Mau tambahan Bab?? yuk koment dan kirimkan vote ya kesayangan~~ gimana nasib Giselle dan Steve??
"Gerald ! Biarkan aku yang menghabisinya," seru seorang pria yang baru saja membuka pintu itu.Gerald seketika menoleh, "Hmm, Ok!!" sahut Gerald dan berdiri.Pria itu berjalan dengan tangan mengepal kuat.Bugh! Bugh! Bugh!Tiga hantaman keras mendarat di wajah Steve. "BERENGSEK!!"Serunya dengan keras, mencengkram kerah baju Steve dan mengangkatnya. Lalu pria itu kembali memukul ke bagian perut Steve dengan keras."UGGHHHHKKKKKK!!!" rintihan kesakitan Steve yang terdengar."Kemarin aku berusaha menahan diri untuk tidak membunuhmu di depan Della!" ujarnya dengan dingin. Tapi kemudian tersenyum yang mengerikan tercetak di wajah Ethan."Tapi sepertinya aku berubah pikiran! Aku tidak akan membunuhmu, karena kematian adalah hukuman yang terlalu ringan untukmu!" seringai Ethan.Gerald yang baru pertama kali melihat Ethan seperti ini ikut bergidik ngeri.Meskipun saat kuliah dulu mereka sudah beberapa kali membunuh orang karena masalah bisnis. Tetapi Ethan sangat di kenali dengan pembunuh ber
Bip bip bipCeklekEthan berjalan pelan masuk ke dalam apartmentnya karena waktu sudah menunjuk pukul dua belas malam. Dia tidak ingin mengganggu seseorang yang tengah beristirahat di dalam kamarnya.Tap tap tapDeg!"Oh my!" gumamnya pelan melihat wanita cantik tengah tertidur di atas sofanya dengan begitu lelap.Ethan berjalan dengan hati-hati dengan senyuman di wajahnya yang terukir. Kemudian dia sedikit berjongkok untuk menatap sesaat wajah cantik itu."Cantik..." gumamnya pelan kemudian mengangkat tubuh wanita cantik itu ke dalam pelukannya ala bridal."Euhmm," gumam pelan si wanita dan secara refleks mengalungkan tangannya di leher Ethan.Membuat jantung Ethan berdegup cepat.Dengan pelan dan ringan, Ethan membawa wanita cantik itu masuk ke dalam kamarnya.CeklekEthan berjalan menuju ranjangnya yang luas, kamarnya yang sebelumnya berantakan terlihat sudah rapi, serta kain sprei yang tadi malam sudah tergantikan dengan yang baru."Apa dia yang membersihkannya?" tanyanya dalam hat
"Uhm Iya, tapi apa kamu tidak punya baju lain?" tanya Della dengan wajah merona.Deg!Ethan benar-benar terpesona dengan penampilan Della saat ini. Kemeja putih miliknya yang kebesaran terlihat begitu seksi digunakan oleh Della. Kemeja tersebut benar-benar hanya menutupi tubuh bagian atas dan sedikit pahanya."Iya, maaf tidak ada pilihan lain, karena bajumu yang tadi benar-benar sudah rusak dan tidak layak pakai," jawab Ethan sambil berjalan menghampiri Della."Hmm baiklah," jawab Della dengan wajah merona.Ethan tersenyum, "Mulai sekarang tolong jangan bertindak gegabah tanpa diriku, hmm?" ucapnya pelan sambil meraih tangan Della dan mengecupnya.BlushDella mengangguk mengerti.Ethan merengkuh Della dan memasukkannya ke dalam pelukannya. Diusapnya dengan lembut kepala Della."Dan tetaplah berada di sisiku, aku akan buktikan padamu kalau aku akan memberikanmu kebahagiaan. Aku mencintaimu Della," bisiknya mesra.Della tersenyum, "Iya sayang," jawabnya sambil tersenyum bahagia mendengar
Della mengangguk malu, "Hmm... Iya... Jadi awas saja kalau kamu mengkhianatiku! Aku akan mengejarmu seumur hidupku!" balasnya dengan wajah yang begitu menggemaskan.Cup ! Cup ! Cup !Ethan mencumbu wajah Della berkali-kali, "Hmm... Aku bersedia dikejar oleh wanita cantik sepertimu setiap hari," balas Ethan menggoda kekasihnya itu."Sayang!! Ka—Eumphhhh..." Ethan langsung saja kembali melumat bibir Della dengan dalam."Aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang, aku sangat mencintaimu," bisiknya mesra tepat di atas bibir Della.Dan kembali mendaratkan ciuman yang begitu dalam, memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Della. Della menjulurkan lidahnya, membuat mereka saling melilit dan menjilati satu sama lain.Tangan kanan Ethan perlahan naik dan mengusap lembut perut Della. Karena dengan posisi tidur seperti ini. Kemeja yang di kenakan Della benar-benar nyaris memperlihatkan bagian bawah tubuhnya."Euhm... Sayang," gumam Della merasakan sesuatu yang begitu menggelitik di tubuhnya. Sent
Della yang dengan masih nafas tersengal-sengal mengangguk dengan mata sayunya, "Iya sayang, miliki aku seutuhnya."SerrrrKata-kata seduktif Della bagaikan saklar yang membuat Ethan semakin bergairah. "Dengan senang hati sayang!"Kemudian pria itu mulai mencari jalan masuk di antara liang kewanitaan Della. Sedikit kesulitan. Dan tepat ketika kepala kejantanannya berada di antara liang basah Della. Ethan mencoba menghentak dengan pelan."Ahhh..." Pekik Della kesakitan merasakan ada sesuatu yang memaksa masuk ke dalam tubuhnya.Ethan dapat merasakan kepala kejantanannya sudah masuk setengah.Kedua tangan Della memeluk tubuh Ethan dengan erat.Melihat wajah kesakitan Della dirinya tersenyum, "Betapa beruntungnya aku bisa memilikimu sayang," bisiknya pelan."Sedikit lagi hmm?" ucapnya pelan lalu melumat bibir Della dengan begitu intens dan dalam. Bagian bawah tubuhnya kembali bekerja. Dan dengan sekali hentakan... Blessh....
"Hubby...!! Hubby...Cepatt !!!" seru Bella yang tengah duduk memperhatikan bentuk tubuhnya yang hanya memakai dalaman.Austin berlari dari ruang wardrobe dengan tergesa-gesa, "Ada apa sayang ??" tanya yang ikutan panik dengan kemeja yang masih belum terkancing sempurna di badannya."Lihat ini sayang," seru Bella sambil menunjuk perutnya.Austin langsung memperhatikan perut istrinya, melihat tidak ada yang aneh akhirnya dia bertanya, "Ada apa sayang? Perut kamu cantik seperti biasanya," ucapnya kepada sang istri yang kini sudah berlutut di depan istrinya sambil mengusap perut Bella yang mulai membulat sempurna."Ihhh... Bukan itu hubby!! Tadi tuh tiba-tiba si baby bergerak kuat banget sampai perut aku terasa di tendang gitu," jelas Bella gemas kepada sang suami yang selalu saja melempar gombalan tidak tahu tempat.Mata Austin seketika membelalak tidak percaya, "Serius??!" serunya dengan heboh."Hmm... Serius! Makanya tadi aku manggil kamu sayang!" balas Bella sambil menganggukkan kepal
Bella dan Austin berdebar-debar menantikan berita tersebut. Padahal dari awal mereka tidak mempermasalahkan baik laki-laki ataupun perempuan. Semua akan sama saja. Mereka akan mencurahkan kasih sayang mereka untuk anak mereka.Tetapi moment seperti ini tetap terasa mendebarkan."Selamat bayi kalian berjenis kelamin laki-laki..." ucap Dokter Grace.Deg!!Austin langsung memeluk istrinya dengat erat. "Terima kasih sayang."Bella pun ikut terharu melihat betapa bahagianya sang suami. Matanya tidak dapat menahan titik embun yang jatuh ke pipinya.Meskipun dia tahu sang suami tidak pernah menuntut tentang jenis kelamin. Tetapi Bella tahu kalau Austin sangat menginginkan anak laki-laki."Sama-sama hubby," ucapnya pelan.Dokter Grace ikut terharu melihat kebahagian pasangan baru ini. "Nanti di usia kehamilan 30 minggu, kalian bisa kembali untuk melakukan USG 4D, dan melihat ketampanan anak kalian berdua," ujar Dokter Grace."Baik Dokter," jawab Bella.Setelah selesai pemeriksaan dan menyeles
Sudah dua bulan berlalu, semenjak kejadian di Rumah Sakit terakhir kali. Austin tidak pernah jauh sedikit pun dari sang istri kalau berada di luar apartment. Dirinya tidak ingin kejadian tersebut terulang kembali.Dan di manapun istrinya berada akan ada mesin minuman. Baik di Apartment, Bel's Factory, Orion Corporation, sampai di kediaman Edelmiro.Austin membeli beberapa mesin minuman untuk memenuhi keinginan istrinya saat itu.Dan kini mereka berada di Bel's Factory, sudah dua bulan ini Bella sedikit menyibukkan dirinya dengan rutinitas barunya saat ini. Tentu saja pekerjaan lebih banyak di tangani oleh Della.Karena rekomendasi dari Ethan langsung, Della menjadi manajer serta asistent pribadi Bella di Bel's Factory."Bu, lalu bagaimana dengan desain pakaian untuk musim panas nanti?" tanya Della kepada atasannya itu."Hmm, aku sudah membuat beberapa desain. Kira-kira bagus gak ya??" jawab Bella sungkan. Dia masih belum percaya diri atas apa yang selalu dia kerjakan.Tetapi atas suppo
“Oh my! Love! Aku mau keluar!” geram Austin. Bella semakin mempercepat gerakan kepalanya dan lidahnya bermain semakin liar di dalam sana. Hingga suara geraman suaminya dan hentakan pinggul suaminya yang membuat boa Austin semakin masuk ke dalam tenggorokannya. Cairan hangat dan putih kental itu memenuhi mulut Bella. Wanita cantik itu tersenyum, menyambut semua cairan cinta suaminya itu, ia tak melepaskan milik Austin, ia bahkan menghisap ujung lobang mister p suaminya itu, mengeluarkan semua cairannya dan menelannya tanpa sisa. Kemudian ia melepaskan milik suaminya dan berkata dengan erotis, “Ini sudah bersih sayang.” “Oh my! Love!” suara berat Austin yang langsung membaringkan tubuh istrinya, membuat posisi mereka berbalik. Ia menindih Bella dan melumat bibir istrinya itu. Menatap sang istri penuh cinta. “Enak?” tanya Bella lembut dengan napas berat. “Sangat… dalam sekejap kamu membuatku keluar…” jawab Austin tersenyum puas kepada sang istri, kemudian ia menjilati tengkuk lehe
Ini adalah bab spesial buat kalian semua sayang-sayangkuh ~~~ Semoga kalian suka ya ^^ ----Sebelum baca part ini, ada baiknya kalian lihat video di i9 @ma2.zan >,
Vladimir melihat putranya dan mengangguk setuju.“Terima kasih Ayah,” ucapnya dan melihat ke arah Bryan. “Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Bryan,”“Tentu saja Paman,” jawab Bryan dengan senyuman yang begitu dingin.Pria itu kemudian undur diri dan pamit dari semuanya untuk menghubungi pasukan salju merah untuk mencari keberadaan keluarga Drake hingga tujuh turunan.“Basmi semuanya dan sisakan pria yang bernama Drake,” ujar Austin kepada Bryan. Bryan pun menyetujuinya.Dan hanya dalam beberapa hari semua keturunan keluarga pengusaha Drake tidak ada lagi di daftar penduduk. Kecuali tersisa Drake yang kini berada di Gudang yang begitu gelap.Austin dan Ludwig masuk ke dalam Gudang tersebut, bersama Max dan tentu saja beberapa bawahan Austin dan keluarga Vladislav.Begitu ikatan mata Drake di buka, betapa terkejutnya pria itu melihat pria yang ada di depannya. “Ka… kauuu…kauuu…?” gumamnya tergugu. Suaranya terdengar gemetar.Ludwig menyeringai, “Kenapa ? Apa kau terkejut melihat mayat
Waktu pun berlalu, keesokan paginya Bella bangun dengan masih berpelukan dengan Elle. Setelah menghabiskan waktu sampai jam satu malam, Ibu dan ana kini benar – benar bercerita tentang kehidupan mereka.Bella dengan jujur bercerita tentang rumah tangga nya yang pernah gagal bersama suami pertamanya, namun sekarang dia hidup dengan penuh cinta dalam keluarga suaminya. Serta orang – orang di sekelilingnya yang begitu mencintainya.Elle yang akhirnya bangun tersenyum lembut menatap wajah cantik putri kesayangannya itu. Putrinya yang membuat hidupnya bagaikan di neraka. Tiada hari tanpa ia memikirkan Bella di setiap helaan nafasnya. Kini ia bisa melihat, bahkan menyentuh wajah cantik Bella.“Kamu tumbuh menjadi wanita yang hebat, nak.” Ucap Elle lembut sambil membelai wajah putrinya.“Mom ?” gumam Bella dengan suara serak manjanya kepada Elle. Menandakan wanita cantik itu juga baru terbangun.“Kamu sudah bangun sayang?” tanya Elle lembut.Bella mengangguk pelan.Dan tiba – tiba pintu terb
Austin, Bryan, Ludwig, Arthur, dan Edelmiro duduk di halaman belakang mansion milik Austin dan Bella yang begitu luas. Di sekitar mereka, terdapat kolam renang yang begitu indah dan taman yang indah dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur.Kolam renang yang sangat besar terletak tepat di tengah-tengah halaman belakang, berwarna biru kehijauan dan dipenuhi dengan air yang jernih. Air di kolam renang tersebut mengalir secara perlahan, menghasilkan suara gemericik yang menenangkan. Di sekitar kolam renang, terdapat beberapa kursi mewah yang didesain khusus untuk bersantai di sekitar kolam renang.Di sekeliling kolam renang, terdapat taman yang dipenuhi dengan berbagai macam tanaman dan bunga yang tumbuh subur. Ada beberapa jenis pohon besar yang menghasilkan naungan yang lebat, memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Taman juga dilengkapi dengan beberapa patung dan ornamen dekoratif yang menambah kesan elegan dan artistik.Di satu sudut taman, terdapat sebuah teras kayu
Hidangan pun mulai di sajikan satu per satu. Kepiawaian Elle dan Laras di dapur membuat mereka menyajikan makanan yang begitu lezat.“Lalu aku dengar dari Bryan kalau kau sekarang menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit besar di Irlandia ? Dan Elle adalah pemilik Galeri terbesar di sana?”“Benar, kedua mertuaku yang begitu shock mendengar cerita kami dan melihat keadaan kami merasa sangat bersedih. Mereka memberikan support yang begitu besar kepada kami berdua. Aku di bangunkan sebuah rumah sakit dan akhirnya berkembang seperti saat ini. Dan Elle diberikan Galeri seni agar anak perempuannya itu tidak bersedih dan larut memikirkan Bella.” Jelas Ludwig.Arthur mengangguk dan kemudian menyeringai, “Dan katanya kau adalah keturunan –“Ting tongBel pintu kembali berbunyi. Austin kembali berdiri untuk membuka pintu menyambut tamu yang datang. Arthur dan Ludwig menhentikan percakapan merekaTerlihat Edelmiro dan Agatha berdiri di depan pintu dengan membawa begitu banyak tentengan kan
“Jadi bagaimana sampai Daddy dan Mommy hidup di Irlandia ?” tanya Bella.Elle tertunduk sedih, “Setelah kondisi kami sudah membaik, Grandpa dan Grandma mu membantu kami untuk pulang. Sedangkan sahabat Daddy dan Mommy juga pergi berpencar ke negara yang berbeda dengan identitas baru kami.”“Grandpa dan Grandma mu di Irlandia memberikan dukungan luar biasa kepada kami berdua.”“Dan begitu kami tiba di Irlandia, kami berdua langsung mencari keberadaan kamu di Swiss, rumah Grandpa Gaston dan Grandma Beatrice. Tetapi yang kami dapatkan adalah berita mengejutkan dari para tetangga yang mengatakan jika mereka pergi dengan tergesa-gesa bersama seorang gadis kecil.” Sambung Elle.“Daddy minta maaf karena tidak bisa menemukan keberadaan kamu Bella, Daddy dan Mommy merasa sangat bersalah.” Ucap Ludwig dengan mata berkaca-kaca.Air mata jatuh di pipi Bella mendengar cerita yang begitu menyedihkan dari kedua orang tua. Bagaimana bisa ia menyalahkan kedua orang tuanya karena kejadiaan naas seperti
Wanita paruh baya itu mengusap lembut punggung Bella, sedangkan pria paruh baya yang berada di sisinya matanya ikut berkaca-kaca menahan embun yang menumpuk di sudut matanya.Bella terlihat semakin kebingungan. Dua orang asing yang tiba-tiba datang memeluknya dan menangis di depannya.Terdengar suara langkah dari dalam. Bella yang masih dalam pelukan wanita asing itu pun menoleh ke suaminya, “Sayang?”Austin tersenyum lembut dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat kebingungan itu. Dan hal itu membuat Bella semakin bingung dan bertanya-tanya. Austin memegang pundak istrinya.“Daddy, Mommy… Selamat datang di rumah kami.” ucap Austin kepada pria dan wanita paruh baya di depannya.Bella menekuk keningnya, “Sayang,” perkataan suaminya benar – benar membuatnya sangat bingung.“Apa maksud kamu sayang? Daddy, Mommy?” gumam Bella.Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya, diusapnya air matanya dan menatap Bella dengan senyuman manis di sudut matanya. “Iya sayang, aku mommy mu Elle,
Dan di sinilah keluarga kecil ini berada. Sebelum Arion pindah ke kamarnya. Dia bermanja dengan Bella dan twins.“Hoamss….” Arion menguap dengan besar.“Sudah waktunya tidur ya sayang, besok Arion mau ke sekolah ‘kan?”“Ok mom!”“Cup! Goodnight sayang!” Bella mengecup bibir Arion dan mengusap lembut pipi putranya itu dengan gemas.“Cup ! Goodnight Boy!” ucap Austin dan mengecup pipi Arion.Cup ! Cup! Cup! Sebelum turun dari tempat tidur, Arion memberikan kecupan kepada twins dan Bella.Kemudian pria kecil itu berlari kecil masuk ke dalam kamarnya.Tinggallah Austin dan Bella di atas tempat tidur. Bella bersandar di dada sang suami, memanjakan dirinya.Austin dengan lembut mengusap punggung istrinya. Kemudian dia bergeser dan memperbaiki posisi Bella agar bersandar di headboard dengan nyaman.Pria tampan berhazel biru itu lalu mengambil tempat dan memijit dengan lembut kaki Bella dengan lembut.“Terima kasih sayang…” ucap Bella dengan senyuman bahagianya.Wanita cantik itu menikmati p