Share

Bab 617

Penulis: Angin
Ada beberapa pekerja yang datang sambil membawa beberapa kotak itu. Setelah selesai membaca daftarnya, Benjamin melihat Mario yang sudah membatu dan tertegun di depan pintu restoran, lalu dia bertanya sambil tersenyum, "Pak Mario, hadiahnya mau ditaruh di mana?"

"Hah?" Saat ini, Mario baru bereaksi dan bergegas berkata, "Angkat … angkat ke dalam saja."

Benjamin lalu memerintah, "Bawa ke dalam."

Saat ini, Raisa juga sudah meresponsnya dan bergegas menunjukkan jalan sambil berkata, "Silakan masuk."

Mario juga ikut masuk ke dalam.

Di depan pintu, Benjamin berkata dengan penuh hormat, "Tuan, Tuan Chandra, apa ada perintah yang lain? Kalau tidak ada, aku akan pulang lebih dulu."

Gilang melihat Chandra sekilas. Chandra melambaikan tangannya dengan pelan dan berkata, "Tidak ada, pergilah."

"Tuan," panggil Benjamin sambil melihat Gilang. Setelah merasa ragu sejenak, dia pun berkata, "Tuan, persiapan acara Grace sudah selesai. Ada banyak tokoh ternama yang sudah tiba."

Gilang melambaikan tangan
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Surkim
jenderal naga bonar ini sih hahaa
goodnovel comment avatar
Surkim
kesannya si candra jd bego amat
goodnovel comment avatar
Ma Tibun
selalu begitu, chandra memberi hadiah, lalu itu diakui orang lain sebgai pemberiannya.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Jenderal Naga   Bab 618

    "Iya, kalau bukan aku, siapa yang bisa memberikan hadiah sebesar ini untukmu?" tanya pria paruh baya itu sambil meremas bokong Raisa."Aduh, dasar kamu ini. Ada begitu banyak orang, suamiku juga di sini," ucap Raisa.Begitu melihat adegan itu, Mario mengepalkan tinjunya hingga urat nadinya menegang, tetapi dia segera melepaskannya. Saat ini, Raisa sudah menggandeng pria paruh baya itu masuk ke dalam restoran.Chandra lalu menarik Mario ke samping dan bertanya, "Mario, ada apa ini? Kenapa kamu menikahi dia?""Kak Chandra, jangan bicarakan lagi," ucap Mario dengan ekspresi sedih."Cerita!" kata Chandra dengan ekspresi wajah yang suram.Pagi ini, ada begitu banyak orang yang datang dan semuanya memiliki hubungan yang dekat dengan Raisa."Kak Chandra, jangan tanya lagi," ucap Mario dengan ekspresi wajah yang kesulitan."Mario, kalau kamu masih menganggap aku kakakmu, beri tahu aku," pungkas Chandra.Begitu teringat Chandra pernah membantu dirinya di Gading Mansion terakhir kali, Mario mena

  • Jenderal Naga   Bab 619

    Naga Hitam adalah pendekar yang melindungi Negara Someria, kepercayaan seluruh prajurit, dan juga mitos di hati para pria Negara Someria. Mario juga tidak terkecuali, dia sangat mengagumi Naga Hitam. Begitu mengetahui bahwa Naga Hitam adalah teman karibnya 10 tahun yang lalu, dia menjadi bisa berjalan dengan tegak dan percaya diri. Namun, dia tidak menyangka Chandra yang membantunya di Gading Mansion adalah Chandra sang Naga Hitam, teman sekolahnya!"Kak … Kak Chandra …," panggil Mario sambil menatap Chandra dengan penuh semangat.Chandra menepuk pundaknya dan berkata, "Aku juga nggak tega melihatmu seperti sekarang ini. Sebagai seorang pria, kamu harus tegap dan kuat. Jangan hidup di bawah bayang-bayang wanita. Uang ini cukup untukmu mencari istri yang baik dan menjalani hidup dengan tenang.""Baik," jawab Mario sambil menganggukkan kepalanya dengan mantap.Dia sudah muak dengan kehidupan seperti ini. Dia dan Raisa memang suami istri, tetapi selama setahun ini, dia hanya pernah menyen

  • Jenderal Naga   Bab 620

    Ada banyak orang yang ada di sana mulai kebingungan dan seluruh pandangan mereka tertuju pada Mario. Sebelum Jhonny berbicara, Raisa sontak melepaskan Jhonny dan berjalan ke arah Mario dengan murka. Kemudian, dia langsung menampar wajah Mario dengan keras.Plak!Suara tamparan yang keras terdengar dan bekas tamparan seketika muncul di wajah Mario."Mario, apa kamu sudah gila? Dia adalah Bos Jhonny, cepat berlutut dan minta maaf!"Seusai berbicara, Raisa berbalik dan menatap Jhonny dengan ekspresi bersalah. Dia lalu berkata, "Kak Jhonny, benar-benar maaf sekali. Aku nggak beretika dan nggak mengajarinya dengan baik. Aku pasti akan menghukumnya ketika pulang nanti.""Heh!" Jhonny pun mendengus dingin.Raisa memukul dan memaki Mario di hadapan begitu banyak orang seperti itu. Hal ini membuat api dalam hati Mario seketika membara."Nggak kusangka ternyata posisi Mario di dalam keluarga serendah itu.""Iya, Raisa bisa memukulnya dengan sesuka hati, bahkan akan menghukumnya setelah pulang na

  • Jenderal Naga   Bab 621

    Raisa menunjukkan ekspresi meremehkan karena dia sangat mengerti latar belakang Chandra. Chandra hanya seorang pecundang dan menantu yang menumpang tinggal di kediaman Keluarga Kurniawan. Sekalipun Keluarga Kurniawan sendiri, mereka juga tidak mungkin mampu mengeluarkan uang sebesar ini, apalagi hanya seorang menantu yang menumpang di Keluarga Kurniawan."Ini benar-benar pemberianku," ucap Chandra dengan datar, lalu dia melihat Gilang yang berada di sampingnya sekilas.Gilang segera maju dan berkata, "Benar! Ini pemberian Tuan Chandra, aku bisa menjadi saksi."Raisa melirik Gilang sekilas dan mendapati bahwa dia hanya seorang pria berjanggut yang tidak terlihat seperti tokoh ternama sama sekali. Raisa pun menyeringai dan berkata, "Kamu bersaksi? Apa gunanya kamu bersaksi? Paman, bisa nggak jangan asal bicara?"Gilang juga tidak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka bahwa memberikan hadiah saja bisa terjadi begitu banyak masalah. Jika tahu sejak awal, dia akan menyuruh Benjamin untuk t

  • Jenderal Naga   Bab 622

    Raisa yang berada di depan pintu sepenuhnya tertegun begitu melihat adegan tersebut. Bukankah orang ini yang memberikan hadiah sebelumnya? Kenapa dia malah pergi menyapa Chandra? Pada saat ini, pikirannya menjadi kosong dan tidak tahu apa yang harus diperbuat.Gilang lalu memerintah Benjamin, "Sebelumnya kamu nggak menjelaskan saat memberikan hadiah, sekarang pergi jelaskan kalau itu pemberian Tuan Chandra untuk Tuan Mario.""Baik," jawab Benjamin yang menghampiri Raisa.Raisa juga sudah meresponsnya dan bergegas memanggil, "Tuan yang terhormat, mari silakan masuk."Benjamin melambaikan tangan dengan pelan dan berkata, "Hadiah yang aku berikan sebelumnya itu adalah hadiah dari Tuan Chandra untuk Tuan Mario.""Hah?" Raisa langsung terkejut dan terbelalak.Setelah tertegun sejenak, dia langsung berbalik dan melihat Jhonny yang berdiri di belakangnya. Jhonny mengatakan bahwa itu pemberiannya, jadi Raisa secara khusus membawa Jhonny ke ruang privat di lantai tiga untuk berterima kasih kep

  • Jenderal Naga   Bab 623

    Grace menggandeng tangan Chandra seolah-olah keduanya sangat dekat. Sebenarnya, Chandra sangat menolak di dalam hatinya, tapi dia teringat Gilang sudah membantunya memberikan hadiah sebesar itu, bahkan juga mengundang seluruh tokoh besar yang menghadiri acara ulang tahun untuk makan di restoran hot pot kecil seperti ini. Hal itu secara tidak langsung sudah meningkatkan popularitas Restoran Hot Pot Dragon.Mulai sekarang, restoran ini tidak akan kekurangan pelanggan lagi, jadi Chandra pun membiarkan Grace untuk menggandengnya. Sementara itu, Nova yang tidak punya keberanian untuk mendekat hanya melihat Chandra serta Grace masuk ke restoran hot pot begitu saja. Dia berdiri di kejauhan dan merasa ragu sejenak, lalu langsung berbalik dan pergi."Nova, apa yang kamu lakukan?" tanya Yani sambil menarik Nova kembali.Nova menunjukkan ketidakberdayaan dan berkata, "Untuk apa aku masuk lagi? Apa untuk ditertawakan dan dihina dia?""Dasar kamu ini, bagaimana aku mengajarimu biasanya? Kamu adalah

  • Jenderal Naga   Bab 624

    Adegan ini dilihat oleh banyak orang. Mereka semua tahu bahwa mulai sekarang pemilik dari restoran ini adalah Mario."Kak Mario." Sikap beberapa teman sekelasnya sontak berubah dan langsung mendekati Mario.Di sebuah ruang privat yang mewah lantai tiga restoran hot pot, ada beberapa orang duduk di dalam ruangan tersebut. Mereka adalah Gilang, Chandra, dan Grace."Grace, apa sekarang sudah puas?" tanya Gilang sambil tersenyum."Iya." Grace mengangguk dengan penuh semangat dan berkata, "Ini adalah ulang tahun paling berarti untukku. Ayah, terima kasih."Mendapat ucapan terima kasih dari putrinya, Gilang merasa sangat bahagia dalam hati.Tok! Tok! Tok!Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.Benjamin yang berdiri di samping membuka pintunya. Terlihat, ada dua orang yang berdiri di depan pintu. Yang satu adalah seorang wanita paruh baya, sedangkan satunya lagi adalah wanita yang mengenakan terusan yang indah, postur tubuhnya tinggi, kulitnya putih, dan sangat cantik. "Tuan Gilang." Yani

  • Jenderal Naga   Bab 625

    Namun, begitu teringat adegan Sandra dan Naga Hitam yang saling berpelukan dan berciuman mesra di sofa, Nova merasa sedih dalam hatinya. Dia lalu melirik Chandra yang berada di sampingnya sekilas dan wajahnya penuh dengan kekecewaan. Alangkah baiknya jika suaminya memiliki sedikit kehebatan seperti Naga Hitam."Kak Chandra, kamu juga sudah berumur, siapa yang mengajari keterampilan medismu itu? Selain itu, siapa juga yang mengajari keterampilan bela dirimu?" Grace bersandar di meja sambil menopang dagunya dengan kedua tangan dan menatap Chandra dengan penuh perhatian.Segala yang ada pada diri Chandra penuh dengan misteri dan menarik perhatiannya. Baik keterampilan medis maupun ilmu bela diri Chandra, semuanya membuat Grace sangat tertarik. Chandra hanya tersenyum dan tidak terlalu menjelaskan. Saat ini, hanya ada Nova di matanya. Nova duduk di sampingnya sehingga dia bisa mencium aroma wangi parfum di tubuh Nova. Bahkan, Chandra juga bisa mencium aroma sampo di antara helaian rambutn

Bab terbaru

  • Jenderal Naga   Bab 2058

    Perempuan bergaun putih itu tampak sangat antusias. Akhirnya, dia menemukan lawan yang setara setelah bertahun-tahun. Sekarang, dia tidak lagi menahan diri untuk mengeluarkan kekuatan maksimalnya di puncak segel kedelapan. Gaunnya berkibar dengan rambut yang menari-nari. Ditambah lagi, dengan aura yang mengerikan terpancar dari tubuhnya. Tubuhnya melesat dengan sangat cepat menuju Chandra. Dia mengangkat tangannya dan berusaha memukul Chandra dengan kekuatan telapak tangan yang berhasil mendistorsi udara di sekitarnya. Kekuatan telapak tangan ini mampu melukai prajurit yang sudah masuk ke Alam Trasenden. Namun, Chandra sama sekali tidak takut untuk menghadapi kekuatan telapak tangan itu. Dia justru bergerak maju dan menghadapi serangan perempuan itu.Duar!Energi sejati mereka saling beradu dan mengguncang kehampaan. Keduanya terus bertarung di area terbuka. Perempuan itu bergerak dengan sangat cepat, aneh dan sulit ditebak. Walaupun Chandra tidaklah lemah, semua serangannya bisa dit

  • Jenderal Naga   Bab 2057

    Chandra berdiri di puncak gunung sambil menatap sebuah kota menakjubkan di kejauhan. Keinginannya untuk mendapatkan Rumah Abadi terasa semakin kuat. Chandra mengabaikan orang-orang yang berkumpul cukup banyak di puncak gunung dan memilih untuk langsung berjalan menuruni gunung. Tidak lama kemudian, dia sudah tiba di level pertama. Namun, manusia batu itu sama sekali tidak menyerangnya. Itu artinya dia tidak perlu lagi melewati level demi level untuk mencapai level sembilan. Hal ini membuat Chandra cukup senang karena dia bisa menghemat waktu lebih banyak. Dia terus berjalan tanpa hambatan menuruni gunung dan muncul di luar gerbang kota. Tubuhnya tiba-tiba melayang dan langsung mendarat di dalam kota ketika dia berada di luar gerbang kota. Dia melihat altar yang ada di depannya saat ini dengan kristal-kristal yang mengambang di udara. Ini adalah level sembilan dan tidak ada siapa pun di sana. Siapa pun yang bisa mencapai level ini pastinya sangat kuat, sedangkan orang-orang yang tida

  • Jenderal Naga   Bab 2056

    Mereka menganggap manusia bumi sebagai pengkhianat yang pantas mati dan selalu memandang manusia bumi sebelah mata, tapi sejauh ini mereka belum pernah melakukan pembantaian. Karena masih ada manusia bumi yang sangat kuat, yaitu Basita. Walaupun kekuatan Basita sedikit di bawah Dusky, bukan berarti Basita adalah lawan yang mudah dikalahkan. Chandra langsung naik pitam ketika mendengar kata pembantaian. Dia menatap ke arah Anak Dewa sambil mengepalkan tinjunya. “Lihat saja nanti, apa kamu benar-benar berani melakukan pembantaian. Lagi pula, kamu pasti sudah mati di tanganku sebelum kamu berhasil melakukannya,” ujar Chandra tanpa bercanda sedikit pun. “Ayo,” ujar Chandra yang tidak ingin berlama-lama di Kota Dusky. Dia pergi meninggalkan Kota Dusky bersama tiga mahasiswi itu. Chandra mengawal mereka sampai keluar dari area Gunung Bushu dan muncul di sebuah pinggiran kota manusia bumi. Di sebuah pinggiran kota. Chandra menatap ketiga mahasiswi yang tampak kotor itu lalu berkata, “Ke

  • Jenderal Naga   Bab 2055

    Sebenarnya, dendam di antara Chandra dan Anak Dewa tidaklah dalam. Chandra sudah mengecohnya ketika mereka berada di level enam Rumah Abadi, sampai akhirnya dia tidak bisa menghindari serangan Chandra yang berhasil membuatnya terluka parah. Karena alasan inilah, Anak Dewa sudah lama ingin membunuh Chandra. Namun, Chandra tiba-tiba menghilang setelah keluar dari Rumah Abadi. Sekarang, Chandra tiba-tiba muncul di hadapannya dan membuat onar di Kota Dusky. Bagaimana mungkin Anak Dewa bisa tinggal diam sebagai seorang Wakil Penguasa Kota?Lurca menghampiri Chandra setelah mendengar perintah Anak Dewa. Ketiga mahasiswi bergegas bersembunyi di belakang tubuh Chandra dengan raut wajah ketakutan. Chandra menatap Lurca yang berjalan mendekatinya. Dua tahun lalu di Gunung Bushu, Lurca pernah cukup merugikan Chandra. Oleh karena itu, Chandra tidak memiliki kesan baik kepada manusia yang datang dari dunia lain. “Kenapa? Kamu mau menyerangku?” tanya Chandra sambil menatap Lurca tenang dan tanpa

  • Jenderal Naga   Bab 2054

    Raut wajah orang-orang berubah serius ketika melihat Chandra membunuh laki-laki gemuk itu. Di sisi lain, beberapa gadis yang berada di dalam kendang sedang menatap ngeri ke depan. Mereka tidak tahu, apa yang sedang terjadi di luar sana. Ketua penjaga berkata dengan ekspresi wajah muram, “Mati, kamu!”Si ketua penjaga sampai saat ini belum merasa takut. Karena mereka berada di dalam Kota Dusky yang muncul di tempat ini setahun yang lalu. Para prajurit dari dunia lain telah bertempur dengan sengit untuk memperjuangkan kota ini. Sampai akhirnya, Dusky berhasil mengalahkan prajurit lainnya dan menduduki kota ini yang diberi nama Kota Dusky.Chandra mengabaikan ancaman si ketua penjaga. Dia berjalan menuju kendang di mana terdapat tiga perempuan yang terkurung di dalamnya. Walaupun wajah ketiga perempuan itu kotor, kecantikan mereka tetap tidak bisa ditutupi. Ketiga perempuan ini pastinya merupakan perempuan-perempuan paling cantik di universitas mereka. Chandra berusaha untuk bersikap ra

  • Jenderal Naga   Bab 2053

    “Aku tidak peduli siapa kamu. Kamu harus tunduk dan hormat ketika berada di Kota Dusky ini. Tangkap dan kurung dia selama 30 tahun!” seru ketua penjaga itu dengan dingin. Para penjaga di sekitar Chandra hendak menyerang Chandra, tapi tubuh Chandra tiba-tiba saja menghilang dan muncul 10 meter jauhnya dari pengepungan. “Ini?” Ketua penjaga tertegun. Chandra bergerak dengan sangat cepat. Bahkan dia tidak bisa melihat pergerakannya dengan jelas. “Laki-laki itu harus mati,” ujar Chandra sambil menunjuk laki-laki gemuk di belakang si ketua penjaga. Chandra harus menunjukkan kekuasaannya agar para makhluk dari dunia lain tidak bisa semena-mena terhadap manusia bumi. Para penjaga menatap Chandra dengan saksama. Chandra sangatlah kuat, bahkan jauh lebih kuat dari bayangan mereka. Namun, tempat ini adalah Kota Dusky dan para penjaga memiliki tanggung jawab untuk melindungi kota ini. Mereka akan menghabisi siapa pun yang berniat untuk membuat onar di Kota Dusky. Chandra melangkah semakin

  • Jenderal Naga   Bab 2052

    Ketiga perempuan itu menatap Chandra ngeri. “Hufh!”Chandra menarik napas panjang dan memilih untuk tidak bertindak gegabah. Bagaimanapun juga, dia sudah pergi selama dua tahun, jadi dia tidak tahu prajurit kuat seperti apa yang datang ke bumi. Dia juga tidak tahu, apakah dia bisa mengalahkan mereka atau tidak. Namun, dia mendengar laki-laki gemuk itu menyebut Basita. “Kamu menyebut nama Basita tadi. Apa orang itu sangat kuat?” tanya Chandra sambil berusaha menahan amarahnya. “Apa kamu tidak tahu tentang orang itu? Kamu pasti baru datang ke bumi, ya?”Chandra mengangguk lalu berkata, “Ya, aku baru datang ke bumi, jadi aku tidak tahu apa pun yang ada di sini.”“Kalau begitu, aku akan menjelaskannya untukmu.”Si laki-laki gemuk itu tanpa ragu terus berbicara agar Chandra mau membeli para perempuan itu, “Basita adalah manusia bumi paling kuat saat ini. Kabarnya, dia sudah mencapai Alam Trasenden tingkat tiga. Karena dia pernah mengalahkan seseorang yang berada di Alam Trasenden tingkat

  • Jenderal Naga   Bab 2051

    Chandra sudah berlatih di medan perang kuno selama dua tahun. Dia juga tidak tahu, apakah sudah ada prajurit kuat yang berhasil mengalahkan penjaga level sembilan dan menjadi pemilik Rumah Abadi selanjutnya? Oleh karena itu, Chandra bergegas meninggalkan tempat ini dan muncul di luar dengan cepat. Dia bergegas pergi menuju pangkalan militer terdekat tanpa berhenti di mana pun. Kemudian dia naik pesawat khusus untuk menuju Gunung Bushu. Akhirnya, dia tiba di Gunung Bushu setelah menumpang pesawat cukup lama. Wilayah Gunung Bushu tampak lebih luas setelah dua tahun berlalu. Ada banyak daerah baru yang muncul di sana, sampai Chandra hampir tidak mengenali Gunung Bushu. Namun, Chandra bisa melihat cahaya keemasan di kejauhan yang menandakan Rumah Abadi masih berdiri di sana dan belum menemukan pemilik barunya. Chandra langsung bernapas lega dan memilih untuk berjalan perlahan masuk ke dalam area Gunung Bushu. Chandra menemukan banyak prajurit ketika Chandra berjalan semakin dalam. Bahk

  • Jenderal Naga   Bab 2050

    Chandra tampak gembira. Akhirnya, dia hampir berhasil mencapai kekuatan magis segel kedelapan setelah berlatih cukup keras sekian lamanya. Sekarang, dia hanya perlu meningkatkan kekuatannya sampai puncak agar bisa membuka segel kedelapan. Setelah itu, barulah dia akan melawan penjaga Rumah Abadi di level sembilan. Chandra bergegas berdiri lalu berjalan menghampiri si penjaga. Si penjaga berbalik dan menyerahkan pakaian kepada Chandra yang baru menyadari kalau pakaiannya sudah habis terbakar. Chandra menerima pakaian itu dari tangan si penjaga dengan raut wajah malu seraya berkata, “Terima kasih, Kak.”Chandra buru-buru mengenakan pakaian itu yang ternyata adalah sebuah jubah antik yang sangat pas di badannya. Si penjaga berbalik dan menatap Chandra dengan puas lalu mengangguk seraya berkata, “Bagus sekali! Kecepatanmu dalam belajar, jauh lebih cepat dari dugaanku.”“Kak, sudah berapa lama aku berada di sini?” tanya Chandra penasaran. Chandra berlatih dengan sangat keras di tempat i

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status