"Tenang, Aku pasti Bantuin, hanya saja cari bukti itu gak mudah, mana gak ada bukti CCTV lagi! Coba kamu inget- inget lagi? Mumpung belum setahun pernikahanmu." Ujar Daniel.
"Waktu itu, Kita lagi kumpul reuni high School, kita semua minum. Setelah itu aku merasa kayak ngantuk banget, setelah itu aku gak tau tiba-tiba saja aku sudah di kamar hotel tanpa sehelai benangpun. dan si Laura tubuhnya berlilitkan handuk dengan posisi tidur dan masih di tutup dengan bedcover." setelah itu tau sendirin kan, dia nuntut minta pertanggung jawaban kalau tidak foto malam itu akan di sebarin "Handuk?" "Iya, Aku inget jelas dia pake handuk! Aku juga udah coba ke hotel buat cek CCTV, tapi CCTV nya rusak. percaya kan sama aku, aku tidak akan melakukan itu kl gak ada perasaan suka sama suka." "percaya, kamu tidak akan melakukan hal gila. Fix yakin kamu dijebak!" Ujar Daniel. "Makanya aku bingung cari bukti gimana?" "Coba dech kamu gak usah ngantor dulu, tapi jangan sampai katahuan dia, atau diem diem kamu pulang awal tanpa sepengetahuan istri mu, kamu perhatikan dulu siapa tau ada yang mencurigakan. dan coba kamu cek handphone nya siapa tau ada chat chat tersembunyi." "Dan untuk sementara ini lebih baik jangan sering jalan dulu sama Julie, jangan sampai istri mu itu curiga yang ada kita gagal nanti, dan kasian Julie juga, Atau coba kamu ngomong jujur sama Julie, Dia pasti mengerti dan minta dia buat nunggu kamu." Ujar Daniel Asisten nya sekaligus sahabatnya. "Nanti aku pasti bakal ngomong Jujur. Tapi nanti jika waktu nya tepat." Ujar Andrean. "Lebih cepat, lebih baik brother." Daniel memberi saran. "Ya udah, Nanti sekalian jalan aku ngomong." "Tapi setelah diingat-ingat lagi, Iya deh kayak nya aku pernah liat dia, Tapi dimana ya...?" Daniel seperti mengingat ngingat sesuatu dengan jari telunjuk di kening. Di Rumah Sakit! aku berpapasan sama dia di lorong ruang oprasimu saat aku berjalan menuju ke ruang Oprasimu sedangkan dia arah balik. Sepertinya Julie yang selamatin kamu dech! "Serius Julie yang nylametin aku? Dia kok gak bilang apa-apa ya?" Ujar Andrean. "Coba aja kamu bilang pas ketemu nanti!" ujar Daniel. Andrean pun bersiap siap, karena sore ini dia ada janji akan mengajak Julie nonton dan Dinner. Setelah merapikan Jas nya, segera ia keluar dari ruangan dan di susul Daniel. "Ayo!" Kita berangkat sekarang. Ujar Andrean usai sampai di parkiran. mereka berjanji untuk bertemu di parkiran yang terletak di samping gedung. "Mari, Pak Daniel" Ujar Julie dengan menunduk senyum, menyapa hormat. "Ya, Hati hati ya Julie." Ujar Daniel dengan tersenyum ramah, berniat menggoda teman nya. yang kemudian, Daniel langsung mendapat lirikan Tajam dari Andrean. Sekitar tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah cafe, mereka memesan steak dengan saos barbeque dan croissant berikut minuman lemonade. Mereka makan dengan lahap sambil berbincang bincang membicarakan hobi mereka apa yang mereka suka dan tidak di sukai, bercanda bersama. Sampai Andrean lupa bahwa ia harus menceritakan semua hal kepada Julie tentang dirinya. Selesai berbincang dan makan, Andrean ingin mengajak Julie nonton. "Julie kita nonton dulu ya," Setelah itu baru saya anterin kamu pulang. "Boleh, Pak.". Jawab Julie yang tak menolak ajakan Bos nya. Siapa yang tidak suka pria seperti Andrean, Baik hati, Perhatian. Bahkan seseorang seperti Andrean mau membuka kan pintu mobil untuk Julie, Julie pun merasa bagai di Ratukan. Sampai di gedung bioskop, Andrean mengajak Julie menonton sebuah Drama komedi Romantis. Mereka pun menikmati film tersebut sampai film tersebut berakhir dan sesuai janji, Andrean akan mengantar Julie pulang ke Panti Asuhan. Dalam perjalanan mereka berbincang bincang membicarakan film yang tadi mereka tonton, membicarakan hobi mereka apa yang mereka suka dan tidak mereka sukai. karena keasyikan mengobrol hingga tak terasa sampai di Panti Asuhan. Setelah berpamitan Andrean pun pergi menuju kediamannya. Sampai di kediamannya Andrean langsung melangkahkan kaki menuju kamar pribadinya. tak ada tegur sapa dengan wanita yang berstatus istri mereka bagai Dua orang asing. Tak terasa Lima bulan sudah Julie bekerja di Perusahaan Andrean, Hubungan Julie dengan Andrean pun semakin dekat dan sempat diketahui oleh salah satu staf di sana saat tak sengaja melihat Julie dan Andrean di salah satu pusat berbelanjaan, dan langdung menyebarkan berita ke grup karyawan. Dan hari ini pun Andrean mengajak Julie makan malam bersama di sebuah Restoran dengan Ruangan privat. Mereka pun berbincang bersama, bercanda dan terkadang menjadi pendengar yang baik sampai Andrean lupa bahwa Ia harus bicara jujur dan meminta Julie untuk menunggu. Mereka merasa cocok satu sama lain. Hingga pembicaraan mereka lanjut lebih Pribadi. "Enggak ada yang marah kan kalau aku sering ajak kamu jalan?" ujar Andrea yang sebenarnya yakin kalau julie belum memiliki Pacar. "Enggak ada, harusnya sich aku yang tanya." ujar Julie. Tak ada respon dari Andrean yang justru terpaku pada bibir Julie, sampai akhirnya Andrean membranikan diri memanggut bibir Julie lembut. Melihat tak ada penolakan dari Julie, Andrean memanggut bibir Julie lagi namun kali ini lebih dalam. Lama-kelamaan ciuman itu menuntut, bahkan Julie akhirnya membalas panggutan tersebut, dengan membuka mulut nya perlahan dan mempraktekkan setiap panggutan yang ia rasakan. Julie pun terbuai dengan setiap panggutan Andrean sampai panggutan tersebut beralih menjadi nafsu, tangan Andrean pun beralih memegang kemeja yang Julie kenakan dan membuka kancingnya satu persatu hingga menyisakan dua kancing dibawah. Kini terpampang tubuh bagian atas Julie, belahan d*d* Julie di sekitar bra putih yang Julie kenakan, tangan Andrean pun kemudian menurunkan tali bra Julie ke bawah dan kini satu d*d* Julie terpampang nyata Namun akhirnya Andrean tersadar dan menghentikan panggutanya, ia tak boleh melakukan nya sekarang sampai semua masalah ini selesai. "Maaf Julie, saya minta maaf atas perbuatan saya." "Iya gak papa.' "Saya antar kamu pulang sekarang." Andrean pun mengantarkan Julie sampai tempat tinggalnya. Setelah itu Andrean berpamitan kepada Julie. Setelah menempuh perjalanan sekitar 50 menit, Andrean akhirnya sampai rumah nya, dan langsung menuju ke kamar nya, sambil tersenyum senyum terkadang menyentuh bibirnya sesekali. Istri Andrean yang saat itu berada di ruang televisi tak jauh dari pintu masuk dan melihat suaminya senyum senyum sendiri pun menjadi curiga. Tepat seperti yang di takutkan Steven, dan terjadi lah. Istri Andrean, Kemala mulai Curiga dan berniat mencari tau."Habis dari mana kamu?" Tanya Istri Andrean Kemala yang mulai menaruh curiga kepada Suaminya yang sekarang jadi lebih sering senyum senyum sendiri, seperti orang sedang jatuh cinta. Bahkan hari ini Kemala melihat suaminya menyentuh bibirnya sendiri sambil bersenandung. "Itu bukan urusanmu!!" Setelah berkata seperti itu Andrean pun kembali ke kamarnya di lantai dua, kamar pribadinya untuk membersihkan diri kemudian beristirahat di tempat tidurnya yang berukuran king size. Andrean dan Kemala memang telah menikah dan tinggal satu rumah, Namun bukan berarti mereka tidur bersama. Mereka tetap tidur terpisah di kamar masing-masing. Karena pernikahan mereka tak seperti pernikahan pada umumnya. pernikahan mereka bisa di katakan tidak sah, karena Andrean belum mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor agama dan hanya pemberkatan di greja saja dan itu pun tidak ada tamu yang diundang hanya dari pihak keluarga tertentu saja. Dari pihak Andrean hanya Ayahnya saja yang datang, sedang dari pi
Disisi lain, di kantor, Julie akhirnya memilih untuk makan di kantin, ia tak lagi makan bersama Andrean. entah apa penyebabnya benar-benar sibuk atau ada hal lainnya. Namun Julie merasa seolah Andrean sedang menghindarinya, padahal pagi tadi saat bertemu masih baik-baik saja Andrean masih baik dan perhatian seperti biasa. Entah mengapa siang ini tiba-tiba berubah. Di kantin Julie duduk sendiri membelakangi para pegawai lain di bangku paling pojok barisan pertama. agar Julie tak bisa melihat para pegawai yang terus memperhatikannya. Karena beberapa pegawai di perusahaan itu pernah melihat Julie keluar di jam makan siang bersama dengan Bos mereka. Dan berita tersebut akhirnya meluas hingga hampir semua tahu. "Hai Julie, Boleh aku duduk di sini?" Tanya salah seorang pegawai bernama Maya, Sambil tangan nya mengarah pada sebuah bangku yang masih kosong di depan Julie. "Boleh, Silahkan.....," Jawab Julie yang menggantung kan ucapan nya. Seakan tahu yang di maksud oleh Julie
PLAAK!! Kemala menampar Julie dengan sangat keras, hingga memberikan bekas tanda merah pada pipi Julie. "Nona apa yang kamu lakukan! kenapa kamu menampar ku!" "HEI PELACUR!" JAUHIN SUAMI KU! AWAS KALAU SAMPAI AKU TAU KAMU MASIH MENGGODA SUAMI KU, 'KU BUNUH KAMU'. Bentak Kemala sambil menarik rambut Julie. AAAaaak , Tolong! Julie berteriak kencang karena sakit dikepala nya, "Aku gak kenal suamimu!" Teriakan itu memancing orang' di lantai dua untuk melihat, namun tak ada yang mendekat ataupun menolong Julie. hanya tatapan orang' yang terlihat menghina dan ada juga yang kasihan. Sedangkan Andrean sendiri memang sedang berada di lantai satu yaitu di ruang laboratorium. "GAK KENAL KAMU BILANG! KAMU KERJA PADA SUAMIKU DAN BAHKAN KALIAN JALAN BERSAMA. KAMU MASIH BILANG GAK KENAL!!" Julie menjadi lemas hingga tubuhnya merosot ke lantai dekat meja kerjanya. Ia tak menyangka dengan kenyataan yang ia dengar barusan, ternyata Bos nya yang bernama Andrean itu telah Menikah. "L
Masih di kediaman Joeseph, Kemala terbangun dari tidurnya di pukul 8 pagi ia terkejut saat itu mendapati dirinya tak berbusana sama sekali bahkan pakaian berikut pakaian dalam pun berserakan di lantai kamar itu. "Apa yang terjadi semalam? Apa semalam kita?" Tanya Kemala kepada Joe. "Maaf semalam aku mabuk berat." Dalih Joe. Joe memang mabuk saat itu namun tak terlalu parah ia masih memiliki kesadaran saat itu. dan dengan sadar ia melakukan hubungan itu pada Kemala. "Sudahlah aku juga mabuk semalam." Jawab Kemala santai karena hal ini memang bukan yang pertama bagi nya, ia mulai berhubungan dahulu saat setelah acara prom night high party yang di adakan di sekolah untuk acara kelulusan. "Mau ku buatkan minuman untuk menghilangkan pengar?"tawar Joe sambil memakai pakaiannya. sama halnya dengan Joe hal ini juga bukan yang pertama bagi Joe, bahkan kejadian semalam adalah yang ketiga kalinya bagi dirinya. "Boleh! Jawab Kemala sambil ia bangkit dari tidurnya dan meraih pakaian nya
Hari itu adalah hari yang sial bagi Julie. Julie Olivia Jensen seorang wanita cantik berusia 20 tahun yang selalu bersemangat, bertubuh ramping, berkaki jenjang dan memiliki warna kulit putih asli natural dengan sedikit kemerah-merahan . Ia bekerja sebagai waiters di sebuah restoran bintang lima di California. "Julie kamu dipanggil tuh sama Pak Bos." kata teman seprofesi Nya yang bernama Tiara seorang wanita asal indonesia yang bekerja part time tiga jam per hari di Restoran tersebut sambil kuliah. Julie memang tak terlalu dekat dengan Tiara jadi ia hanya menjawab sebatasnya saja. "Oke, Makasih!" Julie pun segera pergi ke ruangan bosnya. Saat sampai di depan ruangan bosnya, Julie menarik nafasnya lalu menghembuskan nya perlahan, Tok tok tok. "Masuk," Bosnya berkata. Julie pun membuka pintu ruangan itu dan masuk. Di sana terlihat bos nya yang sepertinya telah menunggu nya. Seorang Pria tampan berusia sekitar 38 tahun berbadan besar tegap dengan perut tak terlihat bunc
Genggaman tangan pria itu semakin erat meski kesadaran nya menipis, Kemudian berkata "Tolong bawa aku ke Sun Andreas Hospital!. Seketika genggaman tangan Pria itu terlepas dan langsung tidak sadarkan diri. melihat itu Julie pun semakin panik, "Tuan..., Tuan bertahanlah! Histeris Julie sambil menepuk tepuk pundak kekar Pria tersebut. Pria itu kembali menggenggam tangan Julie di sisa sisa kekuatan Pria itu meski keadaan nya terbujur lemah dan matanya terpejam. seolah ingin memberikan kekuatan agar wanita itu tidak panik "Tuan, Bertahanlah saya akan panggilkan taxi Segera Julie berdiri hendak memanggil taxi dan membawa pria itu ke Saint Andreas Hospital seperti kehendak pria itu tadi . Taxi! "Pak bisa tolong bantu saya ?" kata Juliel kepada driver taxi tersebut saat taxi itu berhenti. Driver Taxi tersebut mengarah kan pandangan mata sesuai petunjuk tangan Julie yang mengarah pada seorang pria yang tengah terbaring mengenaskan di trotoar jalanan itu. "Baik," ucap driver tax
Saat itu, Pria yang berwajah mirip Ayahnya makan siang bersama di sebuah Restoran tempat bekerja Julie dengan seorang wanita muda yang di rasa memiliki usia yang tak terpaut jauh dari Julie . Namun Julie belum memberitahu kepada Ibunya, Bahwa ia bertemu dengan Ayahnya, Mungkin nanti jika waktu nya tepat. Setelah satu jam lamanya, akhirnya Julie tiba di sebuah yayasan kasih. Nama dari panti asuhan tempat tinggal Julie selama ini bersama Ibunya. Panti Asuhan yang terdiri dari 17 orang. 15 orang di antara nya anak -anak termasuk Julie, Sedang 2 orang lainnya adalah Mama nya dan Bu Catrine mereka sudah seperti keluarga bagi Julie. Julie sangat bersyukur dan berterima kasih karena telah mengijinkan Julie dan ibunya tinggal, sehingga dirinya dan ibunya bisa makan dan istirahat, Tempat ternyaman bagi dirinya dan juga bagi Anak -anak di panti asuhan itu. tempat yang penuh canda tawa, jauh dari iri dengki dan caci maki. Disana mereka tidak hanya mendapatkan makanan namun juga main
Namun sepertinya tidak bagi Pria itu, Julie pun Tak mempersalahkan karena saat itu kondisi Pria itu tengah dalam keadaan kritis. Justru Julie bersyukur karena Pria yang ia selamatkan telah sembuh dan sehat kembali. Julie juga bersyukur karena ternyata Pria yang ia selamatkan adalah pemilik panti asuhan ini, seorang pria dermawan. Seorang Pria muda yang tampan, berkharisma dan juga cerdas yang bernama Andrean. Bagaimana tidak di usianya yang terbilang muda yaitu tiga puluh satu tahun berhasil membangun usahanya sendiri. Andrean adalah pemilik Yayasan dan pemilik Perusahaan Farmasi tak hanya itu Ia juga pewaris satu satunya Rumah Sakit milik sang Ayah. Julie salut dan terpaku atas ketampanan, keramahannya dan kesopanannya meski berbeda kalangan. karena biasanya jarang ada orang di jaman sekarang yang berstatus tinggi peduli, ramah dan sopan pada orang yang berstatus rendah, kebanyakan dari mereka selalu merendahkan dan tidak bisa menghargai orang yang berstatus rendah. Namu
Masih di kediaman Joeseph, Kemala terbangun dari tidurnya di pukul 8 pagi ia terkejut saat itu mendapati dirinya tak berbusana sama sekali bahkan pakaian berikut pakaian dalam pun berserakan di lantai kamar itu. "Apa yang terjadi semalam? Apa semalam kita?" Tanya Kemala kepada Joe. "Maaf semalam aku mabuk berat." Dalih Joe. Joe memang mabuk saat itu namun tak terlalu parah ia masih memiliki kesadaran saat itu. dan dengan sadar ia melakukan hubungan itu pada Kemala. "Sudahlah aku juga mabuk semalam." Jawab Kemala santai karena hal ini memang bukan yang pertama bagi nya, ia mulai berhubungan dahulu saat setelah acara prom night high party yang di adakan di sekolah untuk acara kelulusan. "Mau ku buatkan minuman untuk menghilangkan pengar?"tawar Joe sambil memakai pakaiannya. sama halnya dengan Joe hal ini juga bukan yang pertama bagi Joe, bahkan kejadian semalam adalah yang ketiga kalinya bagi dirinya. "Boleh! Jawab Kemala sambil ia bangkit dari tidurnya dan meraih pakaian nya
PLAAK!! Kemala menampar Julie dengan sangat keras, hingga memberikan bekas tanda merah pada pipi Julie. "Nona apa yang kamu lakukan! kenapa kamu menampar ku!" "HEI PELACUR!" JAUHIN SUAMI KU! AWAS KALAU SAMPAI AKU TAU KAMU MASIH MENGGODA SUAMI KU, 'KU BUNUH KAMU'. Bentak Kemala sambil menarik rambut Julie. AAAaaak , Tolong! Julie berteriak kencang karena sakit dikepala nya, "Aku gak kenal suamimu!" Teriakan itu memancing orang' di lantai dua untuk melihat, namun tak ada yang mendekat ataupun menolong Julie. hanya tatapan orang' yang terlihat menghina dan ada juga yang kasihan. Sedangkan Andrean sendiri memang sedang berada di lantai satu yaitu di ruang laboratorium. "GAK KENAL KAMU BILANG! KAMU KERJA PADA SUAMIKU DAN BAHKAN KALIAN JALAN BERSAMA. KAMU MASIH BILANG GAK KENAL!!" Julie menjadi lemas hingga tubuhnya merosot ke lantai dekat meja kerjanya. Ia tak menyangka dengan kenyataan yang ia dengar barusan, ternyata Bos nya yang bernama Andrean itu telah Menikah. "L
Disisi lain, di kantor, Julie akhirnya memilih untuk makan di kantin, ia tak lagi makan bersama Andrean. entah apa penyebabnya benar-benar sibuk atau ada hal lainnya. Namun Julie merasa seolah Andrean sedang menghindarinya, padahal pagi tadi saat bertemu masih baik-baik saja Andrean masih baik dan perhatian seperti biasa. Entah mengapa siang ini tiba-tiba berubah. Di kantin Julie duduk sendiri membelakangi para pegawai lain di bangku paling pojok barisan pertama. agar Julie tak bisa melihat para pegawai yang terus memperhatikannya. Karena beberapa pegawai di perusahaan itu pernah melihat Julie keluar di jam makan siang bersama dengan Bos mereka. Dan berita tersebut akhirnya meluas hingga hampir semua tahu. "Hai Julie, Boleh aku duduk di sini?" Tanya salah seorang pegawai bernama Maya, Sambil tangan nya mengarah pada sebuah bangku yang masih kosong di depan Julie. "Boleh, Silahkan.....," Jawab Julie yang menggantung kan ucapan nya. Seakan tahu yang di maksud oleh Julie
"Habis dari mana kamu?" Tanya Istri Andrean Kemala yang mulai menaruh curiga kepada Suaminya yang sekarang jadi lebih sering senyum senyum sendiri, seperti orang sedang jatuh cinta. Bahkan hari ini Kemala melihat suaminya menyentuh bibirnya sendiri sambil bersenandung. "Itu bukan urusanmu!!" Setelah berkata seperti itu Andrean pun kembali ke kamarnya di lantai dua, kamar pribadinya untuk membersihkan diri kemudian beristirahat di tempat tidurnya yang berukuran king size. Andrean dan Kemala memang telah menikah dan tinggal satu rumah, Namun bukan berarti mereka tidur bersama. Mereka tetap tidur terpisah di kamar masing-masing. Karena pernikahan mereka tak seperti pernikahan pada umumnya. pernikahan mereka bisa di katakan tidak sah, karena Andrean belum mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor agama dan hanya pemberkatan di greja saja dan itu pun tidak ada tamu yang diundang hanya dari pihak keluarga tertentu saja. Dari pihak Andrean hanya Ayahnya saja yang datang, sedang dari pi
"Tenang, Aku pasti Bantuin, hanya saja cari bukti itu gak mudah, mana gak ada bukti CCTV lagi! Coba kamu inget- inget lagi? Mumpung belum setahun pernikahanmu." Ujar Daniel. "Waktu itu, Kita lagi kumpul reuni high School, kita semua minum. Setelah itu aku merasa kayak ngantuk banget, setelah itu aku gak tau tiba-tiba saja aku sudah di kamar hotel tanpa sehelai benangpun. dan si Laura tubuhnya berlilitkan handuk dengan posisi tidur dan masih di tutup dengan bedcover." setelah itu tau sendirin kan, dia nuntut minta pertanggung jawaban kalau tidak foto malam itu akan di sebarin "Handuk?" "Iya, Aku inget jelas dia pake handuk! Aku juga udah coba ke hotel buat cek CCTV, tapi CCTV nya rusak. percaya kan sama aku, aku tidak akan melakukan itu kl gak ada perasaan suka sama suka." "percaya, kamu tidak akan melakukan hal gila. Fix yakin kamu dijebak!" Ujar Daniel. "Makanya aku bingung cari bukti gimana?" "Coba dech kamu gak usah ngantor dulu, tapi jangan sampai katahuan dia, atau d
Awalnya bunga 25% tersebut di berikan hingga dua, tiga kali bunga masih di berikan. Uang tersebut di gunakan untuk membeli sebuah Rumah sederhana dengan menyicil. Brian Suami Madeline semakin tergiur pun memutuskan menambah infestasi besar besaran, Madeline awalnya menolak dan mengungkapkan pendapatnya namun tetap saja Brian bersikeras. dengan alasan demi putri kita yang akan lahir nanti. Namun setelah inves besar besaran bunga yang seharusnya dikirimkan tidak di kirimkan. teman Brian Mr. Brown tidak bisa di hubungi, Di Rumahnya pun tidak ada. Brian pun melapor kan ke polisi, tapi tak kunjung ada hasil. Sedangkan Ia butuh uang untuk membayar pegawai, keperluan Resto, biaya persalonan, cicilan Rumah dan lain-lain. Sehingga Brian memutuskan menjual Restoran tersebut, kebetulan ada seorang pengusaha yang tertarik dengan Restoran tersebut. Uang itu kemudian di serahkan kepada Madeleine untuk biaya persalinan. dan Brian hanya mengambil beberapa untuk keperluan mencari pek
Saat hendak mengambil sepedanya, Sebuah mobil mewah berhenti di depan nya. Mobil yang sempat di beritakan beberapa hari yang lalu. Ford Mustang terbaru 2024 Mobil keluaran pertama yang di luncurkan langsung dari pabrik di pelelangan yang gadang -gadang memiliki harga yang sangat fantastis bagi Julie dan Julie yakini mobil itu pasti adalah milik atasannya. Dan benar setelah Mobil tersebut berhenti dan kaca mobil di dibangku belakang di buka, tampak Seorang Pria tampan dengan balutan kemeja salur slim berwarna soft blue berkrah putih duduk gagah di bangku belakang. Pria tersebut adalah atasannya Mr.Andrean. Julie pun mengucapkan salam dan menganggukkan kepalanya dengan hormat, Andrean pun membalas dengan senyum tipis lalu kemudian mengajak Julie untuk makan siang bersama. Awalnya Julie menolak namun dengan sedikit bujukan akhirnya Julie bersedia dan masuk kedalam mobil duduk di bangku depan samping pengemudi yaitu Mr.Daniel asisten Mr.Andrean. Sampai di Restoran mereka langsun
Namun sepertinya tidak bagi Pria itu, Julie pun Tak mempersalahkan karena saat itu kondisi Pria itu tengah dalam keadaan kritis. Justru Julie bersyukur karena Pria yang ia selamatkan telah sembuh dan sehat kembali. Julie juga bersyukur karena ternyata Pria yang ia selamatkan adalah pemilik panti asuhan ini, seorang pria dermawan. Seorang Pria muda yang tampan, berkharisma dan juga cerdas yang bernama Andrean. Bagaimana tidak di usianya yang terbilang muda yaitu tiga puluh satu tahun berhasil membangun usahanya sendiri. Andrean adalah pemilik Yayasan dan pemilik Perusahaan Farmasi tak hanya itu Ia juga pewaris satu satunya Rumah Sakit milik sang Ayah. Julie salut dan terpaku atas ketampanan, keramahannya dan kesopanannya meski berbeda kalangan. karena biasanya jarang ada orang di jaman sekarang yang berstatus tinggi peduli, ramah dan sopan pada orang yang berstatus rendah, kebanyakan dari mereka selalu merendahkan dan tidak bisa menghargai orang yang berstatus rendah. Namu
Saat itu, Pria yang berwajah mirip Ayahnya makan siang bersama di sebuah Restoran tempat bekerja Julie dengan seorang wanita muda yang di rasa memiliki usia yang tak terpaut jauh dari Julie . Namun Julie belum memberitahu kepada Ibunya, Bahwa ia bertemu dengan Ayahnya, Mungkin nanti jika waktu nya tepat. Setelah satu jam lamanya, akhirnya Julie tiba di sebuah yayasan kasih. Nama dari panti asuhan tempat tinggal Julie selama ini bersama Ibunya. Panti Asuhan yang terdiri dari 17 orang. 15 orang di antara nya anak -anak termasuk Julie, Sedang 2 orang lainnya adalah Mama nya dan Bu Catrine mereka sudah seperti keluarga bagi Julie. Julie sangat bersyukur dan berterima kasih karena telah mengijinkan Julie dan ibunya tinggal, sehingga dirinya dan ibunya bisa makan dan istirahat, Tempat ternyaman bagi dirinya dan juga bagi Anak -anak di panti asuhan itu. tempat yang penuh canda tawa, jauh dari iri dengki dan caci maki. Disana mereka tidak hanya mendapatkan makanan namun juga main