Share

Bab 373

Author: Awan
“Pak, senang bertemu denganmu.” Brandon berjabat tangan pria itu, tetapi kelihatan sekali pria itu lebih antusias.

Yuna memandangi wajah ramah dan familiar itu, yang bisa berbahasa Indonesia dengan fasih. Ini ... mereka sudah janjian untuk bertemu sebelumnya?

“Bagaimana? Aku nggak melebih-lebihkan, bukan? Di seluruh Marseille, aku nggak berani bilang bahwa sabunku yang terbaik, tetapi pasti yang paling kreatif.”

Dia menunjuk ke deretan sabun di rak dan berkata lagi, “Karena bisa dijadikan pajangan dan bisa juga digunakan untuk membersihkan kulit. Lebih dari 85% sabun Savon de Marseille terbuat dari minyak nabati. Aku nggak perlu menjelaskan lagi apa saja manfaatnya untuk kulit. Kamu sendiri sedikit banyak juga tahu sendiri. Selain itu, sabun ini juga bisa lebih dikembangkan, dan bisa juga diberikan sebagai hadiah kepada teman dan kerabat.”

Pria ini jelas adalah bos di toko ini, karena sejak dia masuk, pelayan toko tadi jelas sekali kelihatan menjadi lebih gugup. Sikapnya juga menjadi
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 374

    Itulah pikiran yang terlintas di benak Yuna untuk sesaat, tetapi ketika melihat ekspresi pria itu, dia jadi berpikir untuk menggoda Brandon. Dia tersenyum lembut dan berkata setengah bercanda, “Menurutku toko ini cukup menarik. Bagaimana kalau Pak Brandon membelinya?”Tentu saja, dia hanya bercanda. Sekaya apa pun seorang pengusaha, bisnis apa pun juga harus dipertimbangkan dengan baik. Memangnya seperti beli baju, mau beli tinggal beli.Hanya saja, dia lupa kalau CEO-nya yang satu ini bukan orang biasa. Bagi Brandon, membeli toko ini bukan seperti membeli pakaian, tapi sesederhana seperti membeli secangkir teh susu dan roti.Jadi, Brandon berkata, “Oke!”Yuna, “Apa?”“Itu...” Melihat ekspresi Brandon tidak terlihat seperti sedang bercanda, Yuna cepat-cepat berkata, “Aku hanya bercanda. Jangan menganggapnya serius. Kamu harus berpikir baik-baik sebelum membeli toko ini.”“Nggak perlu dipikirkan. Kalau kamu bilang iya, ya iya.” Pria itu bahkan tidak mengedipkan matanya, seolah meragukan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 375

    Brandon menoleh dan menatap Yuna dalam-dalam. Lalu, dia berkata sambil tersenyum kecil, “Dia adalah penanggung jawab utama proyek ini, Yuna.”Yuna sangat terkejut.Apanya penanggung jawab utama proyek ini? Dia bertanggung jawab untuk apa? Proyek apa itu? Dia sama sekali tidak tahu menahu.“Bu Yuna, salam kenal!” Angga berkata sambil tersenyum, “Kenapa nama ini nggak asing bagiku?”“Aku ingat, baru-baru ini ada lomba menganalisis parfum, dan kudengar juara pertamanya adalah seorang peracik parfum dari Indonesia yang bernama Yuna. Apa itu Ibu?” tanya pria itu.Yuna tidak menyangka berita itu akan menyebar begitu cepat, sampai semua orang di Marseille sudah mengetahuinya. Padahal, pria ini bergelut dalam bisnis sabun, bukan bisnis parfum. Namun, pria ini bisa menyebut namanya. Itu artinya, dia jadi agak terkenal kali ini? “Benar.” Dia mengangguk.Mata Angga langsung berbinar, “Benar-benar Ibu orangnya?! Kalau begitu, aku benar-benar merasa terhormat! Pak Brandon, sejujurnya, sebelumnya w

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 376

    Bukannya dia tidak suka sabun Savon de Marseille, tapi Brandon menganggap bisnis sebagai hadiah. Tidak tulus sekali memberinya.Brandon melangkah menyusul Yuna, lalu menghalang di depan wanita itu dan berkata, “Kelihatannya hadiah ini terlalu kecil untukmu, jadi nggak bisa membuatmu puas. Tapi, nggak masalah, aku punya hadiah lain.”Karena dihadang oleh Brandon, Yuna hanya bisa berdiri diam dan memandang pria itu, “Jangan bilang hadiah palsu lagi? Sebenarnya adalah kesepakatan bisnis, ‘kan?”Benar sekali. Pengusaha akan mengambil setiap kesempatan untuk mengambil keuntungan. Pria ini bahkan tidak melepaskan kesempatan untuk membicarakan bisnis ketika sedang menemaninya jalan-jalan.“Nggak akan seperti itu lagi!”Yuna menatap pria itu sebentar, lalu mengulurkan tanganya, “Mana hadiahku!”Brandon buru-buru menyerahkan tas hadiah yang ada di tangannya, “Bukannya kamu nggak mau?”“Aku berubah pikiran lagi!” Yuna membuka tas hadiah itu dan melihat ke dalam. Samar-samar ada aroma minyak sayu

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 377

    Yuna awalnya mengira, karena Brandon sudah selesai membicarakan bisnis, mereka akan langsung pulang. Namun tak disangka, pria itu membawanya ke restoran.“Kamu sudah pergi ke restoran yang aku rekomendasikan sebelumnya itu belum?” tanya Brandon dengan santai.Yuna mengangguk, “Sudah, makanannya enak.” Dia jadi teringat akan kekacauan yang terjadi di restoran hari itu. Setelah itu, dia tidak pernah melihat anak itu lagi. Dia juga tidak tahu apa anak itu sudah sembuh dan bagaimana keadaannya sekarang.Sebenarnya, alergi makanan sering terjadi. Banyak orang punya alergi makanan. Yang umum adalah alergi susu atau seafood. Ada sebagian orang yang alergi gandum, telur, dan hal-hal tak terduga lainnya.Jadi, wajar saja kalau Helen sebagai ibu juga tidak tahu. “Apa ada yang kamu ingin makan?” Brandon menyerahkan buku menu kepada Yuna. Setelah tahu Yuna bisa bahasa Prancis, dia membiarkan Yuna memilih sendiri.Yuna memegang daun telinganya dengan satu tangan, dan menggelengkan kepalanya, “Aku

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 378

    “Bouillabaisse. Dibuat pakai ikan apa?” Yuna mencicipinya lagi, tetapi dia tidak tahu ikan apa yang digunakan. Dia hanya bisa merasakan rasa bawang putih, adas, daun salam, dan ketumbar. Tentu saja, yang paling kentara adalah rasa asam dari tomat. Ada juga bawang bombay dan seledri. Sebenarnya ada beberapa bahan masakan yang dia tidak sukai, tapi ketika dicampur jadi satu, rasanya tidak terlalu buruk. Mungkin karena takarannya pas.Mendengar pertanyaannya, Brandon tersenyum, “Ini bukan ikan, tapi Bouillabaisse.”Yuna baru sadar kalau Brandon baru saja membuat lelucon.Bouillabaisse sebenarnya adalah salah satu makanan khas di Marseilles, bukan sup yang dibuat dengan ikan.“Kalau begitu... ini terbuat dari sup ikan apa? Aku nggak bisa menebaknya.”Yuna mencicipinya lagi. Rasa ikannya sangat enak, juga ada rasa yang mirip dengan kerang dan udang segar. Namun, rasanya terlalu berlevel-level, sehingga dia tidak bisa menebak ada apa saja di dalamnya. “Ciri khas Bouillabaisse adalah rasanya

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 379

    “....” Yuna tanpa sadar melirik Brandon dan berkata, “Nggak, ada apa?”Stella menghela napas lega, “Sepertinya dia masih belum menemukan informasi kontakmu.”“Hm?” “Kemarin dia menelepon aku dan bertanya aku tahu nomormu yang sekarang. Aku tanya untuk apa, tapi dia nggak mau jawab. Dia sangat mendesak. Aku takutnya dia akan mengganggu dan menyusahkan kamu lagi,” ujar Stella, lalu bertanya lagi karena masih belum tenang, “Oh ya, kamu nggak memberi nomormu ke dia, ‘kan?”Yuna memutar bola matanya dalam diam, “Untuk apa aku memberikannya padanya? Aku sudah cukup sopan nggak memblokir nomornya.” “Baguslah kalau begitu. Jangan khawatir. Aku nggak memberi tahu dia! Tapi, sekarang kan internet sudah canggih, kalau dia mau cari, mungkin akan tetap bisa menemukan nomormu. Yang penting kamu tahu hal ini dan bisa berhati-hati. Aku takut dia akan mencari masalah,” ujar Stella. Dia langsung menghubungi Yuna setelah menutup telepon dari Logan.Dia sudah mencoba menanyakan, tetapi Logan tidak mau m

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 380

    Yuna menaikkan alis. Hal yang pertama muncul di benak Yuna adalah, itu nama perempuan. Tentu saja, itu bukan hal yang terpenting. Yang lebih penting adalah, dia melihat Brandon mengerutkan keningnya dengan jelas.Pria itu mengetuk layar ponselnya dengan satu jari.Namun, sebelum pria itu bisa meletakkan tangannya kembali ke atas setir mobil, nada dering video call itu kembali berbunyi.Brandon menghela napas, meletakkan satu tangan di tepi jendela mobil, dan tangan lainnya hendak menekan tombol menolak lagi. Yuna menghentikannya, “Angkatlah, mana tahu ada hal yang penting!”“Kalau kamu merasa nggak nyaman, aku bisa pergi sebentar.” Setelah mengatakan itu, Yuna hendak melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.“Nggak perlu!” Brandon meraih Yuna, lalu mengangkat ponselnya dan menekan tombol jawab, “Ada apa?”“Huhuhu....”Ada suara tangisan yang mengejutkan Yuna. Dia mengerjapkan matanya, bertanya-tanya apakah dia sedang berhalusinasi.Brandon diam saja.Lalu, dia berkata dengan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 381

    Setelah Brandon selesai memblokir nomor perempuan itu, dia hendak menyalakan mobilnya. Tiba-tiba, dia melihat istrinya sedang menatapnya dengan tatapan penuh arti. Brandon seketika merasa tidak nyaman, “Naomi ... keluarganya sudah lama berteman dengan keluarga kami. Boleh dibilang, dia itu adikku.”Yuna spontan tertawa mendapati Brandon yang terlihat nyaman dan berusaha memberi penjelasan, “Adik?”Tidak peduli bagaimana Brandong mendengarnya, kata “adik” yang diucapkan Yuna terdengar aneh. Dia pun berdehem dan berkata, “Dia itu seperti adikku. Aku dan dia nggak seperti yang kamu pikirkan.”“Seperti yang aku pikirkan?” Yuna segera bertanya lagi.Brandon, “....”Yuna tidak bermaksud menggoda Brandon. Hanya saja, ini pertama kalinya dia melihat ekspresi Brandon yang sangat hidup dan menarik. Semakin Brandon seperti itu, Yuna semakin tidak bisa menahan diri untuk tidak menggodanya.Sebenarnya Brandon tidak perlu menjelaskan apa pun pada Yuna. Dengan status Brandon, sekalipun dia tidak mend

Latest chapter

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2387

    “Tapi sudah terlambat kalau terus menunggu sampai eksperimennya dimulai!” kata Shane seraya menggertakkan gigi.Dia tidak punya sisa waktu lagi untuk bertaruh. Kalau sampai ternyata eksperimennya keburu dimulai, betapa sakit hatinya Shane membayangkan tubuh Nathan yang masih kecil itu harus terbaring di atas meja operasi yang dingin dan dibedah seperti tikus percobaan. Dia tidak bisa menerima hal seperti itu terjadi. Dia tidak tega melihat anaknya yang masih kecil harus mengalami penderitaan yang sebegitu parahnya. Nathan tidak tahu apa-apa dan diculik begitu saja, terpisah dari ayahnya begitu lama. Dan sekarang, dia harus menghadapi semua ini. Bahkan … bahkan dia tidak tahu apa yang akan dia hadapi.“Tapi kalau kamu ke sana sekarang, memangnya kamu bisa menolong Nathan?” Brandon bertanya.“Aku nggak peduli. Kalaupun aku harus mati, aku bakal tetap berusaha!”“Ya sudah, terserah kamu. Pergi sana!” Brandon tak lagi membujuk Shane. Dia memukul meja yang ada di depannya dan berseru kepada

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2386

    Mau dipikir seperti apa pun, itu rasanya agak mustahil.“Aku juga berharap informasiku salah, tapi ….”Brandon tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi itu sudah menyiratkan intensi yang sangat jelas. Berhubung ini sudah menyangkut nasib Nathan, jika informasi yang dia dapat tidak bisa dipercaya, dia pun tidak akan memberitahukannya kepada Shane.“Jadi selama ini dia nggak mau membebaskan Nathan karena itu? Itu alasan kenapa selama ini aku nggak pernah berhasil menemukan dia. Jadi … mereka dari awal memang nggak ada niat untuk melepaskan Nathan, dan mereka menyandera dia dengan alasan membutuhkan investasi dana dariku, itu semua bohong?!”Rona wajah Shane di saat itu sudah pucat pasi. Suaranya pasti terdengar cukup datar, tetapi bisa terdengar bibirnya sedikit gemetar. Siapa pun yang menghadapi hal semacam ini pasti akan memberikan reaksi yang sama.Chermiko tidak tahu seperti apa rasanya memiliki seorang anak, tetpai dia dapat memahami perasaan Shane. Dia sendiri juga tidak keberatan di

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2385

    “Ratu mau Fred jadi bahan percobaannya?” Chermiko bertanya, tetapi dia langsung membantah pertanyaan itu. “Nggak, itu mustahil! Aku dulu pernah ada di sana dan banyak tahu tentang R10. eksperimen ini nggak pernah diuji coba karena syarat dari penerimanya terlalu ketat.”Syaratnya adalah mendapatkan dua tubuh yang cocok, dan itu jelas bukan hal yang mudah untuk dicari. Sama seperti melakukan donor organ, tubuh pendonor dan penerima donor harus cocok baru bisa dilaksanakan. Hanya dengan syarat itu terpenuhi barulah tidak terjadi reaksi penolakan. Makanya, kalaupun Ratu punya niat untuk itu, dia harus mencarikan tubuh yang cocok dengan Fred.“Kamu kira nggak ada?” Brandon bertanya balik dan seketika membuat Chermiko dan Shane kaget. Chermiko dan Shane sama-sama dibuat bertanya-tanya, siapa orang yang akan menjadi wadah baru bagi jiwa Fred.“Dan orang yang bakal menampung jiwa Fred itu bukan orang asing. Fred sendiri yang cari,” kata Brandon. “Kalau dia nggak ketemu orang yang cocok, mana

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2384

    “Sudah nggak ada lagi, itu saja. Dia bilang yang kita butuhkan sekarang cuma waktu. Sebenarnya nggak ada yang penting, sih. Mungkin dia takut karena masih diawasi. Takutnya ada orang yang mendengar percakapan, makanya dia nggak berani bilang banyak.”“Bukan. Informasi pa yang mau diasampaikan sudah semuanya dia kasih tahu ke kamu,” ucap Brandon.Chermiko, “Eh?”Shane, “Hah? Jadi yang Pak Juan mau sampaikan itu apa?”“Pak Juan bilang kita nggak bisa tangani, tapi ada orang lain yang bisa. Orang yang bisa itu maksudnya siapa?” tanya Brandon kepada mereka berdua. Tetapi baik Shane dan Chermiko di saat itu hanya bertukar pandang dan menggelengkan kepala.“Dan juga kenapa kita nggak bisa? Sebelumnya kita sudah tahu mereka ada di dalam kedutaan, terus kenapa tiba-tiba Pak Juan bilang ini di luar batas kemampuan kita?” tanya Brandon lagi.Kali ini Shane dan Chermiko lebih kompak lagi. Mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala serentak tanpa perlu menatap satu sama lain.“Karena Pak Juan me

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2383

    Chermiko datang dengan penuh tanda tanya dan pergi dengan penuh tanda tanya pula. Dia merasa belum mengatakan atau melakukan apa-apa selama dia bertemu dengan kakeknya tadi, dan langsung disuruh pulang begitu saja. Selama perjalanan, Chermiko berulang kali memikirkan apa yang tadi Juan katakan kepadanya, tetapi dia tidak mendapatkan jawabannya. Jadi apa maksud Juan sebenarnya?Begitu Chermiko sampai ke rumah, benar saja Brandon dan Shane sudah menunggunya. Mereka langsung datang menyambut dan bertanya, “Gimana? Mereka ngundang kamu ke sana untuk apa?”Bahkan mobil yang mengikuti Chermiko dari belakang juga sudah melakukan persiapan jaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang buruk padanya. Namun mereka bisa tenang setelah mendapat kabar kalau Chermiko sudah dalam perjalanan pulang. Namun di saaat yang sama mereka pun terheran-heran mengapa hanya Chermiko sendiri yang keluar.“Mereka mengancam kamu? Apa saja yang mereka bilang di sana?” tanya Shane. “Pasti Rainie, ‘kan? Kali ini apa lagi yan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2382

    “Kami semua panik setengah mati waktu dengar Kakek dibawa. Untung saja Kakek baik-baik saja!”“Omong kosong! Kalau kamu pani, kenapa baru sekarang kamu datang menolongku?” tanya Juan melotot.“Bukannya nggak mau nolong, tapi tempat ini nggak bisa main datang kapan pun aku mau. Lagi pula aku tahu sifat Kakek. Kalau Kakek sendiri yang mau ke sana, aku bujuk untuk pulang kayak apa juga Kakek nggak bakal mau pulang! Kakek sendiri yang mau datang ke sini untuk menolong Yuna, ‘kan?”Dengan tatapan mata setuju, Juan menatap Chermiko dan berkata padanya, “Iya, sih. Akhir-akhir ini kamu ada banyak kemajuan juga, ya. Kamu sudah bisa menganalisis keadaan dengan baik dan bisa mengerti sifatku seperti apa.”Chermiko terlihat tidak terlalu senang meski mendapat pujian dari kakeknya. Saat ini dia punya masalah yang lebih mendesak untuk dia sampaikan.“Kakek yang minta aku datang ke sini, ya?” tanyanya.“Ya, untung saja mereka kasih aku ketemu orang lain! Kalau Brandon, mereka pasti nggak akan setuju.

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2381

    Chermio sudah berada di ruang tamu kedutaan dan melihat sekelilingnya. Dia curiga apakah tempat ini menyimpan suatu konspirasi, karena di antara yang lain, hanya dia sendiri yang mendapatan undangan secara tiba-tiba.Mereka bertiga kaget saat mendapat undangan tersebut. Tidak ada yang menyangka ternyata undangan itu ditujukan kepada Chermiko, dan tidak ada yang tahu apa maksud dari undangannya. Apalagi Chermiko juga yang paling asing dengan kedutaan dibanding Shane atau Brandon. Setelah melalui proses perundingan yang cukup laa, akhirnya mereka bertiga mencapai kesepakatan bersama, Chermiko harus pergi!Jika tidak pergi, bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan undangan ini juga dibuat secara resmi, jadi seharusnya tidak akan ada keanehan yang terjadi, atau surat ini tidak akan sampai ke tangan mereka. Maka itu Chermiko datang sesuai dengan waktu dan tempat undangan. Saat masuk dia juga diperiksa karena untuk masuk ke kedutaan tidak diizinkan membawa barang-barang ya

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2380

    Saat Ross berniat untuk berlari keluar lagi, seketika Ricky datang membuka pintu dari luar.“Pangeran Ross.”“Ah! Kamu yang kasih perintah ke mereka untuk nggak kasih aku keluar dari kamar ini?”“Pangeran Ross jangan salah paham. Aku nggak punya wewenang untuk itu. Ini semua perintah langsung dari Yang Mulia.”“Aku nggak percaya! Mamaku saja sekarang lagi pingsan. Mana mungkin dia kasih perintah ke kamu untuk menahanku di sini. Kamu pikir aku nggak tahu kamu cuma menggunakan perintah untuk berbuat semena-mena di sini?! Kamu nggak ada bedanya sama Fred!”Seketika mendengar itu, terlihat ada sebersit ekspresi kesal di mata Ricky. Dia pun lalu berkata, “Pangeran Ross tolong jangan samakan aku dengan si pengkhianat itu.”Nada bicara Ricky dipenuhi dengan perasaan tidak puas. Bagi Ricky, Fred adalah pengkhianat yang bahkan namanya tidak layak untuk disebut. Ratu memberikan kepercayaan yang begitu besar kepadanya, menyerahkan tugas yang sangat penting, tetapi dengan keserakahanya, dia dengan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2379

    “Andaikan kamu nggak selamat. Menurut kamu apa yang bakal terjadi?” tanya Juan.“.…”Sebelum Ratu membuka mulut, Juan melanjutkan, “Apa dunia bakal kiamat? Nggak, nggak bakal! Nggak bakal terjadi apa-apa! Begitu kita mati, kita sudah nggak bisa apa-apa lagi, baik itu rakyatmu, anakmu, atau apa pun itu, semuanya sudah bukan urusan kita lagi! Kamu sudah nggak lagi mengatur dunia ini. Kamu bahkan sudah nggak perlu pusing lagi sama pemakamanmu.”“.…”“Hidup manusia paling cuma bertahan beberapa puluh tahun saja, apa menurut kamu itu kurang? Sebenarnya itu sudah lebih dari cukup selama setiap harinya kita jalani dengan penuh sukacita! Banyak banget orang yang hidupnya sampai di umur kita, jadi kenapa kamu malah mempersulit diri sendiri? Jadi saranku, kamu nggak perlu terlalu pusing terlalu banyak mikir, cukup jalani hari-hari dengan senang hati, itu lebih penting dari apa pun. Untuk apa kamu harus pusing sama urusan negara ataupun perdamaian dunia. Kamu serahkan saja ke generasi berikutnya!

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status