Share

Pertemuan di Restoran

Author: Mommykai22
last update Last Updated: 2025-04-02 23:47:58

Setelah berjam-jam menunggu dengan perasaan cemas, akhirnya Hanna diijinkan menemui Gio yang sudah mulai sadar di ruang ICU menjelang malam itu.

"Ayo, Hanna. Kita ke sana," ajak Martin yang juga setia di rumah sakit sampai malam.

Martin punya kesibukan lain dan jam praktik, tapi ia tetap menemani saat Gio sadar.

Hanna pun langsung masuk ke ruangan Gio dan ia melihat tubuh kecil Gio yang terbaring lemah di atas ranjang dengan berbagai alat medis terpasang di tubuhnya. Selang oksigen masih menutupi wajah mungilnya, tapi yang paling penting adalah Gio hidup. Gio selamat.

"Gio ...." Suara Hanna bergetar saat ia mendekat dan menggenggam tangan adiknya dengan hati-hati. "Kakak menunggu sejak tadi, Sayang."

Martin berdiri di sampingnya dan menepuk bahu Hanna pelan. "Gio dalam keadaan stabil sekarang. Semuanya baik, walaupun ini masih dalam proses pemantauan ketat."

Hanna mengangguk cepat, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. "Terima kasih, Dokter! Terima kasih!"

Martin ikut mengangguk d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Dua Pria yang Memeganginya

    "S-selamat malam, Pak, Bu!" Hanna menyapa dengan begitu canggung dan suasana pun hening sejenak. Jantung Hanna memacu begitu kencang karena ia tidak menyangka akan bertemu dengan bosnya itu. Begitu juga dengan Louis dan Indira yang masih membelalak begitu lebar. Namun, sebelum ada yang menyahut lagi, Martin sudah berbicara duluan. "Jadi kalian juga sudah saling mengenal ya, aku tidak tahu kalau bosmu ini adalah suaminya Bu Indira, Hanna." "Sebenarnya itu ...." "Aku yang bosnya. Hanna ini adalah asistenku," sela Indira. Martin terdiam sejenak melirik Louis. "Ah, maafkan aku. Kupikir suamimu adalah bosnya Hanna karena aku beberapa kali bertemu dengannya bersama Hanna." Indira mengernyit mendengar kata beberapa kali bertemu, tapi Louis tidak membiarkan istrinya itu berpikiran macam-macam dan ia langsung menyahut duluan. "Kami suami istri dan Hanna bekerja bersama kami, jadi kami adalah bosnya Hanna, apa bedanya? Tapi aku terkejut sekali melihatmu bersama Hanna, apa kalian ... be

    Last Updated : 2025-04-03
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Membelanya

    Hanna masih begitu tegang dengan scene ini, tapi ia tahu apa yang harus ia lakukan. Buru-buru Hanna menarik tangannya dari Louis duluan. "Ah, maaf, Pak!" seru Hanna. "Jalan saja tidak benar, Hanna! Atau kau sengaja tersandung, hmm?" desis Louis yang akhirnya melepas tangan Hanna dengan kasar. Hanna kembali menahan napasnya singkat sambil menatap Louis dengan tajam, sementara Martin malah begitu lembut bicara dengan Hanna. "Kau tidak apa, Hanna?" "Ah, iya, aku tidak apa, Dokter. Terima kasih!" Hanna tersenyum singkat.Louis yang melihatnya kembali kesal. Bisa-bisanya Hanna tersenyum pada Martin, tapi tidak padanya. Hanna mengucapkan terima kasih pada Martin, tapi tidak padanya. Louis mengembuskan napas kesalnya dan memalingkan wajahnya. Sambil memasukkan satu tangan di kantong celananya, Louis melangkah ke arah Indira dan langsung memeluk pinggang istrinya itu dengan mesra. "Ayo kita masuk dulu saja!" ajak Louis. Tanpa menoleh ke arah Hanna lagi, Louis dan Indira pun masuk ke r

    Last Updated : 2025-04-03
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Malam Pertama Kelabu

    "Buka bajumu dan tunjukkan bagaimana murahannya dirimu yang rela menjual diri demi uang, Hanna!" Suara tegas seorang pria membuat tubuh Hanna bergidik malam itu. Mereka sudah berada di kamar pengantin mereka dan Hanna pun meremas ujung piyama satin yang ia pakai. Namun, alih-alih patuh, Hanna malah mematung menatap pria dengan aura yang begitu dingin itu.Louis Sagala.Pria tampan di hadapan Hanna adalah suaminya yang sah. Mereka baru saja menikah dengan sangat sederhana tadi dan Hanna pun akhirnya resmi menjadi istri kedua dari suami Indira, wanita yang sudah menjadi bosnya satu tahun terakhir ini.Sungguh, Hanna sempat menyesali keputusannya. Kalau saja ia tidak meminjam uang pada Indira untuk biaya operasi jantung adiknya, mungkin Indira tidak akan pernah mengajukan syarat gila di mana Hanna harus menjadi istri kedua Louis dan menjadi ibu pengganti untuk melahirkan anak mereka.Namun, Hanna tidak punya pilihan lain. Adiknya baru berumur sembilan tahun dan Hanna akan menyesal seumur

    Last Updated : 2024-12-15
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Hari Terburuk dalam Hidupnya

    Hanna melangkahkan kakinya dengan begitu berat keluar dari rumah Louis karena pria itu mengusirnya. Dengan mempertahankan harga dirinya yang tersisa, Hanna pun langsung pergi dari sana dan menuju ke rumah sakit, tempat surga dunianya dirawat di sana. Hanna menghapus air matanya dan langsung menunjukkan topeng tawanya, sebelum ia masuk ke dalam kamar. "Tok tok, permisi! Apa ada orang?" Hanna melebarkan tawanya seolah tidak terjadi apa-apa. Anak laki-laki bernama Gio yang sedang duduk di ranjangnya pun langsung tertawa sumringah melihat kakaknya itu. "Kak Hanna!" pekik Gio senang. Wajah pucatnya berseri-seri melihat Hanna dan Gio langsung menunjukkan mainan barunya, sebuah pesawat terbang mini. "Suster kasi Gio ini! Pesawatnya bisa terbang lho!" seru Gio sambil menggerakkan pesawat itu berputar-putar dengan tangannya. "Itu mainan pasien yang tertinggal kemarin, tapi pasiennya sudah sembuh dan pulang," sahut sang suster yang menemani Gio di sana. "Ah, iya, terima kasih

    Last Updated : 2025-01-15
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Klub Malam

    "Mana Kak Tama? Kartu Kak Hanna sudah dikembalikan?" Gio menatap cemas pada Hanna yang akhirnya kembali ke kamarnya. Hanna yang sudah biasa menahan perasaannya pun mengangguk. "Sudah dikembalikan sama Kak Tama," dusta Hanna menenangkan Gio. "Syukur, Kak. Kalau kartunya belum dikembalikan, bagaimana mau bayar rumah sakit." Hanna ingin menangis lagi mendengarnya, tapi ia hanya mengacak ringan rambut adiknya itu. "Bagaimana membayar rumah sakit itu bukan urusanmu, Gio. Itu urusan Kak Hanna. Tapi karena sudah malam, kau tidur dulu ya. Kakak lupa Kakak masih ada urusan." "Tapi Kakak kan baru datang. Temani Gio tidur dulu!" Hanna terdiam sejenak. Hanna benar-benar harus mencari Tama, tapi Hanna juga tidak tega meninggalkan Gio. Hanna pun akhirnya tersenyum singkat dan mengangguk. "Tentu! Kakak akan menemani Gio tidur dulu baru Kakak pergi ya." Gio mengangguk patuh dan segera berbaring di ranjangnya. Hanna pun menatap teman sekamar Gio di sana dan menunduk sopan. Gio dirawat di kam

    Last Updated : 2025-02-05
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Sebotol Obat

    Louis meneguk minumannya di sebuah klub malam itu. Pikirannya kusut, rasanya ia hampir gila setelah menjadi pria brengsek yang beristri dua. Bahkan, dalam mimpi pun, Louis tidak pernah membayangkan akan punya dua istri. Louis mencintai Indira hingga ia tidak peduli sekalipun wanita yang sudah dinikahinya selama tiga tahun itu divonis mandul. Tapi sialnya, ambisi Indira untuk punya anak demi mendapat warisan membuat semuanya kacau seperti ini. "Seharusnya sejak awal aku tegas dan menolak pernikahan ini!" geram Louis sambil kembali meneguk minumannya sampai tandas. Baru saja Louis akan memanggil pelayan untuk mengisi lagi gelasnya saat ia melihat seorang wanita yang familiar di meja sudut. Cahaya remang-remang membuat tatapannya tidak jelas, tapi entah mengapa Louis masih bisa mengenali wanita itu. Hanna. Tidak sendiri, tapi bersama seorang pria yang memberikan sebuah kartu padanya. Louis pun makin membelalak saat melihat pria itu memeluk dan mencium pelipis Hanna. "Indira b

    Last Updated : 2025-02-07
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Gejolak Tidak Tertahan

    "Ingat, malam ini kau harus berhasil, Hanna!" Pesan Indira terus menggema di benak Hanna saat ia sudah berdiri di sudut ballroom hotel mewah milik Mahardhika Group, perusahaan Indira. Malam itu ada acara tahunan yang dihadiri oleh para karyawan dan klien perusahaan.Para tamu pun mulai berdatangan, termasuk seorang pria gagah yang melangkah masuk dengan jas hitam sempurna yang membalut tubuhnya.Aura dingin dan berwibawa yang pria itu pancarkan langsung menyedot perhatian banyak orang dan membuat debar jantung Hanna memacu tidak karuan, apalagi saat tangannya tanpa sengaja menyentuh botol obat di kantongnya. "Maafkan aku, aku juga terpaksa melakukannya," bisik Hanna bergetar. Di sisi lain, Louis sudah disambut banyak kenalannya di sana. Louis mempunyai perusahaan yang berbeda dengan Indira, namun Louis selalu mendukung pekerjaan istri tercintanya."Selamat malam, Pak Louis!" "Selamat malam!" "Senang sekali bertemu Anda di sini." Louis dan beberapa orang terlibat pembicaraan seri

    Last Updated : 2025-02-12
  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Masih Perawan

    Hanna melangkah begitu cepat menuju ke kamar Indira, tempat Indira sudah menunggunya di sana. Tangan Hanna masih gemetar dan napasnya masih sangat tersengal, tapi Indira malah tersenyum puas mendengar laporan Hanna. "Bagus, Hanna. Kau juga sudah menyampaikan pesanku kalau aku tidak enak badan kan?" "Aku sudah melakukannya seperti yang Anda perintahkan, Bu." "Baiklah, sekarang kau tinggal menunggunya di sini. Dia akan ke sini dan melampiaskan hasratnya, jadi layani dia dengan baik!" Hanna menahan napasnya sejenak mendengar kata melayani, tapi ia mengangguk. "Aku ... mengerti, Bu." "Aku akan meninggalkanmu dan kembali ke pesta karena pasti banyak orang mencariku saat ini." Indira pun segera melangkah ke arah pintu, tapi sebelum ia keluar, Indira mematikan semua lampunya sampai Hanna tersentak kaget. "Bu Indira ... lampunya ...." "Yang kau butuhkan hanya benihnya, dia tidak perlu melihat wajahmu!" ucap Indira, sebelum wanita itu keluar dan menutup pintunya rapat-rapat. Hanna sam

    Last Updated : 2025-02-13

Latest chapter

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Membelanya

    Hanna masih begitu tegang dengan scene ini, tapi ia tahu apa yang harus ia lakukan. Buru-buru Hanna menarik tangannya dari Louis duluan. "Ah, maaf, Pak!" seru Hanna. "Jalan saja tidak benar, Hanna! Atau kau sengaja tersandung, hmm?" desis Louis yang akhirnya melepas tangan Hanna dengan kasar. Hanna kembali menahan napasnya singkat sambil menatap Louis dengan tajam, sementara Martin malah begitu lembut bicara dengan Hanna. "Kau tidak apa, Hanna?" "Ah, iya, aku tidak apa, Dokter. Terima kasih!" Hanna tersenyum singkat.Louis yang melihatnya kembali kesal. Bisa-bisanya Hanna tersenyum pada Martin, tapi tidak padanya. Hanna mengucapkan terima kasih pada Martin, tapi tidak padanya. Louis mengembuskan napas kesalnya dan memalingkan wajahnya. Sambil memasukkan satu tangan di kantong celananya, Louis melangkah ke arah Indira dan langsung memeluk pinggang istrinya itu dengan mesra. "Ayo kita masuk dulu saja!" ajak Louis. Tanpa menoleh ke arah Hanna lagi, Louis dan Indira pun masuk ke r

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Dua Pria yang Memeganginya

    "S-selamat malam, Pak, Bu!" Hanna menyapa dengan begitu canggung dan suasana pun hening sejenak. Jantung Hanna memacu begitu kencang karena ia tidak menyangka akan bertemu dengan bosnya itu. Begitu juga dengan Louis dan Indira yang masih membelalak begitu lebar. Namun, sebelum ada yang menyahut lagi, Martin sudah berbicara duluan. "Jadi kalian juga sudah saling mengenal ya, aku tidak tahu kalau bosmu ini adalah suaminya Bu Indira, Hanna." "Sebenarnya itu ...." "Aku yang bosnya. Hanna ini adalah asistenku," sela Indira. Martin terdiam sejenak melirik Louis. "Ah, maafkan aku. Kupikir suamimu adalah bosnya Hanna karena aku beberapa kali bertemu dengannya bersama Hanna." Indira mengernyit mendengar kata beberapa kali bertemu, tapi Louis tidak membiarkan istrinya itu berpikiran macam-macam dan ia langsung menyahut duluan. "Kami suami istri dan Hanna bekerja bersama kami, jadi kami adalah bosnya Hanna, apa bedanya? Tapi aku terkejut sekali melihatmu bersama Hanna, apa kalian ... be

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertemuan di Restoran

    Setelah berjam-jam menunggu dengan perasaan cemas, akhirnya Hanna diijinkan menemui Gio yang sudah mulai sadar di ruang ICU menjelang malam itu. "Ayo, Hanna. Kita ke sana," ajak Martin yang juga setia di rumah sakit sampai malam.Martin punya kesibukan lain dan jam praktik, tapi ia tetap menemani saat Gio sadar. Hanna pun langsung masuk ke ruangan Gio dan ia melihat tubuh kecil Gio yang terbaring lemah di atas ranjang dengan berbagai alat medis terpasang di tubuhnya. Selang oksigen masih menutupi wajah mungilnya, tapi yang paling penting adalah Gio hidup. Gio selamat."Gio ...." Suara Hanna bergetar saat ia mendekat dan menggenggam tangan adiknya dengan hati-hati. "Kakak menunggu sejak tadi, Sayang." Martin berdiri di sampingnya dan menepuk bahu Hanna pelan. "Gio dalam keadaan stabil sekarang. Semuanya baik, walaupun ini masih dalam proses pemantauan ketat."Hanna mengangguk cepat, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. "Terima kasih, Dokter! Terima kasih!" Martin ikut mengangguk d

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Manipulatif

    "Kau yakin tidak apa meninggalkan bosmu seperti itu, Hanna?" Martin dan Hanna sudah duduk berdua di kantin rumah sakit. Awalnya Martin sungkan mengajak Hanna makan hanya di "kantin," tapi ia masih punya tanggung jawab yang tidak bisa ia tinggalkan lama-lama. Hanna, yang sejak awal tidak ingin meninggalkan rumah sakit, merasa cukup lega bisa makan dengan tenang di kantin rumah sakit yang sederhana ini. Setidaknya, ia tidak merasa terlalu terikat dengan suasana formal."Ah, tidak apa, Dokter," jawab Hanna, mencoba terdengar santai. "Seperti yang kubilang tadi, dia ... hanya mampir. Dia juga buru-buru.""Begitu ya?" Martin menyimpulkan sambil mengunyah. "Tapi dia bos yang sangat baik, Hanna. Masih sempat mampir di tengah kesibukannya. Kau beruntung punya bos seperti itu."Hanna memaksakan senyuman, tapi hatinya terasa berat. Martin terus saja memberikan pujian, yang sepertinya tak ada habisnya."Dia peduli pada karyawannya," lanjut Martin tanpa menyadari ketegangan yang mulai dirasakan

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Membohonginya

    "Ke mana kita ini? Sepertinya salah jalan!" "Haha, ini menuju ruang operasi!" "Ya ampun, benar-benar salah jalan." Linda dan temannya baru saja akan menjenguk orang di rumah sakit saat mereka salah jalan dan malah melangkah ke arah ruang operasi. Mereka pun berniat berbalik arah saat Linda melihat seseorang yang familiar di depan ruang tunggu operasi. "Eh, itu seperti menantuku, siapa yang bersamanya itu?" seru Linda yang posisinya tidak terlalu jauh dari Louis. Linda bisa melihat Louis yang sedang menghampiri seorang wanita dan memberikan sesuatu untuk wanita itu. "Siapa? Louis Sagala suami Indira itu?" tanya temannya. Linda berdecak. "Ck, anakku hanya satu, menantuku ya jelas hanya satu juga!" "Ah, kau tidak menghitung istri Joseph ya." "Cih, dia bukan anakku! Tapi ayo kita sapa dia dulu!" Baru saja Linda melangkah mendekati Louis dan berniat menyapanya, tapi sedetik kemudian, ia menghentikan langkahnya saat ia mengenali wanita yang bersama Louis. "Ya Tuhan, itu kan Han

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Seseorang yang Melihatnya

    Louis masih terdiam menatap Hanna. Sekalipun ia kesal pada penolakan Hanna, nyatanya kemarahan wanita itu tidak membuatnya mundur."Kau benar-benar keras kepala, Hanna! Dengar ya! Aku di sini bukan untuk bertengkar denganmu, aku membawakanmu makanan, jadi lebih baik kau makan dengan patuh saja!" "Ini bukan di kantor, mengapa aku harus menuruti Anda? Aku tidak mau makan!" "Sial, Hanna! Bisakah kau tidak membantahku? Kau belum makan sejak tadi, kau mau adikmu sembuh tapi kau yang sakit, hah? Apa susahnya menerima makanan dariku?" Tatapan Hanna goyah menatap Louis, ia tidak mengerti apa yang sedang Louis lakukan sekarang, marah tapi juga seolah peduli padanya. "Bisakah Anda tidak usah berpura-pura peduli padaku, Pak? Aku ini hanya pembohong dan wanita murahan, aku makan atau tidak, itu tidak ada hubungannya dengan Anda!" Louis kehabisan kata-kata. Ada apa dengan wanita itu yang mendadak mengaum seperti singa dan terus mengungkit kesalahan Louis? Namun, Louis juga tidak akan merenda

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Penolakan Tidak Terduga

    "Hanna, bagaimana?" Suara Susan yang berlari di koridor membuat Hanna menoleh. Hanna langsung tersenyum melihat sahabatnya di sana. "Susan!" Susan buru-buru ke rumah sakit begitu jam istirahat tiba agar ia bisa menjenguk Gio yang dioperasi, tapi ternyata operasinya belum selesai. "Bagaimana di dalam?" tanya Susan yang sudah duduk di samping Hanna. "Aku belum tahu, operasinya belum selesai padahal ini sudah tiga jam berlalu. Aku sampai tidak bisa bernapas lega." "Oh, sabar, Hanna! Semuanya akan baik-baik saja, aku yakin itu." "Terima kasih, Susan." "Tapi apa kau sudah makan? Ayo kita makan bersama!" Hanna menggeleng. "Aku tidak bisa makan. Perutku mual dan aku sama sekali tidak lapar. Aku terlalu tegang, Susan." Susan mendesah. "Ya ampun, aku paham, Hanna. Tapi kau harus makan sedikit, kau bisa lemas kalau seperti ini!" "Nanti saja! Aku mau menunggu dokter keluar." Susan terdiam sejenak sebelum bertanya, "Berapa lama seharusnya operasinya berlangsung?" "Empat sampai enam j

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Pertama Kali Ingin di Sampingnya

    Hanna menggenggam tangan Gio erat saat para perawat mendorong ranjang rumah sakit ke arah ruang operasi pagi itu. Hanna melangkah di sampingnya. Tubuh kecil itu terbaring dengan wajah tegang. Hanna sendiri juga tegang, tapi sebisa mungkin, Hanna menenangkan adiknya itu. "Kak Hanna ...." Suara Gio lirih dan bergetar. "Jangan takut ya, Sayang. Ada Uncle Dokter yang akan menjaga Gio di dalam." "Kak Hanna boleh ikut masuk saja? Temani Gio ...." "Tidak bisa, Sayang." Mata Hanna memanas. "Kakak tidak boleh masuk ke ruang operasi, tapi semuanya akan baik-baik saja ya." Air mata Hanna sudah mau jatuh, tapi Hanna menahannya. Mengantar adiknya yang masih kecil ke ruang operasi sangat mematahkan hatinya. Tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di dalam ruang operasi nanti, apalagi yang dioperasi adalah jantung Gio. Tapi hanya ini satu-satunya jalan untuk Gio bisa bertahan. Selama di rumah sakit sendiri, kondisi Gio naik turun, dan Hanna percaya ini yang terbaik.Hanna pun sud

  • Gairah sang Pengganti: Berbagi Suami dengan Bosku    Alasan yang Sesungguhnya

    "Eh, mana Hanna?" Samuel dan Louis akhirnya keluar dari ruang kerja menjelang siang itu dan Samuel pun langsung mencari Hanna di meja Refi. Baru saja Refi akan menjawabnya, tapi Louis sudah menyelanya duluan. "Untuk apa kau mencarinya, Samuel? Itu tidak penting!" geram Louis. "Tidak ada, hanya ingin menyapanya saja. Tapi apa kau sadar kalau kau sangat aneh, Kak? Sejak kemarin kau aneh, sekarang pun kau aneh. Memangnya ada apa dengan Hanna sampai kau terlihat sangat membencinya?" Louis mengembuskan napas panjangnya. "Siapa yang membencinya? Jangan berpikir yang tidak-tidak!" "Haha, benarkah? Mama sangat menyukainya, Kak." "Ck, Mama baru bertemu dengannya satu kali, Mama belum mengenalnya. Kita tidak boleh melihat orang dari penampilannya saja!" "Apa maksudnya?" "Tidak ada! Tapi ayolah, kita makan siang bersama!" ajak Louis yang langsung membawa Samuel bersamanya. Refi yang mendengarnya sampai merasa tidak enak hati."Apa Hanna pernah memberitahu Bos alasannya menerima tawara

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status