Share

Berangkat ke Singapur

Author: Kakesa
last update Huling Na-update: 2025-03-02 14:16:03

Bab: 14

Pagi harinya, Alvaro sudah bersiap-siap berangkat ke Singapur, dengan setelan kemeja berwarna maron dan celana hitam, tidak lupa tali pinggang bermerek terkenal yang melingkar di pinggangnya, membuat kharisma seorang Alvaro begitu kentara sekali, wajah tampan dan badan yang kekar menciptakan aura khas dari seorang Alvaro.

Melisa, Yoga, kemudian di susul oleh Alvaro, mereka bertiga sudah berada di meja makan untuk sarapan bersama, namun mereka belum memulai sarapan, karena menunggu kedatangan Laura.

Tiba-tiba bunyi roda berjalan, mampu menyita perhatian mereka yang berada dimeja makan, mereka menoleh kebelakang, ternyata Laura sudah datang dengan menyeret koper. kini mereka bertiga fokus menatap Laura yang tampak memukau dibalik hijab pink yang senada dengan pakaiannya. senyuman manis, wajah anggun yang terlihat polos mampu membuat hati mereka menghangat.

Tersadar, telah menatap Laura sedikit lama, akhirnya Alvaro berdehem agar sarapan pagi segera dimulai.

"Ekhm, k
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    The first

    Bab: 15 Malam harinya... Laura tampak memilih gaun yang akan dikenakannya esok hari untuk menghadiri acara pernikahan anak dari rekan bisnis papa mertuanya. "Kak, apakah kamu mau pakai baju warna couple denganku?" tanya Laura tampak hati-hati. Alvaro menatap Laura yang sedang mengacak-ngacak kopernya itu, "Ya," jawabnya singkat. "Baiklah kak, aku akan menyiapkan pakaian kita untuk besok." "Tidak perlu!" jawab Alvaro cepat. Laura mengerutkan keningnya, "Kenapa?" Alvaro tampak menghembuskan nafasnya, lelaki irit bicara itu terlalu malas jika harus banyak mengeluarkan suara "Saya sudah memesankan pakaian untuk kita di acara besok." "Baiklah," Melihat Alvaro yang dengan malasnya menjawab pertanyaannya, Laura akhirnya memilih tidak bertanya lagi, dan langsung membereskan pakaian yang telah di acak olehnya. "Huff, akhirnya selesai juga," lirih Laura. Laura segera beranjak mengganti pakaian yang lebih santai setelah melihat Alvaro pergi ke kamar mandi. Dengan ce

    Huling Na-update : 2025-03-02
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Salah paham

    Bab: 16 "Bereskan barang-barang! kita pulang sekarang," ucap Alvaro tiba-tiba. Laura tersenyum getir, bukannya meminta maaf atau merasa bersalah, justru raut wajah Alvaro sangat tidak bersahabat, jika boleh berteriak, maka Laura akan berteriak sekencang mungkin, bahwa ia menyesal ikut Alvaro ke Singapura. Alvaro langsung menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, Laura terpaku dan terdiam duduk di atas kasur dengan pandangan yang kosong, "Bagaimana jika aku hamil nanti, apakah Alvaro akan menceraikankan aku setelah 3 bulan nantinya? dan apakah Raka akan menerima diriku ini?" batinnya penuh tanda tanya besar. "Tidak, mustahil Raka akan menerima aku kembali di kehidupannya setelah apa yang terjadi denganku," batin Laura seakan ingin menjerit setelah apa yang terjadi semalam dengannya. Di kamar mandi, Alvaro meninju apapun yang berada di kamar mandi, ia merasa frustasi apa yang terjadi antara dirinya dan Laura semalam. "Arghhhh, apa-apaan ini, aku kira dia gadis yang

    Huling Na-update : 2025-03-03
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Kesedihan dan kekecewaan Laura.

    Bab: 17 Laura pergi dengan membawa kesedihan dihatinya, ia masih terisak di taksi, sang sopir hanya menatapnya prihatin namun tidak berani bertanya. Laura bimbang ia akan kemana, tidak mungkin jika ia pulang kerumah mamanya. Namun sepertinya Laura akan mencoba pulang kerumah sang mama. Butuh tiga puluh menit untuk tiba dirumah mamanya Sintiya, "Pak disini saja," ucap Laura. Sang sopir menghentikan taksinya, Laura langsung turun dan memberikan ongkos ke supir. "Mbak, ini kembaliannya." "Untuk bapak aja," "Terimakasih ya, Mbak." Laura hanya menganggukkan kepalanya, dan menyeret kopernya menuju rumah sang ibu. Laura hendak mengetuk pintu rumah, Namun ia tidak sengaja mendengar pembicaraan sang ibu dengan sang tante Eliza di balik pintu. "Kamu banyak untungnya sih sintiya, setidaknya Laura bisa membuat pekerjaanmu lebih ringan selama ini," ucap Eliza "Syukurlah ia membawa keberuntungan bagiku Liza, lagian dia juga sudah menjadi seorang istri dari pengusaha kaya, tentu

    Huling Na-update : 2025-03-04
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Penyesalan Alvaro

    Bab: 18 Kini Alvaro sedang mencari Laura, Tidak dapat dipungkiri jika hatinya sangat merasa bersalah kepada Laura, ia sudah menyakiti fisik Laura dan juga hatinya, "Maafkan aku Laura, aku janji akan menebus kesalahanku yang telah menyakiti hatimu dan juga tidak sengaja menyakiti fisikmu," lirihnya sambil menyetir. Kali ini tujuan Alvaro kerumah Sintiya, ia berpikir jika Laura berada dirumah tersebut, setelah tiga puluh menit mengendarai, akhirnya Alvaro tiba di rumah Sintiya. "Assalamualaikum," salam Alvaro kepada Sintiya dan Eliza yang kebetulan sekali sedang berada diluar rumah. Sintiya dan Eliza begitu terkejut melihat kedatangan Alvaro, seketika wajah Sintiya pucat Pasih, ia ketakutan sendiri, bayangan kehilangan uang menari-nari di pelupuk matanya. Alvaro merasa keheranan melihat dua orang tersebut yang seperti terkejut dan ketakutan. "Lauranya ada ma?" tanya Alvaro "Laura... Laura—" bingung Sintiya "Lauranya baru saja pergi nak," jawab Eliza cepat. "Keman

    Huling Na-update : 2025-03-04
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Karma?

    Bab: 19 Situasi yang ramai, kini hanya tersisa tiga orang saja, moment yang dinanti penuh kebahagiaan, hanya tertinggal kesedihan dan luka yang mendalam, Bella terisak tangis dan tidak berniat untuk diam, hatinya terlanjur luka dan sakit akibat perlakuan Andy. Andy dengan teganya membatalkan hari pertunangan mereka tepat di hari acaranya, Andi mendatangi Bella sambil menggandeng tangan seorang wanita cantik, yang ia akui sebagai calon istrinya. Hari seharusnya bella bahagia, kini hari tersebut menjadi hari terburuk bagi Bella, selain merasa sakit dikhianati, bella juga merasa sakit hati atas cemoohan para warga sekitar. "Tidak perlu kau tangisi seperti itu Bella! dia lelaki yang tidak pantas untuk kamu tangisi!" ucap Sintiya merasa emosi dengan Andy yang memperlakukan keponakannya Setega itu. "Sekarang kamu percaya bukan? apa yang ibu katakan! jika andy hanya ingin mempermainkan kamu saja! andai saja di hari pernikahan itu, kamu tidak membatalkan pernikahan mu dengan Alvaro,

    Huling Na-update : 2025-03-05
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Masih mencari keberadaan Laura

    Bab: 20 Satu bulan telah berlalu, kabar kehilangan Laura mulai tersebar dimana-mana, Jordan yang mengetahui sang adik hilang membuat dirinya semakin marah, ia tidak habis pikir dengan Alvaro yang membiarkan sang adik pergi dari mereka, Sintiya mulai khawatir kehilangan Laura, jika biasanya Laura sering memberikan uang hasil jualannya, kini Sintiya tidak pernah menerima uang lagi dari Laura. Jordan yang baru mengetahui fakta kebenaran jika Laura pergi menghilang juga ada sangkut pautnya dengan Sintiya, membuat darah Jordan semakin mendidih mengetahui fakta tersebut yang seakan menghantam dirinya kepermukaan jurang terdalam. Alvaro memberitahu kebenarannya kepada Jordan apa yang telah ia dengarkan olehnya saat itu, Jordan menatap Alvaro dengan raut emosi, Jordan langsung menarik kerah kemeja Alvaro dan melayangkan satu pukulan di rahangnya. Bugh! Namun Alvaro tidak membalasnya sama sekali, bukan Alvaro tidak bisa membalas pukulan tersebut, bagaimanapun Alvaro sadar, jika k

    Huling Na-update : 2025-03-06
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Perjuangan Alvaro menemukan Laua

    Bab: 2 Meskipun tidak kuat lagi untuk berdiri, Laura melangkah pelan menuju kamarnya yang hanya beralaskan tikar saja, Laura tampak berbaring disana untuk mengistirahatkan dirinya sebentar. "Aku tidak bisa begini terus, aku harus mendapatkan kerja, uangku sudah semakin menipis," gumam Laura. ** "Ma, aku sudah mencari Laura kemana-mana, namun aku belum menemukan juga," ucap Alvaro mulai frustasi. "Apa kamu sudah mulai menyebarkan foto Laura, Al?" tanya Melisa menatap serius Putra tampannya itu. "Sudah, Ma. Bahkan aku sudah mengumumkan kepada mereka, siapa yang menemukan Laura dan langsung menghubungiku saat itu, aku akan memberikan imbalan satu miliar untuk mereka," jelas Alvaro. "Baiklah, kalau seperti itu kita tinggal tunggu saja, namun menunggu juga bukan solusi yang tepat, tapi kamu harus tetap mencarinya juga." "Apakah kamu sudah mencarinya di tempat pendesaan? seperti tempat-tempat terpencil, atau daerah yang jauh dari kota," lanjut Melisa memberikan solusi. "

    Huling Na-update : 2025-03-06
  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Menemukan Laura

    Bab: 22 Pagi harinya, matahari pagi mulai menyinari bumi dengan sinar keemasannya yang masih remang-remang setelah hujan melanda di malam hari. Eughhh... Laura menggeliat dari tidurnya, ia mulai menyesuaikan indera penglihatannya dengan sinar matahari yang masuk di sela-sela genteng yang bocor. Laura segera beranjak bangun dari tidurnya, badannya begitu pegal, bajunya basah kuyup akibat genteng yang bocor semalam. Laura segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, hari ini Laura akan mencari pekerjaan, tidak peduli jika dirinya masih kurang sehat. Selesai mandi dan berpakaian, Laura menggigit sepotong roti untuk memulai sarapan di pagi hari, tidak lupa ia membawa botol air yang telah di isi minuman didalamnya, karena cuaca yang panas, Laura akan berkeliling sambil mencari pekerjaan yang mau menerimanya, ia yakin pasti ia akan kehausan saat berjalan kaki. "Bismillah, semoga di permudahkan," ucapnya dengan senyuman tipis. Laura mulai berkeliling mencari w

    Huling Na-update : 2025-03-07

Pinakabagong kabanata

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    kekesalan, kekecewaan dan kecemburuan Alvaro

    Bab: 53 "Urus mereka, selidiki apa motif mereka mengganggu istri saya!" titah Alvaro tegas di seberang telfon. "Baik pak," ucap seseorang dibalik telfon. Suasana di mobil tampak tegang, Alvaro dengan raut wajah datarnya membuat Laura seakan Dejavu berada di posisi ini. Laura memilin ujung hijabnya dengan tangan yang gemetar, sedangkan Alvaro mencengkeram erat setir mobilnya dan semakin menambah laju kecepatan. Tidak tahan berada disituasi ini, Laura menatap suaminya itu dengan tatapan sedih karena merasa diabaikan. "M-mas," panggil Laura. Namun Alvaro tidak melirik istrinya sama sekali, Alvaro pun tidak menjawab panggilan sang istri. "Ka-kamu marah dengan ku?" tanya Laura dengan bibir gemetar menahan isak tangis. Rasanya ingin sekali Laura memeluk suaminya dan menangis di pelukannya, karena ia masih begitu syok dengan kejadian tadi yang hampir di lecehkan oleh preman sialan itu. Bukannya menenangkan Laura yang sedang hamil, Alvaro justru bersikap dingin kepadanya s

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Berhadapan langsung dengan Sofiya

    Bab: 52 "Bagaimana kabarmu? Apakah kamu dapat hidup dengan baik ditempat tinggal barumu Sintiya Maurine?" Deg! Hati Sintiya tersentak kaget melihat Sofiya dihadapannya tampak baik-baik saja, tidak sesuai dengan ekspektasinya, bahkan keadaan Sofiya jauh lebih baik sekarang. "Tidak, ini tidak mungkin! bagaimana mungkin Sofiya bisa sembuh dalam waktu secepat ini? kenapa dia sembuh? dia masih gila! ya, pasti dia masih gila," batin Sintiya tidak percaya melihat kenyataan ini. Bahkan penampilan Sofiya juga jauh lebih menarik dari pada masa lalu, benar-benar tidak masuk akal bagi Sintiya. "Ka-kamu," ucap Sintiya dengan terbata-bata sambil menunjuk Sofiya dengan jari telunjuknya. "Kenapa? kamu kaget melihat aku yang bisa berdiri tegar di hadapan mu? tanpa merasa ketakutan lagi disaat melihat kamu kembali?" ucap Sofiya dengan lantang dan tidak ketakutan lagi melihat Sintiya. Sintiya terdiam dengan wajah yang tiba-tiba saja berubah menjadi pucat pasi, berkali-kali ia menelan

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Keinginan Sofiya.

    Bab: 51 "Mah.." panggil Jordan sambil memeluk sang ibu, ia begitu rindu dengan sang ibu setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu dengan ibunya. Sofiya menoleh ke arah sang putra, ia menyentuh wajah putra kecilnya yang sekarang sudah tumbuh menjadi sosok dewasa dan juga berperan sebagai seorang ayah sekaligus seorang suami. Jordan menikmati sentuhan lembut dari tangan sang ibu yang mulai muncul keriput halus ditangannya. "Putra mama susah sangat dewasa," ujar Sofiya. "Maafkan aku yang selama ini belum bisa menjadi seorang anak yang baik, Ma. Maafkan aku yang selama ini tidak pernah mengetahui keberadaan mama di hidup kami, selama ini kami berada dalam pengaruh orang jahat itu," ucap Jordan pelan dan sengaja tidak menyebut nama Sintiya di depan sang mama, agar mamanya itu tidak kambuh lagi. "Mama selalu merindukan kalian anak-anak ku, maafkan mama yang tidak ikut mengambil peran dalam membesarkan kalian," ujarnya dengan suara tercekat. "Mama tidak perlu meminta m

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Kerjasama antara Bella dan Sintiya.

    Bab: 50 Siang harinya, Eliza akan berkunjung ketempat sang kakak Sintiya, ia akan mengajak sang putri untuk menemaninya. "Bella, temani mama ya sayang," ajak Eliza. "Mau kemana, Ma?" tanya Bella dengan tatapan penuh selidik terhadap sang mama. "Tentu saja ingin mengunjungi Sintiya," jawab Eliza enteng. Bella tampak berpikir, dan menimbang-nimbang ajakan sang mama, ia tersenyum smirk, "Baiklah, Ma. Sepertinya ajakan mama juga tidak terlalu buruk," ucap Bella yang mempunyai maksud tertentu. "Terimakasih putri cantiknya mama, kamu memang dapat diandalkan," kata Eliza tampak bangga, sedangkan Bella hanya berekspresi biasa saja. Setelah menyiapkan masakannya untuk dibawa ke lapas, Eliza langsung bersiap-siap untuk berangkat mengunjungi sang kakak disana. "Mbak Sintiya pasti akan senang jika aku mengunjunginya dan membawa makanan kesukaannya, hitung-hitung lumayanlah untuk makanannya disana," batinnya tersenyum. "Ma, ayo," ajak Bella sedikit buru-buru. "Iya saba

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Kerinduan Raka dan kegelisahan Laura

    Bab: 49 Waktu terus berputar tanpa henti, Namun di negara yang berbeda masih ada seseorang yang sedang terlarut dalam rindu yang begitu dalam tanpa tahu harus mengungkapkannya kepada siapa, sekuat tenaga ia melupakannya, semakin kuat sosok wanita cantik itu muncul di bayangan kepalanya seolah menari-nari di pelupuk matanya. Ia semakin menggulirkan butiran tasbih dan berusaha untuk menenangkan dirinya dengan berzikir dan mengingat kepada Allah. Semakin kuat ia menepisnya semakin terlihat sosok yang begitu ia cintai meskipun berada di negara yang berbeda. Air matanya mulai menetes, sekuat tenaga ia mulai menepis ingatan dan kenangan indah tentang seseorang yang dicintainya, yang kini telah dimiliki oleh orang lain. "Ilahi, hamba tidak kuasa untuk menahan rindu yang begitu sulit untuk terobati, ilahi tolong engkau ambil rasa rindu ini di hatiku, hamba tidak ingin mencintai milik orang lain, meskipun ia pernah menjadi bagian terpenting dalam hidup hamba," pinta Raka dalam do'an

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Membujuk Laura yang ngambek

    Bab: 48 Deg! "Sayang, jangan pergi.. mas nggak tau, kalau kamu kesini, maaf ya," ucap Alvaro dengan penuh rasa bersalah karena telah membuat istrinya bersedih. Laura langsung berbalik dan menatap wajah suaminya itu, "Biarkan aku pergi mas, katanya kamu lagi sibuk." "Tidak ada istilah sibuk untuk kamu, karena kamu adalah prioritasku. Jangan ngambek ya sayang, mas cinta banget sama kamu." "Ta-tapi aku mau pergi saja mas," kata Laura yang merasa tidak lagi mood untuk mengantarkan makanan siang untuk suaminya. "Sayang, aku minta maaf ya. Aku pikir orang lain yang datang, dan aku tidak punya schedule pertemuan hari ini, eh tau-taunya istri mas yang cantik ini datang." "Sekarang, ikut mas ya," ucap Alvaro yang kemudian melihat rantang yang dibawa istrinya itu. Alvaro mengambilnya, "Pasti istri mas, sudah bersusah payah memasaknya, ayo kita makan sayang," bujuk Alvaro. "Pasti masakannya enak banget, karna yang bikinnya penuh cinta dan kasih sayang untuk suaminya." Laura m

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    kejutan kecil

    Bab: 47 Beberapa hari telah berlalu, selama itu Sofiya semakin menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang lebih baik, sehingga saat ini Sofiya sudah bisa tersenyum dan bersikap seperti pada umumnya, hanya saja ia akan histeris jika mengingat masa lalu yang begitu kelam baginya, ia akan histeris saat bayangan itu mulai menghampirinya, dan Laura akan menenangkannya kembali. "Ma," panggil Laura yang menghampiri ibunya. "Iya nak," jawab Sofiya dengan lembutnya. "Laura izin pergi sebentar ya, mama baik-baik disini ya, aku hanya ingin ke kantor mas Al sebentar, mau anterin makanan." "Iya sayang, pergilah temui suami kamu, mama tidak apa-apa disini." "Iya ma, aku sudah meminta Kiki untuk menemani mama," ucap Laura yang kemudian langsung mencium wajah cantik sang ibu. "Kiki, kalau ada apa-apa tolong kabari aku ya," kata Laura. "Siap Bu bos, Kiki akan menjaga ibu Sofiya dengan segenap jiwa dan raga Kiki untuk Bu bos," kata Kiki yang langsung cengengesan. "Baik Ki, aku pe

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Membawa pulang ibu

    Bab: 46 Hari ini Laura dan Melisa akan pergi kerumah sakit jiwa, tempat ibunya Laura dirawat, kali ini Laura bertekad akan mengeluarkan sang ibu dari rumah sakit jiwa dan akan merawatnya sendiri hingga kondisi ibunya menjadi lebih baik. Sofiya tidak gila hanya saja mungkin ia merasa stres dan terbebani atas apa yang menimpanya di masa lalu, apalagi Sintiya membawanya kerumah sakit jiwa agar membuat Sofiya semakin gila. "Bismillah," gumam Laura yang memasuki rumah sakit jiwa tersebut yang di dampingi oleh Melisa. Melisa senantiasa selalu berada di sisi Laura, ia akan menghibur menantunya disaat Laura merasa sedih, apalagi jika Alvaro sedang tidak berada di sisinya karena mengurus pekerjaan, maka Melisa lah yang akan menjadi sosok ternyaman bagi Laura. "Ayo sayang," ajak Melisa yang memasuki ruangan Sofiya dirawat. Laura mengangguk, lalu ia membuka pintu ruangan tersebut, tampak ibunya sedang menggendong dua boneka di sisi kiri dan kanannya, membuat hati Laura semakin menc

  • Istri Pengganti Untuk Tuan Presdir    Kesedihan Laura

    Bab: 45 Pagi harinya sebelum berangkat ke kantor, Alvaro mengecek kondisi sang istri terlebih dahulu dan memastikan jika keadaan Laura sudah mulai membaik, Alvaro ingin mengambil cuti lagi, namun kali ini ada rapat dadakan yang harus dihadiri oleh dirinya. "Mas," panggil Laura yang terbangun setelah merasakan sentuhan hangat dari tangan suaminya itu. "Iya sayang, kamu sudah baikan?" tanya Alvaro. Laura tersenyum, "Sudah mas, aku sudah merasakan lebih baik dari pada sebelumnya, terimakasih ya mas, karena sudah berada di sisiku di saat aku membutuhkan sandaran." "Kamu tidak perlu berterimakasih, sudah tugas dan kewajibanku sebagai seorang suami untuk mendampingi mu," Kata Alvaro sambil mengusap lembut kepala Laura. Tangan Laura terulur begitu saja untuk memperbaiki dasi sang suami, "Aku sudah tidak apa-apa mas, semangat ya kerjanya." "Maaf, untuk hari ini mas harus ke kantor karena ada rapat dadakan, kamu mas tinggali dirumah sama mama gapapa kan?" tanya Alvaro. "Ga a

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status