Share

Bab 1390

Penulis: Awan
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56
“Chermiko, aku sarankan kamu jangan lanjutkan penelitian ini lagi.” Yuna menatap Chermiko sembari berkata, “Aku tahu kamu merasa nggak puas. Kamu ingin mengalahkanku. Tapi jangan gunakan penelitian ini untuk bertanding denganku. Penelitian ini nggak seharusnya di ….”

“Cukup!” potong Chermiko. Dia pun tersenyum sinis. “Kamu kira kamu itu siapa? Atas dasar apa aku bertanding sama kamu? Aku merasa penelitian ini bermakna dan boleh dilanjutkan. Kalau kamu tidak ingin melanjutkan penelitian, kamu bisa pergi. Tidak akan ada orang yang melarangmu! Tapi atas dasar apa kamu menghancurkan semua data penelitian! Kamu kira kamu itu siapa!”

Sepertinya Yuna tidak akan bisa membujuk mereka semua. Yuna langsung berjalan ke hadapan mereka semua. Dia menatap wajah dingin Chermiko dan juga wajah lara Delon, lalu berkata dengan datar, “Yang aku hancurkan itu adalah data hasil penelitianku. Berhubung aku yang menelitinya, memangnya aku nggak boleh menghancurkannya?”

Seusai berbicara, Yuna langsung berjalan
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1391

    “Nggak, Tante Bella ….” Kenzi menunjuk ke dalam.“Kak Yuna, kamu sudah pulang,” ucap Bella dengan tersenyum. Dia duduk di depan meja makan, tetapi dia tidak menyentuh makanan yang disajikan di atas meja. Yuna merasa agak syok. Padahal biasanya Bella tidak sabaran melahap seluruh makanannya.“Kenapa? Apa menu hari ini nggak sesuai sama seleramu?” Yuna yang memilih menu makanan untuk Bella. Dia sengaja memilih semua jenis makanan yang disukai Bella. “Nggak, cocok, kok!” balas Bella dengan tersenyum. “Aku hanya ingin makan bersamamu.”“Heh?”Yuna berjalan ke depan meja makan, lalu menatap makanan di atas meja, ada ayam paha tumis jamur, tahu telur kukus, ikan kukus kecap, dan juga tumis sayur. Hanya saja, semua makanan itu sudah dingin.Sebelumnya Yuna pernah mengatur jam makan Bella. Jadi, pelayan akan mengatur waktu penyajian makanan sesuai dengan jadwal. Makan malam Bella hari ini tergolong agak telat.Hanya saja, Yuna juga tidak berbicara banyak. Dia menggendong Kenzi ke atas kursi,

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1392

    Yuna tersenyum dengan datar. “Siapa yang bilang sama kamu?”Senyuman di wajah Bella terlihat agak canggung. “Bukan, bukan, aku cuma asal bicara saja.”Sebenarnya hati Bella sungguh kacau. Di satu sisi, dia merasa dirinya tidak seharusnya percaya dengan omongan orang lain dan mencurigai Yuna. Namun di sisi lain, Bella memang mencurigai Yuna.Orang itu mengatakan Bella sedang keracunan. Dia bahkan mengatakannya dengan sangat yakin. Bella sungguh bingung saat ini.“Si Chermiko?” Setelah dipikir-pikir, satu-satunya orang yang berhubungan dengan Bella dan bisa menjelek-jelekkannya hanyalah dia.Yuna tidak pernah bertemu lelaki yang kekanak-kanakan seperti Chermiko. Padahal sebenarnya tidak ada konflik serius di antara dirinya dengan Chermiko. Namun, Chermiko malah terus menjelek-jelekkannya. Membosankan sekali!Lantaran tebakan Yuna benar, Bella semakin canggung lagi. Dia menunduk, lalu berkata dengan suara kecil, “Maaf.”“Kamu nggak usah minta maaf. Wajar kalau kamu curiga, apalagi waswas

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1393

    Intinya, tidak seharusnya Bella mencurigai temannya sendiri.“Kamu seharusnya curiga dan aku seharusnya menjelaskan,” balas Yuna, “Sebelumnya aku nggak beri tahu kamu karena aku masih nggak yakin”“Nggak yakin apa?” tanya Bella dengan penasaran.Sembari melihat Bella, Yuna pun menjawab, “Nggak yakin masalah keracunanmu.”Setelah mendengar ucapannya, Bella pun terkejut hingga wajahnya memucat.“Kamu … jangan panik. Keracunan yang kumaksud nggak membahayakan jiwamu.” Yuna berusaha untuk menenangkan.Bella bukan terkejut karena dirinya mengalami keracunan. Dia hanya tidak menyangka diagnosis Yuna sama dengan dokter genius itu. Jadi, alasan Bella tidak bisa menguruskan diri dan sering kecapekan selama beberapa tahun ini karena dirinya sedang keracunan?Bella berusaha untuk menenangkan dirinya, lalu bertanya, “Jadi … aku keracunan apa?”“Racun itu agak rumit. Seharusnya kamu sudah keracunan dalam jangka lama. Hanya saja, aku masih perlu meneliti lagi,” balas Yuna dengan serius.“Jadi ….” Be

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1394

    “Kamu juga jangan berpikir kebanyakan, semua ini belum pasti ulah pelayan rumahmu.” Yuna tertegun sejenak, lalu mengganti topik pembicaraan. Dia tiba-tiba bertanya, “Oh ya, sebenarnya kamu nggak begitu menyukai tanaman, apalagi kamu juga nggak ngerti dengan tanaman, kenapa bisa ada begitu banyak tanaman di dalam rumahmu?”Bella masih larut dalam kesedihan. Dia pun menjawab dengan lesu, “Semua itu pemberian Tante Susan. Dia bilang kondisi tubuhku nggak bagus dan nggak suka keluar rumah. Jadi, dia bilang seharusnya taruh tanaman hijau di rumah. Tanaman hijau bisa membuat suasana hati seseorang menjadi bagus, menyegarkan udara, dan juga menyehatkan badan.”“Hanya saja aku nggak merasa suasana hatiku membaik juga …,” lanjut Bella dengan muram. Tetiba dia kepikiran sesuatu, lalu mengangkat kepalanya menatap Yuna. “Jangan-jangan ada hubungannya dengan tanaman itu? Jangan-jangan biang keroknya itu Tante Susan? Nggak, nggak mungkin! Tante Susan orangnya memang cerewet dan suka ngomong kata-kat

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1395

    “Menurutku, sekarang sumber keracunanmu masih belum bisa dipastikan. Kita juga nggak bisa pastikan apakah semua itu ada hubungannya dengan tanaman-tanaman itu atau nggak, bisa jadi … orang di sekitarmu yang berulah. Jadi, kamu jangan beri tahu siapa-siapa dulu. Kalaupun ada yang bertanya, kamu bilang saja aku membutuhkannya untuk melakukan penelitian. Jadi, aku pinjam tanamanmu dulu.”Bella langsung membalas, “Oke! Benar juga apa katamu!”Melihat Bella yang begitu patuh, dia kepikiran dengan pertemuan pertama mereka. Bella datang untuk mengambil kembali gaunnya. Waktu itu, Bella terlihat sangat arogan dan tidak bisa diajak kompromi.Ternyata Bella hanya sedang berlagak untuk keras saja.Bella sudah memiliki postur tubuh gendut selama bertahun-tahun. Dia jarang keluar rumah dan tidak memiliki banyak teman. Sebenarnya dia merasa sangat kesepian.Di satu sisi, Bella adalah anak dari keluarga kaya. Ayahnya adalah seorang pejabat yang dijilat oleh banyak orang. Dia pasti merasa sangat perca

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1396

    Selama beberapa tahun ini, Chermiko mengatasnamakan murid terakhir dari Juan dan diagungkan oleh orang-orang. Biasanya ada banyak orang yang memohonnya untuk bisa diobati. Dia sudah terbiasa untuk hidup dengan dipuja-puja.Terkadang Chermiko mengingatkan dirinya sendiri. Dia tidak pernah mengatakan bahwa dirinya adalah murid terakhir Juan, mereka sendiri yang bersedia untuk memercayainya. Jadi, semua ini bukan salah Chermiko. Hanya saja ….Lama kelamaan, Chermiko menjadi takut. Dia sungguh takut suatu hari nanti identitasnya akan terbongkar. Contohnya, si Yuna. Dia bisa begitu menentang Yuna juga karena takut suatu hari nanti dirinya akan dipermalukan di depan umum. Dia takut Yuna akan membongkar identitas palsunya. Jadi, Chermiko ingin membuktikan kemampuan dirinya sendiri.Kali ini, data penelitian yang dihancurkan Yuna berhasil dipulihkan oleh Chermiko. Semua ini berkat kemampuannya sendiri. Dia pun merasa sangat puas dengan pencapaiannya. Perasaan ini tidak bisa dibeli dengan apa p

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1397

    Bella duduk sembari memegang gelas air, lalu menghela napas. “Menyaring udara? Kenapa aku nggak merasa, ya? Mengenai masalah suasana rumah menjadi lebih nyaman, apa Tante merasa aku nyaman selama beberapa tahun ini?”Susan terdiam di tempat.“Setiap harinya aku sangat nggak bersemangat. Kerjaanku kalau bukan tidur, ya sedang perjalanan untuk tidur. Kalaupun aku bangun, kerjaanku cuma makan saja. Aku nggak bisa mengendalikan nafsu makanku. Mengenai suasana hati, mana mungkin orang sepertiku bisa merasa nyaman? Aku nggak merasa nyaman sehari pun.” Susan menghela napas sembari menggeleng dan meneguk minumannya.“Bella, kamu juga jangan berpikir seperti ini. Semua itu karena kondisi tubuhmu lagi nggak bagus. Sekarang Tante sudah cariin dokter genius yang bisa mengobatimu. Dia juga sudah bukain resep obat buat kamu. Apa kamu sudah makan obat hari ini?” tanya Susan dengan buru-buru.Bella melirik Susan sekilas. Dia tidak menjawab pertanyaan tantenya, tetapi malah bertanya, “Tante, apa kamu m

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 1398

    “Nggak usah.” Bella meneguk minumannya, lalu berkata dengan perlahan, “Aku nggak kasih tahu Papa. Jadi, Tante juga nggak usah kasih tahu Papa.”“Kenapa?” Susan merasa syok. “Kenapa kamu nggak beri tahu Papa masalah sepenting ini!”“Belakangan ini Papa lagi sibuk banget. Aku nggak ingin gangguin dia. Lagi pula … kalau sampai Papa tahu masalah ini, dia pasti akan membesarkannya. Jadi, aku ingin menyelidiki masalah ini secara diam-diam. Berhubung orang itu ada di sekitarku, aku pun penasaran siapa sebenarnya pelakunya dan kenapa dia berbuat seperti ini.” Selesai berbicara, Bella mengangkat kepalanya untuk melihat Susan. “Tante bakal bantuin aku, ‘kan?”Pertanyaan mendadak Bella membuat Susan terbengong. Dia tersadar dari bengongnya, lalu segera menjawab, “Tentu … Tentu saja! Tentu saja aku akan bantu kamu! Hanya saja ….”“Untuk sementara waktu ini Tante jangan beri tahu orang lain. Anggap saja semua ini rahasia di antara kita berdua. Setelah masalah ini diselidiki dengan jelas, aku akan

Bab terbaru

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2192

    Sekarang di dalam ruang kantor itu hanya ada Fred dan wanita tersebut. Fred masih tak bergerak di kursinya seraya mengamati wanita itu. Pakaiannya lusuh dan terlihat sangat kasihan meski dia sudah berusaha untuk bersikap elegan.“Kamu ….”“Aku Rainie, bawahannya asisten yang paling kamu percaya itu. Aku pernah bekerja ….”“Aku nggak tertarik kamu siapa. Aku cuma mau tahu apa tujuan kamu datang ke sini? Dari mana kamu tahu aku kepalanya di sini?”“Soal itu, ya. Sebenarnya awalnya aku juga nggak tahu siapa yang bertanggung jawab atas organisasi ini, sampai … aku menemukan kartu nama yang ada bosku pegang.”“Kartu nama apa? Maksud kamu kepingan kecil itu? Itu paling cuma koin untuk main game atau sejenisnya,” kata Fred menyangkal. Dia tentu saja tidak mau secepat itu mengakuinya. Yang dia lakukan sekarang ini adalah menguji apakah Rainie benar-benar tahu sesuatu atau hanya sekadar asal bicara.Akan tetapi Rainie sudah menduga hal seperti ini pasti terjadi. Dia tidak tampak kebingungan dan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2191

    “Yang Mulia jangan berpikir begitu. Kita justru saling menguntungkan satu sama lain. Yang Mulia bisa kembali muda, sedangkan aku mendapat kekuasaan penuh. Bukankah begitu lebih bagus?”“Hmph!”Sang Ratu sudah malas membicarakan ini. Namun bagi Fred itu tidak masalah. Selama semua berjalan sesuai dengan rencananya, apa yang ingin dia capai sebentar lagi akan berhasil. Tidak ada lagi seorang pun yang bisa menghentikannya. Di saat itu pula dari luar Fred mendengar suara lirih yang memanggilnya.“Pak Fred!”“Ada apa?”Sebenarnya Fred sedikit kesal karena dia sudah berpesan untuk jangan mengganggu kecuali ada hal penting. Namun lagi-lagi yang datang adalah mereka. Fred masih lebih suka dengan si cacat yang menjadi bos Rainie dan Shane dulu. Meski cacat secara fisik, dia cukup pintar dan banyak membantu Fred. Sayang sekali dia sudah tidak ada …. Tanpa berpikir panjang, Fred melihat di tangan orang itu ada sebuah botol kecil seperti botol parfum yang dijual di luar sana. Perbedaannya, cairan

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2190

    “Apa lagi ini?”Dalam berkas yang berisikan surat wasiat tersebut tertulis jelas bahwa sang Ratu mengetahui kesehatannya yang makin menurun dan sudah dekat ajalnya, karena itu selagi masih sadar, sang Ratu dengan sukarela menyerahkan posisinya kepada keturunannya, dan Fred diberikan kepercayaan penuh untuk menjadi penasihat mereka.“Kamu masih berani mengaku nggak mau merebut posisiku?! cucuku usianya baru empat tahun, tahu apa merea? Lagi pula bukannya menurunkan ke anakku, tapi malah langsung ke cucuku. Orang waras pasti sudah tahu apa maksudnya ini.”“Nggak juga, cucu Yang Mulia sangat pintar dan punya bakat untuk jadi penguasa yang baik. Saya cuma bertugas memberi nasihat, tapi pada akhirnya kekuasaan tertinggi tetap jatuh kepada mereka. Terkait masalah pewaris, apa Yang Mulia masih nggak sadar juga seperti apa mereka? Mereka sama sekali nggak cocok untuk jadi penguasa!”“Fred, kenapa baru sekarang aku sadar kalau ternyata ambisimu setinggi itu, ya?”“Bukan, Yang Mulia. Yang Mulia

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2189

    Ketik sang Ratu tersadar, dia sudah berada di atas kasur. Dia berbaring dengan sangat nyaman ditutupi oleh selimut yang rapi. Di sampingnya ada semacam alat medis yang mengeluarkan suara nyaring. Walau demikian, sang Ratu tidak merasa nyaman.“Fred! Fred!” sahutnya.Mengira tidak akan ada yang datang, tak disangka Fred sendiri yang muncul di hadapannya.“Ada yang bisa dibantu, Yang Mulia?”“Lepasin aku!”“Wah, sayang sekali Yang Mulia, tapi nggak bisa! Eksperimennya sudah mau kita jalankan dua hari lagi. Yang Mulia nggak boleh ke mana-mana sampai dua hari ke depan.”“Eksperimen apaan. Kamu cuma mau membunuhku dan mengambil alih jabatanku, bukan?”“Yang Mulia, saya mana berani melakukan itu. Kalau saya membunuh Yang Mulia, apa saya perlu menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membangun lab dan semua eksperimen ini? Saya benar-benar berniat baik untuk Yang Mulia, tapi Yang Mulia malah terbuai sama omongan si cewek licik itu dan nggak percaya lagi sama saya. Sayang sekali!” kata Fre

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2188

    “Aku?” kata Chermiko. “Nggak, aku cuma merasa itu terlalu aneh! Apa pun yang keluar dari mulut cewek gila itu, aku ….”Kata-kata yang hendak Chermiko katakan tersangkut di lehernya saat ditatap oleh Shane. Tadinya dia mau bilang tidak akan menganggap serius apa pun yang Rainie katakan, tetapi setelah dipikir-pikir, dia juga akan berpikir hal yang sama dengan Shane.“Oke, mau dia benar-benar bisa menghilang atau nggak, selama masih ada kemungkinan itu benar sekecil apa pun, kita harus cari tahu!” kata Brandon. Dia tidak menganggap ini sebagai sesuatu yang patut ditertawakan. Kalau sampai Rainie melarikan diri, maka bahaya terhadap masyarakat akan sangat besar.“Shane, jaga anak-anak!”Brandon pertama-tama langsung menghubungi Edgar agar dia bisa mengerahkan koneksinya untuk mencari Rainie di setiap sudut kota. ***Pintu kamar di mana Ratu sedang tidur siang diketuk sebanyak tiga kali, kemudian pintu itu dibuka begitu saja tanpa seizinnya. Sang Ratu membuka matanya sejenak dan langsung

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2187

    “Seaneh apa pun ini pasti ada penjelasannya,” kata Brandon. Dia mengamati bantal di atas kasur itu dan menaruhnya kembali, lalu berkata, “Ayo kita keluar dulu sekarang!”Di kamar itu sudah tidak ada orang dan sudah tidak perlu dikunci lagi. Mereka berdua pun satu per satu keluar dan setela mereka kembali ke tempat Shane berada.“Rainie benar-benar menghilang?” tanya Shane.“Iya,” jawab Chermiko menganggu.“Kok bisa? Apa ada orang lain dari organisasi itu yang menolong dia?”“Aku nggak tahu.”Tidak ada satu orang pun di antara mereka yang tahu mengapa Rainie bisa menghilang. Mereka bertiga sama bingungnya karena tidak ada penjelasan yang masuk di akal. Brandon tak banyak bicara, dia mengerutkan keningnya membayangkan kembali ada apa saja yang dia lihat di kamar itu. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal pikirannya, tetapi dia tidak tahu apa itu.Shane, yang entah sedang memikirkan apa, juga tiba-tiba berkata, “Apa mungkin …? Nggak, itu mustahil ….”“Apaan? Apa yang nggak mungkin?” Cher

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2186

    Chermiko sudah menahannya sebisa mungkin, tetapi suara gemetar bercampur dengan napas terengah-engah tetap saja menakutkan untuk didengar. Saat mendengar itu, Shane langsung terbelalak dan menyahut, “Apa?!”“Rainie … Rainie nggak ada di kamarnya!” kata Chermiko sembari menunjuk ke belakang.“Ngomong yang jelas, kenapa dia bisa nggak ada?” Ucapan ini datang dari belakang, membuat Chermiko kaget dan menoleh, dan menemukan ternyata Brandon sudah ada di belakangnya entah dari kapan.Brandon baru tidur sebentar dan belum lama terbangun. Semua masalah yang mereka alami membuat kualitas tidurnya terganggu. Anak dan istri tidak ada, dan sekarang ditambah lagi dengan sekian banyak masalah serius yang datang tak habis-habis. Bagaimana dia bisa tidur lelap? Apalagi sekarang ada dua bayi yang entah anaknya atau bukan datang membutuhkan penjagaan.Tidur singkat sudah cukup untuk memulihkan energinya, setelah itu Brandon mandi dan mengganti pakaian, lalu turun untuk melihat anak-anaknya, dan ternyat

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2185

    Chermiko mulai menyadari Shane lagi-lagi terbawa oleh perasaan sedihnya. Dia pun segera melurusan, “Eh … maksudku. Aku cuma nggak menyangka ternyata kamu bisa ngurus anak juga. Kalau aku jadi kamu, aku pasti sudah panik. Tapi kalau dilihat-lihat lagi, dua anak ini mukanya lumayan mirip sama Brandon, ya. Menurut kamu gimana?”Mendengar itu, Shane melirik kedua bayi yang sedang tertidur pulas dan melihat, benar seperti yang tadi Chermiko bilang, bagian kening mereka sedikit mirip dengan Brandon, sedangkan mulut mereka mirip dengan Yuna.“Kelihatannya memang mirip, ya. Tapi kita jangan tertipu dulu. Aku merasa makin lama kita lihat jadi makin mirip. Kalau sekarang aku bilang mereka nggak mirip, apa kamu masih merasa mereka mirip?”Benar juga, andaikan mereka bukan anaknya Brandon, dengan sugesti seperti itu Chermiko percaya saja kalau mereka tidak mirip.“Waduh, aku rasanya kayak lagi berhalusinasi!” ucapnya.“Makanya sekarang kita jangan berpikir mirip atau nggak mirip dulu. Lebih baik k

  • Istri Kesayangan CEO   Bab 2184

    “Itu normal. Dulu waktu Nathan masih kecil juga aku kayak begini,” kata Shane. “Hampir semalaman penuh kamu nggak mungkin bisa tidur. Begitu kamu taruh mereka, mereka pasti langsung nangis, jadi kamu harus gending mereka terus. Waktu itu tanganku juga sudah mau patah rasanya.”“Kamu gendong anak sendiri? Bukannya pakai pengasuh?!”“Waktu itu aku masih belum sekaya sekarang, istriku nggak mau pakai pengasuh, jadi aku yang gendong.” Shane tidak mau mengingat masa lalunya lagi karena itu hanya akan membuatnya sedih. Shane lalu menghampiri Brandon dan hendak mengambil anak itu dari tangannya. “Sudah pagi, biar aku yang jagain. Kamu istirahat dulu.”“Nggak usah!”“Jangan begini lah! Kalau kamu merasa berutang sama Yuna dan anak-anak kamu, masih ada waktu lain untuk menebus, tapi sekarang kamu harus istirahat! Kalau kamu sampai tumbang, siapa lagi yang bisa jagain mereka, dan siapa yang bisa nolongin Yuna!”Ketika mendengar itu, akhirnya Brandon mengalah dan memberikan kedua anaknya kepada S

DMCA.com Protection Status