makan bersama.”Setelah Dacia dan Ariel memasuki rumah, mereka duluan naik ke lantai atas untuk melihat anak.

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2765

    Jules menatap mereka. “Kebetulan sekali kalian juga ada di sini.”Yura membalas, “Aku dan Bastian memang ada di sini. Setelah lihat unggahan Jessie, aku baru tahu ternyata kalian juga di sini.”Jessie membawanya ke tempat duduk. “Kalau begitu, kita tinggal beberapa hari bersama.”Setelah Bastian duduk, Jodhiva memperkenalkannya kepada Dacia dan Jessie. “Ini adik iparku, Dacia, dan adikku, Jessie.”“Aku pernah bertemu mereka di pernikahanmu.” Bastian masih mengingatnya. Dia pun berkata, “Adikmu itu satu sekolah dengan istriku. Istriku sering mengungkitnya.”Yura menatapnya. “Istrimu? Belum pasti aku akan menjadi istrimu.”Kening Bastian berkerut. “Kita saja sudah tunangan. Apa kamu masih bisa menikah sama orang lain?”Semua orang pun tertawa. Hanya Jessie saja yang terbengong. “Tunangan apaan? Yura, kamu sudah tunangan?”Yura berdeham ringan. “Aku lupa beri tahu kamu.”“Kamu nggak setia kawan banget, sih. Malah nggak beri tahu aku. “Jessie mencemberutkan bibirnya. Dia benar-benar tidak

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2764

    Bos pemilik permainan berkata, “Dua puluh ribu diberi tiga kesempatan.”“Mahal sekali? Dua puluh ribu hanya diberi tiga kali kesempatan saja?” Dacia merasa sangat tidak menguntungkan.Bos mengangkat kepalanya. “Ini sudah paling murah. Tempat lain malah tiga puluh ribu.”Jessie menarik Dacia. “Dua puluh ribu juga nggak masalah. Nggak gampang bagi mereka untuk berbisnis. Kita juga cuma main-main saja.”Seusai berbicara, Jessie mengeluarkan uang tunai sebesar empat puluh ribu kepada bos. “Berarti enam kali kesempatan, ya.”Bos menyerahkan enam gelang kepada Jessie. Jessie menyukai sebuah gelang. Dia tahu gelang itu hanya barang KW, tapi kelihatannya sangat cantik. Jessie melempar ke sana, tetapi dia tidak berhasil mendapatkannya.Setelah melempar dua kali lagi, Jessie masih saja tidak berhasil mendapatkan targetnya. Sekarang hanya tersisa tiga kali kesempatan.Ketika melihat Jessie putus asa, Ariel pun mengambil sisa gelang dari tangan Jessie. “Coba lihat aku.”Ariel melirik tepat ke sisi

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2763

    Larut malam, kota kuno ini terasa sunyi dan hening, hanya suara serangga yang bergema di antara rerumputan.Sebuah lampu menerangi rerumputan di luar tenda, menambah suasana menjadi semakin hening dan tenang.Jessie membalikkan tubuhnya masih belum tertidur. Saat sebuah tangan panjang merangkul pinggangnya, lalu memasukkan Jessie ke dalam pelukannya. “Tidak bisa tidur?”“Emm.” Jessie bersandar di dalam pelukannya. “Kak Jules, aku ingin ke toilet, tapi aku nggak berani.”Jules mencium kening Jessie. “Biar aku temani.”Mereka berdua berjalan keluar tenda. Jules mengeluarkan senter, lalu berjalan bersama Jessie. Saat mereka tiba di depan pepohonan, Jessie membalikkan tubuhnya untuk menatap Jules. “Tunggu aku di sini.”Jules mengangguk. “Panggil aku kalau ada apa-apa.”Jessie berjalan ke dalam pepohonan, tetapi dia juga tidak berani berjalan terlalu jauh.Setelah buang air, Jessie segera keluar dan memeluk lengannya. “Selesai.”Jules mengulurkan tangan untuk merangkul Jessie.Setelah kemba

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2762

    Jodhiva juga tersenyum. “Cepat juga, tapi masih tergolong pagi.”Jessie menyandarkan kepalanya di atas paha Jules sembari memandang langit. Beberapa saat kemudian, dia bertanya, “Kenapa rasanya bakal turun hujan?”Orang-orang langsung melihat ke sisi Jessie.Jerremy menarik napas dalam-dalam. “Kamu jangan sembarangan bicara.”Dacia memandang ke atas langit. Langit memang kelihatan cerah, tetapi malah kelihatan mendung di bagian atas gunung. “Mungkin cuma mendung saja?”Sudah jam segini, tapi matahari masih belum menampakkan diri. Seharusnya hanya mendung, tidak sampai tahap turun hujan.Ariel berkata, “Ramalan cuaca hari ini tidak mengatakan akan turun hujan hari ini. Aku merasa seharusnya tidak akan turun hujan.”Kecuali, ramalan cuaca tidak akurat!Beberapa orang tinggal sejenak. Jules merasa ada tetesan air di wajahnya. Dia mengusap sejenak. “Eh, turun hujan, deh.”Ariel duduk di tempat. “Apa?”Jessie menunjukkan senyuman canggung di wajahnya. “Firasatku mengatakan bakal turun hujan

  • Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu   Bab 2761

    Yang lain juga sudah setuju.Setelah masakan disajikan, Jessie melihat makanan berwarna putih dengan berbentuk seperti kipas. Dia bertanya pada bos, “Apa ini?”Bos memperkenalkan dengan tersenyum, “Ini namanya ‘milk fan’, terbuat dari susu. Karena warnanya putih dan agak transparan, ditambah bentuknya seperti kipas, makanan ini pun diberi nama ‘milk fan’.”Ariel mencicipinya. “Emm, rasanya enak juga.”Dacia dan Jerremy juga telah mencicipinya. Rasanya memang cukup enak.Setelah masakan selesai dimasak, Bos pun menyajikan ke atas meja. “Ini adalah mie beras dengan ditaburi ayam dingin dan berbagai bahan tambahan. Ayam dimasak dengan bumbu khas, lalu disiram dengan saus buatan sendiri, minyak cabai, minyak lada hitam, dan ditambahkan kenari panggang. Ini adalah salah satu makanan khas daerah kami. Biasanya para wisatawan juga sangat menyukainya.”Jessie mencicipi sesuap. Ariel pun bertanya, “Gimana rasanya?”Jessie mengangguk, lalu menyantapnya dengan suapan besar.Yang lain juga ikut me

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status