Accueil / Romansa / Jebakan Cinta Sang Pewaris / Chapter 046 [DESAHAN YANG BERSAUTAN]

Share

Chapter 046 [DESAHAN YANG BERSAUTAN]

last update Dernière mise à jour: 2024-12-19 14:31:06

"Ahh...."

Valerie menutup mulutnya dengan tangan, mencoba meredam desahannya. Wajahnya bersemu merah, seolah panas dari tubuh Aldrich telah menjalar ke seluruh tubuhnya.

Sebelah tangannya yang lain meremas selimut, mencengkeramnya dengan kuat, sementara kain itu sudah kusut tak beraturan.

Aldrich menundukkan tubuhnya, wajahnya tenggelam di lekukan leher Valerie. Napasnya terasa berat, dan bibirnya menyentuh kulit Valerie dengan lembut namun penuh intensitas.

Dia menyesap aroma lembut Valerie, campuran parfum dan esensi alami wanita itu yang membuat pikirannya kacau. Rasanya candu, sebuah ketergantungan yang tak bisa dia jelaskan.

“Katakan kau juga menginginkanku, babe,” bisik Aldrich dengan suara serak, hampir seperti perintah, tapi lebih seperti permohonan yang tidak bisa dia tahan lagi.

Valerie membuka matanya perlahan, napasnya tersengal. Dia menggigit bibir bawahnya, enggan memberikan jawaban.

Dia tahu Aldrich memegang kendali, namun sikapnya yang santai membuat Valerie merasa
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Wi2t(MACAN)
wkwkwk meriang, merinding, adem, anget, panas, dingin, puyeng temua ini emak2 bacanya.. bhahahaha...
goodnovel comment avatar
Wi2t(MACAN)
wkwkwk wadidaww... buka puasa tlh tiba ternyata
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Related chapter

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 047 [MASAKAN PERTAMA]

    Pagi itu, Valerie terbangun lebih dulu. Tubuhnya terasa kaku dan nyeri di setiap sendi, mengingat malam yang panjang. Dia melirik wajah Aldrich yang tertidur dengan tenang, seolah tidak pernah menyiksa dirinya beberapa jam sebelumnya. Matanya lalu berpindah pada jam dinding yang menunjukkan pukul 05.30. Itu artinya dia hanya tidur dua jam."Tenaganya benar-benar tidak masuk akal," keluh Valerie sambil menggelengkan kepala.Perlahan, dia memungut pakaian yang berserakan di lantai dan melangkah menuju kamar mandi. Begitu membuka pintu, aroma khas kayu cedar dan mint menyambutnya. Kamar mandinya luas dan modern, dengan dinding marmer hitam yang memantulkan cahaya lembut dari lampu gantung kecil. Shower berbentuk persegi besar menggantung di langit-langit, mengalirkan air seperti hujan deras yang menyegarkan. Valerie memutar keran dan membiarkan air hangat mengalir deras di atas kepalanya, meluruhkan lelah dan sisa malam tadi. Uap mulai memenuhi ruangan, membungkusnya dalam kehangatan

    Dernière mise à jour : 2024-12-19
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 048 [RENCANA HARI INI?]

    “Ayo, cicipi,” kata Valerie sambil meletakkan piring berisi pasta di depan Aldrich. Ia menarik kursi di hadapan pria itu dan duduk dengan tenang, sambil memperhatikan reaksi Aldrich dengan penuh antisipasi.Aldrich menghirup aroma pasta yang mengepul hangat, senyum kagum terpancar dari wajahnya. “Aromanya wangi sekali. Ini sudah seperti masakan bintang lima,” pujinya dengan nada tulus.Valerie menyibak rambutnya ke belakang, menyembunyikan rasa bangga yang jelas terpancar dari wajahnya. “Tentu saja,” jawabnya santai.Aldrich mengambil garpu dan pisau, namun sebelum mencicipi, ia menatap Valerie sambil tersenyum penuh arti. “Alangkah baiknya jika kita tinggal serumah,” katanya setengah bercanda, nada suaranya terdengar ringan tapi menggoda.Valerie memutar bola matanya, kebiasaannya yang makin sering muncul jika berbicara dengan Aldrich. “Dan Ayah serta Daddy-mu akan senang sekali,” komentarnya, sarkasme di suaranya jelas terasa.Aldrich terbahak, lalu mulai mencicipi pasta buatan

    Dernière mise à jour : 2024-12-19
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 049 [TERASA CANGGUNG]

    Setelah sarapan, Valerie kembali ke kamar untuk bersiap. Kali ini, dia memilih setelan kerja sederhana—blus putih dengan detail kerah rapi dan rok pensil hitam selutut. Rambutnya yang biasanya tergerai diikat kuda dengan rapi, membuatnya terlihat profesional sekaligus anggun. Sepatu hak tinggi hitam melengkapi penampilannya.Saat Valerie keluar dari ruang pakaian, Aldrich yang sedang membaca berkas di ruang tamu menoleh dan tersenyum puas.“Kau terlihat seperti pegawai teladan,” komentarnya santai sambil menyandarkan punggung ke sofa.“Dan kau terlihat seperti bos yang terlalu banyak aturan,” balas Valerie tanpa melihat ke arah Aldrich, berjalan menuju cermin untuk memeriksa tampilannya sekali lagi.Aldrich meletakkan berkasnya di meja dan berdiri, menghampiri Valerie. “Sayang sekali, aku memang bosmu. Dan aku memastikan setiap pegawai harus terlihat sempurna, terutama kau.”Valerie mendengus kecil sambil memutar bola matanya. “Aku bisa sempurna tanpa komentar sarkastikmu, Aldrich.”

    Dernière mise à jour : 2024-12-20
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 050 [TIDAK SAAT HANYA ADA KITA]

    “Astaga, kenapa sulit sekali untuk fokus!”Valerie mengetik dengan ritme cepat, mencoba mengalihkan perhatiannya dari semua hal yang berbau Aldrich. Tetapi, fakta bahwa ia masih bisa mencium aroma khas pria itu pada dirinya membuatnya hampir kehilangan konsentrasi. “Kenapa dia selalu membuat segalanya lebih rumit?”Ia menghela napas, melirik jam di laptopnya. Presentasi rapat pagi ini sudah hampir selesai disiapkan, namun pikirannya tetap terganggu. “Dia bosmu, Valerie. Fokus. Jangan sampai ada yang salah hari ini.”Ketukan di pintu membuyarkan lamunannya. “Masuk,” katanya tanpa menoleh.Pintu terbuka, dan suara langkah yang sudah terlalu familiar membuat tubuhnya sedikit menegang. Aldrich masuk dengan percaya diri, membawa cangkir kopi di tangannya. Tatapan Valerie langsung terangkat, bertemu dengan senyum kecil pria itu yang entah kenapa selalu terasa berbahaya.“Aku hanya ingin memastikan kau sudah siap,” katanya ringan.Valerie mengangkat satu alis. “Aku selalu siap, Tuan Aldri

    Dernière mise à jour : 2024-12-21
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 051 [30 MENIT ATAU SEUMUR HIDUP]

    Valerie menepuk-nepuk pipinya pelan, mencoba menenangkan diri setelah kejadian barusan. “Dia benar-benar tidak punya malu!” pikirnya sambil menghela napas panjang. Ia segera melangkah cepat menuju ruang kerjanya, berusaha menghindari tatapan siapa pun yang mungkin curiga.Sesampainya di ruang kerja, Valerie menutup pintu rapat-rapat dan menyandarkan punggungnya ke pintu. Jantungnya masih berdetak cepat. Ia menunduk, menatap ujung sepatunya, sambil berusaha memahami perasaannya sendiri.“Kenapa aku harus terjebak dengan pria seperti itu?” gumamnya pelan, mengacak rambutnya dengan frustrasi. Namun, bayangan wajah Aldrich dan cara dia memandangnya tadi terus muncul di benaknya. Valerie menggelengkan kepala keras-keras. “Fokus, Valerie. Jangan biarkan dia mengendalikanmu!”Ia kembali duduk di mejanya, mencoba melanjutkan pekerjaannya. Namun, pikirannya terus melayang pada Aldrich. Bagaimana pria itu dengan mudah menggoda, membuat dirinya terpojok, tapi tetap merasa aman dalam pelukann

    Dernière mise à jour : 2024-12-22
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 052 [PARTNER RANJANG]

    “Ini hasil laporannya, Tuan.”Bastian menerima map cokelat yang disodorkan Jacob, orang kepercayaannya. Dengan tenang, pria paruh baya itu membuka map tersebut, matanya tajam meneliti dokumen dan foto-foto yang terlampir di dalamnya.“Nona Valerie sudah dua kali terlihat menginap di mansion Tuan Aldrich,” ujar Jacob, menunjuk salah satu foto yang menunjukkan Valerie sedang masuk ke mansion tersebut.Bastian mengangguk pelan, ekspresinya sulit ditebak. Namun, ada sedikit senyum kepuasan di wajahnya. “Sepertinya mereka benar-benar menjalani perjodohan ini dengan baik. Aku sempat khawatir Valerie akan mencoba kabur lagi, atau lebih buruk, kembali pada mantan kekasihnya.”Jacob tetap berdiri tegak, menunggu instruksi lebih lanjut.“Bagus, Jacob. Kerja yang baik,” lanjut Bastian sambil menutup map itu. “Namun, jangan lengah. Terus pantau mereka. Aku ingin tahu setiap detail, sekecil apa pun. Jika ada sesuatu yang mencurigakan atau keluar dari rencana, segera laporkan padaku.”“Baik, Tuan

    Dernière mise à jour : 2024-12-23
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 053 [KADO TIDAK TERDUGA]

    “Ah, ini.”Valerie sedang menyiapkan dokumen dan laptopnya di ruang rapat ketika Aldrich masuk dengan langkah santai. Pria itu mengenakan setelan jas biru tua yang pas di tubuhnya, membuat seluruh peserta rapat—terutama wanita—tidak bisa menahan diri untuk melirik. Namun, Aldrich hanya memusatkan perhatiannya pada satu orang: Valerie.“Dia tampan sekali.”“Benar, aku penasaran wanita seperti apa yang akan menjadi pendampingnya.”“Aku juga, tetapi lelaki seperti dia, seringkali berganti pasangan. Seperti berganti pakaian.”Bisik wanita-wanita itu yang dapat Aldrich dengar meski samar. Aldrich melangkah mendekat, berdiri di belakang Valerie yang sedang memeriksa slide presentasi di layar besar. Tanpa peringatan, Aldrich membungkuk, menyandarkan lengannya di kursi Valerie, lalu berbisik di telinganya.“Semangat, aku akan memberimu hadiah yang tidak bisa kau tolak jika rapat hari ini berhasil.” Valerie membeku sejenak, wajahnya memanas. “Tuan Aldrich,” bisiknya tajam, melirik pria itu.

    Dernière mise à jour : 2024-12-23
  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 054 [HANYA AKU]

    “Bukalah.”Aldrich menyodorkan kotak persegi berukuran sedang yang dihias dengan pita satin elegan. Di atas kotak itu, tertera logo sebuah brand terkenal yang Valerie tahu harganya pasti tidak murah.“Kau tidak serius memberiku lingerie, kan?” Valerie melotot, mengingat candaan Aldrich saat masih di kantor tadi.Aldrich tertawa lepas, suara tawanya memenuhi ruang mobil. Ia melepaskan sebelah tangannya dari kemudi untuk menutup mulut menggunakan punggung tangannya, seolah menahan diri agar tidak terlalu keras tertawa.“Buka saja, Babe,” jawab Aldrich dengan santai. “Kau akan tahu setelah melihatnya.”Mata Valerie menyipit penuh kecurigaan. “Kau terlihat sangat mencurigakan,” katanya sambil memegang kotak itu erat.Aldrich meliriknya sekilas, senyuman menggoda masih terukir di wajahnya. “Jika itu memang lingerie, aku akan merasa sangat kecewa jika kau menolak memakainya malam ini.”Valerie memutar bola matanya dengan dramatis. “Kalau ini benar lingerie, kau tidak akan bisa melihatku mem

    Dernière mise à jour : 2024-12-23

Latest chapter

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 190

    "Kenapa kau membawaku ke sini? Ini bukan apartemenku," tanya Valerie dengan suara serak. Ia mengucek matanya, mencoba mengusir kantuk yang masih tersisa.Perlahan, pandangannya mulai fokus, dan ia baru menyadari bahwa mereka berada di depan sebuah mansion megah. Bangunan itu menjulang tinggi dengan arsitektur klasik yang elegan, diterangi cahaya lampu temaram yang memberi kesan hangat sekaligus misterius.Di kursi kemudi, Aldrich duduk santai. Satu tangannya bertumpu pada kemudi, sementara yang lain menopang dagunya. Matanya mengamati Valerie dengan sabar. Ia tidak membangunkannya tadi, hanya menunggu hingga wanita itu terjaga sendiri."Kau tertidur di mobil, jadi kupikir lebih baik langsung membawamu ke sini," ujar Aldrich akhirnya. Suaranya tenang, seolah keputusan itu adalah hal yang paling wajar di dunia.Valerie mengernyit, masih mencoba mencerna keadaan. "Tapi... kenapa di sini?"Aldrich menoleh, menatapnya dalam-dalam sebelum tersenyum tipis. "Kau mengandung anakku. Akan lebih

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 189

    “Bunda!”Valerie langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri sang bunda saat ibunya baru saja membuka pintu.“Val, bagaimana keadaan ayahmu?” tanya bundanya panik.Segera, ia mendekat ke ranjang Bastian, menatap wajah suaminya yang tertidur damai.Valerie mendesah, ikut menatap ayahnya. “Sudah lebih baik, Bun. Ayah hanya perlu beristirahat.”Bunda Valerie menghela napas lega. “Syukurlah.” Saat itulah, ia menyadari kehadiran Aldrich yang berdiri tak jauh dari Valerie.“Oh, Aldrich, kau di sini?” tanyanya dengan senyum tipis.Aldrich mengusap tengkuknya singkat sebelum mengangguk. “Ya, Bun. Aku merindukan Valerie,” jawabnya dengan nada santai, tetapi penuh makna.Bunda Valerie terkekeh pelan. “Apa sebaiknya pernikahan kalian dimajukan saja?” godanya dengan nada riang.Wajah Valerie seketika memanas. Ia tidak tahu bagaimana harus menanggapi godaan ibunya. Di satu sisi, pertunangan mereka hanyalah pura-pura. Namun, di sisi lain, Valerie kini mengandung anak Aldrich. Ia mulai ragu apaka

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 188

    Aldrich dengan santai menambahkan beberapa potong ikan salmon panggang ke piring Valerie. “Tambah ini, kudengar ini bagus untuk ibu hamil,” katanya ringan. Tak lupa, ia juga menaruh sepotong alpukat dan segelas susu hangat di hadapan Valerie.Valerie mendesah, menatap Aldrich dengan ekspresi tak habis pikir. Piringnya sudah penuh sesak dengan berbagai macam makanan—nasi merah, sayur bayam, potongan daging tanpa lemak, telur rebus, hingga buah-buahan yang dipotong rapi. Makanan itu hampir menggunung, seolah cukup untuk di makan oleh dua orang… Oh, tunggu, memang begitu kenyataannya.“Cukup, Aldrich! Aku tidak bisa menghabiskan semuanya,” protes Valerie, tangannya refleks menahan tangan Aldrich yang hendak menambahkan lagi sesuatu ke piringnya.Aldrich berkedip, pura-pura tak mengerti. “Kenapa? Ini semua bergizi. Kamu harus makan dengan baik, sayang.”Valerie mengerang pelan, meletakkan sendoknya. “Aku ini manusia, bukan tempat sampah.”Aldrich tertawa, akhirnya mengalah. “Baiklah, ba

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 187

    "Kupikir kau tidak menginginkan anak ini," isak Valerie di sela tangisnya.Aldrich sedikit melepaskan pelukannya, lalu menghapus air mata Valerie dengan lembut. Senyum tipis terukir di wajahnya. "Kenapa kau berpikir seperti itu, sayang?" tanyanya dengan suara penuh kasih.Valerie menggeleng, matanya masih basah. "Bukankah hubungan kita hanya pura-pura? Dalam perjanjian, tidak ada satu pun pembahasan tentang anak. Kupikir kau pasti akan membenci kehamilan ini."Aldrich terdiam, membiarkan kata-kata Valerie mengendap dalam pikirannya. Sekejap kemudian, ia menarik wanita itu kembali ke dalam pelukannya, lebih erat dari sebelumnya. Aldrich mengecup puncak kepala Valerie, lalu turun ke kelopak matanya yang masih basah. Ia melanjutkan ke pipinya, menenangkan setiap jejak air mata dengan sentuhan bibirnya yang lembut."Aku memang tidak pernah berpikir kau akan hamil, babe. Tapi kehamilanmu adalah kejutan paling berharga dalam hidupku." Suaranya terdengar penuh kebahagiaan, disertai tawa ke

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 186

    Aldrich melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi. Dia tidak peduli dengan klakson dari kendaraan lain.Satu-satunya yang ada di pikirannya adalah Valerie. Dia harus melihatnya, memastikan bahwa dia baik-baik saja.Setibanya di rumah sakit, Aldrich memarkir mobilnya dengan kasar dan segera bergegas masuk. Langkahnya panjang dan cepat, penuh urgensi. Di depan kamar rawat Bastian, beberapa bodyguardnya berjaga ketat. Mereka berdiri dengan sikap waspada, seolah siap menghadapi ancaman kapan saja.Saat melihat Aldrich, salah satu bodyguard langsung menyapa dengan sopan, lalu memberi jalan untuknya. Aldrich hanya mengangguk singkat sebelum mendorong pintu dan masuk.Pemandangan pertama yang menyambutnya adalah Valerie, tertidur di tepi ranjang ayahnya. Tubuhnya sedikit membungkuk, kepalanya bertumpu pada lengan, sementara jemarinya masih menggenggam tangan Bastian. Wajahnya tampak lelah, seakan sudah terlalu banyak melalui hari yang berat.Aldrich mendekat dengan h

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 185

    Berhasil. Henry berhasil menangkap sebelah tangan Jennifer di detik terakhir.Tubuh Jennifer sudah setengah tergantung di udara, kakinya tak lagi berpijak di balkon. Angin malam menusuk kulitnya, membuat tubuhnya semakin gemetar. Matanya melebar, napasnya tersengal saat menyadari hanya tangan Henry yang menjadi satu-satunya penyelamatnya dari kematian."Pegang aku!" suara Henry terdengar tegas, tapi ada nada panik di dalamnya.Jennifer menatapnya dengan campuran keterkejutan dan ketakutan. Tangannya yang lain mencakar-cakar udara, mencari sesuatu untuk dipegang, tapi tidak ada yang bisa dia raih selain genggaman Henry yang semakin erat."Aku tidak bisa—" suara Jennifer bergetar, air matanya mengalir tanpa bisa ditahan."Kau bisa!" Henry menggertakkan giginya, otot-otot lengannya menegang saat dia menarik tubuh Jennifer perlahan.Namun, Jennifer terus meronta. Dia menggeliat, seolah ingin tetap jatuh. "Lepaskan aku! Aku tidak mau ditangkap!""Diam, sialan!" Henry berteriak, menarik Jen

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 184

    Jennifer menggigit kukunya sembari berjalan mondar-mandir di ruang tamunya. Tatapannya terpaku pada layar televisi yang terus menayangkan berita tentang penangkapan Charlos."Bodoh!" gerutunya gemas, menggertakkan gigi.Dia menghela napas kasar, satu tangan bertolak pinggang sementara tangan lainnya meremas rambutnya sendiri. "Tenang, Jenn… Charlos tidak akan bisa menyeretmu secara langsung. Kau tidak akan masuk penjara," ucapnya, mencoba menenangkan diri.Tapi rasa panik tetap menggigitnya.Rencana menculik dan menyebarkan video editan Valerie—semua itu adalah idenya. Namun, Jennifer tidak pernah menyangka Charlos akan sebodoh itu hingga tertangkap dengan begitu mudah."Sial! Aku harus kabur!"Tanpa membuang waktu, Jennifer bergegas mengeluarkan koper, memasukkan barang-barang berharganya dengan terburu-buru. Tangannya gemetar saat mengambil paspor dan uang tunai yang sudah ia simpan sejak lama untuk keadaan darurat seperti ini.Namun sebelum koper itu penuh, suara ketukan keras men

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 183

    Valerie berlari secepat yang dia bisa, napasnya memburu. Lorong rumah sakit terasa semakin panjang dan mencekam. Dia bisa mendengar langkah kaki berat yang mengejarnya, mendekat semakin cepat.Saat menoleh ke belakang, mata Valerie melebar melihat Charlos yang semakin dekat. Wajah pria itu dipenuhi amarah dan obsesinya yang semakin tak terkendali.“Berhenti, Valerie!” seru Charlos, suaranya menggema di lorong kosong.Tapi Valerie tidak mau berhenti. Dia mempercepat langkahnya, menyeberangi koridor lain, mencari tempat yang bisa dia gunakan untuk bersembunyi. Namun, di tikungan berikutnya, tubuhnya ditarik kasar.“Akh—!” Valerie hampir menjerit, tetapi Charlos buru-buru membekap mulutnya dengan tangan.“Jangan melawan,” bisik Charlos dengan nada mengancam. “Kita perlu bicara, Valerie. Kau pikir bisa lari dariku?”Valerie meronta, mencoba melepaskan diri, tetapi cengkeraman Charlos begitu kuat.Sebelum Charlos bisa membawanya pergi lebih jauh, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki cepa

  • Jebakan Cinta Sang Pewaris    Chapter 182

    “Sebentar,” katanya sebelum keluar dari ruangan untuk menerima panggilan.Sementara itu, Valerie kembali menatap ayahnya. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh perlahan. “Ayah… bertahanlah, ya,” bisiknya.Ia ingin berbagi kabar tentang kehamilannya. Tentang bagaimana dia kini mengandung cucu Bastian. Tapi kapan waktu yang tepat? Ayahnya masih terbaring lemah di sini, sementara hidupnya sendiri masih dipenuhi ketidakpastian.Tiba-tiba, Valerie merasakan pusing yang aneh. Pandangannya sedikit berputar, dan ia harus memejamkan mata sejenak untuk meredakan rasa tidak nyaman itu.“Aku harus kuat,” gumamnya pelan.Namun, sebelum ia bisa benar-benar menenangkan diri, Aldrich kembali masuk dengan ekspresi yang lebih serius dari sebelumnya.“Ada apa?” tanya Valerie, mencoba membaca raut wajah pria itu.Aldrich ragu sejenak sebelum akhirnya berbicara. “Ada masalah di perusahaan. Aku harus pergi sebentar.”“Lagi?” tanya Valerie menghela, menatapnya dalam diam. Di satu sisi, ia ingin

Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status