Share

Menjadi Istri Rahasia

Author: Writergaje23_
last update Huling Na-update: 2024-03-01 23:07:43

"Terima kasih untuk tumpangannya. Sampai jumpa, Keanu!"

Begitu Keanu menghentikan mobil tepat di halaman Star Group, perempuan itu turun dan berlari masuk. Keanu bahkan belum mengatakan apa-apa.

Karena belum puas melihat wajah Abia, pria beralis tebal itu akhirnya memarkirkan mobil. Beberapa saat kemudian turun dan ikut berlari masuk ke kantor berlantai 10 itu.

"Keanu? Kenapa kau ke sini?" tanya Lintang---ketua tim hiburan di Star Group.

"Kau pasti mengerti, kan? Untuk apa aku datang sepagi ini ke sini?" tanya pria berwajah Timur Tengah itu balik sambil melepaskan kacamata hitamnya.

"Ooo ... bertemu Abia?" tebak pria berkacamata itu tepat sasaran.

"Yap!" jawab Keanu sambil berlari menuju ruang CEO.

"Katanya mau bertemu Abia, kenapa malah ke ruangan Pak Arya?" gumam Lintang bingung sambil membenarkan letak kacamatanya.

Aktor terkenal satu itu memang aneh.

***

"Selamat pagi, Tuan Malik!" Keanu menyapa begitu membuka pintu ruangan pria itu.

Arya yang tengah memeriksa laporan penjualan para aktor dan aktrisnya, kontan menoleh.

"Kau tahu aku tidak suka dipanggil dengan nama belakangku," peringat pria berhidung mancung itu yang dibalas Keanu dengan kekehan.

"Ini masih pagi. Setidaknya wajahmu sedikit lebih cerah," komentar aktor senior sekaligus sahabat Arya tersebut.

Semua tahu, satu-satunya orang yang berani mengusik Arya hanyalah Keanu. Meski usia mereka terpaut cukup jauh, mereka sudah saling mengenal sejak Keanu masih duduk di bangku SMA.

Dan sekarang, saat Arya berhasil dengan agensi entertaiment-nya yang menjadi idaman setiap orang yang ingin menjadi bintang, pria itu juga menaungi Keanu. Menjadikannya aktor terkenal yang sekarang menjadi selebriti dengan penjualan nomor satu.

Bisa dibilang, hubungan mereka seperti simbiosis mutualisme sekarang.

"Ada urusan apa lagi kau datang ke sini? Aku sangat bosan melihat wajahmu," keluh Arya sambil melepaskan kacamata anti radiasi yang kerap dia gunakan saat bekerja.

"Aku ingin membuat pernyataan cinta. Tapi, aku merasa harus mengkonsultasikannya terlebih dulu denganmu, Kak." Keanu berucap dengan nada serius.

Arya mengangguk-angguk, merasa sedikit tertarik. Ini pertama kalinya dia mendengar aktor tengil yang sudah ia anggap seperti adiknya ini membahas perempuan.

"Kau menyukai siapa dulu?" tanya Arya penasaran.

"Eung ... seseorang. Ada di kantor ini, lagipula kau seharusnya tahu! Lintang saja tahu, kau memang tidak perhatian padaku." Pria beralis tebal itu malah mendramatisir.

Arya memutar bola mata jengah. "Apa peduliku?" tanyanya malas.

"Intinya ... aku sudah menyukainya bahkan sebelum aku menjadi aktor. Aku menjadi aktor juga karena tahu dia bekerja di sini. Tapi sekarang aku tidak tahan, aku harus memberitahunya!" jelas Keanu yakin.

Bahkan, Arya sadar kali ini pria itu lebih serius ketimbang hari pertama syuting film perdananya. Keanu benar-benar sedang jatuh cinta, ya?

Pantas saja pria itu sangat sering berkunjung ke kantor akhir-akhir ini. Siapa perempuan yang berhasil membuat seorang Keanu Narendra yang diinginkan banyak perempuan akhirnya menginginkan seorang perempuan?

"Kau memang harus mengungkapkannya. Sebelum dia diambil oleh orang lain," saran Arya jujur.

Karena itulah dia terburu-buru menikahi Abia begitu punya kesempatan. Arya takut perempuan itu sudah memiliki orang yang dia cintai sebelum Keanu mendapatkannya.

"Bagaimana dengan skandal? Kau tahu aku aktor, jika aku ketahuan berpacaran ... apa tidak berpengaruh bagi Star Group?" tanya Keanu sedikit ragu.

"Hei, bodoh! Jangan berkata seolah-olah hanya kau aktor yang menghasilkan uang di sini! Berkencanlah dengan dia jika memang kau ingin. Lagipula, selebriti tetaplah manusia. Kalian bebas menyukai siapa saja," omel Arya yang ditanggapi Keanu dengan senyum lebar.

"Baiklah! Aku akan mengungkapkan perasaanku secepatnya, Kak."

"Omong-omong, siapa perempuan yang kau sukai itu?" tanya Arya baru teringat hal yang mengganjal di benaknya.

"Abia. Abia Felicia Almetta, kepala tim humas. Hehe ...."

Arya melongo. Bingung harus menanggapi dengan ekspresi dan kalimat apa.

Keanu mencintai istrinya?!

***

Sejak Keanu keluar dari ruangannya, Arya tidak bisa fokus. Dia benar-benar bingung harus mengatakan dengan cara apa pada Keanu.

Abia itu istrinya. Mereka bahkan baru menikah beberapa waktu lalu. Bagaimana bisa Arya juga baru tahu bahwa Keanu menyukai perempuan itu?

"Jika Keanu benar-benar mengungkapkan perasaan dan mengajaknya berpacaran, apa dia akan menerimanya?" tanya Arya pada dirinya sendiri.

Meski sudah menikah dengan Abia, Arya tidak tahu banyak tentang perempuan itu. Makanan kesukaannya, apa yang dibencinya, bahkan siapa yang disukainya. Arya benar-benar tidak tahu tentang semua itu.

"Tapi setahuku dia dekat dengan Lintang. Apa dia menyukai pria dengan mata minus itu? Tapi dia terlihat culun, aku jauh lebih keren." Arya menggumam lagi.

"Tapi Keanu juga tampan. Siapa yang tahu dia diam-diam juga suka Keanu, kan? Argh ... sialan! Kenapa Tuhan menciptakannya secantik itu? Sainganku jadi terlalu banyak," geram Arya sambil menjedotkan kepalanya ke pinggir meja.

"Permisi!" Suara seseorang yang sangat dia hapal menghentikan kegiatan pria itu.

Abia berdiri di sana. Dengan baju kuning gading lengan panjang juga celana kulot hitam. Rambut ikalnya terikat satu. Arya tidak sempat memperhatikan istrinya di rumah tadi pagi.

Tapi begitu melihat perempuan itu sekarang, Arya ingin mengumpat. Pantas saja para rekan kerjanya menyukai Abia.

"Hei, kau!" Abia tersentak kaget begitu mendapat bentakan dari bos sekaligus suaminya kini.

"Ada apa, Pak?" tanya Abia sambil berjalan mendekat.

"Apa pantas mengenakan pakaian itu di tempat kerja?!" tanya pria itu sebal.

Abia mengerjap linglung. Kali ini, perempuan itu mengamati setiap hal yang melekat di tubuh tinggi rampingnya.

"Biasanya saya memang mengenakan ini, Pak. Kenapa?" tanya Abia apa adanya.

"Ck ... sudahlah! Lupakan saja. Ada perlu apa kau ke sini?" tanya Arya mengalihkan topik.

"Saya ingin menyerahkan ini. Data yang Pak Arya minta seminggu yang lalu. Karena saya sempat kecelakaan dan tidak masuk kerja tiga hari, saya baru bisa menyerahkannya sekarang." Abia menjelaskan panjang lebar.

Arya hanya membalas dengan deheman. Sampai perempuan itu pamit keluar, barulah Arya berlari dan mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.

"Kenapa si culun itu memberikannya obat? Itu seperti obat sakit kepala yang sering kuminum. Apa dia sedang sakit?" gumam Arya begitu mendapati Abia malah bertemu Lintang di lorong.

Pria berkacamata itu menyodorkan Abia obat. Mereka juga saling tersenyum. Abia bahkan menepuk pundak pria itu.

"Dia bahkan tidak pernah berani menyentuhku. Sialan kau, Abia!" maki Arya sambil menggertakkan gigi murka.

Dia tidak bisa diperlakukan seperti ini. Statusnya jelas sebagai suami Abia sekarang. Seharusnya perempuan itu lebih dekat dengannya, kan?

***

"Huft ... akhirnya selesai." Abia merentangkan tangannya. Meregangkan setiap otot tubuhnya yang terasa pegal karena terlalu lama duduk.

Dua gelas sisa kopi yang sudah tandas bahkan masih bertengger di sisi mejanya. Bekerja menjadi kepala tim humas memang cukup melelahkan. Terlebih jika aktor atau aktris yang mereka naungi terlibat skandal.

Bisa dibilang, pekerjaan Abia dan timnya adalah membereskan kekacauan yang dibuat para selebriti.

"Apa kau sudah selesai bekerja?"

"Astaga!" Abia terlonjak kaget begitu mendapati suara seseorang.

Di sana, tepat di dinding kaca dari arah luar, Keanu menempelkan wajahnya. Tentu saja wajah pria itu terlihat konyol.

"Kau mengagetkan saja!" kesal Abia tapi tak ayal terkekeh geli. Tidak tahan melihat wajah lucu pria itu yang masih setia menempel di kaca.

"Mau pulang bersama?" tawar Keanu kali ini membuka pintu kaca dan masuk ke sana.

"Eum ... boleh. Ayo!" jawab Abia sambil membereskan barang-barangnya kemudian berjalan keluar.

Keanu mengekori dari belakang dengan senyum cerah.

"Eh, tadi pagi kau juga mengantarku. Sekarang kau juga yang mengantarku. Aneh sekali, kau benar-benar datang di waktu yang tepat," ucap Abia sambil tertawa.

"Aku bosan di rumah. Ingin bermain ke tempat ramai malah merepotkan. Jadi, tempat paling aman ya ke sini." Keanu menjawab setengah benar. Setengah alasannya lagi karena Abia.

Mereka berjalan beriringan di lorong kantor berniat menuju lift. Arya yang kebetulan juga baru keluar dari ruangannya, melihat kehadiran dua orang itu.

"Hei, tunggu!" panggil Arya begitu mereka mulai memasuki lift dan hampir menutupnya.

Keanu menahan lift cepat. Membiarkan Arya ikut masuk ke sana.

"Kau belum pulang rupanya," ucap Arya sambil memandang Keanu malas.

"Iya, Pak. Kebetulan, dia juga akan mengantarku pulang." Abia menimpali.

Arya melotot pada perempuam itu.

"Kau lupa sekarang kau tinggal di rumahku, bodoh?!" bisik Arya yang seketika membuat Abia melotot.

"Eh, IYA!" Perempuan itu berteriak tanpa sadar.

"Kenapa, Abia?" tanya Keanu bingung sekaligus terkejut.

"Aku ... a-aku harus mengambil berkas di rumah Pak Arya. Kau mengantarku sampai sana saja," alibi Abia cepat.

"Tidak apa-apa. Aku akan menunggumu mengambilnya kemudian mengantarmu lagi ke rumahmu," jawab Keanu santai.

"Tidak bisa!" Arya menyahut tegas.

Abia dan Keanu kompak menoleh pada pria itu.

"Kenapa, Kak?"

"Kau aktor. Apa kau lupa?! Jika seseorang mendapatimu mengantar seorang perempuan, itu bisa jadi skandal. Apa kau senang merepotkan Abia?" tanya Arya logis.

Keanu berpikir sejenak. Teringat saat dia menjemput temannya di sebuah kelab malam dulu. Karena hal itu, rumor buruk tentangnya menyebar.

Itu semua jelas hanya berita yang mengada-ada, tapi yang paling sibuk memperbaiki kekacauannya adalah tim humas. Terutama Abia yang menjadi kepala timnya.

"Tapi Abia pulang dengan siapa?" tanya Keanu cemberut.

"Aku bisa mengantarnya, dia juga akan ke rumahku terlebih dahulu, kan? Jadi tenang saja," jawab Arya yang diangguki Abia setuju.

"Iya! Aku bisa diantar Pak Arya," sahut Abia cepat.

Mendengar itu, Arya tersenyum penuh kemenangan. Memang hanya dia yang boleh mengantar Abia pulang.

Tidak Keanu apalagi pria lain. Andai saja bisa, Arya juga akan mengumumkan kepada semua orang bahwa Abia adalah istrinya.

Sayangnya, perempuan menyebalkan ini malah lebih senang menjadi istri rahasia.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Kaugnay na kabanata

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Terlalu Cantik

    "Kenapa kau bangun cepat sekali?" Abia menoleh begitu mendapati Arya tengah bersandar di pintu dapur sambil mengucek mata. Sejenak, perempuan itu terpaku. Baru sadar bahkan saat baru bangun tidur pun, suaminya tetap setampan itu.Ya, dia memang mengakui pria itu tampan sejak dulu. Hanya saja, sifatnya membuat Abia enggan membenarkan hal itu. Sayangnya, sejak Arya menolongnya waktu itu, Abia mulai menyadari banyak sisi lembut dan baik sang suami."Masih pagi tapi kau sudah melamun," komentar Arya lagi yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan kulkas. "Maaf," lirih Abia kikuk sambil melanjutkan kegiatan memasaknya.Setelah mendengar dari pembantu bahwa Neo dan Arya menyukai nasi goreng, Abia memutuskan untuk membuatnya. Bisa dibilang, ini masakan pertama yang ia buat untuk orang lain.Sebab biasanya, Abia tinggal sendiri. Meski pandai memasak, perempuan itu hanya akan melakukannya ketika ingin dan sempat. Terlebih, hampir setiap hari liburnya juga kerap tersita oleh pekerjaan.Sud

    Huling Na-update : 2024-03-02
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Aku Tidak Mau

    "Bibi!" Neo memanggil begitu melihat Abia tengah mencuci piring di dapur.Perempuan itu menoleh dengan raut tanya. Agak terkejut juga karena ini pertama kalinya bocah itu mengajaknya bicara lebih dulu."Apa dulu Bibi punya Mama?" tanya Neo penasaran."Punya. Kenapa? Memangnya kamu tidak punya? Kita semua lahir pasti karena punya Mama, kan?" jawab dan tanya Abia balik.Wajah bocah sipit itu berubah murung. Menyadari kejanggalan dari pertanyaan putra tirinya, Abia segera menyelesaikan kegiatan mencuci piring. Kemudian, perempuan itu mengangkat Neo ke dalam gendongan."Kata Daddy, aku tidak punya Mama. Jadi saat teman-teman mengejekku sebagai anak alien, aku bingung harus menjawab apa." Neo bercerita jujur.Abia terkekeh geli. Membuat Neo yang kesal akhirnya menggigit pipi perempuan itu keras."Aduhhh ... sakit, Neo!" ringis Abia sambil mengusap pipinya yang sepertinya tertinggal jejak gigi bocah itu di sana."Siapa suruh kamu menertawaiku! Aku bercerita pada Bibi untuk meminta solusi,

    Huling Na-update : 2024-03-03
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Sesuatu di Antara Mereka

    "Mbak Abia belum datang? Apa dia tidak masuk kerja hari ini?" tanya Aira. Salah satu pegawai magang di tim humas.Pasalnya, sejak beberapa bulan lalu bekerja di sini, tidak pernah sehari pun dia melihat sang kepala tim datang terlambat. Jangankan terlambat, absen pun sepertinya sangat jarang."Aku juga tidak tahu. Jika sampai jam segini dia tidak datang, sepertinya dia memang tidak masuk." Rindi---salah satu tim humas yang bisa dibilang sahabat dekat Abia menjawab."Apa kau menyadarinya? Akhir-akhir ini sikap Abia agak aneh. Beberapa waktu lalu juga dia absen selama tiga hari. Tidak biasanya dia begitu," timpal Bu Anna---perempuan berambut keriting sekaligus orang yang paling tua di tim humas."Aku juga merasa janggal. Saat aku bertanya kemarin, dia bilang dia menginap di rumah Ayahnya. Kupikir dia tidak punya Ayah, karena setahuku dia tinggal sendiri di kontrakan. Selama ini dia juga tidak pernah mengambil cuti dengan alasan menemui Ayahnya," jelas Rindi sedikit heran.Perempuan deng

    Huling Na-update : 2024-03-03
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Mencari Alasan

    Setelah membaringkan Neo yang tertidur di kamarnya, Abia berlari menuruni tangga. Berniat menghampiri sang suami yang sedari tadi duduk di sofa ruang tengah.Begitu sampai di sana, Abia menemukan pria itu tengah berbaring miring sambil menonton TV dengan santai. Terlalu santai sampai Abia ingin melemparinya dengan bantal."Mas!" panggil Abia tidak santai."Kenapa? Kau butuh sesuatu?" tanya Arya tanpa berniat bangkit duduk dari berbaringnya."Mas Arya kenapa mengatakan aku sedang sakit?! Teman-teman kantorku jadi datang menjenguk tadi. Lintang juga sampai mencari ke setiap rumah sakit terdekat dari kontrakanku tadi." Abia protes tanpa bisa menyembunyikan nada emosinya lagi.Perempuan itu bahkan menduduki kaki Arya yang tengah selonjoran di sofa. Sepertinya dia tidak sadar karena sedang panik dan marah."Aku kan hanya mencari alasan. Itu yang terlintas di benakku tadi pagi," jawab Arya lempeng.Abia mendengkus. "Lihatlah! Sekarang kau berani mendengkus padaku? Memangnya kau tahu darima

    Huling Na-update : 2024-03-03
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Hari yang Buruk

    "Kenapa tidak memasak nasi goreng saja?" tanya Arya begitu pagi ini malah menemukan ayam rica-rica dan nasi putih biasa di meja makan.Abia menatap pria itu sejenak. Beberapa saat kemudian melengos dan kembali ke dapur. Arya mendengkus."Apa sopan tidak menjawab suami seperti itu?!" tanya Arya setengah berteriak. "BIYA, DASIKU MANA?" Dari lantai atas, Neo ikut-ikutan berteriak.Abia berjalan cepat menuju lantai atas. Beberapa saat kemudian kembali masuk dapur. Neo turun dengan pakaian yang sudah rapi."Daddy, aku tidak mau ayam. Aku tidak suka. Minta Biya membuatkanku tempe goreng saja," pinta Neo begitu melihat lauk di piring.Arya melengos. "Minta saja sendiri. Dia tidak mau berbicara dengan Daddy," sahut pria itu malas.Abia kembali dari dapur dengan lengan baju sedikit basah. Sepertinya perempuan itu baru saja selesai mencuci piring. Arya bahkan heran seberapa banyak tenaga yang perempuan itu punya.Sebab, Abia itu terlalu banyak bekerja. Di rumah, perempuan itu bangun dini hari.

    Huling Na-update : 2024-03-03
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Arya Suaminya, Kan?

    "Dia belum pulang, ya? Pasti menginap di apartement Keanu," gumam Arya sambil tersenyum sinis.Rasanya menyebalkan saat menyadari perempuan itu mendiamkannya sepanjang hari. Sedangkan dengan Lintang dan Keanu, Abia terlihat berbicara dengan santai dan bahagia. Mereka bahkan mengantar jemput sang istri.Arya pikir, dengan ikut mendiamkan Abia seharian, perempuan itu akan merasa rindu dan mengajaknya berbicara lebih dulu. Sayangnya, rupanya dia terlalu berharap.Abia tidak mencarinya. Bahkan, kini perempuan itu sepertinya menginap di tempat pria lain. Orang yang notabene-nya juga menyukai sang istri."Biya kemana, Daddy? Apa dia sangat marah karena aku nakal? Apa dia tidak akan pulang lagi ke rumah kita?" tanya Neo panik.Ini sudah pukul 11 malam. Hujan lebat sekali di luar. Sejujurnya, Neo takut Mama tirinya itu tidak akan pulang."Kembalilah ke kamarmu! Dia pasti akan pulang sebentar lagi," titah Arya begitu Neo menyusulnya di ruang tengah."Carikan Biya dulu! Kenapa Daddy tidak menje

    Huling Na-update : 2024-03-04
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Kehilangan Kesadaran

    "Biya!" Neo memanggil dengan senyum lebarnya.Abia menoleh bingung. "Kenapa? Kau terlihat senang," tanya dan komentar perempuan itu."Aku memang senang. Aku selalu ingin naik bus, tapi tidak pernah dibolehkan Daddy. Akhirnya hari ini keinginanku terkabulkan," cerita bocah sipit itu yang sejenak membuat Abia terkekeh geli.Keinginan putranya sesederhana itu? Seharusnya Arya mengajak Neo naik bus saat libur bekerja. Sepertinya bocah ini sangat menginginkannya."Biya pikir kau tidak suka. Karena Biya tidak punya mobil, Biya selalu pergi ke tempat kerja memakai ini." Abia bercerita pada Neo yang masih terlalu sibuk memandang jalanan dari kaca jendela.Melihat seberapa senang sang putra, Abia tersenyum semakin lebar. Sakit kepalanya terasa sedikit hilang melihat tingkah menggemaskan bocah ini. "Apa kau sangat suka? Lain kali Biya akan mengajakmu lagi," tanya Abia yang dibalas Neo dengan anggukan semangat.Begitu sampai di sekolah Neo, perempuan itu memberikan beberapa pesan pada putranya.

    Huling Na-update : 2024-03-04
  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   Malam Ini, untuk Pertama Kalinya

    Abia terbangun dengan kepala yang terasa berat. Begitu menyadari tempatnya berada, perempuan itu terlonjak kaget.Ini kamar Arya."Daddy, Biya bangun! Biya bangun!" Suara heboh dari sampingnya membuat perempuan itu menoleh.Ada Neo dan Arya yang duduk di sofa samping ranjang. Wajah suaminya tampak kesal dan sedikit ... khawatir?"Aku sudah menyuruhmu untuk tidak masuk kerja! Apa kau senang sakit?! Apa kau suka merepotkanku begini?!" tanya pria itu tiba-tiba membentak.Abia sedikit menjauhkan kepala. Telinga juga kepalanya semakin sakit sekarang."Apa Mas Arya tidak bisa bicara dengan baik? Kepalaku sakit," keluh Abia dengan suara bergetar.Neo berlari dan segera naik ke ranjang sang Mama. Bocah sipit itu memeluk Abia. Menyembunyikan wajah Mamanya dari pandangan sang Ayah."Daddy tidak boleh membentak Biya! Padahal Daddy memarahiku karena memarahi Biya yang sakit waktu itu. Kenapa sekarang Daddy yang nakal?!" teriak Neo tidak terima.Mendengar itu, Abia tersenyum haru. Neo begitu menya

    Huling Na-update : 2024-03-05

Pinakabagong kabanata

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   32. Kau Melupakanku, Ya?

    "Kenapa kalian hanya diam? Apa aku mengganggu?" Nara bertanya pada seluruh penghuni meja makan yang tidak bergeming.Hanya ada suara alat makan yang saling beradu dengan orang-orangnya yang sibuk menekuri piring masing-masing. Tidak ada yang tampak berniat membuka obrolan. Membuat Nara tentu saja sadar keheningan itu ada sesaat setelah dia bergabung bersama mereka."Tidak boleh berbicara saat sedang makan, Nar. Itu tidak sopan," tegur Neo mencoba mencari alasan."Tapi tadi kalian terlihat banyak bicara sebelum aku melihat dari dekat. Kalian bahkan tertawa," sanggah Nara polos yang kontan membuat Neo meringis."Sudahlah, makan saja!" sahut Neo yang akhirnya hanya dibalas Nara dengan angkatan bahu acuh.Naya memandangi sang adik dengan tatapan penuh selidik. Untuk apa adiknya mencari sang suami sepagi ini? Apa mereka akan pergi berkencan? Bukankah pagi ini dia dan Neo akan pergi mengecek lokasi untuk bisnis mereka?"Kenapa kau ke sini sepagi ini?" tanya Naya akhirnya mengutarakan isi ha

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   31. Aku Mencari Neo

    "Kau jaga diri baik-baik. Jangan sampai sakit lagi!" Bintang menegur tegas yang diangguki Naya pasrah.Tidak ingin membuat Ayahnya mengomel lebih banyak lagi. Perempuan itu hanya duduk diam sambil memandangi Neo yang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam tas dengan telaten."Neo!" Naya memanggil pelan.Pria sipit yang masih terlihat sibuk itu kontan menoleh. "Apa?""Kau terlihat cocok jadi pembantuku," sahut Naya tanpa dosa.Bintang yang mendengarnya, kontan memelototi sang putri memperingati. Berbanding terbalik dengan Arya dan Abia yang sudah tertawa geli."Mana ada pembantu setampan aku. Bisa-bisa setiap agensi entertaiment yang datang ke rumahmu malah merekrutku menjadi aktor," sahut Neo kelewat percaya diri."Kau jangan jadi aktor! Nanti siapa yang mengurus perusahaanku?" sanggah Arya yang hanya dibalas Neo dengan putaran bola mata malas."Aku tidak akan menjadi aktor apalagi mengurus perusahaan Daddy. Aku punya rencana sendiri. Iya kan, Nay?" sahut Neo sambil melempar kedipan kep

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   30. Istri Milyarder

    "Kenapa kau baru kembali?" Arya bertanya kesal pada putranya yang baru membuka pintu ruang rawat sang istri.Neo mencebik sebal. "Menurutmu aku harus kembali kapan? Ini kan memang sudah waktunya pulang kerja!" sahut pria sipit itu ngegas.Arya memandangnya aneh. Neo yang ditatap seperti itu tentu saja merasa tidak nyaman."Kenapa Daddy menatapku seperti itu?" tanya Neo curiga dan sedikit tersinggung."Itu kan perusahaan milikmu. Kenapa kau harus pulang sesuai aturan para pegawai? Kau bisa pulang kapan pun kau ingin jika pekerjaanmu sudah selesai," jawab Arya tidak habis pikir.Neo mendelik. "Sejak kapan itu jadi milikku?! Aku pegawai biasa di kantormu! Jadi aku harus mematuhi aturan yang ada," jawab Neo yang hanya dibalas Arya dengan anggukan malas."Iya iya. Kau memang sangat mirip dengan Biya-mu. Meski dia istrinya Daddy, dia bersikap seperti sekretaris teladan pada umumnya. Ya Tuhan ... kenapa istri dan anakku tidak bisa memanfaatkan kemudahan yang kuberikan?" gumam Arya meratap ya

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   29. Perhatian Kecil

    "Ayah kembali ke rumah sakit dulu, ya? Panggil saja pembantu jika kau butuh sesuatu. Atau telepon Ayah," pesan Bintang sambil mengusap puncak kepala Nara lembut.Nara membalas ucapan ayahnya dengab anggukan dan senyum terpaksa. Begitu pria itu pamit sambil keluar dan menutup pintu, senyum di wajah perempuan cantik itu kontan pudar.Jika boleh mengatakannya ... Nara merasa kesepian dan tidak nyaman. Sejak Naya keluar dari pelatnas dan hamil, apalagi setelah Kakaknya menikah dengan sang kekasih, Nara tentu saja sadar sebagian besar kasih sayang Ayahnya hanya tertuju pada sang kakak.Saat perempuan itu sakit sedikit saja, semua orang akan panik luar biasa. Tidak terkecuali Neo yang biasanya hanya akan peduli dan khawatir pada Nara saja. Tapi kali ini ... pria itu bahkan melupakan Nara karena perempuan yang berstatus istrinya.Nara bahkan tidak yakin apa perasaan Neo masih sama untuknya sejak terakhir kali. Terutama sejak pria itu bersama Kakaknya."Kenapa aku mulai kesal?" Nara menggumam

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   28. Terlihat Seperti Suami-Istri

    Neo melangkah tergesa di antara lorong rumah sakit dengan perasaan kalut luar biasa. Berbagai kemungkinan terburuk terus bercokol di tempurung kepalanya membuat pria itu akhirnya mempercepat langkah dengan berlari.Begitu menemukan presensi sang Mama, Ayah juga Ayah mertuanya, pria sipit itu segera mendekat dan bertanya cepat."Bagaimana dengannya?" tanya Neo tanpa punya waktu untuk mengatur napasnya yang tidak beraturan terlebih dahulu."Mama juga belum tahu jelas. Dia masih diperiksa oleh Dokter," jelas Abia mewakili suami juga besannya yang hanya terdiam tanpa berniat bicara.Keduanya terlihat terlalu terkejut dan khawatir. Hal yang paling tidak Abia bayangkan, Arya yang tidak pernah terlalu peduli pada orang lain selain dirinya, kini terlihat sama cemasnya dengan sang putra."Ini semua karenamu! Kenapa kau tidak membawanya pulang tadi? Daddy tidak mengerti kenapa kau masih bisa disebut seorang suami," tukas Arya dengan nada menyeramkan.Tapi, lebih daripada ketakutannya pada amara

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   27. Tidak Bisa Terus Bergantung

    "Loh, Naya mana, Neo? Bukankah kau pergi menjemputnya tadi?" Abia bertanya bingung begitu melihat putranya pulang tanpa sang istri lagi.Neo menoleh pada sang Mama dengan helaan napas berat. Dia sedang tidak ingin membahas perempuan itu sekarang. Kepalanya terasa hampir meledak karena bimbang."Jangan bilang kau hanya pergi menemui Nara?" tebak Abia lagi begitu teringat kebiasaan putranya.Bukannya menjawab, perempuan itu malah menghela kasar sebelum kemudian beranjak menuju tangga rumah. Tapi, belum sampai tangga pertama, pria itu meringis sakit begitu punggungnya terhantam sesuatu."Argh!" erang pria sipit itu kesakitan sambil memandangi sandal jepit rumahan yang tiba-tiba dilempar Arya."Kau sudah merasa begitu besar sehingga berani mengabaikan pertanyaan Mamamu?" tanya sang ayah dengan wajah mengeras karena amarah.Seketika, Neo bergidik takut. Sadar bahwa kelakuannya memancing emosi pria galak yang begitu menyayangi istrinya tersebut."Maaf, Daddy." Neo menyahut lirih."Minta maa

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   26. Maaf, Aku Egois

    Neo tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Tapi, menyadari kekhawatirannya pada Naya justru lebih besar ketimbang pada Nara membuat pria itu kesal luar biasa. Dia merasa buruk. Secara tidak langsung, pikirannya sudah berpaling dan selingkuh dari sang kekasih---Nara. Seharusnya, Neo lebih memikirkan keadaan Nara yang masih berada di rumah sakit sekarang.Bukan malah bertanya-tanya ada di mana Naya sekarang dan apakah perempuan itu sudah makan. Neo ingin mencoba memaklumi dan berpikir bahwa kekhawatirannya tidak lebih karena perempuan itu tengah mengandung anaknya.Hanya saja ... tetap saja semuanya terasa salah. Neo seharusnya tidak perlu peduli seberlebihan ini pada perempuan menyebalkan itu."Nak, kau tidak menjemput istrimu? Dia belum pulang juga sampai sekarang," tanya Abia sambil membuka pintu kamar sang putra pagi ini.Neo menoleh sejenak sebelum kemudian menenggelamkan wajahnya ke dalam lipatan selimut. Tidak ingin mendengar pembahasan apa pun tentang perempuan yang sial

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   25. Paling Menyayangimu di Dunia

    Abia mengernyit heran begitu mendapati putranya pulang sendiri tanpa sang istri. Pria itu juga tampak kesal entah karena apa membuat mulut Abia gatal untuk bertanya.“Mana istrimu? Kenapa kau hanya pulang sendiri?” tanya Arya yang malah mewakili pertanyaan di dalam hatinya.“Kutinggal di rumah sakit bersama Om Bintang,” jawab Neo santai sambil segera duduk di samping sang Mama yang juga duduk di sofa ruang tengah.Pria sipit itu mengambil tempat di antara Daddy dan Mamanya. Membuat Arya yang kesal karena makhluk itu menghalanginya berdekatan dengan sang istri, segera menggeplak lengan Neo.“Kenapa kau tidak mengajaknya pulang bersamamu?” tanya Abia cepat.“Istri kurang ajar seperti dia seharusnya memang dibiarkan saja. Kenapa aku harus repot-repot membawanya pulang?” jawab Neo sensi yang kontan saja membuat Abia melotot tidak terima.Baru saja akan melayangkan pukulan pada punggung putranya, rupanya lagi-lagi sang suami lebih dulu mendaratkan pukulan pada punggung pria sipit itu. Sua

  • Istri Rahasia Kesayangan CEO Duda   24. Tidak Bersikap Baik

    Neo kembali ke rumah sakit dengan perasaan kesal yang tergambar jelas di raut wajahnya. Pria itu terus mendengkus sebal sambil menendang bangku besi di lorong sesekali. Hal itu tentu saja langsung disadari oleh Arya yang juga duduk menunggu di luar. Membiarkan sang istri dan besannya sibuk dengan Nara yang baru saja sadar di dalam ruang rawat.“Kau kenapa? Bertengkar dengan Naya? Kendalikan dirimu! Jangan sampai Ayah mertuamu melihat kelakuanmu!” tegur Arya yang hanya dibalas Neo dengan dengkusan.“Bagaimana aku tidak kesal, Daddy?! Tadi sebenarnya dia menelepon dan bilang sakit perut, makanya aku segera pulang. Tapi karena takut membuat kalian khawatir, aku tidak memberitahu lebih dulu. Saat sampai rumah, aku memberikannya obat dan makanan. Tapi setelah itu dia malah marah-marah dan malah mengusirku. Apa yang salah dengan pemikirannya? Kenapa dia begitu sensitif?!” Neo mengomel panjang lebar yang anehnya malah dibalas Arya dengan kekehan geli.“Jangan terlalu marah. Para perempuan, a

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status