"Hubby ?" gumam Bella menahan tubuh suaminya. Mendengar ada suara kedebuk.
Austin segera menoleh dan mengusap wajahnya.
"Mommy... Daddy..." suara manja Arion yang sudah berdiri di atas Baby cribnya. Sedangkan Botol susu nya sudah jatuh ke lantai.
Austin dengan cepat berdiri, tapi Bella langsung mencegah suaminya.
"Biar aku saja Hubby, sepertinya dia mencari ini," ucap Bella sambil tertawa kecil menunjuk payudaranya.
"Ok sayang," Austin membantu istrinya untuk bangun.
Bella dengan cepat mengambil putranya dan menidurkan di atas ranjang utama. Dia pun ikut berbaring dengan posisi menyamping dan kembali menidurkan Arion sambil meminum susunya.
"Damn !" batin Austin melihat posisi sang istri semakin menggoda.
"Sayang," suara serak Austin yang mendekat ke arah ranjang.
Bella membelalakkan matanya, "Tahan sayang ! Ini tidak akan lama," bisiknya pelan agar Arion tidak terganggu.
"Tapi... Kamu terlalu menggoda untuk di di
"Keluarkan sayang !!" seru Austin dan benar saja Bella menjerit dengan kuat bersama dengan pelepasannya. Austin pun bergerak semakin cepat membuat Bella kembali merasakan miliknya siap-siap untuk kembali meledak.Austin pun menghentakkan tubuhnya dengan kuat, "Arghh!""Ahhh!!" lengkingan Bella kembali terdengar.Austin menghentakkan tubuhnya beberapa kali hingga cairannya habis tak bersisa. Ia meraih wajah Bella dengan mulut yang masih terbuka mengambil oksigen."Euhm... Uhm..." Austin kembali mencium istrinya dengan mesra."Tadi sungguh luar biasa sayang, I love you istriku," bisiknya lembut dan mengecup kening istrinya."Bersamamu selalu terasa sungguh luar biasa sayang, I love you too.. suamiku..." balas Bella dan memeluk suaminya dengan mesra.Austin tidak melepaskan istrinya dan membawa istrinya posisi yang sama. Mereka masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. "Duduk disini," ucap Austin pelan dan mendudukkan Bella di atas w
Kini mereka sudah tiba di gedung besar bernuansa putih. Kantor Bel's Factory telah di rombak total. Kini interior dan desainnya di dominasi dengan sentuhan warna putih dan kaca.Austin memakirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk Lobby. Petugas keamanan langsung dengan siaga menghampiri Bos mereka. Austin membuka pintu lalu keluar, dan berlari kecil membuka pintu untuk istrinya. "Terima kasih Hubby," ucap Bella sambil tersenyum. Kemudian daddy tampan itu mengambil Arion dari car seat dan menggendong putra kesayangannya itu.Bella menghampiri suami dan anaknya. Lalu merangkul mesra lengan suaminya.Sudah rutinitas, Austin akan mengantar istrinya sampai di dalam ruangan kantornya.Mereka bertiga berjalan masuk, yang di susul oleh dua pengasuh untuk menjaga Arion selama bermain di kantor.Austin membuat satu ruangan khusus dengan fasilitas super lengkap untuk putra kesayangannya itu bermain. Dan playroom ini di buka bebas untuk seluruh staff yang ada di Bel's Factory.Begitu tiba di ru
"Tuan, ini ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangani untuk kegiatan amal dari Harold Tower," ujar Ethan sambil memberikan map lainnya di atas meja Austin."Hmm, ok ! Lalu bagaimana kegiatan amal yang kemarin ?""Sudah selesai Tuan, Max sementara perjalanan pulang dari Wismar," sebut Ethan. Wismar merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir laut Baltik, bagian utara Jerman.Austin pun mengangguk paham, bersyukur semua pekerjaan selalu bisa dia atasi dengan baik.Dua assistent kepercayaannya juga selalu sedia membantu dirinya dengan tanggap. Dahulu Max yang hanya menjadi bayangannya. Kini ikut mengemban pekerjaan yang ada di perusahaan. Karena perusahaan Edelmiro sejak dahulu melakukan kegiatan amal dengan rutin di beberapa kota kecil. Baik di sekitar Jerman maupun di beberapa negara lainnya. Seperti Afrika, palestina, dan masih banyak lagi. Jadi dirinya dan Max yang sering bergantian untuk menghadiri acara amal tersebut."Majukan meeting hari ini, dan selesai sebelum jam 1
"AKKKKKKK !!!!!!" Teriak keras Bella dan Della bersamaan begitu pintu di dobrak dengan keras dan mendengar makian yang menggema di seisi ruangan."Hubby ?" Bella terkejut melihat suaminya berada di depannya."Ethan ??" seru Della yang juga melihat suaminya berada di belakang Austin.Austin segera menghampiri istrinya, "Siapa yang menyakitimu sayang ?!" tanyanya dengan wajah serius.Della langsung menyingkir dari sisi atasannya dan menghampiri suaminya yang masih ada di depan pintu masuk."Ya ??" tanya Bella bingung.Pria itu langsung memeriksa seluruh tubuh istrinya. "Kamu tidak apa-apa ?" tanyanya lagi dengan raut wajah cemas.Di putarnya tubuh Bella dan kembali menatap lekat istrinya."Iya aku tidak apa-apa hubby," jawab Bella kebingungan."Bagaimana Tuan ??? Apa pelakunya tertangkap ?" seru para pengawal yang baru saja tiba. Lebih dari sepuluh orang berada di luar ruangan."Semuanya aman, kalian kembali ke posi
"Hmm, boleh sayang. Lalu Arion bagaimana ?" balas Bella yang kini sudah merangkul lengan Austin.Austin berpikir sejenak, "Ayo lihat jagoanku sebentar dan kita pergi berdua saja seperti biasa."Bella mengangguk setuju, "Ok Hubby!"Mereka berdua pun keluar dan melewati pintu yang sudah rusak itu."Hehhehe, pasti tim ruang 18 terkejut melihat pintu barunya, pffft," tawa kecil Bella.Bella kembali menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa suaminya itu mendobrak pintu sampai membuat pintu tersebut hancur di bagian kusengnya."Sayang, kamu benar-benar luar biasa kuat. Bagaimana bisa pintu itu rusak di depannya?”Austin mengangkut bahu,"Entahlah sayang, kalau seperti itu masih tidak ada apa-apanya." jawabnya dengan nada angkuh."Yeeey... Tadi aja panik," goda Bella mencubit pinggang keras suaminya."Sudah aku bilang berkali-kali. Apapun tidak lagi aku pikirkan jika tentang kamu sayang," balas Austin lembut dan di balas sen
"Bukannya di kantor sangat banyak pekerjaan ??" sambung pria tersebut.Bella meremas tangan suaminya.Austin tersenyum, "Iya—""Lalu bagaimana kontrak dengan salah satu perusahaan G, kamu saja yang hadiri ! Aku tidak bisa tinggalkan pekerjaan yang ada di kantor saat ini," sambungnya kemudian dengan wajah serius.Austin menghela nafas pelan, "Kontrak semuanya aman Steve, kamu bisa fokus bekerja di sini,""Oke !! Aku harap semua terkendali. Dan apa ini ? Apa ini kekasih baru mu lagi ??" sambung Steve menatap Bella yang tengah berdiri."Bukan, dia istriku," Austin tidak ingin berbohong untuk satu hal ini. Yang lainnya bisa. Namun untuk tidak mengakui istrinya sebagai orang lain itu tidak mungkin. Tidak peduli apapun yang terjadi."Wahhh ! Sejak kapan kamu menikah ! Dasar berengsek kau ! Pokoknya selamat ! Dia sangat cantik !" balas Steve dengan wajah terlihat kesal lalu tersenyum."Terima kasih Steve," balas Austin singkat."Sama-sama !" Kemudian Steve mengulurkan tangannya kepada Bella.
Richard tersenyum, "Aku akan terus memberikan hipnoterapi, dan yang terpenting cukup bersabar sampai Steve sendiri yang membuka hati dan menerima kenyataan untuk dirinya saat ini," jawabnya."Lalu bagaimana dengan Nick?" tanya Austin lagi."Kalau Nick sudah jauh lebih baik dan tetap masih dalam pengawasan, sudah dua minggu ini dia banyak membantu pekerjaan para perawat, aku rasa dia memiliki mental yang cukup kuat. Tapi ini tetap akan sangat berbahaya, karena orang seperti inilah yang sulit di tebak apa yang ada di isi hati terdalamnya," jelas Richard.Austin mengangguk mengerti, "Kamu tenang saja, keamanan Rumah Sakit ini juga sudah di bawah pengawasan pengawalku."Richard tersenyum paham, "Iya, terima kasih, Jadi kalian berdua tidak perlu terlalu memikirkan hal ini. Proses penyembuhan memang akan memakan waktu yang sangat panjang."Austin dan Bella mengangguk paham, "Hmm, baiklah. Kalau begitu aku percayakan Steve dan Nick padamu, mungkin bulan depan baru aku mampir ke sini lagi.""I
Setiba di kantor istrinya, Austin langsung mengantar wanita kesayangannya itu masuk ke dalam ruangannya."Kamu mau langsung kembali hubby??" Bella merangkul suaminya dengan manja.Austin tersenyum kemudian memeluk pinggang Bella dengan mesra dan mengusap lembut rambut istrinya. Dia sangat senang apabila istrinya itu bermanja-manja seperti ini."Ada apa sayang? Mau aku tinggal temanin kamu di sini?" tanya Austin dengan lembut.Bella memeluk suaminya dan menyandarkan pipinya ke dada bidang suaminya."Ck... Tidak sayang, kamu juga harus bekerja," ucap Bella pelan dan tertawa kecil."Aku tidak masalah kalau istriku ini meminta suaminya untuk menemaninya di sini," balas Austin dengan tertawa menggoda dan meremas salah satu bongkahan bawahnya dengan jahil.Tap!Bella menepuk pelan dada suaminya, "Ishh.. Hubby.." kemudian melepaskan pelukannya."Dasar mesum," sambung Bella dengan wajah cemberut."Hehhehe... Tunggu saja h
“Oh my! Love! Aku mau keluar!” geram Austin. Bella semakin mempercepat gerakan kepalanya dan lidahnya bermain semakin liar di dalam sana. Hingga suara geraman suaminya dan hentakan pinggul suaminya yang membuat boa Austin semakin masuk ke dalam tenggorokannya. Cairan hangat dan putih kental itu memenuhi mulut Bella. Wanita cantik itu tersenyum, menyambut semua cairan cinta suaminya itu, ia tak melepaskan milik Austin, ia bahkan menghisap ujung lobang mister p suaminya itu, mengeluarkan semua cairannya dan menelannya tanpa sisa. Kemudian ia melepaskan milik suaminya dan berkata dengan erotis, “Ini sudah bersih sayang.” “Oh my! Love!” suara berat Austin yang langsung membaringkan tubuh istrinya, membuat posisi mereka berbalik. Ia menindih Bella dan melumat bibir istrinya itu. Menatap sang istri penuh cinta. “Enak?” tanya Bella lembut dengan napas berat. “Sangat… dalam sekejap kamu membuatku keluar…” jawab Austin tersenyum puas kepada sang istri, kemudian ia menjilati tengkuk lehe
Ini adalah bab spesial buat kalian semua sayang-sayangkuh ~~~ Semoga kalian suka ya ^^ ----Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian lihat video di i9 @ma2.zan >,
Vladimir melihat putranya dan mengangguk setuju.“Terima kasih Ayah,” ucapnya dan melihat ke arah Bryan. “Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Bryan,”“Tentu saja Paman,” jawab Bryan dengan senyuman yang begitu dingin.Pria itu kemudian undur diri dan pamit dari semuanya untuk menghubungi pasukan salju merah untuk mencari keberadaan keluarga Drake hingga tujuh turunan.“Basmi semuanya dan sisakan pria yang bernama Drake,” ujar Austin kepada Bryan. Bryan pun menyetujuinya.Dan hanya dalam beberapa hari semua keturunan keluarga pengusaha Drake tidak ada lagi di daftar penduduk. Kecuali tersisa Drake yang kini berada di Gudang yang begitu gelap.Austin dan Ludwig masuk ke dalam Gudang tersebut, bersama Max dan tentu saja beberapa bawahan Austin dan keluarga Vladislav.Begitu ikatan mata Drake di buka, betapa terkejutnya pria itu melihat pria yang ada di depannya. “Ka… kauuu…kauuu…?” gumamnya tergugu. Suaranya terdengar gemetar.Ludwig menyeringai, “Kenapa ? Apa kau terkejut melihat mayat
Waktu pun berlalu, keesokan paginya Bella bangun dengan masih berpelukan dengan Elle. Setelah menghabiskan waktu sampai jam satu malam, Ibu dan ana kini benar – benar bercerita tentang kehidupan mereka.Bella dengan jujur bercerita tentang rumah tangga nya yang pernah gagal bersama suami pertamanya, namun sekarang dia hidup dengan penuh cinta dalam keluarga suaminya. Serta orang – orang di sekelilingnya yang begitu mencintainya.Elle yang akhirnya bangun tersenyum lembut menatap wajah cantik putri kesayangannya itu. Putrinya yang membuat hidupnya bagaikan di neraka. Tiada hari tanpa ia memikirkan Bella di setiap helaan nafasnya. Kini ia bisa melihat, bahkan menyentuh wajah cantik Bella.“Kamu tumbuh menjadi wanita yang hebat, nak.” Ucap Elle lembut sambil membelai wajah putrinya.“Mom ?” gumam Bella dengan suara serak manjanya kepada Elle. Menandakan wanita cantik itu juga baru terbangun.“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Elle lembut.Bella mengangguk pelan.Dan tiba – tiba pintu terb
Austin, Bryan, Ludwig, Arthur, dan Edelmiro duduk di halaman belakang mansion milik Austin dan Bella yang begitu luas. Di sekitar mereka, terdapat kolam renang yang begitu indah dan taman yang indah dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur.Kolam renang yang sangat besar terletak tepat di tengah-tengah halaman belakang, berwarna biru kehijauan dan dipenuhi dengan air yang jernih. Air di kolam renang tersebut mengalir secara perlahan, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sekitar kolam renang, terdapat beberapa kursi mewah yang didesain khusus untuk bersantai di sekitar kolam renang.Di sekeliling kolam renang, terdapat taman yang dipenuhi dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur. Ada beberapa jenis pohon besar yang menghasilkan naungan yang lebat, memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Taman juga dilengkapi dengan beberapa patung dan ornamen dekoratif yang menambah kesan elegan dan artistik.Di satu sudut taman, terdapat sebuah teras kayu
Hidangan pun mulai di sajikan satu per satu. Kepiawaian Elle dan Laras di dapur membuat mereka menyajikan makanan yang begitu lezat.“Lalu aku dengar dari Bryan kalau kau sekarang menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit besar di Irlandia ? Dan Elle adalah pemilik Galeri terbesar di sana?”“Benar, kedua mertuaku yang begitu shock mendengar cerita kami dan melihat keadaan kami merasa sangat bersedih. Mereka memberikan support yang begitu besar kepada kami berdua. Aku di bangunkan sebuah rumah sakit dan akhirnya berkembang seperti saat ini. Dan Elle diberikan Galeri seni agar anak perempuannya itu tidak bersedih dan larut memikirkan Bella.” Jelas Ludwig.Arthur mengangguk dan kemudian menyeringai, “Dan katanya kau adalah keturunan –“Ting tongBel pintu kembali berbunyi. Austin kembali berdiri untuk membuka pintu menyambut tamu yang datang. Arthur dan Ludwig menhentikan percakapan merekaTerlihat Edelmiro dan Agatha berdiri di depan pintu dengan membawa begitu banyak tentengan kan
“Jadi bagaimana sampai Daddy dan Mommy hidup di Irlandia ?” tanya Bella.Elle tertunduk sedih, “Setelah kondisi kami sudah membaik, Grandpa dan Grandma mu membantu kami untuk pulang. Sedangkan sahabat Daddy dan Mommy juga pergi berpencar ke negara yang berbeda dengan identitas baru kami.”“Grandpa dan Grandma mu di Irlandia memberikan dukungan luar biasa kepada kami berdua.”“Dan begitu kami tiba di Irlandia, kami berdua langsung mencari keberadaan kamu di Swiss, rumah Grandpa Gaston dan Grandma Beatrice. Tetapi yang kami dapatkan adalah berita mengejutkan dari para tetangga yang mengatakan jika mereka pergi dengan tergesa-gesa bersama seorang gadis kecil.” Sambung Elle.“Daddy minta maaf karena tidak bisa menemukan keberadaan kamu Bella, Daddy dan Mommy merasa sangat bersalah.” Ucap Ludwig dengan mata berkaca-kaca.Air mata jatuh di pipi Bella mendengar cerita yang begitu menyedihkan dari kedua orang tua. Bagaimana bisa ia menyalahkan kedua orang tuanya karena kejadiaan naas seperti
Wanita paruh baya itu mengusap lembut punggung Bella, sedangkan pria paruh baya yang berada di sisinya matanya ikut berkaca-kaca menahan embun yang menumpuk di sudut matanya.Bella terlihat semakin kebingungan. Dua orang asing yang tiba-tiba datang memeluknya dan menangis di depannya.Terdengar suara langkah dari dalam. Bella yang masih dalam pelukan wanita asing itu pun menoleh ke suaminya, “Sayang?”Austin tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kebingungan itu. Dan hal itu membuat Bella semakin bingung dan bertanya-tanya. Austin memegang pundak istrinya.“Daddy, Mommy… Selamat datang di rumah kami.” ucap Austin kepada pria dan wanita paruh baya di depannya.Bella menekuk keningnya, “Sayang,” perkataan suaminya benar – benar membuatnya sangat bingung.“Apa maksud kamu sayang? Daddy, Mommy?” gumam Bella.Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, diusapnya air matanya dan menatap Bella dengan senyuman manis di sudut matanya. “Iya sayang, aku mommy mu Elle,
Dan di sinilah keluarga kecil ini berada. Sebelum Arion pindah ke kamarnya. Dia bermanja dengan Bella dan twins.“Hoamss….” Arion menguap dengan besar.“Sudah waktunya tidur ya sayang, besok Arion mau ke sekolah ‘kan?”“Ok mom!”“Cup! Goodnight sayang!” Bella mengecup bibir Arion dan mengusap lembut pipi putranya itu dengan gemas.“Cup ! Goodnight Boy!” ucap Austin dan mengecup pipi Arion.Cup ! Cup! Cup! Sebelum turun dari tempat tidur, Arion memberikan kecupan kepada twins dan Bella.Kemudian pria kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.Tinggallah Austin dan Bella di atas tempat tidur. Bella bersandar di dada sang suami, memanjakan dirinya.Austin dengan lembut mengusap punggung istrinya. Kemudian dia bergeser dan memperbaiki posisi Bella agar bersandar di headboard dengan nyaman.Pria tampan berhazel biru itu lalu mengambil tempat dan memijit dengan lembut kaki Bella dengan lembut.“Terima kasih sayang…” ucap Bella dengan senyuman bahagianya.Wanita cantik itu menikmati p