Share

Bab 9. Lebih Dari Ciuman

Penulis: Irana
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-27 19:33:12

Siapa yang mengira bahwa Martin, mantan kekasih Alea, adalah keponakan satu-satunya Juno? Pria yang saat ini menjadi kekasih Alea. Mereka sama-sama belum mengetahui fakta tersebut.

Martin menatap curiga ke arah sepatu pantofel wanita berwarna hitam yang tergeletak dekat dapur. Apakah pamannya memiliki kekasih? Pria yang selama ini bahkan tak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita?

"Om, apa Om punya pacar?" tanya Martin, mengarahkan perhatiannya pada Juno yang masih sibuk memanggang roti.

Juno tidak menjawab. Alih-alih merespons, dia malah mengabaikan kehadiran keponakannya di sana.

"Mana mungkin Om punya pacar?" gumam Martin, setengah tak percaya. Tatapannya beralih ke arah dua potong roti panggang di atas piring. Juno bahkan mengoleskan selai coklat dengan rapi di atasnya.

"Om bikin dua roti. Apa pacar Om ada di sini? Dia menginap?" Martin semakin penasaran.

"Pergilah sebelum aku panggil petugas keamanan," usir Juno datar.

"Tapi aku ingin melihat pacar Om dulu. Pasti dia sangat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 10. Membuat Tegang

    Juno mengangkat alis, lalu tersenyum tipis. "Menurutmu?"Alea mengerutkan kening, merasa tidak puas dengan jawaban pria itu. Dia menepis tangan Juno secara halus, kemudian mengambil tisu untuk membersihkan noda di bibirnya sendiri."Saya tidak tahu, dan saya tidak ingin tahu," jawab Alea ketus.Juno justru terkekeh kecil. "Kenapa? Kamu cemburu kalau saya melakukannya pada wanita lain?"Alea mendengus. "Kenapa harus cemburu? Enggaklah!"Juno menatapnya lekat-lekat, seolah sedang membaca pikirannya. "Benarkah?"Alea tidak menjawab. Dia hanya menunduk, sibuk menghabiskan rotinya. Sementara Juno tetap memperhatikannya dengan intens, membuat Alea semakin canggung."Apa kamu sudah merasa nyaman bersama saya?" tanya Juno tiba-tiba.Alea terdiam sejenak. Nyaman? Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin dia bisa merasa nyaman dengan seseorang yang awalnya memaksanya untuk berpacaran? Mereka bahkan baru kenal satu hari, lalu berpacaran, mana mungkin bisa nyaman secepat itu."Saya belum tahu," jawab

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-28
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 11. Parfum Pria lain?

    Martin terdiam, wajahnya berubah pucat. Dia tidak menyangka Alea akan mengungkit kejadian itu dengan begitu dingin dan tajam."Aku khilaf, Lea. Aku menyesal," katanya dengan suara lirih. "Itu terjadi sekali saja, aku nggak punya perasaan apa-apa sama dia."Alea tertawa kecil, namun bukan karena lucu—lebih kepada rasa muak yang sudah menumpuk. "Khilaf, ya? Kenapa semua orang yang ketahuan selingkuh selalu beralasan ‘khilaf’?"Martin mencoba mendekat, tapi Alea mundur selangkah. "Lea, aku benar-benar minta maaf. Aku mau memperbaiki semuanya. Aku masih cinta kamu.""Cinta?" Alea menatap Martin dengan tatapan tajam. "Cinta nggak akan bikin kamu naik ke ranjang dengan wanita lain. Cinta nggak akan bikin kamu menghancurkan kepercayaan yang udah susah payah aku bangun buat kamu."Martin terdiam, tidak bisa membantah.Alea menarik napas dalam. "Dengar, Martin. Aku udah selesai dengan kamu. Pergilah. Dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku."Martin masih berusaha mengatakan sesuatu, tapi Al

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-29
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 12. Pacar yang berkuasa

    Alea menahan ludahnya sendiri, kala dia melihat atensi tajam yang tertuju kepadanya dari seorang Juno. Pria itu membuat jantungnya tidak aman."Kenapa diam saja? Kamu tidak mau menjawab pertanyaanku?" tanya Juno lagi dengan nada bicara yang tetap sama, yaitu datar."Aku lapar, aku mau makan siang."Juno langsung memegang kedua tangan Alea dan menghentikan wanita itu. "Jangan mengalihkan pembicaraan, karena aku sedang bertanya sama kamu, Golden Night." Tekan Juno yang membuat wanita itu terdesak.Alea sendiri heran, kenapa dia malah takut pada Juno dan kenapa dia harus menjawab pertanyaannya? Sedangkan hubungan pacaran mereka bukan berdasarkan cinta, melainkan pemaksaan Juno dan ancamannya."Saya rasa, saya tidak memiliki keharusan untuk menjawab pertanyaan Bapak.""Gunakan kata 'aku', bukan saya." Ralat Juno tegas."Ah i-iya baiklah. Aku tidak memiliki keharusan untuk menjawab pertanyaan Bapak.""Gunakan kata Sayang, bukan Bapak."Alea berdecak kesal, mendengar Juno terus aja meralat

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-30
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 13. Siapa yang menyakitimu?

    "Ibu?"Kedatangan sosok wanita paruh baya yang dipanggil Alea sebagai ibu itu sontak membuat Alea terkejut. Ekspresinya menunjukkan ketidaksenangan yang jelas."Kamu masih berani panggil saya ibu setelah kamu mengabaikan telepon dan pesan dari saya?" cecar Maya, ibu tiri Alea. Sorot matanya tajam dan penuh amarah saat dia melangkah mendekat."Mau apa Ibu ke sini?" tanya Alea dengan nada dingin."Mau apa kamu bilang? Kamu ini ya, dasar anak tidak tahu diuntung! Saya sudah berulang kali menghubungi kamu, tapi kamu tidak pernah mengangkat telepon atau membalas pesan saya!" Maya terus mengomel, suaranya meninggi."Untuk apa kita saling berhubungan? Sejak Papa saya meninggal, kita sudah tidak ada sangkut paut lagi, Ibu tiri." Alea menekankan kata-kata itu dengan tajam. Baginya, hubungan mereka sudah berakhir sejak kepergian sang ayah."Tidak bisa begitu dong! Kamu mau hidup sendiri dan enak-enakan, sementara saya dan adik kamu menderita? Kami terlilit utang gara-gara ayah kamu yang bodoh i

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-31
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 14. Sama-sama Sayang

    Alangkah terkejutnya Alea saat melihat Juno tiba-tiba saja ada disampingnya. Padahal tadi dia ingat sudah mengunci pintu rumah dan sengaja menyendiri dihari libur ini. Tapi bagaimana Juno bisa masuk? Apa dia lupa mengunci pintu karena tidak fokus?"Siapa yang menyakitimu Alea? Berani sekali dia melukaimu seperti ini. Ayo katakan padaku!" ujar lelaki yang jauh lebih dewasa daripada Alea itu. Dia menatap Alea dengan penuh perhatian dan kekhawatiran. Tatapannya begitu hangat, berbeda ketika pria itu sedang bersama dengan orang lain.Alea malah merasa tidak enak hati, perasaannya jadi campur aduk antara haru dan ragu. Benarkah Juno sebaik ini? Ataukah dia hanya ingin mempermainkannya?"Hey, kenapa kamu malah semakin menangis? Apa ada yang sakit?" tanya Juno dengan lembut.Wanita itu mengusap sisa air mata di wajahnya. "Aku baik-baik saja Om.""Jangan bilang kamu baik-baik saja, kalau kamu terlihat seperti ini."Ucapan Juno membuat Alea teringat kepada mendiang papanya yang sudah tiada. Pa

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-01
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 15. Juno Itu Normal

    Adrian terdiam mendengar pertanyaan mendesak dari Nyonya Besar, alias ibu dari Juno William. Dia sudah berjanji kepada Juno untuk merahasiakan hubungannya dengan Alea yang masih belum ada kejelasan. Alea belum juga menerimanya, meskipun Juno sudah mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada wanita itu. Wanita gila yang sempat mengiranya sebagai gigolo, namun juga wanita hebat yang mampu membuatnya berdebar setiap kali berada di dekatnya."Adrian, jawab pertanyaan saya!" suara Nyonya Besar terdengar lantang dan tegas.Adrian menelan ludah, berusaha mempertahankan ekspresi tenangnya. Meskipun nyonya besar hanya bicara dengannya ditelpon, tapi dia merasa kalau nyonya besar ada disampingnya. "Maafkan saya, Nyonya, tapi tidak ada orang seperti itu," ucapnya berdusta. Hanya itu jawaban yang terlintas di kepalanya saat ini.Nyonya Besar menyipitkan matanya, tidak puas dengan jawaban tersebut. "Saya tidak yakin dengan ucapanmu. Kamu terdengar berbohong."Adrian menghela napas, merasa te

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-02
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 1. Masih Sempit

    "Aahh... Lebih cepat, sayang. Terus ... aarggh." Jantung Alea berdegup kencang saat mendengar erangan dan desahan dari dalam apartemen kekasihnya. Suara itu membuat kakinya gemetar, tetapi ia tetap melangkah, mengikuti sumbernya. Semakin dekat ke kamar, suara itu semakin jelas—menusuk telinganya seperti belati tajam. Jemarinya mencengkeram erat kotak merah yang dibawanya, hadiah kecil berisi kue yang dibuat dengan penuh cinta untuk kekasihnya, Martin. Namun, saat berdiri di ambang pintu, dunianya runtuh dalam sekejap. Napasnya tertahan. Kedua matanya membelalak, memaku pandangannya pada pemandangan yang menghancurkan hatinya. Di atas ranjang, Martin terbaring tanpa sehelai benang pun di tubuhnya—bersama seorang wanita yang sangat dikenalnya.  Dadanya sesak, seolah udara menghilang dari ruangan. Kotak merah dalam genggamannya bergetar, hampir terlepas dari tangannya. Semua rasa cinta dan harapan yang dia bawa kini luruh, berganti dengan nyeri yang mengoyak hatinya tanpa ampun.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19
  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 2. Anu oleh gigolo

    "Kamu masih virgin?" Seketika rasa panas, gairah dan nafsu yang semula membuncah itu langsung hilang dalam sekejap. Sebelumnya, Juno berpikir sikap Alea yang agresif, seperti orang yang sudah pro melakukan hubungan intim. Tetapi, yang dia temui justru hal sebaliknya. Sadar dirinya bisa jadi menodai seorang gadis suci, apalagi kondisi gadis itu mabuk berat, Juno langsung mengurungkan niatnya. "Ayo Om. Sentuh aku lagi." Alea yang kehilangan sensasi dari sentuhan itu protes. "Om, ayo...." "Saya tidak bisa melanjutkannya." Pria itu berkata sambil mengambil pakaiannya yang tergeletak di lantai. Dia memakai pakaiannya kembali dan mulai mengancingkan kemejanya satu persatu. Alea menatap Juno dengan sorot mata penuh kebingungan. Nafasnya masih memburu, dadanya naik turun dengan cepat, namun kini ada sedikit ketakutan di sana. Dia tidak mengerti mengapa pria itu tiba-tiba berhenti, padahal tadi Juno terlihat begitu menginginkannya. "Kenapa, Om? Aku mau ini. Aku sudah siap," suara Alea

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19

Bab terbaru

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 15. Juno Itu Normal

    Adrian terdiam mendengar pertanyaan mendesak dari Nyonya Besar, alias ibu dari Juno William. Dia sudah berjanji kepada Juno untuk merahasiakan hubungannya dengan Alea yang masih belum ada kejelasan. Alea belum juga menerimanya, meskipun Juno sudah mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada wanita itu. Wanita gila yang sempat mengiranya sebagai gigolo, namun juga wanita hebat yang mampu membuatnya berdebar setiap kali berada di dekatnya."Adrian, jawab pertanyaan saya!" suara Nyonya Besar terdengar lantang dan tegas.Adrian menelan ludah, berusaha mempertahankan ekspresi tenangnya. Meskipun nyonya besar hanya bicara dengannya ditelpon, tapi dia merasa kalau nyonya besar ada disampingnya. "Maafkan saya, Nyonya, tapi tidak ada orang seperti itu," ucapnya berdusta. Hanya itu jawaban yang terlintas di kepalanya saat ini.Nyonya Besar menyipitkan matanya, tidak puas dengan jawaban tersebut. "Saya tidak yakin dengan ucapanmu. Kamu terdengar berbohong."Adrian menghela napas, merasa te

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 14. Sama-sama Sayang

    Alangkah terkejutnya Alea saat melihat Juno tiba-tiba saja ada disampingnya. Padahal tadi dia ingat sudah mengunci pintu rumah dan sengaja menyendiri dihari libur ini. Tapi bagaimana Juno bisa masuk? Apa dia lupa mengunci pintu karena tidak fokus?"Siapa yang menyakitimu Alea? Berani sekali dia melukaimu seperti ini. Ayo katakan padaku!" ujar lelaki yang jauh lebih dewasa daripada Alea itu. Dia menatap Alea dengan penuh perhatian dan kekhawatiran. Tatapannya begitu hangat, berbeda ketika pria itu sedang bersama dengan orang lain.Alea malah merasa tidak enak hati, perasaannya jadi campur aduk antara haru dan ragu. Benarkah Juno sebaik ini? Ataukah dia hanya ingin mempermainkannya?"Hey, kenapa kamu malah semakin menangis? Apa ada yang sakit?" tanya Juno dengan lembut.Wanita itu mengusap sisa air mata di wajahnya. "Aku baik-baik saja Om.""Jangan bilang kamu baik-baik saja, kalau kamu terlihat seperti ini."Ucapan Juno membuat Alea teringat kepada mendiang papanya yang sudah tiada. Pa

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 13. Siapa yang menyakitimu?

    "Ibu?"Kedatangan sosok wanita paruh baya yang dipanggil Alea sebagai ibu itu sontak membuat Alea terkejut. Ekspresinya menunjukkan ketidaksenangan yang jelas."Kamu masih berani panggil saya ibu setelah kamu mengabaikan telepon dan pesan dari saya?" cecar Maya, ibu tiri Alea. Sorot matanya tajam dan penuh amarah saat dia melangkah mendekat."Mau apa Ibu ke sini?" tanya Alea dengan nada dingin."Mau apa kamu bilang? Kamu ini ya, dasar anak tidak tahu diuntung! Saya sudah berulang kali menghubungi kamu, tapi kamu tidak pernah mengangkat telepon atau membalas pesan saya!" Maya terus mengomel, suaranya meninggi."Untuk apa kita saling berhubungan? Sejak Papa saya meninggal, kita sudah tidak ada sangkut paut lagi, Ibu tiri." Alea menekankan kata-kata itu dengan tajam. Baginya, hubungan mereka sudah berakhir sejak kepergian sang ayah."Tidak bisa begitu dong! Kamu mau hidup sendiri dan enak-enakan, sementara saya dan adik kamu menderita? Kami terlilit utang gara-gara ayah kamu yang bodoh i

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 12. Pacar yang berkuasa

    Alea menahan ludahnya sendiri, kala dia melihat atensi tajam yang tertuju kepadanya dari seorang Juno. Pria itu membuat jantungnya tidak aman."Kenapa diam saja? Kamu tidak mau menjawab pertanyaanku?" tanya Juno lagi dengan nada bicara yang tetap sama, yaitu datar."Aku lapar, aku mau makan siang."Juno langsung memegang kedua tangan Alea dan menghentikan wanita itu. "Jangan mengalihkan pembicaraan, karena aku sedang bertanya sama kamu, Golden Night." Tekan Juno yang membuat wanita itu terdesak.Alea sendiri heran, kenapa dia malah takut pada Juno dan kenapa dia harus menjawab pertanyaannya? Sedangkan hubungan pacaran mereka bukan berdasarkan cinta, melainkan pemaksaan Juno dan ancamannya."Saya rasa, saya tidak memiliki keharusan untuk menjawab pertanyaan Bapak.""Gunakan kata 'aku', bukan saya." Ralat Juno tegas."Ah i-iya baiklah. Aku tidak memiliki keharusan untuk menjawab pertanyaan Bapak.""Gunakan kata Sayang, bukan Bapak."Alea berdecak kesal, mendengar Juno terus aja meralat

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 11. Parfum Pria lain?

    Martin terdiam, wajahnya berubah pucat. Dia tidak menyangka Alea akan mengungkit kejadian itu dengan begitu dingin dan tajam."Aku khilaf, Lea. Aku menyesal," katanya dengan suara lirih. "Itu terjadi sekali saja, aku nggak punya perasaan apa-apa sama dia."Alea tertawa kecil, namun bukan karena lucu—lebih kepada rasa muak yang sudah menumpuk. "Khilaf, ya? Kenapa semua orang yang ketahuan selingkuh selalu beralasan ‘khilaf’?"Martin mencoba mendekat, tapi Alea mundur selangkah. "Lea, aku benar-benar minta maaf. Aku mau memperbaiki semuanya. Aku masih cinta kamu.""Cinta?" Alea menatap Martin dengan tatapan tajam. "Cinta nggak akan bikin kamu naik ke ranjang dengan wanita lain. Cinta nggak akan bikin kamu menghancurkan kepercayaan yang udah susah payah aku bangun buat kamu."Martin terdiam, tidak bisa membantah.Alea menarik napas dalam. "Dengar, Martin. Aku udah selesai dengan kamu. Pergilah. Dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku."Martin masih berusaha mengatakan sesuatu, tapi Al

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 10. Membuat Tegang

    Juno mengangkat alis, lalu tersenyum tipis. "Menurutmu?"Alea mengerutkan kening, merasa tidak puas dengan jawaban pria itu. Dia menepis tangan Juno secara halus, kemudian mengambil tisu untuk membersihkan noda di bibirnya sendiri."Saya tidak tahu, dan saya tidak ingin tahu," jawab Alea ketus.Juno justru terkekeh kecil. "Kenapa? Kamu cemburu kalau saya melakukannya pada wanita lain?"Alea mendengus. "Kenapa harus cemburu? Enggaklah!"Juno menatapnya lekat-lekat, seolah sedang membaca pikirannya. "Benarkah?"Alea tidak menjawab. Dia hanya menunduk, sibuk menghabiskan rotinya. Sementara Juno tetap memperhatikannya dengan intens, membuat Alea semakin canggung."Apa kamu sudah merasa nyaman bersama saya?" tanya Juno tiba-tiba.Alea terdiam sejenak. Nyaman? Tentu saja tidak! Bagaimana mungkin dia bisa merasa nyaman dengan seseorang yang awalnya memaksanya untuk berpacaran? Mereka bahkan baru kenal satu hari, lalu berpacaran, mana mungkin bisa nyaman secepat itu."Saya belum tahu," jawab

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 9. Lebih Dari Ciuman

    Siapa yang mengira bahwa Martin, mantan kekasih Alea, adalah keponakan satu-satunya Juno? Pria yang saat ini menjadi kekasih Alea. Mereka sama-sama belum mengetahui fakta tersebut.Martin menatap curiga ke arah sepatu pantofel wanita berwarna hitam yang tergeletak dekat dapur. Apakah pamannya memiliki kekasih? Pria yang selama ini bahkan tak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita?"Om, apa Om punya pacar?" tanya Martin, mengarahkan perhatiannya pada Juno yang masih sibuk memanggang roti.Juno tidak menjawab. Alih-alih merespons, dia malah mengabaikan kehadiran keponakannya di sana."Mana mungkin Om punya pacar?" gumam Martin, setengah tak percaya. Tatapannya beralih ke arah dua potong roti panggang di atas piring. Juno bahkan mengoleskan selai coklat dengan rapi di atasnya."Om bikin dua roti. Apa pacar Om ada di sini? Dia menginap?" Martin semakin penasaran."Pergilah sebelum aku panggil petugas keamanan," usir Juno datar."Tapi aku ingin melihat pacar Om dulu. Pasti dia sangat

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 8. Om punya pacar?

    Alea semakin panik. Juno semakin mendekat ke wajahnya, membuatnya merasa terpojok. "M-melecehkan? Saya?" suaranya bergetar. Dia mencoba mengingat kejadian semalam, tapi dia hanya ingat makan malam bersama dengan rekan-rekan barunya di kantor.Juno menatapnya dengan tatapan tajam, lalu tersenyum miring. "Kamu mabuk, lalu menggoda saya. Bahkan sempat menyentuh wajah saya dan bilang saya tampan. Jangan lupa, kamu muntah dibaju saya. Lalu kita—"Alea merasakan wajahnya memanas, saat Juno dengan sengaja menjeda kalimatnya di sana. "Saya… saya tidak ingat!" serunya."Sayangnya, saya ingat dengan jelas," ujar Juno, mengusap dagunya seolah berpikir. "Dan sekarang, saya ingin kompensasi atas apa yang kita lakukan semalam."Alea menelan ludah, tubuhnya semakin tegang. "Kompensasi apa? Tidak ada kompensasi!"Juno mendekat, matanya menatap lekat ke dalam mata Alea yang penuh ketakutan. "Oh tentu harus ada. Sebelum kita having sex bersama, saya masih perjaka. Setelah kamu melecehkan saya dua kali,

  • Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu   Bab 7. Wanita Golden Night

    Semua orang yang berada di meja itu langsung membisu. Napas mereka tertahan, takut melihat reaksi Juno setelah mendengar kata-kata Alea yang sangat berani, atau lebih tepatnya, nekat.Pak Gunawan, yang duduk di sebelah Alea, dengan panik mencoba meredakan situasi. "Maaf, Pak Presdir. Bu Alea benar-benar tidak sadar dengan apa yang dia katakan..."Namun, Juno tetap diam dan itu membuat suasana menjadi horor. Tatapannya tertuju pada Alea, yang tampak tidak peduli dan malah menuangkan lebih banyak minuman ke gelasnya. Wanita itu benar-benar menantangnya."Hey wanita Gold Night!" Suara Juno dalam, hampir seperti bisikan, tapi mengandung ancaman yang jelas. Gold Night adalah nama klub malam tempat Alea dan Juno bertemu semalam.Alea mendongak, menatapnya dengan mata yang mulai kehilangan fokus. "Apa?" jawabnya enteng, masih dengan nada menantang.Juno mendekat. Sekretarisnya, Adrian, terlihat tegang di belakangnya. Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan pria itu.Lalu, dalam hitungan

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status